07/08/2020

SMPN 2 Pasirian Lumajang Dapat Penghargaan Penggunaan Bahasa Terbaik Se- Jawa Timur



Lumajang, Kabarejember.com 
 – Kabupaten lumajang kembali menerima penghargaan di bidang pendidikan, yakni sebagai Sekolah Tertib Berbahasa Terbaik se-Jawa Timur dalam Lomba Wajah Bahasa Sekolah Tahun 2020.
“Jadi, Balai Bahasa Prov. Jawa Timur memberikan penghargaan bahasa pada instansi pemerintah maupun swasta, yang terkait dengan penggunaan bahasa Indonesia di media luar ruang.
SMP Negeri 2 Pasirian menjadi salah satu nominatornya,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Suryadi saat diminta keterangan melalui telepon selulernya, Kamis (6/8/2020).

Suryadi juga mengatakan, bahwa acara Lomba Wajah Bahasa Sekolah Tahun 2020 tersebut, diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

Lanjut dia, Lomba Wajah Bahasa Sekolah merupakan penilaian atas sikap positif terhadap penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara di lingkungan sekolah. Dan, sikap tersebut salah satunya tecermin pada penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik di lingkungan sekolah. 

Menurutnya, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan situasi tertib berbahasa sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. 

 Selain itu, penggunaan bahasa melalui tulisan di ruang publik, termasuk di dalamnya, karena wajah bahasa sekolah dirasa penting sebagai identitas instansi, wilayah, bahkan negara. 

Ia menambahkan, bahwa dalam upaya meningkatkan martabat negara melalui bahasa, pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik. 

“Surat Edaran ini menyebutkan bahwa semua kepala daerah wajib mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia pada nama bangunan dan pemukiman di seluruh Indonesia. 

 Selain itu, bahasa Indonesia juga wajib digunakan dalam objek ruang publik lainnya, seperti nama lembaga, nama jalan, merek dagang, perkantoran, fasilitas umum, spanduk, dan nama produk barang/jasa,” imbuhnya. 

Kemudian, untuk pengutamaan bahasa Indonesia tersebut, juga diperkuat dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. 

Sementara itu, Plt. Kepala Balai Bahasa Prov. Jawa Timur Titin Sumarni menerangkan, bahwa penghargaan Wajah Bahasa Sekolah ditujukan untuk tingkat SMP dan MTs Negeri/Swasta, dengan cara mengirimkan sepuluh objek foto tulisan nama sekolah, tulisan nama sarana umum, tulisan nama ruang, tulisan nama produk, tulisan nama jabatan, tulisan petunjuk arah, serta tulisan spanduk atau alat informasi lainnya. 

Lanjut dia, Lomba Wajah Bahasa Sekolah diikuti oleh sekolah tingkat SMP dan MTs Negeri/Swasta dari berbagai daerah se-Jawa Timur. Dan, semua perserta wajib mengirimkan karyanya berupa sepuluh objek foto yang akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas dua orang pejabat Balai Bahasa Jawa Timur, satu orang akademisi dan satu orang dari media. 

“Nantinya, lima peserta terbaik diberikan piagam penghargaan, uang pembinaan, serta diikutsertakan pada kegiatan sejenis di tingkan Nasional,” terangnya saat acara Penyerahan Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah Tingkat SMP dan MTs Negeri/Swasta se-Jawa Timur Tahun 2020 pada Selasa (4/8/2020) lalu di Kantor Balai Bahasa Prov. Jatim. 

Sementara, Ketua Panitia Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah Balai Bahasa Jawa Timur Dwi Laily Sukmawati mengungkapkan, bahwa pihaknya berterima kasih atas peran serta sekolah-sekolah yang telah mengikuti kegiatan ini. 

“Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dari semua sekolah yang telah mengikuti kegiatan ini. Saya ucapkan selamat kepada lima sekolah terbaik peraih Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah tahun 2020. Semoga dapat mengimbaskan pengalaman ini kepada sekolah-sekolah lainnya yang ada di daerah masing-masing, "ujar Dwi Laily Sukmawati. 

