02/08/2021

PEMKAB MOJOKERTO TELAT KEHABISAN VAKSIN

 

mojokerto merdekanews.net Capaian vaksinasi warga baru mencapai 17,8 persen dari target kekebalan kelompok (herd immunity).


Namun, ketersediaan vaksin Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur saat ini sudah habis.

 DilaksanakanBupati Mojokerto: BSP Juli 2021 Sebanyak 53.595 KPM

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjelaskan, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, untuk mencapai kekebalan herd immunity bagi masyarakat Mojokerto, vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, harus sudah memvaksin sebanyak 815.557 warga, agar tercipta kekebalan kelompok.


“Untuk Kabupaten Mojokerto saat ini, kami tidak ada ketersediaan vaksin,” kata Ikfina saat memantau vaksinasi Covid-19 di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Sabtu (31/7/2021).


Sasaran vaksinasi meliputi, 3.946 SDM kesehatan, 62.475 Lansia, 81.447 petugas publik, 568.118 masyarakat rentan, dan umum, serta 99.571 remaja usia 12-17 tahun.


“Dan masyarakat rentan terdiri dari penduduk pra-Lansia usia 50-59 tahun, karyawan pabrik, santri, dan pelaku pariwisata,” jelas Ikfina.


Namun hingga hari ini, Ikfina mengaku, belum mendapat kabar drop vaksin Covid-19 lagi, untuk Kabupaten Mojokerto.


“Kami belum dapat kabar. Selain melalui sistem yang sudah diberikan, kami juga akan secara aktif dalam bentuk surat tertulis ke Ibu Gubernur untuk bisa diberikan perhatian,” jelas Ikfina.


Meski begitu, tambah Ikfina, vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, masih terus berjalan.


Yakni, menggunakan vaksin yang disalurkan pemerintah pusat melalui TNI dan Polri.


“Vaksin ini kan melalui empat jalur. Melalui pemerintah, TNI, Polri, dan ada vaksin gotong-royong bagi perusahaan-perusahaan melalui Kadin” tukas Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. (jekyridwan)

Personel Gabungan Tiga Pilar Gelar Patroli Pantau Penerapan PPKM Level 4



LUMAJANG-Dengan diterapkannya PPKM Level 4 sebagai upaya pengendalian persebaran virus covid 19, petugas gabungan semakin gencar melaksanakan Himbauan Prokes dan antisipasi kriminalitas di wilayah Lumajang.


Kegiatan penegakan PPKM Level 4 yang digelar setiap hari termasuk di waktu malam, seperti halnya pada Sabtu (31/7/2021), petugas gabungan menyambangi tempat warung kopi yang berkerumun.


Personel gabungan terdiri Polres, Kodim 0821, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Lumajang memberikan himbauan prokes 5 M kepada warga yang sedang berkerumun di warung kopi.


"Petugas memberikan himbauan kepada warga yang berkerumun untuk tetap mematuhi prokes 5M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitasm dan menjauhi kerumunan," Ujar Paur Subbag Humas Polres Lumajang, Minggu (1/8/2021).


Lanjutnya, petugas mengingatkan bahwa kasus lonjakan covid 19 terjadi dimana-mana termasuk di wilayah Lumajang. Kepada warga masyarakat diminta untuk tidak kendor melaksanakan Prokes dan tetap waspada serta patuhi PPKM level 4 yang sedang digalakkan di Kabupaten Lumajang.


"Diharapkan dengan diperketatnya aturan melalui PPKM Darurat ini serta melalui pengawasan yang ketat, kasus covid 19 di wilayah Kabupaten Lumajang segera bisa turun dan bisa ditekan," lanjut dia.


Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan sejumlah rumah sakit rujukan pasien confirm positif dan ketersediaan tabung oksigen, seperti rumah sakit Wijaya Kusuma Lumajang, RSUD dr. Haryoto Lumajang, Islam Lumajang, dan Muhammadiyah Lumajang.


"Hasil pantauan di Rumah sakit Haryoto tabung oksigen besar ada yang sedang kecil habis, dan Rumah sakit islam terpenuhi," ujar Shinta.


Diharapkan dengan adanya patroli gabungan tersebut dengan menyampaikan himbauan dan memberikan pemahaman dapat secepatnya mengurangi penyebaran Covid 19 dan segera pulih kembali.


