20/01/2021

Tegas, ASN Jember Sepakat Dukung Surat Gubenur Jatim

 


Jember,Merdekanews.net --  Pasca terbitnya surat keputusan Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tertanggal 15 Januari 2021 yang menyatakan tidak sahnya kebijakan Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, dalam pembebastugas sementara dan penunjukan Plt sejumlah pejabat memberi sinyal positif bagi Korps ASN Pemkab Jember. 19/01/2021


Kondisi Jember sangat memprihatinkan, carut marut birokrasi terus terjadi, satu jabatan diisi oleh tiga pejabat bahkan sampai muncul pemberitaan terjadinya voting di salah satu Kecamatan akibat adanya dualisme pejabat, walaupun akhirnya kabar tersebut dinyatakan tidak benar oleh pejabat yang bersangkutan.


Dengan terbitnya surat Gubenur Nomor: 131/719/011/2021 tanggal 15 Januari 2021 memberi kabar baik bagi jajaran ASN Pemerintah Kabupaten Jember khususnya dan masyarakat Jember pada umumnya, bahkan Ir. Mirfano memberikan sinyal terang untuk mengakhiri adanya dualisme pejabat yang terjadi saat ini.


Ditemui usai melaksanakan rapat koordinasi dengan Staf Ahli, Para Asisten, Inspektur, Sekwan, Ka. Badan, Dinas, Bagian, Direktur RSD, Camat serta Lurah, Ir. Mirfano yang memimpin rapat tersebut menyampaikan" rapat hari ini adalah penegasan sikap bahwa kami mendukung surat Gubenur yang baru kami terima kemarin, kami sepakat akan melaksanakan surat Gubenur tersebut," tuturnya.


Berikutnya, kami akan mengakhiri dualisme, sehingga kami tidak ingin ada dampak Gab antara satu pejabat dengan pejabat lainnya sehingga kami satu Korps ASN, Seterusnya kami akan mengusulkan kepada Ibu Bupati untuk membatalkan peraturan Bupati terkait APBD 2021 karna menimbulkan keragu raguan seluruh pejabat untuk mencairkan anggaran. Dampaknya, kalau ini tidak di batalkan gaji akan tertunda terus, kita ingin ini segera dibatalkan, kemudian kita usulkan kembali kepada Ibu Gubenur peraturan Bupati tentang rancangan khas belanja mendahului APBD 2021 sehingga yang kita usulkan hanya belanja wajib, mengikat dan mendesak saja.


Ketika ditanya apakah upaya tersebut akan berhasil ?. Sekda menjawab, " saya positif tingking aja bahwa Bupati akan memahami persoalan ini," jelasnya.


Masih Mirfano, dalam kesempatan ini juga kita sampaikan bahwa kita akan meminta kepada Bupati untuk membatalkan peraturan Bupati tentang KSOTK 2021 karna, mestinya setelah KSOTK diterbitkan, tidak lama setelah itu diisi jabatanya sehingga jedahnya tidak terlalu lama, maka lebih baik diserahkan kepada Bupati Baru.


Ditanya apakah ada komunikasi dengan Bupati terkait kondisi saat ini berkaitan permintaan tadi ?. "Komunikasi belum ada, karna baru saja diputuskan dalam rapat hari ini, selanjutnya saya akan mengirimkan nota Dinas kepada Bupati terkait hal-hal tersebut," pungkasnya. (Mon/Lik/afa) 


Kondisi Pembiayaan SMP Swasta di Banyuwangi Babak Belur


Banyuwangi, Merdekanews.net 

 ----Ini lah ungkapan sejumlah SMP Swasta di Banyuwangi sejak " KBM Tatap muka "ini di tiadakan di ganti dengan KBM pembelajaran online " Daring " gara gara antisipasi penyebaran Covid19 . Kondisi tersebut sudah hampir 1 tahun dan membuat gedung gedung sekolah terlihat  sepi dan senyap . tidak hanya itu,  akibat pembelajaran secara Online dalam beberapa bulan ini,  di kabarkan sejumlah SMP swasta  kelimpungan dana .  karena rumor yang beredar di tengah tengah masyarakat bahwa enggan nya masyarakat untuk berpartisipasi melalui PSM terbilang kendor,  anggapan nya karena siswa masih belajar di rumah.  Fakta ini lah yang membuat beberapa SMP Swasta di Banyuwangi babak belur dan berdasar dari data yang di peroleh merdekanews.net bahwa penurunan pembiayaan dari masyarakat mencapai 40 persen. 

