02/06/2020

Pemdes Desa Jambearum Patut Diteladani


Jember,kabarejember.com
---Kepedulian Pemerintahan Desa Jambearum Kecamatan Puger Jember patut diteladani oleh Pemerintah Desa lain.
Karena disaat kondisi sulit saat pandemi  virus Corona ini betul-betul dirasakan oleh masyarakat.

Berbagai usaha memberi bantuan dari Pemerintah agar dapat dirasakan oleh masyarakat di desa ini, tak kenal lelah, dilakukan jajaran pemerintah desa mulai tingkat RT, RW, Kasun hingga kepala desa bergandeng tangan dan bahu membahu turun langsung ke rumah-rumah warga penerima bantuan.

Mutina (52) warga RT 002 RW 015 Dusun Kedung Sumur Desa Jambearum Kecamatan Puger Jember, salah satu warga penerima BLT ini mengucapkan berterima kasih atas perhatian Pemerintah Desa Jambearum.

"Terima kasih banyak kepada Pemerintah Desa Jambearum dan kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian kepada kami," tuturnya.

Mutina yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani ini, kini harus di rumah karna penglihatanya mengalami kebutaan.

Tidak hanya Mutina beberapa warga yang ada dilingkungan tempat tinggalnya juga mendapatkan bantuan dari pemerintah desa maupun Kabupaten, dan mereka para penerima bantuan ini sangat berterima kasih dan mendoakan yang terbaik kepada mereka-mereka yang telah peduli ini.

Sementara itu, Kepala Dusun Kedung Sumur, Hariyanto,selaku perwakilan dari Pemerintah Desa Jambearum yang turun langsung bersama RW setempat menyampaikan, ini adalah kewajiban kami memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga.

"Sesuai dengan petunjuk pimpinan, kami bersama RT dan RW setempat langsung mendatangi rumah warga penerima bantuan dan langsung menyerahkan apa yang menjadi hak mereka," tuturnya.

Kami berharap katanya, bantuan ini dapat meringankan beban warga kami yang terdampak Covid-19 ini. "Dan  kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi aturan pemerintah sehingga bisa mencegah meluasnya penyebaran Pandemi Covid-19 yang saat ini angkanya terus mengalami peningkatan," pungkasnya. (lik)

01/06/2020

Ratusan Pedagang Pasar Balung Ikuti Rapid Test


Jember,kabarejember.com
 ---Antisipasi dan upaya penularan terus digencarkan para pihak. Seperti Rapid Test yang digelar di pasar Balung Kecamatan Balung Jember pada pagi Jum'at 29 Mei 2020, yang  disambut antusias para pedagang di pasar.

Tak hanya pedagang pasar yang ingin mengikuti rapid test, warga yang tahu adanya kegiatan rapid test yang digelar di Pasar Balung Lor dan pasar baru Balung Kulon ini sangat antusias untuk ikut serta melakukan rapid test.

Dikarnakan rapid test yang dilaksanakan di pasar pasar ini lebih difokuskan kepada para pedagang,warga pun harus legowo tidak bisa mengikuti rapid test saat ini.

Kesiap siagaan petugas medis dari Puskesmas Balung yang dipimpin langsung
Kepala Puskesmas Kecamatan Balung, dr. Roszania Hidayat ini turut mendapat pengawasan langsung dari Muspika Kecamatan Balung.

Ditemui saat di lokasi kegiatan, Camat Balung, Widayaka  menyampaikan, Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan rapid test kepada ratusan pedagang pasar yang ada di pasar balung lama maupun pasar balung baru.

"Kita target di pasar Balung
lama ini sekitar 552 orang, sementara untuk di pasar Balung baru yang berlokasi di Desa Balung Kulon kita target sebanyak 212 dan diharapkan bisa selesai hari ini, karna besok pasar akan dibuka," tuturnya.

Menyentuh tujuan dilaksanakanya rapid test kepada para pedagang, Widayaka menambahkan, ini adalah upaya pemerintah mencegah meluasnya wabah covid-19 khususnya di lingkungan pedagang pasar.

Ditanya soal antusias warga sekitar yang turut datang bermaksud untuk mengikuti rapid test namun belum ada peluang menyampaikan, "ya kita harapkan ada anggaran yang mencukupi sehingga masyarakat bisa juga di rapid test," ungkapnya.

