12/08/2021

Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawaijaya Apresiasi Arema Pelopor Vaksinasi



MALANG,- Polres Se Malang Raya bekerjasama dengan jajaran TNI dan Pemerintah Se Malang Raya, melaksanakan kegiatan Vaksinasi Merdeka Semeru. Yang diselenggarakan di tiga lokasi Polresta Malang Kota, Malang Kab dan Batu pada Rabu (11/8/2021) sore.


Hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Pejabat Utama Polda Jatim, Pejabat Utama Kodam V Brawijaya, Kapolresta Malang, Kapolres Malang Kabupaten dan Kapolres Batu serta forkopimda Malang Raya


Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, menyebutkan, hari ini Polres Malang Kota menginisiasi Vaksinasi bagi suporter Arema serta warga Malang dan sekitarnya, vaksinasi yang diselenggarakan ini bertepatan dengan HUT RI ke-76 dan juga ulang tahun Arema Malang. Jumlah peserta vaksin 1.100 orang dengan dibantu 25 orang tenaga kesehatan gabungan terdiri dari Polresta Malang, Polres Malang, Polres Batu, Kodim 0833 Malang dan Dinas Kesehatan Malang.


"Jumlah peserta vaksinasi sebanyak 1.100 orang, dengan dibantu oleh Nakes yang berasal dari Polres Malang Raya, Kodim Malang dan Dinkes Malang. kegiatan ini sendiri dilaksanakan di tiga lokasi, Kota Malang, Kabupaten Malang dan Batu," jelas Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Rabu (11/8/2021) sore.


Irjen Nico menambahkan, kami sangat apresiasi kepada petugas pelaksana yang terdiri dari petugas gabungan TNI, Polri dan juga jajaran pemerintah kota malang dan juga Arema yang mengikuti vaksin.


"Ini merupakan contoh yang sangat baik dalam melaksanakan program pemerintah khususnya vaksinasi "Ayo rek teko kabeh divaksin" (Ayo datang semua divaksin) supaya mendapatkan herd imunity, kami yakin Arema menjadi pelopor menyebarkan informasi kepada masyarakat supaya datang dan divaksin," tambahnya.


Meski peringati hari ulang tahun klub sepak bola Arema Malang, namun tidak ada konvoi di kota malang. Sehingga saya dan bapak Pangdam V Brawijaya serta pak Sekda mengapresiasi hal itu. Mudah mudahan Arema menjadi pelopor dalam kampanye vaksinasi dan pelaksanakan protokol 5M kepada seluruh masyarakat Malang dan sekitarnya.


Usai melaksanakan pengecekan vaksinasi, Forkopimda jatim menyerahkan bansos kepada masyarakat Malang dan sekitarnya yang membutuhkan.

Kapolda Jatim saat cek Vaksinasi: Saya Bangga Jadi Alumni SMPN 1 Surabaya

 


Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, bersama Pejabat Utama Polda Jatim, melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi Merdeka dosis kedua di SMP Negeri 1 Surabaya, Kamis (12/8/2021).


Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka ini diperuntukan bagi pelajar SMPN 1 Surabaya yang melaksanakan vaksin tahap ke II, dengan capaian target vaksin sebanyak 1000 dosis vaksin. Selain itu, kegiatan vaksinasi ini didukung dengan tenaga kesehatan gabungan, terdiri dari petugas vaksinasi Polri 10 personel, Dinkes 10 personel dan Relawan 25 personel.


Dalam kunjungannya, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta juga memberikan motivasi kepada seluruh pelajar di Jawa Timur, khususnya di SMPN 1 Surabaya, untuk mensukseskan program vaksinasi ini. Diharapkan herd immunity dapat segera terbentuk sehingga pelajar sekolah dapat kembali melakukan pembelajaran secara tatap muka sesuai dengan keputusan pemerintah. 


"Adik-adikku sekalian tidak terasa bahwa dulu saya pernah sekolah di sini dari tahun 1983 sampai 1986, sekolah ini banyak meloloskan orang-orang yang sekarang banyak berkecimpung baik di pemerintahan, kedokteran, maupun di hal-hal lainnya yang sangat membanggakan," tandasnya didampingi Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Jatim, Kapolresta Surabaya, dan Walikota Surabaya. 


