13/02/2021

Sowan ke Ketua MUI Sulsel, Kapolri Sebut Dukungan Ulama Sangat Penting Untuk Menjaga Kamtibmas

 


MAKASSAR,Merdekanews.net  ---- Setelah memberikan arahan kepada para pejabat utama Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melanjutkan silaturrahmi dengan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel 

Anre Gurutta (AGH) KH Sanusi Baco di kediamannya Jalan Kelapa Tiga, Makassar, Jumat (12/2/2021) malam. 


Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan Polri dan ulama serta ormas-ormas besar Islam. Kapolri meminta dukungan para ulama agar turut menyampaikan pesan-pesan kamtibmas melalui dakwah dan ceramah. "Dukungan para ulama sangat penting untuk mewujudkan kamtibmas yang aman dan damai," kata Sigit. 


Sementara Anre Gurutta menyambut baik harapan Kapolri. Hal ini kata dia menjadi catatan tersendiri untuk senantiasa menyampaikan dakwah yang sejuk kepada masyarakat agar tercipta situasi kamtibmas aman dan damai. (misdi) 


12/02/2021

Jurnalis Teripilih Jadi Ketua Panijem



Jember,Merdekanews.net  ------Akhirnya, Totok Sumianta mendapat kepercayaan petani di Jember untuk menjadi Ketua Paguyuban Petani Jember (Panijem), Minggu (07/02/2021). Totok yang profesinya  sebagai jurnalis ini terpilih dalam pemilihan calon tunggal  yang berlangsung secara aklamasi dari pengurus dan petani yang hadir di Desa Kemuningsari, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur. 

Totok mantan wartawan Jawa Pos Radar Jember ini menggantikan Suherman sebagai  Pjs Ketua Panijem, sedangkan Suherman menduduki Pjs yang sebelumnya dipegang almarhum Supar Efendi sebagai Ketua Panijem. Supar menjabat Ketua Panijem baru  berjalan sekitar setahun. Selama rentang waktu ditinggal almarhum Supar Efendi, pengurus dan petani sepakat dilaksanakan pemilihan Ketua Panijem dengan harapan roda kepengurusan dan aktivitas Panijem berjalan. 

Karena itu, anggota Panijem berharap dengan terpilihnya Totok sebagai Ketua Panijem tersebut, dapat membawa Panijem dan petani di kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera. Dan, Ketua terpilih dapat melanjutkan perjuangan dan program yang digagas almarhum Supar Efendi. Karena,  Suherman menjabat Pjs Ketua Panijem menggantikan almarhum Supar Efendi untuk mengisi kekosongan sepeningal almarhum Supar.  

“Secara pribadi, saya sangat mendukung dan percaya penuh terhadap  amanah yang diberikan kepada  mas Totok sebagai Ketua Panijem. Karena, saya tahu betul pribadi dan karakter mas Totok dalam kiprahnya dalam memperjuangkan rakyat selama ini,” kata Suherman, mantan Pjs Ketua Panijem.

Suherman juga mengakui bahwa dirinya mendudukii Pjs Ketua saat itu karena Supar swbagai Ketua Panijem karena meninggal. “Saat itu, saya diminta menjadi Ketua untuk mengisi kekosongan jabatan ketua, karena pak Supar meninggal dunia, Dan saya sendiri, bicara kemampuan, saya ini   tidak ada apa apanya dengan pak Supar, tapi karena  kondisi saja saya siap menjadi ketua sementara saat itu,” beber Suherman. 

Jujur saja, kata Suherman, bahwa Panijem dan dirinya secara pribadi merasa kehilangan pak Supar, karena beliaunya (pak supar) sangat gigih dan getol memperjuangkan nasib petani. 

”Pak Supar itu sangat gigih dan getol memperjuangkan nasib petani. Ide dan pemikirannya terhadap nasih petani sangat tinggi. Salah satunya masalah keberadaan pupuk kimia. Karena dinilai pak Supar bahwa pupuk kimia itu sangat membahayakan kesehatan manusia,” jlentrehnya. 

