22/04/2020

Donor Darah, Polres Jember Sumbang 328 Kantong


Jember, kabarejember.com
 -- Anggota Polres Jember menyumbang darah cukup banyak dalam dua kali kegiatan donor darah yang digelar di mapolres Jember. Relawan pendonor dari Polres Jember berhasil menyumbangkan 328 kantong darah ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember. 

Pada kegiatan donor darah pertama Kamis (9/4) berhasil menyumbangkan 123 kantong dan donor darah kedua Selasa (21/4) sumbangkan 205 kantong. Dalam kesempatan donor darah pertama, Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono ikut mendonorkan darah.

Sementara pendonor darah dari polres Jember yang   tertolak pada donor darah pada Selasa sejumlah 53 orang. Mereka tertolak karena HB dan tensi darahnya terlalu rendah atau terlalu tinggi. Mereka bisa kembali mengikuti donor darah di lain kesempatan jika HB dan tensi darahnya sudah normal. 

Selain anggota polisi, ada juga ASN di lingkungan Polres Jember dan masyarakat umum ambil bagian dalam donor darah. Hanya jumlahnya tidak terlalu banyak. Kegiatan donor darah bebas diikuti masyarakat selama memenuhi ketentuan dalam pencegahan penyebaran covid 19.

Selama pandemi Covid-19 jumlah pendonor yang datang ke UDD PMI dan kegiatan donor darah oleh mobil unit UDD PMI kabupaten Jember berkurang. Tanggap dengan kondisi ini, polres Jember yang memiliki banyak anggota dikerahkan untuk mengikuti kegiatan donor darah untuk memenuhi kebutuhan stok darah.

Meski mengumpulkan banyak orang, Polres bersama PMI menerapkan protokol penanggulangan Covid-19. Antara lain, semua pendonor harus cuci tangan lebih dahulu, memakai  masker, dan mengambil jarak satu meter antara satu orang dengan yang lainnya. “Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Pak kapolres Jember AKBP Aris Supriyono dan jajarannya yang sudah rela mendonorkan darahnya.” kata ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH. 

Masih menurut Zaenal, kegiatan donor darah di mapolres memang untuk membantu stok darah di UDD PMIO. “’Ini untuk menjaga ketersediaan darah di PMI Kabupaten Jember, Polres Jember menggelar donor darah kedua kalinya ditengah krisis darah dampak Pandemi COVID-19,” imbuhnya. 

Kebutuhan darah dari sejumlah rumah sakit di Jember tidak banyak berubah sejak pandemi Covid-19. Sedangkan jumlah pendonor turun drastis. “Kalau stok darah tipis kasihan pasien-pasien di rumah sakit yang membutuhkan. Alhamdulillah berkat kerja keras petugas dan bantuan para relawan pendonor darah maka stok darah tidak sampai kosong,” ujarnya. (her/gee)

Tim Satgas Covit 19 Desa Jenggawah Kembali Cek Warga Dari Luar Kota


Jember, Kabarejember.com 
---Tak bosan bosan tim satgas covid desa Jenggawah kembali turun dan cek kesehatan warga yang baru pulang dari luar kota Jember untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang terkenal ganas.

Tim satgas covid 19 desa Jenggawah yang diketuai oleh kepala desa Jenggawah Supardi mengatakan, begitu ada laporan dari ketua RT setempat langsung turun ke lokasi guna mengecek langsung warga yang baru pulang dari luar kota,ini semua kami lakukan untuk bisanya menghentikan penyebaran virus tersebut," ujarnya. 

Tadi Selasa 21 April 2020 tim satgas covid 19 yang terdiri dari petugas kesehatan, bhabinkamtibmas,babinsa,satpol pp serta kepala dusun dan wakil kepala dusun Babatan talang serta anggota Bpd turun kelokasi untuk mengecek kesehatan warga yang baru pulang dari luar kota.

Alifin Prasetyo 20 tahun warga babatan talang baru pulang dari Bali,Muhaimin 61 tahun dan Mahmufa 46 tahun warga babatan pulang dari pasuruan,Muhamad Hanafi 26 tahun warga babatan pulang dari Bali,Eko Setiawan 31 tahun warga babatan pulang dari Bali,
Mudmaimunah 27 tahun warga babatan pulang dari Surabaya,serta Joyo Adi Saputro 38 tahun yang baru pulang dari propinsi Bali.