Lima peraih penghargaan Wajah Bahasa Sekolah Tingkat SMP danMTs Negeri/Swasta se-Jawa Timur Tahun 2020 diantaranya, SMP Negeri 2 Pasirian Kabupaten Lumajang, SMP Negeri 2 Mojokerto Kota Mojokerto, SMP Negeri 1 Palang Kab. Madiun serta SMPN I Madiun Kota Madiun. 
Reporter : Suatman 

06/08/2020

Cegah Joki, Universitas Jember Punya Trik Khusus


Lumajang, kabarejember.com 
---Universitas Jember (UNEJ) memberikan perhatian khusus terhadap kemungkinan kecurangan yang terjadi pada saat Ujian SBMPTBR. 

Wakil Rektor I Universitas Jember Zulfikar mengatakan, peluang adanya “joki” dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi se-Besuki Raya (UTBK-SBMPTBR) 2020 sangat kecil sekali. Pasalnya, panitia telah menerapkan pengawasan yang maksimal untuk meminimalisir adanya kecurangan termasuk adanya joki. 

“Kami menyadari perkembangang teknologi sudah sedemikian rupa sehingga celah untuk melakukan kecurangan pun makin beragam. Mulai dari menggunakan kamera kancing, kamera bolpoint atau mungkin peserta memakai kacamata yang berfungsi sebagai kamera,” ujar Zulfikar saat melakukan pengecekan kesiapan pelaksanaan UTBK-SBMPTBR 2020 di SMK Negeri I Lumajang, (6/8). 

Oleh karena itu, Zulfikar menjelaskan, seluruh petugas pengawas ujian yang bertugas ditiga lokasi, Jember, Lumajang dan Bondowoso telah dibekali dengan pengetahuan untuk meminimalisir terjadinya kecurangan. 

“Kalo joki saya pikir tidak bisa masuk lah. Kami punya trik sendiri untuk mengetahui hal itu yang tentunya tidak bisa kami sampaikan. Sistem pendaftaran juga sudah kami buat sedemikian rupa mulai dari kecocokan wajah, pembatasan usia dan lainnya sehingga kemungkinan adanya joki sangat-sangat tipis sekali” jelas Zulfikar. 

Zulfikar berharap para orang tua dan peserta tidak perlu cemas terhadap adanya kecurangan yang mungkin terjadi. 

“Tidak perlu kawatir karena terjadinya kecurangan juga akan merugikan kami (Universitas Jember). Oleh karena itu kembali saya tegaskan tidak perlu kawatir terhadap adanya kecurangan termasuk kemungkinan terjadinya kebocoran soal,” tegas Zulfikar. 

Sementara itu penanggungjawab lokasi ujian UTBK-SBMPTBR di Lumajang Nurul Hayati mengatakan, pelaksanaan UTBK pada hari pertama berjalan baik dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Hal didukung dengan persiapan yang dilakukan oleh panitia jauh hari sebelum pelaksanaan ujian. 

“Persiapan sudah kami lakukan sejak satu minggu lalu, mulai dari penataan ruang dan meja, kemudian melakukan koordinasi dengan tim penanganan Covid-19 Kabupaten Lumajang terkait penerapan protokol kesehatan,” ujar nurul saat menemani kunjungan Zulfikar ke SMKN I Lumajang. 

Menurut Nurul kendala yang ada justru pada kesiapan peserta. Pasalnya beberapa peserta tidak bisa hadir tepat waktu untuk mengikuti jadwal ujian sesuai ketentuan. 

“Sesuai aturan bagi peserta yang terlambat kurang dari 30 menit tetap diperbolehkan mengikuti ujian. Namun kepadanya tidak diberikan perpanjangan waktu,” imbuh Nurul. 

Nurul menejalaskan, pelaksanaan UTBK SBMPTBR di Lumajang dilaksanakan pada dua tempat yang berbeda di Universitas Jember kampus Lumajang dan di SMKN I Lumajang. 

