31/05/2019
Selama Operasi Ketupat 2019, Kapolres dan Dandim 0821 Patroli Bersama
Lumajang, Kabarejember.com
( 30/05/2019 ) ---Operasi ketupat yang di laksanakan selama 13 hari mulai dari tanggal 28 mei 2019 hingga 10 juni 2019, sasarannya adalah menciptakan Kamseltibcar lantas dan menjaga stabilitas kamtibmas. Hal ini karena aktifitas masyarakat yang meningkat seperti masyarakat yang beraktifitas mempersiapkan lebaran dengan membeli kebutuhan-kebutuhan lebaran, kemudian aktifitas masyarakat yang mempersiapkan kedatangan keluarganya dari jauh yang akan pulang mudik , serta mobilitas masyarakat yang mudik berpindah dari satu wilayah ke wilayah yang lain yang pergerakannya sangat masif dimana banyak orang yang bergerak . Di samping itu ada juga aktifitas masyarakat yang berwisata .
Situasi ini membutuhkan konsentrasi yang besar dalam bidang keamanan karena semakin banyak aktifitas semakin tinggi tingkat kerawanan, baik rawan kriminalitas maupun rawan kecelakaan.
Mengantisipasi hal tersebut Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH Dan Dandim 0821 Letkol Inf Ahmad fauzi S.E beserta jajarannya melakukan patroli bersama sampai ke perbatasan antara Lumajang - Probolinggo sekaligus melakukan pengecekan ke beberapa pos mulai dari Pos Pam Kota , Pos Pam Minak Koncar Wonorejo , Pos Yan Mlawang Klakah , sampai Pos Pam Wates Wetan Ranuyoso. Beliau juga sekaligus memberikan biskuit , supermi dan air mineral disetiap pos pam untuk di konsumsi petugas jaga pos tersebut .
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengungkapkan, bahwa dirinya dan Dandim 0821 akan rutin melakukan patroli bersama selama operasi ketupat ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Lumajang ataupun masyarakat di luar Lumajang yang beraktifitas di wilayah Lumajang."Sasaran patroli kami ke wilayah rawan kriminalitas maupun rawan kecelakaan. kami juga sekaligus melakukan pengecekan ke pos-pos pengamanan untuk memastikan kesiap-siagaan personil yang jaga,”ujar Arsal.
" Saya juga menghimbau kepada masyarakat yang mudik agar mematuhi peraturan lalu lintas , jaga etika dalam berlalu lintas , jangan ugal-ugalan dalam mengemudi , gunakan save belt , dan apabila lelah lebih baik berhenti dan cari pos pelayanan yang telah disiapkan pihak kepolisian . Disana juga disiapkan veltbelt untuk rebahan . Setiap polres telah menyiapkan pos-pos pelayanan dengan fasilitas yang lengkap seperti tempat bermain anak , tempat istirahat , petugas medis , makanan ringan dan lain sebagainnya," ungkap Arsal.
Dandim 0821 Letkol Inf Ahmad Fauzi SE menyatakan, bahwa dirinya dan kapolres sangat peduli akan stabilitas kamtibmas diwilayah Lumajang , untuk itu kami rutin patroli bersama . Kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa TNI POLRI akan selalu hadir di tengah - tengah masyarakat. "Saya juga menghimbau kepada masyarakat Lumajang agar membantu menciptakan stabilitas kamtibmas di wilayah masing - masing. kalau bukan kita siapa lagi yang menjaga kota ini,” tutur Fauzi.
Perlu Diketahui bahwa Operasi ketupat di Lumajang akan melibatkan 456 personel gabungan, terdiri atas 200 personel Polri, 60 personel TNI, 75 personel kementerian dan Dinas Terkait, 30 personel Satpol PP, 16 personel Pramuka, serta 75 personel organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. (Suatman)
30/05/2019
PJ Sekda Buka Sosialisasi E-BPHTB
Lumajang, kabarejember.com
Pejabat (Pj ) Sekertaris Daerah Kab. Lumajang, Agus Triyono, M. Si., membuka Sosialisasi dan Bintek Aplikasi E - Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS) di Aula Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kab. Lumajang, Selasa (28/05/19).
