26/03/2019
Anggaran Pendidikan Gratis Telah Cair
Lumajang, KaJe
Anggaran Program Pendidikan Gratis Pemerintah Kabupaten Lumajang, telah cair. Hal itu, disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Drs. Winadi, M. Pd, saat bertindak sebagai inspektur upacara bendera di halaman Kantor Bupati Lumajang, Senin (25/3/2019) pagi.
Dijelaskan dia, anggaran program pendidikan gratis Pemkab Lumajang itu, adalah untuk periode tri bulan I 2019 yang langsung diterimakan di rekening masing-masing komite sekolah ataupun komite madrasah.
Jumlah lembaga pendidikan penerima dana hibah program pendidikan gratis pada 2019 sebanyak 143 lembaga sekolah, negeri dan swasta.
Dana hibah itu, untuk meringankan beban orangtua/ wali murid yang selama ini harus membayar iuran sekolah (SPP) atau sejenisnya.
Ia mengungkapkan, besaran hibah yang diterima tidak sama, antara siswa SMA, SMK, MA maupun PKLK. Untuk siswa SMA menerima hibah sebesar 125 ribu rupiah/siswa/ bulan. Siswa SMK menerima lebih besar, yaitu, 150 ribu rupiah/siswa/ bulan. Sedangkan, untuk siswa MA, sebesar 100 ribu rupiah/ siswa/ bulan.
Sementara itu, untuk siswa PKLK disesuaikan dengan jenjang masing-masing. "Sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Lumajang di bidang Pendidikan, saat ini mulai direalisasikan program Pendidikan Gratis SMA, SMK, MA, dan PKLK yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lumajang juga meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan bulan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Ditegaskan, guru dan tenaga kependidikan bukan PNS yang menerima peningkatan kesejahteraan tersebut, adalah yang telah masuk dalam database GTK per 30 Juni 2018.
Pada 2019 ini, jumlah guru dan tenaga kependidikan yang menerima kenaikan kesejahteraan makin banyak dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2018, jumlahnya 2192 orang, maka pada 2019 bertambah banyak, yaitu, 3528 orang.
Meskipun lembaga pendidikan penerima hibah berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tetapi siswa yang menempuh pendidikan, mayoritas merupakan warga Kabupaten Lumajang. Sehingga, Pemkab merasa terpanggil untuk meringankan beban masyarakat.
Terobosan itu, selain untuk peningkatan kesejahteraan, sekaligus untuk peningkatan IPM. Upah tambahan juga diberikan dari dana BOS reguler dan besarannya menyesuaikan sekolah masing-masing.
Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas Pendidikan juga menyinggung penigkatan kesejahteraan para guru dan tenaga kependidikan bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah masuk database GTK per 30 Juni 2018.
Masih menurut Plt. Kepala Dindik, ada 3528 orang guru dan tenaga kependidikan yang menerima peningkatan kesejahteraan. Mereka yang masuk K2 menerima 1 juta rupiah/ bulan. Guru non K2 sebesar 800 ribu rupiah/ bulan. Tenaga kependidikan K2 menerima 800 ribu rupiah/ bulan, dan tenaga kependidikan non K2 sebesar 600 ribu rupiah/ bulan.
"Namun, mereka masih menerima upah dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler sesuai dengan ketentuan," pungkasnya. (suatman)
25/03/2019
Setelah Curi Sapi di Lumajang Berlanjut Curi Truk di Jember
Lumajang, KaJe
Setelah berhasil mencuri sapi di Desa Bades Kecamatan Pasirian, salah satu dari 9 pelaku itu nekat mencuri truk di Dusun Krajan Desa Menampu Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, 17 Maret 2019.
Tersangka adalah Busiri (35) warga Dusun Krajan, Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang bersama dua rekannya lalu mencuri truk milik ACHMAD FADHOLI (58) warga Dusun Krajan, Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.
Pelaku mencuri 1 unit mobil truk yang diparkir di depan rumah korban dan mobil berhasil ditemukan saat mengalami kecelakaan tunggal/menabrak pohon, tapi pengendaranya melarikan diri.
Pelaku ditangkap di rumahnya dalam keadaan luka patah kaki kiri akibat kecelakaan tunggal saat membawa mobil hasil kejahatan, dan ditangkap Tim Cobra karena tersangkut kelompok jaringan pencurian sapi yang terjadi di wilayah hukum Polres Lumajang.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menyatakan bahwa tersangka merupakan salah satu komplotan pencurian sapi di Lumajang."Memang benar sewaktu penangkapan sapi di Desa Bades kami berhasil menangkap 1 orang tersangka," paparnya.
