13/04/2020

Kunjungan Muspika Arjasa Disambut Baik Manajemen PT. Muroco





Jember, Kabarejember.com 
-- Kehadiran  Muspika Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember di pabrik pengolahan Kayu PT. Muroco, Senin 13/04/2020 disambut baik oleh jajaran  manajemen PT. Muroco.

Dalam kunjungan itu dipimpin Camat Arjasa, H. Herwan Agus Darmanto, bersama Muspika yakni Kapolsek Arjasa AKP. Eko Basuki, SH dan Koramil 0824/02 Kapten Inf. Jarwo. 

Standart ketat diberlakukan PT. Muroco kepada siapapun yang akan memasuki kawasan pabrik. Bahkan, rombongan Muspika pun harus melewati SOP yang sudah ditetapkan pihak pabrik.

Seluruh kendaraan rombongan disemprot Disinfektan, bahkan Camat, Kapolsek Dan Danramil harus melewati jalur yang sudah ditetapkan oleh manajemen pabrik.

Semua Kendaraan disemprot Disinfektan dan setiap orang harus menggunakan Hand Sanitizer, dicheck suhu, cuci tangan, lalu melewati bilik disinfektan dengan tetap melaksanakan Physical Distancing yang merupakan bentuk komitmen dari manajemen PT. Muroco untuk sama sama melakukan pencegahan wabah Covid-19 di Kabupaten Jember, Khusunya di wilayah Kecamatan Arjasa.

Kepada Awak Media, Kapolsek Arjasa, AKP. Eko Basuki, SH menyampaikan, bahwa kehadiran dirinya dari Muspika Kecamatan Arjasa hadir di PT. Muroco ini memastikan pelaksanaan Physical Distancing dilaksanakan.

Selain itu, seperti rekan-rekan media ini bisa lihat bersama, pihak perusahaan sangat ketat sekali dalam penerapan SOP pencegahan Covid-19, siapapun yang akan memasuki kawasan pabrik harus mengikuti aturan pencegahan Covid-19.

Tidak hanya soal Pyhsical Distancing, lanjut Eko, kedatangan kami hari ini juga melihat langsung seperti apa sistem pengolahan limbah pabrik di Muroco ini ?. Alhamdulillah seperti yang kita lihat bersama pengolahan limbah di pabrik ini sudah bagus dan sesuai standard.

Sementara itu, Adi Susilo penanggung jawab operasional PT. Muroco Arjasa Jember, ketika di minta menanggapi kedatangan rombongan Muspika Kecamatan Arjasa menyampaikan, bahwa pihaknya  sangat berterima kasih sekali atas kehadiran Camat, Kapolsek dan Danramil ke pabrik kami,dan tak lupa kepada rakan wartawan yang turut hadir hari ini.

Sejak awal kami sudah mengantisipasi mewabahnya Covid-19, sebelum Kabupaten Jember menjadi zona merah kami sudah menerapkan beberapa SOP Pencegahan,dan kami terus menekankan kepada seluruh pekerja agar mematuhi SOP yang ada.

"Mohon doanya agar kegiatan di pabrik ini berjalan lancar dan di jauhkan dari wabah Covid-19. Kami sudah berupaya melakukan pencegahan, dukungan dari semua pihak sangat kami hargai,karna itu akan membantu keberlangsungan beroperasinya pabrik Muroco yang saat mempekerjakan 700 lebih warga Jember ini," pungkasnya (Lilik)

Para Pemangku Daerah Bersatu Cegah Penyebaran Virus Corona

Probolinggo, Kabareprobolinggo
com
--- Bupati Probolinggo Tantriana Sari Hasan Aminuddin dan Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengadakan rapat terbatas di ruang transit Kantor Wali Kota Probolinggo tersebut membahas penanganan COVID-19 di dua wilayah tapal kuda yang saling berdekatan, Senin (13/04/20).

Walikota Hadi Zainal Abidin didampingi Wakil Walikota Mohammad Soufis Subri, Sekda Kota drg.Ninik Ira Wibawati, dan Sekda Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono, Jubir Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo dr.Abrrar HS Kudah, juga jubir Kabupaten Probolinggo dr.Anang Budi Yoeliyanto.

