25/05/2019

Tim Cobra Polres Lumajang Gerebek Rumah Produksi Petasan



Lumajang, kabarejember.com
(25/05/2019)--- (24 Mei 2019), pukul 22.00 WIB, Dua warga Dusun Curang Lengkong Desa Curahpetung Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang diamankan petugas karena memproduksi petasan tanpa seijin pihak berwenang.

Kedua Tersangka yang berasal dari Dusun Curang lengkong Desa Curahpetung Kec Kedungjajang Kab Lumajang atas nama Imam Rudianto (23) dan Mohammad Wahid (25).
Keduanya ditangkap di rumahnya saat memproduksi mercon.

Barang bukti yang diamankan berupa 309 mercon dari berbagai ukuran dan 22 bungkus bahan baku pembuatan mercon seperti sumbu dan mesiu (bubuk petasan).

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menjelaskan, di rumah pelaku ditemukan banyak petasan buatan dan bahan bakunya. Bahkan, ada ukuran besar, yang daya ledaknya besar.

Petasan ini terlihat sepele tapi membahayakan. Untuk itu kami akan merazia Produsen petasan di Lumajang. Saya tidak ingin ada kasus jatuhnya korban akibat petasan di Lumajang. Apalagi bahan bakunya dari mesiu yang bisa diproduksi menjadi bahan peledak,” ujar Arsal.

Kapolsek Kedungjajang AKP Sugianto, SH menyatakan, sesuai instruksi Kapolres agar masing-masing polsek menggiatkan operasi penyakit masyarakat. "Kami langsung melakukan pemetaan wilayah. Dari sana kami dapat informasi masyarakat adanya rumah pembuat petasan. bersama Tim Cobra Polres Lumajang, kami lakukan penggerebekan, dan akhirnya bisa mengungkap rumah pembuat petasan ini,” ujar Sugianto.

Perlu diketahui bahwa sudah banyak orang yang menjadi Korban keganasan petasan,  untuk itu Polres Lumajang melakukan Razia dan penggerebekan di sejumlah tempat pembuatan petasan untuk meminimalisasi  korban insiden ledakan petasan.

Sebagai informasi, berikut 3 insiden ledakan petasan yang pernah memakan korban jiwa :
1. Bocah di Pekanbaru Tewas Akibat Bermain Mercon
Pada tanggal 27 Juni 2015 lalu, seorang bocah di Pekanbaru, Riau tewas akibat ledakan mercon. Alfaro yang masih berusia 5 tahun tersebut tewas mengenaskan karena bermain dengan mercon tanpa pengawasan orang tua.

2. Petasan Meledak Saat Diracik, 1 orang tewas
 pada tanggal 11 Juli 2015, Kliwon (43), warga RT 6/3 Dukuh Kendogo, Bondansari, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, meregang nyawa saat petasan racikannya meletus. Rencana merayakan lebaran dengan menyulut petasan pun berakhir duka. Akibat ledakan dari petasan racikannya ini, Kliwon mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya dan tewas seketika. Tidak hanya Kliwon, ponakannya yakni M Dandy (10), yang tengah bermain di dapur mengalami luka serius, bahkan patah tulang di bagian tangan kanan korban.

3. Petasan Meledak di Malang, Empat Orang Tewas
26 Oktober 2015 menjadi hari yang nahas bagi warga Jalan Kyai Pasreh Jaya, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Satu rumah rusak berat dan empat orang meninggal dunia akibat ledakan hebat yang bersumber dari petasan.

Saat ini kedua tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Lumajang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Sedangkan pasal yang menjerat tersangka yaitu pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI No. 12 Tahun 1951 yang berbunyi, tanpa hak membuat, menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan dan mempergunakan bahan peledak untuk membuat petasan, dengan ancaman hukuman minimal 12 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.(suatman)

Dharma Wanita Persatuan Jember Gelar Pasar Murah Dipromotori Istri Sekda



Jember, kabarejember.com
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jember menggelar Pasar Murah Bersubsidi untuk Dhuafa di Jalan Sudarman atau di depan kantor Pemkab Jember, Sabtu, 25 Mei 2019.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jember Iriane Mirfano, menjelaskan, subsidi untuk komoditas yang dijual sebesar Rp. 3.000.

