01/04/2019

Kota Malang Alami Inflasi Ekonomi Tertinggi di Jawa Timur Per Maret 2019



Jember, KaJe
Rilis data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten jember pada Senin (1/4/2019) menunjukkan bahwa Kabupaten Jember mengalami deflasi ekonomi sebesar 0,6 persen pada bulan Maret 2019.

"Tentunya ini kabar gembira, bahwa bulan maret 2019 Kabupaten Jember mengalami deflasi 0,6 persen." ungkap Chandra Birawa dari pihak BPS Kabupaten Jember

Tingkat inflasi ekonomi tertinggi per Maret 2019 terjadi Kota Malang yang mencapai angka 0,36 persen, disusul Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,17 persen, Kota Kediri sebesar 0,16 persen, Kota Surabaya sebesar 0,15 persen dan Kota Madiun mencapai 0,14 persen.

Sedangkan bila ditinjau berdasarkan rentang waktu setahun (maret 2018 hingga maret2019), Inflasi tertinggi terjadi di Kota Surabaya yang mencapai angka 2,55 persen, Kota Malang mencapai 2,46 persen, sedangkan Kabupaten Jember mencapai 2,20 persen. Inflasi Ekonomi Kabupaten Jember secara year-on-year yang mencapai 2,20 persen masih lebih rendah jika dibandingkan tingkat inflasi dalam seluruh regional Jawa Timur yang mencapai 2,25 persen dan juga Inflasi dalam skala Nasional yang mencapai 2,48 persen. (U.R)

Deflasi Ekonomi Kabupaten Jember Karena Turunnya Harga Komoditi



Jember, KaJe 
Berdasarkan rilis data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember per Maret 2019 yang menunjukkan angka deflasi 0,6 persen di Kabupaten Jember.

Deflasi Ekonomi Di Kabupaten Jember pada bulan Maret 2019 dipicu oleh turunnya harga komoditi daging ayam ras, besas, wortel, jeruk, bensin, telur ayam ras, bayam labu, genteng dan bolu yang kesemuanya tergolong sebagai komponen bergejolak (Volatile Foods).

Per bulan Maret 2019 terjadi panen raya tanaman padi di kabupaten Jember sehingga harga beras pada tingkat konsumen turun mencapai Rp.5000,00 per kilogram.

"Ini (deflasi) terjadi pada komoditas bergejolak sebagai penyumbang terbesar deflasi, itu adalah Volatile Foods." ujar  Indria Purwaningsih dihadapan awak media.

Volatile Foods (Komponen Bergejolak) berandil besar pada terjadinya deflasi ekonomi di Kabupaten Jember dengan besaran deflasi sebesar 0,74 persen serta sumbangan deflasi sebesar 0,15 persen selanjutnya ada komponen yang diatur negara (administered price) yang mengalami deflasi sebesar 0,7 persen dengan sumbangan deflasi sebesar 0,1 persen, serta komponen inti (core inflation) yang mengalami inflasi sebesar 0,18 persen, dengan sumbangan inflasi sebesar 0,10 persen.  (UR)

Kabupaten Jember Alami Deflasi Ekonomi Per Maret 2019






Jember, KaJe
Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember telah merilis data resmi terkait Indeks Harga Konsumen per Bulan Maret 2019 pada hari senin (1/4/2019).

Rilis yang disampaikan di ruang auditorium Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Jember mengalami deflasi sebesar 0,06 persen. Deflasi tersebut ditunjukkan oleh penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2019 yang sebesar 130,61persen turun menjadi 130,53persen medio maret 2019.

"Artinya, pada maret 2019 Kabupaten Jember mengalami Deflasi 0,6persen, sedangkan Jawa Timur (Deflasi) mencapai 0,16 
persen." ujar Indria Purwanisngsih, Kepala BPS Kabupaten Jember.



Deflasi Ekonomi di Kabupaten Jember pada bulan Maret 2019 dipicu oleh turunnya harga komoditi daging ayam ras, beras, wortel, jeruk, bensin, telur ayam ras, bayam, labu siam, genteng dan bolu.

