30/03/2020

Danrem 143/HO Serahkan Secara Simbolis Bantuan APD dari Gugus Tugas Nasional Covid 19 Kepada Gubernur Sulawesi Tenggara.

Kendar, Kabareprobolinggo.com 
 – Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Gugus Tugas Nasional penanganan penyebaran virus Corona (Covid – 19) yang didatangkan oleh Kodam XIV/Hasanuddin yang telah disalurkan dan tiba di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Minggu (29/3/2020) melalui Bandara Lanud Halu Oleo, Harin ini Senin (30/3/2020) diserahkan secara simbolis oleh Komandan Korem 143/HO Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, S.E., M.Si., kepada Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi, S,H bertempat di di Aula Sangia Ni Bandera, Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

“TNI telah mendatangkan total keseluruhan 40 koli APD bantuan dari gugus tugas nasional dan telah didistibusikan ke Provinsi Sultra melalui Kodam XIV/Hsn,” terang Danrem.

Perlu diketahui untuk 40 koli APD bantuan dari gugus tugas disalurkan ke Sulawesi Tenggara sejak tanggal 20 Maret 2020 sejumlah 4 koli, 27 Maret 2020 sejumlah 15 koli dan 29 Maret 2020 sejumlah 21 koli. Untuk pendistribusian ke wilayah disesuaikan dengan faktor kebutuhan dan kondisi masing – masing wilayah.

Pada kesempatan ini juga Gubernur Sultra menyampaikan beberapa hal tentang penanganan penyebaran virus Corona (Covid – 19) di Provinsi Sulawesi Tenggara,
a. Pemprov. Sultra telah menerima APD berjumlah 40 koli dengan masing masing koli berjumlah 50 jadi jumlah keseluruhan adalah 2000 pcs.

b. APD ini dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Darurat Covid-19 Nasional yang di serahkan kepada Pangdam seluruh Indonesia kemudian dari Pangdam di distribusikan kepada Danrem di masing masing wilayah.

c. Semoga APD ini bisa bermanfaat bagi penanganan covid 19 di wilayah Sultra dan Insha Allah Sultra bisa terhindar dari Covid 19.

d. Dalam waktu dekat Pemprov. Sultra akan menerima 10 ribu APD (Masker) bantuan dari Pemerintah Pusat dan nanti akan langsung di distribusikan ke Kab/Kota yang ada di wilayah Sultra.

e. Pasokan pangan di wilayah Prov. Sultra masih stanby sampai 6 bulan ke depan. Untuk Sultra tidak terlalu berpengaruh untuk ketersediaan pangan karena banyak alternatif pangan pengganti beras seperti jagung singkong sagu dll 

f. Terkait penanganan Covid - 19 Pemprov. Sultra telah menunjuk Rumah Sakit di 6 Kabupaten untuk mencover pasien di seluruh wilayah Sultra

g. Pemprov Sultra telah menyiapkan ± 150 kamar tersebar di seluruh wilayah Kendari di siapkan apabila fasilitas RS rujukan yang ada di Kota Kendari tidak mencukupi untuk merawat pasien Covid -19.

h. Gugus tugas Sultra juga telah menerima Rapid tes sebanyak 2400 pcs pada tanggal 26 Maret dan sejak tanggal 27 Maret 2020 sebagian telah di distribusikan sebanyak 876 pcs untuk 17 Kab/Kota

i. Hingga saat ini ada sebagian daerah yang sudah melaksakan Rapid test tetapi laporan resminya belum di terima oleh gugus tugas Prov. Sultra


Kegiatan dilanjutkan dengan Penyerahan secara simbolis APD dari Danrem 143/HO kepada Gubernur Sultra dan dari Gubernur Sultra kepada Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid -19 Prov. Sultra serta penandatanganan berita acara penyerahan APD.

Hadir dalam kegiatan ini Brigjen Pol. Drs. Merdisyam, M.Si (Kapolda Sultra), Drs. Laode Ahmad Pidana Balombo, M.Si (Pj. Sekda Sultra), Brigjen Pol Drs. Ghiri Prawijaya (Kepala BNNP Sultra), Kolonel Pnb Muzafar, S.Sos.,M.M, (Danlanud HLO), Kolonel Laut (P)  Baharudin Anwar ,S.T.,M.M (Danlanal Kendari), Kolonel Inf Drs. Alamsyah,M.Si (Dandim 1417/Kendari), Dian First Nalle (Asintel Kejati Sultr), Ibu Agista Ali Mazi (Ketua Tim Penggerak PKK Sultra), Syaifullah (Plt. Kadis Kominfo Sultra), Para Kasi Korem 143/HO, Boy Ikhwansyah (Ka BPBD Sultra/Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Darurat Covid-19 Prov. Sultra), dr. Rabhiul Awal (Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Darurat Covid-19 Prov. Sultra) dan  ±25 orang tamu undangan. 
(M.H / penrem143)

Lsm Paskal Kecewa Penyidik di Polres Probolinggo

Probolinggo, Kabareproboli nggo.com 
---- Warga Dusun Paras Desa Segaran Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo berhasil ditangguhkan oleh jajaran Polres Probolinggo pada Minggu Malam 29 Maret 2020.