“Pada seleksi hari pertama ini harusnya di ikuti oleh 353 peserta. Namun ada beberapa peserta tidak hadir. Satu orang peserta telah melakukan konfirmasi dan peserta yang lain belam melakukan konfirmasi perihal alasan ketidakhadiran mereka,” pungkasnya. (mia/iim/hms) 

Jumlah Pasien yang Sembuh Semakin Meningkat


Jember,Kabarejember.com 
--Kabar baik terkait penanganan COVID-19 di Kabupaten Jember. Pasalnya, upaya dan usaha penangganan menunjukkan perkembangan yang semakin baik karena jumlah pasien yang sembuh semakin meningkat.

“Tingkat kesembuhan mencapai lebih enam puluh persen,” kata dr. Faida, MMR., Bupati Jember sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember.

Berdasar data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember per tanggal 05 Agustus 2020, jumlah pasien sembuh sebanyak 253 pasien. 61,11 persen dari kasus keseluruhan.

Jumlah itu lebih besar dari pasien yang masih dirawat sebesar 35,51 persen atau sebanyak 147 orang. Jumlah total pasien konfirmasi positif sebanyak 414 orang.

Tren peningkatan kesembuhan pasien Covid-19 terjadi sejak 31 Juli 2020 lalu. Sejak itu, tingkat kesembuhan terus meningkat.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Gatot Triyono, menambahkan, pada sisi angka kematian pasien Covid-19 diketahui mencapai 3,38 persen atau sebanyak 14 pasien.

Angka kematian itu lebih rendah dari rata-rata nasional dan Provinsi Jawa Timur.

Angka kematian di tingkat Provinsi Jawa Timur sebesar 8 persen. Sedang tingkat nasional sebesar 5 persen.

“Persentase pasien Covid-19 meninggal di Kabupaten Jember lebih rendah dari tingkat provinsi dan nasional,” terang Gatot Triyono.

Rendahnya tingkat kematian itu tidak lepas dari upaya proaktif gugus tugas dalam melakukan pelacakan terhadap orang yang terpapar dengan melakukan rapid test dan swab secara massif.

“Sehingga, begitu diketahui positif, si pasien kesehatannya masih cukup baik. Tentu saja itu membuat proses kesembuhan lebih cepat,” tutur Gatot.  (SGM) 

Pria Lumajang Ditemukan Tewas Gantung Diri


Lumajang, Kabarejember.com 
  – Warga Dusun Karuan Timur, Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang digegerkan dengan ditemukannya ZULFA NUR HIDAYAT (19), pemuda setempat yang meninggal dunia dengan cara gantung diri, Kamis (6/8).
Jasad korban pertamakali ditemukan oleh tetangganya, SRI TATIK yang pagi itu bangun tidur hendak ke dapur untuk memasak. Namun perempuan itu curiga, sebab masih pagi pintu rumah korban dalam kondisi terbuka.

Penasaran, ia pun mendatangi rumah tersebut sambil memangil-manggil nama korban. Namun begitu masuk ke dalam rumah tersebut, ia terkejut melihat korban sudah tidak bernyawa dengan posisi tergantung dengan ikatan tali di lehernya.

Melihat kondisi tersebut, spontan, perempuan paru baya itu langsung teriak minta tolong sambil melaporkan kejadian tersebut ke PAIMAN selaku ketua RT setempat yang kemudian dilanjutkan melapor ke Mapolsek Sumbersuko.