Tapi nyatanya, jelas Suherman bahwa pupuk kimia masih dipakai petani. Mestinya, pemerintah sebagai pengambil kebijakan bertindak cepat dan tegas memutus pemakaian pupuk kimia yang jelas membahayakan kesehatan manusia. 

” Ini yang bikin saya heran termasuk pak Supar, pemerintah tidak bertindak tegas. Karena, mas Totok sebagai Ketua Panijem bisa menyampaikan ke pemerintah agar pupuk kimia, pemakaiannya dihentikan total,” katanya. 

Menurut Suherman, Supar itu  semangatnya luar biasa untuk memperjuangkan petani. “Pak Supar itu siang malam yang dipikirkan  adalah petani. Saya bersama pak Supar sudah sejak tahun 2008, saat itu , yaa mikir petani,” ujarnya. 

Tapi tak hanya Suherman yang merasa kehilangan Pak Supar, Sukemi pengurus Panijem lainnya juga ikut merasakan kegigihannya memperjuangkan nasib petani.”Saya tidak mengira kalau pak Supar begitu cepat dipanggil  Alloh SWT.  Oleh karena itu, Saya berharap mas Totok bisa melanjutkan perjuangannya pak Supar,” paparnya. 

Lain halnya dengan Sudarsan anggota pengurus Panijem lainnya, dirinya mengaku banyak kenangan dengan almarhum pak Supar.”Pak Supar itu sering komunikasi dengan saya yang dibahas masalah petani. Kalau membahas petani, utamanya masalah pupuk kimia, tak pernah habis,” ujar Sudarsan.

Sudarsan mengaku bahwa dirinya pernah mendengar langsung dari pak Supar bahwa pupuk kimia itu merusak tanah. Tapi anehnya,  pemerintah ini sudah tahu kalau pupuk kimia itu merusak tanah kok masih disubsidi, konon nilainya triliun.

 “Laa disini ini yang bikin pak Supar kecewa berat dan sering diungkapkan. Pemerintah ini bagaimana, wong sudah tahu dampaknya kimia, kan mestinya petani diajak ngomong,” terang Sudarsan. 

Kata Sudarsan, pak Supar mampu membikin pupuk organik yang kualitas dan mutunya di Jember tidak ada yang menandingi, termasuk pakar pertanian di Jember. 

” Untuk itu, dengan terpilihnya mas Totok jadi Ketua Panijem, pupuk organiknya Pak Supar agar diperjuangkan. Organiknya itu dinamai organik instan, karena ibarat gabah, organiknya pak Supar siap untuk dimakan tanaman,”  paparnya. 


Itulah kehebatannya organik instan temuannya pak Supar.” Yang pasti di Jember belum ada yang mampu menandingi, info dari pak Supar, organik temuan para pakar pertanian masih hebat milik pak Supar,” bebernya.

Sekali lagi, Sudarsan sangat berharap dan meminta dengan hormat kepada Ketua Panijem yang baru terpilih (Totok Sumianta)  mampu memperjuangkan pupuk organik produk pak Supar bisa Goo Nasional bahkan mendunia. 


Sementara itu, Ketua Panijem Totok Sumianta mengatakan, bahwa amanah yang dipercayakan kepada dirinya adalah mempunyai pertanggungjawab. Dengan amanah ini dirinya akan semaksimal mungkin berusaha dan berjuang untuk petani utamanya masalah pupuk. 

”Saya akan berusaha semaksimal mungkin yang diharapkan Panijem, tapi ini semua tak lepas dari kebersamaan. Saya optimis, amanah ini akan sukses menjadikan sehat dan sejahtera membutuhkan kebersamaan,” kata mantan wartawan Jawa Pos Radar Jember ini.