Namun dari hasil pengembangan kata dia, ternyata ada 9 orang tersangka yang melakukan pencurian salah satunya Busiri. Pihaknya, mendapat informasi bahwa dia pernah melakukan pencurian truk Tkp Jember dan berhasil kabur setelah truk yang dibawa rusak berat akibat kecelakaan tunggal yakni menabrak pohon.
"Pelaku telah diamankan di Polres Lumajang guna pemeriksaan lebih lanjut karena tersangka masih ada sangkut pautnya terkait pencurian sapi di Desa Bades Kec Pasirian," terang Arsal.
Katim Cobra Akp Hasran Cobra menambahkan, tersangka dapat kami amankan dengan mudah melihat keadaannya yang mengalami patah kaki dan berdasarkan pengembangan selain Kasus pencurian truk Tersangka juga Terjerat kasus pencurian sapi. Oleh karena itu Tersangka kami amankan di Mapolres Lumajang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut," terang Hasran.
Tersangka diancam pasal 363 KUHP dengan hukuman kurungan selama 5 tahun penjara. (Suatman)
Bupati Thoriq Tinjau Banjir di Dusun Banter
Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., langsung meninjau lokasi banjir di Dusun Banter Desa Rowokangkung Kecamatan Rowokangkung, Ahad (24/3/2019).
Bupati meninjau lokasi itu, sesaat setelah menerima laporan adanya banjir. Bupati yang akrab dengan sapaan Cak Thoriq itu, turun langsung ke masyarakat mengendarai motor trail didampingi Kalaksa BPBD Kabupaten Lumajang, Kasatpol PP Kabupaten Lumajang, Camat Rowokangkung dan beberapa staf BPBD Kabupaten Lumajang.
Cak Thoriq meminta, agar kebutuhan air bersih, sembako dan kebutuhan lainya segera dipenuhi.
"Kebutuhan air bersih dan sembako dibantu melalui BPBD ya, dan kebutuhan popok bayi mungkin dibantu melalui Dinkes atau nanti Puskesmas," ujarnya kepada Kalaksa BPBD Kab. Lumajang.
Cak Thoriq meminta, agar BPBD Kab. Lumajang segera melakukan koordinasi untuk menanggulangi kemungkinan meluasnya kawasan yang terdampak.
Sejauh ini, BPBD Kab. Lumajang sudah mengirimkan bantuan air bersih dan menyiagakan beberapa tim unit reaksi cepat di sekitar lokasi genangan air.
Sebagaimana banjir sebelumnya genangan air itu, sebagai akibat naiknya debet air di Sungai Banter, sehingga meluber ke lahan tebu dan pemukiman penduduk. (suatman)
Gunung Kapur Puger Longsor
Jember, KaJe
Gunung Kapur yang di Desa Grendeng kecamatan puger kabipaten Jember tadi pagi Longsor, Satu Penambang Dilaporkan Tewas Tertimbun
Longsoran Gunung Kapur di Jember
Hasil Informasi sementara, satu orang menjadi korban tertimpa longsoran yang terjadi di sebelah utara Pabrik Semen Puger, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger.
Sementara korban lainnya yang mengalami luka dibawa ke Klinik Graha Sehat puger untuk mendapat perawatan. Selain korban jiwa dan luka, 6 motor penambang juga tertimbun. Peristiwa longsor tersebut terjadi sekitar pukul 07.45 WIB pagi tadi (Senin 25/03/2019)
Satu korban yang tertimbun longsoran atas nama Sucipto (48) warga Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Sementara dua korban luka lainnya, atas nama Ucok (28) warga Palembang Medan yang tinggal di Perumahan Kecamatan Puger, dan Hasan (30) warga Desa Kasiyan,Warsito, Arip,desa, Ishak,Gimo semua asal desa Grenden Kecamatan Puger. (sbr)
Kapolres Pimpin Penggrebekan Aksi Curwan
Lumajang, KaJe
Kapolres Lumajang pimpin langsung penggrebekan kampung dan penggeledahan kandang-kandang sapi di Desa Meninjo dan Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang, Minggu (24/03/2019).
Penggerebekan dan penggeledahan mengerahkan Tim Kobra bersama warga desa untuk mengecek setiap kandang di kampung-kampung tersebut. Anjing pelacak serta drone pun tak luput dikerahkan dalam mencari sapi yang hilang.
