01/04/2019

Pemkab Beri Perhatian Kepada Anak Yatim Piatu


Jember, KaJe
Pemerintah Kabupaten Jember memberi perhatian yang tinggi kepada anak yatim piatu. Setelah memberikan beasiswa, kini pelayanan khusus diberikan kepada mereka.
Ini terungkap dalam acara Jember Bersholawat yang digelar di Pendapa Wahya Wibawa Graha, Minggu 31 Maret 2019.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR saat bersama ribuan muslimat dari Kecamatan Ledokombo dan Kalisat.
Sebelum menyampaikan layanan khusus bagi anak yatim piatu, bupati menjelaskan program pemerintah di dalam membangun sumber daya manusia.
Yakni memberikan beasiswa. Saat ini, lanjut bupati, sedang dilakukan seleksi beasiswa gelombang kelima. Ada sekitar 3.500 pendaftar. Kalau ada yang mau disusulkan, boleh! ujar bupati.
Selama ini, pemerintah telah memberikan beasiswa kepada anak yatim piatu. Bupati menyebut telah memberikan lebih 10.000 beasiswa kepada anak yatim piatu mulai dari SD, SMP, SMA, hingga kuliah.
Namun, perhatian pemerintah tidak sebatas beasiswa. Anak yatim piatu yang tidak memiliki dokumen kependudukan juga mendapat pelayanan khusus.
Pelayanan khusus ini diperoleh anak yatim piatu secara gratis. Mereka cukup mendaftar di lurah, kades, camat. Kemudian petugas Dispenduk Capil akan datang langsung ke tempat tinggalnya.
"Petugas Dispenduk akan dikirim untuk melayani mereka yang perlu dilayani," ungkap orang pertama di Jember ini.
Jember Bersholawat diikuti muslimat dari Kecamatan Ledokombo dan Kalisat. Sebelumnya, mereka ikut dalam wisata religi dengan mendatangi masjid-masjid yang menjadi ikon wisata di Jember.
Muslimat yang ikut dalam wisata religi ini yakni Muslimat Nurus Sa'adah Desa Lembengan, Nurul Ulum Desa Lembengan, Nurul Ikhlas Desa Suren, Al-Imanul Taqim Desa Suren, Al-Mubarokah Desa Suren.
Berikutnya Muslimat Nurul Iman Desa Plalangan, Hidayatul Hidayah Desa Plalangan, Al-Barokah Desa Slateng, Riyadus Solihin Desa Ledokombo, Dhikrul Ghofilin Desa Ledokombo, Al-Hikmah Desa Sumber Lesung.
Muslimat Baiturrohman Desa Sumber Lesung, Nurul Muhidin Desa Karang Bireh, Nurul Hidayah Desa Patempuran, Riadhul Muhlisin Desa Patempuran, Baitul Rohman Desa Sumber Lesung, Nurul Huda Desa Ledokombo.
"Nanti setelah dari sini, ibu toleh kanan kirinya. Jika ada yang perlu dibantu ya bantu. Kirimkan datanya ke pendopo. Jangan jadi orang yang tumpul hatinya," pesan bupati. (Mul/Mia/hms)

Bupati Berkomitmen Wujudkan Jember Kota Wisata Berbudaya


Jember, KaJe
Pemerintah Kabupaten Jember melalui 22 Janji Kerja Bupati  Wakil Bupati berkomitmen mewujudkan Jember sebagai kota wisata berbudaya.  Komitmen itu diwujudkan dengan merintis wisata religi, yang diikuti oleh masyarakat pinggiran di Bumi Pandhalungan ini.
Wisata ini dirintis karena melihat banyaknya pondok pesantren serta masjid yang menjadi ikon wisata dan bersejarah.
Masyarakat dengan kultur yang agamis juga menjadi daya dorong untuk mewujudkan wisata yang mulai tren di berbagai daerah ini.
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR saat bersama muslimat Kecamatan Kalisat dan Silo, Jumat 29 Maret 2019, menjelaskan latar belakang wisata religi. Orang pertama di Jember ini menjelaskan bahwa wisata religi menjadi bagian dari pengembangan pariwisata di Kabupaten Jember. 
"Pariwisata di Jember harus dikemas sedemikian rupa, tidak merusak tatanan sosial budaya masyarakat, terangnya di Pendapa Wahya Wibawa Graha.
Rangkaian dari wisata religi itu adalah mengunjungi Masjid Cheng Hoo, Raudatul Muchlisin, dan Al Baitul Amin. Serta berziarah di makam ulama KH Muhammad Shiddiq.
Terakhir adalah bersholawat bersama di Pendapa Wahya Wibawa Graha. Para jamaah muslimat bersholawat bersama bupati dalam acara Jember Bersholawat.
Saat bersholawat ini, jamaah peserta wisata religi juga mendapatkan laporan kinerja dan program yang akan dijalankan pemerintah. Hal ini disampaikan langsung oleh bupati.
Kali ini kesempatan tersebut dinikmati oleh jamaah muslimat dari Kecamatan Kalisat dan Silo. Mereka terdiri dari Muslimat Sumber Ketimpa, Muslimat Garahan, Muslimat Sumberjati, Muslimat Sempolan, Muslimat Silo, Muslimat Pace, Muslimat Karangharjo, dan Muslimat Harjomulyo.

