17/06/2019

Bupati Faida Diundang PBB



SWISS, Kabareskrim.com
Bupati Faida kembali menjadi perbincangan dunia Internasional. Bukan karena penampilannya yang mbois. Karena dia, diundang PBB sebagai bupati satu-satunya di Indonesia.

Bupati Faida dinilai layak menghadiri forum PBB tersebut, karena dinilai sebagai kepala daerah yang berperan aktif dalam pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) pada masyarakatnya. Konkritnya, berbagai kebijakan Bupati Faida, berpihak pada pemenuhan HAM.

Patut dibanggakan. Sebab di negara Asia, selain Indonesia yang diwakili Bupati Faida, hanya Korea dan Nepal yang mendapat undangan sebagai nelegasi. Sementara yang lain, beberapa negara maju di Benua Eropa, Australia, Afrika dan Amerika.

Data yang berhasil dihimpun Humas Pemkab Jember, negara-negara yang disandingkan dengan Bupati Faida, delegasi dari Amerika Serikat, Australia, Meksiko, Swedia, Uruguay, Italia, Spanyol, Korea, Prancis, Kamerun, Tunisia, Netherland dan Swiss sebagai tuan rumahnya.

Kata Bupati Faida, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan selama di Swiss. Sebab materi pemaparan dalam diskusi yang bakal dia sampaikan, sejatinya sudah dilakukan di Jember selama dia menjabat bupati. "Apa yang sudah kami kerjakan, kami sampaikan di forum Internasional itu," katanya.

Bupati Faida sempat memberi bocoran tentang tema yang bakal jadi fokus materinya. Seperti tema besar "Jember sebagai kota ramah HAM serta tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG'S) dalam konteks global dan Internasional".

Dia pun mengaku bangga, dipilihnya Jember sebagai perwakilan Indonesia. Artinya kata Bupati Faida, Jember bisa mengambil peran sebagai miniaturnya Indonesia yang ramah HAM. (Mul/Mia/hms)

Hartono Dibohongi Hori, Dikirimi Foto Gadis Cantik


Lumajang, kabarejember.com
(15/06/2019) ---Muncul fakta mengenai perjodohan yang di dalam kasus “suami menggadaikan istri”.  Fakta perjodohan ini muncul dari pernyataan Hartono bahwa dirinya akan dikenalkan oleh seorang perempuan cantik.

Hori mengatakan akan mengenalkan saudaranya yang berada di Banyuwangi dengan mengirim fotonya melalui Whatsapp. Hori mengaku adik sepupunya yang bernama Holifah, Holifah sendiri dikatakan pemilik tambak udang yang berada di banyuwangi.

Setelah diperkenalkan melalui Telpon, hori mengatakan kalau Holifah menyukai Hartono. Jadilah Hartono intensif komunikasi dengan Holifah melalui telpon dan whatsapp. Komunikasipun berlangsung kurang lebih 2 tahun dan sudah menjurus ke arah pernikahan.
Hartono tidak menyadari kalau sebenarnya yang dia telpon bukanlah Holifah tapi Lasmi yang merupakan istri Hori. sesuai pengakuan Lasmi, dia mengaku sebagai holifah karena disuruh oleh Hori.

Posisi Hartono sendiri berada di di Malaysia, sehingga mereka tidak pernah bertemu langsung.

Tiba saatnya,  saat Hartono pulang ke Indonesia, mereka masih sempat komunikasi saat di bandara Malaysia. Tapi setelah sampai di Indonesia, telpon Hartono selalu tidak diterima oleh Holifah, bahkan beberapa hari kemudian, nomor yang dihubungi tidak bisa lagi tersambung.

Beberapa kali Hartono minta kepada Hori untuk dipertemukan dengan Holifah, tapi Hori selalu mengelak dengan mengatakan Holifah sakit dan beberapa hari kemudian hori mengatakan kalau Holifah harus dikirim ke Papua untuk operasi. Hori selalu menghindari sampai akhirnya dia mengatakan Holifah sudah meninggal agar tidak dikejar terus oleh Hartono.

