13/08/2020

Pisah-Kenal Kapolsek Gumukmas

 

Jember, kabarejember.com 

-- - Acara pisah-kenal Kapolsek Gumukmas bertempat di aula kantor kecamatan Gumukmas berlangsung pada Rabu malam (12/08). AKP Kusnoto yang sebelumnya menjabat kapolsek Gumukmaa akan menduduki posisi barunya di Mapolres Jember, sedangkan jabatan Kapolsek Gumukmas digantikan oleh IPTU  Subagyo.


Hadir pada acara tersebut, jajaran Muspika Gumukmas, kepala desa se-kecamatan Gumukmas, serta dinas/instansi di Gumukmas. Acara dikemas secara sederhana, dengan undangan terbatas dan sesuai dengan protokol kesehatan yaitu semua yang hadir mengenakan masker dan  tempat duduk diatur dengan jarak 1 meter.

Dalam sambutannya, AKP Kusnoto mengucapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak karena telah bersinergi dan bahu membahu menjaga ketertiban dan keamanan. Kusnoto juga meminta maaf mungkin selama bertugas ada kesalahan yang diperbuat baik sengaja ataupun tidak. "Kita berpisah dalam melaksanakan tugas, tetapi saya berharap rasa kekeluargaan dan silahturahmi akan tetap berlanjut."ucapnya.

Pada sesi acara selanjutnya, Camat Gumukmas, Imam Syafi'i mewakili Muspika menyerahkan cindera mata berupa sebuah lukisan bergambar harimau kepada AKP Kusnoto sebagai kenang-kenangan. "Mohon jangan dilihat bentuk dan nilainya,  cindera mata ini sebagai wujud rasa kekeluargaan yang mendalam kepada beliau yang sudah kami anggap sebagai keluarga sendiri di Gumukmas."ujarnya.


Sementara, IPTU Subagyo mengatakan bahwa dirinya selaku Kapolsek Gumukmas akan segera berkoordinasi dengan semua pihak untuk menciptakan keamanan dan kondusifitas wilayah Gumukmas. "Nantinya saya berusaha tinggal di Gumukmas agar lebih mudah dalam menjalankan tugas ke depan. Selain itu Polsek Gumukmas akan menyediakan tempat dan fasilitas internet gratis bagi siswa/pelajar supaya dapat dipergunakan belajar secara daring atau online."ucap Subagyo. (heri)


Akhirnya Ahli waris Mengurus Sertipikat Tanah KUD" Sumber Rejeki"Jarit Candipuro

 

Lumajang,Kabarejember.com 

---KUD " Sumber Rejeki" desa Jarit Kec Candipuro Kab Lumajang di urus sertipikat tanahnya oleh ahli waris keturunan almarhum Ngademo Djoyo Soegito. 

Sumargiono, anak dari almarhum pemilik sertipikat tanah tersebut datang ke Bank Jatim melakukan pengurusan dan mengkroscek keberadaan sertipikat tersebut.Kamis (6-8-2020)

Setelah dilakukan pengurusan ke Bank Jatim lumajang,  ternyata benar adanya bahwa sertipikat  tersebut sudah lama di bank Jatim bahkan macet bertahun tahun dan akhirnya di tanyakan nilai tebusannya.

" Saya segera melakukan penebusan sertipikat tersebut, karena bapak saya sudah meninggal bahkan anak anaknya tinggal saya sendiri yang masih hidup untuk  itu, besuk saya segera mengurus surat keterangan ahli waris ke desa sekalian surat kematian," kata sumargiono.

Pegawai bank Jatim bagian kredit  sempat memberikan pelayanan yang baik atas penjelasan mengenai sertipikat almarhum Ngademo Djoyo Soegito bahwa dalam penebusan sertipikat tersebut harus Ahli waris.

" Dalam penebusan sertipikat atas nama almarhum Ngademo Djoyo Soegito ini harus Ahli waris, ini harus dan tidak boleh pengurus, pengacara atau  orang lain, " kata bagian kredit.

Setelah di lakukan investigasi ke pengurus dan pendiri KUD tersebut ternyata pengurus dan pendiri  tidak bisa berbuat apa apa bahkan tidak berkutik lantaran tidak punya bukti serah terimah aset aset lainnya termasuk tidak adanya  PPAT.

