11/08/2020

PMI Sosialisasi PHBS dan Bagikan Alat Semprot ke Pondok Pesantren


Jember,kabarejember.com 

 - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember Jawa Timur berkomitmen bantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona dengan melakukan gerakan promosi kesehatan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sekaligus bagi-bagi masker gratis kepada masyarakat. Tim promosi kesehatan (promkes) PMI Kabupaten Jember keliling ke hampir semua kecamatan di Jember. 


Selain itu, PMI Kabupaten Jember juga bagikan Alat semprot saat PHBS. Khususnya ke pondok pesantren (ponpes) yang sudah mulai melaksanakan kegiatannya. Banyak ponpes yang sudah didatangi oleh tim Promkes PMI Kabupaten Jember. Kegiatan PHBS dan penyerahan alat semprot tahap I sudah dilakukan. 

PHBS dan penyerahan alat semprot dilakukan pada  tahap kedua ini untuk 15 Ponpes di Kabupaten Jember. Saat ini giliran pondok pesantren An-nuriyah Kaliwining Kecamatan Rambipuji Jember, Selasa (11/8/2020). Sebelumnya pertengahan bulan Juni lalu PMI Jember telah membagikan 31 alat semprot dan cairan desinfektan dengan sasaran 11 pondok pesantren dalam rangka mencegah penyebaran virus corona di lingkungan pondok pesantren. 


“Terima kasih kami sampaikan kepada PMI kabupaten Jember yang telah memberikan bantuan alat semprot dan desinfektan . Semoga bermanfaat bagi kami, lingkungan dan masyarakat sekitar,” tutur Kyai Shoutul Azkiyak  Ketua Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Annuriyah Kaliwining Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. 


Menurut dia, alat semprot dan desifektan  akan bermanfaat bagi keluarga besar ponpes Annuriyah dan lingkungan sekitarnya. Sebab, alat semprot itu akan membantu ponpes untuk mencegah penularan Covid-19. “Alhamdulillah santri jalani rapid tes saat mau masuk pondok dan alhamdulillah hasilnya non rekatif semua. Harapan kami dengan protokol ini kegiatan di pondok tetap berjalan lancar,” ujarnya. 


Ketua PMI kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuksi SH MH menjelaskan ponpes memiliki arti penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, PMI mengarahkan bantuan alat semport ke ponpes yang tiap harinya ada kegiatan bersama.


 “Ponpes memilki  arti penting bagi Pmi karena pesantran yang mendidik bagi santri, sehingga kesehatan santri, pengurus dan pengasuh pondok sangat penting. Makanya PMI memberikan bantuan berupa alat semprot dan desinfektan,” ujarnya. 


Zaenal Marzuki mengajak ponpes untuk betul-betul menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari virus korona. “PMI bagikan  alat semprot  meski hanya sedikit.  Kita mengajak pesantren tetap menjaga lingkungan. PMI bagi ponpes sangat penting aset negara, jadi generasi tangguh memimpin indonesia, agar indonesia menjadi kuat,” ujarnya. (heri/hms*)

Kapolres Jember Bersama Komandan Kodim 0824 Jember Berkunjung ke YIKT LPI Argopuro Panti Jember


Jember,kabarejember.com  

Kunjungan Kapolres Jember, AKBP Aris Supriyono S.I.K, M.Si  bersama semua PJU ke Yayasan Iktiar Kejayaan Tani ( YIKT ) Lembaga Pendidikan Islam ( LPI ) Argopuro Panti Jember,  Selasa, 11 Agustus 2020.


Acara tersebut direncanakan akan  dihadiri kapolres bersama Dandim 0824 Jember,Letkol Inf.La Ode M.Nurdin, namun Dandim ada kunjungan dari Jakarta dan Surabaya akan berkunjung ke Jember, ternyata gagal.


Lembaga Pendidikan yang di bawah naungan Yayasan Ikhtiar Kejayaan Tani ( YIKT ) Argopuro Panti adalah TK-Diponegoro, MI - Diponegoro, SMP dan SMA Argopuro Panti yang terletak di jalan Lapangan No.39 Panti Kabupaten Jember.