Petugas jaga Polsek Sumbersuko yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi sambil membawa jasad korban ke Puskesmas setempat. Adapun hasil visum oleh tenaga medis Puskesmas Sumbersuko bahwa ditemukan luka bekas jeratan tali rafia di lehernya, lidah menjulur keluar mulut, alat kelamin mengeluarkan air mani dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kapolsek Sumbersuko, AKP SUGIANTO membenarkan tentang kejadian gantung diri tersebut. Dari informasi yang diterima di lapangan, lanjut SUGIANTO, korban setiap hari tinggal di rumahnya sendirian karena kedua orang tuanya bekerja di luar kota.
“Bahkan menurut beberapa tetangganya, semenjak ditinggal kerja orang tuanya, korban sering ngelamun dan ngelantur,” terang SIGIANTO.
Dijelaskan pula, kedua orang tuanya sudah menerima kepergian korban dan pagi itu juga sudah dilakukan pemakaman di TPU Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko.
Reporter : Suatman

UNEJ Dorong Implementasi Skema Kerjasama U2U


Jember,kabarejember.com 
---Universitas Jember terus berupaya mendorong implementasi skema kerjasama model University to University (U2U) dengan berbagai mitra perguruan tinggi di luar negeri. Khususnya di bidang pertukaran dosen dan mahasiswa dalam rangka mengikuti kuliah dan riset bersama. Pasalnya model skema kerjasama U2U terbukti membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa Kampus Tegalboto untuk merasakan kuliah dan riset di luar negeri, sekaligus membuka peluang studi lanjut di strata 2 (S2) dan strata 3 (S3). Pernyataan ini disampaikan oleh Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember, saat menerima kunjungan tiga mahasiswa Universitas Jember yang akan melanjutkan studi S2 dan S3 ke Jepang, Korea Selatan dan Belanda di ruang kerjanya (6/8).

Menurut Iwan Taruna, dengan skema kerjasama U2U, maka di setiap semesternya Universitas Jember dapat mengirimkan dosen dan mahasiswa yang lolos seleksi untuk berangkat ke perguruan tinggi tujuan. “Tentu saja skema kerjasama U2U dilandasi dengan semangat kerjasama yang saling menguntukan. Perguruan tinggi di luar negeri yang menjadi mitra kami bersedia bekerjasama melalui skema U2U dengan Universitas Jember karena menilai kita memiliki keunggulan, baik di bidang sumber daya manusia, distingtif research, dan lingkungan yang mendukung riset mereka,” ungkap Rektor Universitas Jember.

Beberapa perguruan tinggi di luar negeri yang menjalankan skema kerjasama U2U dengan Universitas Jember antara lain Prefektural University of Hiroshima (PUH), Jepang, Kyungpook National University (KNU) Korea Selatan, University Malaysia Terengganu Malaysia, Kasetsart University Thailand dan perguruan tinggi lainnya. “Jika selama ini kerjasama dengan skema U2U lebih banyak dengan perguruan tinggi di Asia, ke depan kita ingin melebarkan sayap kerjasama dengan perguruan tinggi di wilayah Eropa, salah satunya dengan University of Oldenburg, Jerman,” imbuh Iwan Taruna.  

Penjelasan senada disampaikan oleh Prof. Yuli Witono yang hari itu menemani tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian yang berpamitan kepada rektor dalam rangka melanjutkan studi ke luar negeri. Menurutnya kemampuan para peneliti dan riset tertentu yang dilakukan di Kampus Tegalboto sudah diakui oleh para koleganya sehingga memudahkan implementasi skema kerjasama U2U. Ditambah dengan lingkungan Jember, khususnya potensi pertanian dan perkebunan yang menarik peneliti luar negeri untuk melakukan riset bersama dengan peneliti Universitas Jember.

“Mahasiswa kita dikenal memiliki sikap adaptif, disiplin dan berdaya juang tinggi sehingga memberikan kesan yang baik selama mengikuti pertukaran mahasiswa. Dampak positifnya, banyak mahasiswa kita yang lantas ditawari untuk melanjutkan studi di luar negeri,” tutur Prof. Yuli Witono yang turut merintis skema kerjasama U2U kala menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknologi Pertanian di tahun 2013 hingga 2017. Menurut guru besar di Program Studi Teknologi Hasil Pangan ini, setiap semesternya ada tawaran mengirimkan tiga hingga lima mahasiswa ke perguruan tinggi mitra, namun belum bisa dipenuhi karena kendala biaya dan kesiapan mahasiswa. 

