25/05/2020

Rumah Ditempeli Stiker Label Status Miskin, Tapi Tak Diberi Bansos


Jember,kabarejember.com
--Miris dan memprihatinkan fakta yang menimpa Duda usia 67 tahun bernama Suwasis, warga Dusun Krajan Tengah Rt.02 Rw.09 Desa Balung Kulon Kecamatan Balung ini. Kakek renta ini diduga menjadi korban penyalahgunaan penyaluran program BLT-DD  Desa Balung Kulon,Kecamatan Balung.

Suawasis mengaku kecewa berat karena rumah tempat tinggal hanya ditempeli stiker label bertuliskan 'Keluarga Miskin penerima BLT-DD tahun anggaran 2020, tapi tidak menerima uang sepeserpun.

Kekecewaan Suwasis dilampiaskan dengan mencopot stiker 'keluarga miskin' yang tertempel di daun jendela tempatnya tinggal, dan menempelkannya di sandaran kursi kayu rumahnya.

Ketika ditemui kabarejember.com pada Sabtu (23/05) dirumahnya, Suwasis mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah Desa Balung Kulon yang hanya memberikan iming-iming mendapat bantuan BLT-DD, tapi pada tidak ada kenyataannya. "Saya malu dan kecewa mas. Kan aneh sudah di stiker dan foto kok dapat bantuan, ya saya copot saja," ujarnya seraya menunjukkan stiker yang tertempel di kursi.

Suwasis menceritakan kalau dirinya dahulu bekerja sebagai sopir, saat ini  menderita sroke sejak beberapa tahun yang lalu. Sekarang dirinya menumpang tinggal di rumah kakak perempuannya. Selama lima belas tahunan dirinya tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah.

Sekitar seminggu yang lalu beberapa perangkat desa dan BPD datang mencari dirinya. Kadatangan mereka untuk memasang stiker dan melakukan foto bersama dirinya sebagai penerima bantuan BLT-DD. "Tetapi sampai hari ini belum mendapat bantuan apapun juga padahal rumah sudah di tempeli stiker dan foto bersama."ujarnya.

Masih menurut Suwasis, pada hari Rabu (20/05) petugas berkeliling membagikan BLT-DD kepada masyarakat, tetapi dirinya tidak  menerima. Saat ditanyakan kepada petugas, Suwasis mendapat jawaban kalau dirinya tidak tercatat sebagai penerima. Kecewa dengan jawaban tersebut, Suwasis mengelupas/melepas stiker yang tertempel di daun jendela tempat tinggalnya, dan menempelkan stiker tersebut di sandaran kursi. "Saya kecewa dan malu kepada masyarakat, karena sudah ditempeli stiker miskin dan difoto bersama petugas, tapi tidak menerima BLT-DD. Harapan saya ada  mendapat bantuan karena saya tidak bisa bekerja karena stroke."katanya.

Kepala Desa Balung Kulon, Syamsul Hadi, sampai berita ini ditayangkan, belum berhasil dikonfirmasi, beberapa kali, bahkan kabarejember.com juga menghubungi hand phone selulernya tidak aktif. (heri)

24/05/2020

Bupati Faida Beri Bantuan Santri yang Tidak Pulang Kampung




Jember,kabarejember.com
--Sedikitnya, 962 santri yang berada di Kabupaten Jember memilih tidak pulang ke kampung halamannya untuk merayakan lebaran tahun ini. Mereka mematuhi imbauan pemerintah agar tidak terjadi penularan Covid-19.

Pilihan itu mendapat perhatian dari Bupati Jember, dr. Faida, MMR. Bupati pilihan rakyat ini memberikan bantuan paket sembako dan uang.

“Kami antar bantuan untuk para santri pondok pesantren yang tidak mudik,” kata bupati kepada wartawan, Sabtu, 23 Mei 2020.

