11/06/2019
Pelaku Curanmor Asal Jember Dibekuk Satgas Keamanan Desa Boreng
Lumajang, kabarejember.com
(11/06/2019)--- Kapolres Lumajang Gencarkan Patroli bersama Tim Cobra untuk memberantas tindak Kriminalitas di Kab. Lumajang. Semalam (10/06) Saat kegiatan Patroli Tim Cobra bertemu dengan Satgas Keamanan Desa Boreng yang sedang mencurigai adanya pelaku Curanmor diwilayah mereka.
Satu orang pelaku curanmor asal Kabupaten Jember akhirnya dapat dibekuk oleh Satgas Keamanan Desa Boreng Bersama Tim Cobra saat melancarkan aksinya di di dusun kuwung desa boreng Kec. Lumajang.
Korban atas nama An. Sdr Hariono kehilangan sepeda motor Mio 125 yang sempat berhasil di boyong oleh 3 orang pelaku yang informasinya semuanya berasal dari jember.
Salah satu pelaku yang tertangkap bernama Nur Hasan. Dirinya tertangkap setelah mencoba kabur, namun usahanya gagal karena besarnya pasukan tim Cobra yang dikerahkan untuk meringkus tersangka bersama Satgas Keamanan Desa Boreng.
Tersangka yang tidak berkutik diamankan Tim Cobra ke Mapolres Lumajang beserta barang bukti hasil curian serta sepeda motor CBR milik pelaku yang sempat ditinggalkan ditengah kebon sengon.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi terhadap Satgas Kemanan Desa Boreng yang sigap menjaga desanya."Kami berhasil menangkap salah pelaku curanmor karena kecurigaan dari anggota Satgas Desa Boreng,”ujar Arsal.
Pihaknya, sudah mengetahui identitas kedua pelaku yang melarikan diri. Ia himbau kepada 2 pelaku yang masih melarikan diri untuk segera menyerahkan diri. Karena Tim Cobra tidak akan segan-segan menggunakan upaya paksa dalam menangkap para pelaku kriminalitas yang berusaha mengusik kenyamanan warga Lumajang”ultimatum dari Kapolres
Katim Cobra AKP Hasran Cobra menambahkan, kelompok curanmor ini belum tahu kalau Lumajang memiliki Tim Cobra yang siap memburu para pelaku kriminalitas. Tersangka satu ini tidak akan bernafas lega karena harus menjalani kurungan lagi di Kabupaten Lumajang akibat kelakuannya mengganggu kedamaian masyarakat Lumajang.
Dari pengakuan tersangka Nur Hasan, dirinya beraksi di Kabupaten Lumajang bersama 2 orang rekannya yang juga berasal dari Jember. Nur Hasan sendiri residivis kasus pencurian Sapi beberapa tahun yang lalu. (Suatman)
Rektor UNEJ : Jadikan Ramadhan Sebagai Ajang Continuous Quality Improvment
Jember, Kabareskrim.com
Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan mengajak segenap keluarga besar Universitas Jember untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai ajang Continuous Quality Improvment sehingga selepas bulan puasa nanti maka kualitas dan kuantitas ibadah kita tetap sama dengan di masa Ramadhan yang lalu. Artinya, Ramadhan menjadi ajang untuk mengembangkan, memperbaiki, dan menempa diri dengan berbagai ibadah baik di sisi hablum minallah maupun hablum minannas, yang bakal terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya. Sehingga terbentuk manusia bertaqwa yang terus berusaha memperbaiki diri.
Ajakan ini disampaikan oleh Moh. Hasan ketika memberikan sambutan dalam acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Universitas Jember yang digelar di Gedung Soetardjo (10/6). Rektor selanjutnya berharap agar Halal Bi Halal tidak hanya dimaknai sebagai tradisi rutin saling memaafkan namun juga sebagai ajang mempererat persatuan antar ummat Islam, antar sesama anak bangsa dan antar sesama manusia. “Mari ajang Halal Bi Halal ini kita manfaatkan tidak hanya untuk memaafkan segala kesalahan, tapi juga ajang membangun persatuan yang lebih kokoh tidak hanya diantara sesama muslim tapi dengan semua keluarga besar Universitas Jember bahkan dengan semua warga Indonesia,” harap Moh. Hasan di hadapan unsur pimpinan, dosen, serta karyawan di Kampus Tegalboto.