Komoditas yang dijual yakni beras, minyak goreng, gula, dan mie instan. Masing-masing mendapat item komoditas ini mendapat subsidi. Iriane merinci, 1 Kg beras dari harga dasar Rp. 9.800 menjadi Rp. 7.000. Sementara 1 liter minyak menjadi Rp. 8.500 dari harga dasar Rp. 11.500.

Demikian pula dengan 1 Kg gula menjadi Rp. 8.500 dari harga semula Rp. 11.500. Sedang mie instan sebanyak 4 bungkus dijual Rp. 7.000 dari harga semestinya Rp. 10.000. Ia juga mengungkapkan telah mengedarkan kupon pembelian senilai Rp. 10 ribu untuk anak dhuafa yang bisa dipakai untuk membeli paket beras, minyak, gula dan mie instan.

Istri Sekda Jember, Ir. Mirfano ini mengatakan, pasar murah ini bisa digelar atas kerjasama dengan beberapa pihak seperti Bulog, Perwira, donatur perusahaan swasta, donatur perorangan, dan komunitas.

"Jika pembeli tidak mempunyai kupon, sudah disiapkan barang subsidi pemerintah dan semoga dengan uang Rp. 10 ribu berbentuk kupon ini bisa membantu para dhuafa," harapnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Jember,  Arismaya Parahita, SP, berkesempatan memberikan sambutan pembukaan pasar murah bersubsidi itu.

Arismaya menjelaskan, menyampaikan Pasar Murah Bersubsidi untuk 1000 dhuafa yang berasal dari 3 kecamatan kota ditambah Kecamatan Jelbuk ini  pertama kali dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jember. Pria yang sebelumnya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya yang sangat baik dan Pemerintah Kabupaten Jember sangat mengapresiasi.

"Kegiatan pasar murah bersubsidi tentu akan membantu kebutuhan konsumsi bahan pokok di bulan Ramadhan dan hal ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para dhuafa," ujar Arismaya.

Ditambahkan dia,  mudah-mudahan menjadi amal ibadah kita, menjadi penyempurna dari perjalanan puasa Ramadhan kita, dan menjadi pintu dibukanya amalan kita. (Mia/Mul/hms)

Toga dan Masyarakat Lumajang Kecam Kerusuhan di Jakarta


Lumajang, kabarejember.com
(25/05/2019) --- Sejak 21 Mei hingga 22 Mei 2019, seluruh wilayah Indonesia khususnya Ibukota Jakarta masuk dalam fase siaga satu. Status ini sendiri dikeluarkan langsung oleh pihak Kepolisian. Pernyataan itu menanggapi semakin naiknya tensi politik seusai penetapan pemenang  Presiden 2019 oleh KPU Nasional.

  Sesuai dengan prediksi awal, seusai penetapan terjadi pergolakan yang mengakibatkan mengarah anarkis dari salah satu kelompok yang tak menerima kekalahan dalam Pemilu tersebut.

  Untungnya, TNI dan Polri telah disiagakan jauh hari sebelum tanggal penetapan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Baik dari TNI maupun  Polri dalam pengamanan tak dibekali peluru tajam dan hanya membawa tongkat dan tameng serta gas air mata.

Tak hanya itu, ada water canon untuk mengantisipasi keadaan terburuk. dari peristiwa kerusahan ini terdapat korban jiwa dan juga kerugian materil yang tidak sedikit.
Situasi inilah dikecam ramai-ramai oleh Tokoh agama dan masyarakat di Lumajang, diantaranya ketua FKUB Lumajang,

Ketua MUI Lumajang dan masyarakat Lumajang yang mengatasnamakan “Gerakan Indonesia Bersatu” ramai-ramai mengutuk aksi kerusuhan yang dilakukan sekelompok massa di Jakarta pada tanggal 21-22 Mei 2019.