PJ Sekda mengatakan, bahwa, apa yang dilakukan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) melalui sosialisasi tersebut, merupakan implementasi dari OPD untuk mewujudkan program Bupati dan Wakil Bupati, salah satunya untuk menigkatkan derajat pemerintah dengan berbasis IT.
Menurutnya, hal itu dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses serta mendapatkan pelayanan secara cepat.
Ia mengungkapkan, bahwa, berkenaan dengan perkembangan "Smart City", Kab. Lumajang masih tertinggal.
"Berkenaan dengan smart city kita masih tertinggal," jelasnya.
Untuk itu, pihaknya akan terus mengembangkan smart city yang ada di Kab. Lumajang, seperti misal yang saat ini sudah berjalan, yaitu aplikasi Siperlu serta berbagai program yang berbasis IT lainnya.
"Kita akan terus mendorong Kab. Lumajang untuk menjadi kabupaten yang maju di bidang smart city", ujarnya.
Ia menghimbau kepada PPAT dan PPATS agar bisa mengikuti kegiatan dengan baik. sehingga dapat memahami E - BPHTB.
Plt. Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah Kab. Lumajang, Hari Susiati, S. H., melaporkan, bahwa, tujuan sosialisasi teraebut adalah untuk memberikan pemahaman tentang pelayanan pemungutan BPHTB yang berbasis secara online serta untuk memberikan pelayanan secara cepat dan transparan terhadap masyarakat.
Peserta yang mengikuti sosialisasi tersebut tercatat kurang lebih 64 orang terdiri dari PPAT dan PPATS se kab. Lumajang
Salah satu syarat dalam menggunakan aplikasi BPHTB online adalah Notaris/PPAT/PPATS terlebih dahulu memperoleh hak akses berupa ID pengguna (username) dan kode akses (password) dari BPPRD untuk bisa login ke Aplikasi.
Untuk memulai mengakses aplikasi, pengguna dapat mengunjungi http://bprd.lumajangkab.go.id:1010/bphtb/ (woko)
Gus Sholah : Ummat Islam Harus Kuasai IPTEK
Jember, kabagrent.com
Al Quran yang diturunkan di bulan Ramadhan bagi ummat Islam bukan hanya pedoman yang mengatur tujuan di akhirat, namun juga memberikan petunjuk kehidupan di dunia, termasuk mengajarkan kepada kita mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Buktinya terdapat kurang lebih delapan ratus ayat di Al Quran yang terkait IPTEK, dan hanya 150-an ayat saja yang membahas mengenai hukum. Sayangnya justru lebih banyak buku dan kitab yang membahas mengenai ayat di Al Quran tentang hukum, dibandingkan dengan buku dan kitab yang membahas ayat di Al Quran yang mengkaji IPTEK. Oleh karena itu ummat Islam dan bangsa Indonesia harus menguasai IPTEK agar mampu mandiri.
Pendapat ini disampaikan oleh KH. Sholahuddin Wahid pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng sekaligus Rektor Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Jombang saat memberikan sambutan pada acara penyerahan fasilitas Air Siap Minum (Arsinum) dari BPPT kepada Pondok Pesantren Tebu Ireng, penandatanganan kerjasama (MoU) antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan Pondok Pesantren Tebu Ireng, sekaligus penandatanganan kerjasama antara BPPT dengan Universitas Jember di Madrasatul Quran Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang (28/5). Kyai yang akrab dipanggil Gus Sholah ini lantas menjelaskan kebijakan Pondok Pesantren Tebu Ireng yang membuka SMA Pesantren Sains (Trensains) sebagai salah satu usaha untuk menyiapkan santri yang juga piawai dalam menguasai berbagai bidang IPTEK.