Dalam hal ini jelas dalam waktu dekat "KUD Sumber Rejeki " Desa Jarit Kec Candipuro Lumajang dapat dipastikan akan terusik, di samping itu Kepala Dinas Koperasi pernah mengatakan bahwa koperasi tersebut vakum dan 10 tahun lebih tidak pernah RAT (Rapat Anggota Tahunan) bahkan orang lain atau pengurus ada yang mengatakan KUD tersebut MATI. Jadi, Terkait penyewa di gunakan stock file atau jual beli pasir atau yang menempati saat ini pasti akan terusik.  (Atman) 


12/08/2020

Peringatan Hari Jadi Pramuka di Jakarta Dimajukan


 Jember, kabarejember.com  

- Peringatan hari jadi Pramuka di Jakarta yang semestinya tanggal 14 Agustus dimajukan hari ini oleh pengurus Kwarnas Pramuka. Hal ini disebabkan, Presiden Jokowi Widodo tidak bisa hadir jika tetap dilaksanakan tepat pada tanggal tersebut. Presiden sebagai Pembina Utama Pramuka Nasional menjadi tokoh penting dalam gerakan Pramuka. Ketua Kwartir Nasional, Purn. Budi Waseso menjadi pemimpin upacara peringatan HUT. Disiarkan dan diikuti oleh Kepala Daerah se-Indonesia secara daring, Rabu, 12 Agustus 2020.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, Pramuka saat pandemi covid19 sekarang ini harus membuat Dua Gerakan Nasional yaitu Gerakan Disiplin Protokol Covid19 dan kedua Gerakan Kepedulian Sesama. Jiwa keduanya sudah ada didalam setiap insan Pramuka, kedisiplinan dan kepedulian.


Usai mengikuti upacara dengan pengurus kwarcab Jember di ruang kerjanya, Wabup Muqit mengapresiasi dan mendukung Gerakan Nasional tersebut. "Sudah menjadi ciri khas pramuka dengan ketangguhannya dan itu menjadi sangat diperlukan saat ini," ulas Kyai Muqit. Kedua, kata wabup, Pramuka akan saling tolong menolong dan peduli kepada sesama menjadi ciri khas.


Wabup Jember


Peringatan HUT Pramuka ke-59 di Kabupaten Jember akan tetap dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2020 pukul 08:00 di aula PB.Sudirman sesuai rencana. "Sebelumnya akan dilakukan pembagian masker di beberapa titik," kata Wabup. Dalam upacara nanti di aula, ada pemberian cinderamata badan penganugerahan hadiah kepada Pramuka yang berprestasi di tingkat provinsi.


Sementara, Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Jember, Nawawi mengatakan bahwa lomba kategori kepesertaan secara online Kabupaten Jember juara pertama. "SIPA online kita terbaik se-jawatimur," kata Nawawi. SIPA kepanjangan dari Sistem Pengelolaan Anggota, Gerakan Pramuka Jawa Timur. (sgm)

Tim PKK Jember Akan Bagikan Masker

 

Jember,Kabarejember.com 

--Gerakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona terus digencarkan, salah satunya dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember yang akan mekakukan  pembagian masker secara besar-besaran kepada masyarakat untuk mencegah penularan virus Covid-19.


“Kami akan membagikan masker dari rumah ke rumah,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Hj. Maimunah Muqit, Senin, ,(10/08/2020)

Maimunah menyampaikan, bahwa rencana pembagian masker ini merupakan instruksi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, mengajak para kepala daerah untuk membuat gerakan membagikan masker secara masif mengingat disiplin menerapkan protokol kesehatan sangat penting untuk mencegah terpapar COVID-19.

“Kami sedang menyiapkan hal itu,” paparnya usai koordinasi secara virtual dengan Mendagri Tito Karnavian di Pendapa Wahyawibawagraha.


Sebelumnya,TP PKK Kabupaten Jember bersama elemen lainnya membagikan seribu masker kepada pedagang dan pengunjung Pasar Tanjung. Ini juga bagian dari instruksi Mendagri.