 Ketua FKUB Lumajang Drs. H.M. KHOIRI. M.Pdi berharap agar situasi panas karena politik di Jakarta segera berakhir. “Kami sangat mengutuk aksi kerusuhan yang dilakukan oleh massa di Jakarta. ini tindakan bar-bar yang tidak bertanggungjawab. apalagi sampai merusak puluhan kendaraan dinas petugas dan merusak fasilitas umum. Kelakuan massa ini menyimpang dari norma-norma agama,” ungkapnya.

Senada dengan KH. AHMAD HANIF, SQ, Ketua MUI Lumajang  menjelaskan bahwa sudah seharusnya rakyat Indonesia bersikap dewasa untuk menerima setiap keputusan dan menerima dengan lapang dada. “Saya berharap kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya warga Lumajang untuk memahami setiap keputusan dari pemerintah. Apalagi dalam hal ini, keputusan KPU Nasional adalah hasil pemungutan suara yang diikuti oleh seluruh rakyat Indonesia. Saya berharap, keadaan di Jakarta segera kondusif kembali. Kami kutuk aksi-aksi rusuh yang dilakukan oleh sekelompok orang,” ujar koordinator Gerakan Indonesia Bersatu, Mansyur Hidayat dalam unjuk rasa damai yang diikuti ratusan orang.

Dalam orasinya di depan KPUD Lumajang pada tanggal 23 Mei 2019 menyatakan,  "Kami masyarakat Lumajang menolak kegiatan People power yang berlangsung rusuh di Jakarta yang berakibat adanya korban jiwa dan kerugian materiil. untuk itu kita sebagai masyarakat Lumajang jangan sampai ikut terprovokasi isu hoax yang muncul pasca kerusuhan di Jakarta. Kami dukung TNI - Polri mengambil langkah-langkah menstabilkan situasi," ujarnya dihadapan ratusan massa yang mengatasnamakan “Gerakan Indonesia Bersatu.
Kegiatan unjuk rasa damai tersebut diterima oleh Kapolres Lumajang, Anggota Kodim 0821 serta seluruh komisioner KPUD Lumajang. Mewakili masyarakat yang berunjuk rasa, Koordinator pengunjuk rasa memberikan setangkai bunga kepada Kapolres, anggota kodim 0821 dan ketua KPUD Lumajang sebagai simbol dukungan. (Suatman)

Tanam Perdana PTPN X Libatkan Insan Pers



Jember, Kabarejember.com
Bertempat di Penataran Gayasan PTPN X Kertosari diadakan penanaman tembakau perdana. Turut hadir dalam acara tersebut,  Aris toharisman direktur operasional PTPN X, perwakilan BSB, kepala divisi tembakau, general manager kebun Ajung gayasan,IIKB , pers serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di sekitar wilayah kerja.

 Menurut Sunarno, acara penanaman tembakau perdana ini melibatkan pers,  sangatlah baik. Karena disini terlihat jelas sinergi antara pengusaha dan pers, banyak positifnya.

Aris Toharisman mengatakan bahwa PTPN X Kebon Kertosari mempunyai target NW harus 35 persen, dan semua karyawan sudah siap mewujudkan target tersebut. "PTPN X mempunyai 2 tanaman komoditi yaitu tanaman Tebu dan Tembakau, namun Tembakau ini menjadi komoditi unggulan dari PTPN X," katanya.

Tanaman komoditi tebu yaitu gula selalu dibatasi harga eceran tertinggi yaitu Rp. 12.500, dimana biaya, produksi, tenaga kerja, pupuk naik semua sedangkan harga jual dibatasi, namun sebaliknya dengan tembakau. "Tembakau dibuat cerutu, dimana harga tidak menjadi ukuran seperti kita membeli gula, makanya tembakau ini menjadi tulang punggung PTPN X," jelasnya.

