19/05/2020
Pemdes Wringintelu Bagikan BLT-DD Periode April
Jember, Kabarejember.com
-- BLT-DD 2020 tahap I (April) dibagikan oleh Pemerintah Desa Wringin Telu Kecamatan Puger, Selasa(19/05). Sejumlah 165 keluarga terdampak pandemi covid-19 menerima bantuan secara door to door.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi dipimpin langsung oleh Kepala Desa Wringintelu, M.Sholihin dengan didampingi bhabinkamtibmas, babinsa, BPD, staf desa, pol PP dan relawan covid-19.
Keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima BLT-DD merupakan hasil dari musyawarah desa (musdes) beberapa waktu yang lalu. "Insya Allah tepat sasaran, karena keluarga penerima BLT-DD sudah disaring terlebih dahulu melalui musdes."kata Sholihin.
Sejauh ini, pemdes Wringintelu akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi warga. Antara lain dengan mengantarkan BLT-DD ke rumah masing-masing KPM, selain memberikan pelayanan bagi masyarakat, juga untuk menghindari adanya kerumunan massa sesuai prosedur covid-19.
Masih menurut Sholihin, pembagian BLT-DD hari Selasa ini(19/05) adalah untuk bulan April. Sedangkan untuk tahap kedua atau Mei secepat mungkin akan dibagikan. "Semoga pembagian untuk yang bulan Mei dapat segera diterimakan warga sebelum hari raya Idul Fitri,"katanya. (heri)
Pemdes Kasiyan Timur Salurkan BLT-DD Secara Efisien
Jember, kabarejember.com
-- Penyaluran BLT-DD bagi keluarga terdampak covid-19 di Desa Kasiyan Timur Kecamatan Puger dilakukan secara efisien dan efektif.
Kegiatan pembagian bantuan dipimpin langsung Kepala Desa Kasiyan, Hariyanto bersama bhabinkamtibmas, babinsa, BPD, staf desa dan relawan covid-19 desa Kasiyan. Petugas dibagi menjadi beberapa tim, yang setiap tim bertugas membagikan kepada 5 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Selasa (19/05) pagi.
"Pembagian petugas menjadi beberapa tim bertujuan untuk mempersingkat waktu dan menghindari kerumunan massa sesuai dengan protokol covid-19," ujar Kepala Desa Kasiyan, Hariyanto.
Hasil pantauan kabarejember.com, penyaluran BLT-DD kepada 170 KPM yang tersebar di wilayah Dusun Krajan I dan Krajan II berlangsung cepat. Jarak rumah antar penerima BLT-DD lokasinya relatif berdekatan, sehingga mempermudahkan tim bergerak dengan efektif dan efisien.
Setiap tim memberikan BLT-DD Rp.600.000,- per-KK secara tunai dan menempelkan stiker bertulis keluarga miskin penerima BLT-DD 2020. Petugas pembagi bantuan bergerak mulai jam 08.00 wib dan selesai sekitar jam 10.00 wib.
Menurut Hariyanto, dengan cara penyaluran seperti ini terasa lebih efektif dan efisien. "Cara seperti ini dirasakan cocok bagi penerima BLT-DD yang tidak dapat bangun karena sakit atau berusia lanjut, karena proses penyaluran hanya melibatkan 3-4 petugas dan berlangsung cepat," terangnya.
Hariyanto juga menghimbau kepada warganya supaya menggunakan bantuan tersebut sebijak dan sebaik mungkin untuk memenuhi keperluan sehari-hari. "Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat terdampak covid-19 di desa Kasiyan," ujarnya. (heri)
UNEJ Kembali Luncurkan Beasiswa Berkarya 2020
Jember,kabarejember.com
---Universitas Jember kembali meluncurkan Program Beasiswa Berkarya 2020 bagi mahasiswa, kali ini untuk bidang Tracer Study. Menurut Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember, Program Beasiswa Berkarya adalah beasiswa yang bertujuan membantu para mahasiswa, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu dan sekaligus memberikan pengalaman kerja yang diharapkan dapat menjadi bekal saat mereka lulus nanti. Bagi mahasiswa yang lolos seleksi akan menjalani magang membantu Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan SDM, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember dalam melaksanakan tracer study.
