16/03/2019

Direktur Polije Baru Siap Lanjutkan Program


Jember, KaJe
Setelah pelantikan Direktur baru Politeknik Negeri Jember (Polije) periode 2019-2023 oleh Prof. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) telah dilaksanakan pada Rabu (6/3) Minggu lalu di Jakarta, maka Kamis (14/3) hari ini telah dilaksanakan serah terima jabatan (sertijab) dari Direktur lama Dr.Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM ke Direktur baru Saiful Anwar, S.TP, MP dilaksanakan di Gedung Serbaguna Soetrisno Widjaja.
Sertijab yang dihadiri dan disaksikan oleh para Wakil Direktur, Ketua Jurusan, Kepala Bagian, kepala UPT, Kepala Pusat dan semua pejabat struktural dan non struktural berjalan dengan tertib dan khitmat.
Direktur baru Polije mengajak kepada segenap sivitas akademika, dari prestasi yang telah ditorehkan di periode kepemimpinan sebelumnya, menjadi pemacu untuk meningkatkan prestasi baik dar aspek SDM, kompetensi lulusan, kerjasama industri dan lain sebagainya, khususnya dalam menjawab tantangan dan peluang di era industri 4.0. “Sederet prestasi yang telah diraih Polije sampai saat ini, menjadi pemacu akan peningkatan kinerja yang lebih baik lagi," tandas Saiful Anwar.
Yang cukup menyentuh, tatkala sambutan Direktur lama menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja selama menjadi pimpinan di Polije, tanpa bisa dibendung air mata berlinang membasahi pipi. “Dari lubuk hati yang paling dalam, saya minta maaf manakala ada kesalahan yang tidak saya sengaja, semoga bapak Ibu berkanan memaafkannya," pinta Nanang Dwi Wahyono dengan suara terbata-bata.
Dalam penutup sambutannya, Nanang Dwi Wahyono membacakan puisidengan judul Mastrip 164. Puisi tersebut mengisi perjalanan kampus Polije yang berada di jalan mastrip kotak pos 164, dengan segala perkembangannya mulai tahun 1988 berdiri sampai sekarang yang menjelma kampus vokasi unggulan di Indonesia, yang mahasiswanya berasal dari segala penjuru nusantara. Puisi yang sekaligus merupakan rangkaian kalimat penuh makna tersebut mengungkapkan betapa mulia dan besar tanggung jawab dalam meningkatkan kwalitas SDM para calon penerus bangsa.
Dalam rangkaian sertijab Direktur tersebut sekaligus dilakukan sertijab Ketua Dharma Wanita Persatuan Polije dari Ibu Denok nanang Dwi Wahyono ke Sustin Farlinda Saiful Anwar. Suasana prosesi sertijab kemarin sangat meriah, karena salah satunya diiringi penampilan perdana tim karawitan Polije yang mengawali acara serta iringan beberapa tembang oleh tim campursari UKM Lumut. (Mia/ags/hms)

15/03/2019

Wabup Indah Naik SKY LIFT Tanam Anggrek


Lumajang, KaJe
Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., menanam anggrek ekor tupai (Rhynchostylis Retusa) dalam acara Lumajang "Menabung" (Menanam-Bunga). Acara itu,  diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Lumajang bekerjasama dengan Komunitas Puspa Semeru, di kawasan Skate Park, Alun-alun Lumajang, Jum'at pagi (15/3/2019).

Dalam kesempatan itu Wabup menanam Anggrek dengan menggunakan Sky Lift milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten  Lumajang. Itu dilakukan, karena anggrek tersebut harus ditanam di atas pohon.

Menurut Wabup, penanaman pohon itu, sebagai bentuk kepedulian, mengingat pohon juga merupakan makhluk hidup yang memiliki kontribusi besar untuk kehidupan manusia.                                 
"Satu pohon itu, memberi kontribusi oksigen untuk dua orang. Pohon itu juga makhluk hidup.  Kalau kita baik terhafap pohon, mereka juga akan kepada kita," ujarnya.

Wabup mengucapkan terima kasih kepada komunitas Puspa Semeru yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam kegiatan peduli lingkungan, khususnya dalam kegiatan tanam pohon.                               

