20/03/2019
Nilai Layanan Pemkab Lumajang Naik Signifikan
Lumajang, KaJe
Aspek pelayanan Pemkab Lumajang kepada masyarakat makin baik. Hal itu, diungkapkan Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M. Si., saat ditemui usai membuka Bimbingan Teknis Pelaksanaan Layanan Adminduk Tuntas Bagi Operator SIAK kecamatan Tahun 2019, di Panti PKK Kab. Lumajang, Rabu (20/3/2019) pagi.
Wabup lebih jauh menjelaskan, makin baiknya pelayanan itu berdasarkan penilaian Ombudsman RI terhadap kinerja Pemkab Lumajang yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya mendapat nilai 22, sehingga masuk dalam kategori Zona Merah. Namun di tahun ini, Pemkab. Lumajang berhasil masuk dalam Zona Kuning dengan nilai 77.
"Kita senang dari Zona Merah, yang merahnya merah banget, kita berada pada angka 22 tahun lalu. Dan sekarang sudah keluar dari Zona Merah dengan berada di Zona Kuning dengan angka 77," jelas Wabup.
Penilaian yang dilakukan Ombudsman RI bersifat langsung, artinya Ombudsman RI melakukan penilaian sendiri, tanpa melibatkan unsur lain.
Dijelaskan Bunda Indah, Ombudsman RI datang ke Pemkab Lumajang sekitar 1 bulan yang lalu untuk menyerahkan hasil penilaiannya terhadap kinerja pelayanan Pemerintah Kabupaten Lumajang terhadap masyarakat.
Pemerintah bertekat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan pemahaman, agar masyarakat, terus bersinergi dengan program pemerintah. "Saya ingin tahun depan kita berada dalam Zona Hijau," pungkas Bunda Indah. (suatman)
19/03/2019
Universitas Jember Gelar Japan Festival 2019
Jember, KaJe
Universitas Jember untuk kali pertama mengadakan kegiatan Japan Festival 2019 yang digelar di aula lantai 3 Gedung Rektorat dr. R. Achmad, Selasa (19/3). Japan Festival 2019 adalah hasil kolaborasi antara Center for Research in Social Sciences and Humanities (C-RiSSH), dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi Ambassador Talk yang menampilkan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, kuliah umum mengenai Jepang yang diisi oleh peneliti yang tergabung dalam Asosiasi Studi Jepang Indonesia (ASJI), presentasi mengenai informasi perguruan tinggi, beasiswa dan kesempatan riset di Jepang oleh Japan Foundation, hingga pameran budaya Jepang lengkap dengan penampilan pegiat cosplay.
Menurut Edy Hariyadi, ketua panitia kegiatan, Japan Festival 2019 di Kampus Tegalboto digelar dalam rangka memperingati hubungan baik Indonesia Jepang yang tahun ini memasuki usia 61 tahun. Selain itu ada dua tujuan spesifik, yakni pertama sebagai persiapan pembukaan Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang di Fakultas Ilmu Budaya. Dengan kegiatan Japan Festival ini, kami berharap dukungan dari stake holder yang ada, terutama dari Pemerintah Jepang melalui Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, serta komunitas peneliti dan alumnus Jepang yang tergabung dalam ASJI, jelas dosen Bahasa Jepang di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember ini.
Tujuan kedua adalah membangun jejaring dan kerjasama diantara pengkaji studi Jepang di Kampus Tegalboto dengan para koleganya di Indonesia. Untuk tujuan kedua ini dimotori oleh C-RiSSH, sebagai pusat penelitian ilmu sosial dan humaniora di Universitas Jember. Kebetulan C-RiSSH memiliki program Ambassador Talk, program yang menghadirkan perwakilan negara sahabat secara rutin ke Kampus Tegalboto, untuk memberikan informasi dan perspektif baru kepada dosen dan mahasiswa kita mengenai hal-hal yang aktual, khususnya dalam kerangka hubungan antar bangsa. Selain itu kajian Jepang adalah salah satu topik yang mendapatkan porsi besar di Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember, sehingga tepat jika kita mengundang Konsul Jenderal Jepang, tutur Himawan Bayu Patriadi, Ketua C-RiSSH.
Sementara itu dalam sesi Ambassador Talk, Tani Masaki, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, memaparkan presentasinya berjudul Jepang dan Indonesia, Menuju Kemitraan Yang Lebih Baik Demi Generasi Selanjutnya. Dalam makalahnya Tani Masaki mengulas faktor-faktor yang membuat hubungan antara Jepang dan Indonesia dapat terjalin dengan baik. Diantaranya faktor ikatan sejarah dan kesamaan budaya. Menurut diplomat yang mulai bertugas di Indonesia sejak tahun 1985 ini, faktor-faktor pemersatu ini wajib dijaga dan dikembangkan agar generasi muda Jepang dan Indonesia mampu memajukan kerjasama dua negara ke arah yang lebih baik lagi di masa depan.