“Selain itu, kami juga telah memberikan masker kepada kader-kader posyandu di 31 kecamatan di Kabupaten Jember,” ujarnya.


Sesuai evaluasi bersama Mendagri, pembagian masker tersebut perlu dimasifkan. Yakni dengan membagikan masker ke tiap rumah warga.


Maimunah berharap dalam dua pekan ini pihaknya bisa menuntaskan pembagian masker tersebut.


Selain itu, TP PKK Kabupaten Jember saat ini juga sedang menyiapkan protokol kesehatan untuk pelaksanaan timbang bayi.


“Saat ini sudah memasuki bulan timbang. Jadi, mau tidak mau, hal itu harus segera dilakukan, tapi dengan protokol kesehatan,” katanya. (SGM)

Kejenuhan KBM Dibutuhkan Tatap Muka

 

Jember,Kabarejember.com 

 --Kejenuhan dalam menghadapi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih belum bisa dilakukan secara tatap muka. Terhitung sejak Bupati Jember, Faida mengeluarkan Surat Edaran yang mengalihkan KBM dengan belajar dari rumah, hampir 6 bulan murid-murid tidak pergi ke sekolah. 


Proses belajar dialihkan secara daring (dalam jaringan) dengan menggunakan alat elektronik misalnya gadget atau gawai (handphone). 


Dalam praktek di lapangan, untuk level misalnya sekolah dasar kebanyakan siswa hanya diberi tugas-tugas, mengerjakan soal-soal pelajaran di rumah tanpa didampingi guru. Tentunya banyak kendala seperti, masih ada siswa dan orang tua murid yang tidak punya gawai. Atau, justru gurunya sendiri yang tidak punya. Kendala lain, di daerah pinggir kota kualitas sinyal sangat rendah atau bahkan tidak ada. 


Rabu, 12 Agustus 2020 Wakil Bupati Jember, drs Abdul Muqit Arief mengikuti Webinar yang diadakan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Dimoderatori oleh Sekjen, Dr. H Najmul Akhyar, SH,.MH,. dan diikuti oleh mampir seluruh Bupati atau yang mewakili seluruh Indonesia, disampaikan kendala-kendala Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).


Wabup melihat sudah terlalu lama anak-anak belajar di rumah  proses pembelajaran semacam ini harus tetap diusahakan. Salah satunya dengan digitalisasi, menjadi alternatif baru bagi PJJ.


Digitalisasi sekolah, menurut Wabup berpengaruh pada guru, murid dan orang tua.  "Dulu, anak-anak pegang handphone hanya buat main games saja tetapi sekarang hp digunakan sebagai sarana pembelajaran," kata Wabup. Aspek minusnya, tidak semua daerah memiliki akses yang memadai. Aspek lain, tidak sedikit guru "pinggiran" melek IT.


Akan tetapi Kyai Muqit masih memandang penting KBM dengan cara tatap muka. "Ada sesuatu yang hilang ketika model pembelajaran tidak tatap muka yaitu pembentukan karakter anak," ungkapnya.  

Ketika seorang murid bertemu dan berinteraksi dengan guru maka ia akan belajar secara langsung, melihat dan merasakan apa yang dilakukan oleh guru. Kyai mengutip peribahasa, "Guru itu digugu dan ditiru".


APKASI menawarkan kepada para kepala daerah, dalam digitalisasi sekolah dengan aplikasi Gredu. Aplikasi ini konsepnya mirip aplikasi edutech lainnya seperti ruang guru, edulogy dan sebagainya. Aplikasi Gredu dapat diunduh guru (aplikasi guru), murid (aplikasi student) dan gredu orang tua murid. 