“Kami berharap adanya Program Beasiswa Berkarya di masa pandemi Covid-19 dapat meringankan beban finansial mahasiswa. Oleh karena itu dalam proses seleksinya, kami mengutamakan mahasiswa Universitas Jember yang kurang mampu yang mendapatkan Uang Kuliah Tunggal di kelompok pertama dan kedua, memiliki IPK minimal 3, dan saat ini sedang tidak menerima beasiswa. Selama magang dari bulan Juni hingga Desember nanti, mereka akan menerima beasiswa sebesar 400 ribu rupiah per bulannya,” jelas Iwan Taruna.
Sementara itu Rokhmad Hidayanto, Kepala Sub Bagian Humas, menambahkan, semua mahasiswa yang memenuhi persyaratan, hari ini (19/5) telah menerima notifikasi melalui akun Sistem Informasi Terpadu (Sister) masing-masing. “Silahkan mahasiswa yang menerima notifikasi melakukan pendaftaran dengan mengikuti petunjuk yang ada. Jangan lupa menyertakan surat pernyataan sedang tidak menerima beasiswa dan surat pernyataan sanggup mematuhi aturan yang ada. Kedua surat pernyataan tadi cukup diketik dan ditandatangani oleh pendaftar, tidak perlu meminta tandatangan dari fakultas mengingat kondisi saat ini dimana mahasiswa tengah study from home,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Program Beasiswa Berkarya tahun ini memasuki pelaksanaan tahun ketiga semenjak dimulai tahun 2018 lalu. Selain bidang tracer study, bidang lain yang pernah membuka kesempatan magang mahasiswa diantaranya kehumasan, layanan perpustakaan, layanan laboratorium dan lainnya. Menurut rencana Universitas Jember akan merekrut 83 mahasiswa yang akan membantu Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan SDM, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember dalam melaksanakan tracer study. Sebelum melakukan magang, nantinya mahasiswa akan mendapatkan pelatihan dari LP3M. “Program Beasiswa Berkarya Bidang tahun ini memang baru di bidang tracer study, namun tidak menutup kemungkinan akan dibuka untuk bidang layanan lainnya,” pungkas Rokhmad Hidayanto. (mia/iza/iim/hms)
PMI Beri Reward Kepada TNI, Polri dan Lembaga Lain
Jember, kabarejember.com
– PMI Kabupaten Jember memberikan reward secara khusus kepada TNI dan Polri dalam mengerahkan pendonor darah dalam pandemi Covid-19. Piagam penghargaan diberikan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH kepada Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin dan Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono.
Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH didampingi sejumlah pengurus PMI berkunjung ke penerima penghargaan. Pertama ke Mapolres Jember dan diterima langsung oleh Kapolres AKBP Aris Supriyono. Kemudian ke Kodim 0824 Jember yang diterima Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin.
Selanjutnya PMI memberikan penghargaan kepada RS Baladhika Husada Jember, dan diterima langsung oleh kepalanya Letkol Ckm dr Maksum Pandelima SpOT. Terakhir ke Komandan Yon Armed 8/105 Trk Jember Letkol Arm Ferdian Primadona.
Selain itu, PMI juga memberikan penghargaan ke lembaga lainnya. Yaitu ke Brigif IX Jember, Secaba Rindam V Brawijaya dan ke Bank Indonesia.
“Penghargaan ini kami berikan atas dedikasi, komitmen dan kontribusi TNI, Polri dan lembaga lain yang aktif mengerahkan pendonor selama pandemi Covid-19,” kata ketua PMI kabupaten Jember EA Zaenal MarzukI SH MH.
Sambung Zaenal, selama pandemi Covid-19 jumlah pendonor turun drastis. Sedangkan kebutuhan darah dari rumah sakit-rumah sakit tidak banyak perubahan. Respon aktif dari sejumlah kesatuan TNI dan Polri serta Bank Indonesia membuat jumlah pendonor ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember terjaga. “Kita tidak sampai mengalami kekurangan stok darah selama pandemi Covid-19,” terangnya.
Zaenal menjelaskan, sejumlah kesatuan TNI dan Polri sangat membantu menambah stok darah selama pandemi Covid-19. Banyak anggota TNI dan Polri yang dikerahkan untuk ikit donor darah dengan protokol pencegahan Covid-19. “Alhamdulillah, kami sampaikan terima kasih sekali kepada para komandannya dan anggotanya yang perduli untuk ikut donor darah,’ terangnya.
