29/03/2019

Polcil Lumajang Pertama Dilantik





Lumajang, KaJe
Polisi Kecil ( Polcil) diharapkan dapat menjadi generasi yang menjaga kedisiplinan, kesetiaan dan kekompakan, sehingga menjadi generasi muda yang tangguh. Hal itu disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., (Cak Thoriq), saat Pelantikan dan Pengukuhan Polisi Cilik (Polcil) sebagai duta Kabupaten Lumajang, di GOR Wira Bhakti, Kamis (28/3/2019) pagi.

Pelantikan Polisi Cilik itu,  baru pertama di Kabupaten Lumajang. Pelantikan  dilakukan oleh Kapolres Lumajang, AKBP. Dr. Muhammad Arsal Sahban, SH. MH. S.I.K.

 Bupati Lumajang yang akrab disapa dengan panggilan, Cak Thoriq, berterimakasih kepada Kapolres Lumajang, yang telah melantik polisi cilik pertama kali di Kabupaten Lumajang,  yang nantinya diharapkan memberi semangat baru bagi generasi angkatan berikutnya.

"Saya berharap adanya polcil angkatan pertama ini, akan menjadi motivasi buat angkatan seterusnya," tuturnya.

Bupati menyampaikan bahwa pendidikan karakter anak dapat dimulai sejak dini, melalui pendidikan dan pembinaan yang bersifat atraktif, tidak hanya sebatas fisik dan baris berbaris, namun bisa menggali potensi anak dengan mencakup ilmu pengetahuan, ketakwaan, kepribadian, kedisiplinan, seni, etika dan moral.

Bupati mengapresiasi Polisi Cilik yang ada di Kabupaten Lumajang. Diharpakan dapat  menjadi pelopor penerus bangsa yang sehat, cerdas dan anti narkoba menuju Lumajang yang hebat dan bermartabat. "Semoga Polcil Kabupaten Lumajang dapat tampil di tingkat Provinsi dan Nasional," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang, AKBP. Dr. Muhammad Arsal Sahban, SH. MH. S.I.K., menjelaskan, bahwa jumlah polisi cilik yang dilantik dan dikukuhkan berjumlah 31 anggota yang lolos seleksi dari 200 murid SD/MI swasta/negeri se-Kabupaten Lumajang. Polisi cilik ini diharapkan nantinya akan bertugas sebagai duta polisi di Kabupaten Lumajang. "Polisi Cilik ini merupakan pendidikan dalam pembentukan karakter anak di usia dini," ujarnya.   (suatman)

27/03/2019

Maksimalkan Pelaporan Berbasis Android


Lumajang, KaJe
Pemkab Lumajang tengah berbenah menyiapkan perangkat lunak, untuk mendukung apa yang disebut dengan Lumajang Smartcity.

Satu diantara yang dipersiapkan menuju "Lumajang Smart City", adalah, Sosialisasi Penyusunan Pelaporan Administrasi Pembangunan Berbasis Aplikasi Android. Sosialisasi diselenggarakan Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Lumajang di Lantai 3 Kantor Bupati, Rabu (27/3/2019) pagi.

Sosialisasi itu, diikuti seluruh petugas administrasi pelaporan pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang selama 2 hari.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Lumajang, Ir. Hairil Diani, M.Si., yang membuka acara sosialisasi tersebut menyampaikan, pelaksanaan sosialisasi itu, untuk memberikan penjelasan terkait aplikasi SMEP yang saat ini sudah tersedia di Playstore Android.

Penggunaan aplikasi berbasis android itu diharapkan dapat menunjang sistem pelaporan Pemerintah Kabupaten Lumajang.

 "Nantinya, seluruh data yang sudah diinput oleh  masing-masing petugas dari OPD, akan dapat dilihat pimpinan daerah," tegasnya.

Hairil menyampaikan pesan Pj. Sekda Kab. Lumajang, mengenai evaluasi pelaporan.

 "Pelaporan dimulai dengan lebih tertib lagi. Beliau mengagendakan untuk pelaksanaan evaluasi," imbuhnya. (suatman)

TMMD ke 104/2019 di Jember Ditutup


Jember, KaJe
Sebulan sudah acara TMMD 104 /2019 yang diadakan didesa gunung malang kecamatan sumber Jambe kabupaten Jember Acara TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) dimulai tanggal 26/2/2019 berakhir pada tanggal 27/3/2019.

Dalam Acara penutupan TMMD ke 104/2019 yang berada di desa gunung malang kecamatan sumber Jambe di pimpin oleh MAYJEN TNI Tri Yuniarto,S.A.P,M.Si.M.Tr.Han selaku Panglima Divisi Infanteri 2/ Kostrad.