Akhirnya, hartono mengetahui dari tetangga-tetangganya kalau selama ini di bohongi oleh Hori. Orang yang dia telpon selama ini adalah lasmi bukan holifah.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengatakan, satu demi satu mulai terungkap beberapa fakta. Selain kasus pembunuhan, ada kasus penipuan yang dilakukan oleh Hori. "Tapi ini masih akan kami lakukan pendalaman, untuk melihat fakta sesungguhnya. Dan juga mungkin masih ada tindak pidana lain dalam peristiwa ini, sehingga perlu kami urai saru persatu karena persoalannya cukup kompleks, dimana selain kasus pembunuhan, kemungkinan ada kasus penipuan, hutang piutang, human trafficking dan juga kasus perzinahan dalam peristiwa ini,” ujar Arsal.

Polres Lumajang berusaha mendalami kasus yang baru-baru ini ramai diperbincangkan yakni memberitakan kasus seorang suami yang menggadaikan istri. Saat ini Polres Lumajang berhasil mendapat banyak sekali fakta baru terkait kasus tersebut.( Suatman)

16/06/2019

Peduli Stunting, UNEJ Gelar Festival Kesehatan di Panti



Jember, kabarejember.com
(16 Juni 2019) ---Pertumbuham fisik postur anak yang tidak wajar dengan usia, menjadi perhatian mahasiswa Universitas Jember (UNEJ). Karena itu,  penanganan stunting atau kondisi tinggi badan anak yang jauh lebih pendek dari anak seusianya yang normal masih  menjadi perhatian pemerintah RI. Penanganan tersebut tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI atau pemerintah daerah saja, namun juga menjadi kepedulian semua pihak termasuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seperti UNEJ.

Selain rutin menerjunkan mahasiswa peserta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik penanganan stunting, UNEJ melalui Program Studi Profesi Ners Fakultas Keperawatan juga turut aktif menanggulangi stunting. Seperti yang dilakukan 48 mahasiswa peserta mata kuliah Keperawatan Komunitas Program Studi Profesi Ners angkatan 22 yang menggelar Festival Kesehatan bertajuk Bhiru Daun Panti, Sehat, Kreatif dan Mandiri di halaman Kantor Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Jember (16/6).

Menurut Gafinda Andri Aswari, ketua panitia kegiatan, gizi buruk menjadi pintu masuk menuju kondisi sunting. Sementara gizi buruk dapat disebabkan oleh faktor keterbatasan ekonomi, pola asuh yang salah, serta sanitasi dan akses terhadap air bersih yang buruk. “Dari hasil praktek dan pengamatan kami selama dua bulan lebih di tujuh desa di Kecamatan Panti, kami menemukan masih ada balita yang status kesehatannya berada di garis merah atau kurang gizi. Misalnya saja di Desa Pakis dimana saya bertugas, ada 20 bayi yang tergolong kurang gizi. Jika kondisi ini dibiarkan maka balita-balita tadi bisa terkena stunting, tidak hanya secara fisik mereka pendek namun perkembangan otaknya juga tidak maksimal,” tutur mahasiswi yang akrab dipanggil Finda ini.

Untuk itu Finda dan koleganya sesama peserta mata kuliah Keperawatan Komunitas rutin mendampingi warga tujuh desa di Kecamatan Panti, selain turut berpraktek memberikan pelayanan kesehatan bagi warga sekitar di Puskesmas Panti. Pendampingan yang dilakukan diantaranya memberikan penyuluhan kesehatan ibu dan anak di setiap kali layanan Posyandu dibuka. “Salah satu bentuk penyuluhan adalah pemberian dan pembuatan makanan bergizi yang bersumber dari potensi lokal, yang keseluruhan rangkaian kegiatannya berpuncak di ajang Bhiru Daun Panti, Sehat, Kreatif dan Mandiri di halaman Kantor Desa Kemiri. Selain menggelar senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, ada juga lomba kreasi makanan sehat berbasis potensi lokal yang diikuti oleh perwakilan dari tiap desa di Kecamatan Panti, bekerjasama dengan Puskesmas setempat.

