06/07/2020
FWABUP BERHARAP SEMUA PEKERJA IKUT PROGRAM BPJS
LUMAJANG, Kabarejember.com
---Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., mengajak seluruh pekerja di Kabupaten Lumajang untuk menjadi peserta program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, agar kelak mendapatkan jaminan dan perlindungan sosial.
Hal itu, disampaikan Wabup dalam acara Forum Group Discussion (FGD) BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kabupaten Lumajang, bertempat di Loji Dusun Tawon songo Kecamatan Pasrujambe, Sabtu (04/07/2020).
"Kita ingin semua pekerja segera mengikuti BPJS Ketenagakerjaan, baik di bawah koordinasi Kepala PD (Perangkat Daerah, red), Guru PAUD, Yayasan Pendidikan, perusahaan - perusahaan, penambang pasir, pekerja sosial, serta kelompok-kelompok kerja yang lain," katanya.
Menurutnya, jika semua pekerja di Lumajang telah tercover BPJS Ketenagakerjaan, maka, tentu akan lebih merasa aman dan tidak perlu khawatir jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Manfaat yang akan diterima peserta BPJS Ketenagakerjaan, diantaranya, jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian serta jaminan pensiun. Apalagi, iuran BPJS ini dinilai relatif rendah.
"Jadi ini iurannya tidak mahal, dan manfaatnya banyak. Itu sebabnya, saya ingin mengajak dan mengharapkan agar seluruh pekerja di Lumajang mendapatkan jaminan dan perlindungan sosial tenaga kerja," jelasnya.
Wabup berpesan, para pekerja yang berada di bawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), dianjurkan untuk mengikutsertakan perangkat di seluruh pemerintah desa, yang terdiri dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), RT/RW serta perangkat lainnya tahun yang akan datang.
Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jember, Edy Suryono menerangkan, bahwa pihaknya akan mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menganjurkan para pekerja untuk mengikuti BPJS Ketenagakerjaan.
"Jadi pelaku usaha di Lumajang dari semuanya ya, baik yang formal maupun in-formal itu memang tidak lupa dari dukungan pemerintah daerah, dan itu sebabnya kita akan dukung, kemudian pelaku usahanya juga akan kita bantu," katanya.
Ia berharap, agar semua pelaku usaha di Kabupaten Lumajang dapat masuk dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, baik formal maupun in-formal.
Reporter : Atman
Bupati Faida Monitor Pelaksanaan UTBK di UNEJ
Jember,kabarejember.com
--Bupati wanita pertama di Jember, dr.Faida ,MMR. memonitor pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK ) di Universitas Jember.
“Alhamdulillah, meski pesertanya banyak, sekitar 12 ribu lebih, tapi bisa berjalan dengan lancar,” terangnya usai meninjau beberapa lokasi UTBK
Bupati mengatakan, Pemkab Jember bersama jajaran Kodim dan Polres Jember sebagai pengawas protokol Covid-19 memastikan jalannya UTBK di Unej berjalan sesuai dengan protokol Covid-19.
“Kami berterima kasih atas kerjasama yang baik dari Unej, karena dapat melayani ribuan mahasiswa sesuai dengan protokol Covid,” katanya.
Sebelum mengikuti UTBK, jelasnya, peserta sudah melakukan rapid test. Untuk peserta dari luar kota, dicek di perbatasan.
Apabila sudah mengikuti protokol covid dan memiliki surat keterangan dengan gelang kuning, calon mahasiswa dapat mengikuti tes.
“Dengan bergelang kuning menjadi pertanda aman mengikuti UTBK dan menginap,” ungkap bupati.
Dari 12 ribu lebih peserta, ada sekitar 4 ribu peserta asal Jember yang telah mendapatkan layanan rapid test gratis dari Pemkab Jember.
“Insyaallah, UTBK di Unej berjalan dengan lancar dan aman,” imbuhnya.
Bupati kembali menegaskan, peserta UTBK di Unej telah melakukan rapid test. Ini karena sebelumnya sudah disosialisasikan dengan baik.
“Semua yang dari dalam dan luar kota sudah mengikuti protokol covid dan sudah rapid,” tandasnya.
Pelayanan rapid test untuk peserta asal Jember dibagi per wilayah. Pelayanan pemeriksaan kesehatan ini dilakukan oleh petugas puskesmas terdekat.