"Saya sangat bangga menjadi alumni SMPN 1, tentunya apa yang adik-adik laksanakan sekarang merupakan jenjang untuk berikutnya. Saya mengambil pepatah, apa yang kau dapat hari ini, karena kemarin, dan apa yang kau dapat nanti, itu karena hari ini," papar Kapolda yang juga sebagai alumni SMPN 1 Surabaya. 


Lebih lanjut, Kapolda Jatim memberikan semangat kepada para pelajar untuk terus belajar dengan baik, menurut kapolda, ini adalah salah satu bekal untuk menapak jejak lebih tinggi lagi. Sehingga suatu proses memang membutuhkan perjuangan. 


"Tetap semangat dengan tiga hal, saya singkat MANTAP. Yang artinya Iman, Kemauan, dan Pengetahuan. Seseorang bisa maju kalau bisa dilengkapi dengan MANTAP," tuturnya. 


Kapolda menjelaskan, MANTAP dalam tiga hal tersebut mempunyai makna yang berbeda. Yang pertama, jangan lupa untuk tingkatkan iman, sebagai contoh kalau beragama islam ya sholat, kalau beragama Kristen ya ke gereja. Itu lebih dikuatkan, karena hidup kita pasti tidak lepas dari kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa. 


Lalu yang kedua adalah kemauan. Jadi harus punya kemauan yang kuat di dalam memajukan dirinya, karena orang yang mempunyai kemauan kuat, seperti kata pepatah gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. 


"Jadi adik-adik juga kalau berikutnya mau masuk ke SMAN 5, SMAN 2, atau, SMA mana pun yang diinginkan harus punya kemauan," ucapnya. 


Lalu yang ketiga adalah masalah pengetahuan. Pengetahuan adalah bekal. Jadi sekolah ini adalah fase berikutnya, untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Dengan banyaknya pengetahuan, maka kita bisa dengan mudah menyelesaikan persoalan. 


"Persoalan tidak bisa selesai tanpa ilmu pengetahuan. Jadi ilmu pengetahuan yang baik, pasti nanti bisa menyelesaikan persoalan dengan baik," jelasnya Kapolda Jatim saat memberikan motivasi kepada pelajar di SMPN 1 Surabaya.  


"Saya bangga menjadi alumni SMPN 1 Surabaya, saya bangga juga bisa hadir di sini, ketemu dengan kepala sekolah, ketemu dengan pak Walikota Surabaya, pak Kabinda, dan adik-adik sekalian. Saya ucapkan terimakasih, dan kita dukung pelaksanaan vaksinasi ini berjalan dengan baik," pungkasnya. 


Usai memberikan motivasi, tak lupa Kapolda Jatim juga memberikan bantuan sosial berupa alat kesehatan berupa masker, Hand sanitizer dan oxymeter kepada kepala sekolah SMPN 1 Surabaya.

11/08/2021

Kapolrestabes Surabaya: Mobil Vaksin Keliling Targetkan 3000 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 Perhari

 

Mobil Vaksin Keliling Polrestabes Surabaya Siap Mensupport Komunitas Masyarakat


Surabaya – Hampir dua tahun, wabah Covid-19 hingga saat ini masih belum berakhir. Berbagai macam cara percepatan penanganan pandemi terus digenjot oleh pemerintah Kota Surabaya bersama dengan Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya guna menghambat laju penyebaran wabah berbahaya tersebut.


Salah satunya adalah ditingkatkannya target angka vaksinasi Covid-19 dengan ditambahnya beberapa titik gerai vaksinasi merdeka yang dicanangkan oleh Kapolda Jatim, serta mengoptimalisasi program vaksinasi keliling di Kota Surabaya.


Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol A. Yusep Gunawan, S.H., S.I.K., M.H., menyebutkan, dalam waktu dekat ini menargetkan sebanyak 218 ribu dosis vaksin bisa disalurkan ke masyarakat hingga akhir bulan Agustus 2021.