Tujuh tim berlomba menampilkan ide kreatif mereka dalam mengolah bahan makanan yang ada di sekitarnya. Misalnya saja tim Desa Kemuningsari Lor membuat kue brownies kukus dari daun kelor, tim Desa Kemiri menampilkan kue bola-bola singkong keju, tim dari Desa Pakis dengan puding ubi ungu, sementara ibu-ibu Desa Suci membuat dawet kelor. “Selama ini daun kelor banyak ditemui di sini, namun hanya dikonsumsi sebagai sayur saja, atau bahan masker untuk wajah. Tetapi setelah mendapatkan penyuluhan dan pendampingan dari mahasiswa Universitas Jember, kami jadi tahu jika banyak bahan makanan yang memiliki kandungan gizi yang bagus buat balita seperti ubi ungu dan daun kelor yang banyak tumbuh di sekitar rumah kami,” ujar Sri Wahyuni dari tim Desa Kemuningsari Lor.

Sementara itu Siswoyo, koordinator perawat di Puskesmas Panti mengapresiasi festival kesehatan yang dimotori oleh mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Menurutnya keberadaan mahasiswa selama dua bulan lebih di lokasi kerjanya sangat membantu tugas-tugasnya terutama di bidang Keperawatan Komunitas. Semisal memberikan penyuluhan dan pendampingan khususnya pada gejala balita kurang gizi di Kecamatan Panti. “Dari penelusuran kami, umumnya balita kurang gizi disebabkan keterbatasan ekonomi dan pola asuh yang salah seperti ibu yang lebih suka memberikan makanan dan jajanan instan kepada anak balitanya. Dengan kegiatan festival kesehatan kali ini diharapkan para ibu jadi sadar jika sebenarnya bahan makanan yang bergizi sebenarnya tersedia di sekitar kita, tinggal bagaimana mengolahnya,” kata Siswoyo.

Untuk diketahui, Fakultas Keperawatan Universitas Jember telah bekerjasama dengan beberapa fasilitas kesehatan seperti Puskesmas di Jember guna menjadi lokasi praktek bagi mahasiswanya, termasuk Puskesmas Panti. Selain berpraktek mata kuliah Keperawatan Komunitas, para mahasiswa juga melakukan praktek Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat dan mata kuliah praktek lainnya. “Tahun ini adalah tahun kedua  mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Jember praktek di Puskesmas Panti, dan kami mendukungnya. Sebab para mahasiswa dapat membantu kami dengan menjalankan program tertentu yang dilaksanakan secara berkelanjutan, seperti penyuluhan dan pendampingan untuk balita kurang gizi. Pasalnya mengubah kebiasaan masyarakat untuk hidup sehat dan bersih itu perlu waktu,” ungkap Siswoyo yang pagi itu hadir bersama bidan desa dan tenaga gizi dari Puskesmas Panti menjadi juri lomba kreasi makanan sehat. (Mis/iim/hms)

15/06/2019

Bunda Indah Terima Kartu Anggota PWRI

Lumajang, kabarejember.com
(15 Juni 2019) --Bunda Indah (Ir. Indah Amperawati, M.Si) yang kini Wakil Bupati Lumajang, menerima Kartu Anggota  Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Lumajang. Penyerahan Kartu Anggota itu, berlangsung dalam acara Halal bi Halal PWRI Kabupaten Lumajang di Panti PKK Kabupaten Lumajang, Sabtu (15/6/2019) pagi.

Dalam kesempatan itu, Wabup yang dikenal dengan senyum ramahnya itu mengatakan, sebenarnya   keanggotaanya di PWRI Kab. Lumajang, sejak memutuskan pesiun dini dan memilih untuk berjuang untuk masyarakat dalam Pilkada 2018.

"Saya mendaftar usia 51 tahun, pada saat itu banyak yang meragukan saya, tapi saya bilang ini perjuangan," ujarnya.

Bunda Indah menceritakan,  berkat dukungan semua pihak,  perjuangannya bersama  Cak Thoriq waktu itu membuahkan hasil.

Bunda Indah bersama Cak Thoriq (Bupati Lumajang), bertekad untuk menjadi pelayan yang bisa memenuhi harapan masyarakat Kabupaten Lumajang.

Sementara, Plt. Ketua PWRI Kabupaten Lumajang, Drs. Ngaseri menyatakan, bahwa selain Pembina PWRI Kabupaten Lumajang, Bunda Indah juga merupakan anggota PWRI Kabupaten Lumajang wilayah 01, yaitu Kecamatan Lumajang.