"Tugas ini dilaksanakan hingga Pandemi selesai. Semoga dapat secepatnya pulih," pungkas Ipda Andrias Shinta. (Humas Polres Lumajang)

01/08/2021

Cek Penggunaan Aplikasi Tracer Silacak, Panglima TNI dan Kabaharkam didampingi Forkopimda Jawa Timur



Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dampingi Panglima TNI serta Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) melakukan kunjungan di Jawa Timur, pada Sabtu (31/7/202


Dalam kunjungannya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto, melakukan pengecekan terhadap tim Nakes dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa di lapanga


Pengecekan tersebut dilakukan di sejumlah Puskesmas di Jawa Timur, diantaranya Puskesmas Porong Sidoarjo, Puskesmas Lawang, Puskesmas Singosari, dan Puskesmas Polowijen Blimbing


Disetiap kunjungannya, Panglima TNI dan Kabaharkam melakukan pengecekan kepada anggota TNI Polri di lapangan, terkait kemampuan dalam melakukan Tracing, Testing dan Treatment (3T) dengan menggunakan Aplikasi Silacak


Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam melakukan 3T kepada masyarakat yang terpapar covid-19, guna percepatan penanganan kasus di Puskesmas dimasing - masing daera Buath.. . n.1).ing daerah.

Kapolres Lumajang Lakukan Koordinasi Dengan Rumah Sakit Terkait Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid 19



LUMAJANG-Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si. melaksanakan Kegiatan Koordinasi dan Pengecekan terkait Tempat dan Pemulasaraan Jenazah Covid 19 di Rumah Sakit Umum dr Haryoto Kabupaten Lumajang, Jumat (30/7/2021).


Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si, Kepala Rumah Sakit Umum dr. Haryoto Kabupaten Lumajang, Kasat Intelkam dan Kasat Binmas Polres Lumajang.


Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, penanganan pasien yang meninggal harus dilakukan dengan protokol kesehatan, dan pemakaman di lakukan oleh BPBD Lumajang dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).


"Kalau keluarga tidak menghendaki peti bisa dimakamkan oleh keluarga tetapi harus menggunakan APD," Ujarnya, Sabtu (31/7/2021)


Selama pemulasaran jenazah keluarga boleh menyaksikan akan tetapi dengan menggunakan APD. Dan pengawasan dilakukan petugas TNI-Polri agar pelaksanaan benar-benar sesuai prokes.


"Selama penanganan terhadap pasien yang meninggal harus berhati-hati, harus saling berkoordinasi dengan gugus depan covid-19," terang Eka.


Kapolres menambahkan, petugas melakukan pengamanan di rumah sakit jika ada pasien Covid-19 meninggal, karena antisipasi ada pengambilan paksa jenazah Covid atau penolakan pemakaman secara prokes.


"Yang harus waspadai adalah warga yang mengambil paksa jenazah pasien covid-19," ujarnya. (Humas Polres Lumajang)

Audensi / diskusi Forkopimda kota kediri Bersama Pengurus PMII Cabang Kediri



Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi, S.I.K., M.H bersama Forkopimda Kota Kediri melakukan audensi dengan Pengurus PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Imdonesia) Cabang Kediri dalam upaya penggalangan guna mencegah adanya rencana aksi turun ke jalan yang dilakukan oleh elemen mahasiswa sehubungan dengan adanya postingan di media sosial.


Audensi yang berlangsung pada hari Jum'at tanggal 30 Juli 2021, Pukul 10.00 Wib bertempat di ruang joyoboyo Pemkot Kota Kediri tersebut dihadiri oleh Walikota Kediri, Dandim 0809 Kediri, Kajari Kota Kediri, Ketua Umum dan pengurus PMII Cabang Kediri.


Dalam audensi tersebut perwakilan dari PMII menyampaikan bahwa secara prinsip mendukung dalam pelaksanaan PPKM di Kota Kediri dan menghimbau pemerintah maksimal dalam melaksanakan kebijakan dan pihak PMII menyadari pandemi ini bukan salah pemerintah dan pejabat politik akan tetapi covid ini musibah kita bersama.


"Kita rekan-rekan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi PMII, HMI, GMNI dan IMM sudah melaksanakan vaksinasi bersama polres Kediri dan didalam mengajak vaksinasi kepada rekan-rekan mahasiswa itu ada cara atau treatment-treatment khusus dikarenakan banyak berita hoak terkait dengan vaksin." ungkap perwakilan PMII


Harapan perwakilan dari PMII sebagai mahasiswa ikut berperan didalam menanggulangi pandemi ini, dan alangkah baiknya dimasa yang serba susah ini kita melaksanakan bersama dengan elemen mahasiswa maupun dengan elemen lainnya.