Semua santri yang mematuhi anjuran pemerintah itu mendapatkan bantuan. Baik anak-anak asal Jember maupun anak luar kota Jawa Timur yang tidak ber-KTP Jember.

Para santri itu mengikuti anjuran pemerintah agar memutus penyebaran Covid-19.

Bupati menyebut mereka diantaranya berasal dari Banjarnegara, Kebumen, Brebes.  Mereka ini turun temurun mondok di Jember.

Jumlah terbanyak yaitu berasal dari Kabupaten Kebumen dengan jumlah santri mencapai 139 orang.

Bupati pun berkesempatan melakukan panggilan video dengan Bupati Kebumen, KH. Yazid Mahfudz. Kedua pemimpin ini pun saling menitipkan warganya.

“Tadi juga video call dengan Bupati Kebumen dan menyampaikan bahwa anak-anak dari luar kota yang ada di Jember kondisinya baik-baik saja, dan sudah terdata di Pemkab Jember,” kata bupati.

Bupati juga menitipkan anak-anak Jember pada Bupati Kebumen. “Kita semua gotong royong bersama-sama agar Covid-19 ini cepat berakhir,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kebumen juga berkesempatan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jember telah memberikan bantuan. “Terima kasih ibu. Saya juga punya saudara di pesantren Jember,” ujarnya.

Sementara itu, Rohim Junaidi menyatakan dirinya tidak pulang demi kepentingan bersama untuk memutus penularan.

“Memutus penularan yang dapat terjadi di perjalanan. Saya memilih kepentingan bersama, supaya tidak terjadi buntut penularan lagi,” kata santri Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Raden Rahmat, Talangsari, Kaliwates ini.

Pemuda asal Donggala, Palu, ini juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Jember Faida atas bantuan yang diberikan. Ia juga menitip salam untuk keluarganya di rumah.

“Terima kasih kepada Bupati Jember dan semua jajarannya, dan salam untuk keluarga saya. Maaf belum bisa mudik di rumah karena situasi yang tidak memungkinkan,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan Bupati Faida berupa beras 5 kg, minyak 2 liter, dan gula 1 kg. Serta uang sebesar Rp. 100 ribu. (tim/red)

23/05/2020

2.873 Warga Rambipuji Terima Bantuan Pemkab Jember


Jember,kabarejember.com
--Warga Kecamatan Rambipuji mulai mendapatkan giliran penyaluran bantuan dari Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengatasi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah Covid-19.

“Sebanyak 2.873 paket sembako dan uang tunai sudah diterima oleh Camat Rambipuji Sukowinarno,” terang Gatot Triyono, Humas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember, Jum’at, 22 Mei 2020.

Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Jember itu untuk warga yang selama ini belum mendapat bantuan apapun dari pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten.

Paket bantuan sembako dan uang tunai itu dikirim langsung dari Pendapa Wahyawibawagraha. Selanjutnya, tim yang terdiri dari staf kecamatan, perangkat desa, dan satgas bersama-sama mengawal pengiriman ke beberapa desa sesuai kuota.

Dari desa kemudian disalurkan ke warga sasaran. “Kami serahkan satu per satu, dari pintu ke pintu rumah keluarga penerima manfaat,” tambah Sukowinarno, S.H, S.Pd, M.Si.

"Kami berharap bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan masyarakat di tengah pandemi Covid-19," harap pria yang menjabat sebagai Camat Rambipuji ini.

Sementara itu, Kepala Desa Rambipuji, Dwi Diyah Setyorini, menambahkan, sebanyak 427 warganya mendapatkan bantuan tersebut.

Bantuan itu langsung disalurkan dengan didampingi muspika. “Tujuan pertama penyaluran adalah Dusun Gudang Karang,” terangnya.

Dalam penyaluran itu, menurut Dwi, pihaknya berkoordinasi dengan RW untuk pendampingan penyaluran.

"Semoga bantuan ini bermanfaat bagi seluruh masyarakat Desa Rambipuji, karena semua masyarakat pada saat ini sedang terdampak Covid-19,” katanya.