Ia meminta agar Puspa Semeru, nantinya turut meramaikan kegiatan HARJALU.          "Monggo kalau ada event di Alun-alun, Harjalu itu juga bisa digunakan untuk pameran tanaman dari teman-teman Puspa Semeru," ungkapnya.

Kegiata "Lumajang Menabung", juga diselenggarakan untuk memperingati 1st Anniversary Puspa Semeru. Acara tersebut diakhiri dengan potong tumpeng dan sarapan bersama.  (suatman)

Wabup Lumajang Perintahkan Cabut Gambar Caleg Yang di Pohon

Lumajang, KaJe
Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati,. Si.,  meminta agar gambar caleg dan iklan lain yang menempel pada pohon di sepanjang tepi jalan dicabut saja.  Hal itu, disampaikan saat Apel Puncak Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2019 Kabupaten Lumajang, yang dipusatkan di Kawasan  depan Pasar Baru Ibukota Kab. Lumajang, Jum'at (15/03/2019) pagi.       

Peringatan Hari Peduli Sampah di Kab. Lumajang, diisi berbagai kegiatan, satu diantaranya Kerja Bhakti bersih sampah. Ini melibatkan Forkopimda Kabupaten Lumajang, para ASN, TNI, POLRI, Organisasi Masyarakat, Pelajar, dan masyarakat Umum.

Kerja bhakti itu, sengaja dipusatkan di Area Pasar Baru Lumajang dan sepanjang Jalan A. Yani dan sekitarnya, karena sebagai pintu masuk pusat kota.

Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si.,  mengatakan, saat ini pengelolaan sampah di Kabupaten Lumajang cukup bagus. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya bank sampah, yang merupakan bentuk keterlibatan warga.  Bank Sampah tersebut,  kata Bunda Indah, akan membeli sampah an-organik yang disetorkan warga masyarakat.   

Wabup yang akrab disapa Bunda Indah itu, mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai lingkungan. "Kita bertekad untuk menyelamatkan lingkungan,
Ketika menyayangi lingkungan, maka lingkungan juga akan menyayangi kita," ujarnya.

Bukan hanya gambar para caleg dan iklan lain yang diperintahkan dicabut dari pohon tepi jalan. Tetapi, juga paku dan benda lain yang mengganggu, harus dicabut.

Menurut Bunda Indah, keberadaan pohon begitu penting bagi kelestarian lingkungan hidup. Bahkan, satu pohon mampu menghasilkan oksigen untuk kebutuhan dua orang.         

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Drs. Yos Sudarso, MM., melaporkan, peringatan Hari Peduli Sampah 2019 di Kabupaten Lumajang diisi dengan serangkaian kegiatan, diantaranya, Pameran Kerajinan Daur Ulang Sampah, Pameran Bunga dan sebagainya. Pameran Bunga itu, berkejasama dengan Puspa Semeru. Sedangkan  puncak peringatan Hari Peduli Sampah digelar Kerja Bhakti dengan gerakan kebersihan di kawasan Kota  Lumajang. (suatman)

14/03/2019

Tim Cobra Tunjukan Taringnya Ungkap Komplotan Perampokan Counter HP

Lumajang, KaJe
Tim Cobra Polres Lumajang berhasil mengungkap tindak pidana perampokan yang terjadi di Toko / Konter Hp "RAMA CELL" di Dsn. Kedungpakis, Ds. Pasirian, Kec. Pasirian, Kab. Lumajang pada Jum'at tanggal 22 Pebruari 2019, sekitar  pukul 06.00 Wib.

Korban atas nama Erwan Redi Susilo(37 Th), Wiraswasta, Dsn. Sentono, Ds. Krai, Kec. Yosowilangun, Kab. Lumajang melaporkan kejadian tersebut pada Polsek Pasirian dengan membawa 23 buah Hp dari berbagai macam merk dosbook Hp yang telah di cecer oleh Pelaku.