Beberapa warga yang sempat wartawan temui di lokasi  menyampaikan, Alhamdulillah hari ini bisa berkesempatan mengikuti rapid test yang digelar pemerintah, ini sangat membantu sekali kepada warga.

Setelah menjalani rapid test ini kami lebih tenang dan lebih yakin untuk beraktifitas, apalagi ini gratis tentunya sangat membantu sekali bagi kami. (Lik)

3 Petugas Kesehatan di Kabupaten Jember Positif Covid- 19


Jember,Kabarejember.com
-- Terbukti sudah betapa ganasnya covid 19.Wabah ini tak memandang status, pekerjaan dan umur,Minggu  31/05/2020 terjadi  Penambahan 8 Positif Covid-19 di Jember diantara 8 yang dinyatakan positif Covid 19 ada 3 petugas kesehatan dan balita yang masih berumur 1,5 tahun. ini, merupakan lonjakan tertinggi kedua selama pandemi Korona yang terjadi di Kabupaten Jember.

Jumlah total pasien positif Covid-19 di Kabupaten Jember Jawa Timur, hingga Minggu, (31/05/2020) mencapai 41 orang
Setelah mendapat penambahan kasus positif baru sebanyak 8 kasus, dari yang sebelumnya 33 orang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember, yang juga selaku Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember, Gatot Triyono dalam keterangan tertulisnya Minggu malam, menyatakana bahwa tambahan pasien positif Covid-19 tersebut menjadi yang terbanyak selama terjadinya wabah di Jember. 

"Penambahan kasus terkonfirmasi 8 pasien, tersebar di beberapa Desa diantaranya, Desa Cumedak Kecamatan Sumberjambe sebanyak 2 orang, Desa Subo Kecamatan Pakusari 1 orang, Kelurahan Tegalgede Kecamatan Sumbersari 1 orang, Kelurahan Mangli Kecamatan Kaliwates 1 orang,
Desa Jombang, Kecamatan Jombang 2 orang,  dan dari Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan 1 orang.

Lebih lanjut Gatot Triyono, lewat selulernya menerangkan penambahan Kasus Positif ini sebelumnya, mereka terkonfirmasi berstatus orang tanpa gejala (OTG).
 ( red / tim )

Di Jember, Lonjakan Tertinggi 8 Kasus Positif Covid -19 Dalam Sehari


Jember,kabarejember.com
--Penambahan 8 Positif Covid-19 di Jember ini, merupakan lonjakan tertinggi kedua selama pandemi Korona yang terjadi di Kabupaten Jember.

Jumlah total pasien positif Covid-19 di Kabupaten Jember Jawa Timur, hingga Minggu, (31/05/2020) mencapai 41 orang
Setelah mendapat penambahan kasus positif baru sebanyak 8 kasus, dari yang sebelumnya 33 orang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember, yang juga selaku Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember, Gatot Triyono dalam keterangan tertulisnya Minggu malam, menyatakan;
Bahwa tambahan pasien positif Covid-19 tersebut menjadi yang terbanyak selama terjadinya wabah di Jember

"Penambahan kasus terkonfirmasi 8 pasien, tersebar di beberapa Desa diantaranya, Desa Cumedak Kecamatan Sumberjambe sebanyak 2 orang, Desa Subo Kecamatan Pakusari 1 orang, Kelurahan Tegalgede Kecamatan Sumbersari 1 orang, Kelurahan Mangli Kecamatan Kaliwates 1 orang,
Desa Jombang, Kecamatan Jombang 2 orang,  dan dari Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan 1 orang.

Lebih lanjut Gatot Triyono, lewat selullernya menerangkan penambahan Kasus Positif ini sebelumnya, mereka terkonfirmasi berstatus orang tanpa gejala (OTG).

OTG adalah seseorang tidak bergejala dan memiliki risiko telah tertular dari orang konfirmasi Covid-19. Dimana, OTG ini memiliki kontak erat dengan kasus konfirmasi atau pasien positif Covid-19.Untuk itu marilah kita lawan Covid 19 bersama sama dengan mematuhi himbauan dari pemerintah supaya wabah ini cepat berlalu.. ( red / tim )

31/05/2020

TPP Guru Non PNS Kapan Cairnya ?