Hadir dalam acara kunjungan tersebut semua dewan guru Argopuro mulai TK sampai SMA, juga dihadiri Kapolsek Panti, AKP Gunawan Triono beserta anggotannya, Kades Panti, Suroso, dan beberapa Tokoh Masyarakat terkemuka di wilayah Panti.


Kunjungan Kapolres ke YIKT Lembaga Pendidikan Islam ( LPI ) Argopuro Panti Jember diterima langsung ketua Yayasan, H. Agus Idham Khalid, SPd bersama seluruh jajaran.


Dalam kunjungan itu  agendanya adalah silaturahim dan memberikan bantuan beras kepada anak yatim dan piatu yang ada di yayasan yang secara simbolis bantuan itu diserahkan langsung Kapolres kepada Ketua Yayasan.


" Semoga bantuan dari Polres Jember ini dapat bermanfaat dan musibah pandemi Covid-19 cepat usai, kita tetap jaga kesehatan dan menjaga pola hidup sehat dengan mengikuti himbauan pemerintah demi memutus rantai penyebaran Covid-19," ujar ketua Yayasan.


Di sela-sela kunjungannya  ke Yayasan, Kapolres bersama semua PJU melakukan pengecekan ke lembaga maupun ke lingkungan PonPes Al-Manhal, apakah sudah sesuai dengan standart protokol kesehatan guna mencegah penularan wabah virus Pandemi Covid-19.

" Sudah lumayan bagus untuk alat-alat pencegahan penyebaran virus covid-19, Sehingga  bisa terhindar dari penularan virus corona," papar Kapolres Jember saat didampingi rombongan di halaman gedung SMA.


Untuk pengembangan bangunan gedung di lembaga ini semoga kedepan terus berkembang dan lebih maju,"  imbuh kapolres saat mengunjungi bangunan gedung perpustakaan di ruang belakang.


Sementara  ketua Yayasan Ikhtiar Kejayaan Tani ( YIKT ) Lembaga Pendidikan Islam ( LPI ) Argopuro Panti Jember, H.Agus Idham Khalid, SPd saat diwawancarai wartawan media ini perihal acara tersebut,

" Kami selaku ketua yayasan mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak kapolres beserta segenap rombongan yang telah sudi hadir ke yayasan kami, dan tak lupa juga kami ucapkan banyak terimakasih kepada segenap pengurus lembaga dan yayasan tanpa kecuali, dan juga terimakasih kepada petugas yel-yel yang telah ikut berpartisipasi untuk kesuksesan acara tadi ," pungkas ketua Yayasan. ( A.Mulyono )

Bupati Faida Berjuang Bersama Tingkatkan Kesadaran Pribadi Cegah Covid-19


Jember,kabarejember.com 

--- Situasi pandemi korona Covid-19, berbagai pihak  terus berjuang bersama sama meningkatkan   kesadaran pentingnya menjaga diri. Salah satu cara efektif melindungi diri dari Covid-19 adalah mengenakan masker, terutama saat beraktivitas di luar rumah.

 


“Keselamatan yang paling utama. Jangan lengah urusan korona. Lawan korona dengan cara pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” kata Bupati Jember, dr. Faida, di  tengah-tengah masyarakat Kecamatan Tempurejo, Minggu, (09/08/2020).


Bupati membagikan masker ke masyarakat di 4 desa. Adapun desa yang dikunjungi bupati sejak pagi hingga malam untuk membagikan masker itu sendiri merupakan Gerakan Jember Bermasker.


“Siapa saja yang keluar rumah, dimanapun, ketemu orang lain, saat ini semua berbahaya. Maka, bahaya korona jangan dilengahkan. Semua masyarakat diharapkan selalu memakai masker,” tutur bupati.


Faida mengatakan, mengenakan masker ketika berada di sekitar orang lain adalah salah satu hal paling penting yang dapat dilakukan orang, tidak hanya untuk melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga untuk melindungi orang lain.