Ajakan Rektor Universitas Jember didukung oleh Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, yang pagi itu memberikan tausiyah makna Halal Bi Halal. Menurutnya, secara fitrah manusia diciptakan dekat kepada Tuhannya. Fitrah itu bisa berarti asal kejadian, kesucian atau menapaki asal kejadian untuk menuju jalan yang benar. Namun dosa-dosa yang dibuat manusia menjadi penghalang hubungan antara manusia dengan Sang Khaliq. “Dosa yang kita lakukan kepada Allah SWT bisa diampuni dengan bertobat, namun dosa kepada sesama manusia hanya bisa lebur dengan cara meminta maaf kepada sesama manusia. Untuk itulah ulama Indonesia menciptakan ajang Halal Bi Halal agar kita semua dapat saling memaafkan,” jelas ulama yang juga Ketua PCNU Jember ini.
Kyai yang akrab dipanggil Gus Aab ini kemudian memberikan contoh manfaat lain dari Halal Bi Halal, tradisi yang diciptakan oleh para ulama Indonesia yang mengakar pada kearifan lokal. “Selain meminta maaf kepada sesama ummat Islam, Halal Bi Halal juga merekatkan persaudaraan kita dengan sesama warga negara bahkan sesama manusia di dunia. Yang oleh pencetusnya, Almaghfurlah KH. Acmad Shiddiq diistilahkan sebagai Ukhuwah Islamiyyah, Ukhsuwah Wathoniah, dan Ukhuwah Basyariyah. Oleh karena itu saya mengapresiasi langkah Universitas Jember mengajukan KH. Achmad Shiddiq sebagai Pahlawan Nasional atas sumbangan pemikirannya terkait Pancasila dan berbagai permasalahan bangsa,” ujar dosen IAIN Jember ini.
Kegiatan Halal Bi Halal Keluarga Besar Universitas Jember memang diikuti oleh semua dosen dan karyawan baik yang beragama Islam maupun non Muslim. Acara makin meriah dengan penampilan grup qosidah Al Inabah yang digawangi oleh ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan Universitas Jember. Setelah saling bermaafan, acara ditutup dengan makan bersama dengan menu ketupat lebaran. (Mia/hms)
10/06/2019
Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati dan Wabup Gelar Halal Bihalal
Jember, kabarejember.com
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR bersama Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief menggelar halal bihalal pada hari pertama masuk kerja, Senin 10 Juni 2019.
Halal bihalal yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha Jember ini diikuti oleh aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Jember dan masyarakat luas.
"Alhamdulillah Lebaran tahun ini kita bisa berkumpul bersama masyarakat Jember," tutur bupati di sela-sela menerima tamu.
Sebelum acara ini, bupati dan wabup telah menggelar open house di kediaman masing-masing. Menurut bupati, hal ini untuk memberikan kesempatan bagi ASN untuk bertemu orang tua dan keuarganya masing-masing.
"Di hari pertama dinas, bupati dan wabup menggelar open house di Pendopo Wahyawibawagraha, bersilaturahim, saling memaafkan bersama keluarga, ASN, masyarakat, tetangga, dan para relawan," jelas bupati.
Bagi bupati, kesempatan ini bermanfaat untuk melepas rindu dan saling memaafkan. Sebab, tidak setiap hari masyarakat maupun ASN bisa bertemu dengan bupati dan wabup secara langsung.
Meski menggelar halal bihalal di hari pertama kerja, bupati tetap memonitor tingkat kehadiran ASN di hari pertama kerja ini. "Tentu kita akan evaluasi dan beri sanksi masing-masing. Sudah cukup liburnya. Hari ini harus masuk, tugas melayani masyarakat. Jika ada yang bolos dengan keterangan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan akan diberi sanksi sesuai ketentuan," terangnya.
Wabup menambahkan momentum Hari Raya Idul Fitri yang penuh dengan suasana kekeluargaan dan kebersamaan ini hendaknya dimanfaatkan untuk saling bermaafan.