Banyak faktor kesamaan yang bisa dikembangkan dari dua negara ini, misalnya Jepang mengembangkan industrinya dari usaha kecil dan menengah hingga menjadi industri yang kuat. Indonesia pun bisa mengadopsinya melalui program satu desa satu produk, program yang saya tahu juga tengah dikembangkan di Jawa Timur. Jika Jepang melebarkan sayap pengaruhnya ke dunia melalui kekuatan ilmu pengetahuan, industri dan kini melalui budayanya sebagai soft power, maka Indonesia pun punya modal soft power yang tak kalah hebatnya, yakni falsafah Bhineka Tunggal Ika. Falsafah Bhineka Tunggal Ika ini khas Indonesia yang lahir dari keragaman agama, budaya dan adat istiadat, sesuatu yang tidak dimiliki bangsa lain, urai Tani Masaki yang fasih berbahasa Indonesia ini.
Tani Masaki juga mendukung inisiatif Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember untuk membuka Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang. Pasalnya di Jawa Timur keberadaan perguruan tinggi yang membuka Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang baru ada di Surabaya dan Malang. Kami gembira jika makin banyak anak muda Indonesia khususnya di Jember dan sekitarnya yang ingin belajar bahasa dan sastra Jepang, apalagi di wilayah timur Jawa Timur belum ada perguruan tinggi yang membukanya, imbuh Tani Masaki lagi.
Sebelumnya, Wachju Subchan, Wakil Rektor II Universitas Jember dalam sambutannya mengharapkan, Japan Festival dapat menjadi pintu gerbang untuk kerjasama yang lebih erat antara Kampus Tegalboto dengan pemerintah Jepang. Untuk kerjasama antar perguruan tinggi sudah lama terjalin, terbukti banyak dosen kami yang melanjutkan studi ke Jepang khususnya di bidang sains dan teknologi sebab selama ini Jepang identik dengan keunggulan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologinya. Kini dengan kunjungan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya ke Kampus Tegalboto, maka semoga terbuka jalinan kerjasama di bidang sosial humaniora, kata Wachju Subchan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi kuliah umum bertema Dinamika Global Terhadap Hubungan Jepang-ASEAN, Tinjauan Dari Perspektif Sosial Budaya yang dibawakan oleh Meta Sekar Puji Astuti, Ketua Unit Kajian Kebudayaan Jepang Universitas Hassanudin, Makasar. Peserta kegiatan juga dapat berkonsultasi langsung dengan Takuma Yamaguchi dari Japan Foundation mengenai perguruan tinggi di Jepang, serta kesempatan meraih beasiswa dan dana riset. Dalam kesempatan Japan Festival 2019 ini, juga ditandatangani pula naskah kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) antara Universitas Jember yang diwakili oleh Wachju Subchan, dengan Indra Sasanti, Wakil Ketua ASJI. Dengan penandatanganan naskah kesepahaman ini, maka Universitas Jember resmi menjadi bagian dari ASJI Jawa Timur dan akan bertugas mengembangkan kajian Jepang di wilayah Besuki Raya. (mia/ded/bbg/iim/hms)
Wabup Indah Berharap Jaga Kondusifitas Desa
Lumajang, KaJe
Semua pihak harus berupaya menjaga kondusifitas wilayah desa, dalam menghadapi penyelenggaraan Pilkades serentak. Para Kades harus dapat mengendalikan masa pendukungnya.
Hal itu disampaikan, Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., (Bunda Indah), saat membuka Bimtek Persiapan Akhir Masa Jabatan Kepala Desa Bagi Kepala Desa dan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), di Aula BKD Kabupaten Lumajang, Selasa (19/3/2019) pagi.
Wakil Bupati yang akrab disapa dengan panggilan Bunda Indah tersebut menyampaikan, bahwa tahun 2019 ini adalah tahun politik. Selain Pemilu Presiden dan Legislatif, ada Pilihan Kepala Desa serentak.
Pllkades adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat di desa dalam rangka memilih kepala desa yang bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.
Wabup mengingatkan, agar camat berperan aktif melakukan fasilitasi kepada BPD, Kepala Desa dan Inspektorat dalam tahapan Pilkades, khususnya terkait pemeriksaan akhir masa jabatan Kepala Desa. Sebab, sesuai ketentuan, kecamatan nantinya membentuk panitia pengawas.