Dari hasil pemeriksaan tim medis ketujuh warga yang baru pulang dari luar kota tersebut dinyatakan sehat,serta ketujuh warga tersebut disarankan melakukan isolasi mandiri dirumah masing masing selama 14 hari guna mencegah penyabaran virus corona.

Bukan hanya mengecek kesehatan warga yang baru pulang dari luar kota Jember namun tim satgas covid 19 desa Jenggawah juga kembali melakukan penyemprotan menggunakan desinfektan di babatan talang. ( tim / red )

21/04/2020

Polije Serahkan Bantuan Robot Sterilisasi dan Sembako Ke Pemkab Jember


Jember, Kabarejember.com
---  Pemkab Jember Senin 20 / 3 / 2020 mendapatkan bantuan robot sterilisasi yang merupakan karya mahasiwa Politeknik Negeri Jember (Polije).

Bertempat di Pendopo Wahyawibawagraha, robot disinfektan tersebut dipertunjukkan cara beroperasi, di depan Bupati Jember dr.Hj Faida MMR

Bupati sangat mengapresiasi, apa yang dilakukan salah satu kampus di Jember. Dimana kali ini merupakan misi besar dari kalangan akademisi untuk kemanusiaan.

"Hari ini kita dapat bantuan produk politeknik berupa sembako, selain itu kita juga mendapat bantuan karya dari anak-anak yaitu Robot sterilisasi," katanya.

Bupati menyebut, bantuan ini sangat berguna buat masyarakat, mengingat kebutuhan penanganan covid-19 terus berjalan.

"Saya apresiasi sekali, ternyata mahasiswa membuat robotnya hanya seminggu. Tadi saya melihat, cara penyemprotan bisa diatur, tinggi rendah, jarak, kecepatan dan cara memutar," paparnya.



Bupati menyatakan, robot ini berguna untuk sterilisasi ruangan. Nanti juga, akan di coba di rumah sakit dan tempat karantina, sambil mengembangkan sesuai dengan evaluasi.

Sebagai bentuk apresiasi, robot tersebut dibeli oleh Bupati Jember. Sekaligus sebagai bentuk menghargai karya anak-anak bangsa.

"Tentu ini bukan robot yang dijual komersial, tetapi untuk mengganti biaya operasional anak-anak. Serta juga untuk memberi semangat, agar anak-anak terus berkarya," ujar Faida.

Selain itu, Poltek Negeri Jember menyerahkan beberapa macam sembako hasil produksi mahasiswa, seperti telur, roti kering, sarden, beras dan sebagainya. Bahkan juga, pemkab jember menerima berbagai macam Alat Pelindung Diri (APD).

Bupati berharap, kedepan Politeknik terus bersinergi dengan Pemkab Jember untuk membantu memajukan sektor pertanian yang ada di kabupaten jember. (Tim / red)

Bhakti Sosial Polres Lumajang Kepada Masyarakat Terdampak Covid 19


Lumajang, Kabarelumajang.com
 -- Kepedulian Polri dalam membantu masyarakat terdampak Covid 19 dilaksanakan dengan melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial Polri  yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia, Selasa (21/04/20)

Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar S.I.K M.Si didampingi pejabat utama Polres Lumajang secara langsung menyampaikan program Bhakti Sosial ini yang dilaksanakan oleh Polres Lumajang.

Kapolres menyampaikan bahwa terdapat beberapa bantuan kepada masyarakat diantaranya Beras sejumlah hampir 3 Ton Nasi Bungkus Jumlah 1000 Bungkus, Mie Instan sejumlah 8 dus Masker sejumlah 200 pcs, Air Mineral 2 dus,100 Botol Minyak Goreng 35 liter, Gula 1 Ton dan Kecap 15 Botol.