SMA Trensains Tebu Ireng mengadopsi kurikulum pesantren dan nasional, sementara pembelajarannya mengedepankan dialektika antara agama dengan sains. Harapannya akan menghasilkan lulusan yang memiliki Iman dan taqwa sekaligus menguasai IPTEK. Untuk itu kami mendukung kerjasama antara Pondok Pesantren Tebu Ireng dengan berbagai pihak seperti BPPT dan perguruan tinggi, jelas Gus Sholah. Dalam kesempatan ini BPPT menyerahkan fasilitas Arsinum bagi Madrasatul Quran Tebu Ireng sebagai awal kerjasama di bidang penerapan IPTEK di lingkungan pondok pesantren. Sementara itu kerjasama antara Universitas Jember dengan BPPT fokus pada kerjasama antara Fakultas Teknik dengan berbagai pusat teknologi yang ada di lingkungan BPPT. Penandatanganan kerjasama antara Universitas Jember dengan BPPT dilakukan oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember dengan Kepala BPPT Hammam Riza.
Sementara itu dalam sambutannya, Moh. Hasan menyambut gembira kerjasama dengan BPPT, pasalnya Kampus Tegalboto saat ini tengah serius mengembangkan berbagai program studi terutama di bidang yang terkait Science, Technology, Enggineering, and Mathematic (STEM) seperti Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan, Program Studi Teknik Perminyakan, Program Studi Teknik Pertambangan. Apalagi Universitas Jember sudah ditetapkan oleh Kemenristekdikti sebagai perguruan tinggi dengan keunggulan di bidang Bioteknologi di bidang pertanian, perkebunan dan kesehatan.
Kedua, Universitas Jember yang semula hanya ada di Jember kini telah hadir di Bondowoso, Lumajang dan Pasuruan, tentunya kami dituntut untuk turut mengembangkan potensi tiap daerah. Oleh karena itu kami membutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan di bidang IPTEK khususnya BPPT yang memiliki keunggulan memiliki pengalaman panjang dalam penerapan teknologi di masyarakat di berbagai bidang, ujar Moh. Hasan. Dalam kesempatan penandatanganan kerjasama ini Rektor Universitas Jember didampingi oleh Dekan Fakultas Teknik, Entin Hidayah.
Sementara itu Kepala BPPT mendukung kerjasama yang terjalin diantara BPPT dengan Universitas Jember, pasalnya pengembangan IPTEK di sebuah negara akan maju jika didukung oleh lembaga pendidikan seperti PTN maupun pondok pesantren sebagai penyedia dan pembina sumber daya manusia. Kerjasama dengan berbagai pihak di bidang pengembangan IPTEK sudah sesuai dengan program BPPT yang ingin menjadikan IPTEK sebagai penghela perekonomian Indonesia. Semoga penandatanganan kerjasama kali ini membuka peluang kerjasama yang lebih luas di berbagai bidang, baik dengan Universitas Jember maupun dengan pondok pesantren, imbuh Hammam Riza. (Mia/iza/iim)
Kapolres Pimpin Rekontruksi Penggrebekan Rumah Produksi Petasan
Lumajang, kabarejember.com
(Rabu, 29 Mei 2019), Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH memimpin rekonstruksi penemuan rumah produksi petasan atau biasa disebut mercon di Desa Curah Petung Kecamatan KedungJajang. Pada penggrebekan oleh petugas berhasil diamankan dua orang bernama I.R (23 th) dan M.W (25 th). Dari tangan keduanya, petugas berhasil menyita 309 mercon dari berbagai ukuran serta 22 bungkus bahan baku pembuatan mercon seperti sumbu dan bubuk mesiu.
Dari Hasil rekonstruksi, kedua pelaku tidak saling mengenal, dan masing-masing memproduksi petasan secara mandiri, walau rumah keduanya terpaut hanya kurang lebih 200 meter.