Sementara itu tiga mahasiswa yang hari itu berpamitan kepada Rektor Universitas Jember  menegaskan komitmennya siap berjuang menuntut ilmu. Mereka adalah Dina Mustika yang melanjutkan kuliah S3 di Hiroshima University Jepang. Kemudian ada dua mahasiswa magister, yakni Lilik Krisna Mukti di Kyungpook National University Kora Selatan, dan Yoshinta Puspitasari di Wageningen University, Belanda. Ketiganya kebetulan lulusan dari  Program Studi Teknologi Hasil Pangan yang sebelumnya telah mengikuti program pertukaran pelajar di berbagai perguruan tinggi mitra Universitas Jember. “Program pertukaran mahasiswa telah membuka wawasan kami sehingga memutuskan melanjutkan studi ke jenjang berikutnya. Program ini juga membuka peluang untuk bertemu dan bekerjasama dalam riset bersama para profesor terkemuka sehingga lebih mudah mendapatkan rekomendasi untuk studi lanjut,” ujar Dina Mustika yang juga telah menempuh titel magisternya di Hiroshima University.

Pengalaman menarik juga diutarakan oleh Yoshinta Puspitasari yang akan berangkat ke negeri kincir angin akhir bulan ini. “Awalnya saya ikut program pertukaran mahasiswa di Prefektural University of Hiroshima tahun 2017 lalu, sehingga tertarik melanjutkan studi di sana. Tapi profesor saya malah merekomendasikan saya untuk kuliah ke Wageningen University yang menurut beliau lebih cocok untuk tema tesis saya di bidang teknologi pangan. Saya merasakan sungguh beruntung mengikuti program pertkaran mahasiswa yang terbukti membuka jalan guna mendapatkan beasiswa kuliah di Belanda, walau sebelumnya proposal penelitian dan beasiswa saya sempat ditolak dua kali,” kata Yoshinta Puspitasari.

Pesan agar tidak mudah menyerah juga disampaikan oleh Lilik Krisna Mukti. Gadis berjilbab asal Malasan, Probolinggo ini berpesan kepada yuniornya agar memanfaatkan dengan baik program pertukaran mahasiswa. Caranya dengan membuat proposal penelitian yang baik serta mencoba menuliskan artikel ilmiah di jurnal terakreditasi. “Jangan sungkan berkonsultasi dengan dosen pembimbing agar tema riset kita sesuai dengan bidang keilmuan serta minat para profesor di perguruan tinggi tujuan, dan tentunya melatih kemampuan bahasa Inggris kita,” ujar Lilik yang merupakan penerima beasiswa Bidikmisi saat kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian ini. 

Di akhir diskusi, Rektor Universitas Jember berpesan agar ketiganya pantang menyerah dalam menimba ilmu di rantau dan selalu menjaga nama baik almamater, Universitas Jember. “Kita akan terus mendorong dosen muda dan mahasiswa agar mau studi lanjut ke luar negeri, salah satunya dengan memanfaatkan program pertukaran dosen dan mahasiswa. Sebab ada banyak pengalaman dan wawasan baru yang akan didapat. Harapannya setelah kembali ke tanah air mereka akan turut membangun atmosfir pendidikan yang lebih baik di Kampus Tegalboto,” pungkas Iwan Taruna. (mia/iim/hms) 

Pemkab Jember Beri Bantuan Warga Binaan yang Jalani Asimilasi


Jember,KabareJember.com 
-- Pemerintah Kabupaten  Jember kembali memberikan bantuan untuk membantu warga binaan Lapas yang Bebas Karena Program Asimilasi.
 

Perhatian diwujudkan dengan memberikan bantuan sembako dan uang tunai kepada para warga binaan Lapas Kelas II A Jember yang bebas lebih awal melalui program asimilasi. 
 

“Hari ini ada dua puluh orang warga binaan yang bebas berkat asimilasi,” ujar Andi Prastowo, Asisten Administrasi Umum, Rabu (05/08/2020)..
 