"Hal ini menjadikan kita berada pada suasana baru, lembaran baru, semangat baru untuk meningkatkan kinerja kita kedepannya," ujar wabup. (Mul/Mia/hms)
Sempat Viral Bantu Pemudik, AIPTU TRIO Terima Penghargaan Dari Kapolres
Lumajang, kabarejember.com
(10/06/2019). Aiptu Trio, anggota Polsek Klakah Polres Lumajang yang dinilai sebagai salah satu anggota Polri teladan. Kemarin (Minggu, 9 Juni 2019) beliau membantu pemudik yang mengalami pecah ban di wilayah kecamatan Klakah. Dengan masih berseragam, beliau rela berbaring diatas aspal untuk melepas ban yang kempes tersebut. Hal tersebut lah yang berhasil diabadikan oleh netizen hingga akhirnya viral di media sosial.
Tak sampai disitu, ternyata setelah ditelusuri ternyata Aiptu Trio memiliki rentetan prestasi yang cukup banyak. Bahkan beliau sampai cacat tangannya karena dedikasinya bertugas mengejar pelaku tindak kriminal sehingga terkena bondet (semacam bom ikan) saat melakukan penggerebekan rumah pelaku.
Atas dedikasi yang sangag luar biasa tersebut, pagi tadi (10/6) Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH memberikan reward kepada beliau. Didepan personel Polres Lumajang, Aiptu Trio Budi mendapatkan ucapan selamat dan terima kasih dari Kapolres Langsung
Dalam amanat apel tersebut, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH. SIK, MM, MH berharap agar terus bermunculan sosok seperti Aiptu Trio di tubuh Polri. "semoga lahir pak Trio-Trio lain di kepolisian, yang tanpa pamrih membantu orang yang membutuhkan, dan juga siap bersabung nyawa mengatasi kejahatan. Dedikasi Pak Trio sangat luar biasa hal ini dapat dilihat dari track recordnya, ternyata beliau memang suka membantu masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya netizen yang mengenal langsung pak trio di media sosial," ujar Arsal.
“Selain berjiwa penolong, ternyata juga pak Trio merupakan sosok yang pemberani. Bahkan beliau sampai cacat tangannya karena keberaniannya menggerebek rumah pelaku kejahatan, dimana saat ini pelakunya menyimpan Bondet (semacam bom ikan) dirumahnya, yang kemudian meledak dan membuat cacat tangan kanan pak Trio," ungkap Kapolres.
Aiptu Trio Budi menyampaikan disela-sela pemberian penghargaan, pihaknya mengucapkan trimakasih atas penghargaan yang diberikan Kapolres. "Tapi saya membantu benar-benar tanpa pamrih. kebetulan ada orang yang menanyakan bengkel, sedangkap situasi masih sangat pagi dimana belum ada bengkel yang buka. jadi saya tawarkan untuk saya bantu mengganti Ban. Kasihan kalau sampai menunggu siang, nanti malah bisa membuat macet karena hari terakhir arus balik, pasti akan ramai kendaraan,” ujar Trio. ( Suatman )
36 Tahun Tak Jumpa, Alumnus SMPN 2 Lumajang Angkatan 83 Gelar Reuni
Lumajang, Kabarejember.com
Masa – masa sekolah adalah masa – masa remaja yang sulit dilupakan. Pergaulan dan persahabatan yang terbangun selama 36 tahun di bangku sekolah seketika sirna, hanya karena selembar kertas yang namanya Ijazah. Begitulah yang dialami alumnus SMPN 2 Lumajang angkatan tahun 1983. Pasca kelulusan mereka berpisah karena tujuan hidupnya masing – masing masa depannya.
Alhamdulillah beberapa dari mereka ada yang punya ide cara untuk mempertemukan kembali dan merajuk ikatan silaturahmi dan persahabatan yang sudah 36 tahun tercerai berai. Sebagaimana diceritakan oleh JUMADI bahwa semua berawal dari mencari tahu kontak persone rekan – rakan seangkatannya satu per satu. Kemudian dibuatlah sebuah Grup WhatsApp, dan melalui Grup WhatsApp itulah komunikasi dan koordinasi terbangun kembali. Bahkan candaan sebagai pelepas rasa kangen sementara tercurahkan Via WhatsApp Grup.