“Target bulan Agustus Surabaya bisa capai presentasi tertinggi untuk capai herd immunity. Dalam waktu dekat ini, pemenuhan vaksinasi kedua 218 ribu vaksin," kata Yusep, Rabu (11/8/2021).


Menurutnya, Polrestabes Surabaya sendiri akan menambahkan titik gerai sebanyak tujuh titik dengan target sekitar 1600-3000 dosis perharinya di setiap gerai vaksin. Selain itu, Kepolisian juga akan menfasilitasi masyarakat yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya khususnya bagi mereka yang bekerja di sektor informal seperti halnya penjaga warkop, PKL, pedagang pasar dan lain-lainnya.


Hal itu, akan dijangkau dengan mobil vaksin keliling. Bahkan, mobil tersebut bakal menjangkau tempat yang belum tersentuh program vaksinasi di Surabaya.


Selanjutnya, Kombes Pol A.Yusep Gunawan menyebutkan, mobil vaksin keliling tersebut bakal disiapkan hingga 20 unit dengan tenaga medis yang cukup,atas berkat dukungan dari pemerintah Kota Surabaya. Dan setiap unitnya akan dibekali sebanyak 200-300 dosis vaksin yang bisa didapat oleh masyarakat secara gratis.


"Sementara ini masih ada sekitar sepuluh, Insha Allah untuk unit mobil vaksin keliling bisa sampai dua puluh agar lebih banyak masyarakat yang bisa cepat divaksinasi," ujarnya. 


Selain para pekerja sektor informal, mobil vaksin keliling itu juga bakal mensupport permintaan dari komunitas masyarakat. Salah satunya permintaan dari komunitas bonek, supporter kesebelasan Persebaya Surabaya.


"Vaksinasi komunitas, permintaan dari bonek akan kita dorong melalui vaksinasi mobil keliling disesuaikan jumlah kebutuhan. Kejar target umumnya 90 ribu seluruh Jatim, Surabaya 1500 sampai 3000 perhari per gerai. kalau 7 gerai sudah 21 ribu ditambah mobil vaksin keliling," terangnya.


Terakhir, Kombes Pol A. Yusep Gunawan menyampaikan, Percepatan vaksinasi menjadi salah satu kunci selain patuh protokol kesehatan agar masyarakat sesegera mungkin terbentuk herd immunitynya dan dapat melakukan aktifitas seperti biasa dengan standar new normal.


"Ayo prokes dan ayo vaksin. Saat ini beberapa ruang pelayanan yang sudah dibuka dengan berbagai ketentuan masyarakat surabaya harus dipatuhi," tandasnya. (f/*)

Anak - Anak Asal Indonesia Timur Dari LKSA Regina Pacis Antusias Ikuti Vaksinasi di Gerai Vaksin Merdeka Polres Lumajang

 


LUMAJANG- Polres Lumajang kembali menggelar vaksinasi bagi anak-anak yang berusia 12 sampai 17 tahun.


Kali ini anak-anak yang mengikuti vaksinasi dari Anak-anak Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LkSA) Regina Pacis Rowokangkung.


Sekitar 20 anak-anak yang berasal dari Indonesia Timur seperti Papua, Maluku, NTT, antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 di Gerai Vaksin Merdeka TNI-Polri yang dilaksanakan di Urkes Polres Lumajang, Rabu (11/8/2021).


"Hari ini ada 20 anak yang berasal dari Indonesia Timur di LKSA Regina Pacis yang sudah mengikuti vaksinasi," kata Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta.


Ia mengatakan, program vaksinasi anak ini, merupakan bentuk nyata Polres Lumajang membantu pemerintah untuk menyukseskan program vaksinasi yang menjadi salah satu senjata melawan pandemi Covid-19.


"Semoga dengan divaksin anak-anak tambah sehat, terhindar dari Covid-19, dan bisa belajar tatap muka lagi. Semoga pandemi cepat berlalu,” tutur Shinta.