Menjawab pertanyaan wartawan, satu-satunya kecamatan yang zona hijau yakni Mayang, sebenarnya sudah layak dilaksanakan pembelajaran cara tatap muka. Tetapi Wabup mengingatkan bahwa meski demikian perlu adanya kajian mendalam. Protokol Covid19 harus secara ketat dipatuhi seperti, sarana cuci tangan, memakai masker dan atau face shield, kapasitas kelas dibatasi 50% dan disetiap bangku harus ditutup dengan plastik. "Tidak semua anak sekolah berasal dari Mayang, ada juga dari luar yang statusnya masih kuning," pungkas Wabup. (SGM)

Meski Pandemi Covid-19, Pemkab Jember Akan Gelar Peringatan Hari Pramuka


Jember,kabarejember.com 

 --Meski masih dalam keadaan Pandemi Covid 19, namun Pemkab Jember tetap akan menggelar upacara peringatan hari Pramuka ke-59  pada tahun ini   berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Terkait hal tersebut

Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief menyampaikan,



" Yakni akan menggelar upacara di dalam ruang tertutup dan menerapkan protokol Covid-19," ujarnya. (11/8/2020)


Lebih lanjut wabup menuturkan, upacara akan digelar di Aula PB Soedirman Pemkab Jember pada hari Jum’at, 14 Agustus 2020.


“Dengan segala keterbatasan, kami tetap akan menyelenggarakan upacara,” tuturnya.


Pada upacara itu akan ada 37 mantan pelatih dan pembina Pramuka di Kabupaten Jember yang mendapatkan tali asih.


“Tali asih yang akan diberikan ini sebagai bukti terima kasih kami kepada senior,” pungkasnya. (SGM)

11/08/2020

PMI Sosialisasi PHBS dan Bagikan Alat Semprot ke Pondok Pesantren


Jember,kabarejember.com 

 - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember Jawa Timur berkomitmen bantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona dengan melakukan gerakan promosi kesehatan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sekaligus bagi-bagi masker gratis kepada masyarakat. Tim promosi kesehatan (promkes) PMI Kabupaten Jember keliling ke hampir semua kecamatan di Jember. 


Selain itu, PMI Kabupaten Jember juga bagikan Alat semprot saat PHBS. Khususnya ke pondok pesantren (ponpes) yang sudah mulai melaksanakan kegiatannya. Banyak ponpes yang sudah didatangi oleh tim Promkes PMI Kabupaten Jember. Kegiatan PHBS dan penyerahan alat semprot tahap I sudah dilakukan. 

PHBS dan penyerahan alat semprot dilakukan pada  tahap kedua ini untuk 15 Ponpes di Kabupaten Jember. Saat ini giliran pondok pesantren An-nuriyah Kaliwining Kecamatan Rambipuji Jember, Selasa (11/8/2020). Sebelumnya pertengahan bulan Juni lalu PMI Jember telah membagikan 31 alat semprot dan cairan desinfektan dengan sasaran 11 pondok pesantren dalam rangka mencegah penyebaran virus corona di lingkungan pondok pesantren. 


“Terima kasih kami sampaikan kepada PMI kabupaten Jember yang telah memberikan bantuan alat semprot dan desinfektan . Semoga bermanfaat bagi kami, lingkungan dan masyarakat sekitar,” tutur Kyai Shoutul Azkiyak  Ketua Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Annuriyah Kaliwining Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. 


Menurut dia, alat semprot dan desifektan  akan bermanfaat bagi keluarga besar ponpes Annuriyah dan lingkungan sekitarnya. Sebab, alat semprot itu akan membantu ponpes untuk mencegah penularan Covid-19. “Alhamdulillah santri jalani rapid tes saat mau masuk pondok dan alhamdulillah hasilnya non rekatif semua. Harapan kami dengan protokol ini kegiatan di pondok tetap berjalan lancar,” ujarnya. 


Ketua PMI kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuksi SH MH menjelaskan ponpes memiliki arti penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, PMI mengarahkan bantuan alat semport ke ponpes yang tiap harinya ada kegiatan bersama.


 “Ponpes memilki  arti penting bagi Pmi karena pesantran yang mendidik bagi santri, sehingga kesehatan santri, pengurus dan pengasuh pondok sangat penting. Makanya PMI memberikan bantuan berupa alat semprot dan desinfektan,” ujarnya. 


Zaenal Marzuki mengajak ponpes untuk betul-betul menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari virus korona. “PMI bagikan  alat semprot  meski hanya sedikit.  Kita mengajak pesantren tetap menjaga lingkungan. PMI bagi ponpes sangat penting aset negara, jadi generasi tangguh memimpin indonesia, agar indonesia menjadi kuat,” ujarnya. (heri/hms*)