Totok menambahkan, bahwa dirinya akan mengkomunikasikan dan menyampaikan uneg uneg dan keluh kesah yang dirasakan petani kepada pemerintah agar nasib petani bisa hidup sehat dan sejahtera.  

“Apa yang dirasakan petani akan saya komunikasikan kepada pengambil kebijakan. Pengambil kebijakan ini harus tahu dan memahami serta mengerti dan peduli terhadap petani.  Khusus Jember saja , 60 persen warga Jember berlatarbelakang petani,” pungkasnya. (tim**) 


Gubernur Sulsel dan Kapolri Resmikan Rumah Polisi Korban Gempa di Sulbar

 


JAKARTA ,Merdekanews.net --- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan pembangunan 50 rumah hunian tetap untuk aparat kepolisian beserta keluarganya yang menjadi korban gempa bumi di Sulawesi Barat (Sulbar). 


Peresmian itu disimbolkan melalui peletakan batu pertama oleh Gubernur Sulsel dan Kapolri. Pembangunan rumah tersebut merupakan bantuan resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. 


"Gubernur Sulsel memberikan bantuan kepada anggota Polri, yang terdampak gempa," kata Sigit dalam kunjungan kerjanya, Jumat (12/2/2021).


Mantan Kabareskrim Polri itu menjelaskan, pemberian bantuan itu merupakan bentuk persaudaraan antara pemerintah provinsi yang dimana masyarakatnya sedang mengalami kesulitan akibat bencana alam. 


"Sebagai bentuk nilai persaudaraan walaupun beda propinsi tetapi merasa empati sebagai warganya. Karena sebelum pemekaran Sulbar merupakan wilayah Sulsel," ujar Sigit. 


Dengan adanya pembangunan ini, Sigit berharap seluruh personel kepolisian termotivasi dan terpacu untuk terus semangat untuk menjalankan tugasnya dalam menjaga kamtibmas. 


"Diberikan motivasi agar tetap semangat dengan meningkatkan persaudaraan dan persatuan. Tetap waspada situasi Covid-19 dan menerapkan protokol kesehatan," ucap Sigit. 


Sekadar diketahui, Sulawesi Barat diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 beberapa waktu lalu. Akibatnya, sejumlah bangunan mengalami kerusakan cukup parah. 


Saat ini tercatat sebanyak 11.423 rumah warga di Mamuju dan 4.099 unit rumah warga di Majene rusak. (misdi) 


Tekan Penyebaran Covid-19, Kapolri Apresiasi Kampung Tangguh Balla Ewako Sulsel



MAKASSAR,Merdekanews.net ---- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait penanganan Pandemi Covid-19 atau virus corona. Dalam kegiatannya, Sigit meninjau dan mengapresiasi program kampung tangguh Balla Ewako. 


Menurut Sigit kampung tangguh Balla Ewako mampu menekan angka penyebaran Covid-19. Hal itu terbukti bahwa, Provinsi Sulsel yang tadinya zona merah kini menjadi zona hijau.


"Saya apresiasi terkait angka Covid-19 di Sulsel yang dulunya masuk zona merah dan dengan kegiatan Balla Ewako yang didukung disiplin menerapkan Prokes bisa berubah menjadi zona hijau," kata Sigit dalam kunjungan kerjanya, Kamis (11/2/2021).


Sigit dan jajaran juga mensosialisasikan soal penerapan protokol kesehatan (prokes) memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak (3M) dan testing, tracing, treatment 3T.


Adapun jumlah kampung tangguh nusantara di Sulsel sebanyak 2.670 tersebar di 3.048 desa/kelurahan. Lantaran efektif untuk menekan penyebaran virus corona, Sigit berharap masyarakat Sulsel mau terlibat aktif dalam mendukung program kampung tangguh Balla Ewako tersebut. Mengingat, kerjasama seluruh elemen masyarakat diperlukan di masa pandemi ini.


"Tolong  pertahankan ini, dan bersama-sama kami gelorakan program Kampung Tangguh Balla Ewako untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dan semoga tetap dala Zona Hijau,” ujar mantan Kabareskrim Polri itu.


