18/07/2020
Wabup Muqit Lantik Pj Kades Curahnongko
Jember,Kabarejember.com
--- Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief.17 Juli 2020 melantik Penjabat Kepala Desa Curahnongko Kecamatan Tempurejo Bambang Bukadi di Pendopo kantor Kecamatan Tempurejo.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Edy Budi Susilo serta sejumlah pejabat muspika setempat.
Wabup mengatakan,
dengan pelantikan ini diharapkan penjabat kepala desa bisa melakukan langkah-langkah untuk membangun Desa Curahnongko.
Penjabat yang dilantik adalah sosok yang telah diusulkan oleh Camat Tempurejo dan telah mendapat evaluasi dari Bupati Jember, dr. Faida, MMR.
Wabup menuturkan, dalam melaksanakan pembangunan, kepala desa tidak bisa melakukan sendirian. "Harus banyak bersinergi, berinteraksi, dan berkomunikasi dengan semua pihak," tuturnya.
Gerak cepat pembangunan, lanjut wabup, sangat diharapkan di Jember. Sebab, jika desa makmur dan sejahtera, otomatis kotanya akan hidup.
Selain melaksanakan pembangunan, menurut wabup, ada tugas tambahan yang diemban Pj Kades Curahnongko, yaitu nenyukseskan gawe demokrasi dalam pemilihan kepala daerah pada bulan Desember nanti.
“Sukses dan tidaknya bisa ditandai dengan tingkat partisipasi masyarakat, serta bisa berjalan aman dan lancar,” imbuh wabup.
Wabup juga mengingatkan kepada
Pj Kades Curahnongko untuk tidak lelah menyosialisasikan protokol kesehatan di masyarakat. "Karena masih ada yang belum menerapkan," pungkasnya. (SGM)
16/07/2020
Dispendukcapil Jember Imbau Warga Usia 17 Segera Perekaman KTP El
Jember,Kabarejember.com
-- Setiap warga negara Indonesia wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang merupakan identitas diri sebagai bukti yang sah bagi Warga Negara Indonesia.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) ini Kabupaten Kabupaten Jember menganjurkan kepada seluruh masyarakat Jember yang sudah berusia 17 tahun atau lebih untuk segera melakukan perekaman KTP-elektronik.
Selain itu dispendukcapil telah bekerjasama dengan Persatuan Penyandang Cacat (Perpenca) Jember untuk memfasilitasi bagi para disabilitas dengan menjemput dan mengantar bagi difabel yang kesulitan untuk melakukan perekaman KTP-EL.
Isnaini Dwi Susanti SH selaku kepala dispendukcapil Jember saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (16/7/2020) menyampaikan, awalnya ada keluarga disabilitas melapor bahwa ada anggota keluarganya yang belum mempunyai KTP- EL.
“Karena terkendala tidak ada kendaraan kami berinisiatif menjemput untuk membantu proses pengurusan KTP-EL dan langsung diserahkan untuk selanjutnya diantar kembali ke rumah,” ungkapnya.
Santi berharap masyarakat dapat menginformasikan bila ada disabilitas yang belum memiliki KTP-EL dan dispendukcapil akan menjemput bola jika memang diperlukan.
“Kedepannya kami berharap dapat berkolaborasi dengan dinas yang membidangi maupun pemerintah desa, kecamatan, maupun kelompok-kelompok masyarakat seperti halnya Perpenca,” pungkasnya. (SGM)
Turun Ke Kampung-Kampung, Ajak Partisipasi Masyarakat Cegah Covid-19
JEMBER ,kabarejember.com
--- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember Jawa Timur tak henti-hentinya turun ke pelosok-pelosok kampung dan mendatangi pondok pesantren yang saat ini membuka penerimaan santri baru, dengan tujuan mengingatkan bahwa penyebaran virus Covid-19 belum berakhir sekaligus mengajak partisipasi masyarakat turut aktif mencegah penularan virus dilingkungannya.
Lonjakan setiap hari pasien positif covid-19 di Kabupaten Jember terus bertambah meski sebagian diantaranya telah dinyatakan sembuh oleh tim medis. Data terbaru Di Kabupaten Jember Rabu (15/7/2020) tercatat 5 kasus baru sehingga total menjadi 181 kasus terkonfirmasi Covid-19.
Dengan demikian, tetap dibutuhkan adanya pencegahan yang melibatkan partisipasi tokoh masyarakat maupun pemuda agar ikut menyebarluaskan pentingnya melakukan pencegahan terhadap Covid-19.
Melalui kegiatan Promkes PHBS, Klinik Pratama PMI Kabupaten Jember menerjunkan empat tim yang tersebar di kampung kampung, pasar tradisional, pondok pesantren dan tempat kerumunan warga di 31 Kecamatan dengan pendekatan humanis dan persuasif petugas PMI membagikan masker kepada warga yang diketahui tidak menggunakan masker sekaligus tata cara pemakaian yang benar.