Jember,Kaberejember.com
-- Tunjangan Profesi Pendidik ( TPP )  guru PNS sudah sudah 90 persen cair,  sedangkan tunjangan yang sama untuk Non PNS kapan ya cairnya?
Sabar..sabar..Sabar Ya...

Sampai Minggu 31 Mei 2020 tunjangan sertifikasi guru triwulan pertama ( Januari - Pebruari- Maret ) untuk guru Non PNS  di Kabupaten Jember masih belum dicairkan,  sedangkan tunjangan sertifikasi guru PNS sekira 90 % sudah dicairkan .

Persiapan pembayaran tunjangan profesi guru dilakukan Disdik pasca Terbitnya Surat keputusan Penerima Tunjangan Profesi Pendidik ( SKTP ) oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud RI pada awal bulan Mei 2020.
" Sekarang sudah tanggal  31 Mei 2020, jauh sekali selisihnya dengan cairnya tunjangan guru PNS, biasanya selama ini tunjangan Non PNS selisih 3 sampai 4 hari dengan PNS sehingga bisa dimanfaatkan untik kebutuhan keluarga dan hari raya idul fitri.semoga pak Mendikbud, Nadiem Anwar Makrim mendengar akan keluh kesah kami," tandas salah seorang guru Non PNS yang enggan ditulis namanya.

Seharusnya, tidak dibeda-bedakan yang namanya tunjangan sertifikasi mau PNS atau Mo PNS sama saja punya anggaran dan satu kementrian Dikbud. Makanya kedepan sangat sangat diharapkan agar pak Nadiem memerintahkan  Jenderal GTK Guru Swasta untuk mencari tau penyebab lambatnya pencairan tunjangan profesi guru, karena guru di swasta ada yang sudah sertifikasi dan sudah inpassing yang setara dengan PNS/ASN.

Keluh kesah yang dialami Guru Non PNS khususnya Guru Tetap Yayasan ( GTY) yang menganggap sangat lambatnya pencairan  Tunjangan Serifikasi Pendidik bagi sekolah SMAS di Kabupaten Jember,
menurut Bupati Jember dr.Faida saat dikonfirmasi media ini melalui Whatsapnya menjelaskan, bahwa bahwa SMA itu kewenangan Provinsi, diminta kabupaten tidak diperbolehkan. " Besok hari Selasa tanggal 2 Mei 2020 kami panggil Kepala Cabang Dinasnnya, " ucap bupati Jember.

Segenap Guru Tetap Yayasan  ( GTY ) SMAS calon penerima Tunjangan Profesi Pendidik ( TPP ) di Kabupaten Jember pada mengharap agar pemerintah segera mencairkan tunjangan profesi." Sabar..sabar..sabar..
InsyaAllah dalam waktu dekat TPP akan cair 6 bulan, " ucap Kepala Sekolah SMA Argopuro Panti, Syaehul Al-Hamzah,ST,MM. kepada  wartawan media ini . ( A.Mulyono)

30/05/2020

TJL Beraksi, Jalan Berlubang Jadi Mulus, Sumbatan Drainase Lancar


Jember, kabarejember.com
---Tim Jalan Lubang  (TJL) yang dibentuk Bupati Jember, dr. Faida, MMR., yang bertugas merespon laporan warga itu mulai bergerak memperbaiki jalan, membersihkan sumbatan saluran air, hingga merapikan pohon tumbang.

"Tim siang ini menambal lubang di Jalan Mastrip, Jalan KH Shiddiq, dan di Jalan HOS Cokroaminoto," terang Gatot Triyono, Sabtu, 30 Mei 2020.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember ini mengatakan, penambalan jalan dikerjakan oleh tim 6 yang berada dalam TJL. Di Jalan KH Shiddiq, tim menambal 9 titik lubang.

Sedangkan di Jalan HOS Cokroaminoto, tim menambal dua lubang. “Tim berencana akan kembali melanjutkan penambalan pada Selasa, 02 Juni, pekan depan,” imbuh Gatot.

