13/04/2020

Diserang Sekelompok Orang Tak Dikenal, 1 Tewas 1 Luka Parah


Jember, Kabarejember.com
 -- Sedang asyik bercengkerama menikmati malam di lapangan dusun Gadungan desa Kasiyan Kecamatan Puger, 11 anak remaja tiba-tiba diserang oleh 5 pemuda tak dikenal dengan menggunakan senjata jenis clurit pada Minggu malam(12/04/2020).

Akibat dari kejadian tersebut, Rifan Sugiarto (17)warga dusun Gadungan menghembuskan nafas terakhir. Sedangkan seorang temannya bernama Dedi Setiawan(20) harus dikirim ke RS dr.Soebandi Jember karena menderita luka bacok yang cukup parah.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun media, seorang saksi menceritakan saat mereka asyik berbincang, datang dari arah timur lapangan dua sepeda motor yang dikendarai oleh lima pemuda yang tidak dikenal. "Salah seorang turun berpura-pura meminjam korek, tetapi tanpa diduga temannya yang lain turun bersenjatakan clurit, dan langsung membacok kami tanpa alasan yang jelas."katanya.

Sabetan clurit gerombolan tersebut mengenai Rifan dan Dedi.Setelah melakukan aksinya ,gerombolan itu langsung melarikan diri dengan mengendarai motor. Bahkan satu unit sepeda motor merk Beat milik salah seorang saksi juga turut dibawa kabur. Selanjutnya kedua korban langsung  dilarikan ke puskesmas Puger oleh teman-temannya, tetapi Rifan meninggal dunia dalam perjalanan. Kedua korban langsung dilarikan ke RS dr.Soebandi untuk penanganan lebih lanjut. 

Kasat Reskrim Jember, AKP Fran Dalanta Kembaren S.H.,S.IK.,M.H, kepada media menjelaskan, sudah melakukan olah tkp, dan diketemukan sebuah gunting yang terdapat bercak darah. Tetapi masih harus dicek asal darah tersebut , apakah darah pelaku atau darah korban. " Saat ini polisi sedang melakukan lidik lebih lanjut, semoga kasus ini segera menemui titik terang. Kepada pelaku akan dijerat dengan pasal 365 KUHP junto pasal 338 KUHP. Kita lihat hasil pengembangannya nanti." ujarnya. (Heri)

Koramil 0820/23 Gading Bagikan Masker Gratis Untuk Masyarakat Gading.


Probolinggo, Kabarejember.com 
--- Aksi sosial bagi-bagi masker kepada masyarakat terus dilakukan demi upaya pemutusan jalur penyebaran Virus Corona atau sering disebut dengan Covid-19.
Tak hanya satuan atasnya Kodim 0820/Probolinggo, jajarannya juga melaksanakan kegiatan serupa, sebanyak 250  masker  dibagikan oleh anggota Koramil 0820/23 Gading kepada masyarakat sekitar guna mencegah dan memutus penyebaran virus Corona atau Covid-19. Kususnya di Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo
Senin, (13-4-20)

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung Pj Komandan Koramil Gading, Kapten Inf M Yahuddin, sesuai perintah Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo.
Selain kegiatan bagi masker Koramil 0820/23 Gading juga aktif dalam kegaiatan Satgas Covid 19 Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, diantaranya kegiatan penyemprotan di rumah-rumah ibadah maupun fasilitas umum, yang tergabung dalam pos-pos check point di masing-masing desa binaan dan karantina bagi pemudik yang memasuki Kecamatan Gading dan ditempatkan di SMPN 3 Condong.

Saat awak media berkesempatan mengkonfirmasi kegiatan tersebut kepada Pj Komandan Koramil Gading, Kapten Inf M Yahuddin mengatakan Kegiatan ini adalah upaya TNI dalam membantu Pemerintah daerah dalam memutus jalur penyebaran Virus Corona yang merebak di seluruh dunia ini, senada dengan Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Kapten Inf Yahuddin juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi anjuran Pemerintah agar selalu hidup bersih dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah melaksanakan aktifitas, selalu gunakan masker, Kurangi aktifitas di luar rumah, Perbanyak minum air putih dan vitamin, berjemur dipagi hari serta berolah raga untuk menjaga stamina, Jangan Panik dan marilah kita jaga kebersihan rumah maupun lingkungan serta selalu berdo'a kepada sang maha pencipta," tegasnya.(MH)

