17/03/2019
Jember AKI Melahirkan dan BBL Tinggi
Jember, KaJe
Angka kematian ibu (AKI) melahirkan dan bayi baru lahir (BBL)
di Kabupaten Jember termasuk tertinggi di Jawa Timur. Berbagai pihak harus berperan untuk mengatasi permasalahan itu. Ini dalam rangka komitmen bersama untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Jember, terang dr. Siti Nurul Qomariyah, M. Kes., Selasa, 12 Maret 2019.
Berbagai pihak, dari pemerintah, swasta, organisasi kemasyarakatan, serta media massa, menggelar pertemuan di Hotel Bintang Mulya. Pertemuan ini diprakarsai Jalin Usaid.
Angka kematian ibu pada tahun 2017 sebanyak 49 ibu. Pada tahun 2018 menurun 20 persen menjadi 41 kasus kematian ibu melahirkan.
Jumlah ini tergolong tinggi di banding dengan kabupaten/kota lainnya. Ini karena jumlah penduduk Kabupaten Jember yang cukup banyak, sekitar 2,6 juta.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, diantaranya merehab Puskesmas, transportasi ambulans desa gratis, jaminan pelayanan gratis. "Bupati sudah menginstruksikan untuk mendata ibu hamil agar dijadikan peserta JKN KIS," terang Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jember ini.
Dinkes Jember bekerjasama dengan Jalin Usaid telah melakukan pendalaman atas masalah yang muncul di kasus kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir.
Pendalaman itu menggunakan wawancara mendalam. Hingga ditemukan lima masalah yang akan menjadi fokus guna dicarikan solusinya.
Salah satunya tingkat kepatuhan dari petugas untuk melakukan pelayanan kesehatan sesuai standard operation procedur (SOP). Bukan hanya di Puskesmas. "Ini terjadi di semua fasilitas pelayanan kesehatan di Kabuaten Jember, pemerintah maupun swasta, terangnya. Mereka melakukan semua (SOP) tapi belum optimal," imbuhnya.
Hal lainnya yakni edukasi kepada masyarakat yang belum optimal. Ini memerlukan peran serta media untuk mengedukasi masyarakat. Pemerintah sendiri telah melakulan pertemuan langsung dengan ribuan takmir masjid maupun ibu hamil itu sendiri untuk mendapatkan informasi terkait kegawatdaruratan dan kesehatan ibu hamil dan bayi baru lahir.
Bupati sudah menyampaikan, harus ada kongres suami siaga. Karena kadang, ibu sudah diperiksa dan sudah harus dirujuk ternyata suaminya menolak, ungkapnya. Pemerintah bersama stakeholder akan membangun gerakan edukasi terpadu untuk persalinan aman dan bayi lahir sehat. (mia/ ded/ ros/ hms)
Jember Masih Banyak Komunitas Produktif
Jember, KaJe
Banyaknya komunitas produktif di Kabupaten Jember menjadi daya tarik tersendiri bagi BNI untuk ikut mengembangkannya. Catur Budi Harto Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Pusat Jakarta mengatakan, di Jember ada banyak komunitas produktif.
Sesuai kemampuannya, komunitas itu berkreasi menjadikan masyarakat yang mandiri, memiliki daya tawar yang lebih baik, dan lebih sejahtera.
Untuk ikut mengembangkan komunitas itu, pihaknya menemui Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Selasa, 12 Maret 2019.
"Dengan program kemitraan, kita akan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan mensuport keinginan bupati menjadikan masyarakat lebih berdaya bisa terealisir, terangnya di pendopo.
Ia menyontohkan, komunitas kegiatan produktif itu seperti komunitas penyehat tradisional, warung kopi berjaringan, penjual bakso, pemangkas rambut, petani, dan lainnya.
BNI berkomitmen akan mendukung pengembangannya.
Tindak lanjut usai pertemuan dengan bupati yakni membentuk tim teknis. Tim ini yang nantinya akan melakukan penggarapan bersama atau piloting.
"Calon calon komunitas produktif ini nantinya akan diberikan ke kami. Kami akan assessment secara singkat, sederhana, simple," katanya.