" terus terang seluruh SMP Swasta di Banyuwangi , kondisi nya memprihatinkan dan sektor pembiayaan dari masyarakat sebagai tolok ukur sekolah swasta semakin kendor, itu lah situasi SMP Swasta saat ini babak belur " tandas ketua MKKS SMP Swasta Kab Banyuwangi,  H Ali kepada Merdeka  Selasa (19/1/2021) . sedangkan sekolah swasta , eksis nya bertumpu pada peran masyarakat,  jika ini mandeg maka SMP Swasta terancam tidak jalan.  " anggota kami se Banyuwangi 126 SMP Swasta ,  dan di pastikan kondisi nya memprihatin kan "imbuh H Ali 

Pria yang juga sebagai Kasek SMP Al Irsyad Banyuwangi itu berharap bahwa kondisi pandemi ini cepet berlalu.  Saat di singgung rencana tatap muka,  H Ali mengatakan 90 persen masyarakat setuju akan tetapi Yayasan nya belum menyatakan kesanggupan pasal nya kuota resiko nya sangat tinggi pungkas nya. (Anw)

19/01/2021

Rasa Empati Tetap Melekat Pada Korps ASN Jember Terhadap Korban Banjir



Jember,Merdekanees.net -- -Kondisi pahit yang dirasakan oleh ASN Kabupaten Jember saat ini tidak lantas menghilangkan rasa empati kepada masyarakat yang terdampak banjir baru-baru ini, banjir yang terjadi di banyak titik lokasi ini mendapat perhatian banyak pihak, salah satunya dari ASN Pemkab Jember, meski belum terima gaji sampai detik ini, dengan penuh rasa empati dan simpati para ASN yang sedang menggelar rapat konsolidasi yang dipimpin Sekda-Kab Difinitif Ir. Mirfano spontanitas menggelar saweran. 19/01/2020


Secara spontanitas dan sukarela pejabat yang hadir mengikuti kegiatan konsolidasi di Aula PB. Sudirman ini memberikan sedekah terbaiknya, dibantu oleh dua petugas dari Humas Pemkab Jember yang mendatangi satu persatu pejabat yang hadir, saweran tersebut berhasil mengumpulkan dana Rp. 3.720.000,00., (tiga juta tuju ratus dua puluh ribu rupiah).


Terkait kegiatan saweran yang digelar secara spontanitas tersebut kepada Media Ir. Mirfano menyampaikan " ya rapat konsolidasi hari ini bertepatan dengan  bencana banjir, jadi kita semua berempati kepada keluarga yang terdampak banjir," tuturnya.


Kita tahu, yang terparah akibat dari dampak banjir ini adalah Wonoasri Kecamatan Temporejo, oleh karnanya hasil dari saweran tadi kita serahkan kepada Camat Temporejo untuk memberikannya kepada masyarakat yang terdampak.


Ketika ditanya para ASN yang diajak saweran ini kan belum gajian ?, dengan lugas Mirfano menyanpaikan " sedekah itu kan tidak membuat kita miskin, Alhamdulillah kita masih bisa berbagi," pungkasnya.


Kepedulian para ASN di Jember ini patut di apresiasi, meski tidak gajian hingga detik ini, kepedulian dan rasa empati mereka ini patut diteladani, semoga sedekah tersebut menjadi tolak balak sehingga berbagai persoalan di Kabupaten Jember yang tak kunjunng usai ini akan segera berakhir. (Mon/Lik/afa)

18/01/2021

Bersama Jajaran Pengurusnya, Ketua PDK Kosgoro1957 Jember Gelar Baksos

 


Jember,Merdekanews.net --Intensitas hujan yang turun cukup tinggi telah mengakibatkan terjadinya luapan air hingga menyebabkan banjir terjadi diberbagai wilayah, salah satunya di Desa Bagorejo Kecamatan Gumukmas Jember. Warga Desa ini sangat merasakan sekali dampak banjir yang bisa di katakan rutin terjadi setiap tahun ini.17/01/2020



Meski tidak menyebabkan terjadinya korban jiwa,  ketinggian air hingga masuk ke rumah-rumah warga ini telah menyebabkan banyak kerugian yang harus di tanggung warga. Banyak perabotan serta barang-barang yang lain rusak.


Apa yang dialami oleh warga Desa Bagorejo ini telah mendapat simpati dari PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Jember, dipimpin langsung Ketua PDK Kosgoro 1957 Jember, M. Holil Asyari, bersama jajaran Pengurus Kabupaten dan Kecamatan langsung turun ke lokasi banjir bagi menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.


Didampingi Pengurus Kosgoro Kecamatan Gumukmas dan warga setempat, rombongan melihan-lihat lokasi banjir yang kini mulai surut yang dibarengi dengan pemberian sumbangan kepada warga terdampak.


