25/04/2019
Polsek Patrang Tangkap Pelaku Pembunuhan Jalan Srikaya Patrang
Jember, KaJe
Polsek Patrang berhasil menangkap pelaku pembunuhan di jalan Srikaya, Patrang pada kamis siang (25/4) di daerah Baratan pada sekitar pukul 11.00 WIB , ketika pelaku berinisial BM (59) hendak melarikan diri dengan naik angkutan.
Tersangka berinisial BM (59) yang merupakan teman korban berinisial DD (58) menghabisi korban pada kamis pagi (25/4) dirumah korban dengan sebuah pisau yang ditusukkan pada bagian dada dan punggung korban.
"Yang bersangkutan (pelaku) menduga bahwa istrinnya tidak pulang itu karena bertemu dengan korban. Tersangka merupakan kawan daripada korban. Berdasarkan barang bukti yang ada, luka tusuk yang ada pada tubuh korban itu cocok dengan mata pisau yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban." Ujar Kapolres Jember dalam konferensi pers resmi yang dihelat di Polsek Patrang pada kamis sore (25/4).
Berdasarkan keterangan tersangka, tak ada motif lain dari pembunuhan terhadap korban, selain kecurigaan korban atas hubungan asmara. Korban akan dijerat dengan pasal 340 KUHP pembunuhan berencana KUHP dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun. (UR)
24/04/2019
Pemkab Lumajang Pamerkan Inovasi Pelayanan Publik
Lumajang, KaJe
( 24 April 2019 ) - Pemerintah Kabupaten Lumajang memamerkan Inovasi Pelayanan Publik yang dikenal dengan "Pagi Berseri" (Pagelaran Aksi Bersama Sekolah Sehat Asri).
Kab. Lumajang menjadi bagian dari peserta dalam Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik Jawa Timur 2019 di Taman Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (24/4/2019).
"Yang dipamerkan adalah sebuah kegiatan bagi anak – anak sekolah, yang itu untuk mengisi waktu istirahatnya dengan permainan yang bisa merangsang inovasi, merangsang otak anak untuk berpikir positif dan bisa melakukan hal – hal yang menunjang kreatifitas," terang Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., Usai mengikuti pembukaan acara tersebut.
Wabup menambahkan, usia anak-anak, harusnya diwarnai dengan kegiatan positif yang menunjang kemampuanya bersosialisi guna menumbuhkan kreatifitas.
Oleh karena itu, Wabup yang akrab dipanggil Bunda Indah itu berharap, inovasi pelayanan publik "Pagi Berseri" memberikan dampak terhadap kreatifitas anak.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang membuka acara pameran itu, mengatakan, pelayanan publik itu yang terpenting adalah bermanfaat untuk masyarakat. "Pelayanan publik itu penting. Pastikan pelaksanaannya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat," jelasnya.
Di pihak lain, Deputi Bidang Pelayanan Publik, Prof. Dr. Diah Natalisa., mengatakan, bahwa pelayanan publik harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Ia berharap inovasi yang saat ini dikembangkan dapat disesuaikan dengan perubahan kebutuhan masyarakat sehingga mampu menciptakan kepercayaan publik.
Dalam negara maju, penilaian publik menjadi penting untuk menciptakan kepercayaan publik.
Sementara Sekretaris Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono menyampaikan, inovasi pelayanan publik merupakan ciri pemerintahan yang baik. Dengan pelayanan publik akan memperjelas hak-hak yang diperoleh masyarakat.
Heru melaporkan, pameran itu diselenggarakan selama 3 hari sejak 24 s/d 26 April 2019 dan diikuti oleh 89 Instansi se Jawa Timur. (suatman)
Kapolres dan Dandim 0821 Sambangi PPK dan KPU
Lumajang, KaJe
(Selasa, 23 April 2019) Situasi pemilu kali ini yang cukup hangat seperti yang tergambar di pemberitaan pemberitaan media TV, elektronik dan sosmed seperti adanya pembakaran kotak suara, adanya sabotase kotak suara, intimidasi kepada para petugas penyelenggaraan pemilu 2019, menjadikan alasan Polres Lumajang dan Kodim 0821 melaksanakan patroli bersama untuk menciptakan keamanan yang kondusif di wilayah Kabupaten Lumajang.
