16/04/2020

Satgas Covid 19 Desa Jenggawah Lakukan Pengecekan Kesehatan Warga ODR


Jember, Kabarejember.com 
---Sudah beberapa bulan ini penyebaran virus covid 19 atau corona tak kunjung reda.Bahkan dari laporan satgas pusat yang dilaporkan melalui media televisi terus bertambah.Seluruh elemen masyarakat telah bahu membahu mencegah benyebaran virus corona yang terkenal ganas.

Begitupun tim satgas covid 19 desa Jenggawah kecamatan Jenggawah kabupaten Jember.yang diketuai oleh kepala desa Jenggawah Supardi Setelah resmi dibentuk langsung melakukan gebrakan dengan melakukan penyemprotan menggunakan obat desinfektan ditiap tiap dusun.


Bukan  hanya melakukan penyemprotan tim covid 19 Desa Jenggawah juga melakukan pengecekan terhadap ODR ( orang dalam resiko ) yang masuk kedesa Jenggawah.Pada hari Kamis 16 April 2020 ,begitu tim mendapat laporan dari anggota terbawah tim covid 19 yang merupakan ketua RT langsung turun ke lokasi.


Adapun tim covid 19 yang turun ke lokasi antara lain tim kesehatan dari puskesmas Jenggawah Desy ( perawat )Bhabinkamtibmas desa Jenggawah Bripka Sunanto, Babinsa desa Jenggawah Sertu Tukiran, satpol PP desa Jenggawah Totok serta beberapa staf desa Jenggawah tim mendatangi dan mengecek kesehatan Ovi Triani 25 tahun warga dusun Curah Buntu rt/ rw 002/009 yang baru pulang dari Bali.


Kemudian Edi Susanto 28 tahun warga dusun Gayasa A rt/ rw ,003/005 yang baru pulang daru Palu Sulawesi Selatan dan Sukarianto 50 tahun juga warga dusun Gayasan A rt/ rw ,004/005 desa Jenggawah.Dari hasil pemeriksaan tim kesehatan ketiga warga desa Jenggawah yang baru pulang dari luar propinsi tersebut dinyatakan sehat dan disarankan melakukan ISOLASI mandiri dirumah masing masing.


Bripka Sunanto selaku Bhabinkamtibmas Desa Jenggawah mengatakan, pihak tim satgas covid 19 Desa Jenggawah begitu mendengar ada warga yang baru pulang dari luar Jember langsung datang untuk melakukan pengecekan kesehatan. " Pengecekan kesehatan yang kami lakukan tadi dimulai dari pukul 8 pagi hingga selesai.Dan alhamdullah selesai dengan aman dan kondusif dan kami saling berkoordinasi dengan seluruh tim yang ada didesa Jenggawah termasuk dengan seluruh warga desa Jenggawah untuk bisa mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus corona tersebut semoga saja tidak masuk ke desa Jenggawah,dan kami selalu melaporkan hasil kerja tim kepada ketua tim pencegahan virus covid 19 bapak Supardi selaku kepala desa Jenggawah," pungkasnya. (tim/ red)

Kejari Jember Musnahkan Barang Bukti Kasus Pidum


Jember, Kabarejember.com 
--Bertempat di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember , Kamis 16 April 2020 Kejari Jember melakasanakan pemusnahan barang bukti terkait perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap.

Barang bukti yang dimusnahkan berupa barang bukti kasus pidana umum, diantaranya ekstasi, sabu, tembakau gorila, ganja dan pil dektro.  Ada juga alat hisap sabu , celurit, HP ,rekap togel dan baju. Barang bukti tersebut dimusnahkan dengan  cara diblender dan juga dibakar.

Kepala Kejaksaan Negri Jember Dr. Prima Idwan Mariza SH. MHum mengatakan,  pemusnahan barang bukti yang dilakujan pada hari ini (Kamis, 16 April 2020) adalah hasil tindak pidana umum tahun 2019 sampai 2020 bulan Februari dan Maret. Karena pelanggaran hukum di Kabupaten Jember tergolong besar jadi untuk pemusnahan barang bukti yang sudah berkekuatan hukum tetap akan dilakukan dua bulan sekali. 

Sehingga, barang bukti tidak menumpuk,sedangka  untuk barang bukti yang berupa sepada motor ataupun jenis mobil akan diantarkan kerumah pemilik dengan layanan antar gratis, sehingga tidak usah datang ke kantor Kajari untuk barang bukti yang berupa sabu sabu ganja dan sejenisnya dimusnahkan dengan cara diblender dan di bakar," pungkasnya.   ( tim/ red )

PMI Ditunjuk Angkut Jenazah Terkonfirmasi Covid-19


Jember, kabarejember.com 
 -- PMI Kabupaten Jember sebagai koordinator Jejaring Sub Jember ditunjuk untuk melayani angkutan Jenazah terkonfirmasi Covid-19. Jejaring PMI Sub Jember meliputi Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Kabupaten Probolinggo dan kota Probolinggo. 