Mereka juga mendapat pendampingan, pelatihan dan pengembangannya.
Akan diupayakan setiap langkahnya nanti bisa naik kelas. Jadi bukan yang sekarang hanya jualan terus berjualan saja, tapi lama lama dia akan mengembangkan usahanya," ungkapnya.
Bupati Jember Faida mengungkapkan, pertemuan dengan BNI pusat ini memiliki target memenuhi kepentingan masyarakat Jember.
"Saya memang orang yang berpihak untuk kepentingan masyarakat. Saya pikir, jika ada rapat yang tidak bisa mengakomodir kepentingan orang-orang yang di bawah, berarti rapat ini sia sia," ujarnya. ( mia/ bbg/fra/hms)
Banyaknya komunitas produktif di Kabupaten Jember menjadi daya tarik tersendiri bagi BNI untuk ikut mengembangkannya. Catur Budi Harto Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Pusat Jakarta mengatakan, di Jember ada banyak komunitas produktif.
Sesuai kemampuannya, komunitas itu berkreasi menjadikan masyarakat yang mandiri, memiliki daya tawar yang lebih baik, dan lebih sejahtera.
Untuk ikut mengembangkan komunitas itu, pihaknya menemui Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Selasa, 12 Maret 2019.
"Dengan program kemitraan, kita akan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan mensuport keinginan bupati menjadikan masyarakat lebih berdaya bisa terealisir, terangnya di pendopo.
Ia menyontohkan, komunitas kegiatan produktif itu seperti komunitas penyehat tradisional, warung kopi berjaringan, penjual bakso, pemangkas rambut, petani, dan lainnya.
BNI berkomitmen akan mendukung pengembangannya.
Tindak lanjut usai pertemuan dengan bupati yakni membentuk tim teknis. Tim ini yang nantinya akan melakukan penggarapan bersama atau piloting.
"Calon calon komunitas produktif ini nantinya akan diberikan ke kami. Kami akan assessment secara singkat, sederhana, simple," katanya.
Mereka juga mendapat pendampingan, pelatihan dan pengembangannya.
Akan diupayakan setiap langkahnya nanti bisa naik kelas. Jadi bukan yang sekarang hanya jualan terus berjualan saja, tapi lama lama dia akan mengembangkan usahanya," ungkapnya.
Bupati Jember Faida mengungkapkan, pertemuan dengan BNI pusat ini memiliki target memenuhi kepentingan masyarakat Jember.
"Saya memang orang yang berpihak untuk kepentingan masyarakat. Saya pikir, jika ada rapat yang tidak bisa mengakomodir kepentingan orang-orang yang di bawah, berarti rapat ini sia sia," ujarnya. ( mia/ bbg/fra/hms)
Parenting Sebagai Proses Interaksi Berkelanjutan Keluarga
Lumajang, KaJe
Wakil Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M. Si., menghadiri acara Kajian Aktual Al Falah (KAAFAH), di Pendopo Arya Wiraraja, Kabupaten Lumajang, Ahad (17/3/19) pagi.
Kajian itu, membahas tentang "Parenting Islam", yang diisi oleh Motivator Parenting Islam, Ustadz M. Fauzil Adhim.
Dalam sambutannya, Wabup (Bunda Indah) menjelaskan, Parenting adalah upaya pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia dalam keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
Parenting, sebagai proses interaksi berkelanjutan antara orang tua dan anak-anak, yang meliputi aktivitas memberi makan, memberi petunjuk, dan melindungi anak-anak .
"Tentu ini tanggung jawab kita bersama, bagaimana anak anak ini bisa tumbuh dengan baik yang sesuai dengan harapan kita sebagai orang tua," ujarnya.
Di sisi lain, Wabup menyinggung bahaya narkoba dan penyalahgunaan obat terlarang. Akhir-akhir ini, makin marak narkoba dan obat - obatan yang disalah-gunakan anak - anak.
Wabup meminta agar para orang tua untuk proaktif dalam menjaga anak, agar tidak terperangkap dalam penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya.