Dalam kegiatan ini Polres Lumajang dan Kodim 0821 Lumajang mengunjungi PPK kota untuk melihat rekapitulasi perhitungan suara pemilu yang masih berlangsung dan selanjutnya melaksanakan patroli ke KPUD untuk menyerap informasi tentang penyelenggaraan pemilu. Setelah itu di lanjutkan patroli melintasi 3 kecamatan yaitu kecamatan Kota, kecamatan Padang dan kecamatan Sukodono.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH seusai kegiatan tersebut mengatakan "Tadi saya mengunjungi PPK kota untuk memantau pengamanan dan melihat proses rekapitulasi penghitungan suara. Alhamdulilah semua berjalan lancar dan kondusif,dan begitu juga dengan PPK yang lain semua berjalan dengan baik tidak ada konflik. KPUD juga kami kunjungi, adapun informasi yang kami terima, bahwa penyelenggaraan Pemilu 2019 di wilayah Kabupaten Lumajang berjalan dengan lancar dan kondusif bahkan tidak ada satu TPSpun yang melakukan pemungutan suara ulang” ujar Arsal.
Selain itu, Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Ahmad Fauzi juga mengatakan bahwa pihaknya siap membantu Polri untuk mengamankan situasi wilayah Lumajang pasca pesta demokrasi Pemilu 2019. "Kodim 0821 selalu siap membantu Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Lumajang. Hari ini saya terjunkan 1 peleton anggota untuk patroli bersama dengan Polres Lumajang, selama perjalanan berjalan aman dan kondusif” ujarnya
Siti Mudawiyah SE, selaku ketua KPU Kabupaten Lumajang mengatakan sangat berterima kasih kepada patroli gabungan TNI-Polri tersebut. "Terima Kasih kepada Bapak Kapolres dan Pak Dandim patroli mengunjungi KPUD dan patroli ke PPK hal ini menjadi penyemangat kami untuk segera menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara. Kami dari komisioner KPUD juga melaksanakan jaga siang dan malam memantau penyelenggaraan rapat pleno di masing masing PPK, sampai saat ini sudah ada 3 PPK yang menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara yang masuk ke KPUD, kemungkinan besar rata rata besok semuanya sudah selesai dan kemungkinan paling lambat hari jumat semua PPK sudah mengirimkan hasil rekapitulasi suara di KPUD Kabupaten Lumajang. rencananya hari senin dan selasa tanggal 29 dan 30 april 2019 KPUD melaksanakan penghitungan suara di GOR Wira Bhakti” tutupnya.( Suatman )
23/04/2019
Universitas Jember Kirim Mahasiswa ke Ajang Berprestasi Nasional
Jember, KaJe
Universitas Jember akan mengirim utusan terbaiknya guna mentas pada ajang Mahasiswa Berprestasi tingkat Nasional yang mulai dibuka proses pendaftaran sejak tanggal 18 April hingga 15 Mei 2019, serta akan memasuki babak final pada tanggal 23-25 Juni 2019 mendatang.
Sosok yang akan menjadi delegasi dari Universitas Jember pada ajang Mahasiswa berprestasi tingkat Nasional adalah Meida Cahyaning, Mahasiswi program studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) yang berhasil mengembangkan plastik berbahan dasar singkong sebagai bahan pembungkus makanan, atau lebih familiar disebut sebagai Bioplastik.
"Menurut data dari Asosiasi Industri Aromatik, Olefin dan Plastik Indonesia tahun 2016, penggunaan plastik di Indonesia mencapai 4,8 juta ton dengan kecenderungan kenaikan lima persen per tahunnya. Dan semua plastik tadi tergolong plastik yang tidak bisa terurai secara alami sehingga dapat menjadi bom waktu lingkungan. Di lain sisi, kita adalah produsen singkong ketiga terbesar di dunia, dimana pati singkong adalah bahan dasar pembuat bioplastik yang aman dan ramah lingkungan" ujar Meida Cahyaning pada selasa (23/4).