Tidak hanya menambal lubang jalan. Tim yang berada di bawah koordinasi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga  juga melakukan pembersihan saluran air.

Seperti dilakukan di Jalan Trunojoyo. Tampak tim 2 dan 3 mengeluarkan walet dari saluran air di bawah trotoar. Mereka juga membersihkan sampah yang menyumbat saluran di pinggir jalan.

Pembersihan itu berhasil mengangkut walet dan batu sebanyak satu mobil pikap. Juga satu pikap sampah yang banyak popok bayi dan plastik. Semua sampah kemudian dibuang di TPS Jalan Imam Bonjol.

“Saat pembersihan, tim menemukan adanya saluran yang ambrol sepanjang tiga meter,” terangnya.

Melihat sampah popok yang ditemukan tim, Gatot menilai masyarakat kurang tertib dalam membuang sampah.

Di tempat lain, ada tim 4 yang melakukan pemotongan pohon mati di ruas Jalan Kaliwining – Jubung. Tim kemudian melanjutkan pekerjaan memotong pohon tumbang yang berada di ruas Jalan Balung - Dam Karuk Kecamatan Balung. (Tim/red/hms)

Muspika Semboro Hadiri Simulasi Kampung Tangguh Semeru Covid 19 di Desa Pondok Dalem




Jember,kabarejember.com
--  Sekitar pukul 09.00 Wib, tepatnya di Dusun Krajan RT. 01 RW. 08 Desa Pondok Dalem Kecamatan Semboro melakukan Simulasi Kampung Tangguh semeru covid 19 secara berlangsung yang di hadiri segenap Muspika bersama Polri - Tni, Dinkes dan Kades, Staf Desa Pondok Dalem.

Dengan terselenggaranya Simulasi Kampung Tangguh semeru covid 19 dengan segala bentuk memberikan penanganan covid 19 dengan cara-cara langkah yang benar sesuai prosedur (Sop), yang telah di tentukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat kususnya Kabupaten Jember sendiri.

Dan selama kegiatan Simulasià Kampung Tangguh semeru covid 19, Muspika Semboro Djoko Prijono S. Sos, sangat berterima kasih kepada warga masyarakat Dusun Karajan RT. 01 RW. 08 Desa Pondok Dalem, yang mana dalam hal ini sangatlah beruntung sekali sudah terbentuknya Kampung Tangguh semeru artinya, masyarakat sangat peduli dengan adanya program pemerintah kususnya di Kabupaten Jember.

Dan oleh sebab itu kami sangat menggapresiasi sekali dengan baik dalam bertujuan memutus mata rantai virus covid 19 ini, dan harapan kami dengan adanya Kampung Tangguh semeru covid 19 di Dusun Krajan Desa Pondok Dalem ini terus di jalankan, dan jangan sampai bertahan beberapa hari saja, dan tetaplah terus berjalan sampai wabah virus covid 19 ini benar-benar habis dan bersih kususnya di Kabupaten Jember.

Dan Simulasi Kampung Tangguh semeru covid 19 dilanjutkan menuju pemakaman umum secara bersamaan Muspika Semboro yang di dampingi oleh Kapolsek Iptu Fachur Rahman S.H, Danpos 0824/31Peltu Koko Sutaryo, Kades Sumaryono, serta linmas, dan sekaligus selaku Ketua Endang Srihartatik untuk ikut serta menyaksikan pemakaman orang yang meninggal terjangkit covid 19 tsb, dengan cara pemakaman yang betul-betul steril dan benar.

Dengan adanya Simulasi Kampung Tangguh semeru covid 19 ini, bertempat di Dusun Krajan RT. 01 RW. 08 Desa Pondok Dalem Kecamatan Semboro, wartawan New Jember mengkomfermasi Kapolsek Semboro Iptu. Fachur Rahman S.H, untuk menjelaskan sejak terselenggara seluruh rangkaian dimulainya acara Simulasi Kampung Tangguh semeru covid 19.

"Jadi yang memterbelakangi pembuatan Kampung Tangguh semeru ini adalah, dengan adanya peningkatan ekskalase dari pada penyebaran virus corona yang ada di indonesia, maka kita buat Kampung Tangguh untuk mempelajari atau membimbing masyarakat untuk membentuk masyarakat yang mandiri," terangnya.

