30/04/2019

Polres Lumajang dan Dandim 0821 Kawal Kotak Suara




Lumajang, KaJe
(29-04-2019) - Polres Lumajang dan Kodim 0821 bersinergi penuh mensukseskan pemilu serentak tahun 2019. setiap tahapan pemilu selalu di jaga dan di kawal ketat oleh jajaran polres Lumajang dan kodim 0821 Lumajang, seperti mengawal pendistribusian kotak suara dan menjaga proses rekapitulasi perhitungan suara di PPK serta menjaga gudang KPUD Lumajang bersama-sama.

Hari ini tampak 21 Kotak suara dari gudang KPUD Lumajang ke GOR wira Bhakti  di kawal secara ketat oleh tim cobra dari Polres Lumajang dan anggota Kodim 0821.

Demikian juga dengan penjagaan ketat di lakukan di GOR wira bhakti yang merupakan lokasi tempat rekapitulasi penghitungan suara. terlihat setiap orang yang masuk ke dalam GOR wira bhakti di periksa dengan alat metal detektor dan sekitaran wilayah GOR di jaga ketat oleh personil dari Polres Lumajang, Kodim 0821, Satpol PP, dan dari Dinas Perhubungan.
Selain itu juga tampak adanya mobil Pemadam Kebakaran dan mobil Ambulance  di stand by kan di sekitar Lokasi GOR untuk mengantisipasi Hal-hal yang tidak di inginkan selama proses Rekapitulasi perhitungan suara pemilu tingkat Kabupaten yang dilakukan pleh KPUD Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, SH, SIK, MM, MH tidak mau ambil resiko selama proses pemilu serentak "Saya tidak ingin ambil resiko, Lumajang harus tetap kondusif selama proses pemilu berjalan. tidak ada tempat bagi orang yang ingin mengacaukan wilayah Lumajang, baik melalui sabotase terhadap kotak suara, atau melakukan intimidasi kepada penyelenggara pemilu serentak 2019. saya tidak ingin ada tindakan yang dapat mendelegitimasi pemilu serentak 2019 secara inkonstitusional.  Masyarakat Lumajang sudah berpartisipasi dengan memberikan suaranya, jangan sampai suara mereka menjadi sia-sia karena di rusak oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab.Pokoknya Lumajang harus tetap aman dan kondusif...!! ujar Arsal.

Dandim 0821 Lumajang Letkol inf Ahmad Fauzi, SE mengatakan
"Saya sepakat dengan Kapolres, kami selalu bersinergi untuk menciptakan situasi aman,kondusif di wilayah kabupaten Lumajang. Siapapun yang berani mengganggu proses pemilu serentak 2019 ini akan saya tindak tegas, tidak akan saya berikan ruang kepada para pengacau yang mau membuat proses pemilu ini tidak lancar di wilayah Lumajang” ujarnya

Perlu diketahui bahwa Hal senin dan selasa (29-30 April 2019) merupakan jadwal rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara pemilu tingkat KPUD Lumajang di GOR Wira Bhakti.
(Suatman)

29/04/2019

Kaji Tumor Otak, Tim Fakultas Kedokteran Unej Juara I Kajian Literatur Mediastinum 2019



Jember, KaJe
(29 April 2019) ---Tumor otak (Glioblastoma atau GBM) adalah penyakit tumor yang menyerang otak yang paling banyak ditemukan di dunia. Tumor otak ini umumnya bersifat agresif dengan tingkat kelangsungan hidup yang rendah. Tidak heran jika banyak dokter dan pakar kesehatan berusaha mencari pengobatan dan terapi penyakit tumor otak. Seperti yang dilakukan oleh tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember, Mauliya Sri Sukmawati, Muhammad Yuda Nugraha, dan Mukhamad Arif Hadi Khoiruddin yang mencoba menawarkan pengobatan GBM dengan memanfaatkan teknologi biomolekuler.