"Diharapkan semua pihak berupaya menjaga kondusifitas wilayah dalam penyelenggaraan Pilkades serentak. Para Kades harus dapat mengendalikan masa pendukungnya," himbau wabup.
"Kami akan terus melakukan peningkatan pembinaan kepada desa, melalui OPD-OPD yang tugas dan fungsinya melakukan pembinaan administrasi di pemerintahan desa," tambahnya.
Sementara itu, Inspektur Inspektorat Kabupaten Lumajang, Isnugroho, S.Sos., berharap sebelum masa jabatan Kades berakhir agar menyiapkan administrasi LPJ Kades selama menjabat.
Untuk itu ketersediaan dokumen ketika para pemeriksa dari inspektorat hadir di desa sangatlah menentukan. "Kami mohon dengan hormat kepada para camat untuk melakukan pemantauan,” pesannya (suatman)
Raker PKK Harus Terbuka dan Transparan
Lumajang, KaJe
Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Lumajang, Susiyanto, S.H., membuka Rapat Kerja PKK Tahun 2019 Kabupaten Lumajang di Pendopo Kabupaten Lumajang, Selasa (19/3/2019) pagi.
Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan berpesan, agar Rapat Kerja dilakukan secara terbuka dan transparan, tradisional, sehingga dapat mengakomodir usulan dari bawah.
"Raker harus mengedepankan keterbukaan dan transparansi. Diharapkan, program harus mengakomodir usulan dari kecamatan dan desa. Kader di bawah lebih memahami situasi yang dihadapi," ujarnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Lumajang, Musfarinah Thoriq, menyampaikan, TP PKK Kab. Lumajang telah menyusun program dari masing-masing kelompok kerja.
Ia berharap seluruh TP PKK Kecamatan dan Desa segera menyesuaikan dengan program TP PKK Kabupaten, sehingga fokus untuk kesuksesan program-program tersebut.
Di sisi lain, Ia mengungkapkan, bahwa TP PKK Kab. Lumajang akan merekrut kader muda, untuk nenyesuaikan dengan kebutuhan generasi millenial, yaitu Kader Muda Penggerak Desa (KaMu PD).
"Nanti di tahun 2020, dan mungkin akan dimulai tahun 2019, kami akan bersama mencoba membuat program pendampingan dalam membentuk kader muda," jelasnya.
Di sisi lain, Ketua TP PKK menyampaikan, pihaknya akan berkonsentrasi menyelesaikan permasalahan "stunting" dan sampah plastik dengan mengurangi sampah plastik dari rumah tangga.
Sementara itu, Panitia Kegiatan, Drs. Gatot Suprabowo, melaporkan, Raker TP - PKK Tahun 2019 bertujuan terlaksananya program TP-PKK 2019 yang sejalan dengan program Pemkab Lumajang serta memadukan program kerja TP PKK Kabupaten dengan TP PKK Kecamatan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 178 orang yang terdiri dari OPD terkait di lingkungan Pemkab Lumajang, TP PKK Kabupaten dan TP PKK Kecamatan. (suatman)
UNEJ Buka Jalur PMDK Jenjang Diploma
Jember, KaJe
Universitas Jember (UNEJ) membuka jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) untuk jenjang diploma di penerimaan mahasiswa baru tahun 2019. Menurut Zulfikar, Wakil Rektor I Universitas Jember, nantinya siswa SMA/SMK/MA sederajat yang memiliki prestasi di bidang akademik, olahraga, seni budaya dan keagamaan dapat diterima tanpa tes bahkan bebas biaya Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) melalui jalur PMDK jenjang Diploma ini.
Kepastian pembukaan jalur PMDK jenjang Diploma disampaikannya di sela-sela menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama PMDK jenjang Diploma antara Universitas Jember, dengan perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Kantor Kementerian Agama di wilayah Besuki Raya di gedung rektorat (18/3).
Zulfikar lantas menjelaskan, adanya jalur baru di penerimaan mahasiswa baru ini dimaksudkan sebagai usaha untuk membantu mempersiapkan lulusan sekolah lanjutan tingkat atas, khususnya lulusan SMK menjadi ahli madya yang siap kerja. Pembukaan jalur PMDK jenjang Diploma ini sesuai dengan kebijakan Kemenristedikti yang ingin memperkuat pendidikan vokasi di perguruan tinggi.
Rencananya seluruh program diploma di Kampus Tegalboto secara bertahap akan menjadi Diploma IV yang didesain dengan sistem multi entry dan multi exit, dimana setiap mahasiswanya akan mendapatkan sertifikat setiap menyelesaikan setahun kuliahnya. Jadi jika ada mahasiswa yang hanya kuliah selama dua tahun karena langsung bekerja, maka memperoleh dua sertifikat sesuai mata kuliah keahlian yang sudah ditempuhnya, jelas Wakil Rektor I yang membidangi akademik, kemahasiswaan dan alumni ini.