Keberhasilan Meida mewakili Universitas Jember ke Kompetisi Mahasiswa Beprestasi Tingkat Nasional, lantaran dirinya telah menyabet gelar Mahasiswa Beprestasi tingkat Universitas Jember 2019. saat ini, Meida bersama para dosen di Universitas Jember terus melakukan persiapan yang matang terkait kajian tentang Bioplastik, serta kemampuan presentasi berbahasa Inggris pada proyek Bioplastik yang diberi nama Smart Edible Plastic (Smatic) pada kompetisi Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional yang bertema "Tujuan Pembangunan Berkelanjutan". (UR)
Masalah Sampah, Memerangi Secara Bersama
Lumajang, KaJe
Sampah merupakan masalah bersama. Peran serta masyarakat adalah kunci keberhasilan untuk memerangi masalah sampah tersebut. Hal itu diutarakan Ketua TP PKK Kab. Lumajang Musfarinah Nuryatin Thoriq, M. Pd., saat sosialisasi pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), di Desa Sumberjo, Kecamatan Candipuro, Senin (22/4/2019).
"Penyelesaian masalah sampah bukan hanya pada pemerintah saja, melainkan juga keikut sertaan masyarakat, sebagai kunci keberhasilan untuk memerangi sampah," katanya.
Ny. Musfarinah mengungkapkan, bahwa, faktor penyebab utama rendahnya pengurangan sampah, adalah kurangnya peran serta masyarakat dalam mengelola sendiri, seperti pengolahan sampah organik maupun anorganik.
Dilihat dari hasil Evaluasi Kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Lumajang pada 2018, kegiatan pengurangan sampah tergolong rendah, yaitu 3,7% atau 15.200 Ton per tahun. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya sampah yang masuk ke TPA tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu.
Ny. Musfarina mengatakan, bahwa, pihaknya akan terus mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah melalui program, "Merak Berlipstik" (Mengajak Rakyat bersihkan Limbah Plastik).
Ia menghimbau, agar warga masyarakat, berperan aktif memerangi sampah yang ada di lingkungan maaing-masing.
Ia berharap, dengan adanya Sosialisasi tersebut, para peserta dapat mensosialisasikan kepada warga lain, untuk mengurangi dan mengolah sampah plastik dengan baik.
"Mengelola sampah plastik sangat penting. apabila pengolahan sampah dapat dikelola dengan baik. Itu bisa menjadi sumber hasil perekonomian tersendiri bagi masyarakat," jelasnya.
Tujuan sosialisasi tersebut adalah untuk memberikan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah. dengan pengelolaan sampah menggunakan sistem 3R.
Kepala Desa Sumberejo candipuro Bowo Prayitno mengatakan giat ini diikuti oleh Gerbang mas. PKK, RT RW beserta perangkat desa, agar semua dapat dan bisa berinofasi terhadap sampah menjadi kerajinan agar sampah bisa jadi emas. (woko)
PKB, PDIP, dan Gerindra 'Kuasai “ Wonorejo
Lumajang, KaJe
Hasil rekapitulasi pemilu serentak 2019 di tingkat kecamatan, diperkirakan tuntas pada 26 April 2019. Akan tetapi, peta kekuatan siapa partai pemenang pemilu 2019 di Kabupaten Lumajang dan berapa jumlah kursi “empuk” yang bakal diduduki, sudah terlihat oleh masing-masing caleg dan para petinggi parpol. Bahkan mereka sudah mengantongi data hasil penghitungan versi mereka sendiri dari saksi-saksi yang diterjunkan saat pencoblosan dan penghitungan suara di seluruh TPS.
Biasanya, hasil hitung cepat para petinggi parpol ini cukup akurat karena berdasarkan data langsung dari saksi-saksi internal mereka. Namun demikian, angka tersebut tidak bisa dijadikan patokan selama rekapitulasi resmi KPU Lumajang belum dipublikasikan.
Data yang berhasil dihimpun dan ditelusuri media ini, PKB diprediksi menggeser posisi PDIP yang sebelumnya sebagai pemenang pemilu 2014. Sedangkan posisi ketiga ditempati Partai Gerindra.