Mauliya, Yuda dan Arif Hadi menuliskan idenya dalam sebuah karya tulis ilmiah berjudul Potensi Cart Cells EGFR VIII Termodifikasi CRISPR-Cas9 PD1/PDL1 Blocking Sebagai Inovasi Terapi Glioblastoma. Karya ketiganya berhasil masuk dalam babak final Mediastinum 2019 kategori kajian literatur yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (19-21/4). Di babak final, duta Kampus Tegalboto ini bersaing dengan tim FK dari   Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, UIN Jakarta dan Universitas Trisakti dan tim lainnya.  Alhamdulillah, kerja keras mereka diganjar juara pertama mengalahkan tim FK Universitas Airlangga di posisi kedua, dan tim FK Universitas Padjadjaran di peringkat ketiga.

Ide awal karya tulis ilmiah ini berasal dari diskusi rutin kami di Unit Kegiatan Mahasiswa Student Research Center Revolution yang menampung kreativitas para mahasiswa FK yang suka meneliti. Dengan bimbingan para dosen, kami mengkaji isu-isu terbaru di bidang kedokteran dan kesehatan. Nah pada saat pengumuman Mediastinum 2019 muncul, akhirnya kami putuskan ikut, apalagi temanya di bidang bedah saraf otak cocok dengan diskusi kami, tutur Mauliya yang memang berminat mendalami spesialis bedah saraf ini saat ditemui di Kampus FK Universitas Jember (29/4).

Sementara itu, Yuda menjelaskan secara garis besar ide karya tulis ilmiahnya. Selama ini pengobatan tumor otak dengan tindakan pembedahan, kemoterapi dan atau radioterapi, namun efektivitasnya masih menjadi perdebatan." Oleh karena itu kami mengajukan ide pengobatan tumor otak dengan menggunakan sel imun yang dimiliki oleh manusia atau T-Cells yang sudah diinjeksi dengan Cart Cells. Keunggulan pengobatan dengan cara ini sel imun tersebut mampu menjangkau bagian otak yang terkena tumor otak," ujar Yuda, mahasiswa asal Lumajang.

Ide dan kreativitas ketiganya dipuji dewan juri Mediastinum 2019. Menurut dewan juri, penggunaan sel imun yang sudah diinjeksi dengan Cart Cells dalam pengobatan tumor otak dapat meminimalkan luka akibat pembedahan di otak, serta efek samping pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi. "Karya tulis kami masih di tataran kajian literatur, oleh karena itu perlu dilanjutkan dengan penelitian di skala laboratorium. Namun permasalahannya di fasilitas laboratorium dan harga bahan penelitian seperti Cart Cells yang mahal karena harus diimpor," pungkas Mauliya, mahasiswi FK Universitas Jember angkatan 2017 mengakhiri diskusi kami. (Mia/Mul/iim/hms)

Konservasi Gajah dan Konservasi Banteng Hadapi Permasalahan Yang Mirip



Jember, KaJe
Usaha untuk melaksanakan konservasi hewan yang dilindungi seperti gajah dan  banteng di Indonesia ternyata menghadapi permasalahan yang mirip. Permasalahan yang muncul diantaranya hilangnya habitat asli hewan, munculnya tindak pidana perdagangan ilegal bagian tubuh binatang seperti gading gajah atau tanduk banteng, bentrok kepentingan antara manusia dan hewan, berkurangnya populasi hewan, turunnya daya reproduksi hewan serta permasalahan non teknis seperti perijinan dan birokrasi. Fakta ini muncul dalam diskusi kala kegiatan Kuliah Umum dengan tema "Konservasi Gajah Sumatera : Kebijakan, Permasalahan, dan Tantangannya" yang menghadirkan narasumber Priyambodo, peneliti dan dosen Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung (26/4).

Kegiatan kuliah umum digelar oleh Kelompok Riset (KeRis) Konservasi Banteng, Laboratorium Konservasi Hayati CDAST, serta Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember. Untuk diketahui KeRis Konservasi Banteng dan Laboratorium Hayati CDAST Universitas Jember juga tengah merencanakan berbagai program dalam rangka melestarikan banteng di kawasan Besuki Raya khususnya yang ada di Taman Nasional Baluran di wilayah Situbondo-Banyuwangi.