Sesuai dengan jadwal, maka masa pendaftaran jalur PMDK jenjang Diploma akan dimulai tanggal 15 April hingga 10 Mei 2019. Nantinya sekolah dapat mendaftarkan siswanya yang memenuhi persyaratan secara online. Persyaratan yang ditetapkan antara lain calon pendaftar masuk dalam kategori 60 persen siswa terbaik di sekolahnya, dan atau memiliki prestasi di bidang olahraga, seni budaya dan keagamaan.
Jika lolos seleksi, maka mahasiswa jalur PMDK jenjang Diploma hanya membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan bebas pembayaran Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI). Universitas Jember sendiri akan memberikan bimbingan teknis pelaksanaan pendaftaran jalur PMDK jenjang Diploma kepada perwakilan sekolah pada tanggal 25 Maret 2019 mendatang.
Sementara itu, menurut Prof. M. Sulthon, Wakil Rektor III Bidang Perencanaan, Sistem Informasi dan Humas, untuk tahun pertama pelaksanaan PMDK jalur Diploma baru mencakup 102 SMA/SMK/MA yang ada di Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, serta Kabupaten dan Kota Probolinggo. Penentuan sekolah yang turut bekerjasama didasarkan pada prestasi sekolah, diantaranya dari jumlah siswa yang diterima di PTN selama ini.
"Kami berharap jalinan kerjasama ini bakal diikuti oleh lebih banyak sekolah di tahun depan, khususnya di wilayah Besuki Raya. Kerjasamanya pun tidak hanya di penerimaan mahasiswa baru saja, namun berkembang di bidang lainnya, ujar guru besar FKIP ini seusai menandatangani naskah kerjasama.
Dukungan adanya program PMDK jenjang Diploma juga diutarakan oleh Luthfi Isa Anshori, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember dan Lumajang. Menurutnya, adanya PMDK jenjang Diploma di Universitas Jember membuka peluang lebih besar bagi siswa lulusan SMA/SMK/MA sederajat untuk meneruskan pendidikan di bangku kuliah.
"Program ini sudah sesuai dengan salah satu Nawa Bhakti Satya Gubernur Jawa Timur saat ini, yakni program Jatim Cerdas yang bertujuan membuka kesempatan seluasnya bagi warga Jawa Timur untuk mengenyam pendidikan berkualitas, khususnya di jenjang pendidikan tinggi," ujar Luthfi Isa Ansori yang memberikan sambutan mewakili rekan-rekannya.
Para penandatangan kerjasama adalah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Jember-Lumajang, Bondowoso-Situbondo, Banyuwangi, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo. Sementara dari jajaran Kantor Kementerian Agama hadir perwakilan dari Jember, Lumajang, Banyuwangi dan Probolinggo.
Untuk diketahui, ada sepuluh program studi jenjang diploma di Kampus Tegalboto, diantaranya Program Studi Diploma Perpajakan dan Program Studi Diploma Usaha Perjalanan Wisata di FISIP. Program Studi Diploma Akuntansi, Program Studi Diploma Administrasi Keuangan, Program Studi Diploma Manajemen Perusahaan, serta Program Studi Kesekertariatan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Untuk Fakultas Teknik memiliki tiga program studi diploma yaitu Teknik Elektronika, Teknik Mesin dan Tenik Sipil. Sementara satu program studi ada di Lumajang, yakni Program Studi Diploma Keperawatan. (mia/fra/iim/hms )
Bupati Faida Siap Beri Bantuan Modal Bagi 1000 Muslimat dan NU
Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. mengungkapkan siap memberikan bantuan permodalan kepada 1.000 orang anggota Muslimat dan Fatayat NU.
Ini disampaikan bupati ketika menghadiri peringatan Hari Lahir Muslimat NU Cabang Kencong, Minggu, 17 Maret 2019, di Alun-alun Puger.
Muslimat NU Cabang Kencong menggelar peringatan Harlah ke-73 di Alun-alun Kencong, dihadiri ribuan jamaah muslimat.
Menurut bupati, usia musliat ini berada di masa kejayaan dengan target menjadi mandiri, sejahtera, dan bermanfaat untuk semuanya.
"Karena targetnya muslimat mandiri dan sejahtera, maka pada Harlah ini, bupati memberikan hadiah, melalui pengurus cabang sampai ke ranting supaya memberdayakan anggotanya," kata bupati.