Sebelum pendistribusian Bhakti Sosial, dilaksanakan pemberian secara simbolis dari Kapolres Lumajang baik berupa beras, nasi bungkus dan gula kepada Perwira yang  ditunjuk, Usai kegiatan apel Kapolres didampingi pejabat utama melepas pendistribusian bahan logistik Program Bhakti Sosial kepada sasaran yang telah ditentukan

Pendistribusian Bakti Sosial Polres Lumajang  kepada masyarakat dilaksanakan pada 4 titik yang didistribusikan langsung oleh anggota Polri kepada masyarakat  dengan sasaran diantaranya Anak yatim piatu  Panti Asuhan Muhammadiyah Jl Diponegoro, Anak Yatim Piatu Ponpers Nurul Iman Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung, Panti jompo jl Yos Sudarso, Fakir Miskin Jl Demokrasi Patok, Fakir miskin karya wisma SMPN 4 Lumajang, Abang becak di seputaran alun alun Lumajang dan Yos Sudarso,Simpang 4 Adipura, Rs Bhayangkara, Simpang 4 RSI, Sepanjang PB Sudirman .
Reporter : SuatmanH

Wabah Corona, Kejari Jember Tak Surutkan Penegakan Hukum


Jember, Kabarejember.com
--Walaupun dalam wabah covid-19 melanda di masyarakat, namun penegakan hukum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember tetap berjalan.

Salah satunya, kasus korupsi di Pasar Manggisan, Kecamatan Tanggul yang memasuki tahap penuntutan dan termasuk pengawalan dana penanganan covid 19.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember Prima Idwan Mariza merasa sangat terpanggil, terkait permasalahan Pasar Manggisan yang harus diselesaikan. Penegakan hukum di Jember harus ditegakkan, walaupun dalam kondisi virus Corona.

"Ini bagian pertanggung jawaban kami kepada masyarakat, terlepas ada WBK/WBBM ataupun tidak. Pekerjaan hukum harus dirancang secara komprehensif," tutur Kajari di ruangan kantornya, Senin 20 / 4 / 2020.

Sementara, Kasipidsus Kejari Jember Setyo Adhi Wicaksono menyatakan, terkait pasar manggisan sudah memasuki tahap dua. Sedangkan untuk keempat tersangka dinyatakan lengkap dan segera dilimpahkan ke pangadilan.

Sedangkan, terkait Corona pihaknya mendapat instruksi dari kejaksaan agung, tentang pengamanan kebijakan keuangan negara.

"Kami diminta menyelesaikan, bila ada laporan perkara keuangan negara. Memberi pidana maksimal terhadap tindak pidana yang merugikan keuangan negara, serta memberikan solusi perbaikan sistem yang dikeluarkan untuk penanganan covid 19," ungkapnya.

Sedangkan, Kasi Intel Kejari Jember Agus Budiarto meminta pemegang peranan anggaran tidak main-main memanfaatkan situasi covid-19.

"Kami akan melakukan tuntutan hukum secara maksimal, bisa jadi hukuman mati atau seumur hidup. Sesuai instruksi jaksa agung, tuntutan maksimal bagi pelaku penyelewengan keuangan negara," tegasnya.

Agus menyebut, adanya instruksi jaksa agung ini menjadi warning kepada pengelola keuangan negara, terutama dana wabah covid-19 ini agar tidak main-main.

"Apalagi uang negara ini diperuntukkan masyarakat yang menderita dan sangat membutuhkan," pungkasnya. (Tim / red )

20/04/2020

Warga Miskin yang Belum Pernah Terima Bantuan Bakal Terima DD


Jember, Kabarejember.com
-- Keluh kesah warga miskin yang selama ini belum bisa menikmati program pemerintah berupa bantuan sosial, mulai ada angin  segar.  Pasalnya,  yang warga miskin yang selama ini belum pernah menerima bantuan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, kini bakal menerima bantuan melalui dana desa.

Ini diungkap Bupati Jember dr. Faida, MMR., ketika menggelar konferensi video dengan camat dan kades se-Kabupaten Jember, tentang penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai) dari Dana Desa.

Bertempat di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin 20 April 2020, bupati memberikan arahan terkait mekanisme penyaluran bantuan untuk percepatan penanganan Covid-19 itu.