Dalam kesempatan itu, dr Abraar menjelaskan, bahwa pertemuan antara kepala daerah
Itu membahas cara penanganan dan pemutusan mata rantai COVID-19 di Kota /Kabupaten Probolinggo.

Seperti  kerjasama antara ke dua daerah adalah mengadakan  pos pemeriksaan (pos mudik dan penanganan COVID 19),
pembahasan keputusan MUI tentang shalat Jumat, 
petugas kesehatan, TNI, Polri, Satpol PP dan relawan.

Hasil pertemuan tersebut justru semakin mempererat hubungan antar wilayah  Probolinggo khususnya. karena Probolinggo memang satu nama.
 Yang jelas, pertemuan ini sebagai inisiatif rasa, ” ujar dr Abraar saat keluar ruangan.

 Dan selanjut dr Abrrar yang juga Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh menjelaskan, Wali Kota dan Bupati Probolinggo  membahas tentang  jenazah pasien COVID-19. 
Masyarakat diharapkan tidak menolak jenazah baik masyarakat atau tenaga kesehatan yang gugur. "Masyarakat harus percaya, apa yang dikeluarkan rumah sakit sudah betul-betul bisa dikebumikan dengan baik dan benar," tuturnya.
 Sementara itu di tempat yang sama dr Anang Budi Yoelijanto membenarkan pertemuan itu juga membahas tentang titik pemeriksaan (posko mudik dan penanganan COVID-19) yang operasionalnya menggabungkan antara petugas dari Kota juga Kabupaten Probolinggo.

Wali Kota Probolinggo  Hadi Zainal Abidin  mengatakan bahwa pertemuannya dengan Bupati Probolinggo Puput Tantrianasari  berkoordinasi tentang penanganan dan penanganan virus korona di kota dan kabupaten Probolinggo. “Intinya kami mendukung dan saling mendukung di  check point.
 Baik kabupaten dan kota saling bertukar data agar mudah diakses," tuturnya pada media Kabareprobolinggo. (MH)

Diserang Sekelompok Orang Tak Dikenal, 1 Tewas 1 Luka Parah


Jember, Kabarejember.com
 -- Sedang asyik bercengkerama menikmati malam di lapangan dusun Gadungan desa Kasiyan Kecamatan Puger, 11 anak remaja tiba-tiba diserang oleh 5 pemuda tak dikenal dengan menggunakan senjata jenis clurit pada Minggu malam(12/04/2020).

Akibat dari kejadian tersebut, Rifan Sugiarto (17)warga dusun Gadungan menghembuskan nafas terakhir. Sedangkan seorang temannya bernama Dedi Setiawan(20) harus dikirim ke RS dr.Soebandi Jember karena menderita luka bacok yang cukup parah.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun media, seorang saksi menceritakan saat mereka asyik berbincang, datang dari arah timur lapangan dua sepeda motor yang dikendarai oleh lima pemuda yang tidak dikenal. "Salah seorang turun berpura-pura meminjam korek, tetapi tanpa diduga temannya yang lain turun bersenjatakan clurit, dan langsung membacok kami tanpa alasan yang jelas."katanya.

Sabetan clurit gerombolan tersebut mengenai Rifan dan Dedi.Setelah melakukan aksinya ,gerombolan itu langsung melarikan diri dengan mengendarai motor. Bahkan satu unit sepeda motor merk Beat milik salah seorang saksi juga turut dibawa kabur. Selanjutnya kedua korban langsung  dilarikan ke puskesmas Puger oleh teman-temannya, tetapi Rifan meninggal dunia dalam perjalanan. Kedua korban langsung dilarikan ke RS dr.Soebandi untuk penanganan lebih lanjut. 

Kasat Reskrim Jember, AKP Fran Dalanta Kembaren S.H.,S.IK.,M.H, kepada media menjelaskan, sudah melakukan olah tkp, dan diketemukan sebuah gunting yang terdapat bercak darah. Tetapi masih harus dicek asal darah tersebut , apakah darah pelaku atau darah korban. " Saat ini polisi sedang melakukan lidik lebih lanjut, semoga kasus ini segera menemui titik terang. Kepada pelaku akan dijerat dengan pasal 365 KUHP junto pasal 338 KUHP. Kita lihat hasil pengembangannya nanti." ujarnya. (Heri)

Koramil 0820/23 Gading Bagikan Masker Gratis Untuk Masyarakat Gading.