Usai memberikan sumbangan kepada warga yang dilakukan secara simbolik dan keseluruhan sumbangan diserahkan kepada perwakilan Warga yang juga perangkat Desa Bagorejo untuk disalurkan kepada warganya, kepada Media ini M. Holil Asyari menyampaikan " Alhamdulillah hari ini PDK Kosgoro1957 Jember melaksanakan bakti sosial di Desa Bagorejo Gumukmas Jember," tuturnya.


Kegiatan ini merupakan bentuk dan pengabdian kepada masyarakat, dan ini searah dengan falsafah dan semangat Kosgoro. Hari ini kami bersama jajaran pengurus Kosgoro melaksanakan bakti sosial dengan menyerahkan bantuan berupa sembako, Pempes, Pembalut serta pakaian yang masih layak pakai kami serahkan kepada warga.


"Tidak ada tujuan lain dari kegiatan ini selain untuk meringankan beban dan penderitaan warga yang terdampak banjir sekaligus sebagai edukasi kepada pengurus dan anggota Kosgoro 1957 Jember agar punya rasa empati, simpati kepada para korban musibah banjir," ungkapnya.


Sebagai ketua PDK Kosgoro 1957 Jember saya berharap jika ada kejadian di wilayah masing masing segera melaporkan kepada kami, sehingga langsung bisa mengambil langkah-langkah yang diperluka, seperti yang di lakukan Ketua Kosgoro 1957 Kecamatan Gumukmas, saudara Holil yang melaporkan kejadian banjir di wilayahnya. "Hari ini kami turun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan," pungkasnya.


Sementara itu perwakilan masyarakat setempat yang juga Staf Desa Bagorejo, Munawir menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Jember.


"Sebagai perwakilan warga, saya menyampaikan rasa terima kasih yang tidak terhingga atas sikap simpati dan empatinya Ketua dan jajaran pengurus Kosgoro 1957 Jember, paling tidak atas kepeduliaanya Kosgoro telah menunjukkan kiprahnya," jelas Holil. (Mon/Lik)

17/01/2021

Lynn Hotel and Resort Mojokerto Promo

 

 
 
 




Bendera PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Jember Kian Berkibar

 


Jember,Merdekanews.net --- Keberadaan PDK- Kosgoro 1957 Kabupaten Jember semakin mendapat tempat dan semakin berkibar, target akhir tahun 2021 kepengurusan PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Jember rampung hingga tingkat Desa, bukanlah angan-angan belaka, dengan pola kerja tim dan support yang padu dari Ketua PDK Kosgoro 1957 Jember, M. Holil Asyari, S. Ag, M. Pd.I, dipastikan target tercapai tepat pada masanya, bahkan lebih cepat dari target.17/01/2021


Hal ini dibuktikan dengan kerja keras dan kerja nyata yang dilakukan Ketua bersama Tim saat ini, tampa mengenal lelah, tim ini terus bergerak, sehingga tidak heran dalam hitungan bulan aja pembentukan sayap PDK Kosgoro di tingkat Kabupaten dan Kecamatan sudah rampung. Tentu ini bukan pekerjaan yang mudah, namun pengurus PDK Kosgoro 1957 Jember di bawah Komando M. Holil Asyari telah membuktikan.


Ditemui pasca gelar konsolidasi bersama pengurus PDK Kosgoro Kabupaten Jember yaitu Ketua HIMA Kosgoro 1957, Nurul Hamdani, Ketua GPPK 1957, Dessy Rizky Nathalya, M. Holil Asyari yang akrab disapa Ra Holil ini menyampaikan" Alhamdulillah baru saja kita selesai melaksanakan konsolidasi bersama Ketua sayap Kosgoro tingkat Kabupaten yang dilanjutkan dengan pembentukan pengurus tingkat Kecamatan.


Jadi, untuk kepengurusan tingkat kecamatan, semua sudah terisi, namun itu di level KSB-nya saja yaitu ketua, Sekretaris dan Bendahara, oleh karnanya saya sampaikan, di bulan 2 seluruh kepengurusan kecamatan, baik itu BMK, GPPK, maupun HIMA itu sudah tuntas secara keseluruhan.


Masih Ra Holil, sementara  kepengurusan di tingkat Desa, kami targetkan rampung di bulan 5 tahun 2021. " Memang target saya konsolidasi ini baik Kosgoro 1957-nya, BMK-nya, HIMA-nya maupun GPPK-nya itu harus tuntas di bulan 5 tahun ini, dan Alhamdulillah semua Ketua pengurus hadir hari ini," jelasnya.


Ada yang menarik dalam konsolidasi hari ini dimana Ketua HIMA Kabupaten, Nurul Hamdani menyampaikan dihadapan seluruh pengurus akan segera membuka tempat usaha seperti Cafe di tingkat Kabupaten dan Insya Allah selanjutnya di setiap Kecamatan, "ini searah dengan salah satu Tri Dharma Kosgoro yaitu pengabdian di bidang perekonomian," jelasnya.