Pemerintah Kab. Lumajang sudah melakukan langkah - langkah untuk mempersempit gerak peredaran penjualan jenis obat yang bisa disalahgunakan di toko - toko di wilayah Kab.Lumajang, seperti alkohol, komik dan obat - obatan lainnya.
"Hal ini merupakan kebijakan Pemerintah Daerah untuk menyelamatkan generasi muda, yang nantinya akan menjadi pemimpin di masa depan," kata Wabup.
Direktur Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF), Ust. Jauhari., mengungkapkan, bahwa YDSF merupakan lembaga Amil Zakat Nasional yang berdiri pada tahun 1987. Dikatakan, YDSF mempunyai beberapa bidang, yaitu Pendidikan, Dakwah, Keagamaan, yatim dan Kemanusiaan.
Ia ingin, kehadiran YDSF dapat bersinergi meningkatkan kualitas hubungan kerjadama dengan Lumajang, baik dengan Pemerintah maupun Masyarakat.
Dia berharap, YDSF bisa menjadi mitra yang positif bagi Pemerintah Kab. maupun masyarakat Lumajang.
Undangan yang hadir pada Kajian Perinting islam tersebut kurang lebih 100 orang dari berbagai kalangan terkait. (Suatman)
Kabupaten Lumajang Dibikin Kesan Tidak Kampungan
Lumajang, KaJe
Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., (Bunda Indah), meminta KS Modeling membikin event bertaraf nasional, sehingga orang luar daerah yang datang, terkesan, bahwa Kabupaten Lumajang tidak ndeso (kampungan). Hal itu, disampaikan saat menghadiri HUT KS Model ke 23 di gedung dr Sujono, Sabtu (16/03/2019) malam.
Bunda Indah menambahkan, Pemkab Lumajang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pelaku seni, untuk mengekspresikan potensinya. "Mudah-mudahan dengan cinta kita dapat membangun Lumajang lebih hebat lagi," tegasnya.
Sementara itu, pemilik KS Model Kab. Lumajang, Sandi Damara, nelampirkan, bahwa kegiatan itu, dalam rangka merayakan HUT KS Model yang ke-23 tahun 2019.
Sandi menyampaikan ucapan terimakasih kepada Jajaran Pemkab Lumajang dan Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Hj. Musfarinah Nuryatin, M. Pd., yang telah memfasilitasi acara tersebut, sehingga bisa berlangsung sukses.
HUT KS Model tahun ini mengusung tema "Inspirasi Cinta".
Acara itu dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Hj. Musfarinah Nuryatin, M. Pd., dan organisasi wanita lainnya. (suatman)
Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., (Bunda Indah), meminta KS Modeling membikin event bertaraf nasional, sehingga orang luar daerah yang datang, terkesan, bahwa Kabupaten Lumajang tidak ndeso (kampungan). Hal itu, disampaikan saat menghadiri HUT KS Model ke 23 di gedung dr Sujono, Sabtu (16/03/2019) malam.
Bunda Indah menambahkan, Pemkab Lumajang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pelaku seni, untuk mengekspresikan potensinya. "Mudah-mudahan dengan cinta kita dapat membangun Lumajang lebih hebat lagi," tegasnya.
Sementara itu, pemilik KS Model Kab. Lumajang, Sandi Damara, nelampirkan, bahwa kegiatan itu, dalam rangka merayakan HUT KS Model yang ke-23 tahun 2019.
Sandi menyampaikan ucapan terimakasih kepada Jajaran Pemkab Lumajang dan Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Hj. Musfarinah Nuryatin, M. Pd., yang telah memfasilitasi acara tersebut, sehingga bisa berlangsung sukses.
HUT KS Model tahun ini mengusung tema "Inspirasi Cinta".
Acara itu dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Hj. Musfarinah Nuryatin, M. Pd., dan organisasi wanita lainnya. (suatman)
Kapolres Lumajang Kukuhkan Satgas Keamanan Desa Jatirejo
Lumajang, KaJe
Malam itu, Kapolres Lumajang melakukan pengukuhan dan pembinaan Satgas Keamanan Desa di kantor Desa Jatirejo Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang.