M.W menyembunyikan hasil petasannya di kandang kambing belakang rumahnya dengan dimasukkan kedalam karung. sedangkan I.R menyembunyikan hasil petasannya di samping lemari pakaiannya. keduanya memproduksi petasan seorang diri di rumah masing-masing.
Dalam pernyataan nya seusai kegiatan tersebut, Kapolres Lumajang mengatakan akan memberantas peredaran bahan peledak khususnya petasan di wilayah Lumajang. “Produksi petasan secara home industri selain membahayakan bagi diri sendiri, juga dapat membahayakan orang lain. Hari minggu kemarin baru saja di kediri ada yang tewas karena memproduksi petasan. saya tidak akan membiarkan ada warga Lumajang menjadi korban akibat memproduksi petasan. untuk itu kami akan bertindak sebelum adanya korban jiwa,” ungkap Arsal.
Kasat Reskrim Hasran Cobra mengatakan “saya akan memberantas peredaran bahan peledak khususnya petasan diwilayah Lumajang. Sudah banyak korban jiwa akibat petasan. dan sudah berulang-ulang kami sampaikan kalau petasan dilarang oleh hukum” ujar hasran yang juga sebagai katim cobra
Seperti diketahui pada hari minggu (26/5/2019) di Kabupaten Kediri 1 orang tewas dan 2 orang luka serius akibat memproduksi petasan. Ledakan petasan itu mengenai Budi (45) yang sedang meracik petasan. Ledakan petasan itu membuat luka bakar di sekujur tubuhnya sehingga tewas seketika. dua orang temannya Dwi (47) dan Sumaji (47) juga terluka cukup serius akibat ledakan petasan tersebut.
Sebagai catatan, keduanya akan terjerat pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI No. 12 Tahun 1951 yang berbunyi, tanpa hak membuat, menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan dan mempergunakan bahan peledak untuk membuat petasan, dengan ancaman hukuman minimal 12 tahun penjara dan maksimal seumur hidup. (Suatman)
29/05/2019
Universitas Jember Layani 22.640 Peserta UTBK-SBMPTN 2019, Kini Buka Jalur Mandiri
Jember, kabarejember.com
Universitas Jember sukses melayani 22.640 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam rangka Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019, yang dilaksanakan dalam sepuluh hari ujian selama medio April hingga Mei 2019. Keseluruhan peserta UTBK di Universitas Jember ini menjalani UTBK di 53 ruang yang tersebar di 19 lokasi UTBK yang ada di 11 fakultas dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Bahasa, termasuk di Universitas Jember Kampus Bondowoso, serta enam sekolah mitra. Sekolah mitra tersebut antara lain SMKN 1, 2, 4 dan 5 Jember, SMAN 1 Jember dan MAN 2 Jember. Informasi ini disampaikan oleh Agung Purwanto, Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember di Kampus Tegalboto (29/5).
Sebenarnya ada 25.560 peserta UTBK di Universitas Jember, namun dari data yang ada, total 2.920 peserta tidak hadir dari UTBK di hari pertama hingga hari terakhir. Dari keseluruhan peserta UTBK tadi terdapat dua peserta difabel, ujar Agung Purwanto.
Pria yang juga dosen di FISIP Universitas Jember ini lantas menambahkan, dari evaluasi awal yang dilakukan pelaksanaan UTBK di Universitas Jember berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Dari sisi sistem teknologi informasi komunikasi, UTBK sudah terbukti efektif dan efisien serta akuntabel, sebab setiap peserta mengerjakan soal yang berbeda dengan peserta lainnya sehingga meminimalkan adanya joki. Hanya saja dari catatan kami masih ada peserta yang tidak membawa persyaratan seperti surat keterangan dari sekolah atau legalisir ijazah," imbuh Agung Purwanto.