Dalam kondisi normal, dalam satu bulan dibutuhkan 3500 kantong darah. Di mana 3000 untuk kebutuhan Jember sendiri dan 500 untuk jejaring. Kini menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, PMI Kabupaten Jember menargetkan menyediakan 4500 - 5000 kantong darah. Namun demikian diupayakan bisa tembus 6000 kantong darah. Untuk memenuhi target tersebut PMI Jember saat ini keliling kecamatan setelah salat taraweh untuk melakukan donor darah. (her/gee)
Tiga Pelaku Pembunuhan Ditangkap Resmob Polres Jember
Jember,Kabarejember.com
---Resmob Polres Jember berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang menghilangkan nyawa Yohanes Satriyo Leonardo Garry, seorang pekerja fashion Jember yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya Jalan Kertanegara, Kaliwates pada Jumat 15 - 5 -2020 lalu.
Mobil korban sebuah Datsun Go+ plat nomer P 1268 GX menjadi awal terungkapnya kasus tersebut. Pelaku yang diketahui berjumlah 3 orang MM (27), AC (21), dan DC (19) warga Kelurahan Kebonsari, Sumbersari itu berupaya untuk menjual mobil Datsun Go tersebut. Penjualan mobil tersebut akhirnya terendus pihak kepolisian.
Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono mengatakan, berawal dari informasi tersebut polisi kemudian bergerak dan menyamar sebagai pembeli mobil.
"Dua orang ini berusaha menjual mobil hasil kejahatan kemudian ditangkap oleh tim Resmob Polres dan Polsek Kaliwates," katanya di Mapolres Jember, Senin 18 - 5 - 2029..
Setelah menangkap kedua orang pertama, polisi kemudian mengembangkan kasus tersebut dan berhasil menangkap 1 orang komplotan lainnya.
Kapolres menjelaskan, korban dan pelaku MM sebelumnya sudah mengenal satu sama lain. MM berencana untuk menguasai harta korban dan mengajak 2 orang lainnya.
Pembunuhan diketahui terjadi 2 hari sebelum ditemukan, pada Rabu 13 - 5 2020 sekira jam 11 malam. "Ketiganya sepakat dari awal merencanakan pembunuhan. Dari rumah sudah menyiapkan pisau dan akan menghabisi korban karena 2 orang ini mengaku terlilit utang jadi niatnya sudah berusaha menguasai harta yang dimiliki korban," terangnya.
Aksi para pelaku terbilang sadis. MM sebagai eksekutor pertama menusuk korban dari belakang, sementara 2 lainnya mencoba memegangi korban dan memukulkan sebuah tabung gas.
Akibat perbuatannya, ketiga pelaku akan dijerat pasal 339 dan 340 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan seumur hidup. ( red / tim)
18/05/2020
Suasana Jelang Idul Fitri, Jalanan Tampak Sepi
Probolinggo,kabareprobolinggo.com
--Sudah menjadi kebiasaan tiap tahunnya, mudik pulang kampung khususnya orang Islam , untuk berhari raya idul Fitri di kampung halaman.
Tiap tahunnya, kendaraan bermotor dan roda empat memadati jalan raya atau jalan alternatif jalan tol.
Namun berbeda dengan tahun 2020, aktifitas kendaraan tidak sepadat tahun kemarin.
Senin (18 Mei 2020) terpantau di jalan raya Leces menuju arah ke Kabupaten Lumajang sangat landai atau sepi.
"Padahal biasanya di tahun kemaren H-6 di hari raya idul Fitri kendaraan bermotor dan mobil pribadi hulu lalang memadati di antara jalan penghubung ke dua kabupaten Probolinggo dan Lumajang," turtur Alvin Z.F pengemudi mobil yang hendak ke Lumajang pada media Kabare Probolinggo.
Menurut Arif Nordarsono Kanit Dikyaksa Lantas Probolinggo bahwa di Pos Check Poin Leces OPS Ketupat Semeru 2020 Polres Probolinggo menurutnya di H-6 terpantau aman dan terkendali karna warga juga banyak yang sadar dalam himbauan Pemerintah di Pademi virus Corona ini.
"Kami beserta anggota tiap hari selalu mengadakan operasi untuk mendukung memutuskan mata rantai Covid-19 pada setiap penguna jalan,
dalam target operasi kami tiap harinya pada pengguna jalan roda dua maupun roda empat diantaranya surat dan perlengkapan kendaraan, serta pemakaian masker juga di wajibkan dalam operasi kami ,
bila ada yang keluar kota kami tanyakan surat keterangan ijin sehat dari desa atau kelurahan setempat," ujarnya.