Satgas Keamanan Desa di Desa Jatirejo Kecamatan Kunir baru saja dikukuhkan oleh Kapolres Lumajang, namun perlengkapan mereka sudah sangat lengkap terutama HT. total HT yang disediakan oleh Desa Jatirejo sejumlah 76 HT. Selain untuk Satgas juga diberikan kepada para ketua RT, Ketua RW, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menerangkan bahwa "saya apresiasi semangat para warga dalam kepedulian terhadap lingkungannya. Satgas Kamdes Jatirejo juga dilatih beladiri secara khusus.
Ada 4 tugas utama Satgas keamanan desa, diantaranya bertugas menjaga dan memastikan keamanan di desanya, bertugas mendesain sistem keamanan di desanya sesuai karakteristiknya masing-masing, sebagai problem solver terkait masalah-masalah keamanan di desanya, sehingga diharapkan persoalan-persoalan dimasyarakat yang bisa berdampak terganggunya keamanan, bisa diselesaikan sejak masih bentuk bibit-bibit kecil.
Berikutnya, membantu permasalahan dalam masyarakatnya seperti memobilitasi masyarakat untuk ikut membantu apabila ada bencana alam, selain itu membantu mengatasi permasalah-permasalahan masyarakat lainnya, ” ujar Arsal.
Kepala Desa Jatirejo Bapak Sukarmo,Spd (53) sangat menginginkan desanya selalu aman “ Saya sangat terbantu Program Bapak Kapolres untuk membentuk Satgas Keamanan Desa. Apa yang di harapkan pak Kapolres saya cukupi semuanya. HT untuk semua anggota satgas saya berikan, bahkan ketua RT, Ketua RW pun saya berikan. Bhabinkamtibmas dan Babinsapun kami siapkan HT, ada 76 HT telah saya bagikan, yang penting Desa saya bisa aman," ungkap Sukarmo.
ujarnya kembali “Di desa kami banyak masyarakat yang memelihara sapi, saya tidak mau ada lagi yang kehilangan sapi. Saya junga mau tidak ada lagi Begal motor di desa kami, pokoknya desa kami harus aman, apapun saya siap lakukan supaya aman” Ujar Sukarmo.
Muhammad,Spd (33 thn) Ketua Satgas Keamanan Desa Jatirejo merasa senang dan terhormat bisa menjadi anggota satgas “saya senang dan merasa terhormat bisa menjadi anggota Satgas Keamanan Desa Jatirejo. Saya dipilih jadi ketua adalah sebuah amanah yang tidak ringan tapi saya akan berusaha mengamankan Desa saya. semua anggota Satgas secara rutin juga kami latih beladiri” ucap Muhammad.
saat ini Satgas Keamanan Desa telah terbentuk di 193 desa dari 205 desa di Lumajang atau 94 % nya telah terbentuk Satgas Kamdes. Total anggota Satgas Keamanan Desa saat ini sejumlah 5.690 personil se-Kabupaten Lumajang.
Anggota Satgas keamanan desa ini dibawah kendali kepala desa secara langsung, dan mendapatkan bimbingan dari Bhabinkamtibmas maupun Babinsa secara periodik. Dengan kinerja dan tanggungjawabnya tersebut anggota Satgas Keamanan Desa secara tidak langsung mereka akan dianggap sebagai Tokoh Masyarakat di wilayah mereka.(Suatman)
Wabup Indah Hadir di Hari Bhakti Rimbawan
Lumajang, KaJe
Para rimbawan diharapkan terus berjuang menjaga alam dan lingkungan hidup. Hal ini diutarakan Wakil Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperwati, M.Si., saat menghadiri penanaman pohon Hari Bhakti Rimbawan ke - 36, di area Camping Ground Ranu Darungan, Dusun Darungan Kecamatan Pronojiwo, Sabtu (16/03/19).