Turut hadir dalam acara penutupan TMMD ke 104/2019 , Bupati Jember dr Hj Faida MMR, Komandan kodim 0824 Jember, Muspida serta muspika kecamatan sumber jambe.aparat desa gunung malang serta warga masyarakat.

Di awal acara penutupan TMMD ke 104/2019 tersebut dihibur oleh tari tarian anak anak SDN Jenggawah 5, dan diakhir acara dihibur orkestra asli Jember.

Pada acara penutupan TMMD ke 104/2019 MAYJEN TNI Tri Yuniarto menyampaikan bahwa rencana TMMD ke 104/2019 sudah sesuai target, yaitu dua belas titik proyek bahkan ada pengembangan berupa pembangunan irigasi sepanjang 50 meter
dan bukan hanya berupa bantuan fisik  namun juga bantuan pembelajaran baris berbaris serta bela negara MAYJEN TNI Tri Yuniarto juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh yang terlibat dalam acara  TMMD ke 104/2019 sehingga bisa terlaksana dengan baik

Setelah upacara penutupan TMMD ke 104/2019 selesai ,dilanjutkan dengan acara penyerahan bantuan .Bantuan yang pertama berupa dua kursi roda diserahkan oleh MAYJEN TNI Tri Yuniarto kepada seorang bocah penderita lumpuh ,kursi roda yang kedua diserahkan oleh dr Hj Faida MMR kepada seorang wanita penderita kelumpuhan.Secara bergilir seluruh bantuan diserahkan kepada masyarakat .Ada tongkat untuk lansia,bantuan alat pendengaran dan juga bantuan sembako . Dikesempatan yang sama BRI unit Jember menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulance untuk kodim 0824 Jember.

Bupati Jember pada acara tersebut mengungkapkan terimakasih kepada TNI sudah ikut membantu membangun daerah terpencil di kabupaten Jember. Semoga kedepannya terus dijalin kerjasama diluar TMMD terus bersinergi untuk kepentingan masyarakat luas pungkasnya.

Dan diakhir acara penutupan TMMD ke 104/2019 yang bertempat didesa gunung malang kecamatan sumber Jambe MAYJEN TNI Tri Yuniarto beserta Komandan Kodim 0824 Jember beserta Bupati Jember,menanam pohon mahoni di pinggir lapangan.(mul/mia)

Wabup Berharap Muskernas PMI Hasilkan Program Bermanfaat

Jember,KaJe
Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief berharap Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) PMI Kabupaten Jember menghasilkan program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Karena kehadiran PMI sangat diharapkan di tengah masyarakat," kata wabup dalam pidato pembukaan Muskerkab di Aula PMI Jember, Rabu 27 Maret 2019.
Dalam kesempatan tersebut, wabup juga berharap musyawarah itu menghasilkan keputusan yang mampu mendekatkan PMI kepada seluruh komunitas di Kabupaten Jember.
“Sampai ke pelosok-pelosok," ujar pengasuh Ponpes Al Falah Silo ini.
Masyarakat Jember, lanjutnya, merupakan masyarakat religius dan agamis. Karena itu, PMI bisa menggunakan pendekatan religi.
“Tidak hanya pendekatan kesehatan, tetapi juga pendekatan yang religi, sehingga lebih mudah diterima," tuturnya.
Mengenai hal yang dapat disinergikan dengan Pemkab Jember, Wabup mengatakan, perlu menunggu hasil dari rapat kerja PMI.
Pemerintah Kabupaten Jember juga akan berkepentingan dengan program kerja yang akan dilaksanakan oleh PMI Jember.
Wabup, mengatakan, dalam pengurusan Ketua PMI Jember selama 1 tahun 4 bulan ini sudah luar biasa. Langkah-langkahnya sangat cepat, di internal maupun kegiatan lainnya.
"Langkah-langkah yang demikian cepat ini perlu terus digalakkan, agar PMI Kabupaten Jember bisa bermanfaat maksimal bagi masyarakat," ungkapnya.
Ketua PMI Kabupaten Jember, E.A Zaenal Marzuki, menyampaikan PMI Jember memiliki perbedaan fungsi dengan dengan PMI lain.
Diantaranya, PMI Jember memiliki Poliklinik Pratama. Sebelumnya berupa Poliklinik Penanganan Penderita Gawat Darurat (PPGD) yang terletak di Jubung Jember.
"Sekarang saya tingkatkan menjadi poliklinik pratama untuk melayani masyarakat. Dulu tidak berfungsi," jelasnya.
Bahkan, kata Zaenal, SMKN 5 Jember bekerjasama dengan PMI Jember, dengan didukung oleh BPJS Kesehatan melakukan pengobatan ke PMI. "Kita punya SLB, yang lain tidak punya. Maka disitulah kita kelola," ujarnya.
PMI Jember juga membentuk unit hukum dan audit serta unit humas. Hal ini diperlukan untuk sebuah perbaikan tanpa harus menyalahkan siapapun.
"Alhamdulillah, dengan begitu kita mempunyai program yang sesuai dengan target dan kebutuhan yang sangat dipentingkan," jelasnya.
Zaenal mengatakan, sekarang fokus pada klinik pratama supaya bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan dokter yang siap mengabdi, dokter umum, dan dokter gigi bukan aparatur sipil negara.
Kedepan, PMI Jember berharap kepada pemerintah menempatkan dokter praktek kandungan. Minimal satu minggu sekali, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Tentu ini sesuai dengan program pemerintah, karena dapat menurunkan kematian ibu hamil termasuk bayi lahir. Ini yang kita siapkan. Jadi banyak program lainnya juga yang kita siapkan," terangnya.
"Terus terang, saya bangga dengan Pemerintah Kabupaten Jember. Selama ini sering memberikan arahan dan bimbingan kepada kita, sehingga kita berkegiatan tepat guna tepat fungsi," Zaenal. (Mul/Mia/fra/hms)