Sebagai pimpinan Pemerintah Desa Rambipuji, Dwi menyampaikan ucapkan terima kasih kepada Bupati Jember, dr. Faida, MMR., yang telah memberikan bantuan kebencanaan tersebut. (tim/red)

Rapid Test di Mastrip Ditemukan 24 Orang Reaktif


Jember,kabarejember.com
 --Rapid Test massal digelar di Perumahan Mastrip, Sumbersari, Jumat (22/5/2020). Ini dilakukan menyusul ditemukan 1 orang positif yang berdomisili di lingkungan tersebut.

"Ini upaya tracing kontak kluster Gowa,” ujar Gatot Triyono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Hasil dari Rapid Test itu diperoleh 24 orang reaktif dari 46 orang yang menjalani Rapid Test. "Tapi ini baru hasil rapid, belum bisa dikatakan yang bersangkutan positif COVID-19 lho ya," tegas Gatot yang juga juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19

Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit bagi yang hasil rapis tesnya reaktif. Dilakukan cek darah lengkap, foto thorax. Dan tidak lupa dilakukan swab untuk memastikan apakah positif COVID atau tidak. "Selanjutnya swab," kata Gatot.

Namun dari 24 orang yang hasilnya reaktif, ada 6 orang yang menolak dilakukan  pemeriksaan lebih lanjut. Bahkan tidak semua mau dilakukan rapid test.  Untuk itu, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 meminta kepada masyarakat untuk kooperatif. "Tidak ada yang perlu ditakuti. Ini upaya menjaga kesehatan bersama," pesan Gatot.

Pemerintah bersama TNI dan Polri akan melakukan langkah persuasi kepada masyarakat. "Kami lakukan pendekatan persuasif agar semua yang kontak erat bersedia dites", ujar Gatot. Hari ini akan dilanjutkan pendataan kepada keluarga dari 24 orang yang dinyatakan reaktif. "Ini bagian dari upaya tracing," ucap Gatot. (tim/red)

20 Mei 2020, Ketua Ketua MGMPG Kabupaten Jember Menutup Kegiatan MGMP Semester Genap


Jember, kabarejember.com
-- Musyawarah Guru Mata Pelajaran ( MGMP) Geografi merupakan salah satu model peningkatan kompetensi pembelajaran para guru dan merupakan forum atau wadah kegiatan profesionalisme guru mata pelajaran.

Melalui MGMP Geografi diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana saling berkomunikasi , belajar, dan bertukar pikiran dan pengalaman dalam rangka meningkatkan knerja guru sebagai praktisi atau pelakuapelaku perubahan reorientasi pembelajaran kelas.
"MGMP  Geografi  kita redesain yang akhir-akhir ini banyak elemen yang menafsirkan kalau MGMP hanya pertemuan guyonan, makan, minum,
pulang,  Namun MGMP Geografi tidaklah demikian.

" MGMP Geografi yang selama ini bukan hanya makan dan minum terus pulang, tapi MGMP Geografi benar benar mendiskusikan berdasarkan apa yang jadi masalah dalam kegiatan pembelajaran," tutur Umi Fauziah yang didampingi sekretarisnya Abdullah Muizuddin H M.Pd saat dikonfirmasi media ini melalui telpon.

Saat media ini menanyakan ke Sekretaris MGMP Geografi, Abdullah Muizuddin Via Whashap, menuturkan kegiatan  MGMP Geografi  semester genap Bulan Januari dan Pebruari ini kegiatan MGMP Geografi seperti biasa yaitu musyawarah dengan tatap muka, namun pada bulan Maret sampai Mei karena masa pandemi Covid-19.

" Ya kami mengadakan kegiatan dengan model teleconperence saja, sehingga ada agenda seperti Study Lapangan yang sudah diangendakan sebelum pandemi Covid-19," ucap Abdullah Muizuddin Ketua MGMP Geografi Kabupaten Jember, Umi Fauziah, Spd setelah berkoordinasi dengan PJP Geografi Dora Indriana, Spd, MPd, pada hari Rabu 20 Mei 2020 saat menutup kegiatan MGMP semester genap.