Bagi mereka yang hasil tesnya reaktif, sementara tidak melakukan UTBK gelombang saat ini. Nanti akan ada gelombang susulan.
Sementara itu, Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M. Eng, menyampaikan, pihaknya melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Jember untuk pelaksanaan protokol Covid-19.
“Kegiatan ini berlangsung sesuai dengan arahan gugus tugas covid. Semoga ini berjalan dengan konsisten,” ujarnya.
Jika ada yang reaktif, lanjutnya, akan dimasukkan pada tahap dua. UTBK tahap kedua dilaksanakan karena ada sesi yang harus dipotong untuk mengurangi penumpukan orang.
“Itu prinsip dari protokol untuk menjaga jarak,” jelasnya.
Bagi peserta yang belum bisa mengikuti tahap pertama dan tahap dua, dapat mengikuti ujian cadangan," pungkasnya. ( SGM )
05/07/2020
Pemkab Jember Kembali Fasilitasi Ratusan Santri Ke Pondok Pesantren
Jember, Kabarejember.com
-- Sebanyak 230 santriwan dan santriwati se wilayah Jember yang kembali ke pondok pesantren Lirboyo kabupaten Kediri kembali difasilitasi Rapid, alat sholat dan vitamin serta angkutan gratis sebanyak 3 bus oleh pemerintah Kabupaten Jember.
Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR menyampaikan Pemerintah Kabupaten Jember memberikan fasilitas kepada santriwan dan santriwati se-Jember yang kembali ke Pondok Pesantren Lirboyo Kabupaten Kediri.
"Pemkab Jember menyiapkan Rapid Test, angkutan gratis juga memberikan perangkat alat sholat, vitamin selama 1 bulan dan nasi kotak selama perjalanan bagi para santri yang bersiap kembali ke Ponpes Lirboyo, "terangnya.
Bupati Faida berpesan selama di Ponpes jaga kesehatan dan belajarlah dengan sungguh-sungguh buatlah orang tua bangga, katanya.
Pelepasan pemberangkatan 230 santri tersebut tengan rincian 156 santri putra dan 74 santri putri berlangsung dari Pondok Pesantren Al-Amin Dusun Kebonsari, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, sabtu (4/7/2020( sekitar pukul 07.00-09.15 Wib.
Hadir dalam kegiatan itu Pengasuh Ponpes Al-Amin KH. Imam Gozali, Kades Sabrang Zubairi Lutfi, Babinsa Sabrang, Anggota Koramil 0824/24 Ambulu, Bhabinkamtibmas Sabrang, Pol PP Sabrang, dr Riri (PKM Desa Sabrang ) beserta 4 anggota dan santriwan-santriwati Ponpes Lirboyo se-wilayah Kabupaten Jember.
Sekitar pukul 07.00 Wib santriwan dan santriwati Ponpes Lirboyo berkumpul di Ponpes Al-Amin untuk dilakukan pengecekan kesehatan oleh tim medis PKM Desa Sabrang.
Setelah dilakukan pengecekan kesehatan sekitar pukul 08.00 Wib para santri naik bus yang difasilitasi oleh Pemkab Jember. Pukul 08.45 WIB dilaksanakan do'a bersama untu pemberangkatan yang dipimpin oleh Kyai Khirjuna.
Tepat pukul 09.00 WIB pemberangkatan rombongan bus sesuai nomer urut menuju Ponpes Lirboyo Kabupaten Kediri. Pukul 09.15 WIB kegiatan pelepasan santri putra dan putri menuju Ponpes Lirboyo kab. Kediri selesai, selama kegiatan berjalan tertib, lancar dan aman.
Diketahui bahwa kegiatan pelepasan pemberangkatan santri putra dan putri Ponpes Lirboyo se-Wilayah Kabupaten Jember ke Ponpes Lirboyo Kabupaten Kediri secara kebersamaan sudah di lakukan secara rutin setiap tahun.
Disaat pandemi Covid - 19 saat ini pelepasan pemberangkatan santriwan dan santriwati mengikuti standart protokol Covid - 19. (SGM)
-- Sebanyak 230 santriwan dan santriwati se wilayah Jember yang kembali ke pondok pesantren Lirboyo kabupaten Kediri kembali difasilitasi Rapid, alat sholat dan vitamin serta angkutan gratis sebanyak 3 bus oleh pemerintah Kabupaten Jember.
Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR menyampaikan Pemerintah Kabupaten Jember memberikan fasilitas kepada santriwan dan santriwati se-Jember yang kembali ke Pondok Pesantren Lirboyo Kabupaten Kediri.
"Pemkab Jember menyiapkan Rapid Test, angkutan gratis juga memberikan perangkat alat sholat, vitamin selama 1 bulan dan nasi kotak selama perjalanan bagi para santri yang bersiap kembali ke Ponpes Lirboyo, "terangnya.
Bupati Faida berpesan selama di Ponpes jaga kesehatan dan belajarlah dengan sungguh-sungguh buatlah orang tua bangga, katanya.
Pelepasan pemberangkatan 230 santri tersebut tengan rincian 156 santri putra dan 74 santri putri berlangsung dari Pondok Pesantren Al-Amin Dusun Kebonsari, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, sabtu (4/7/2020( sekitar pukul 07.00-09.15 Wib.
Hadir dalam kegiatan itu Pengasuh Ponpes Al-Amin KH. Imam Gozali, Kades Sabrang Zubairi Lutfi, Babinsa Sabrang, Anggota Koramil 0824/24 Ambulu, Bhabinkamtibmas Sabrang, Pol PP Sabrang, dr Riri (PKM Desa Sabrang ) beserta 4 anggota dan santriwan-santriwati Ponpes Lirboyo se-wilayah Kabupaten Jember.
Sekitar pukul 07.00 Wib santriwan dan santriwati Ponpes Lirboyo berkumpul di Ponpes Al-Amin untuk dilakukan pengecekan kesehatan oleh tim medis PKM Desa Sabrang.
Setelah dilakukan pengecekan kesehatan sekitar pukul 08.00 Wib para santri naik bus yang difasilitasi oleh Pemkab Jember. Pukul 08.45 WIB dilaksanakan do'a bersama untu pemberangkatan yang dipimpin oleh Kyai Khirjuna.
Tepat pukul 09.00 WIB pemberangkatan rombongan bus sesuai nomer urut menuju Ponpes Lirboyo Kabupaten Kediri. Pukul 09.15 WIB kegiatan pelepasan santri putra dan putri menuju Ponpes Lirboyo kab. Kediri selesai, selama kegiatan berjalan tertib, lancar dan aman.
Diketahui bahwa kegiatan pelepasan pemberangkatan santri putra dan putri Ponpes Lirboyo se-Wilayah Kabupaten Jember ke Ponpes Lirboyo Kabupaten Kediri secara kebersamaan sudah di lakukan secara rutin setiap tahun.
Disaat pandemi Covid - 19 saat ini pelepasan pemberangkatan santriwan dan santriwati mengikuti standart protokol Covid - 19. (SGM)
Cegah Penyebaran Covid 19 Bupati Jember Pimpin Patroli
Jember, Kabarejember.com
-- Menjelang New Normal untuk pencegahan penyebaran virus covid 19 diadakan patroli gabungan dengan diawali apel gelar pasukan di Mapolres Jember.
Kegiatan ini melibatkan personil TNI, Polri, Satpol PP, Dishub serta BPBD untuk melakukan patroli di titik titik keramaian di kabupaten Jember. Hal ini dilakukan untuk menekan pertumbuhan Covid -19 secara maksimal.
Apel gabungan di Mapolres Jember sebelum patroli bersama.
“Malam ini kita bersinergi bersama TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan BPBD untuk bersama-sama patroli di beberapa tempat, kecamatan. Alhamdulillah masyarakat Jember di perkotaan cukup disiplin , hanya sedikit kami temukan yang tidak menggunakan masker,” ungkap bupati dr. Hj. Faida MMR, Sabtu (4/7/2020) malam.
Selanjutnya Faida menyampaikan, kita harus mempertahankan Jember yang sudah status hijau, perlu waspada untuk menjaga bersama-sama.
“Kami juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga diri selalu menggunakan masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan. Terima kasih untuk pariwisata untuk membuka dan menyiapkan diri untuk mengikuti protokol Covid-19 karena untuk selamat kita harus disiplin bersama-sama,” terangnya.
Sementara itu Kapolres Jember, AKBP. Aris Supriyono S.I.K menambahkan, saat ini penekanan Covid-19 belum maksimal untuk itu patroli bersama dilaksanakan bukan berarti pencabutan maklumat kapolri dapat melakukan kegiatan seenaknya maupun hal yang tidak penting.