Saat ini sudah banyak pedagang masker maupun penjahit asesoris masker. Masker pun kini bisa untuk beramal. Masker bisa untuk memberi kado. “Jadi tidak ada alasan untuk tidak memakai masker,” imbuhnya.


Memakai masker juga sebagai salah satu bentuk sayang terhadap keluarga. Melindungi keluarga dari kemungkinan terpapar virus yang terbawa dari luar rumah. “Jika sayang anaknya, waktu keluar pastikan memakai masker. Suami waktu mau bekerja siapkan masker. Jaga diri kita, keluarga kita dengan menggunakan masker,” kata Bupati.


Bupati juga memborong ratusan masker dari penjual  yang sedang berjualan di seputar Lapangan, yang selanjutnya masker-masker itu langsung dibagikan kepada anak-anak dan masyarakat yang sedang bermain di sekitar lapangan. ().

Unik, Indonesia Raya Berkumandang di Pesta Ulang Tahun


Jember, kabarejember.com 

 - Sungguh suatu peristiwa yang terbilang langka dan unik. Lagu kebangsaan Indonesia Raya yang biasanya dinyanyikan pada saat upacara, rapat atau acara resmi kenegaraan, justru dikumandangkan di  acara pesta ulang tahun seseorang. Peristiwa langka ini terjadi pada hari Minggu (09/08) siang , di Pantai Cemara Puger.


Pantai Cemara Puger pada Minggu siang (09/08) ramai dikunjungi wisatawan  yang berlibur, mulai dari anak-anak hingga dewasa bercampur baur memenuhi hamparan pasir pantai. Ada yang bermain, mengambil foto pemandangan, berswafoto (selfi) ataupun sekedar duduk-duduk di bawah pepohonan cemara sambil menikmati makanan atau minuman bersama keluarga atau teman.


Sekelompok orang dewasa, laki-laki maupun perempuan yang berjumlah sekitar 30 orang berusia paruh baya menarik perhatian wartawan kabarejember.com yang sedang berada di pantai Cemara. Pasalnya, mereka yang awalnya bersenda gurau tiba-tiba berdiri seraya menyanyi bersama. Setelah didekati ternyata mereka sedang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan dipimpin seorang wanita sebagai dirijen. 


Salah seorang perempuan yang ikut dalam rombongan bernama Elok, ketika diwawancarai  kabarejember.com mengatakan bahwa mereka adalah alumni SMP Negeri 02 Puger tahun 1989 yang sedang merayakan ulang tahun salah seorang alumni. "Kami menyanyikan lagu Indonesia Raya secara spontanitas tanpa direncanakan sebelumnya. Kebetulan saat ini adalah bulan yang bersejarah bagi bangsa Indonesia karena pada 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Sedangkan teman kami yang berulang tahun adalah seorang Polisi, jadi momentumnya sangat pas."katanya. 


Sementara itu, Sugeng Yulianto, anggota Satpolair Polres Jember di Puger yang sedang dirayakan ulang tahunnya,  mengungkapkan rasa terima kasih kepada teman-teman sekolahnya masa SMP yang hadir dalam perayaan ulang tahunnya. 


"Saya sangat gembira sekaligus terharu ketika menyanyikan lagu kebangsaan  Indonesia Raya, karena dinyanyikan pada perayaan ulang tahun , moment ini tidak akan terlupakan seumur hidup. Saya sendiri tidak menyangka akan terjadi moment seperti ini. Semoga rasa Nasionalisme kami semuanya akan tetap tertanam di dada sampai akhir hayat." ucapnya. (heri)

10/08/2020

Bupati Faida Buka Bintek BP BKAD


Jember,kabarejember.com 

 ---Situasi pandemi  covid-19, setiap kegiatan diberlakukan protokol covid-19. Seperti pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bintek) Badan Pengawas Badan Kerjasama Antar Desa ( BP BKAD) Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin, 10 Juli 2020. Lokasi Bintek berada di salah satu hotel di daerah Sempusari, Jember.