Kasus yang sempat ramai tersebut rupanya akan ada aksi turun kejalan. Pasalnya,  pihak pelopor  Eliyas warga Jangkang merasa keberatan atas putusan penegak hukum tersebut dan diduga ada kongkalikong antara tersangka yang didampingi oleh oknum markus dan pihak penegak hukum.

Kasat Reskrim Riski Santuso S.I.K menerangkan bahwa kasus tersebut tidak cukup bukti." Jadi kita bisa menangguhkan para tersangka tersebut," terang kepada Pak eliyas Dan Yon selaku pelopor serta masyarakat Desa Jangkang Kecamatan Tiris
Kabupaten Probolinggo.

"Saya merasa kecewa kepada Penegak Hukum Polres Probolinggo. Padahal surat keberatan kami sudah dikirim pada tanggal 28 Maret 2020 dan sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak polres. Namun P
para tersangka sudah dikeluarkan dengan alasan tidak cukup bukti padahal para tersangka sudah ditahan selama dua B
bulanan." ucap Yon selaku warga Tiris. 

Mendengar hal tersebut Suliman selaku Ketua Lsm Paskal merasa kecewa pada pihak P
Penegak hukum, alasan tidak C
cukup bukti tersebut membuat masyarakat semakin tidak yakin lagi kepada penegak hukum khususnya yang ada di Kabupaten Probolinggo. Kami selaku kontrol akan tetap mendampingi apabila akan ada aksi turun kejalan agar masyarakat lebih puas, parah terkait OTT digading belum selesai  ditambah kasus baru lagi." tegasnya. (MH)

Pasien Positif Corona di Lumajang Bertambah Jadi 3 Orang

Lumajang, Kabarelumajang.com 
----Setelah kemarin (27/03/2020) Pemerintah Kabupaten Lumajang menggelar press release dinyatakan ada 1 warga Lumajang yang terjangkit virus corona, dan malam ini (29/03/2020) Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menggelar press release terkait perkembangan corona.
Dalam pernyataannya Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan bahwa pasien positif corona bertambah 2 orang dan saat ini menjadi 3 orang.
“Kabupaten Lumajang untuk yang positif corona malam hari ini tadi berdasarkan data dari Pemerintah Jawa Timur bertambah 2 orang, inisial AZ (26thn) dari Kecamatan Randuangung, yang bersangkutan riwayatnya pulang dari Jakarta 17 maret 2020 dan mengalami gelaja yang menyerupai indikasi virus corona dan masuk rumah sakit 19 maret 2020, dan dinyatakan sembuh secara klinis, artinya batuknya sembuh, demamnya sembuh, dinyatakan sembuh tanggal 21 maret 2020, dan yang bersangkutan saat ini dalam proses isolasi.” Terang Bupati Lumajang.
“Yang kedua berinisial MI (55thn) dari kecamatan Sukodono, beliau habis umroh dan dirujuk ke RS Saiful Anwar Malang 20/03/2020, dinyatakan mulai membaik secara klinis dan diperkenankan melakukan isolasi 25/03/2020, yang bersangkutan melakukan umroh dari travel Banyuwangi dan merupakan 1 rombongan bersama pasien PDP inisial S yang sudah meninggal dunia, artinya dimungkinkan pasien inisial S sudah positif corona namun yang bersangkutan belum melakukan swab.”Imbuh Bupati.
Bupati menambahkan bahwa untuk melakukan pencegahan corona pihaknya akan melakukan beberapa langkah standarisasi pencegahan covid-19, diantaranya :
1. Semua harus di isolasi dan juga berserta orang yang berkaitan erat, isolasi akan dipantau langsung oleh gugus tugas covid 19.
2. 80 rombongan umroh SA kemarin isolasi dirumah dan puskesmas akan pantau pergerakannya.
3. Pemerintah melakukan langkah pencegahan untuk orang2 dekatnya baik ODP/PDP dengan pemantauan, dan yang dekat pasien POSITIF penangannya sama seperti/seakan2 positif untuk mengantisipasi.
4. Sosial distancing dan karantina wilayah untuk status positif corona.
5. Perbesok ada POS diterminal ketika ada pendatang langsung didata.
6. Ada rencana program penyegeraan zakat maal
“Siapa – siapa yang pernah ketemu, dekat, komunikasi dengan AS – AZ- MI , ayo segera melaporkan diri ke puskesmas jangan menunggu sakit baru kerumah sakit (harus sadar, bisa jadi sudah terinfeksi cuma tidak ada gejala dan masih keluyuran, ini bisa bawa virus ke orang lain).” Ujar Bupati Lumajang.
Sementara itu Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negera Siregar SIK, kembali menegaskan maklumat Kapolri agar warga tidak menggelar kegiatan yang mengundang masa. Warga juga diminta menghindari kerumunan (physical distancing) untuk mencegah penyebaaran Corona semakin cepat dan tidak terkendali.
“Kita akan lakukan tindakan tegas jika masyarakat membandel. Corona sudah ada di Lumajang,” Tegas Kapolres.
Data terkini tanggal 29 Maret 2020, 3 orang terkonfirmasi positif Corona, 8 orang pasien dalam pengawasan (PDP), 104 orang dalam pantauan (OPD).
Reporter : Atman
 