“Untuk itu diberikan edukasi kepada masyarakat bahwa Covid -19 di Jember belum berakhir,” pungkas Kapolres. (SGM)
Hari Pertama, UTBK Masuk SBMPTN 2020 Lancar
Jember, kabarejember.com
-- Hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 di Pusat UTBK Universitas Jember berjalan lancar. Keberhasilan ini mendapatkan apresiasi dari Bupati Jember, dr. Faida, MMR., yang langsung melihat dari dekat pelaksanaan UTBK sesi pertama di hari pertama bersama jajaran Forkompimda Jember. Ada dua lokasi UTBK yang dikunjungi oleh Bupati Jember, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Kedokteran (5/7).
Dalam kesempatan ini Bupati Jember menilai Pusat UTBK Universitas Jember telah menjalankan semua prosedur protokol kesehatan pencegahan Covid-19, mulai dari peserta datang, mengikuti ujian hingga peserta meninggalkan lokasi Pusat UTBK.
“Hari ini saya bersama bersama Komandan Kodim 0824 dan perwakilan Polres Jember melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan UTBK di Pusat UTBK Universitas Jember, dan alhamdulillah berjalan lancar sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-29 Jember. Kami berharap, hingga hari terakhir pelaksanaan UTBK nanti juga akan berjalan dengan lancar,” jelas dr. Faida, MMR., saat memberikan penjelasan di lokasi UTBK di Fakultas Kedokteran.
Sementara itu menurut Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember, keberhasilan pelaksanaan UTBK di Kampus Tegalboto tidak lepas dari kerjasama yang baik antara Universitas Jember dengan Pemkab Jember. “Tim Pos Covid Universitas Jember telah berkomunikasi secara intens dengan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Jember guna merumuskan tahapan apa saja yang harus dilakukan selama pelaksanaan UTBK. Prinsipnya kita mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta bersama panitia,” tutur Iwan Taruna.
Protokol kesehatan yang diterapkan diantaranya, pemeriksaan suhu tubuh dan hasil rapid test bagi peserta UTBK, semenjak mereka memasuki kawasan Kampus Tegalboto. Setibanya di lokasi UTBK maka peserta masuk ke ruang transit untuk kembali diperiksa kelengkapan berkas administrasi dan pengukuran suhu tubuh untuk kedua kalinya. Selama UTBK berlangsung, para pengantar pun tidak boleh menunggu di kawasan Kampus Tegalboto. Pusat UTBK Universitas Jember menyiapkan 18 ruang UTBK yang mampu menampung 360 peserta pada setiap sesinya, dimana setiap harinya ada dua sesi UTBK. Total ada 12.081 peserta yang akan mengikuti UTBK di Universitas Jember. Tahap pertama UTBK berlangsung dari tanggal 5 Juli hingga 14 Juli 2020, sementara tahap kedua akan diadakan pada tanggal 20 Juli hingga 29 Juli 2020.
Sementara itu menurut Rokhmad Hidayanto, Kepala Sub Bagian Humas Universitas Jember, terdapat 22 peserta yang absen pada sesi pertama hari pertama pelaksanaan UTBK. “Sekali lagi kami menghimbau bagi semua peserta UTBK agar tetap menjaga kesehatan agar benar-benar fit saat menjalani UTBK. Jika ada permasalahan segera hubungi Pusat UTBK atau kami di Humas Universitas Jember,” kata Rokhmad Hidayanto. (mia/iim/hms)
Destinasi di Jember Dibuka
Jember,KabareJember.com
-- Bertempat di Pendopo Wahyawibawagraha Jum'at malam 3 / 7 /2020. Pemerintah Kabupaten Jember dan pelaku usaha wisata secara bersama-sama mempersiapkan dibukanya destinasi wisata tangguh.
Pernyataan itu disampaikan oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR., dalam konferensi video bersama pelaku usaha wisata.
Bupati Faida menyatakan, dunia pariwisata di Kabupaten Jember dikelola oleh orang-orang yang mempunyai kesadaran tinggi. Hanya tinggal berkolaborasi untuk menjaga keselamatan bersama.
“Jangan sampai pembukaan wisata tangguh kita ini menjadi bencana bagi kita sendiri dan masyarakat,” pesannya.