Kegiatan yang melibatkan para rimbawan dan para Saka Wira Kartika binaan Kodim 0821 Lumajang. Hari Bhakti Rimbawan kali ini, mengusung tema "Hutan untuk Kesehjateraan Rakyat dan Lingkungan Sehat".
Jenis bibit pohon yang ditanam diantaranya, Bambu petung sebanyak 150 bibit dan Pinang Jawa sebanyak 100 bibit.
Wakil Bupati yang populer dipanggil dengan nama Bunda Indah itu, menyampaikan, bahwa, Hari Bhakti Rimbawan merupakan tanggung jawab bersama, khususnya para anak - anak muda yang nantinya akan menjadi penerus dalam melestarikan hutan.
Menurutnya, anak anak milenial inilah yang menjadi tumbuhan harapan untuk memberikan pemahaman, baik kepada orang tua, kerabat maupun tetangga. Pengetahuan itu, agar dipahamkan pentingnya pelestarian hutan.
Kelestarian lingkungan sangat penting, karena ini dapat menghindarkan dari bencana alam. Untuk itu, Wabup menekankan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan, peduli lingkungan. Kelesyarian lingkungan, dimaksudkan untuk menjaga mata air. Diingatkannya, agar warga masyarakat tidak menebang pohon seenaknya. Menurutnya, satu pohon berkontribusi menfhasilkan oksigen bagi 2 manusia. "Maka dari itu menanam pohon sangatlah penting. Menanamlah sebanyak - banyak. Mari kita bersama - sama untuk terus melestarikan lingkungan," ajaknya.
Sementara itu, Kepala Bidang PTN wilayah II Kab. Lumajang, Marawayan., melaporkan, bahwa kawasan Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TN-BTS) yang ada di Kab. Lumajang meliputi beberapa kecamatan, salah satunya adalah Kecamatan Pronojiwo, di Dusun Darungan. Dikatakan, bahwa TNBTS yang ada di daerah tersebut memiliki taman anggrek dan danau (Ranu Darungan) yang menjadi sebuah kebanggan bagi warga setempat.
Ia berharap, momentum ini dapat merefresh (menyegarkan kembali) semangat para Rimbawan secara bersama - sama, untuk menjaga kawasan hutan yang di Kab. Lumajang,
Ia menghimbau kepada para Rimbawan agar tetap semangat dalam bekerja dan terus menjaga kekompakan. (suatman)
16/03/2019
Kapolres Pimpin PatroliI Malam Hari Bersama Tim Cobra Polres Lumajang
Lumajang, KaJe
Semalam (Jumat, 15 Maret 2019) petugas dari Polres Lumajang mengadakan Patroli dengan menggunakan motor maupun mobil patroli. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 21.00 wib ini, dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH. Muhammad Arsal pun tak segan memimpin di garis terdepan dengan menggunakan motor trail, diikuti oleh tim Cobra Polres Lumajang.
Selain, lebih dapat mobiling, penggunaan trail dinilai lebih efisien untuk pengejaran jika sewaktu waktu dalam patroli ditemukan tindak kejahatan.
Rute yang diambil sendiri adalah wilayah wilayah yang dinilai masih siaga akan terjadinya tindak pidana kriminalitas berupa begal. Dimulai dari Polres Lumajang, patroli ini mengarah ke selatan yakni wilayah Kecamatan Kunir. Mengarah ke wilayah Ringin Tunggal, Kecamatan Kunir, memang dikenal daerah kurang penerangan lampu, serta cukup panjang melintasi wilayah perkebunan tebu.
Memang, Kapolres ini dikenal senang blusukan ke daerah rawan, agar masyarakat lebih nyaman untuk melaksanakan aktifitas dimalam hari, bahkan jika masyarakat harus melewati daerah sepi petugas kepolisian telah siap untuk sering melaksanakan patroli di tempat tersebut.
Setelah melewati perkebunan tebu, konvoi ini sampai di Kecamatan Kunir. Di wilayah inilah, Kapolres Lumajang disambut dengan adanya satgas kemanan desa. Di setiap perempatan desa, para pemuda yang menggunakan rompi satgas serta memegang senter dan HT tampak berjaga serta menjalankan tugas dari satgas itu sendiri. Selain memang melaksanakan patroli di malam hari, Kapolres juga akan mengukuhkan dibentuknya Satgas Keamanan Desa Jatirejo, Kecamatan Kunir.