Lama – lama timbullah keinginan untuk bertemu langsung yang kemudian diwujudkanya melalui kegiatan Reuni. Menurut pengakuan JAYADI alumnus SMPN 2 Lumajang angkatan 83 sudah berjalan beberapa kali dengan jumlah kehadiran hampir 70 % dar sejumlah keseluruhan alumni 1983 orang saja yang terjangkau komunikasinya.
Dan kali ini, Minggu ( 10/6/2019) reuni yang dilaksanakan di Pondok Apung Sukodono Lumajang. Dengan jumlah peserta dan tingkat kehadiran alumnus sudah lebih banyak dari sebelumnya.
Canda ria dan tawa pelepas kerinduan membuat ruangan PONDOK APUNG Sukodono Lumajang riuh ceria. Bahkan, jadi pemandangan lucu ketika berjabat tangan saling pandang dan sambil bertanya. " Ini siapa ya, kok aku lupa ?, setelah salah satu ada menjawab dan sebut nama maka sontak berpelukan erat tak terelakkan lagi. Bahkan, ada yang saling cipika cipiki seraya lempar kata – kata canda.
Sangking gembiranya, pertemuan tersebut membawa suasana mundur 36 tahun ke belakang yaitu dengan bercerita masa – masa sekolah dulu rangsang daya ingat masing – masing.
BUDI HARSOYO yang berkesempatan menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran rekan – rekannya. Sementara H. SINAP selaku yang dipercaya mendelegasi kegiatan reuni berharap momentum Reuni selain sebagai ajang temu kangen. Bisa menjadi sarana curhat saling bertukar pikiran berbagi pengalaman.
Tak hanya itu, alumnus SMPN 2 Lumajang angkatan 83 bersepakat agar pertemuan tersebut punya nilai manfaat. Galang dana sosial yang kegunaannya untuk membantu rekan – rekanya yang sedang mengalami musibah dalam kondisi tertentu. Bahkan, direncanakan ke depan alumnus angkatan 1983 pada waktu tertentu akan mengadakan bhakti sosial, anjangsana kepada teman2 kita yang sakit dan lain-lain.
Acara ditutup dengan berdoa bersama dan berkirim fatihah untuk rekan – rekan dan keluarganya yang sudah berpulang menghadap Allah. Doa untuk para bapak ibu guru yang telah pernah membimbing dan mendidiknya di bangku sekolah. Dan sebagai puncak acara adalah berfoto bersama dilanjutkan ramah tamah dan makan bersama. (Suatman)
Pemkab Jember Sediakan 7 Bus Armada
Jember, kabarejember.com
Sebanyak tujuh armada bus yang disediakan Pemerintah Kabupaten Jember mengangkut warga yang balik ke rumahnya setelah menikmati lebaran di kampung halaman Jember.
Pelepasan keberangkatan dari Alun-alun Jember, Minggu, 09 Juni 2019, oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Drs. Hadi Mulyono, M.Si.
Hadi menyampaikan, salah satu kepedulian pemerintah kepada masyarakat dalam menjaga keamanan, kelancaran, serta keselamatan masyarakat saat mudik dan balik dilakukan dengan kegiatan Mudik Bareng Gratis.
Pada tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Jember bersama Pemerintah Propinsi Jawa Timur menyediakan 10 armada bus untuk jalur Jember.
Lima armada bus didanai oleh APBD Propinsi Jawa Timur dan lima armada dari APBD Kabupaten Jember.
Sepuluh bus itu menyediakan 530 tempat duduk untuk warga Jember. Pendaftaran terakhir sampai dengan hari pemberangkatan tercatat 513 kursi telah terisi.
"Maksimalah ini dimanfaatkan masyarakat Jember," jelasnya.
Untuk rute arus mudik, pemerintah menyediakan 3 armada bus, dengan 2 armada bus Jakarta-Jember dan 1 armada Jember-Sumenep Madura.