Korban bernama Mbok Sum / Liati (57) warga Dusun Kebonan Desa meninjo Kec Ranuyoso yg kehilangan sapinya pada hari Kamis tanggal 21 Maret 2019 sekitar jam 04.00 wib dini hari itu.
penggerebekan dan penggeledahan selama kurang lebih 3-4 jam, Tim Cobra dan Warga belum juga menemukan keberadaan sapi yang hilang, sementara langit mulai menggelap dan hujan perlahan turun mengguyur wilayah tersebut. Akhirnya penggeledahan dihentikan.
Penggrebekan dan penggeledahan kampung akan dijalankan terus selama 2 minggu ke depan terhadap kandang-kandang sapi warga. Hari ini 2 kampung yang di sasar, besok dan seterusnya akan seperti ini polanya dengan sasaran kampung yang belum sempat di geledah.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menegaskan, jika terjadi pencurian sapi, maka pihaknya akan langsung melakukan penggrebekan di kampung-kampung sekitar. "Hari ini penggeledahan ke kampung terpaksa kami hentikan mengingat cuaca tidak memungkinkan. Namun Besok akan kami lanjutkan kembali penggeledahan kandang dari kampung ke kampung. Hari ini sasarannya di Desa Meninjo dan Desa Jenggrong, lalu besok kami lakukan di kampung lainnya," terang Arsal.
Kapolsek Ranuyoso AKP A. Sutiyo akan terus melakukan penggeledahan kandang di kampung-kampung. “Sesuai perintah Kapolres untuk terus melakukan penggeledahan kandang sapi di semua rumah di kampung-kampung sekitar, maka saya akan lakukan terus setiap hari. semoga kami bisa temukan sapi mbok sum yang digondol maling,” ujar Sutiyo.(Suatman)
Sembilan Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Curwan
Lumajang, KaJe
Satu persatu pelaku kasus pencurian sapi di Desa Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang yang terjadi beberapa waktu yang lalu telah ditangkap. Dalam kasus tersebut, 3 ekor sapi milik warga berhasil digasak oleh komplotan tersebut. 1 ekor ditinggal ditengah perjalanan, sedangkan 2 ekor berhasil ditemukan di kandang milik Husnan Fauzi (35 th) di Desa Selok Anyar Kecamatan Pasirian.
9 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Peran ke-9 pelaku pencurian sapi di Desa Bades, serta tindak pidana lain yang dilakukannya sebagai berikut :
1) HUSNAN FAUZI( 35 Th), Tani, alamat dusun kali kembar Desa Selok Anyar Kec. Pasirian Kab. Lumajang. dalam perkara ini berperan sebagai orang yang diduga ikut membantu memberikan kesempatan penempatan hewan hasil kejahatan dalam kandangnya. selain itu Husnan juga diduga tersangkut perkara lain yaitu tindak pidana penadahan hasil kejahatan Curanmor R2.
2) OREP (58 th) Tani, Alamat Dsn Kalikembar, desa Selok anyar, kec. Pasirian, Kab. Lumajang. peran dalam perkara ini membantu memberikan kesempatan terjadinya pencurian sapi.
3) TINGAL(49 th), Tani, Alamat Dsn. Kali kembar Ds. Selokanyar Kec. Pasirian, Kab. Lumajang.
peran dalam perkara ini sebagai orang yang turut serta melakukan pencurian sapi dan memasukkan/menyembunyikan kedalam kandang yang sudah disiapkan, selain perkara ini yang bersangkutan juga tersangkut dalam kasus Curanmor R2
(status Residivis Curas dan Pencurian Sapi).
4) BUSIRI(35 th), Tani, Alamat dsn krajan, desa Bago, kec. Pasirian, Kab. Lumajang.
peran dalam perkara ini sebagai orang yang terlibat aktif dalam pencurian Sapi. Busiri ikut serta ke TKP pencurian Sapi. status sudah pernah dihukum kasus ilegal minning (Tsk Busiri tertangkap dirumahnya dalam keadaan patah kaki kiri karena laka tunggal saat membawa mobil Truk hasil perampokannya pada tanggal 17 maret 2019 bersama 3 rekannya yang masih DPO. kejadian perampokan dilakukan di wilayah kec. Gemuk Mas Kabupaten Jember).
5) MUHAMMAD ANDRI(25 th), Alamat Dusun Rekesan, desa bago, kec. Pasirian, Kab. Lumajang. peran dalam perkara ini sebagai orang yang terlibat aktif dalam pencurian Sapi. Andri ikut serta ke TKP pencurian Sapi.