Selain itu memasang poster-poster himbauan berprilaku hidup bersih dan sehat ditempat-tempat strategis dengan harapan kegiatan tersebut menambah kesadaran dan mengajak masyarakat sekitarnya untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan sehingga mempersempit penyebaran virus covid-19 dilingkungannya masing masing." Ujar Kepala Klinik PMI Jember, drg. Ayu Dwi Anggraheni yang memimpin langsung kegiatan promkes.
Secara kontiyu petugas Klinik Pratama PMI Jember menyapa warga dan mengajak tokoh dikampung-kampung untuk ikut berperan aktif memerangi virus dengan mengajak dan saling mengingatkan masyarakat sekitarnya bagaimana pola hidup sehat dan bersih, bahkan jika ada keluhan bisa ditanyakan langsung,” tambah drg. Ayu Dwi Anggraheni, Rabu (15/07/20).
Sasaran hari ini Kecamatan Umbulsari dan Rambipuji dengan mendatangi pondok pesantren Nurul Qur'an, pasar tradisional, pengguna jalan raya, warung kopi, bahkan kegiatan di desa yang banyak warga berkumpul kita sapa didampingi Ketua PMI Kecamatan Rambipuji dan Umbulsari.
Dua Kecamatan tersebut merupakan sasaran ke sepuluh dari 31 Kecamatan yang tersebar di kabupaten Jember, dan kegiatan yang sama besok (Kamis,16/7/2020) petugas Klinik Pratama PMI Jember melanjutkan sosialisasi PHBS di kecamatan Balung dan Sukorambi. Program tersebut dilakukan terus menerus mengingatkan masyarakat agar terus waspada dan menjalankan protokol kesehatan dilingkungan masing-masing
Selain program Promkes PHBS, PMI Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus membantu pemerintah melakukan pencegahan penyebaran covid-19 dan penyakit lain yang harus diwaspadai ditengah pandemi Covid-19 seperti Demam Berdarah Dengue (DBD)."ungkapnya. (Her/hms)
Keberangkatan Santri Ponpes PSSSS Dilepas Tiga Pilar Muspida Jember.
Jember,Kabarejember.com
---Keberangkatan santri Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukerojo Situbondo (PSSSS) dilepas oleh tiga pilar Muspida Kabupaten Jember.
Bupati Jember, dr. Faida, MMR, Dandim 0824, Letkol Inf. La Ode M Nurdin, dan Kapolres Jember, AKBP Aris Supriyono, di Terminal Arjasa Jember.
Kali ini santri yang berangkat sejumlah 383, diberangkatkan dengan sembilan bus.
Terkait hal diatas bupati Faida menuturkan,
“Ini termasuk rangkaian. Besok ada gelombang pemberangkatan lagi ke pondok yang sama,” tuturnya.
Seperti yang lalu, Santri boleh berangkat asal rapid test-nya non reaktif.
Hal ini untuk menjadikan ponpes tempat yang aman.
Selain rapid test, setiap santri dibekali vitamin untuk satu bulan guna meningkatkan daya tahan tubuhnya.
“Juga dibekali masker dan alas sholat supaya ketika menggunakan tempat umum, mereka bisa menggunakan alas sholat yang mudah dicuci,” terang bupati.
Fasilitas untuk santri ini dibiayai oleh Pemkab Jember dengan menggunakan anggaran Covid.
“Ini bukan untuk memanjakan anak-anak, tapi supaya mereka aman kembali ke pondok,” jelas bupati
Santri diantar menggunakan kendaraan yang khusus untuk santri saja. Tidak bergabung dengan orang lain. Sehingga setelah rapid test, santri aman sampai pondok.
Bupati mengimbau orangtua untuk menahan diri agar tidak mengunjungi atau menengok anaknya yang sedang mondok sampai situasi membaik.
Untuk itu orang tua santri tidak perlu mengantar sampai ke ponpes. Cukup mengantar sampai terminal.
“Orang tua dan anak berpisah di terminal,” pungkasnya. ( SGM)
Dispora Pastikan Tempat Latihan Cabor Sesuai Protokol Kesehatan
Jember,kabarejember.com
--Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Heri Setiawan, melakukan monitor dan evaluasi tempat latihan Wushu di GOR Garuda, Rabu, 15 Juli 2020, untuk memastikan sesuai protokol kesehatan.
"Saya ingin memastikan apakah di tempat Cabor ini sudah memenuhi standar protokol kesehatan, karena melihat kondisi hari ini masih dalam keadaan pandemi Covid-19," katanya.
Menurutnya, tempat latihan Wushu Garuda sudah memenuhi protokol kesehatan. Salah satunya sebelum masuk ruangan menggunakan masker, cek suhu tubuh, menggunakan handsanitizer, menggunakan faceshield, dan jaga jarak.
Monitor dan evaluasi juga terkait kemampuan yang dimiliki oleh atlit Wushu Garuda Jember, setelah beberapa bulan libur karena dampak korona.