Kegiatan ini merupakan implementasi perbup no. 20/2015, menuju transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana bergulir eks PNPM MPd.

Dalam arahannya Bupati mengatakan Bintek BP BKAD Jember diikuti 78 peserta. Data yang ada disampaikan oleh Bupati, jumlah dana bergulir sampai Juni 2020 Rp. 39.728.793.750,-. Dari total dana bergulir telah menjangkau 57.872 orang dalam  6.201 kelompok masyarakat. Sementara dana Corporrate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp. 10.386.175.100 dengan jumlah penerima pemanfaat 106.973 orang.

Tujuan Bintek disebutkan oleh Faida, pertama menumbuhkan lembaga keuangan alternatif yang dapat memberikan manfaat kepada golongan UMKM di pedesaan. Kedua mendorong berkembangnya sektor usaha riil yang digeluti kaum perempuan. Ketiga, menumbuhkan jiwa sosial melalui penyaluran CSR kepada golongan dhuafa. Keempat, mempererat jaringan komunikasi dan koordinasi antara kelembagaan pengelolaan dana bergulir dengan pemerintah desa dan kecamatan dalam pengembangan dan pembinaan kelompok penerima pemanfaat yang ada di pedesaan.



Diakhir acara Faida berpesan agar peserta dapat mengikuti bimtek dengan baik sehingga dalam pelaksanaan dilapangan dapat bekerja maksimal. "Fokuslah pada tujuan besar BKAD yaitu kemanfaatan BKAD bagi masyarakat," pungkas Faida. (SGM/hms)

Tren Donasi, Produksi dan Distribusi Darah PMI Kabupaten Jember tahun 2017-2020.

 

Jember,kabarejember.com 

--Pasca pelantikan H. E. A. Zaenal Marzuki, SH, MH sebagai Ketua PMI Kabupaten Jember yang dilantik oleh Ketua PMI Provinsi Jawa Timur  H. Imam Utomo S di Pendopo Wahyawibawagraha pada tanggal 4 Oktober 2017-2020, tiga tahun terakhir UDD PMI Kabupaten Jember berhasil menyediakan darah aman dan berkualitas, serta menyajikan sistem informasi secara modern dan transparan.

Berikut catatan perolehan donasi, produksi dan distribusi darah terhitung sejak tanggal 1 Januari 2017 hingga 28 Juli 2020 sebagai berikut.

1. Perolehan Donasi Darah selama Tahun 2017 tercatat 34.330 dengan rincian Donor Darah Dalam Gedung sebanyak 11.395 kantong, dan perolehan melalui mobile Unit Donor Darah sebanyak 22.935. Sedangkan produksi dan distribusi darah (darah keluar) sebanyak 35.720 Kantong. 

2. Perolehan Donasi selama tahun 2018 tercatat total keseluruhan 34.376 kantong, dengan rincian Donor Darah Dalam Gedung sebanyak 10.548 Kantong dan Donasi melalui Mobile Unit Donor Darah sebanyak 23.828 Kantong. Sedangkan data produksi dan distribusi darah sepanjang tahun 2018 sebanyak 38.657 Kantong. 

3. Catatan Donasi Darah pada tahun 2019 sebanyak 38.785 kantong, dengan rincian Donor darah dalam Gedung sebanyak 9858 kantong, Mobile Unit donor darah sebanyak 26.481 kantong, gerai donor darah di markas PMI Kabupaten Jember sebanyak 742 Kantong dan gerai donor darah di klinik pratama PMI kabupaten Jember sebanyak 704 kantong. Sedangkan data produksi dan distribusi darah selama tahun 2019 tercatat 41.303 kantong. 