Dari barang bukti dari korban, tim cobra berhasil melacak jejak para tersangka dan berdasarkan Hasil lidik berhasil menangkap Tersangka atas nama Joko Susilo pada hari Selasa 12 Maret 2019 pukul 22. 00 Wib di Tempat pemancingan Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

Dari tangantersangka disita berbagai barang bukti mulai dari Hp, Laptop dan tas.
Joko mendapat hp tersebut dari adiknya yakni  tersangka Wahyudi Riskiyanto, kemudian Tim Cobra melakukan pengejaran terhadap tersangka lainya, selanjutnya pada hari Rabu 13 Maret 2019 pukul 01.58 Wib Tim Cobra berhasil menagkap tersangka Wahyudi Riskiyanto di Dusun Ledok, Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Pada saat dilakukan penangkapan Tersangka Wahyudi Riskiyanto melakukan perlawanan sehingga Tim Kobra harus memberikan tindakan tegas tembakan kea rah kaki.
Dari hasil introgasi tersangka Wahyudi Riskiyanto, dirinya mengakui melakukan Tindakan Curat bersama dengan tersangka Usman Suwandana dan tersangka  Jordan dalam mengeksekusi isi toko konter Rama taman Pasirian.

Berikutnya, pada pukul 04.00 Wib, Tim Cobra Berhasil menangkap Tersangka Usman Suwandana di rumahnya Dusun Gaplek, Desa Pasirian, Kab Lumajang. Kemudian Tim Cobra melakukan pengejaran kepada Tersangka Jordan namun yang bersangkutan tidaka ada di rumah.

Dari hasil interogasi terhadap Tersangka Wahyudi Riskiyanto hp yang di curi selain di serahkan ke Tersangka Joko Susilo juga di berikan kepada Tersangka Riski wahyu imansyah, pada pukul 04.30 Wib, Tim Cobra Juga berhasil menangkap Tsk. Riski Wahyu Imansyah dirumahnya.

Tersangka dan barang bukti dibawah ke Mapolres Lumajang. Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain, 23 Hp berbagai Merk, 10 kepala charger Hp, 1 buah Laptop Merk Lenovo Warna hitam, 1  buah tas merk Consina tipe escrot, 1 Sepeda motor Yamah Vega R th 2004  Warna Biru putih, Nopol : L- 2970-DB, 6 buah Batery HP.

Selain itu , 4 buah Sperpat HP, 7 buah pengaman, 9 buah kabel carger., 6 buah Doshbook HP, 74 buah kartu perdana dan voucher kartu dari berbagai merk.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengucapkan syukur atas terungkapnya kasus ini. “Alhamdulillah kami berhasil mengamankan pelaku tindak pidana perampokan yang terjadi 22 Pebruari 2019 lalu, komplotan perampok ini berhasil menjarah sebagian besar isi konter tersebut dan membawa kabur barang barang tersebut," ujarnya.

Namun karena kesigapan Tim Cobra dalam upaya pengungkapan tindak pidanan tersebut, sebagian besar barang bukti berhasil diamankan dari tangan para tersangka besarta pelakunya meski ada 1 yang berhasil lolos, tapi kami tidak akan tinggal diam dan akan memburu pelaku tersebut.

Sejauh apapun perginya  pelaku kejahatan akan meningalkan jejak dan itu dapat ditelusuri untuk mengungkap tindak kejahatannya” tegas Arsal

Katim Kobra AKP Hasran Kobra menegaskan bahwa “kami sudah mengantongi data dari tersangka yang berhasil melarikan diri dan cepat atau lambat pasti akan kami tangkap, oleh karena itu saya perintahkan agar tersangka menyerahkan diri dengan baik baik sebelum bertemu dengan Tim Cobra karena jika sampai bertemu Cobra maka tau sendiri akibatnya” tegas Hasran

Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun.
Reporter : Suatman

Tim Cobra Polres Lumajang Tangkap Pencuri 4 Kambing




Lumajang, KaJe
Tim Cobra Polres Lumajang berhasil menangkap pelaku pencurian kambing di Kampung Satonggak Desa Sketreng Kecamatan Kapongan  Kabupaten Situbondo. Pelaku bernama Wahyu Sholeh (37) warga Dusun Klopo Sawit Desa Bodang Kecamatan Padang Kabupaten   Lumajang.