“Untuk mengamankan Lumajang, kami siap untuk tidak tidur. Harapan kami sederhana, ingin menjadikan Lumajang menjadi wilayah yang aman dan kondusif. Tidak ada Begal, Pencurian sapi maupun kriminalitas lainnya," terang Arsal saat pengukuhan Satgas tersebut.
Lebih lanjut, pria yang telah mengemban amanah menjadi Kapolres Lumajang selama 4 bulan ini mengatakan memberikan ekspektasi tinggi kepada pembentukan satgas tersebut. “Saya merasa sangat senang, pada saat konvoi kami tadi melintasi setiap perempatan jalan, selalu terlihat empat sampai lima orang berjaga dengan menggunakan rompi satgas. Hal ini menunjukan warga memang benar benar memiliki self of bilongging atau rasa memiliki terhadap desanya, sehingga kepedulian sebagai relawan keamanan menjaga keamanan desanya sangat tinggi,” pungkas Kapolres.(Suatman)
Semalam (Jumat, 15 Maret 2019) petugas dari Polres Lumajang mengadakan Patroli dengan menggunakan motor maupun mobil patroli. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 21.00 wib ini, dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH. Muhammad Arsal pun tak segan memimpin di garis terdepan dengan menggunakan motor trail, diikuti oleh tim Cobra Polres Lumajang.
Selain, lebih dapat mobiling, penggunaan trail dinilai lebih efisien untuk pengejaran jika sewaktu waktu dalam patroli ditemukan tindak kejahatan.
Rute yang diambil sendiri adalah wilayah wilayah yang dinilai masih siaga akan terjadinya tindak pidana kriminalitas berupa begal. Dimulai dari Polres Lumajang, patroli ini mengarah ke selatan yakni wilayah Kecamatan Kunir. Mengarah ke wilayah Ringin Tunggal, Kecamatan Kunir, memang dikenal daerah kurang penerangan lampu, serta cukup panjang melintasi wilayah perkebunan tebu.
Memang, Kapolres ini dikenal senang blusukan ke daerah rawan, agar masyarakat lebih nyaman untuk melaksanakan aktifitas dimalam hari, bahkan jika masyarakat harus melewati daerah sepi petugas kepolisian telah siap untuk sering melaksanakan patroli di tempat tersebut.
Setelah melewati perkebunan tebu, konvoi ini sampai di Kecamatan Kunir. Di wilayah inilah, Kapolres Lumajang disambut dengan adanya satgas kemanan desa. Di setiap perempatan desa, para pemuda yang menggunakan rompi satgas serta memegang senter dan HT tampak berjaga serta menjalankan tugas dari satgas itu sendiri. Selain memang melaksanakan patroli di malam hari, Kapolres juga akan mengukuhkan dibentuknya Satgas Keamanan Desa Jatirejo, Kecamatan Kunir.
“Untuk mengamankan Lumajang, kami siap untuk tidak tidur. Harapan kami sederhana, ingin menjadikan Lumajang menjadi wilayah yang aman dan kondusif. Tidak ada Begal, Pencurian sapi maupun kriminalitas lainnya," terang Arsal saat pengukuhan Satgas tersebut.
Lebih lanjut, pria yang telah mengemban amanah menjadi Kapolres Lumajang selama 4 bulan ini mengatakan memberikan ekspektasi tinggi kepada pembentukan satgas tersebut. “Saya merasa sangat senang, pada saat konvoi kami tadi melintasi setiap perempatan jalan, selalu terlihat empat sampai lima orang berjaga dengan menggunakan rompi satgas. Hal ini menunjukan warga memang benar benar memiliki self of bilongging atau rasa memiliki terhadap desanya, sehingga kepedulian sebagai relawan keamanan menjaga keamanan desanya sangat tinggi,” pungkas Kapolres.(Suatman)
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...