Dalam peninjauannya, mantan Kapolda Banten itu mengecek beberapa fasilitas yang tersedia berupa ruang isolasi, ruang membaca, dan lahan tempat ketahanan pangan yang di sediakan secara swadaya oleh masyarakat, guna membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan, gudang bantuan logistik, dapur umum untuk warga serta kegiatan budidaya ikan, sayur mayur dan lainnya.


Pada kesempatan itu, Sigit juga membagikan 20.000 masker dan 20.000 botol Hand Sanitizer kepada perwakilan Balla Ewako yang diterima para ketua RT, Bhabinkamtibmas dan Babinsa. (misdi) 


11/02/2021

Kapolres Lumajang Bersama F-Jinlu Adakan Bakti Sosial

 


Lumajang,Merdekanews.net --- - Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.IK, M.Si, menggelar roadshow dan tatap muka bersama komunitas Forum Jurnalis Independen Lumajang (F-Jinlu), dan sekaligus membagikan beras yang diberikan warga miskin.Rabu (10/2/2021). 


Kapolres didampingi ajudan bertemu dengan komunitas F-Jinlu dan masyarakat sekitar warung kopi, Cak Imam. Dalam obrolannya, Kapolres juga mengatakan pihaknya akan senantiasa merangkul semua elemen masyarakat, termasuk rekan rekan awak media, demi tercipta suasana keakraban.



"Acara seperti ini (roadshow) akan terus dilakukan, agar hubungan antara Kepolisian dengan komunitas wartawan semakin harmonis," kata Kapolres.


Masih dalam roadshow, Kapolres juga membagikan sembako untuk warga yang tidak mampu. Dan, dirinya siap berbaur dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya pada kegiatan sosial.


"Saya siap bergabung kalau ada kegiatan sosial. Tolong kabari bila ada kegiatan sosial di masyarakat. Saya siap hadir," ujar Kapolres. 


Saat berkumpul dan diskusi santai dengan anggota F Jinlu 3G, ada beberapa poin yang didapat diantaranya,  Kapolres  ingin berkunjung ke tugu monumen Polri atas perjuangan Iptu Jamaari dalam menghadapi pertempuran. 


" Alhamdulillah mas, saya sangat berterima kasih diberi penambahan wawasan terkait tugu monumen Polri yang penuh sejarah, dan saya pasti akan berkunjung ke lokasi di Desa Tumpeng Kecamatan Candipuro," tuturnya.


Disinggung  tentang Kamtibmas di Lumajang, lagi lagi beliau mendapatkan saran dari rekan rekan F-Jinlu, agar peran dari Limas khususnya yang berada di kelurahan juga harus diaktifkan, seiring optimalnya satgas keamanan desa.


Misdi selaku Ketua Forum Jurnalis Independen Nasional Lumajang (F Jinlu)  mengatakan bahwa dalam momen Hari Pers Nasional, tidak bisa merayakan secara berlebihan dikarena kondisi pandemi ini, dan harus selalu patuhi Prokes.


Akan tetapi F-Jinlu akan melakukan kegiatan yang nyata dan bisa dirasakan  masyarakat, dengan membagikan beras untuk warga yang tidak mampu dan sekaligus membagikan masker.


" Saya mengucapkan  terima kasih atas kedatangan Kapolres Lumajang ke Sekretariat F-Jinlu, walaupun cuma sebentar akan tetapi kesan cukup mendalam bagi kami," tuturnya.


Sekretaris Jenderal F-Jinlu menyampaikan di HPN ini rekan rekan gelar pemantapan dan sekaligus rembug, berpikir bersama dengan anggota F-Jinlu dengan harapan ikut berpartisipasi dalam membangun Lumajang yang hebat dan bermartabat.


Atas kedatangan orang nomor satu di jajaran Polres Lumajang ini, diucapkan terima kasih atas bantuan beras yang kemudian diberikan pada warga miskin dan  janda.