Kejadian ini terjadi pada Senin 11 Maret 2019 sekitar pukul 23.30 WIB. Tersangka mencuri  4 ekor kambing dengan cara membuka pintu pagar kandang menggunakan gunting lalu satu persatu diamankan kambing tersebut oleh pelaku, namun karena kambing terus berbunyi membuat sang pemilik kambing Samsul Arifin (29th) warga Desa Sketreng Kecamatan  Kapongan  Kabupaten Situbondo merasa curiga saat keluar rumah untuk memeriksa kandang kambingnya.

Ternyata benar ada seseorang yang berusaha mencuri kambingnya dan sontak saja korban langsung menghampiri Tersangka dengan maksud mengajak berduel namun pelaku langsung saja lari tunggang langgang meninggalkan Tkp dengan meninggalkan kambing jarahan beserta kendaraannya di Tkp begitu saja.

Melalui proses Lidik dan info dari Sat Reskrim Polres Situbondo bahwa Tersangka berdomisili di Lumajang maka Tim Cobra memburu pelaku dan berhasil menangkap Pelaku. Tanpa perlawanan pelaku mengakui perbuatannya dan akhirnya Tersangka digiring ke Mapolres Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menerangkan bahwa Tim Kobra “Tim Kobra berhasil menangkap pelaku pencurian hewan di Situbondo. Meski tidak melakukan tindak Kriminalitas di Lumajang namun hal tersebut tetap lah salah. Kenapa tidak mencoba mengais rejeki yang halal karena di Lumajang banyak sekali potensi potensi yang dapat menghasilkan rupiah, kenapa harus melakukan tindak kriminalitas sedangkan pekerjaan lain yang menghasilkan uang yang halal banyak tersedia” terang Arsal.

Untuk selanjutnya, tersangka diserahkan ke Sat. Reskrim Polres Situbondo untuk diperiksa lebih lanjut. ( Suatman)

Sebelum SK Diteken, Bupati Ngajak Pertemuan






Jember, KaJe
Untuk memastikan pelayanan masyarakat desa berjalan baik, Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR. bertemu.dengan  tiga calon Penjabat (Pj) Kades di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu, 13 Maret 2019.
"Saya ingin bertemu langsung sebelum teken SK-nya, Karena saya ingin memastikan bahwa SK yang saya tandatangani ini akan menjadi kebaikan bagi desa dan masyarakat," ujar bupati.
Ketiga aparatur sipil negara (ASN) itu menggantikan kepala desa yang telah meninggal dunia serta telah selesai masa jabatanya, hingga terpilih kades definitif melalui pemilihan langsung.
Mereka yakni Purwati yang menjabat Pj. Kades Menampu Kecamatan Gumukmas,  Sugeng Purnomo, S.Sos sebagai Pj. Kades Sumberkalong, Kalisat, dan Drs. Suryadi sebagai Pj. Kades Harjomulyo, Silo.
SK yang ditandatanganinya, lanjut bupati, menjadi ujian bagi mereka, karena mendapat tugas menjadi Pj Kades yang bisa membuat mereka tergelincir.
"Saya pastikan bahwa ini pemilihan yang profesional, tidak ada suap menyuap," ungkapnya. Karen itu, tidak ada alasan berbalas budi kecuali melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.
Ketiganya dipilih melalui mekanisme yang benar : memperhatikan suara dari BPD, mendengarkan laporan dari Camat, serta membaca rekam jejak mereka di inspektorat.
Terkait tahun politik, bupati meminta mereka bisa menjaga kondusifitas wilayah masing-masing. Mereka diharapkan untuk sering berkoordinasi.
Masalah akan selalu ada, tapi yang terpenting masalah bisa dikelola," pesannya.
Setelah pertemuan itu, ketiganya akan mengantongi SK. Sehingga mereka bisa langsung melaksanakan tugas sebagai kades.
Ada tugas khusus yang diberikan bupati, yakni warga miskin dan dhuafa di daerah terpencil. Warga miskin dan kaum dhuafan merupakan amanat terberat dalam menjalankan tugas.
"Tidak selamanya ada kesempatan ini. Mumpung jadi PJ Kades, layani masyarakat dengan sebaik-baiknya," pesannya lagi.
Bupati menerangkan, ada paradigma di Pemkab Jember yang harus diubah. Paradigma tentang komunikasi dalam birokrasi yang berjenjang.
Memang birokrasi itu berjenjang. Tetapi, komunikasi yang lancar dari rakyat bawah pun boleh berkomunikasi. Memang ada keterbatasan karena tidak mungkin semuanya dilayani langsung, ujarnya.
Menurut bupati, ada hal-hal yang perlu disampaikan langsung. Tindakan ini tidak ada salahnya. Sedang kewajiban lapor kepada atasan yang berjenjang adalah suatu prosedural yang harus tetap dijalankan.
Komunikasi langsung ini, karena bupati punya tanggungjawab untuk melayani masyarakat. "Saya hanya ingin memastikan bahwa masyarakat terlayani dengan baik," bupati. (Mia/fra/bbg/hms)