Komoditi tembakau banyak menyerap tenaga kerja, ribuan orang tergantung dengan tanaman tembakau. Tembakau juga menjadi ciri khas Kabupaten Jember, serta Musium tembakau hanya ada di Kabupaten Jember. "Melestarikan tembakau menjadi tanggung jawab kita (PTPN X) agar jangan sampai hilang dari Kabupaten Jember dan dari PTPN X," kata Aris Toharisman.

Untuk tahun 2019 ini, PTPN X menanam tembakau seluas 500 hektar, yang terbagi menjadi dua wilayah. ( mul)

Sukses Bina Puskesmas, Universitas Jember Kampus Lumajang Replikasikan MPK di Kota Batu



Lumajang, kabarejember.com
Kesuksesan Program Studi Diploma 3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang mendampingi sembilan Puskesmas di Lumajang melalui program Masyarakat Peduli Kesehatan (MPK) sebagai Multi Stakeholder Forum (MSF), mendapatkan apresiasi. Hal ini ditunjukkan dengan diundangnya Nurul Hayati, Ketua Program Studi Diploma 3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang sebagai salah satu pemateri dalam rangkaian kegiatan “Lokakarya Penguatan Kapasitas Multi Stakeholder Forum Unit Layanan Puskesmas di Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Batu”. Rangkaian lokakarya yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Batu bersama Tim Pelaksana Kinerja Kantor Jawa Timur yang didudukung oleh Asian Development Bank ini diadakan dalam dua kali kegiatan, pertama di tanggal 15 Mei lalu dan kedua pada 23 dan 24 Mei 2019.
Dalam lokakarya yang diadakan di aula Dinas Kesehatan Kota Batu, Nurul Hayati memaparkan pengalamannya membentuk dan membina kelompok Masyarakat Peduli Kesehatan (MPK) dalam meningkatkan mutu layanan kepada pasien di sembilan Puskesmas di Lumajang. Semenjak dibentuknya MPK pada tahun 2012 lalu, kami langsung berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan kesehatan di Lumajang, baik dari unsur pemerintah seperti Dinas Kesehatan, Badan KB, Dinas Pendidikan hingga organisasi kemasyarakatan dan organisasi agama serta tokoh masyarakat setempat. Harapannya, bakal ada inventarisasi masalah yang kemudian ditindaklajuti dengan penanganan masalah, jelas Nurul Hayati yang juga Ketua MPK Lumajang.
Pembentukan MPK sebagai Multi Stakeholder Forum menjadi satu irisan penting dari puzzle perwujudan tata kelola dalam bidang kesehatan dari sisi pelayanan publik. Fungsi MPK menghubungkan masyarakat dengan unit pemberi layanan, dalam hal ini Puskesmas. Masukan, kritikan, serta permasalahan yang dirasakan oleh masyarakat dapat dikelola oleh MPK untuk disampaikan kepada Puskesmas guna mewujudkan pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat. Pada sisi yang lain masyarakat juga berperan serta dalam proses peningkatan pelayanan publik dari sisi publikasi, dengan berbagi cerita baik yang muncul sebagai hasil dari praktek inovatif dan kreatif yang telah berjalan dan dilaksanakan oleh Puskesmas.

Dari pengalaman kami di Lumajang, adanya MPK memberikan dampak positif terhadap layanan Puskesmas. Jika dulunya layanannya dirasa lambat, kini sudah proaktif, sudah tidak ada lagi Puskesmas yang kotor setelah permasalahan ini dibawa ke MPK. Adanya MPK memberikan pemahaman kepada masyarakat akan hak dan kewajibannya, sementara bagi Puskesmas lebih sadar akan peran dan fungsinya dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Harapannya mutu pelayanan publik di bidang kesehatan makin meningkat," tutur Nurul Hayati.