Probolinggo, Kabarejember.com 
--- Aksi sosial bagi-bagi masker kepada masyarakat terus dilakukan demi upaya pemutusan jalur penyebaran Virus Corona atau sering disebut dengan Covid-19.
Tak hanya satuan atasnya Kodim 0820/Probolinggo, jajarannya juga melaksanakan kegiatan serupa, sebanyak 250  masker  dibagikan oleh anggota Koramil 0820/23 Gading kepada masyarakat sekitar guna mencegah dan memutus penyebaran virus Corona atau Covid-19. Kususnya di Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo
Senin, (13-4-20)

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung Pj Komandan Koramil Gading, Kapten Inf M Yahuddin, sesuai perintah Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo.
Selain kegiatan bagi masker Koramil 0820/23 Gading juga aktif dalam kegaiatan Satgas Covid 19 Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, diantaranya kegiatan penyemprotan di rumah-rumah ibadah maupun fasilitas umum, yang tergabung dalam pos-pos check point di masing-masing desa binaan dan karantina bagi pemudik yang memasuki Kecamatan Gading dan ditempatkan di SMPN 3 Condong.

Saat awak media berkesempatan mengkonfirmasi kegiatan tersebut kepada Pj Komandan Koramil Gading, Kapten Inf M Yahuddin mengatakan Kegiatan ini adalah upaya TNI dalam membantu Pemerintah daerah dalam memutus jalur penyebaran Virus Corona yang merebak di seluruh dunia ini, senada dengan Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Kapten Inf Yahuddin juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi anjuran Pemerintah agar selalu hidup bersih dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah melaksanakan aktifitas, selalu gunakan masker, Kurangi aktifitas di luar rumah, Perbanyak minum air putih dan vitamin, berjemur dipagi hari serta berolah raga untuk menjaga stamina, Jangan Panik dan marilah kita jaga kebersihan rumah maupun lingkungan serta selalu berdo'a kepada sang maha pencipta," tegasnya.(MH)

Mahasiswa UNEJ Asal Timor Leste Pilih Tetap di Jember

Jember, Kabarejember.com 
(13 April 2020) -- Kesadaran lebih baik muncul dari diri sendiri tidak harus nunggu tekanan dari pihak lain untuk ikut menyukseskan pemerintah melawan virus Corona. Seperti yang ditempuh Mualim Monteiro mahasiswa Universitas Jember asal Timor Leste memilih tetap tinggal di Jember ini.  Di tengah merebaknya virus corona (Covid-19), Mualim bersama 4 orang rekan senegaranya memutuskan hal itu setelah adanya arahan dari pemerintah Timor Leste untuk tetap tinggal di tempat masing-masing.
“Kami semua mengikuti anjuran dari pemerintah Timor Leste agar tetap tinggal di kota tempat menempuh pendidikan masing-masing. Namun kami tetap mengikuti prosedur kesehatan yang harus dilakukan,” ujar Mualim usai menerima paket bantuan kesehatan dari pengurus Keluarga Alumni Universitas Jember (KUAJE) di Gedung CDAST, (13/3).  
Menurut Mualim, kondisi di Jember masih lebih baik dari pada dirinya memutuskan untuk pulang. Karena menurutnya, resiko tertular virus Covid-19 akan lebih besar saat dia melakukan perjalanan pulang.
“Karena ada salah satu warga Timor Leste yang dinyatakan positif terjangkit (Covid-19) setelah dia pulang dari Indonesia. Mungkin itu sebabnya pemerintah menganjurkan kami untuk tidak pulang,” imbuhnya.
Mualim melanjutkan, untuk menunjang kebutuhan para mahasiswa yang tetap tinggal di Indonesia, pemerintah Timor Leste telah melakukan pendataan secara menyeluruh.
“Jadi bagi kami yang tetap di sini (Jember) ataupun di kota lain akan mendapatkan bantuan tambahan dari pemerintah Timor Leste untuk menunjang kebutuhan selama masa krisis Covid-19 ini,” pungkasnya.
Sementara itu Eliya mahasiswa asal Malaysia bersama seorang rekannya memutuskan untuk pulang ke negara asalnya. Hal itu dia lakukan setelah pemerintah Malaysia meminta agar mahasiswa Universitas Jember asal Malaysia segera pulang.
“Sebenarnya kalau saya sendiri inginnya tetap tinggal di Jember. Karena di Malaysia pun saya tidak tau bagaimana kondisinya. Namun pemerintah menghendaki saya pulang, ya saya harus pulang. Alhamdulillah ada pesawat yang difasilitasi oleh pemerintah,” ujarnya.
Menurut Aliya, awalnya keluaga di Malaysia menginginkan dirinya tetap tinggal di Indonesia. Namun setelah banyaknya jumlah warga Indonesia yang terjangkit Covid-19 keluarganya justru menyarankan agar Aliya segera pulang.
“Mungkin mereka takut saya tertular juga. Sebelumnya saya sudah sempat membeli tiket pulang, namun terpaksa harus saya batalkan karena tidak ada penerbangan. Alhamdulillah sekarang ada fasilitas pesawat dari pemerintah Malaysia,” jelas Aliya. (Mia/moen/hms) 