"Kita apresiasi keikut sertaan dari para adek PMII didalam penaggulangan Covid 19. karena masalah covid ini adalah takdir dimana pemerintah tidak bisa bekerja menanggulangi sendiri tanpa keikut sertaan rekan rekan dari semua elemen masyarakat termasuk rekan rekan adek dari PMII ( Pergerakan Mahasiswa Islam Imdonesia ). Dimana dengan adanya keberadaan mahasiswa masyarakat bisa lebih leluasa bercerita." Ungkap AKBP Wahyudi, S.I.K., M.H.



Di dalam audensi pijak PMII ( Pengerakan Mahasiswa Islam Indonesia ) Cabang Kediri berkomitmen siap mendukung dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri bersama TNI/POLRI dalam pelaksanaan PPKM Level 4 di Kota Kediri dalam rangka penanganan dan memutus penyebaran Wabah Covid 19. Dan siap membantu dalam sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait dengan pentingnya vaksinasi serta kegiatan sosial bagi masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah.(*)

Kapolri Siapkan Strategi Capai Vaksinasi 70 Persen di Hari Kemerdekaan



JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan strategi vaksinasi massal sebagai hadiah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2021 nanti, pelaksanaan percepatan vaksinasi massal bisa mencapai 70 persen. 


Terkait dengan target tersebut, Sigit mengungkapkan bahwa, telah menginstruksikan kepada seluruh Kapolda jajaran untuk melakukan percepatan vaksinasi guna meraih target di Hari Kemerdekaan RI tersebut. 


"Kami laksanakan Vicon dengan para Kapolda pada tanggal 17 Agustus, Insya Allah kami dibantu dengan kerjasama rekan-rekan baik Pemda, TNI serta seluruh relawan akan mampu capai target 70 persen untuk vaksin bersama," kata Sigit di Polda Metro Jaya, Minggu (1/8/2021).


Menurut Sigit, guna mencapai target 70 persen vaksinasi tersebut diperlukan pengorganisasian dan strategi yang baik. Diantaranya, adalah seperti yang akan dilaksanakan di Jakarta yakni melakukan 'Gerakan Vaksinasi Merdeka'. 


"Perlu ada pengorganisasian yang bagus kemudian strategi yang bagus. Tadi setelah dipaparkan, kami kemudian jadi jelas bahwa target ini bisa tercapai," ujar Sigit. 


Selain gerakan vaksinasi massal, Sigit menekankan, dalam percepatan pembentukan Herd Immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona, pihak kepolisian juga telah membuka gerai-gerai vaksinasi. 


Diketahui, 'Gerakan Vaksinasi Merdeka' di Jakarta akan diselenggarakan di 668 titik gerai vaksinasi yang tersebar di 900 RW, yang berada di Jakarta dengan melibatkan 4.500 relawan yang terdiri dari 1.800 orang tenaga medis, dokter pelaksana screening dan vaksinator. Dan 2.700 orang non tenaga medis, observator dan input administrasi. 


Setiap relawan akan mendapatkan penggantian ongkos transportasi melalui aplikasi Gojek dan insentif. Target yang akan dicapai yaitu 200 suntikan per-RW per hari mulai dari 1 Agustus, sehingga dapat mencapai 3.060.000 suntikan pada saat hari Kemerdekaan RI ke-76 tanggal 17 Agustus nanti.



Polres Pamekasan Gelar Vaksinasi Mobile Presisi di Pasar Kolpajung



Pamekasan – Guna mendukung percepatan Vaksinasi untuk mewujudkan Herd Immunity. Polres Pamekasan menggelar vaksinasi mobile Presisi atau keliling untuk mempermudah masyarakat mendapatkan vaksinasi secara gratis.

Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar, S.I.K., M.Si melalui Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Nining Dyah PS menjelaskan,’ bahwa Vaksinasi dilaksanakan oleh vaksinator Polres Pamekasan dengan menggunakan kendaraan urkes Polres Pamekasan.

"Kami punya satu unit vaksinasi mobile dan bisa mencapai wilayah masyarakat yang kepadatan penduduknya yang cukup tinggi," kata Kasubbaghumas

" Syarat untuk vaksin hanya menunjukkan KTP saja, Vaksinasi untuk hari ini bertempat di Pasar Kolpajung Jl. Ronggosukowati Kab. Pamekasan," ucap AKP Nining Dyah 

Dengan adanya vaksinasi mobile Presisi ini, kami harapkan target pembentukan Herd Immunity terhadap Covid-19 di wilayah hukum Polres Pamekasan akan segera terwujud," ujar Kasubbaghumas

Pada kesempatan tersebut Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar, S.I.K., M.Si bersama PJU Polres Pamekasan tinjau langsung giat Vaksinasi Mobile Presisi di Pasar Kolpajung yang dilakukan oleh Urkes Polres Pamekasan.