Mahasiswa UNEJ Asal Timor Leste Pilih Tetap di Jember

Jember, Kabarejember.com 
(13 April 2020) -- Kesadaran lebih baik muncul dari diri sendiri tidak harus nunggu tekanan dari pihak lain untuk ikut menyukseskan pemerintah melawan virus Corona. Seperti yang ditempuh Mualim Monteiro mahasiswa Universitas Jember asal Timor Leste memilih tetap tinggal di Jember ini.  Di tengah merebaknya virus corona (Covid-19), Mualim bersama 4 orang rekan senegaranya memutuskan hal itu setelah adanya arahan dari pemerintah Timor Leste untuk tetap tinggal di tempat masing-masing.
“Kami semua mengikuti anjuran dari pemerintah Timor Leste agar tetap tinggal di kota tempat menempuh pendidikan masing-masing. Namun kami tetap mengikuti prosedur kesehatan yang harus dilakukan,” ujar Mualim usai menerima paket bantuan kesehatan dari pengurus Keluarga Alumni Universitas Jember (KUAJE) di Gedung CDAST, (13/3).  
Menurut Mualim, kondisi di Jember masih lebih baik dari pada dirinya memutuskan untuk pulang. Karena menurutnya, resiko tertular virus Covid-19 akan lebih besar saat dia melakukan perjalanan pulang.
“Karena ada salah satu warga Timor Leste yang dinyatakan positif terjangkit (Covid-19) setelah dia pulang dari Indonesia. Mungkin itu sebabnya pemerintah menganjurkan kami untuk tidak pulang,” imbuhnya.
Mualim melanjutkan, untuk menunjang kebutuhan para mahasiswa yang tetap tinggal di Indonesia, pemerintah Timor Leste telah melakukan pendataan secara menyeluruh.
“Jadi bagi kami yang tetap di sini (Jember) ataupun di kota lain akan mendapatkan bantuan tambahan dari pemerintah Timor Leste untuk menunjang kebutuhan selama masa krisis Covid-19 ini,” pungkasnya.
Sementara itu Eliya mahasiswa asal Malaysia bersama seorang rekannya memutuskan untuk pulang ke negara asalnya. Hal itu dia lakukan setelah pemerintah Malaysia meminta agar mahasiswa Universitas Jember asal Malaysia segera pulang.
“Sebenarnya kalau saya sendiri inginnya tetap tinggal di Jember. Karena di Malaysia pun saya tidak tau bagaimana kondisinya. Namun pemerintah menghendaki saya pulang, ya saya harus pulang. Alhamdulillah ada pesawat yang difasilitasi oleh pemerintah,” ujarnya.
Menurut Aliya, awalnya keluaga di Malaysia menginginkan dirinya tetap tinggal di Indonesia. Namun setelah banyaknya jumlah warga Indonesia yang terjangkit Covid-19 keluarganya justru menyarankan agar Aliya segera pulang.
“Mungkin mereka takut saya tertular juga. Sebelumnya saya sudah sempat membeli tiket pulang, namun terpaksa harus saya batalkan karena tidak ada penerbangan. Alhamdulillah sekarang ada fasilitas pesawat dari pemerintah Malaysia,” jelas Aliya. (Mia/moen/hms) 

12/04/2020

Bupati LiRA Himbau Anggotanya untuk Bantu Masyarakat di Tengah Pandemi Corona

Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
-- Menghadapi  pandemi Virus Corona wilayah Kabupaten Probolinggo , DPD Bupati Lira Kabupaten Probolinggo Samsudin,SH. memberikan himbauan pada anggota Lira di wilayahnya.

Himbauan tersebut , untuk saling membantu dalam membantu melawan Virus Corona, dengan segala upaya

Bupati Lira Samsudin mengatakan, atas pergerakan ini untuk mencegah Virus Corona atau Covid - 19 ini dengan penyemprotan dan bagi bagi masker di setiap wilayah, yang di komandoi Camat Lira , dengan anggaran pribadi dan ada  bantuan dari DPD.

Sekarang musimnya masyarakat mudik ya kalau bisa " jek pleman Kadek enggi "( jangan pulang dulu ya), kami tak melarang untuk kepulangan masyarakat yang dari luar daerah.