Kerjasama Pemkab Jember dengan BNI Salurkan Kredit Murah




Iember, KaJe
Kerjasama Pemerintah Kabupaten Jember dengan BNI dalam penyaluran kredit murah untuk meningkatkan kesejahteraan petani memperlihatkan hasilnya.
Manfaat kerjasama itu disampaikan Kepala Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu Ir. Subiyantoro saat tasyakuran petik padi Gapoktan Tirtomulyo, Sabtu 30 Maret 2019.
"Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, katanya saat memberikan pidato sambutan petik padi Gapoktan Tirtomulyo.
Petani yang mengakses fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) BNI, lanjutnya, kurang lebih sebanyak 500 orang yang berasal dari sepuluh kelompok tani.
Subiyantoro menjelaskan, petik padi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan para petani. Petik padi kali ini telah memasuki tahun ketujuh.
Luas lahan garapan petani di Desa Sabrang sebesar 11.700 hektar. Luas itu dikelola oleh sepuluh kelompok tani, yang satu diantaranya merupakan kelompok tani perempuan yakni Kelompok Tani Dewi Sartika.
Terkait produksi pertanian, Subiyantoro mengungkapkan setiap tahun rerata produksi padi di Desa Sabrang mencapai 10 ton per hektar. Sementara dari ubinan mencapai sekitar 12 ton.
"Sesuai RPJMD Kabupaten Jember, bahwa ekonomi berbasis pada sektor pertanian. Kami sangat mendukung masyarakat Desa Sabrang," kata kades.
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dalam kesempatan tersebut menjelaskan kredit usaha rakyat yang dinikmati petani tanpa jaminan sertifikat tanah maupun rumah.
Jaminan pertanian yang dia lakukan, bukan sertifikat tanah, bukan sertifikat rumah," ucap orang pertama di Jember ini.
Di era baru ini, lanjutnya, maka yang bisa menjadi jaminan kredit bank termasuk kegiatan para petani.
Sesuai yang dicita-citakan para petani, dan karena instruksi Presiden Jokowi, bahwa petani harus bisa mendapatkan bantuan modal tanpa jaminan surat surat berharga," ujarnya.

Bupati Faida Apresiasi Warga Cangkring dan Wonojati



Jember, KaJe
Apresiasi Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR diberikan kepada masyarakat Desa Cangkring dan Wonojati, Kecamatan Jenggawah. Masyarakat dua desa itu telah berhasil membangun jembatan penghubung antar-desa secara swadaya.

"Pembangunan jembatan seperti ini perlu dicontoh," ujar bupati, Sabtu 30 Maret 2019.

Peresmian jembatan dengan panjang 31 meter dan lebar 3,25 meter itu berlangsung cukup meriah, dengan panggung yang terbuat dari bambu.
Sementara masyarakat menikmati suasana dengan berada di bawah rindangnya pepohonan khas perdesaan. "Karena membangun desa tidak bisa sendiri-sendiri, harus ada kolaborasi. (Jembatan) ini salah satu contoh kerjasama," ujar orang pertama di Jember ini.
Gotong royong yang ditunjukkan masyarakat patut menjadi contoh. Karena itu, bupati pun berjanji akan melengkapi fasilitas lain yang dibutuhkan oleh masyarakat.
"Saya salut dan bangga, karena ini jembatan adalah gotong-royong masyarakat. Dananya dan cara mengerjakannya pun swadaya masyarakat, ungkapnya.
Tokoh masyarakat setempat, KH Lufhfi Achmad menjelaskan, jembatan yang dibangun menghubungkan Desa Wonojati dan Cangkring, Jenggawah.
Untuk membangunnya, masyarakat menghabiskan dana mencapai Rp. 280 juta. Panjang jembatan 31 meter dengan lebar 3,25 meter.
Kiai Luthfi, panggilan akrabnya, berharap jembatan ini membuka isolasi masyarakat. Sebelumnya, mobil tidak bisa melewati. Bahkan becak harus memaksakan diri untuk lewat. 
Jembatan ini juga akan menjadi akses yang masuk di dalam skema pembangunan desa, karena selama ini dalam peta desa tidak tercantum jalannya, tidak ada jalan desa," ungkapnya.
Jadi, jembatan ini diharapkan bisa masuk di dalam renstra (rencana strategis) pembangunan. Dengan demikian, pembangunan yang selanjutnya masuk dalam peta desa, menjadi jalan desa dan mendapatkan prioritas pembangunan.