Indesk Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering dijadikan instrumen untuk mengukur tingkat perubahan harga, baik deflasi maupun inflasi di tataran konsumen wilayah perkotaan. (U.R)

Bupati Himbau Warga Agar Jadi TKI Yang Legal


Lumajang, KaJe
Warga Kabupaten Lumajang, hendaknya menghindari  menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI)  ilegal atau tidak resmi sebagaimana ketentuan dari Pemerintah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang, Drs. Suharwoko, M.Si., saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Bendera di Halaman Kantor Bupat, Senin (1/4/2019) pagi.

Himbauan Kepala Disnaker tersebut, untuk meminimalisasi resiko dan masalah TKI di luar negeri. Karena, seringkali TKI yang bermasalah, adalah mereka yang menjadi TKI melalui jalur ilegal (tidak resmi). Sehingga, ketika TKI menghadapi masalah hukum, Pemerintah tidak bisa memberikan perlindungan hukum.

 "Sebagaimana diketahui, Kabupaten Lumajang dikenal sebagai kantong TKI," ujarnya mengawali amanatnya.

Dari data yang ada, tak kurang dari 500 orang  pertahun, berangkat dari Kabupaten Lumajang bekerja ke Taiwan dan Hongkong.

Jumlah tersebut masih dari TKI jalur resmi/ legal. Sedangkan, yang melalui  jalur ilegal, diperkirakan jumlahnya juga cukup besar.

Kepala Disnaker Kab. Lumajang, mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk turut memberikan informasi kepada masyarakat terkait pentingnya jalur resmi/ legal, jika berhasrat bekerja  di luar  negeri atau menjadi TKI.

Diungkapkan, keuntunganTKI yang jalur resmi/ legal, akan mendapatkan perlindungan hukum yang kuat serta mendapatkan hak-hak yang sudah diatur dalam peraturan.

Sedangkan TKI jalur yang ilegal atau tidak resmi, tidak akan mendapatkan perlindungan hukum apabila menghadapi masalah di negara tempat mereka bekerja. (Suatman)

Seorang Pria Bawa Celurit Ngamuk di SPBU


Lumajang, KaJe
Seorang pria paruh baya bernama Jun (38th) alamat Dusun Poh Gunung Desa Selokgondang Kec. Sukodono Kab. Lumajang harus diamankan petugas (31/3).

Dirinya harus diamankan petugas karena mengamuk di jalan raya SPBU Kedungjajang. Aksinya di tengah jalan membuat jalan raya sehingga penguna jalan raya arah wonorejo Lumajang macet.
Selanjutnya Jun menuju hotel Prima Kec Sukodono. Amukannya membuat panik pegawai hotel Prima.

petugas dari Polres Lumajang yang di pimpin Ipda Sugeng beserta 3 personil Sabhara, 3 anggota Polsek sukodono dan di bantu sertu Sholikin dari Koramil Kedungjajang. Selanjutnya pelaku di amankan di Polres Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH angkat bicara setelah mendapat informasi dari keluarga Pelaku "ternyata setelah kami mengetahui alamat pelaku, kami menghubungi keluarganya. Hal yang tidak terduga cukup mengagetkan kami. Ternyata Sdr Jun pernah  dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Hal tersebut diketahui setelah keluarga serta Kepala desa selokgondang membawa surat rujukan dari Rumah Sakit Jiwa Malang," terang Arsal.

Ipda Sugeng SH menambahkan, akibat tindakan yang membahayakan masyarakat. Jun harus  diamankan agar tidak terjadi jatuh korban karena mengamuk sambil mengacungkan  celurit,"  pungkas Sugeng.( Suatman)

Bupati Resmikan GM Plaza


Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M. ML., meresmikan pusat perbelanjaan baru, yaitu, Graha Mulia Plaza, yang berlokasi di Jln. Raya Labruk  Lor, seberang jalan dengan SPBU Desa Labruk Lor.