Tim mobil jenazah PMI Jember bersama PMI  lain dipercaya untuk mengangkut jenazah Covid-19 dilatih di RS dr Soetomo Surabaya pada Rabu, 15 April 2020. Selain PMI Jember, pelatihan juga diikuti  PMI Kabupaten Bangkalan, Ngawi, Kota Pasuruan dan PMI Provinsi Jawa Timur, serta Operator Layanan Angkutan Jenazah Terkonfirmasi COVID-19 dilatih dan diberi pembekalan materi mekanisme evakuasi Jenazah Covid-19 oleh tim dokter Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya. 

“Teknis layanan angkutan jenazah terkonfirmasi Covid-19 PMI Provinsi Jatim akan memberikan   ambulan APV yang telah dimodifikasi sesuai standart layanan Covid,” kata ketua PMI kabupaten Jember yang juga koordinator jejaring PMI SUB Jember H EA Zaenal Marzuki S.H., M.H. 

Tim ambulans Jenazah Covid-19 terdiri dari 1 pengemudi dan 2 pendamping yang dilatih bertugas sewaktu-waktu diminta oleh rumah sakit-rumah sakit rujukan se wilayah jejaring PMI Jember. Sedangkan biaya modifikasi ditanggung  oleh   PMI Provinsi Jawa Timur (Jatim). "Ambulans akan tetep di   standby kan di markas.  Teknis modifikasi akan   dikoordinasikan lebih lanjut,” ujarnya.

“Petugas akan dilatih oleh   RSUD dr. Soetomo Surabaya. Dan biaya operasional hantaran jenazah Covid-19 ditanggung PMI   Provinsi Jatim,” ujar pria yang juga pengacara senior di Jember tersebut. (Heri/Gee)

Pemkab Jember Bantu Sembako Keluarga ODR dan ODR

Jember, Kabarejember.com 
--- Kepedulian dan perhatian Pemerintah Kabupaten Jember berupaya mencegah penyebaran virus korona dengan menyiapkan Jember Sport garden (JSG) sebagai gedung isolasi.

Isolasi terutama diberlakukan bagi warga yang datang ke Jember, yang setelah menjalani pemeriksaan masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan orang dengan risiko (ODR). 

“Disiapkan ruang isolasi guna meminimalisir risiko penyebaran virus Covid-19, dan isolasi dilakukan selama 14 hari,” terang Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, Ir. M. Satuki.

Selama masa isolasi, masih terang Satuki, keluarga ODR isolasi itu mendapat kiriman kebutuhan pangan berupa beras 25,6 kg dari Pemkab Jember

Beras ini dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang diajukan Pemkab Jember ke Bulog dalam masa tanggap darurat bencana Covid-19.

"Untuk tahap pertama ini untuk 21 kepala keluarga yang berasal dari sebelas kecamatan di Kabupaten Jember," ungkapnya, Rabu, 15 April 2020.

"Jadi yang dibantu keluarganya, langsung diantar ke rumah masing-masing, dan jika ada yang masuk lagi di JSG langsung diberikan pula bantuan ini ke keluarganya," katanya. (Tim/hms) 

15/04/2020

Penanganan COVID-19 di Jember Dibuktikan Dengan Alokasi Dana yang Disediakan

Jember, Kabarejember.com 
-- Keseriusan Pemerintah Kabupaten Jember untuk melindungi dan menyelamatkan warganya dibawah kepemimpinan dr. Faida, MMR. dan Drs. KH. A. Muqit Arief dibuktikan dalam menangani wabah pandemi virus korona, dengan harapan anggaran segera terealisasi untuk masyarakat Kabupaten Jember. 

Anggaran yang disediakan Pemerintah Kabupaten Jember untuk percepatan penanganan COVID-19  (corona virus disease 2019) sementara ini menjadi terbesar kedua nasional untuk tingkat kabupaten/kota setelah kota Makassar sebesar Rp 749 miliar

Untuk tingkat kabupaten/kota,   Kabupaten Jember pada posisi kedua dengan anggaran sebesar lebih Rp. 479,4 miliar.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jember, Penny Artha Medya, SE., AK., menjelaskan, informasi tersebut dia dapatkan dari bupati yang berkonsultasi ke Kemendagri. 

"Tadi siang Ibu Bupati menyampaikan info, bila anggaran untuk penanganan COVID-19 sementara ini nomor dua. Yang terbesar masih Kota Makassar,” terangnya. 