31/03/2019

Orang Jember Bisa Mengharga Perbedaan



Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menegaskan masyarakat Jember merupakan masyarakat yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi persaudaraan. Orang Jember, orang yang tertib. Bisa menghargai perbedaan, mempunyai sikap, dan menjunjung tinggi persaudaraan," kata bupati, Sabtu 30 Maret 2019, di Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo.
Pernyataan orang nomor satu di Jember ini disampaikan saat peringatan isro miroj Nabi Muhammad SAW, yang digelar untuk mensyukuri telah dimilikinya akses air bersih.
Sebagai pemimpin, bupati mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan di tahun politik. Tahun diselenggarakannya pemungutan suara pada 17 April nanti.
Jangan karena pilihan berbeda memecahkan persaudaraan, ujar bupati dengan latar belakang dokter ini.
"Jangan lengah. Jangan malas pergi ke TPS. Jangan sia-siakan kesempatan untuk menentukan masa depan bangsa kita. Salurkan hak suara masing-masing rakyat. Jangan ada yang golput," imbuhnya.
Bupati pun yakin, setiap orang telah menentukan pilihannya. Karena itu, masyarakat hendaknya bisa memilah-milah kegiatan kampanye dan yang bukan.
Masyarakat punya pilihan masing-masing. Pilihan boleh beda, tetapi persaudaraan harus dijaga selamanya," tegasnya.
Selain mengajak masyarakat menjaga persaudaraan, bupati juga mengungkapkan program pemerintah terkait penyediaan air bersih.
Disampaikan, Pemerintah Kabupaten Jember mempunyai program sambungan gratis 4.000 saluran PDAM bagi masyarakat berpengahasilan rendah. Fasilitas air bersih itu juga untuk pesantren yang memiliki banyak santri.
Terkait  fasilitas air bersih yang disediakan secara swadaya di Desa Slateng, bupati mengungkapkan rasa bangganya kepada masyarakat.
"Saya salut kepada masyarakat, karena kompak dan rukun. Penyediaan air bersih disini merupakan swadaya masyarakat," ujarnya. (mia/mul/ags/hms)

Santri Tempuh Pendidikan di Pesantren Untuk Perdalam Ilmu Pengetahuan Agama

Jember, KaJe
Seorang santri menempuh pendidikan di pesantren untuk memperdalam ilmu pengetahuan tentang agama memiliki tujuan agar bermanfaat bagi masyarakat.
Itu disampaikan oleh Wakil Bupati Jember Drs. KH Abdul Muqit Arief saat berbicara di depan santri Ponpes Assuniyah Kencong yang menjalani imtihan, Minggu, 31 Maret 2019.
Menjadi santri untuk menuntut ilmu agama bukan untuk kepentingan diri sendiri, kata wabup. Jika untuk diri sendiri, makan cukup ilmu membaca AL Quran dan sholat.
Santri menempuh pengetahuan siyasah, muamalah, dan lainnya bertujuan agar bermanfaat bagi masyarakat luas.
Para santri yang sekarang memperdalam ilmu pengetahuan agama dan pengetahuan lainnya, pada saatnya nanti pasti kembali ke masyarakat.
Nah, ketika kembali itulah, diharapkan para santri menjadi figur-figur yang memberikan warna kesantrian, islam yang rahmatan lil alamin, ujar wabup.
Bermanfaat ini menjadi tujuan utama. Menjadi pengusaha, menjadi pejabat, maupun menjalani profesi lain, lanjut wabup, merupakan alat untuk mendapatkan ridho Allah SWT. (mia/mul/bbg/hms)

Setelah Merevitalisasi 12 Pasar Rakyat, Tahun Ini Sebanyak 15




Jember, KaJe
Setelah merevitalisasi 12 pasar rakyat pada tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Jember tahun ini akan merevitalisasi 15 pasar rakyat.
Rencana itu diungkapkan oleh Bupati Jember dr. Hj Faida, MMR saat bertemu dengan jamaah muslimat Kecamatan Patrang dan muslimat sekitar Pendapa Wahya Wibawa Graha.
Bupati dan muslimat bertemu dalam sholawatan di pendopo, Minggu sore, 31 Maret 2019. Kalau ibu-ibu sudah selfi di pasar, itu tanda pasarnya sudah bagus, bupati, disambut tawa jamaah muslimat.
Revitalisasi pasar rakyat ini masuk dalam 22 Janji Kerja Bupati  Wakil Bupati. Program ini masuk dalam kelompok Jember Mandiri.
Dalam kesempatan itu bupati memaparkan gambar rencana pasar rakyat yang akan direhab. Serta foto-foto pasar rakyat yang telah direhab.
Bupati menjelaskan, rehab pasar rakyat dilakukan secara bertahap. Seperti Pasar Tanjung. Rehab pasar induk ini dilakukan secara bertahap agar pedagang masih bisa berjualan, (mia/mul/fra/hms)