Pada kesempatan itu, bupati memaparkan peta persebaran Covid-19 di Kabupaten Jamber. Persebaran ini perlu terus diamati oleh pelaku usaha pariwisata.
Untuk mengatisipasi risiko munculnya kasus Covid-19, bupati meminta agar membatasi pengunjung yang datang dari luar kota. Terlebih pengunjung dari zona merah.
Pembatasan dilakukan secara bertahap, hingga situasi benar-benar aman untuk seluruh pengunjung.
Untuk hotel dan penginapan, bupati menekankan agar terus menerapkan transisi protokol kesehatan hotel dan penginapan.
Salah satunya jangan pernah biarkan orang yang keluar – masuk hotel tanpa cuci tangan. “Cek suhu tubuh, karena itu terlalu besar risikonya,” katanya.
Bupati Faida berpesan supaya protokol kesehatan dan keamanan menjadi fokus perhatian dalam Wisata Tangguh Covid-19.
Dengan diberlakukannya destinasi Wisata Tangguh ini, diharapkan dapat meningkatkan standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan di sektor wisata.
Pemerintah Kabupaten Jember siap membantu
Terkait dengan kebutuhan alat pelindung diri (APD) maupun rapid test.
“Ajukan ke gugus tugas Covid-19. Begitu destinasi wisata memulai, pastikan karyawan atau pengelola dan pengunjung terlindungi, serta lengkapi protokol kesehatan di tempat wisata. Perketat pengawasan penggunaan masker, cuci tangan, dan lain-lainnya,” ujar bupati. (SGM)
04/07/2020
Cegah Covid-19 Secara Mandiri, Santri Manfaatkan Alat Semprot Bantuan PMI Jember
JEMBER,kabarejember.com
- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember pertengahan bulan Juni lalu telah membagikan 31 alat semprot (Hand Sprayer) dengan sasaran 11 Pondok Pesantren sebagai upaya pencegahan secara mandiri oleh santri maupun pengurus di masing-masing pondok pesantren yang telah dilatih sebelumnya oleh petugas PMI Jember terkait tata cara penggunaan alat dan cairan desinfektan.
H E.A Zaenal Marzuki SH MH Ketua PMI Kabupaten Jember menjelaskan, PMI sebagaimana fungsinya akan terus melakukan pencegahan melalui kegiatan promosi kesehatan (promkes) secara rutin agar masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran covid- 19 semakin meluas dan belum berakhir.
Bahkan data yang dikeluarkan satgas percepatan dan pengendalian Covid 19 Kabupaten Jember kemarin Jum'at (3/7) bertambah 7 kasus baru sehingga total menjadi 125 kasus di Jember. "jelasnya.
Untuk itu, kegiatan promosi kesehatan dan penyemprotan desinfektan secara massal harus lebih digencarkan, jika tidak, maka akan terus bertambah kasus baru. Tentunya pencegahan ini dengan pemberdayaan potensi masyarakat, pondok pesantren maupun organisasi kemasyarakatan agar bergotong royong ikut aktif memerangi virus ini agar tidak tambah meluas.
Selain itu, pihaknya juga mendorong masing-masing Klinik pondok pesantren untuk ikut serta bersama PMI melakukan promosi kesehatan kepada santri yang lama maupun baru, agar kesadaran santri terus disiplin melaksanakan protokol kesehatan, meningkatkan kesadaran pola hidup bersih dan sehat di lingkungan pondok pesantren.
Laporan Kepala Markas PMI Kabupaten Jember pada rapat evaluasi bersama, pondok pesantren yang telah melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri ada 4 dari total 11 pondok pesantren dengan menggunakan alat penyemprotan yang dibantu PMI Jember. selebihnya akan terus dilakukan monitoring hingga pada tahap evaluasi supaya dapat diketahui kendala teknis yang dihadapinya.
Sebelum mengakhiri, EA. Zaenal Marzuki menegaskan, "segala upaya pencegahan yang telah dilakukan PMI Kabupaten Jember adalah wujud pengabdian PMI kepada masyarakat dan sebagai bentuk komitmen PMI membantu pemerintah memerangi virus Covid-19 hingga wabah ini dinyatakan berakhir. "tutup EA. Zaenal Marzuki, SH, MH Ketua PMI Kabupaten Jember. (heri/hms)
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...