Menurut Heri Setiawan, latihan merupakan salah satu cara untuk tetap mengasah kemampuan yang dimiliki atlit Wushu Garuda.
"Perlu diketahui, atlit Wushu Garuda ini memiliki potensi yang sudah lama dibangun. Jangan sampai gara-gara korona potensi mereka hilang, jadi rugi kita yang sudah sekian lama membangunnya," ungkapnya.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember, Abdul Haris Alfianto, menjelaskan, atlit Wushu Garuda melakukan latihan perdana setelah sekian lama absen akibat pandemi korona.
"Walaupun ada pandemi Covid-19, kita tetap melaksanakan latihan. Walaupun diharuskan sesuai protokol kesehatan, latihan ini juga supaya potensi atlit tidak tumpul,” katanya. ( tim/hms)
15/07/2020
Bupati Jember Respon Warganya yang Kecelakaan di Bali
Jember,kabarejember.com
--Bupati Jember, dr. Faida, MMR., kembali merespon keluhan warganya yang terkena musibah di luar kota, untuk dijemput menggunakan ambulans. Kali ini merespon warga yang terkena musibah kecelakaan di Bali untuk dijemput dan dirawat di Jember.
"Penjemputan dilakukan setelah pihak keluarga pasien meminta bantuan sopir Ambulans Desa, yang kemudian dikoordinasikan ke Dinas Kesehatan serta Ibu Bupati Jember, dr. Faida, MMR," terang Gatot Triyono, Senin, 13 Juli 2020.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember ini menjelaskan, pasien yang akan dijemput bernama Ahmad Susilo, warga Dusun Sumberejo, Desa/Kecamatan Umbulsari.
Sebelumnya, pihak keluarga memberitahukan bahwa pria 24 tahun itu mengalami kecelakaan dan sudah menghabiskan uang hingga Rp. 50 juta untuk perawatannya.
Khawatir biaya semakin membesar, pihak keluarga yang tergolong tidak mampu ini meminta bantuan agar Ahmad Susilo dipulangkan.
Selain memberikan fasilitas penjemputan, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Puskesmas Umbulsari juga sedang mengupayakan asuransi kecelakaan dari Jasa Raharja.
Terkait penjemputan pasien warga Jember yang dirawat di luar kota, Gatot menyatakan Pemkab Jember telah sering melakukannya. Ini bertujuan untuk membantu warganya yang sedang tertimpa musibah di perantauan.
Tidak hanya di dalam negeri. Pemkab Jember juga pernah menjemput warganya yang tertimpa musibah di luar negeri.
Tim/hms)
14/07/2020
Kades di Lumajang Tersandung Kasus Korupsi DD & ADD Dikirim Ke Rutan Medaeng
Lumajang,Kabarelumajang id .com
-- Disinyalir akibat tersandung kasus korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), Mantan Kepala Desa Purorejo Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang, Edi Sujarwo akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri Lumajang, Pihak Polres Lumajang melimpahkan berkas perkara, barang bukti, dan tersangka ke Kejaksaan Negeri Lumajang, Selasa (14/7/2020).
Edi Sujarwo digelandang ke Kantor Kejaksaan sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelumnya, Edi harus menjalani rapid test di Rumah Sakit Bhayangkara. Karena di hari itu juga, Ia langsung dibawa ke Rumah Tahanan Kelas 1 Surabaya di Medaeng.
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lumajang Ferdy Siswandana kepada sejumlah awak media menyampaikan bahwa yang bersangkutan disangka telah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 2 dan 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.
“Kerugian negara yang dilaporkan oleh pihak Polres Lumajang mencapai Rp 125 juta. Dugaan korupsi itu dilakukan pada 2016 dan 2017. Diantaranya dalam pembangunan jembatan, pembangunan tempat wisata, rehab rumah dinas, pembangunan posyandu, hingga pembanguan pintu gerbang kantor desa.” Ujarnya.
“Dalam pelaksanaan dan pengadaan barang dan jasa serta pertanggungjabawan belanja yang tidak sesuai ketentuan. Serta tim pelaksana yang tidak sepenuhnya berfungsi sesuai ketentuannya,” Imbuhnya.
Ferdy menegaskan, pihaknya langsung melakukan penahanan pada yang bersangkutan di Rutan Medaeng. Dengan alasan efektivitas dan persidangan akan dilakukan di provinsi. Ditambah kapasitas di Lapas Lumajang yang sudah overload.
“Untuk efektivitas dan mencegah adanya hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Juga percepatan persidangan, sehingga memudahkan tugas kami dalam memproses hukum terdakwa,” Jelas Ferdy
“Kalau memang dimungkinkan ada potensi orang-orang tertentu yang ikut terlibat, maka tidak menutup kemungkinan akan kita kembangkan proses hukumnya.” pungkasnya.
reporter : Suatman
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...