12/03/2019

Jasad Wanita Sudah Dikembalikan Ke Keluarga


Lumajang, KaJe
Setelah kemarin (Senin, 11 Maret 2019) warga Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang digegerkan dengan penemuan sesosok jasad wanita tanpa identitas dan tanpa baju di aliran sungai Menjangan, semalam Tim Identifikasi dari Satreskrim Polres Lumajang bergerak cepat dengan mem-visum jasad tersebut di RSUD Haryoto Lumajang.

 Diketahui, korban adalah Muliha, perempuan berusia 60 tahun. Korban sendiri adalah warga Desa Grobogan Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Kelurga korban yang mengetahui informasi dari media sosial mendatangi RSUD Haryoto Lumajang dan menyatakan kalau itu keluarganya yang hilang beberapa waktu lalu.

  Keluarga korban yang diwakili oleh Didik Suyanto (46 tahun), beralamat di Desa Grobogan Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang selaku anak korban mengatakan bahwa keluarga pertama kali mengetahui dari berita di sosial media ‘facebook’ bahwa ditemukan jasad wanita tanpa busana di sekitaran Kecamatan Senduro. Keluarga pun langsung mengkroscek kebenaran berita tersebut ke Polsek Senduro.

  Bersama petugas,keluargapun diantar ke RSUD Haryoto untuk memastikan korban adalah keluarganya atau bukan karena sejak pagi korban memang langsung dievakuasi ke rumah sakit tersebut. Setelah berada di kamar jenazah, keluargapun langsung membenarkan bahwa jasad yang dimaksud adalah keluarganya.

  Kasat Reskrim AKP Hasran Cobra yang memang sejak pagi memantau secara langsung di rumah sakit tersebut langsung mengembalikan jenazah kepada keluarga setelah pihak keluarga dengan ikhlas menerima musibah tersebut dan tak menuntut pihak manapun.

  AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH', Kapolres Lumajang dikonfirmasi melalui sambungan telfon mengatakan bahwa pihak keuarga telah legawa dengan kejadian ini. Semalam pihaknya yang dipimpin Kasatreskrim langsung mengembalikan jenazah ke keluarga korban setelah keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban.

Berdasarkan kesaksian keluarga sendiri, memang korban mengalami gangguan agak pikun, sehingga sejak hari Kamis tanggal 28 Februari 2019 yang bersangkutan meninggalkan rumah tanpa pamit. Dan baru kemarin ditemukan meskipun dalam keadaan tak bernyawa. " Dari sini saya pastikan tak ada unsur pembunuhan ataupun criminal yang lain yang menjadi penyebab kematian dari korban tersebut," tegas Arsal.

  Senada dengan Kapolres, Kasat Reskrim Polres Lumajang mengatakan,  tak ditemukannya unsur pembunuhan pada tubuh korban. “Tim kami tadi telah mengidentifikasi tubuh korban, dan tidak ditemukan adanya unsur yang menguatkan bahwa korban meninggal karena pembunuhan. Hanya ada sedikit luka di kepala korban, yang kami tengarai karena benturan dengan batu di sungai. Keluarga juga telah ikhlas dengan kepergian korban, jadi kasus ini dapat dihentikan sampai di sini.” tandas pria yang juga menjabat sebagai Katim Cobra tersebut. (Suatman )