Pemkab Jember Mulai Seleksi Penerimaan Beasiswa

Jember, KaJe
Pemerintah Kabupaten Jember memulai seleksi penerimaan beasiswa untuk kuliah di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Dr. H. Edy Budi Susilo, M.Si., menyampaikan, seleksi akan berlangsung hingga 30 Maret 2019.
"Beasiswa ini memasuki gelombang kelima. Dan, saat ini Pemerintah Kabupaten Jember sudah bekerjasama dengan 121 perguruan tinggi negeri  dan swasta, terangnya di Pendapa Wahya Wibawa Graha.
Sebelumnya, pemerintah telah memberikan lebih 7.000 beasiswa kepada mahasiswa yang kuliah di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Sementara pada tahun ini sudah ada sekitar 3.500 calon penerima beasiswa yang mengajukan permohonan kepada Bupati Jember.
Seleksi bertempat di pendopo. Ada 25 pewawancara yang merupakan para pimpinan OPD, dan sekitar 33 operator untuk menyeleksi penerima beasiswa tahun 2019 ini.
"Setiap hari kita memanggil 700 peserta atau pemohon, baik melalui WhatsApp maupun telepon langsung, untuk memastikan yang bersangkutan itu terpanggil dan terkonfirmasi," terangnya.
Tutik Nurul Hidayati, guru PAUD yang berasal dari Panti dan sedang berkuliah di IKIP PGRI Jember semester 2, mengatakan, pada bulan Agustus 2018 lalu ia mengajukan permohonan beasiswa.
Ia berharap dengan mengikuti wawancara ini ia bisa mendapatkan beasiswa. Karena biaya kuliah yang mahal dan masih untuk biaya hidup dengan empat orang anak," tuturnya.
Program beasiswa ini, menurut Tutik, sangat bagus. Program ini sangat membantu guru guru, utamanya guru PAUD yang mayoritas orang desa.
Para guru PAUD ini, masih kata Tutik, memiliki penghasilan yang sedikit. Selain itu, mereka dituntut untuk memiliki jenjang pendidikan minimal strata satu. (Mia/Mul/fra/hms)

Warga Ucapkan Terima Kasih Kepada Tentara.


Jember. KaJe
Upacara penutupan Tentara Manunggal Masuk Desa ( TMMD) ke 104 2019 yang berada di desa gunung Malang kecamatan sumber Jambe Jember,yang mengambil tajuk "MELALUI TMMD KITA TINGKATKAN KEBERSAMAAN UMAT SERTA SEMANGAT GOTONG ROYONG DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA GUNA MEWUJUTKAN KETAHANAN NASIONAL" Ditutup tanggal 27/03/2019.

Sebulan lamanya kegiatan TMMD KE 104 yang bertempat di Desa Gunung Malang dimulai tanggal 26 /02/2019 dan ditutup tanggal 27/03/2019. Dari hasil kerja selama sebulan lamanya TMMD menghasilkan  12 titik proyek  dan seluruhnya selesai sesuai target.