Karena seperti kebijakan pemerintah Kabupaten Probolinggo, yang dari luar kota harus melalui karantina selama 14 hari , dan saya rasa kebijakan tersebut untuk mencegah menularnya Virus Corona .

"Kami mendukung penuh kebijakan tersebut , namun alangkah baiknya jika tidak mudik dulu ke kampung halaman , karena dengan begitu membuktikan bahwa kita sayang keluarga , sayang bangsa dan negara tercinta ini," paparnya.

Tak ada larangan yang mau mudik atau kembali ke kampung halamannya , itu hanya himbauan yang setidaknya bisa kita hargai bersama, " tegas pria pengusaha ini . (MH) 

11/04/2020

Satu Pasien Sembuh Jember, Tambah Satu Pasien Positif Covid 19


Jember, Kabarejember.com 
---- Penyabaran virus covid 19 atau Corona dalam beberapa hari kemarin masih tetap berjumlah 2 orang yang dinyatakan positif dan Satu pasien positif corona asal Kecamatan Kaliwates dinyatakan sembuh dan telah pulang, Rabu 8 April 2020 lalu. 


Kesembuhan pasien positif corona tersebut disampaikan Kadis Kominfo Gatot Triono kepada media di group WhatsApp. "Iya sudah sembuh dan sudah pulang," katanya.

Hari ini, Sabtu 11 April 2020, pasien positif corona bertambah satu. Berdasarkan ubdate informasi covid-19, satu pasien positif corona berasal dari Kecamatan Ajung. 

Dihimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Jember kususnya untuk tetap tenang.Namun kita juga harus tetap waspada,mari kita biasakan hidup sehat.Dengan selalu mencuci tangan sebelum maupun setelah melakukan kegiatan,dan hindari keluar rumah kalau tidak ada urusan yang sangat penting serta hindari berkerumun ( tim/ red )

Mewabahnya Virus Corona, Bupati Faida Himbau Masyarakat Tenang

Jember, Kabarejember.com 
-- Pemda Kabupaten Jember mengimbau masyarakatnya untuk tenang dan tidak panik terkait mewabahnya corona virus disease 2019 (Covid-19) atau virus corona. Walaupun begitu,  harus tetap waspada dengan mengikuti anjuran dari pemerintah.

Bupati Jember, Faida melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo), Gatot Triyono mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu memerangi penyebaran Covid-19. Caranya dengan melakukan upaya pencegahan sesuai anjuran pemerintah, yaitu mulai dari menjaga jarak atau kontak fisik hingga mengurangi segala risiko penularan.

“Masyarakat juga jangan mengucilkan warga penderita Covid-19 baik ODP (Orang Dalam Pemantauan), ODR (Orang Dalam Risiko) dan OTG (Orang Tanpa Gejala) dalam pergaulan sosial yang justru akan membuat mereka merasa tidak nyaman,” ungkapnya.

Bahkan, kata Gatot, alangkah baiknya semua masyarakat bisa saling berbagi dan bahu membahu untuk memperbaiki sektor perekonomian akibat pandemi Covid-19. Karena tidak sedikit masyarakat yang profesinya bergantung pada upah harian.

“Mari kita saling bahu membahu, saling membantu sesama meringankan beban saudara-saudara kita. Saat ini memang masa sulit, sepertinya semua lapisan masyarakat terdampak. Banyak saudara kita yang dalam kondisi kesulitan secara ekonomi,” tandasnya.

Diketahui, data perkembangan kasus Covid-19 di Jember per 10 April 2020 menyebutkan jumlah positif corona 2 orang dengan rincian satu pasien meninggal. Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat 19 orang, 791 Orang Dalam Pemanataun (ODP) dan 6.965 Orang Dalam Risiko. (Tim/red) 

Sidang Paripurna Penetapan 5 Raperda Diawali Senyum Sumringah Tapi Berujung Cemberut


Jember, Kabarejember.com 
-- Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jember dengan agenda penetapan 5 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jember, Jum'at (09/04/2020) dihadiri Bupati Jember dr. Hj Faida MMR dan seluruh Pimpinan  dan anggota DPRD Kabupaten Jember tidak berujung manis.