Sengaja kami undang peneliti gajah Sumatera, Mas Priyambodo, untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam pelaksanaan konservasi gajah yang sudah dilakukan. Harapannya ilmu dan pengalaman tadi bisa kita aplikasikan dalam konservasi banteng. Jika Universitas Lampung memiliki kepedulian terhadap gajah Sumatera, maka Universitas Jember ingin berkontribusi terhadap pelestarian banteng di Taman Nasional Baluran, tutur Wachju Subchan, peneliti KeRis Banteng dan Laboratorium Konservasi Hayati CDAST yang juga Wakil Rektor II Universitas Jember saat membuka kegiatan. 

Menurut Priyambodo, salah satu usaha yang dilakukan dalam konservasi gajah di Lampung adalah meneliti genetika gajah dalam rangka mengatasi berkurangnya populasi gajah. Kami meneliti genetika gajah yang ada di Taman Nasional Way Kambas, sehingga menghasilkan peta genetika gajah. Berdasarkan peta genetika ini kami dapat memilih dan menjodohkan  gajah tertentu agar menghasilkan keturunan gajah yang unggul. Selain itu kami menjalankan program translokasi gajah untuk menghindari bentrok antara penduduk dengan kawanan gajah, serta gerakan penghutanan kembali agar gajah tidak susah mencari makan, jelas Priyambodo yang juga alumnus Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember ini.

Paparan Priyambodo ternyata cocok dengan program konservasi banteng Laboratorium Hayati CDAST Universitas Jember dan KeRis Konservasi Banteng, seperti yang disampaikan oleh salah satu penelitinya Nur Widodo yang juga dosen di Program Studi Peternakan Universitas Jember Kampus Bondowoso. Program yang digagas adalah perkawinan antara banteng jantan Baluran dengan sapi Bali betina dengan metode inseminasi buatan. Dari penelitian genetika yang ada, sapi Bali memiliki gen yang paling mirip dengan banteng. Dengan program ini maka diharapkan menghasilkan keturunan betina yang akan dikawinkan lagi dengan banteng jantan Baluran, hingga akhirnya menghasilkan keturunan yang gen-nya adalah gen banteng. Ada dua keuntungan dengan metode ini, keturunan banteng akan dilepas ke Taman Nasional Baluran, sementara keturunan sapi Bali akan menjadi sapi unggul, tutur Nur Widodo.

Selain program perkawinan banteng Baluran dengan sapi Bali betina, Laboratorium Hayati CDAST dan KeRis Konservasi Banteng memiliki program jangka panjang menghasilkan bibit unggul Sapi Universitas Jember. Bibit sapi unggul ini adalah hasil persilangan sapi jenis Belgian Blue, sapi jenis Limusin dan sapi jenis Wagyu. Untuk mewujudkan bibit sapi unggul ini kami tengah menyiapkan sarana dan prasarana fasilitas peternakan terpadu yang menyediakan pembuatan pakan, hingga pemanfaatan limbahnya. Pusat peternakan terpadu ini berpusat di Universitas Jember Kampus Bondowoso dan fasilitas pendukung di Kampus Tegalboto. Program ini adalah program lintas disiplin yang melibatkan para peneliti dari Program Studi Peternakan, FMIPA, FKIP, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian serta dari fakultas lainnya termasuk membuka kesempatan bagi mahasiswa yang ingin meneliti, imbuh Nur Widodo. (Mia/Ded/iim/hms)