Mewakili Bupati Faida, Andi Prastowo melepas narapidana yang bebas dalam program asimilasi.

“Saya mewakili bupati untuk memberikan bantuan kepada warga binaan yang menjalani asimilasi,” tuturnya.

Bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Jember berupa sembako dan uang tunai tersebut, sebagai bekal untuk dibawa pulang agar bisa meringankan beban ekonomi mereka.

Selain itu, para mantan narapidana juga mendapatkan fasilitas angkutan dan diantar pulang menuju alamat rumah masing-masing warga binaan dengan menggunakan kendaraan bus yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember.

Andi juga mengimbau kepada masyarakat untuk menerima apa adanya warga binaan yang bebas tersebut.

Terhadap narapidana Andi mengatakan, Bupati Jember berharap masyarakat tak menganggap semua orang yang dijebloskan ke jeruji besi itu jahat.

Tidak semua orang yang masuk lapas itu jahat, mereka perlu masyarakat untuk bisa berubah. Banyak pula di antara mereka yang mau berubah, jadi kita bantu.

“Tidak usah takut, tidak perlu khawatir, karena semuanya saudara, dan semuanya warga Indonesia,” ujarnya.

Kepada warga binaan yang menjalani asimilasi, Andi berpesan agar tetap mengikuti protokol kesehatan, dengan jaga jarak, menggunakan masker, sering cuci tangan, dan bersyukur kepada Allah SWT.

Sementara itu Kepala Lapas Kelas IIA Jember, Yandi Suyandi, menyampaikan, sampai hari ini total warga binaan yang bebas berkat asimilasi sebanyak 416 orang.

Pemberian asimilasi bagi narapidana di tengah wabah virus corona (Covid-19) adalah langkah terbaik yang harus diambil.

Memberikan asimilasi pada narapidana bukan berarti membebaskan mereka untuk berulah lagi. Tapi menyiapkan narapidana untuk kembali diterima masyarakat. (SGM)

Diduga Sopir Innova Mabuk, Tabrak Iring-Iringan Mobil Polisi


Jember.Kabarejember.com 
– Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Brawijaya, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember, Kamis (6/8) dini hari. Sebuah mobil Toyota Innova bernopol P 1821 GI menabrak iring-iringan truk Sabhara Polres Jember. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja beberapa anggota Polres Jember mengalami luka-luka, termasuk pengendara Toyota Innova.

Berdasarkan keterangan yang diterima kabarejember.com , mobil berwarna abu-abu yang belum diketahui identitas pengendaranya itu datang dari arah timur dengan kecepatan tinggi, namun tampak oleng. Mobil tersebut langsung menghantam bagian kanan belakang truk dalmas Sabhara, yang tengah melaju beriringan dengan mobil dinas Sabhara Polres Jember. 

Kerasnya tabrakan membuat truk terguling ke kanan. Sementara di belakang truk terdapat mobil Toyota Avanza yang dikendarai Kabag Op Polres Jember Kompol Agus Suparianto bersama Kasat Intel Polres Jember yang juga ikut tertabrak. 

Tak hanya itu, mobil Innova tersebut juga turut menyeruduk mobil Alap Alap Sat Sabhara hingga rusak berat. Rentetan tabrakan Innova itu baru berhenti setelah menabrak ambulans bernopol P 8821 RU milik RSD dr Soebandi Jember. 

Diketahui, rombongan kendaraan Polres Jember beserta ambulans ini baru saja pulang dari prosesi pemakaman di Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru. 

Kasatlantas Polres Jember AKP Mohamad Ardi Wibowo didampingi Kabag Op Polres Jember membenarkan terjadinya kecelakaan beruntun tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa yang muncul. “Ada lima iring-iringan kendaraan dari arah barat serelah pulang dari pemakaman jenazah di Sumberbaru,” paparnya.

Kuat dugaan mobil Innova tersebut dikemudikan oleh sopir dalam keadaan mabuk. Pihaknya masih belum memintai keterangan pengendara Innova karena masih berada di rumah sakit. 
Reporter : Suatman