Kehadiran PDK Kosgoro ini bisa menjadi wadah bagi kaum muda kita, dengan keberadaan beberapa sayap Kosgoro mereka bisa berkarya didalamnya.


Sebelum mengakhiri wawancaranya Ra Holil optimis bahwa pembentukan pengurus dari Kabupaten hingga hingga tingkat Desa sesuai target, dan kalau semua kepengurusan rampung, jumlah pengurus Kosgoro akan mencapai 23 ribu orang, itu pengurusnya saja, bahkan kalau BMK yang dinahkodai oleh M. Ilzam Lutfi yang juga CEO JKONEK Media siap membawa masuk anggotanya yang lebih dari 3000 orang yang tersebar di seluruh Kecamatan, tentu begitu banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk kemajuan bangsa kedepanya. (Mon/lik/afa) 


Satgas Penanganan Covid-19 Ubah Jam Operasional Pasar Tradisional



Mojokerto,Merdekanews.net ---Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengambil langkah cepat dalam menanggapi aspirasi masyarakat. Khususnya, terkait jam operasional pasar tradisional selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Jika sebelumnya jam operasional pasar tradisional diatur mulai pukul 03.00 - 16.00 WIB, kini telah diubah menjadi pukul 03.00 - 20.00 WIB. 


 Hal ini disepakati pada rapat koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 yang dilaksanakan secara daring dari di Rumah Rakyat, Sabtu (16/1). 


Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Mojokerto, telah diterapkan sejak Jumat, 15 Januari 2021 lalu. Namun, salah satu poin yang telah ditetapkan oleh tim Satgas Covid-19 dikeluhkan oleh masyarakat. Yakni, dalam Surat Edaran Nomor 443.33/183/417.508/2021 pada poin 4 yang berbunyi Pembatasan Jam Operasional Pasar Umum Tradisional Mulai Pukul 03.00 s.d 16.00 dan Pasar Hewan 05.00 s.d 12.00 WIB. Melihat kondisi di lapangan yang berbeda, walikota yang akrab disapa Ning Ita, mengambil kebijakan baru. 


"Kami dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, mengakomodir apa yang menjadi aspirasi dari para pedagang di pasar tradisional. Dengan pertimbangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah agar tidak terdampak secara signifikan terhadap pendapatan mereka. Maka, kami mengambil keputusan untuk jam pembukaan pasar tradisional disesuaikan sampai dengan jam 20.00 WIB. Sama dengan jam tutup toko, restoran dan juga mall. Semoga kebijakan ini, bisa berdampak terhadap ekonomi masyarakat bawah, terakomodir pendapatan mereka, namun tetap melaksanakan protokol kesehatan 4M," terangnya. Perubahan ini dituangkan dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 443.33/201/417.508/2021 tentang Perubahan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Mojokerto tertanggal 16 Januari 2021. 


Tidak hanya itu, walikota perempuan pertama di Mojokerto ini mengatakan bahwa, tim dari UPT Pasar Tradisional telah turun ke lapangan dan berkomunikasi secara langsung dengan pihak pedagang. Dimana, jam operasional pasar yang dimulai pukul 03.00 WIB, dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Yang mana, para pedagang banyak melakukan aktifitas mulai pukul 02.00 WIB. "Terkait jam buka, memang kita tetapkan pukul 03.00 dini hari. Namun, dalam pelaksanaan di lapangan rata-rata jam 02.00 mereka sudah memulai persiapan beraktifitas. Dan itu tidak ada persoalan serta sudah terkomunikasikan dengan para pedagang dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Hanya jam tutupnya, kita ambil kebijakan yang lebih fleksibel memperbolehkan buka sampai jam 20.00 mengikuti toko, swalayan dan restoran," imbuhnya. 


Pada kesempatan ini pula, Ning Ita mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi kepada seluruh masyarakat Kota Mojokerto yang telah taat dan tertib dalam melaksanakan PPKM sejak hari pertama diberlakukan. Tentunya, ia juga meminta kepada semua masyarakat agar terus melaksanakan 4M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan menjaga jarak. "Kami dari Satgas Covid-19, mengucapkan terimakasih sekaligus mengapresiasi kepada seluruh masyarakat Kota Mojokerto yang telah taat dan tertib dalam pelaksanaan PPKM hati pertama kemarin, Jumat 15 Januari 2021. Dan kami berpesan kepada suruh masyarakat Kota Mojokerto untuk tetap taat kepada protokol kesehatan, dimanapun berada 4M harus terus dilaksanakan secara ketat," pungkasnya. (yn)