Nurul Hayati lantas menganjurkan agar pemangku kepentingan di bidang kesehatan mengagendakan berbagai kegiatan rutin yang dapat mempertemukan Puskesmas dengan masyarakat, sebagai wadah berkomunikasi, membicarakan, mendiskusikan serta menanggapi suatu hal guna mencapai tujuan bersama dalam upaya peningkatan efektifitas pelayanan publik. Tujuannya agar Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat dapat memetakan pemangku kepentingan kesehatan yang ada, apakah mereka tergolong stakeholder yang memiliki kepentingan rendah namun pengaruhnya tinggi atau sebaliknya, " imbuh Nurul Hayati lagi.

Sementara itu menurut drg. Kartika Trisulandari, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, rencananya Dinas Kesehatan Kota Batu akan membentuk MPK di dua Puskesmas sebagai proyek percontohan. Pihaknya akan mereplikasian MPK yang sudah dimotori oleh Program Studi Diploma 3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang. Di tahap awal akan dibentuk MPK Puskesmas Kota Batu dan MPK Puskesmas Junrejo. Lokakarya diikuti oleh lima puluh peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, perangkat Dinas Kesehatan Kota Batu, serta instansi terkait.
“Pembentukan MPK di dua Puskesmas di kota Batu diharapkan secara bertahap mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Batu. Oleh karena itu kami berterima kasih kepada rekan-rekan dari Program Studi Diploma 3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang yang telah berbagi ilmu dan pengalaman, semoga good practices PMK di Lumajang dapat diaplikasikan di Kota Batu, harap drg. Kartika Trisulandari. (Mia/tim hms)

Pengurus BEM-BPM Baru Dilantik, Langsung Rencanakan Program


Jember, kabarejember.com
Universitas Jember memiliki jajaran pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) baru. Jajaran pengurus BEM dan BPM masa bhakti 2019/2020 ini dilantik oleh Zulfikar, Wakil Rektor I Universitas Jember di aula lantai 3 gedung rektorat dr. R. Achmad (24/5).

Terpilih sebagai ketua BEM Universitas Jember, Ahmad Fairuz Abadi dari Fakultas Teknik, didampingi wakilnya, Muhammad Rizal dari Fakultas Pertanian. Turut dilantik pula dalam kesempatan ini enam anggota BPM, yakni Sastra Dinata dan M. Rizal Nur Syaiful dari Fakultas Hukum, Novitasari dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fadhilah Nur Hakim dari Fakultas Ilmu Komputer, serta Aida Rena dan Nuril Fadhilah dari FMIPA.

Ditemui seusai pelantikan, Ahmad Fairuz Abadi menjelaskan rencana program BEM yang dipimpinnya. Ada dua program yang sudah kami agendakan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa Kampus Tegalboto di berbagai bidang kegiatan. Pertama meningkatkan kegiatan advokasi kepada mahasiswa dengan cara serap aspirasi langsung yang bekerjasama dengan BEM dan BPM di masing-masing fakultas.

Kedua, gerakan Universitas Jember Milik Semua, kegiatan yang menggelorakan kecintaan dan kebanggaan kepada Kampus Tegalboto. Kami merancang program kedua ini karena Universitas Jember kini tidak hanya berlokasi di Jember saja, tapi ada di Bondowoso, Lumajang dan Pasuruan. Kami ingin walau kampus Universitas Jember ada di berbagai kota, semuanya adalah satu, mahasiswa Universitas Jember yang memiliki hak dan kewajiban yang sama, jelas mahasiswa asal Sumenep ini.

Senada dengan BEM, pengurus BPM juga telah menyiapkan berbagai program yang intinya meningkatkan partisipasi mahasiswa, khususnya partisipasi di lembaga resmi kemahasiswaan seperti BEM dan BPM. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu anggota BPM terpilih, Sastra Dinata. Kami ingin mengusulkan pembentukan badan kongres untuk melengkapi BEM dan BPM yang sudah ada.

Jadi, organ pemerintahan mahasiswa Universitas Jember mengikuti sistem tata pemerintahan yang menggunakan sistem bikameral. Kedua, untuk program jangka panjang kiranya perlu digagas pembentukan partai mahasiswa agar mahasiswa tertarik terjun aktif di organisasi resmi kemahasiswaan di Kampus Tegalboto, ungkap Sastra Dinata yang mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2017 ini. 