Untuk kedepannya, program forum jurnalis independen nasional Lumajang, disamping memberikan berita yang nyata , akurat dan terpercaya, sekaligus sebagai kontrol dan melakukan aksi nyata berupa bakti sosial, dengan harapan aksi sosial bisa dirasakan dan dinikmati warga   kurang mampu. Dan ungkapan semua pihak bahwa sampai hari ini masih mempercayai F-Jinlu andil dalam berbagai kegiatan.


" F -Jinlu sampai kapan tetap peduli dan terus membantu terhadap orang miskin, dan kami akan selalu berkerja sama dengan semua OPD untuk mensukseskan program untuk rakyat Lumajang," tandasnya. (misdi) 



Kapolri Lepas 40.366 Bhabinkamtimas Sebagai Tracer Penyebaran Covid-19

 



JAKARTA,Merdekanews.net -----Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyebar lebih dari 40 ribu personel Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah Indonesia untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.


“Setidaknya daa 40.366 personel Bhabinkamtimbas yang sudah disiapkan untuk bertindak sebagai tracer sebagai 7 langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,” jelas Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam amanatnya yang disampaikan saat apel serentak kesiapan Bhabinkamtibmas dan tenaga kesehatan sebagai tracer dan vaksinator Covid-19, Kamis (11/2/2021).


Menurut Kapolri, hal itu seiring dengan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), bahwa selain disiplin protokol kesehatan, penerapan penguatan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) juga menjadi kunci dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19 ini.


Kapolri menyebutkan, saat ini saat ini Polri telah menyiagakan 13.500 personel tenaga kesehatan. Sebanyak 900 orang diantaranya telah dilatih untuk menjadi vaksinator oleh Bapelkes/BBBK Kementerian Kesehatan, dan 12.600 personel lainnya dalam waktu dekat akan diberikan pelatihan serupa.


“Vaksinator dan tracer Polri ini disiagakan dalam rangka membantu tugas tenaga kesehatan, khususnya pemberian vaksinasi terhadap anggota Polri maupun kepada masyarakat umum, serta berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat dalam upaya tracing sebagai langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,” papar jenderal bintang empat tersebut.


Listyo Sigit juga berharap kepada seluruh tenaga vaksinator dan tracer Covid-19 yang telah diberikan pelatihan, akan menjadi tenaga Polri yang cakap dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.


Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut di masyarakat, Kapolri juga menekankan adanya sikap senantiasa bersinergi dengan seluruh Babinsa TNI dan juga petugas dinas kesehatan di wilayah masing-masing.


Kapolri juga menyebut, di luar tantangan dan kesulitan yang datang bersama pandemi Covid19, pihaknya juga harus senantiasa optimis bahwa selalu ada peluang untuk membuat lompatan kemajuan. 


Tidak hanya keluar dari situasi krisis pandemi Covid-19, tapi bahkan peluang untuk menjadikan Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi sejajar dengan negaranegara maju di dunia.


“Bapak Presiden RI telah menekankan bahwa untuk mengatasi pandemi Covid- 19 dengan segala dampaknya, seluruh komponen Bangsa harus bahu membahu menerapkan disiplin ketat menjalankan protokol kesehatan di manapun dan kapanpun. Optimisme masyarakat harus terus dijaga dengan keseriusan dan upaya pemerintah melakukan percepatan penanganan pandemi Covid-19,” pesan Kapolri.


Adapun apel kesiapan yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan menggelar tenaga kesehatan sebagai vaksinator dan Bhabinkamtibmas sebagai tracer ini merupakan wujud keseriusan Polri dalam membantu pemerintah menanggulangi Covid-19 dan mendukung program vaksinasi nasional. (misdi) 


Kapolda Beri Penghargaan Anggota Teladan dan Kampung Tangguh Semeru Terbaik Di Jatim.