29/03/2020

Putus Penularan Covid - 19 Warga Urunan Semprot Lingkungan Sekitar



Jember, Kabarejember.com 
---- Dengan semakin meluasnya wabah covid 19 ,warga dusun Talang Babatan rt 2 dan 3 desa Jenggawah Kecamatan Jenggawah urunan mengumpulkan dana utuk membeli obat,kemudian melakukan penyemprotan secara gotong royong.

Solihin salah satu tokoh pemuda di Dusun Talang Babatan mengatakan, urunan terpaksa kami lakukan karena sewaktu kami minta bantuan ke pak kades,pak kades bilang suruh ke pak kasun. namun setelah kami datang ke pak kasun ternyata obat sudah diberikan kepada orang lain," jelasnya. 

" Kami tak mau berlama lama menunggu keputusan dari aparat desa yang belum jelas kepastiannya,makanya setelah kami bermusyawarah dengan beberapa warga ,setuju untuk melakukan urunan," ujar Lihin.

Setelah dana terkumpul,warga lalu membeli obat berupa wipol dan deterjen pemutih serta super pel. Ketiga deterjen tersebut dicampur menggunakan air kemudian disemprotkan keseluruh area rt 2 dan 3 Dusun Talang Babatan Desa Jenggawah.Pelaksanaan penyemprotan secara swadaya tersebut dilakukan tanggal 29 Maret 2020 yang dimulai pukul 21.00 wib dan berahir 23.00 wib.

Penyemprotan memang dilakukan malam hari karena siang harinya warga ke sawah," kata Hermanto selaku tokoh masyarakat padukuan Talang. Hermanto juga menghimbau untuk seluruh masyarakat supaya tetap menjaga kesehatan masing masing , tentunya dengan rajin mencuci tangan ,dan semoga wabah Covid 19 cepat berlalu," pungkasnya. ( tim )

Polsek Puger Bubarkan Kerumunan Pengunjung Pantai Pancer


Jember, kabarejember.com
---- Himbauan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran covid 19 dengan cara tetap tinggal di rumah dan menghindari kerumunan, nampaknya kurang dihiraukan oleh banyak muda-mudi. Terbukti pada hari Minggu (29/03) masih banyak pemuda-pemudi maupun masyarakat yang mengunjungi pantai Pancer Puger dan JLS (jalur lintas selatan) yang berlokasi di dusun Krajan 2 desa Puger Kulon kecamatan Puger. Para pengunjung berkumpul atau berkerumun untuk sekedar ngobrol, nongkrong maupun berswa foto. 