Untuk diketahui, UTBK-SBMPTN 2019 dilaksanakan pada dua gelombang, pertama diadakan pada tanggal 13, 14, 27, 28 April dan 4 Mei 2019. Sedangkan UTBK di gelombang II digelar pada tanggal 11, 12, 18, 25 dan 26 Mei 2019. UTBK diadakan di hari Sabtu dan Minggu, dimana di setiap harinya akan ada dua sesi ujian. Universitas Jember sebagai pelaksana UTBK menyiapkan 1.635 perangkat komputer untuk melayani 13.839 peserta ujian Saintek dan 11.721 peserta ujian Soshum.
Bagi para peserta SBMPTN 2019, tahap selanjutnya adalah pendaftaran guna memilih program studi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diinginkan. Masa pendaftaran SBMPTN dibuka mulai tanggal 10 hingga 24 Juni 2019. Caranya dengan terlebih dahulu membuka laman http://pendaftaran.sbmptn.ac.id untuk kemudian mengunggah biodata dan pas foto, dan memilih program studi di PTN.
Peserta dapat memilih dua program studi di dua PTN atau dua program studi di satu PTN. Ingat khusus bagi peserta yang memilih program studi tertentu seperti program studi olah raga, kesenian, tari dan lainnya wajib mengunggah portofolio, tutur Agung Purwanto. Hasil seleksi SBMPTN akan diumumkan pada 9 Juli 2019.
Selain membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN, Universitas Jember juga menerima mahasiswa baru dari jalur mandiri yang dikenal sebagai Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Besuki Raya (SBMPTBR). Di tahun 2019 ini Universitas Jember membuka dua macam jalur penerimaan di SBMPTBR, yang pertama jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan-Diploma (PMDK-Diploma), yakni jalur bagi peserta yang ingin kuliah di pendidikan vokasi di Kampus Tegalboto berdasarkan nilai raport alias tanpa tes. Kedua jalur reguler SBMPTBR yang meliputi jenjang sarjana dan diploma, yang seleksinya menggunakan tes.
Dinamakan SBMPTBR karena kami menggandeng PTS dalam proses pendaftarannya. Sehingga peserta SBMPTBR bisa memilih Universitas Jember dan PTS yang tersebar dari Probolinggo hingga Banyuwangi. Untuk seleksi SBMPTBR jalur reguler memakai sistem UTBK yang dilaksanakan di Kampus Tegalboto. Untuk pendaftaran PMDK-Diploma dibuka hingga 14 Juni 2019, sementara untuk SBMPTBR reguler dibuka dari 14 Juni hingga 11 Juli 2019. Informasi lengkap dapat dilihat melalui unej.ac.id atau konsultasi langsung dengan kami di Humas dan Protokol Universitas Jember, pungkas Agung Purwanto. (Mia/iza/iim)
BPJS Beri Santunan Keluarga Dinanz Fariz Sekitar Rp 400 jutaan
Jember, kabarejember.com
Tim Jember Fashion Carnaval (JFC) bertemu Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa, 28 Mei 2019, untuk membahas eksistensi pagelaran fesen ini.
CEO JFC Suyanto menyampaikan, pertemuan dengan bupati untuk keberlangsungan JFC tahun 2019 hingga tahun-tahun berikutnya.
"Bagaimana even ini akan berlangsung secara berkelanjutan, bahkan bisa lintas generasi," jelas Suyanto kepada wartawan.
Suyanto mengatakan, untuk JFC tahun 2019, sebenarnya sudah disiapkan oleh almarhum Dynand Fariz dan sisanya hanya melanjutkan saja, karena persiapan JFC dilakukan satu tahun sebelumnya.
Ia mengungkapkan, dalam pertemuan itu bupati sangat mendukung JFC. Bahkan memiliki pemikiran yang sama untuk JFC kedepan: siapapun kepala dinas dan siapapun bupati bahkan presidennya, JFC harus tetap berlangsung.