Universitas Jember, Masuk Laporan Keuangan Terbaik se-Indonesia





Jember, KaJe
(26 April 2019)-- Kabar membanggakan datang dari Kampus Tegalboto. Universitas Jember berhasil meraih predikat sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) kategori Satuan Kerja (Satker) dengan Laporan Keuangan Terbaik se-Indonesia tahun 2018, untuk kategori anggaran di atas 200 milyar rupiah. Senada dengan penghargaan tersebut, Universitas Jember juga meraih penghargaan sebagai PTN kategori Satker terbaik kedua se-Indonesia dalam pelaksanaan program, kegiatan, dan anggaran tahun 2018. Kabar bahagia ini disampaikan langsung oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember saat kegiatan Komunitas Sehat Keluarga Besar Universitas Jember hari Jumat pagi di halaman gedung rektorat (26/4).
Alhamdulillah, berkat kerja keras dan kerja sama yang kompak dari segenap keluarga besar Universitas Jember, kita bisa meraih dua penghargaan, sebagai PTN Satker dengan laporan keuangan terbaik untuk kategori anggaran di atas 200 milyar rupiah dan PTN terbaik kedua dalam pelaksanaan program, kegiatan, dan anggaran tahun 2018. Semoga di tahun depan paling tidak kita mampu mempertahankan predikat ini, ujar Moh. Hasan di depan peserta Komunitas Sehat yang terdiri dari unsur pimpinan, dosen, karyawan serta purnatugas Universitas Jember. Untuk diketahui, dua penghargaan tersebut telah diserahkan M. Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam kegiatan Rapat Koordinasi Capaian Kinerja Kemenristekdikti 2019 yang diadakan tanggal 23 April 2019 lalu di Jakarta.
Moh. Hasan lantas menjelaskan, keberhasilan Universitas Jember meraih dua penghargaan tadi tidak lepas dari komitmen untuk selalu taat pada aturan yang sudah ditetapkan Kemenristekdikti dan aturan lainnya. Kami juga melaksanakan prinsip efisien, efektif dan ekonomis dalam pengelolaan keuangan. Sementara prinsip Plan, Do, Check and Act selalu menyertai pelaksanaan program, kegiatan, dan anggaran yang ada, sehingga Good Governance University akan tercapai, imbuh Moh. Hasan. Guna memperkuat Good   Governance University serta mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), dan Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Universitas Jember menargetkan pemberlakuan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di tahun ini. Jika target ini tercapai, maka Universitas Jember bakal menjadi PTN pertama di Indonesia yang memberlakukan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).
Seiring dengan prestasi yang dicapai oleh Universitas Jember, maka pemerintah melalui Kemenristekdikti memberikan kepercayaan kepada Kampus Tegalboto untuk melaksanakan pembangunan berbagai sarana dan prasarana pendukung. Misalnya pembangunan laboratorium dan sarana pendukung lainnya dengan bantuan dana dari Islamic Development Bank. Insyallah pada bulan Agustus nanti sudah ada lima laboratorium dan satu auditorium yang sudah jadi. Kita juga tengah menyiapkan pembangunan gedung di Fakultas Hukum, FEB dan Fakultas Pertanian dan lokasi lainnya yang sumber dananya berasal dari PNBP kita, termasuk renovasi Masjid Al Hikmah. Kita juga merencanakan membangunan Entrepreneurship Tower bagi mahasiswa dengan bantuan para mitra, katanya.
Sebagai informasi, kegiatan Komunitas Sehat Universitas Jember adalah kegiatan rutin setiap bulan yang mempertemukan unsur pimpinan, dosen, karyawan bersama purnatugas Universitas Jember sekaligus para mitra kerja Universitas Jember. Kegiatan diisi dengan olahraga bersama, pemeriksaan kesehatan, serta penyebarluasan berbagai informasi terkait kondisi terkini di Kampus Tegalboto. Kegiatan Komunitas Sehat seperti ini menjadi salah satu cara kami untuk menggalang kerjasama dan kekompakan agar berbagai program yang sudah dicanangkan bersama dapat tercapai, pungkas Moh. Hasan. (iim)

Bupati Tekankan Tidak Boleh Ada Tempat Maksiat


Lumajang, KaJe
( 27 April 2019) ---Pemkab Lumajang sudah berkibijakan, bahwa tidak boleh ada tempat maksiat di Kabupaten Lumajang. Hal itu disampaikan, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., (Cak Thoriq), saat meresmikan Gedung Darul Falah di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Sabtu (27/4/2019) malam.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., (Cak Thoriq), menyampaikan, bahwa pemerintah harus mempunyai program dan kebijakan-kebijakan yang jelas. Pemerintah Kabupaten Lumajang sudah mempunyai kebijakan, salah satunya adalah larangan adanya tempat maksiat.

"Saya sudah memerintahkan semua jajaran ketika ada tempat maksiat buka, langsung saya perintah agar ditutup," ungkapnya.

Bupati menjelaskan, bahwa setiap melaksanakan Safari Jum'at dapat mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat secara langsung.

"Saya bersama jajaran TNI dan Polri akan terus ikhtiar dalam menjaga stabilitas di Kabupaten Lumajang. Sehingga masyarakat Lumajang kedepan lebih sejahtera," pungkasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol. Inf. Akhmad Fauzi, SE., mengingatkan pentingnya suasana yang kondusif setelah pelaksanaan pemungutan suara Pemilu serentak 2019.