Dalam kesempatan itu, Ia juga melaporkan, jumlah  anggota PWRI Kab. Lumajang saat ini, kurang lebih 1500 orang. Namun yang aktif sekitar 800 orang. PWRI Kabupaten Lumajang, memiliki kegiatan rutin, salah satunya senam kesegaran jasmani.

Di sisi lain, Ketua Panitia, Drs. Kuswahono menyampaikan, bahwa warga PWRI patut berbangga karena salah satu anggotanya, yaitu Ir. Indah Amperawati, M. Si., menjadi orang penting nomer 2 di Kabupaten Lumajang.

Seperti yang diketahui, sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., merupakan salah satu ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang, yang kemudian memilih untuk pensiun dini, untuk kemudian ingin mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat melalui perjuangan politik, mengikuti Pilkada 2018.

Kuswahono melaporkan, acara tersebut diikuti Pengurus PWRI Kabupaten Lumajang dan pengurus di Kecamatan masing-masing kecamatan. (Suatman)

Gadaikan Istri Rp 250 Juta, Berawal Kerjasama Bisnis Tambak Udang



Lumajang, kabarejember.com
(14/06/2019) ---Bisnis tambak udang yang berujung pembunuhan ini mulai muncul fakta baru yang dapat diungkap kepolisian dibalik kasus “Suami menggadaikan Istri” beberapa waktu  lalu.
Di sini, polisi mendapat pengakuan dari Hartono bahwa Hori meminjam uang sejumlah Rp 250 juta untuk membuka usaha tambak udang dan bekerja sama dengan Hartono.

Hartono menjelaskan,  bahwa Hori menjanjikan uang sejumlah Rp  5 juta per bulan sebagai keuntungan kerja sama tambak udang mereka berdua. Namun, Hartono mengatakan tidak pernah menerima uang sepeserpun dari hasil kerjasama mereka berdua.

Hartono yang menekan Hori untuk segera mengembalikan uang yang dipinjamnya membuat Hori geram. Disitulah timbul niat Hori untuk membunuh Hartono. Hori mencari kesempatan untuk segera mengeksekusi Hartono di pematang sawah. saat Hori melihat seseorang yang merasa ditunggunya selamaini, Hori langsung saja menebas orang tersebut dengan sebilah celurit yang menyebabkan luka fatal sehingga korban langsung meninggal.
Hori yang ketakutan langsung saja menyerahkan diri ke pihak kepolisian karena yang dibunuhnya adalah sanak famili nya sendiri dan bukan Hartono

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH berpendapat bahwa berdasarkan yang ditangkap, Hori meminjam uang sebesar Rp  250 juta kepada Hartono dengan maksud ingin bisnis tambak udang bersama Hartono dengan jaminan uang Rp 5 juta perbulannya sebagai hasil keuntungan. Setelah beberapa saat Hartono tidak kunjung mendapat uang keuntungan hasil usaha tersebut. Lalu, dirinya mendesak Hori untuk segera mengembalikan uang yang dia pinjam sebelumnya.
Kesal dengan desakan Hartono, membuat Hori hilang kesabaran dan berniat membunuh Hartono namun salah sasaran dan menyebabkan saudaranya sendiri terbunuh,” papar  Kapolres. (Suatman)