"Nantinya akan diarahkan pada pembuatan Perda, serta didukung oleh propinsi dan kementerian mengenai even ini, karena JFC sudah menjadi even nasional," katanya.
Tim yang dibawa oleh Suyanto memaparkan beberapa hal terkait persiapan JFC. Antara lain program jangka panjang dan program jangka menengah.
Dalam dua program tersebut, JFC berperan aktif dalam even-even karnaval dan fesyen hingga tingkat internasional. Salah satu kegiatan barunya adalah Rythm Artwear Carnival.
Pada pergelaran JFC tahun 2019 ini terencana mulai tanggal 1 - 4 Agustus 2019. Terdiri dari Pet Carnival, Kids dan artwear Carnival, WACI Carnival, dan grand carnival.
Usai pertemuan, bupati memberikan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan untuk keluarga almarhum Dynand Fariz.
Santunan itu, masih kata Suyanto, sangat berarti, karena memang penyelenggaraan JFC tidak lepas dari dana Dynand Fariz sendiri. Dana santunan ini oleh sepuluh bersaudara keluarga almarhum Dynan Fariz sepakat untuk dimanfaatkan sebagai biaya operasional penyelenggaraan JFC.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan sendiri menyampaikan, bahwa almarhum Dynand Fariz lengkap mengikuti empat program, yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, jaminan hari tua dan jaminan kematian, dengan total Rp. 486.993 .000. (Mia/Mul/hms)
Wabup Muqit Ajak Masyarakat Deteksi Dini Gangguan Keamanan
Jember, kabarejember.com
Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief mengajak masyarakat untuk ikut melakukan deteksi dini terhadap hal-hal yang mengganggu keamanan. Hal itu disampaikan wabup usai pemusnahan barang bukti narkoba dan miras hasil Operasi Pekat Semeru 2019 Polres Jember, Selasa, 28 Mei 2019, di Jalan Sudarman.
Sekecil apapun tanda-tanda yang akan menjurus gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat untuk secepatnya dilaporkan kepada pihak yang berwajib.
"Apabila masyarakat berpartisipasi secara aktif untuk menciptakan kondisi di daerah masing-masing, insya Allah, akan sangat berarti," tuturnya.
Terkait pemusnahan barang bukti narkoba dan miras, wabup mengapresiasinya dan berharap tetap dilakukan di luar bulan Ramadhan. Untuk menyelamatkan generasi muda.
Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Kusworo SH, SIK, MH, menyampaikan, barang bukti yang dimusnahkan adalah barang bukti yang ditemukan saat melaksanakan operasi pekat (penyakit masyarakat). Bukti yang musnahkan antara lain, Sabu berharga sekitar Rp. 25 juta, pil koplo serta ribuan botol miras.
Kusworo juga mengungkapkan Polres Jember juga akan melaksanakan Operasi Ketupat 2019 sejak tanggal 29 Mei hingga 10 Juni 2019.
Operasi ini melibatkan 375 personil terdiri dari 200 personil Polri dan 175 personil instansi samping yaitu diantaranya TNI, Dishub, Satpol PP, dan Pramuka. Dalam mengamankan dan mengantisipasi kondisi jalur mudik dan balik lebaran, telah ditempatkan personil pada area rawan kemacetan dan kecelakaan. Perbaikan jalan rusak juga telah selesai dilakukan, sehingga saat ini sudah bisa dilalui semua kendaraan.
"Sedangkan untuk lokasi rawan kriminalitas, kami juga sudah tempatkan personil yang untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan, seperti terminal, stasiun dan di tempat keramaian lainnya," jelas Kusworo.
Sedangkan, rumah yang dalam keadaan kosong sudah terkoordinir bersama RT RW setempat dan kepolisian, supaya untuk melakukan pengamanan ganda. Yaitu, selain mengunci rumah juga memasang tralis atau kunci ganda. (Mia/Mul/hms)
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...