Dandim 0821 menegaskan, bahwa sampai nanti pengumuman hasil Pilpres secara resmi diumumkan oleh KPU, masyarakat dapat menjaga keadaan tetap aman dan kondusif.

 "Semoga Kabupaten Lumajang tetap aman - aman saja dengan kepemimpinan Bupati yang sekarang," ujarnya.

Sementara itu, Takmir masjid Darul Falah, Muhammad Maskur, S.Pd.I., melaporkan, bahwa gedung Darul Falah terdiri dari beberapa ruangan, seperti kantor takmir masjid Darul Falah, ruang serba guna, ruang pertemuan/ aula, dan sekretariat unit pengelola zakat.

Dengan selesainya pembangunan gedung Darul Falah, diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai ruangan kesehatan dalam melayani masyarakat dan menjual obat, sehingga dapat dijadikan sebagai tempat usaha. Ruang pertemuan yang mampu menampung kurang lebih 100 orang. Serta terdapat ruang inap yang dapat digunakan oleh masyarakat dari luar daerah.

Peresmian gedung di komplek masjid tersebut bersamaan dengan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, dengan mubaligh Ustadz H. Moch. Wahib, M.Ag. Pada kesempatan itu, juga dilakukan tashoruf atau distribusi zakat maal menjelang ramadhan yang diberikan kepada 325 orang. (Suatman)

28/04/2019

Satnarkoba Polres Lumajang Bekuk Tersangka Pesta Sabu


Lumajang, KaJe
(28/04/2019) -Setelah berhasil menangkap 3 orang yang sedang pesta sabu, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang melakukan penggrebekan ke rumah pengedar Shabu  kepada 3 pelaku pesta Narkoba sebelumnya.

Pengedar shabu atas nama MOCH. SAEHURI (40 Th) tertangkap dirumah ya di Dsn. Karang Sukup Desa Kunir Kidul Kec. Kunir Kab. Lumajang pada Tanggal 27 April 2019 sekitar Jam 01.00 Wib.

Tersangka MOCH. SAEHURI (40 Th) ditangkap saat terjadi transaksi jual beli Shabu kepada Tersangka NUR HASAN (31 th) kec. Kunir.

Ditemukan barang bukti Shabu seberat 0,48 Gram di rumah Tersangka Saehuri. Barang bukti dan tersangka diamankan ke Mapolres Lumajang oleh Satuan Narkoba Polres Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menerangkan, "tersangka Saehuri merupakan pengembangan dari pengungkapan 3 pelaku yang pesta shabu. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, saya akan kejar pengedar diatasnya dan jaringannya. Saya tidak mau Lumajang menjadi basis penjualan Narkoba. Saya perintahkan kasat Narkoba utk sikat habis narkoba di Lumajang " terang Arsal.

“Saya himbau kepada masyarakat untuk memberikan informasi kepada kami, apabila mengetahui adanya transaksi narkoba di wilayahnya. Jangan biarkan wilayah anda menjadi basis peredaran narkoba, karena cepat atau lambat pasti akan berdampak kepada kawan anda, atau saudara anda, atau mungkin anak atau cucu anda terdampak narkoba. Sebelum itu semua terjadi, laporkan kepada kami, biar kami yang bekerja untuk menangkap pelakunya. pelapor akan saya rahasiakan identitasnya. saya sudah membuat facebook group sahabat Kapolres Lumajang, sebagai media interaksi langsung antara masyarakat dan Kapolres. saya tunggu partisipasi anda untuk melaporkan. Pelaku kriminal apapun laporkan kepada kami, silahkan laporkan melalui facebook group sahabat Kapolres Lumajang,” ujar Arsal kembali dengan geram.

Kasat Resnarkoba AKP Priyo Purwandito SH menambahkan "Alhamdulillah kami juga berhasil menangkap pengedar Shabu tersebut berkat hasil pengembangan kasus sebelumnya. Kami akan terus ungkap kasus-kasus narkoba lainnya untuk membuat Kabupaten Lumajang bebas dari peredaran Narkoba. Instruksi Kapolres untuk sikat habis narkoba akan saya tindaklanjuti" pungkas Priyo.