Selain menyampaikan informasi tersebut, lanjutnya, bupati memberikan semangat dan berpesan ini baru awal refocusing pertama aturan membolehkan refocusing berkali-kali. 

“Apabila dirasakan anggaran penanganan Covid-19 kurang karena rakyat Jember membutuhkan akibat dampak ekonomi dan sosial, maka kami akan menambahi anggaran dengan refocusing yang kedua. Terpenting rakyat Jember sejahtera,”  tambahnya.

Selanjutnya BPKA didampingi Inspektorat harus tepat dan cepat sesuai ketentuan dalam mencairkan. Harus all out. Tidak boleh ragu untuk kepentingan rakyat. 

Besaran anggaran untuk penanganan wabah virus itu berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT), Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kesehatan.

Secara rinci Penny menguraikan, anggaran, sebesar Rp. 401 miliar dialokasikan sebagai Belanja Tidak Terduga. Sementara dari DBHCHT sebesar lebih kurang Rp. 45 M dan Rp. 32 M lebih berasal dari DAK Fisik Kesehatan. 

Penny menyatakan   persoalan yang dihadapi Pemkab Jember dalam rangka penyediaan  anggaran untuk penanganan kondisi darurat non alam saat ini merupakan pelaksanaan instruksi mendagri.

Lebih lanjut Penny menegaskan, perubahan yang dilakukan sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) nomor 1 tahun 2020 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 20 tahun 2020. 

"Pemerintah pusat melalui Perppu dan aturan hukum di bawahnya telah memerintahkan untuk melakukan realokasi dalam rangka penanganan  Covid 19. Tidak memandang itu apakah Perda ataupun Perkada," ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Ir. Mirfano, secara terpisah proses realokasi dan refocusing karena semangat gotong royong semua OPD di lingkungan Pemkab Jember.

"Realokasi dan refocusing bisa cepat dilakukan berkat kesadaran OPD-OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, bahwa ini adalah mengutamakan kepentingan yg lebih besar,” ujar Mirfano. Dana penanganan COVID-19, imbuhnya, sudah dibelanjakan dan mulai didistribusikan. (Tim/hms) 

22 Dokter Gigi Baru UNEJ Disumpah Secara Daring



Jember, Kabarejember.com 
(15 April 2020) - Sebanyak 22 dokter gigi lulusan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember melaksanakan kegiatan penyumpahan dan pelantikan dokter gigi baru secara daring (15/4). Dekan FKG Universitas Jember memimpin pembacaan sumpah yang diikuti oleh para dokter gigi yang ada di Malang, Surabaya, Wonosobo, Tabanan, hingga Abepura di Provinsi Papua.  Walaupun disumpah dan dilantik secara daring, tahapan wajib yang harus diikuti oleh setiap dokter gigi baru ini tetap berlangsung khidmat bahkan haru. Jalannya kegiatan penyumpahan dan pelantikan dokter gigi baru ke 94 periode III tahun akademik 2019/2020 disiarkan secara live di akun youtube Universitas Jember dan instagram FKG Universitas Jember. 

“Disumpah secara daring mungkin tak pernah terlintas dalam rencana kita, tetapi berkembangnya pandemi Covid-19 membuat social dan physical distancing mau tidak mau harus kita lakukan. Saya berharap kondisi saat ini justru menjadi penyemangat bagi para dokter gigi baru. Sebab dokter gigi yang tangguh lahir justru dari gelora ombak tantangan. Kedua, segera bhaktikan kemampuan saudara, terutama di saat seluruh komponen bangsa Indonesia terutama insan kesehatan tengah berjuang menangani pandemi Covid-19,” pesan drg. Rahardyan Parnaadji, M.Kes., Sp.Prost., dalam pidato sambutannya. Dari 22 dokter gigi baru yang dilantik, hanya satu orang yang ada di Jember. Agar kegiatan berjalan dengan lancar, FKG Universitas Jember melaksanakan dua kali gladi bersih.

Dekan FKG menambahkan, penyumpahan dan pelantikan dokter gigi baru secara daring dipilih agar para dokter gigi baru dapat segera mengurusi ijin Surat Tanda Registrasi dan Surat Ijin Praktek. “Prinsipnya kita ingin memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa, oleh karena itu dipilih penyumpahan dan pelantikan secara daring agar para dokter gigi baru dapat mengurusi ijin yang dibutuhkan, yang artinya mereka dapat segera terjun di masyarakat. Apalagi kita tidak tahu secara pasti kapan pandemi Covid-19 berakhir,” imbuh drg. Rahardyan Parnaadji, M.Kes., Sp.Prost.  