Dan apabila penguna jalan melanggar kami tindak sesuai dengan UU bagi pengguna kendaraan yang menuju ke luar kota tidak di lengkapi surat dari desa atau kelurahan maka kami langsung suruh balik arah atau pulang.
Namun selama ini tidak ada pelanggaran dalam pantauannya , karena kendaraan bermotor atau mobil pribadi sangat sepi bahkan pantauan pihaknya pengguna kendaraan roda empat di pintu keluar masuk tol Paspro sangat lenggang.
Yang memadati lalu lintas tiap harinya mobil boks pengangkut barang dan truk pengangkut pasir .
Untuk laka lantas selama ini masih aman dan terkendali atau tidak ada sama sekali baik yang arah ke Lumajang atau ke Probolinggo," tuturnya pada Media Kabare Probolinggo
Di tempat yang sama petugas Dinkes Kabupaten Probolinggo ketika di konfermasi terkait dengan pemutusan mata rantai Covid-19 tidak menemukan penguna lalu lintas yang positif dengan virus Corona.
"Setiap pengguna jalan tidak lepas dari pengecekan kesehatan kami dengan termo gun baik yang mau masuk atau yang keluar kabupaten Probolinggo," tutur Bambang yang saat di pos kesehatan pada awak media. (MH)
Cerita Anggota Kauje Jalani Ramadhan di Berbagai Belahan Dunia di Masa Pandemi Covid-19
Jember,kabarejember.com
---Bulan Ramadhan selalu menjadi bulan istimewa bagi setiap muslim, dimana pun dia berada. Termasuk bagi dosen dan alumnus Universitas Jember yang kebetulan menjalani puasa di negeri seberang. Tentu saja kerinduan akan tanah air beserta pernak pernik Ramadhan di tanah air makin menjadi di kala pandemi Covid-19 tengah melanda dunia. Sebab ada banyak hal yang kini tidak bisa leluasa dilakukan, semisal buka puasa bersama, tarawih dan kegiatan sosial lainnya. Untuk mengetahui pengalaman dosen dan anggota Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje) yang tengah berpuasa di tanah seberang, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) universitas Jember bekerja sama dengan Kauje menggelar webinar bertema Ramadhan di Negeri Seberang yang digelar Sabtu malam lalu (16/1).
“Di Jerman secara umum penanganan pandemi Covid-19 berjalan sukses sehingga warga sudah diperbolehkan melakukan aktivitas sosial dengan syarat tetap menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah Jerman. Kami pun di kota Gottingen sudah bisa ke masjid, tapi syaratnya harus inden dulu, jadi setiap muslim yang ingin beribadah di masjid At Taqwa Gottingen mendaftarkan diri ke takmir masjid. Sebab jumlah jamaah dibatasi hanya 60 orang saja, akibatnya untuk sholat Jumat terpaksa dibagi menjadi empat shift. Tentu saja perkembangan ini kami syukuri,” jelas Fuad Bahrul Ulum, dosen Program Studi Biologi FMIPA yang tengah menjalani studi doktoral di Universitas Gottingen Jerman.
Namun Fuad, begitu panggilan akrabnya, belum tahu apakah acara seperti buka puasa bersama, sholat id dan halal bi halal masih bisa terlaksana di masjid At Taqwa. “Biasanya ada acara buka puasa bersama dimana setiap komunitas muslim di Gottingen berkumpul sambil membawa masakan khas negaranya masing-masing, begitu pula saat Idul Fitri yang menjadi saat muslim Gottingen berkumpul bersama. Acara-acara ini yang kami rindukan sebab bisa menjadi obat kangen Ramadhan di tanah air,” ujar Fuad yang tahun depan bakal balik ke Jember.
Perasaan kehilangan suasana khas Ramadhan juga disampaikan oleh Muhammad Khusnu, atase perhubungan KJRI di Den Haag, Belanda. Alumnus Program Studi Hubungan Internasional FISIP ini menuturkan jika KJRI di Den Haag sudah menetapkan kegiatan halal bi halal yang rutin diadakan dengan sangat terpaksa tahun ini ditiadakan, walaupun sebenarnya jumlah penderita Covid-19 di negeri kincir angin ini sudah menurun drastis. “Padahal kegiatan halal bi halal menjadi salah satu momen silaturahmi warga Indonesia di Belanda mengingat jumlahnya cukup besar, untuk diaspora Indonesia di Belanda saja sejumlah 1,7 juta jiwa,” tuturnya.