Menurut bupati, penyaluran bantuan itu mengacu Perpu No 01 tahun 2020 tentang kebijakan keuangan dan stabilitas sistem keuangan dalam rangka covid-19.

“Disitu disebutkan, bahwa dana desa dapat digunakan untuk bantuan langsung tunai kepada penduduk miskin di desa masing-masing, juga keluarga miskin terdampak,” terang bupati.

Bagi keluarga miskin, yang sebelum wabah covid-19 belum pernah menerima bantuan apapun dari pusat dan daerah, maka dapat menerima bantuan itu.

“Masyarakat miskin dan keluarga terdampak covid-19 bukan hanya tanggungjawab pemerintahan desa, tetapi juga pemerintah kabupaten. Kerjasama ini pelru kerjasama lebih dari sebelumnya,” tegas bupati.

Sasaran penerima bantuan, lanjut bupati, tidak boleh overload. Untuk itu diperlukan strategi yang dilaksanakan bersama-sama.

Di Jember, terang bupati, lebih kurang ada 920 ribu jiwa dan 307 ribu kepala keluarga miskin. Belum semuanya menerima bantuan, baik PKH dan BLT.

Pemkab perlu menyiapkan data, dengan dua jenis. Yaitu data keluarga terdampak covid-19 dan keluarga miskin yang belum pernah menerima bantuan.

“Untuk itu, hasil pendataan kelompok dilakukan dengan musdes untuk membahas sasaran calon penerima bantuan dengan dana desa,” terangnya.

Bupati meminta hasil musdes, agar warga penerima didata secara detail dan lengkap, kemudian diserahkan ke bupati untuk mendapat persetujuan dan surat keputusan bupati.

Pendataan itu diperlukan data KTP dan KK, untuk memastikan NIK aktif dan untuk database.

Disamping itu, Plt. Kadispemasdes, Edy Budi Susilo, MSi, menyampaikan, secara khusus yang harus dilakukan yaitu membuat mekanisme penganggaran dengan musdes.

“Segera dimusdeskan, supaya pelaksanaan cepat dilakukan. Musdes diberitaacarakan dan maka mekanisme ini akan digunakan untuk pencairan,” terangnya.

Pemkab Lumajang Berlakukan Kawasan Wajib Pakai Masker


Lumajang, Kabarelumajang.com
 — Dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona penyebab COVID-19, Pemkab Lumajang memberlakukan kawasan wajib pakai masker di ruas jalan Basuki Rahmat, PB Sudirman dan Kawasan Alun Alun Lumajang, Senin (20/04/2020).
“Pemberlakuan kawasan wajib pakai masker ini sesuai Perbup No 16 /2020,” kata Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati yang kerap disapa Bunda Indah.
Kegiatan kawasan wajib memakai masker tersebut digelar hari ini, Senin (20/4/20), dilaksanakan oleh gabungan Satlantas Polres Lumajang bersama Dinas Perhubungan dan Satpol PP Lumajang.
Salah satu poin mewajibkan pemakaian masker bagi pengguna jalan yang melintasi jalur wajib masker, sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan COVID-19.
“Masyarakat diminta untuk memakai masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah agar dapat melindungi diri dan keluarga dari penyebaran COVID-19,” tutur Bunda Indah kepada media.
Sementara Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang Nugraha Yudha menjelaskan pemberlakuan Kawasan Wajib Pakai Masker kali ini dilakukan di beberapa titik.
“Kami memberlakukan wajib pakai masker diruas jalan Basuki Rahmat, PB Sudirman dan Kawasan Alun Alun Lumajang,” tutur Nugraha.
Senada disampaikan Nugraha, Anggota Satlantas Polres Lumajang Ipda Maryanto pun menyampaikan hal yang sama, ia menjelaskan pemberlakuan kawasan wajib pakai masker diberlakukan di ruas jalan, seperti Jalan basuki Rahmat, Jalan PB. Sudirman dan sekitaran alun-alun Lumajang.
” Kami mengutamakan tindakan presuasif pada masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker diruas jalan wajib masker, tindakan kami pilihannya kembali ke rumah ambil masker atau tidak diperkenankan melintas jalur kawasan wajib masker,” ujar Maryanto.
Reporter : Suatman