Pertama, Dapil 1 ((Lumajang, Tekung, Jatiroto, Sumbersuko dan Sukodono)PKB diprediksi mendapatkan 2 suara, Gerindra 2, PDIP 1, Golkar 1, NasDem 1, PKS 1, PPP 1, PAN 1, Hanura 1 dan Demokrat 1. Total dapil satu Lumajang 12 kursi.
Kedua, Dapil 2 (Rowokangkung, Yosowilangun, Kunir dan Tempeh) PKB 2, Gerindra 1, PDIP 2, Golkar 1, NasDem 1, PKS 1, Demokrat 2. Di dapil ini ada sisa 1 kursi yang diperebutkan Partai Demokrat dan PPP.
Ketiga, Dapil 3 (Pasirian, Candipuro, Pronojiwo dan Tempursari) PKB 2, PDIP 2, Gerindra 2, Golkar 1, PKS 1, Demokrat 1. Sedangkan 1 kursi lagi masih diperebutkan sejumlah caleg.
Keempat, Dapil 4 (Gucialit, Senduro, Padang dan Pasrujamber) PKB 2 kursi, PDIP 2, Gerindra 1, PPP 1 dan Demokrat 1. Sementara Golkar dan NasDem terancam kehilangan kursi.
Kelima, Dapil 5 (Kedungjajang, Klakah, Ranuyoso dan Randuagung) PKB 2, PDIP 2, Gerindra 1, NasDem 1, PPP 1, PKS 1, Demokrat 1. Di Dapil ini kursi ke 10 diperebutkan antara PKB dan PPP, sedangkan Golkar dan Hanura lagi-lagi harus legowo karena terancam kehilangan 1 kursi.
Dari prediksi tersebut, maka partai politik yang didirikan oleh almarhum Gus Dur ini akan menguasai DPRD Lumajang di Jl. Raya Wonorejo sebagai pemenang pemilu serentak 2019. Disusul kemudian PDIP (pemenang kedua) dan Partai Gerindra (pemenang ketiga). Tentu prediksi ini bisa berubah (berkurang, bertambah atau malah hangus) tergeser oleh parpol lain.(woko)
Kembangkan Plastik Dari Singkong, Meida Wakili Universitas Jember ke Berprestasi Nasional
Jember, KaJe
Penggunaan plastik yang masif kini menjadi masalah bagi lingkungan kita. Tak heran jika kemudian mulai muncul gerakan bijaksana dalam menggunakan plastik, mulai mengurangi penggunaan kantong plastik hingga usaha mencari bahan alternatif pembuat plastik yang ramah lingkungan. Seperti yang dilakukan oleh Meida Cahyaning Putri, mahasiswi Program Studi Teknologi Hasil Pangan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember yang mengembangkan plastik bagi pembungkus makanan berbahan dasar singkong alias bioplastik. Ketekunan Meida meneliti bioplastik membawanya menjadi Mahasiswa Berprestasi tingkat Universitas Jember 2019, dan bakal mewakili Kampus Tegalboto ke jenjang nasional.
Saat ditemui di Kampus FTP (23/4), Meida menjelaskan asal mula tertarik meneliti bioplastik. “Menurut data dari Asosiasi Industri Aromatik, Olefin dan Plastik Indonesia tahun 2016, penggunaan plastik di Indonesia mencapai 4,8 juta ton dengan kecenderungan kenaikan lima persen per tahunnya. Dan semua plastik tadi tergolong plastik yang tidak bisa terurai secara alami sehingga dapat menjadi bom waktu lingkungan. Di lain sisi, kita adalah produsen singkong ketiga terbesar di dunia, dimana pati singkong adalah bahan dasar pembuat bioplastik yang aman dan ramah lingkungan,” tutur mahasiswi berjilbab asal Jombang ini. Meida menamakan bioplastiknya dengan SMATIC, Smart Edible Plastic.