Grand opening tersebut dimeriahkan dengan Gowes dan Jalan sehat yang diikuti ribuan peserta.

Bupati menyampaikan, keberadaan pusat perbelanjaan seperti GM Plaza itu akan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Pasalnya, perputaran uang yang ada di sekitar akan cepat meningkat.

Cak Thoriq berpesan, agar masyarakat  lebih sering melakukan transaksi belanjanya di dalam wilayah Kabupaten Lumajang saja.

 "Ini sudah ada plaza di Lumajang. Kalau belanja di Lumajang saja gak usah keluar kota ya bapak, ibu," pungkasnya.

Cak Thoriq hadir didampingi Istri, Ny. Musfarina Thoriq, beserta Forkopimda Kabupaten Lumajang.

Pada kesempatan itu, Pimpinan GM Group, David Lesmana Salim, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang yang telah memberikan support  terhadap  GM Plaza sebagai pusat perbelanjaan di Kabupaten Lumajang.

Ia berharap sinergitas yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dan stakeholder yang lain tetap berjalan dengan baik, sehingga memunculkan inovasi bagi kemajuan Kabupaten Lumajang.

 "Semoga sinergtas yang terjalin dengan para stakeholder tetap baik, Kami berharap GM Group memberikan kemajuan yang terbaik bagi warga Lumajang," ungkapnya.

"Dengan dibukanya GM Plaza ini, kami berharap kemajuan Ibukota Kabupaten Lumajang semakin maju," imbuhnya. (Suatman)

Bupati Berharap Umat Hindu Jangan Golput



Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq, M. ML., mengingatkan, bahwa Pemilu 2019 akan segera berlangsung.  Hal itu, disampaikan Bupati saat menghadiri Dharma Santi Hari Rsya Nyepi Tahun Baru Saka 1941/ 2019 di Pure Mandara Giri Semeru Agung Kec. Senduro, Dabtu (30/03/2019).

"Kami berharap Umat Hindu tidak golput pada Pemilu 3019," pesannya.

Kehadiran Bupati pada acaractersebut didampingi sang Istri, Ny. Musfarinah Nuryatin, M. Pd.

Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941 mengusung tema  "Melalui Catur Barata Penyepian kita sukseskan Pemilu 2019".

Nampak hadir pada kesempatan tersebut, Pj. Sekda Kab. Lumajang, Agus Triyono serta Wakil Ketua I TP PKK Kab. Lumajang.

Dalam sambutannya. Bupati menyampaikan, bahwa, pihaknya akan memberikan tambahan fasilitas terhadap Pure Mandara Giri, sehingga dapat menarik berbagai kalangan masyarakat untuk berkunjung.

Menurutnya, Pure Mandara Giri menjadi salah satu potensi yang mendorong pertumbuhan  perekonomian bagi warga masyarakat Senduro.

"Saya ingin Pure Mandara Giri tidak hanya sebagi tempat beribadah saja, tetapi juga sebagai tempat pertumbuhan potensi perkonomoian masyarakat Senduro", ujarnya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kab. Lumajang, Edy Sumianto, S. Ag., menjelaskan bahwa, Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka.

Dijelaskan, bahwa, pada Nyepi Tahun Baru Saka 1941 Umat Hindu melakukan Catur brata Penyepian diantaranya; Amati Geni artinya tidak boleh menyalakan lampu; Amati Karya artinya tidak boleh kerja; Amati Lelungan artinya tidak berpergian dan Amati Lelalunggan artinya tidak boleh bersenang.

Ia mengungkapkan, bahwa dalam memeperingati Nyepi tahun baru Saka, ada beberapa kegiatan yang dilakukan, diantaranya melaksanakan upacara melasti serta upacara pengkrupukan (Ogoh ogoh), Catir Bratha (Penyepian)

Acara tersebut diikuti ratusan seluruh umat Hindu se - Kabupaten  Lumajang. (suatman)