Dengan adanya penyebaran virus corona di tingkat RT, yang paling kecil, dan kalau mereka sudah tangguh menangani ini akibat dari pada, mungkin besok terjadi lockdown, dan kampung mereka mampu penyiapan sandang pangan dengan cara menghadapi yang mungkin ada yang terkena covid 19, dan apabila penuh.

Dan jadi latar belakang Kampung Tangguh adanya semeru ini adalah, dengan latar belakang dan
akibatnya bencana covid 19 yang kontisional meninggi, sehingga semua orang di daerah atau negara atau secara mandiri untuk melawan corona semua akan bencana yang sama semua terdampak covid 19 ini.

Maka asunsi adalah kelangkaan daya dukung dasar dari luar sistim sehingga kelompok kecil masyarakat mempunyai kemampuan, ada fase yang tinggi atau ada kemampuan tinggi untuk bertahan saat lockdown maupun di saat PSBB, maka kami bentuk Simulasi PSBB di tingkat kampung, dan sangatlah penting sekali untuk melengkapi satgas-satgas yang telah di buat pada level di atasnya.

Dan seperti satgas-satgas yang di buat oleh desa, maupun kelurahan sehingga nasional, jadi sebagai pendukung paling bawah di tingkat RT, maka masyarakat dengan mandiri membuat kampung tangguh di daerah masing-masing, dan mampu sandang pangan pada saat terjadi lockdown, baik dari tingkat desa mereka teroganisasi semua, ada ketuanya bagian divisi pangan, bagian divisi listrik dan air ini sangat penting sekali.

Maka semua dari dampak, dan ini adalah menciptakan masyarakat yang mandiri dalam mampu memperangi adanya covid 19 ini. Dan sementara waktu ada 3 Kampung Tangguh yang melakukan di wilayah desa Sidomekar, Pondok Dalem dan Semboro sendiri, kami akan berkembang terus, dan kalau perlu semua desa ada Kampung Tangguh, Kampung Tangguh, Kampung Tangguh.., jadi kita betul-betul mandiri dalam mengahadapi musibah atau dari pada corona ini sendiri.

Dan kami sudah kita lihat Simulasi Kampung Tangguh semeru mulai dari pemandian jenasah covid 19 itu tujuannya untuk di sosialisasikan pada masyarakat, bahwa nanti apa bila medis nanti tidak mampu begitu banyaknya, maka masyarakat bisa melakukan  penanganan jenasah covid 19 sesuai prosesur (Sop), protokol kesehatan  yang ada.

"Jadi kami memang dari pihak Kepolisian memberikan sosialisasi
gunanya masyarakat biar tau, bahwa jenasah ini yang meninggal terjangkit covid, begitu steril betul sehingga masyarkat tau saat pemakaman tidak ada lagi penolakan pada saat penguburan. Dan kita saat tadi melihat simulasi lagi tentang karangtina isolasi oleh Kampung Tangguh semeru cukup bagus tentang penyekatan warga yang sedang mudik kedesanya yang harus dikarantina, dicek dulu suhu badannya itu sudah bagus tindakan dari Kampung Tangguh," bebernya.

Kampung Tangguh ini bukan di bentuk dari kepolisian, Kampung Tangguh ini dibentuk oleh masyarakat sendiri. Kita sangat berterima kasih kepada warga Pondok Dalem Krajan kususnya RT.01 RW. 08 yang begitu antusiasnya membentuk Kampung Tangguh semeru di wilayahnya sendiri, pihak kepolisian hanya mendukung dan memberikan arahan-arahan bagaimana terbaik di daerahnya menjadi lockdown sendiri.

"Harapan kami Kampung Tangguh Semeru covid -19 di Desa Pondok Dalem menjadi contoh-contoh bagi RT, RT yang lainya, untuk segera membentuk Kampung Tangguh di wilayah masing-masing, jadi ada Kampung Tangguh ini bila terjadi lockdown. Maka mereka sudah tangguh atau sanggup mengatasi  segala kekurangan
dan permasalahan pada saat terjadi lockdown akibat dari pada covid 19 ini," pungkas  Iptu Fathur, Kapolsek Semboro. (Indra)