Menurut Meida yang siang itu didampingi sang dosen pembimbing, Triana Lindriati di laboratorium Rekayasa Produk Hasil Pertanian, bioplastik sebenarnya sudah dikembangkan di Indonesia. “Bedanya, SMATIC menggunakan campuran pati singkong dan tepung kulit singkong. Saya juga menambahkan mikroemulsi dalam ukuran nano partikel ke dalam bioplastik yang kami kembangkan. Mikroemulsi ini bisa dari ekstrak teh, bunga rosella dan bahan alami lainnya. Mikroemulsi ini berfungsi menjadi antioksidan sehingga bioplastik produksi kami mampu mencegah makanan jadi basi atau tengik. Penambahan tepung kulit singkong dan mikroemulsi juga memperkuat daya tarik bioplastik sehingga tidak mudah rusak akibat terkena air. Dari pengukuran yang kami lakukan SMATIC memiliki daya tarik 5 megapascal, sementara untuk plastik konvensional daya tariknya mencapai 17 megapascal,” jelas mahasiswi angkatan 2016 ini.
Meida memang sengaja membuat SMATIC yang fungsinya untuk membungkus makanan, khususnya kue basah seperti jenang, dodol atau kue suwar suwir yang khas Jember. Dengan SMATIC, maka kue seperti suwar suwir tidak mudah basi atau tengik, sementara penambahan mikroemulsi menjadi nilai lebih karena mengandung antioksidan. “Kue yang dibungkus dengan SMATIC maka bisa dimakan dengan plastik pembungkusnya sekaligus lho karena aman, malah mengandung antioksidan dari teh atau bunga Rosella atau dari bahan alami lainnya. Ini adalah keunggulan SMATIC. Sementara jika mau dibuang pun maka akan terurai di alam dengan sendirinya,” imbuh Meida yang merupakan putri dari Suparman dan Sri Gati.
Proses pembuatan SMATIC pun tidak memerlukan teknologi tinggi. Meida mencampurkan 4 gram pati singkong dengan 6 gram tepung kulit singkong. Kemudian dicampur dengan bahan-bahan lainnya untuk kemudian dipanaskan. Setelah menjadi bubur, disapukan dengan ketebalan sesuai kebutuhan ke wadah yang sudah disiapkan. Dengan komposisi bahan tersebut, Meida mendapatkan 30 lembar bioplastik ukuran 21 X 9 centimeter dengan harga 7.700 rupiah. Harga ini memang masih lebih mahal jika dibandingkan dengan plastik konvensional yang dengan uang sebesar 8.000 rupiah saja mendapatkan plastik ukuran 25 X 12 centimeter sebanyak 40 lembar. Namun tentu saja perlu diingat, bioplastik sudah pasti ramah lingkungan. “Teknologi pembuatan SMATIC yang mudah saya harapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi UMKM di Jember,” kata Meida.
Kini, Meida dengan bimbingan para dosen di Kampus Tegalboto tengah mempersiapkan diri menghadapi seleksi Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional yang pendaftarannya dimulai semenjak 18 April hingga 15 Mei 2019, dan berpuncak pada final di 23-25 Juli 2019 nanti. Selain memperdalam kajian mengenai bioplastik, Meida terus berlatih cara melakukan presentasi yang baik, sekaligus memoles kemampuan berbahasa Inggrisnya. Untuk diketahui seleksi Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional tahun ini mengambil tema “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Suistanable Development Goals/SDGs)”.
“Sesuai dengan tema SDGs, presentasi SMATIC akan saya kaitkan dengan butir ke duabelas SDGs mengenai bagaimana menjamin kehidupan sehat serta mendorong kesejahteraan untuk semua penduduk di dunia di segala usia. Serta butir ke limabelas SDGs, yang membahas bagaimana melindungi dan memperbarui juga mendorong penggunaan sumber daya atau ekosistem daratan yang bersifat berkelanjutan, memanfaatkan atau mengelola hutan juga dengan cara berkelanjutan, memerangi tindakan penggurunan, menghentikan serta memulihkan kembali degradasi tanah, dan menghentikan tindakan kerugian keanekaragaman hayati,” pungkas Meida yang bercita-cita meneruskan studi ke luar negeri ini.(mia/bbg/iim/hms)
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...