12/04/2020

Bupati LiRA Himbau Anggotanya untuk Bantu Masyarakat di Tengah Pandemi Corona

Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
-- Menghadapi  pandemi Virus Corona wilayah Kabupaten Probolinggo , DPD Bupati Lira Kabupaten Probolinggo Samsudin,SH. memberikan himbauan pada anggota Lira di wilayahnya.

Himbauan tersebut , untuk saling membantu dalam membantu melawan Virus Corona, dengan segala upaya

Bupati Lira Samsudin mengatakan, atas pergerakan ini untuk mencegah Virus Corona atau Covid - 19 ini dengan penyemprotan dan bagi bagi masker di setiap wilayah, yang di komandoi Camat Lira , dengan anggaran pribadi dan ada  bantuan dari DPD.

Sekarang musimnya masyarakat mudik ya kalau bisa " jek pleman Kadek enggi "( jangan pulang dulu ya), kami tak melarang untuk kepulangan masyarakat yang dari luar daerah.

Karena seperti kebijakan pemerintah Kabupaten Probolinggo, yang dari luar kota harus melalui karantina selama 14 hari , dan saya rasa kebijakan tersebut untuk mencegah menularnya Virus Corona .

"Kami mendukung penuh kebijakan tersebut , namun alangkah baiknya jika tidak mudik dulu ke kampung halaman , karena dengan begitu membuktikan bahwa kita sayang keluarga , sayang bangsa dan negara tercinta ini," paparnya.

Tak ada larangan yang mau mudik atau kembali ke kampung halamannya , itu hanya himbauan yang setidaknya bisa kita hargai bersama, " tegas pria pengusaha ini . (MH) 

11/04/2020

Satu Pasien Sembuh Jember, Tambah Satu Pasien Positif Covid 19


Jember, Kabarejember.com 
---- Penyabaran virus covid 19 atau Corona dalam beberapa hari kemarin masih tetap berjumlah 2 orang yang dinyatakan positif dan Satu pasien positif corona asal Kecamatan Kaliwates dinyatakan sembuh dan telah pulang, Rabu 8 April 2020 lalu. 


Kesembuhan pasien positif corona tersebut disampaikan Kadis Kominfo Gatot Triono kepada media di group WhatsApp. "Iya sudah sembuh dan sudah pulang," katanya.

Hari ini, Sabtu 11 April 2020, pasien positif corona bertambah satu. Berdasarkan ubdate informasi covid-19, satu pasien positif corona berasal dari Kecamatan Ajung. 

Dihimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Jember kususnya untuk tetap tenang.Namun kita juga harus tetap waspada,mari kita biasakan hidup sehat.Dengan selalu mencuci tangan sebelum maupun setelah melakukan kegiatan,dan hindari keluar rumah kalau tidak ada urusan yang sangat penting serta hindari berkerumun ( tim/ red )