Namun, baik BEM dan BPM sepakat untuk bekerjasama guna meningkatkan angka partisipasi mahasiswa di kegiatan yang diadakan oleh BEM dan BPM yang dirasa masih minim. Kondisi ini tercermin dari angka partisipasi mahasiswa pemilih dalam Pemilihan Raya 2019 yang hanya berkisar di angka dua puluh persen saja.

Padahal mahasiswa yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 27 ribu mahasiswa. Ini menjadi pekerjaan rumah kami untuk meningkatkan angka pemilih dalam setiap Pemilihan Raya agar legitimasi bagi yang terpilih makin meningkat. Salah satunya dengan terus menyosialisasikan berbagai program BEM dan BPM kepada seluruh mahasiswa Universitas Jember," imbuh Ahmad Fairuz Abadi.

Sementara itu dalam sambutan pelantikannya, Wakil Rektor I Universitas Jember berharap agar pengurus BEM dan BPM yang baru segera mengadakan konsolidasi internal agar semua program yang sudah dicanangkan dapat terlaksana. "Rencanakan semua program dengan cermat agar tidak mengganggu perkuliahan, kedua saya usul agar kegiatan yang direncanakan berkelanjutan, spesifik, dan memiliki kekhasan agar kepengurusan yang berikutnya dapat melanjutkan.

Harap Zulfikar yang juga tidak lupa mengapresiasi kerja Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM), Panitia Pengawas Pemilu Mahasiswa, serta jajaran Wakil Dekan III. Turut hadir dalam pelantikan pengurus BEM dan BPM para Wakil Dekan III semua fakultas, Kepala Biro I, pengurus organisasi kemahasiswaan, pengurus Unit Kegiatan Kemahasiswaan, serta jajaran KPUM dan Panitia Pengawas Pemilu Mahasiswa.

Untuk diketahui Ahmad Fairuz Abadi  Muhammad Rizal terpilih menjadi Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM setelah meraih 3.025 suara, unggul atas pasangan Ardhiyan Irwansyah Putra  Fauzan Mufid Murtadlo yang mendapatkan 2.847 suara dalam Pemilihan Umum Raya Mahasiswa Universitas Jember yang diadakan pada 7 Mei 2019 lalu. Sementara untuk pemilihan anggota BPM hanya diikuti enam calon anggota saja, padahal sesuai aturan setiap fakultas seharusnya dapat diwakili oleh tiga anggota BPM. (Mia/iim/hms)

Apresiasi Kinerja Kepolisian, Mahasiswi Jember Beri Bunga


Jember, kabarejember.com
Sekelompok mahasiswi berpakaian almamater kampus mendatangi Polres Jember pada Jum'at siang (24/5) dengan membawa beberapa ikat bunga dan diberikan kepada para Polisi yang sedang bertugas di Polres Jember.
Aksi yang dilakukan oleh mahasiswi yang berasal dari Universitas Muhammadiyah dan Politeknik Negeri Jember tersebut dilakukan sebagai wujud apresiasi terhadap kinerja pihak Kepolisian yang telah bertugas melakukan pengamanan secara humanis pada aksi demonstrasi di Jakarta pada 22 Mei lalu.
"Jadi, kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sikap tegas Kepolisian terhadap para perusuh pada aksi 22 mei lalu di Jakarta yang hendak merusak tatanan demokrasi di Indonesia," ujar Kiky, salah satu Mahasiswi  dihadapan para awak media.
Kapolres Jember, AKBP.  Kusworo Wibowo SH., S.I.K., MH menanggapi positif aksi yang dilakukan oleh para Mahasiswi tersebut.  "Tentunya, wajah anggota-anggota yang menerima bunga tadi senang. Semoga ini juga bisa menjadi cambuk motivasi bagi Polres Jember untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi pada masyakakat,"  ujar Kapolres Jember. (Ulu/Mia)