Acara penutupan kegiatan MGMP Geografi dengan model Zoom Cloud Meeting yang diikuti 30 anggota guru Mapel Geografi dari sekokah Negeri dan Swasta.

Dalam acara penutupan kegiatan tersebut, Ketua MGMP Geografi Kabupaten Jember Umi Fauziah,Spd memaparkan, ada beberapa agenda MGMP selama semester genap seperti membahas hal pembuatan soal Hots.

 " Persiapan ujian dan lain lainnya sudah di musyawarahkan bersama anggota MGMP terkecuali agenda education lapangan tidak bisa direalisasikan karena terkendala oleh pandemi Covid-19," papar Umi Fauziah pada media ini.

Saat media ini konfirmasi ke Sekretaris MGMP Geografi, Abdullah Muiz H MPd Via Wa,  menuturkan, kegiatan MGMP Geografi  untuk semester genap , bulan Januari dan Pebruari 2020  diadakan seperti biasa yaitu musyawarah tatap muka, namun semenjak bulan April sampai Mei 2020 karena masa pandemi Covid-19.

Pihaknya dan anggota mengadakan kegiatan MGMP dengan model  teleconvence saja.

"Sehingga ada agenda seperti Study Lapangan tidak bisa dilakukan karena kendala Covid-19," pungkas Abdullah Muizuddin.
( A.Mulyono )

22/05/2020

Kabupaten Jember Punya Fasilitas Tes Covid-19


Jember,Kabarejember.com
---  Kabar baik
datang dari Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember. Kini, rumah sakit kebanggaan warga Jember ini sudah memiliki alat pemeriksaan Covid-19.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Gatot Triyono, pada Jum’at, 22 Mei 2020, mengonfirmasi adanya alat pemeriksaan ini.

"Sebetulnya RSD. Soebandi sudah memiliki alat tes cepat molekuler atau TCM. Cuma, hanya membutuhkan alat konversi yakni cartridge. Alhamdulillah, mulai senin lalu sudah mendapat kiriman cartridge dari Kementerian Kesehatan Jakarta," ujarnya.

Untuk mengoperasionalkannya, petugas medis mendapatkan pelatihan secara daring oleh Kemenkes. “Sampai akhirnya bisa melakukan pemeriksaan Covid-19 ini," tuturnya bangga.

Gatot menjelaskan, alat ini berada di ruang Instalasi Laboratorium Patologi Klinik RSD Soebandi, yang telah memenuhi standar bio safety level 2.

Sejak siap dioperasikan, sudah ada ODP dan PDP yang melakukan pemeriksaan menggunakan alat ini.

Bahkan RS Soebandi akhirnya ditunjuk sebagai laboratorium rujukan untuk wilayah eks Besuki, meliputi Kabupaten Jember, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Jadi, rumah sakit di enam kabupaten/kota itu bisa langsung merujuk pemeriksaan covid-19 di RS Soebandi Jember.

“Tidak perlu ke Jakarta, dan hasil final pemeriksaan sudah dapat diketahui dari pemeriksaan tersebut," terangnya.

Saat ini, Kemenkes menginstruksikan agar alat ini hanya untuk memeriksa orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP)

Hal itu karena keterbatasan cartridge dari Kemenkes. “Sementara ini hanya untuk memeriksa ODP dan PDP saja, karena sudah cukup banyak,” jelasnya. Sedang jika hanya untuk penapisan atau screening, cukup menggunakan rapid test.

Pemeriksaan dengan alat ini, lanjutnya, sudah bisa mendapatkan hasil final. Hasilnya akan dikirimkan ke rumah sakit yang merujuk, dan bisa segera untuk melakukan penanganan kepada pasien.