IAIN Jember Resmikan Biro Konseling dan Layanan Psikologi


Jember, kabarejember.com 
Sebagai bentuk keseriusan pengembangan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Kamis (13/6), meresmikan biro konseling  dan psikologi. Biro tersebut berada dibawah Fakultas Dakwah.
Biro konseling dan psikologi itu diresmikan oleh Rektor IAIN Jember, Babun SUharto, bersama Dekan Fakultas Dakwah, Ahidul Asror.
Menurut Koordinator biro konseling dan psikologi, Muhammad Muhib Alwi, keberadaan lembaga baru ini diharapkan memiliki kontribusi penting dalam upaya mengerti, memahami, dan mengenali potensi yang dimiliki mahasiswa, dosen, karyawan, dan masyarakat umum. "Jadi lembaga ini juga diperuntukkan untuk masyarakat umum, bukan hanya bagi sivitas akademika IAIN Jember saja," katanya.
Muhib menambahkan, jika dibandingkan dengan layanan konseling dan psikologi pada umumnya, Biro konseling dan psikologi Fakultas dakwah IAIN Jember memiliki ciri khas tersendiri. "Nah kelebihan kita pada nilai terapi Islamnya. Misalnya, jika ada pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka kita akan berikan terapi sesuaidengan nilai- nilai keislaman, seperti puasa sunnah, berzikir, intinya sesuai dengan nilai- nilai keislaman," tambahnya.
Dekan Fakultas Dakwah, Ahidul Asror, mengatakan, biro konseling dan psikologi sudah memiliki tiga psikolog yang sudah memiliki sertifikasi psikolog. "Tiga orang psikolog kita ini ijin praktiknya masih hidup, yakni Indah Roziah Cholilah, Anugrah Sulistiyowati, dan Arrumaisha Fitri," ungkapnya.
Asror berharap, keberadaan biro konseling dan psikologi tersebut dapat memberikan manfaat serta menjadi media bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi dirinya. "Kita berharap lembaga ini menjadi media untuk mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, dengan solusi yang tepat," harapnya.
Sementara Rektor IAIN Jember, Babun Suharto, mengapresiasi atas dibukanya biro konseling dan psikologi. "Ternyata kita memiliki banyak potensi, untuk itu keberadaan lembaga ini harus benar- benar dimaksimalkan, dan diberikan kepercayaan penuh untuk berkembang," katanya.
Babun menambahkan, sebelum biro konseling dan psikologi dibuka secara resmi, kinerja dosen yang terlibat didalamnya sudah terbukti, yakni ketika rekrutmen tenaga Dosen Tetap Non PNS. "Dan luar biasa kinerjanya, saya betul- betul mengapresiasi. Karena bisa terlihat dan bisa mengukur sejauh mana kualitas calon tenaga dosen yang akan kita rekrut," tambahnya.
Untuk itu, Lanjut Babun, pada tanggal 18-19 Juni mendatang, pihaknya akan menggelar assesment ulang bagi pejabat eselon 3-4, dengan melibatkan biro konseling dan psikologi. "Kita akan lihat hasilnya, apakah memang betul- betul layak atau tidak untuk menduduki jabatan tersebut," pungkasnya. (Mia/iza/hms)

14/06/2019

Longsor, Akses Jalur Lumajang-Malang Buka Tutup



Lumajang, Kabarejember.com
(Jumat, 14 Juni 2019) Hujan yang mengguyur yang berintensitas tinggi di wilayah Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang menyebabkan longsor tanah disertai batu besar di KM 55 Jl. Raya Piket Nol Desa Supit Urang Kecamatan Pronojiwo. Jalan ini adalah jalur penghubung antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

  Polsek Pronojiwo, Satlantas Polres Lumajang dan Koramil Pronojiwo dibantu dengan warga sekitar pun saling bahu membahau membersihkan material tanah maupun batu besar yang menutupi bahu jalan. Tak lama, pihak dari BPBD dengan peralatan yang lebih mumpuni datang membantu pembersihan jalur ini.

  Meskipun demikian, hingga pukul 18.00 wib dilakukan buka tutup jalan, mengingat jalur yang bisa dilalui hanya untuk satu arah saja karena terlihat ada batu yang cukup besar masih belum bisa disingkirkan oleh petugas.

  Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menerangkan dalam kejadian tersebut tak mengakibatkan korban jiwa. “Longsor siang tadi yang berada di Piket Nol Kecamatan Pronojiwo untungnya tak menimbulkan korban jiwa. Namun demikian bencana tersebut menghambat perekonomian dari warga. Pihak Kepolisian bersama dengan instansi terkait akan secepat mungkin membersihkan material agar bisa dilalui dari dua arah lagi,” ungkap Kapolres.

  Dikonfirmasi di tempat lain, Kasat Lantas Polres Lumajang AKP I Gede Putu Atma Giri SH menghimbau para pengendara agar menghindari jalur tersebut. “Kami prediksi hingga malam ini jalur tersebut masih kami berlakukan buka tutup jalan, mengingat masih belum bisa digunakan untuk dua arah. Saya menghimbau agar para pengendara untuk melewati jalur alternative Ranu Pani maupun jalur utara melalui Probolinggo,” himbau Giri. (Suatman)