Sekitar pukul 11.00 wib, petugas dari Polsek Puger yang terdiri dari kaSPK.Aiptu Agus Darmono,  kasi Humas Bripka A.Wahid dan anggota Bripka Feto mendatangi lokasi wisata dan membubarkan kerumunan pengunjung. Selain membubarkan kerumunan, petugas juga memberikan arahan supaya pengunjung mematuhi himbauan pemerintah serta  Maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan Pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus corona (Covid 19). Apabila pengunjung tidak mematuhi himbauan tersebut maka pihak Polsek Puger akan bertindak sesuai hukum yang berlaku. (Heri)

2 Spesialis Pencuri Sapi Berhasil Diamankan Polisi


Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
----  Reskrim Polsek Tongas Polres Probolinggo Kota berhasil menangkap dua orang terduga pelaku pencurian hewan ternak sapi milik warga Dusun Kedungbatang, Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Pencuri hewan ternak sapi yang berhasil ditangkap anggota Reskrim Polsek Tongas berinisial “E” (35), warga Dusun Bunot Rt 018/Rw 006 Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Berikutnya, J (39), warga Dusun Darungan Selatan Rt 11/Rw 02 Desa Wringinanom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Dengan ditangkapnya pelaku pencuri hewan ternak sapi tersebut, Kapolsek Tongas Iptu Gatot Santoso mengungkapkan, kronologis kejadian, pada hari Minggu, 08 September 2019 sekitar jam 02.00 Wib dinihari di Dusun Kedungbatang Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo telah terjadi tindak pidana pencurian 1 (satu) ekor hewan ternak sapi betina lokal umur 4 (empat) tahun, dengan ciri-ciri warna bulu putih, ekor hitam, milik pelapor yang dirawat oleh Tinoyo warga Dusun Kedungbatang, Desa Klampok.

Hewan ternak sapi tersebut hilang, dicuri oleh pelaku dengan cara membuka pintu kandang. Setelah dilakukan upaya pencarian oleh anggota Reskrim Polsek Tongas, hewan ternak sapi milik pelapor yang hilang tersebut berhasil ditemukan oleh petugas di Dusun Curahpondok, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas.

Setelah dilakukan intrograsi oleh petugas, kedua pelaku ini mengaku, mencuri hewan sapi tersebut dilakukan bersama 3 (tiga) orang. Yakni, tersangka “E” dan “J” yang sekarang sudah kita amankan

“Sedang satu tersangka yang lain berinisial ‘Y’ melarikan diri, hingga sekarang masih kita kejar dan sudah ditetapkan sebgai daftar pencarian orang (DPO),” ungkap Kapolsek Tongas, Iptu Gatot, Jumat (27/03) saat pres rillies kepada sejumlah wartawan.

Barang bukti (BB) berupa satu ekor hewan ternak sapi betina, dengan ciri-ciri warna bulu putih dan ekor hitam, serta jaket parasit warna merah-hitam yang dipakai tersangka Edi saat melakukan aksi pencurian hewan ternak sapi tersebut kita amankan sebagai alat bukti, tambah Iptu Gatot.

“Ke dua tersangka kami jerat Pasal 363 KUHPidana ayat (1) huruf 1e, 3e, 4e, 5e KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun,” tandasnya.

Keluarga Besar Kodim 0820/Probolinggo Berduka


Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
---- Terbakarnya Pom Mini di Desa Sebaung, Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo beberapa hari lalu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besar Kodim 0820/Probolinggo. 

Salah satu prajurit terbaiknya, menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Saiful Anwar ( RSSA) Malang.
Kopral Satu (Koptu) Santosa meninggal dunia akibat luka bakar yang menimpa dirinya saat membantu memadamkan api di lokasi kejadian.
Minggu, (29-3-20)
Kabar meninggalnya Koptu Santoso ini, cepat tersebar di khalayak karena sikapnya yang melebihi panggilan tugas dalam mengemban dan membantu kesulitan rakyat di sekelilingnya yang mengalami musibah kebakaran, tak diduga menjadi korban. 

Saat awak media mengkonfirmasi kabar duka tersebut kepada Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo, melalui telepon selulernya membenarkan kabar tersebut.
Alm Koptu Santoso meninggal pada Sabtu, 28 Maret 2020 sekitar pukul 08.00 WIB, setelah menjalani perawatan selama 9 hari di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang.
"Kami keluarga besar Kodim 0820/Probolinggo, kehilangan atas meninggalnya anggota kami. Almarhum Koptu Santoso meninggal di rumah sakit setelah berjuang dengan luka bakar 45% di tubuhnya,” ujar Komandan berpangkat melati dua di pundaknya. 

Korban dikebumikan di Kediri sesuai permintaan keluarga, tempat kelahirannya, di Dusun Puncu, Desa Puncu, Kabupaten Kediri. Jenazah dimakamkan siang tadi," ucap Letkol Inf Imam Wibowo.

Disinggung mengenai sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pihak berwajib mengenai kronologi dan tersangkanya, Komandan Kodim 0820/Probolinggo enggan berkomentar.  Dengan diplomatis Letkol Inf Imam Wibowo mengatakan, biar polisi  bekerja dengan profesional tanpa ada tekanan dari pihak manapun juga.(MH)