Bukan menjadi rahasia lagi, hubungan kurang baik antara bupati dan DPRD Kabupaten Jember sudah berlangsung lama, bahkan diera DPRD sebelumnya juga sudah terjadi hubungan tidak harmonis. Kondisi ini diduga pemicunya salah satu faktornya Kabupaten Jember hingga saat ini tidak memiliki
 APBD. 

Hadirnya Bupati Jember dr. Hj Faida di gedung dewan dalam agenda mengikuti sidang paripurna banyak mendapat apresiasi anggota dewan yang hadir.

Bahkan, saat pansus menyampaikan laporannya dan juru bicara Fraksi-Fraksi menyampaikan pendapatnya, tidak jarang para juru bicara ini menyampaikan apresiasinya atas kehadiran bupati, bahkan berharap bupati bisa hadir setiap sidang Paripurna.

Fraksi PKS melalui juru bicaranya sangat berharap hubungan antara bupati dan DPRD Kabupaten Jember segera membaik demi kemaslahatan masyarakat Jember.

Bahkan, sebelum menutup penyapaiannya, juru bicara Fraksi PKS ini melalui bait-bait pantun yang dilontarkan dalam bahasa Jawa, artinya lebih kurangnya berharap Eksekutif dan Legislatif harus rukun, Jum' at (10/04/2020).

Setelah Pansus menyetujui 5 Raperda dan seluruh fraksi turut menyetujui menjadi Perda Kabupaten Jember, acara dilanjutkan dengan permintaan persetujuan penetapan Raperda kepada segenap anggota DPRD dan dilanjutkan Penandatanganan persetujuan bersama 5 Raperda oleh DPRD bersama Bupati.

Usai penandatanganan, secara singkat bupati memberikan sambutan.  " Terima kasih kepada segenap Fraksi DPRD Kabupaten Jember baik yang tergabung di Pansus 1 maupun Pansus II atas kesediaannya membahas 5 Raperda yang diajukan Pemerintah Kabupaten Jember," katanya.

Masih menurut bupati, ada 5 Raperda masing masing  1. Penyertaan modal pada perusahaan daerah perkebunan kahyangan Jember.
2. Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Pendalugan Jember.
3. Perubahan atas peraturan daerah nomor 4 tahun 2011 tentang retribusi jasa umum. Ke 4. Perubahan atas peraturan daerah nomor 5 tahun 2011 tentang retribusi jasa usaha dan yang ke 5. Perubahan atas peraturan daerah nomor 6 tahun 2011 tentang retribusi perijinan tertentu.

"Diharapkan dengan 5 Perda tersebut akan menjadi landasan hukum untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat Jember," pungkasnya.

Selanjutnya Itqon Syauqi selaku pimpinan rapat menyampaikan kepada seluruh anggota dewan bahwa rapat akan ditutup, di waktu inilah 2 (dua) anggota dewan yang diawali Agusta Jaka Purwana politisi Partai Demokrat dan dilanjutkan oleh Nyoman Aribowo dari PAN menanyakan berkaitan sumber anggaran Rp. 400 miliar untuk penanganan Covid-19 dan nasib APBD Jember.

Belum selesai ke dua anggota dewan menyampaikan pertanyaannya, bupati Faida langsung bangun dari tempat duduknya dan meninggalkan sidang paripurna yang sudah sampai penghujungnya.

Bahkan saat wartawan berupaya mengkonfirmasi bupati yang di kawal Satpol PP bergerak cepat menuju mobil yang parkir di depan pintu masuk utama gedung DPRD Jember dan langsung meninggalkan gedung dewan.

Melihat kejadian tersebut Itqon Syauqi yang sempat ditemui dan diminta tanggapannya terkait kejadian tersebut menyampaikan mohon maaf dirinya tidak berkompeten untuk mengomentari kejadian itu biar masyarakat yang menilainya. "Mohon maaf saya tidak berkompeten mengomentari kejadian tadi biar masyarakat yang menilainya," ujarnya.  

Harapan besar disampaikan jurubicara Fraksi saat proses penetapan Perda Jember seperti mimpi di siang bolong , belum selesai sidang paripurna hubungan bupati dan dewan kembali memanas. Semoga demi rakyat Jember para pemangku kebijakan ini bisa rukun seperti harapan para juru bicara Fraksi. (Lilik)