4. Data donasi darah sejak 1 Januari hingga 28 Juli 2020, total donasi sebanyak 17.242 kantong dengan rincian sebagai berikut : Donasi darah dalam Gedung udd sebanyak 5729 kantong, mobile Unit donor darah sebanyak 10.638 kantong, Gerai donor darah di Markas PMI Kabupaten Jember sebanyak 315 kantong dan gerai donor darah di Klinik Pratama PMI Kabupaten Jember sebanyak 560 kantong. Sedangkan data produksi dan distribusi (Darah Keluar) sepanjang wabah pandemi Covid-19, sejak 1 Januari hingga 28 Juli 2020 tercatat sebanyak 21.739 Kantong. (Heri/hms) 


Momentum HUT RI, RW XI Lakukan Baksos " Resik Sungai "


Lumajang, Kabarejember.com 

- Warga RW XI Kelurahan Jogotrunan melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan Kali Temi, Minggu (9/8/2020). 

Ketua RW XI Kelurahan Jogotrunan menginginkan Kali Temi yang mengalir menjadi bersih tak dicemari sampah. 

"Kami ingin Kali Temi bersih sehingga kegiatan Program Resik Sungai Menuju Normalisasi Kali Temi harus tetap selalu dilakukan agar sungai kelihatan aslinya yaitu air jernih dan mengalir tampah adanya sampah," tuturnya.

Kegiatan bersih-bersih sungai di aliran Kali Temi tersebut tersebut juga melibatkan dari Warga RW 4 yang berdekatan juga dengan aliran sungai, disamping itu ada unsur dinas terkait yang hadir dan bersama sama untuk lakukan kegiatan resik kali.

Instansi yang hadir meliputi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, UPT pengairan, pengairan Lumajang,Kelurahan Jogotrunan, Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Lumajang, Komunitas reoq Mustiko Djoyo, anak pesantren serta masyarakat di sekitar Kali Temi.

"Budaya kerja bakti adalah budaya bersama yang harus dilestarikan," ujar Eko.

Dikatakan jika bakti sosial kali ini, merupakan momentum yang tepat untuk mengajak warga masyarakat turut berpartisipasi memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 75.

Sekali lagi beliau mengucapkan rasa terima kasih kepada Dinas Lingkungan hidup dengan membawa armada pengangkut sampah sehingga kerja bakti ini semakin ringan. Dan harapan kami setelah acara ini selesai akan terus melakukan kegiatan yang sama dan tentunya semuanya bertujuan air sungai menjadi bersih dan lancar, untuk itu langkah normalisasi sungai harus segera dilakukan oleh instansi terkait.

Untuk Dinas PUTR dan UPT Pengairan provinsi Jawa timur saat kegiatan resik sungai ini bisa sinergis dengan warga RW XI Kelurahan Jogotrunan, sehingga pelaksanaan bisa dibantu, memang pekerjaan ini belum seratus persen selesai untuk itu agar menuju sungai yang normalisasi.

" Saya ucapkan rasa terima kasih kepada seluruh warga RW XI yang sangat peduli lingkungan sehingga pelaksanaan resik sungai ini berlangsung dengan aman dan lancar," tandasnya. 

Sementara Ketua RW IV mengatakan bahwa kerja bakti dan gotong royong semacam ini sangat mulia. "Budaya kerja bakti seperti ini kalau bisa harus dipertahankan," timpal Ketua RW IV mas Eka. 

Menurutnya, sebagai warga tentu memiliki keinginan menciptakan lingkungan bersih dan nyaman, sehingga kondisi tersebut dapat mencegah perkembangbiakan bibit penyakit.Dirinya juga berharap agar warga yang tinggal di sekitar kali temi, meningkatkan budaya kerja bakti serta saling peduli dalam menjaga kebersihan sungai.

"Saat kerja bakti, banyak ditemukan sampah plastik dan kain, juga botol plastik," ujarnya. 

Masduki selaku anggota forum jurnalis independen nasional Lumajang yang memantau kegiatan resik sungai berharap instansi terkait lebih terfokus agar sungai temi jadi resik dan bersih.

Karena di sungai tersebut ada sisa sisa karamba beton bekas dari budidaya ikan dan harusnya dinas perikanan juga harus hadir sehingga kedepannya bila ada bangunan karamba di sungai bisa diberikan penyuluhan, untuk itu Senin besok kami akan konfirmasi pada dinas  perikanan, " tuturnya.

( Atman )