Sementara untuk arus balik pemerintah memberangkatkan 7 armada bus Jember-Jogjakarta dan 6 armada bus Jember-Surabaya
"Harapannya, untuk tahun mendatang, Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan Kabupaten Jember bisa menyediakan alokasi anggaran yang lebih banyak untuk kegiatan mudik bareng gratis," harapnya.
Hadi mengatakan, hasil wawancaranya dengan masyarakat dapat diketahui masyarakat menikmati fasilitas yang telah diberikan ini.
Dalam program juga menyediakan layanan kesehatan gratis dari PT. Jasa Raharja serta penyediaan obat-obatan yang dibutuhkan.
"Pada tahun 2019 ini ada kenaikan jumlah mudik sekitar lima persen lebih," ungkapnya.
Salah satu peserta mudik gratis asal Jember yang menuju Surabaya, Rudi mengaku sudah mengikuti 3 kali mudik gratis ini.
"Ini sangat membantu kita dalam mudik gratis, jadi kita tidak susah payah untuk uyel uyelan di stasiun atau terminal," ujarnya.
Rudi mengatakan, dengan mengikuti mudik gratis ini cukup mendaftar sudah bisa pulang naik bus gratis, dengan persyaratannya hanya fotokopi KK dan KTP. "Fasilitas, baguslah. Nyaman juga," cetusnya. (Mul/Mia/hms)
03/06/2019
Maraknya Kriminalitas di Wilayah Utara, Kapolres dan Dandim 0821 Gagas Patroli Desa
Lumajang, Kabarejember.com
(03/06/2019) ---Kapolres Lumajang dan Dandim 0821 kumpulkan Kepala desa Klakah dan Ranuyoso serta Satgas Keamanan Desa terkait maraknya kriminalitas di wilayah utara. Dalam 1 bulan terakhir terjadi kasus begal di dua wilayah tersebut yaitu, motor korban dirampas lalu korban dilukai menggunakan celurit.
Atas dasar kejadian tersebut, bertempat di Kantor Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang, Kapolres Lumajang memaparkan konsep patroli desa yang harus dilaksanakan oleh satgas keamanan Desa (SKD) dan juga oleh masyarakat untuk mengantisipasi kriminalitas, khususnya menjelang hari Raya Idul Fitri.
Secara teknis kapolres menyampaikan agar setiap desa wajib melaksanakan Patroli Desa setiap hari dengan konsep 2 Satgas Keamanan Desa bersama 10 masyarakat. dari Perhitungan yang dibuat Kapolres, terlihat kalau setiap masyarakat akan dapat giliran 4,5 bulan sekali.
Ditingkat Kecamatan, Patroli dilaksanakan oleh 1 bhabinkamtibmas, 1 Babinsa dan 5 orang Satgas Keamanan Desa serta ditambah perangkat kecamatan.
melihat dari sistem yang digagas Oleh Kapolres Lumajang, merupakan sistem yang menggerakkan masyarakat secara masif untuk menjaga kamtibmas.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menjelaskan, “
patroli desa merupakan sistem keamanan lingkungan yang digagas dengan menggerakkan semua lapis masyarakat. Ditingkat kecamatan patroli digerakkan oleh kapolsek, Koramil dan kecamatan yang disebut 3 pilar dengan mengajak SKD secara bergiliran. Kemudian di tingkat desa, patroli digerakkan oleh Satgas Keamanan Desa dengan menggerakkan masyarakat. " Ditingkat Kabupaten Tim Cobra bersama Kodim akan melaksanakan Patroli secara rutin. dengan sistem ini, akan terjadi Crossing antar Tim Patroli dilapangan, sehinga ruang pelaku kejahatan akan semakin sempit," ungkap Arsal
Dandim 0821 Letkol Inf Ahmad Fauzi SE menyatakan, bahwa patroli desa yang digagas Kapolres sudah sangat teknis. "Dan menurut saya tinggal dilaksanakan saja oleh para kepala desa dengan menggerakkan Satgas Keamanan Desa nya. saya sangat mendukung kebijakan Kapolres, kami akan terus bersinergi menciptakan stabilitas Kamtibmas di Lumajang,” ujar Fauzi. (Suatman)
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...