Disumpah dan dilantik sebagai dokter gigi secara daring menjadi pengalaman berkesan bagi para dokter gigi baru. Seperti yang disampaikan oleh drg. Rachel Priskila L. Warinussy asal Abepura, Jayapura, Papua. Saat dihubungi dengan fasilitas video conference, dokter gigi yang kuliah di kampus Tegalboto dengan status penerima beasiswa afirmasi ini menyatakan haru dan syukur telah berhasil menyandang gelar dokter gigi. Keberhasilan mahasiswi asli Papua ini diapresiasi oleh sang dekan. “Rachel sudah membuktikan, penerima beasiswa afirmasi Papua mampu berprestasi, bahkan masa pendidikan sarjana dan profesi dokter gigi dijalaninya tepat waktu,” puji drg. Rahardyan Parnaadji, M.Kes., Sp.Prost.

“Saya merasakan haru, bangga serta bahagia campur aduk. Bangga dan bahagia sudah jadi dokter gigi sehingga bisa membuktikan bahwa saya bisa membawa amanah beasiswa afirmasi yang saya dapatkan. Buat adik-adik penerima beasiswa afirmasi Papua, saya berpesan agar tekun belajar agar mampu berprestasi. Haru, karena dilantik sebagai dokter gigi secara daring di tengah pandemi Covid-19. Kami di Abepura pun menjalankan social distancing dan lebih banyak di rumah,” tutur Rachel yang bertekad membhaktikan diri di tanah kelahirannya, Papua. Sementara itu untuk Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi diraih oleh drg. Pratista Ayu Pinasthika, dengan IPK 3,73. (Mia/Lik/iim/hms)

IJTI - PMI Kampanye Bersama Lawan Covid 19


Jember, kabarejember.com
 -- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Tapal Kuda, bersama relawan kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jember, Rabu Siang(15/04/2020) melakukan kampanye pencegahan wabah covid-19.

Kampanye digelar di simpang empat SMP 2 Jl. PB Sudirman, Jember, dengan mengusung sejumlah poster berisi ajakan kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah, jaga jarak dan pentingnya menjaga kesehatan di saat pandemi covid-19 terus meluas.

Dari data yang dirilis tim gugus tugas covid-19 Jember, ada empat pasien terkonfirmasi positif corona. Satu diantaranya meninggal dunia, satu orang sembuh, dan dua lainnya hingga kini masih menjalani perawatan.
Sementara data pasien dalam pengawasan (PDP) di Jember terdapat 22 orang. Sembilan telah dinyatakan selesai pengawasan, lima masih dalam pengawasan, satu meninggal dunia (namun rapid tes negatif), dan tujuh orang merupakan pasien dari luar Jember.

Adapun data orang dalam pemantauan (ODP) di Jember terdapat 900 orang. Sejumlah 337 telah dinyatakan selesai dipantau, serta 538 orang dalam pemantauan. Jumlah ODP meninggal dunia 8 orang, (6 diantaranya rapid tes negatif, satu orang rapid tes positif, dan satu tidak dilakukan rapid tes). Sementara data orang dalam resiko (ODR) mencapai 13.102 orang. 8.553 selesai dipantau, 4.463 dalam pemantauan, dan 36 belum terpantau.

Melihat perkembangan data sebaran yang terus meningkat, memicu kesadaran kita bersama untuk terus melakukan upaya pencegahan.
Meski imbauan dari berbagai pihak tak henti-hentinya mengajak supaya masyarakat tetap di rumahnya, namun kenyataan di lapangan masih saja banyak warga yang bebas keluar rumah.

Kendornya tingkat kesadaran masyarakat tentang berbagai langkah pencegahan, menyebabkan anjuran stay at home, mulai banyak dilanggar. Salah satu indikatornya adalah jalanan yang sebelumnya sempat lengang, kini sudah mulai ramai kembali, padahal sebenarnya covid masih mengancam.  

Jurnalis televisi yang tergabung dalam IJTI Tapal Kuda mempunyai tanggung jawab moral, untuk terus memberikan pemahaman dan informasi tentang bahaya  serta acaman corona virus.

Dalam kesempatan ini IJTI Tapal Kuda bersama PMI Jember membagikan 200 masker kepada para pengguna jalan maupun warga. Tentu ini sebagai upaya positif yang nantinya akan terus dilakukan di sejumlah titik lainnya.

Dari kampanye ini Jurnalis IJTI Tapal Kuda turut berpesan kepada masyarakat untuk tetap di rumah, hindari keramaian dalam bentuk apapun, jaga kesehatan dan kebersihan, diri serta lingkungan, sering cuci tangan dan tak lupa berdoa semoga wabah ini segera berlalu.

Jangan percaya info hoax dan mari sama-sama mencegah berita bohong seputar corona. Ikuti informasi hanya dari media yang kredibel dan bertanggung jawab. (Gee/heri)