Menurut Khusnu, KJRI Den Haag saat ini fokus memberikan bantuan kepada WNI yang ada di Belanda yang terdampak Covid-19, termasuk mengirimkan bantuan penanganan Covid-19 ke tanah air. “Yah jelas kangen suasana Ramadhan, terutama Ramadhan di tanah air. Setiap kali jam sudah menunjukkan jam enam petang maka otomatis yang terbayang di benak saya yah kolak dan masakan takjil lainnya, padahal waktu buka puasa di Belanda masih nanti jam sembilan malam, hahahaha,” celetuk Khusnu yang harus berpuasa selama 17 jam ini. Jalannya kegiatan webinar dipandu oleh Akhmad Munir, Direktur Pemberitaan LKBN Antara yang juga alumnus FISIP Universitas Jember.
Setelah peserta webinar mendengar pengalaman dosen dan anggota Kauje menjalani Ramadhan di benua Eropa, giliran pengalaman mereka yang menjalani Ramadhan di benua Asia ditampilkan. Bagi Dian Ediyono, General Manager Garuda Indonesia Airways untuk Thailand, Kamboja, dan Myanmar, Ramadhan di Bangkok tidak terlalu berbeda dengan di tanah air mengingat komunitas muslim di Thailand cukup besar. “Cuman karena pandemi Covid-19, maka masjid-masjid tidak melaksanakan tarawih seperti tahun-tahun sebelumnya. Adzan tetap berkumandang tapi tidak ada sholat berjamaah. Namun alhamdulillah penderita Covid-19 di Thailand suah menurun drastis, salah satu penyebabnya karena warga Thailand sangat patuh pada titah rajanya yang meminta rakyat mematuhi protokol kesehatan,” ungkap alumnus FEB ini.
Pengalaman senada disampaikan juga oleh dosen FKIP yang tengah studi doktoral di Taipei, Taiwan, Bevo Wahono. Menurutnya puasa di Taiwan tak terlalu susah, mengingat negara ini sudah ramah bagi muslim. “Sudah banyak masjid dan musholla di fasilitas umum, mall dan lokasi wisata sehingga tidak ada kesulitan bagi kami menjalani puasa. Apalagi jumlah muslim di Taiwan cukup besar termasuk banyak tenaga kerja dari Indonesia. Makanan khas Indonesia pun bisa mudah didapat,” katanya. Tak lupa Bevo memuji kesiapan pemerintah Taiwan dalam menangani pandemi Covid-19 dan warganya yang berdisiplin dalam mentaati protokol kesehatan sehingga Taiwan sukses meredam pandemi Covid-19.
Turut memberikan testimoni adalah Khoirul Anam, Sekertaris III LP2M Universitas Jember. Dosen Fakultas Teknik ini juga pernah mengenyam pengalaman menjalani Ramadhan di luar negeri. “Menjalani puasa di negeri seberang memang istimewa dan tak terlupakan, cuman bentuk kegiatannya saja yang kini berbeda mengingat ada pandemi Covid-19. Contohnya saja saya masih aktif kontak dengan kawan-kawan di Australia selama puasa ini untuk melakukan kajian dan pengajian, walau dengan fasilitas webinar dan semacamnya,” kata Khoirul Anam yang doktoralnya ditempuh di kota Sidney.
Kegiatan webinar diapresiasi oleh Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember. Menurutnya selain mendapatkan pengalaman dan kisah menarik, webinar ini membuktikan bahwa alumnus Kampus Tegalboto sudah banyak berkiprah, bahkan hingga di luar negeri. Sementara itu menurut Sarmuji, Ketua Umum Kauje, webinar yang diadakan ingin mengetahui bagaimana pengalaman anggota Kauje yang menjalani Ramadhan di luar negeri, khususnya saat pandemi Covid-19 melanda. “Tentu ada pelajaran yang bisa dipetik yang siapa tahu bisa kita rumuskan sebagai sumbangan dari Universitas Jember dan Kauje dalam menghadapi pandemi Covid-19,” pungkas anggota DPR RI ini. (Mia/iza/iim/hms)
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...