6) AMIRI (25 th), Tani, Alamat dusun keloran desa kaliwungu, kec. Tempeh, kab. Lumajang.
peran dalam perkara ini sebagai orang yang turut serta melakukan/membantu awasi jalan dari TKP awal ke kandang yang sudah dipersiapkan. Juga merupakan residivis kasus perampokan rumah dan kasus curanmor (Amiri sudah tertangkap lebih dahulu dalam kasus Narkoba oleh Satresnarkoba Polres Lumajang).
7) AINUL HA'IS masih DPO (sebagai orang yang terlibat aktif dalam pencurian Sapi. Ainul ikut serta ke TKP).
8) NERAN masih DPO(Neran adalah aktor intelektualnya).
9) NISAP masih DPO (sebagai orang yang terlibat aktif dalam pencurian Sapi. Nisap ikut serta ke TKP)
AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH dalam pernyataan nya mengatakan akan terus memburu DPO dalam kasus tersebut. "sejak saya bertugas sebagai Kapolres Lumajang, pencurian sapi merupakan salah satu fokus utama yang harus saya tuntaskan selama kepemimpinan saya. Ada 3 fokus utama saya yaitu Begal, pencurian sapi dan konflik Horizontal masalah tambang pasir. ketiga hal ini akan saya tuntaskan. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat Lumajang agar masalah-masalah tersebut bisa terselesaikan" Tegas Arsal.
Katim Cobra, AKP Hasran Cobra menuturkan secepatnya para DPO segera ditangkap oleh timnya. "Saya berjanji akan secepat mungkin menangkap jaringan pencuri sapi tersebut. Jangan harap akan tenang para DPO kasus ini. Tim cobra akan terus mengejar dimanapun anda berlari" ujar pria yang juga menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Lumajang tersebut: ( Suatman)
Bupati Faida Ajak Jamaah Muslimat Dorong Anak Anak Hingga Jenjang Ke PT
Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR mengajak jamaah muslimat ikut berpartisipasi dalam mendorong anak-anak di Kabupaten Jember untuk menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.
Ajakan itu disampaikan bupati kepada jamaah muslimat dari Kecamatan Puger saat bersholawat di Pendapa Wahyawibawagraha, Sabtu malam, 23 Maret 2019.
Muslimat yang ikut bersholawat yakni Muslimat Al Hidayah Desa Wringintelu, Muslimat Desa Kasiyan Timur, Muslimat Desa Mojosari, Muslimat Desa Bagom, dan Muslimat Desa Jambearum.
Sebelumnya, jamaah muslimat itu mengikuti wisata religi dengan mendatangi sejumlah masjid yang menjadi ikon wisata di Kabupaten Jember, seperti Masjid Cheng Hoo, Raudatul Muchlisin, dan Al Baitul Amin.
Serta ziarah di makam KH Muhammad Shiddiq di Condor, Kaliwates. Terakhir bersholawat bersama bupati di Pendapa Wahyawibawagraha.
"Pulang dari sini toleh kanan kirinya. Kalau masih ada anak yatim yang belum mendapatkan beasiswa, tolong saya dibantu, berikan informasi," ujar bupati.
Beasiswa Pemerintah Kabupaten Jember tidak hanya untuk anak yatim piatu. "Jangan sampai ada tetangga ibu-ibu yang anaknya putus sekolah karena tidak punya biaya," lanjutnya.
Bupati meminta jamaah muslimat, sepulang dari pendopo, untuk melihat tetangga yang sedang memerlukan bantuan pemerintah.
Para jamaah bisa mencatat data warga yang memerlukan bantuan itu dan menyetorkan datanya kepada ketua muslimat masing-masing.
Beasiswa pemerintah telah diberikan kepada sekitar 13 ribu siswa SLTP dan SLTA se Kabupaten Jember. Beasiswa ini tanpa kuota.
Siapa yang perlu ditolong, maka dibantu, dengan mekanisme data yang lengkap dan sesuai kemudian diverifikasi, jelasnya.
Mahasiswa asal Kabupaten Jember juga mendapatkan beasiswa, yang jumlahnya mencapai lebih dari tujuh ribu.
Bupati menegaskan, kesempatan ini supaya dimanfaatkan. Para pemuda tidak boleh putus sampai hanyak di SMA saja. Mereka harus didorong sampai kuliah.
Para pemuda dan pelajar yang telah mendapatkan beasiswa itu diantaranya anak yatim piatu, anak dhuafa, anak guru ngaji, anak kader posyandu, anak tukang becak, dan anak buruh. (Mia/ded/Mul/hms)
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...