SURABAYA,Merdekanews.net ----- Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, berikan penghargaan kepada anggota teladan di seluruh Jawa Timur, dan Kampung Tangguh Semeru (KTS) terbaik dari masing-masing Polres Jajaran.


Pemberian penghargaan tersebut diberikan dalam acara Kapolda Jatim Award 2021, yang berlangsung pada Kamis (11/2/21) di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim,Jalan Ahmad Yanii 116 Surabaya.


Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim dan diikuti oleh seluruh Polres Jajaran ini dilaksanakan secara virtual dari masing-masing Polres.


Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta mengucapkan selamat bagi anggota, KTS, dan Kesatuan yang telah mendapatkan penghargaan. 


"Bukan berarti yang lainnya tidak bagus, tetapi dari beberapa parameter penilaian dan perdebatan yang sengit, sehingga diputuskan pemenangnya," ujar Kapolda Jatim mengawali sambutannya.



Kapolda Jatim menghimbau dan mengajak kepada seluruh anggota yang ada di jajaran Polda Jatim, pimpinan kampung tangguh, dan kesatuan yang lain, untuk tetap semangat dalam bekerja.


"Mari kita tetap melaksanakan tugas wewenang dan tanggung jawab, dengan baik,karena dimanapun kita bertugas, selama kita mendapat Surat Keputusan, maka Tugas Wewenang dan Tanggung Jawab melekat kepada kita,"tegas Irjen Nico. 


Selain itu, Kapolda Jatim juga berpesan kepada anggotanya untuk membangun komunikasi yang baik, karena dengan komunikasi yang baik merupakan kunci keberhasilan, dan pekerjaan akan lebih baik. 


"Pasalnya tidak semua orang mempunyai pemikiran yang sama seperti yang kita pikirkan, maka diperlukan jalinan komunikasi yang baik antara anggota, dengan pimpinan, dengan lingkungan, maupun dengan masyarakat, untuk mencapai satu tujuan,"tambah Irjen Nico.


Untuk itu lanjut Irjen Nico perlu melaksanakan anev dan komunikasi, sehingga tujuan organisasi bisa tercapai.


Menurut Irjen Nico jika ada kesatuan berhasil, anggota berhasil, Kabag, kasat bisa berhasil, pasti komunikasinya baik. Karena bisa menyampaikan apa yang diinginkan sehingga tujuannya bisa tercapai.


"Hasil tidak akan menghianati proses," tegas Irjen Nico.


Sementara itu dikomfirmasi secara terpisah,Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan,pemberian reward ini dilakukan sebagai motivasi kepada anggota di seluruh Jawa Timur, yang sudah bekerja dengan baik.


" Penilaian dilakukan oleh tim khusus yang dibentuk oleh bapak Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, untuk menjaring dan melakukan parameter penilaian kepada setiap anggota yang telah bekerja dengan baik," kata Kombes Pol Gatot usai kegiatan penyerahan penghargaan oleh Kapolda Jatim.


Adapun kategori penilaian yang paling utama adalah masalah Kampung Tangguh Semeru, selanjutnya penilaian untuk anggota yang bekerja dengan terbaik, dan kepada Kasat atau Kabag yang bekerja dengan baik serta Polres terbaik, dari 39 Polres di Jatim. 


Penilaian dari tim penjaring dimulai sejak 6 bulan lalu, yakni bulan Oktober 2020,untuk mencari orang yang tepat mendapatkan penghargaan. 


Penilaian tersebut kata Kabid Humas Polda Jatim dilihat dari pembinaan maupun operasionalnya, namun untuk anggota teladan dinilai dari sikap-sikap perwujudan tribratanya, dan sikap-sikap perwujudan catur prasetyanya. 


"Dari mulai kejujuran, loyalitas, dan dedikasi yang tinggi dalam mengemban tugas, dan ditunjuk 10 anggota teladan, dari seluruh anggota di Jawa Timur," pungkas Kabid Humas. (misdi).