Barang Bukti yang disita dalam penggerebekan tersebut antara lain : 1. 1 (satu) buah potongan plastik bening ukuran kecil. 2. 2 (dua) buah plastik klip ukuran kecil yang berisi serbuk kristal diduga Shabu dengan berat @. 0,12 gram. 3. 1 (satu) buah jaket warna hitam.
4. 1 (satu) buah HP merk Brandcode warna hitam kombinasi silver beserta Simcard 082245850634. 5.  Uang tunai sisa penjualan Shabu, sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah).

Tersangka Saehuri melanggar pasal 114 ayat 1 Sub. 112 ayat 1 UURI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 10 tahun masa kurungan.( Suatman)

27/04/2019

Pemkab Lumajang Prioritaskan Sektor Pertanian


Lumajang, KaJe
(27 April 2019)  --- Pemerintah Kabupaten Lumajang memberi ruang prioritas pada sektor pertanian. Hal tersebut diutarakan, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M. ML., saat membuka Pasar Tani dan Festival Durian 2019, di halaman Stadion Semeru Kab. Lumajang, Sabtu (27/4/19) pagi.

Prioritas tersebut sebagai upaya memaksimalkan pengelolaan potensi yang ada di sektor pertanian. Sehingga, produk pertanian bukan hanya unggul, namun juga memiliki daya saing, seperti beras Lumajang.

"Kami akan teeus mendorong produktifitas pertanian Lumajang, agar benar-benar menjadi Kabupaten yang unggul dan berdaya saing," ujarnya.

Festival kali ini, diikuti oleh para pelaku usaha pertanian dari 21 Kecamatan se Kab. Lumajang, Mitra petani, TP PKK Kab. Lumajang, Perbankan dan berbagai UKM lainnya.

Kurang lebih sekitar 50 stand yang memamerkan produk hasil pertanian Lumajang, mulai dari Produk pertanian lokal sampai produk unggulan Lumajang, seperti, Durian Kembang, Pisang, Salak, Beras, Kelapa Muda, Kopi serta berbagi produk pertanian lainnya.

Cak Thoriq menyampaikan,  bahwa pihaknya akan terus berkomitmen untuk memperkenalkan potensi keunggulan pertanian yang ada di Kab. Lumajang, seperti misalnya, Pisang Mas Kirana, Duren Kembang, Kopi Lereng Semeru, Beras maupun Salak.

Produk unggulan hasil pertanian Lumajang, diharapkan mempunyai nilai tambah, melalui kreatifitas pengolahan dan pengemasan produk sesuai pangsa pasar.

Cak Thoriq mengungkapkan, keunggulan hasil pertanian, seperti beras Lumajang sudah mampu menembus pasar ritel sekelas Transmart. Ia berharap, produk pertanian lain dapat dioptimalkan dan memiliki "brand quality" yang baik.

"Ke depan pertanian Kabupaten Lumajang yang unggul ini dipertemukan dengan jejaring usaha pertanian. Banyak unggulan pertanian Kabupaten Lumajang mulai dari bahan pokok seperti beras, jagung, buah - buahan, bahwa kita mempunyai ikon utama, yaitu, memiliki produk pertanian yang unggul dan layak diunggulkan," paparnya.

Sementara itu,  Kepala Dinas Pertanian Kab. Lumajang, Ir. Imam Suryadi, M.Si., megungkapakan bahwa, Pasar Tani tersebut, merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan Petani.

"Dengan adanya Pasar Tani ini, Petani dapat berinteraksi langsung dengan user (pembeli) dan sekaligus menjadikan pembelajaran bagi Petani dalam beragribisnis. Masyarakat pun dapat mengetahui lebih banyak Potensi Pertanian Kabupaten Lumajang," ungkapnya.

Festival Durian tersebut, bertujuan untuk memperkenalkan produk - produk pertanian Kab. Lumajang. Sehingga dapat dikenal di berbagai daerah.

Pada Festoval Durian dan Pasar Tani itu, pengunjung disuguhi gunungan hasil pertanian yang bisa dinikmati langsung secara gratis. Bagi penggemar kopi, juga bisa "nyruput" minuman kopi khas Lumajang secara gratis. (suatman)