Hadiah itu berupa bantuan permodalan yang sangat ringan, tidak perlu jaminan. Bantuan kerjasama pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Jember agar ibu-ibu muslimat bisa mandiri dari sisi ekonomi.
Dalam ekonomi mandiri, muslimat bisa mengupayakan berbagai usaha. Mulai dari kerudung, bakso, dan lainnya. Semua permodalan akan dibantu.
Untuk mendapatkan bantuan ini, pengurus mendata anggotanya yang memerlukan bantuan.
"Tidak usah bingung mau usaha apa, modalnya berapa, cukup ada KTP nanti ada yang memferivikasi," jelasnya.
Bupati meminta kepada pengurus di setiap Kecamatan untuk bekerjasama. Bupati berharap ada 500 orang muslimat dan 500 orang dari fatayat. Sehingga setiap kecamatan terdapat 1.000 orang mendapatkan bantuan permodalan ini.
Dalam peringatan Harlah ke-73 Muslimat NU Cabang Kencong ini juga digelar deklarasi anti hoax. Acara ini dihadiri Ketua PC Muslimat Kencong Hj. Ririn Idayati, Rois Syuriah PC NU Kencong KH Ahmad Laiq Atoqila, dan Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur Hj. Masruro Wahid, M.Si. (Mia/ars/ags/hms)
18/03/2019
Musrenbang Pemkab Jember Mulai Digelar
Jember, KaJe
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Jember tahun 2020 yang digelar di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin, 18 Maret 2019, menjadi Musrenbang inklusi.
Musrenbang inklusi ini disampaikan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. setelah melihat ada difabel yang ikut sebagai peserta dalam merencanakan pembangunan Kabupaten Jember tahun 2020 itu.
"Saya bersyukur karena Musrembang hari ini lebih lengkap lagi, karena Musrembang kabupatennya menjadi inklusi, ada perwakilan dari difabel, perwakilan lansia, perwakilan dari anak-anak, perwakilan perempuan, dan perwakilan masyarakat desa," kata Faida.
Bupati juga berharap Musrembang ini bisa efektif, bisa mendengar, merangkum keinginan masyarakat, benar-benar memilih satu program yang dibutuhkan dan diinginkan masyarakat.
"Di tahun politik jangan sampai ada pemindahan-pemindahan titik (pembangunan) karena kepentingan politik. Sejatinya kepentingan masyarakat adalah fokus utama pembangunan," tegasnya.
Arah pengembangan Jawa Timur sinkron dengan misi Kabupaten Jember,
Pada tahun 2020, pembangunan Kabupaten Jember fokus pada Jember Mandiri, Jember Kuat, dan Bersih.
"Artinya juga mandiri dari ekonomi. Ini saatnya dunia pertanian, perikanan, peternakan, menjadi kemandirian pangan. UMKM dan ekonomi kerakyatan bisa bangkit, sehingga bantuan modal usaha dan akses pemasaran serta sinergisitas distribusi bersama pemerintah daerah bisa menjadi fokus utama,” jlentrehnya.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jatim Drs. Ec. Jonathan Judianto, MMT, menyampaikan forum Musrenbang Kabupaten mempunyai arti penting.
Melalui forum ini seluruh pemangku kepentingan melakukan penajaman, penyelarasan, dan klarifikasi. Sehingga, mencapai kesepakatan terhadap Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten (RKPD) Jember tahun 2020.
Sejarah penyelenggaraan pemerintah di Indonesia, lanjutnya, mengalami perkembangan dan dinamika. Semula sentralistik berubah menjadi otonom. Namun, perubahan ini tidak membuat pemerintahan terkotak-kotak.
"Pembagian pemerintahan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, dengan menanggalkan praktek ego sektoral. Pemerintah pusat dan daerah merupakan satu kesatuan yang tidak bisa berdiri sendiri," jelasnya.
Karena itu, perencanaan pembangunan harus bersinergi antar-pusat dan daerah, dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan dengan muara yang sama : meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jonathan Judianto berharap hasil Musrembang terkait program kegiatan yang akan diusulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar segera dimasukkan dalam aplikasi E-planning, untuk kemudian dibahas lebih lanjut di forum Musrenbang Provinsi Jawa Timur pada April 2019 di Surabaya.
Jonathan Judianto melihat bupati selama memimpin Jember, seluruh indikator ekonomi dan kewilayahan sudah on the ride right. “Dalam perjalanan yang benar, dan sangat bagus," ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi luar biasa karena bupati fokus betul-betul untuk mampu menyejahterakan masyarakat di Kabupaten Jember dari segala macam sisi. (mia/fra/ggk/hms)
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...