Tahapan pemeriksaan menggunakan alat TCM hampir sama dengan test PCR atau polymerase chain reaction.

"Jadi diambil swabnya dua kali, di hari pertama dan kedua. Kemudian dimasukkan ke dalam viral tansport medium (VTM), dan VTM disimpan dalam ice box  dan bisa dikirimkan ke Soebandi untuk dilakukan pemeriksaan," jlentrehnya.

Gatot mengatakan, rumah sakit dr Soebandi senantiasa memberikan pelayanan yang paripurna. Karena itu, hasil diagnosis Covid-19 dari alat tes ini tidak terlalu lama dapat diketahui.

Selama ini, untuk mengetahui hasilnya cukup lama. Bisa tiga minggu kedepan. “Tetapi, saat ini bisa menetapkan diagnosis melalui pemeriksaan ini cukup dengan 60 menit," jelasnya.

Hasil pemeriksaan yang cepat keluar itu diharapkan bisa langsung untuk mempercepat penanganan kepada pasien.

"Penanganannya lebih cepat, sembuh lebih cepat, dan penularan serta penyebarannya segera berakhir," harapnya.

Meski memiliki alat pemeriksaan ini, Gatot mendorong masyarakat agar tetap mematuhi anjuran kesehatan, seperti social distancing, phsycal distancing, memakai masker, cuci tangan, menjaga kesehatan. “Karena virus ini sangat berbahaya," pungkasnya. (tim/red)

21/05/2020

Corona Tidak Menciutkan Nyali Seorang Penambang Batu Kapur



Jember, kabarejember.com
 - Akibat pandemi covid-19 yang tak jelas kapan berakhir, membuat perekonomian  masyarakat semakin sulit. Demikian juga yang dirasakan oleh Ali (50) warga kapuran desa Grenden kecamatan Puger, yang pekerjaan sehari-harinya sebagai penggali batu kapur.

Kepada kabarejember,com , M. Ali menuturkan kalo sebelum adanya virus Corona, penghasilan masyarakat yang pekerjaannya berhubungan dengan batu kapur dari gunung Sadeng di desa Grenden berjalan normal. Perdagangan dan pengiriman kapur/gamping ke daerah lain dengan menggunakan truk berjalan biasa saja. Tetapi sejak ada virus Corona, pengiriman menjadi tersendat, terutama pengiriman ke luar kota menjadi terhambat.

Ali menceritakan, dirinya sebagai buruh penambang kapur, bekerja manual dengan menggunakan peralatan berupa linggis dan amer (palu besar). Upah yang diterima sebesar Rp.300.000,- per-rit atau satu truk batu kapur yang berhasil digalinya. Pekerjaan ini dikerjakan bersama seorang temannya, dan biasanya untuk mendapatkan satu rit batu kapur membutuhkan waktu dua hari.  Upah yang diterima harus dibagi dua dengan rekannya, jadi masing-masing mendapat Rp.150.000,- untuk dua hari, jadi sehari upahnya Rp.75.000,- perhari," katanya.

Sekarang akibat adanya virus Corona, penghasilannya berkurang karena terkadang harus libur beberapa hari. Hal ini karena persediaan batu kapur di jobong (tempat pembakaran) masih menumpuk,  pemilik jobong tidak dapat mengirim pesanan kapur akibat tersendatnya jalur transportasi ke luar kota. "Sekarang penghasilan jadi tidak rutin mas, jadi istri saya harus pintar-pintar mengatur keuangan," ujarnya.

Ali menambahkan, meskipun ada virus Corona dan penghasilan berkurang, dirinya harus tetap sabar dan tetap bekerja demi menghidupi keluarga.

"Virus ini sudah menjadi kehendak Allah, yang penting kita tetap pasrah dan berhati-hati, istilahnya 'Tetep Eling lan Waspada'(jawa,red). Semoga virus Corona ini segera berakhir," ujarnya menutup pembicaraannya. (heri)