Menurut Pak Suli 67 tahun warga Dusun Gayasan Desa Gunung Malang. "Kami sangat senang dengan adanya kegiatan p tentara ini,karna rumah tetangga kami b fair dan ,b rayes sudah selesai dibangun, asal nya rumah mereka itu berdinding bambu saat ini rumah tersebut sudah gedung semua. Pak Suli berharap p tentara datang lagi ke Desa Gunung Malang dan membangun lagi di Desa Gunung Malang supaya semakin banyak yang dibangun." Terima kasih pak tentara," ujarnya dengan senyum polos.

Dari pantauan media, sudah banyak perubahan dari awal kegiatan  sampai penutupan termasuk lapangan tempat yang digunakan untuk pembukaan serta penutupan acara TMMD ke 104 ini. Saat ini lapangan sudah ada jogging trek dan akses jalan menuju lapangan  sudah beraspal hot mix. (mul/mia )

Bupati Jember Dukung Program GAIN

Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. mendukung program The The Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) dalam meningkatkan gizi bayi dan ibu hamil.
Upaya ini sesuai dengan kinerja Pemerintah Kabupaten Jember.  Diantaranya, Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Program ini memiliki sasaran keluarga dengan baliya stunting. Mereka ini mendapatkan prioritas pemasangan air bersih subsidi dari PDAM Jember.
Melalui peraturan bupati, pemerintah juga melindungi keluarga yang memiliki balita stunting dengan asuransi BPJS Kesehatan.
Warga yang tidak terlindungi BPJS Kesehatan melalui program pemerintah pusat, terang  bupati, maka mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan tersebut dari pemerintah daerah.
Dukungan asuransi bagi ibu hamil juga diterapkan oleh pemerintah untuk mengurangi angka kematian ibu melahirkan.
Ini merupakan komitmen bersama yang perlu kesungguh-sungguhan juga konsistensi," ungkap bupati di Pendapa Wahya Wibawa Graha, Selasa, 26 Maret 2019.
Masalah kesehatan, gizi anak, masalah tumbuh kembang anak, menurut bupati, adalah masalah yang serius.
Semua masalah itu tidak cukup diselesaikan oleh dinas kesehatan kabupaten. Tidak cukup disinergikan dengan dinas kesehatan provinsi, dan tidak cukup dengan program kementerian.
Bupati pun mengapresiasi Dinas Kesehatan Jawa Timur yang telah membangun sinergi yang kuat untuk menangani gizi anak, stunting, serta penurunan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir.
Kepala Dinas Provinsi Provinsi Jawa Timur Dr.dr.kohar Sp. An, KIC, KAP menyampaikan, Jember salah satu kabupaten besar di Jawa Timur. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menjadi perhatian untuk penanganan masalah gizi bayi dan ibu hamil.
Ada beberpa faktor yang mempengaruhi gizi. Pertama, kesediaan pangan. Kedua, daya beli masyarakat. Dan ketiga, pengetahuan masyarakat tentang mengambil makanan yang bagus.
Untuk di Jember, faktor pertama dan kedua tidak memiliki masalah. Namun, faktor ketiga perlu peningkatan.
Menurutnya, kehadiran GAIN yang sudah berpengalaman dalam menangani masalah gizi bayi dan ibu hamil sangat diperlukan.
Sangat diharapkan untuk  bisa mendongkrak supaya status gizi masyarakat di Jember jauh lebih meningkat," ujarnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timru telah bekerjasama dalam berbagai bentuk kegiatan, yakni dengan melatih kader-kader, membina masyarakat supaya pengetahuannya meningkat.
Gubernur  Jawa Timur juga sudah menyiapkan program pendampingan Poskestren, pendampingan ibu hamil yang kurang gizi, juga kunjungan dari para kader.
Sementara itu, Country Director GAIN Ravi K. Menon menyampaikan, di Jember memiliki potensi yang cukup banyak tetapi perlu adanya perubahan perilaku dan pemikiran.
"GAIN sendiri optimis jika ilmu-ilmu kesehatan diterapkan dengan baik dan cara yang sudah dilatih pasti perbaikan gizi di Kabupaten Jember akan lebih meningkat," jelasnya.
Di Jawa Timur, menurutnya, penanganan gizi anak sudah efektif. Hal ini juga didukung oleh adanya komitmen dari kader.
"Untuk target tidak ada karena berbicara masyarakat, kita hanya bisa suport program. Untuk implementasinya apakah dari masyarakat sendiri percaya informasi yang mereka dapatkan akan bermanfaat untuk mereka dan keluarga, pasti mereka akan berubah sendiri," tuturnya.
GAIN, lembaga nirlaba asal Swiss melakukan audiensi dengan Bupati Jember Faida di Pendapa Wahya Wibawa Graha bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terkait penanganan gizi Bayi Bawah Dua Tahun. (Mia/ags/hms)