Lebih lanjut ia menambahkan, jumlah warga yang sudah melakukan vaksinasi hari ini di 21 gerai Polsek maupun 1 gerai Urkes Polres Lumajang sebanyak 350 orang, vaksin yang sudah digunakan ada 35 vial.


"Sisa vaksin sampai hari ini ada 244 vial, sisa Vaksin nanti akan digunakan bertahap setiap hari pelaksanaan vaksin di gerai vaksi presisi,' jelasnya.


Untuk jumlah total kumulatif vaksin di Polres Lumajang yang dilaksanakan mulai tanggal 11 Juni sampai 11 Agustus sudah ada 25.479 orang.


“Sampai saat ini warga yang sudah melakukan vaksin sebanyak 25.479 orang,” terang Shinta.(Polres Lumajang)

Kapolres Lumajang Serahkan Bantuan Peralatan Penanganan Covid 19 Untuk KTS Desa Jarit.

 



LUMAJANG-Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si melaksanakan kunjungan ke Balai Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Selasa (10/8/2021) malam.


Kedatangan Kapolres Lumajang didampingi Kasat Binmas AKP Totok Sudarsono ke Balai Desa Jarit disambut Kapolsek Candipuro AKP Sajito, Kepala Desa Jarit Novita Supristiwati, dan perangkat desa.


Kunjungan orang nomer satu di jajaran Polres Lumajang untuk memberikan Bantuan Peralatan Penanganan Penyebaran Covid 19 untuk kampung Tangguh Semeru (KTS).


Bantuan perlangkapan penangan Covid diserahkan secara simbolis oleh Kapolres Lumajang kepada Kepala Desa Jarit Novita Supristiwati.


Adapun bantuan perlengkapan tersebut berupa alat pelindung diri (APD), Thermogun, hand sanitizer, desinfektan, tisu, handwash, supersol, masker, alat semprot desinfektan, sepatu boat, box handscone, dan galon untuk cuci tangan.


Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menyampaikan bahwa penyerahan perlengkapan KTS kepada Desa Jarit tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian nyata dari Kapolda Jatim untuk penanganan Covid 19 di jajaran.


“Pembentukan Kampung Tangguh Semeru di laksanakan karena Kampung Tangguh adalah solusi untuk melakukan upaya mencegah penularan angka penyebaran Covid 19,” jelasnya.


Lebih lanjut, Eka Yekti menegaskan, warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) dan kurang mampu agar diarahkan ke isolasi terpusat.


“Warga yang isoman harus diarahkan ke isoter karena mendapatkan perawatan lebih intensif dan perhatian khusus dslam pengawasan petugas.” terangnya.


Kapolres menekan kepada Kades dan Kasun untuk melakukan 3 T yakni Testing,Tracing dan Treatment kepada keluarga atau kontak erat warga terkonfirmasi positif Covid-19.


"Kami berharap tiga pilar di desa bisa melaksanakan testing dan tracing serta treatment, untuk memutus penyebaran COVID-19,” kata Eka Yekti.


Lebih lanjut ia menambahkan, jumlah kasus terkonfirmasi positif untuk Desa Jarit ada 26 orang saat ini berada di 10 besar rangking positif aktif Desa se Kabupaten Lumajang.


"Kami berharap warga desa Jarit agar tetap mematuhi prokes dan tidak melakukan perjalan keluar kota, sehingga dapat memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19," tutup Kapolres.


Sementara itu, Kepala Desa Jarit Novita Supristiwati mengucapkan terima kasih atas pemberian bantuan peralatan penanganan Covid-19 dari Polri 


"Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Kami akan menggunakan peralatan penanganan untuk upaya pencegahan Covid-19 di Desa Jarit," tandasnya. (Humas Polres Lumajang)

Gadis Dibawah Umur Despresi dan Ketakutan "Digasak" 2 Kakek

 


Mojokerto. merdekanews.net - Kita semua tahu bahwa segala bentuk kekerasan terhadap anak pasti akan memberikan dampak negatif seperti trauma fisik, psikis/traumatik, dan kesulitan dalam berelasi sosial. Namun kekerasan seksual yang dialami anak-anak tidak selalu menimbulkan dampak secara langsung karena pemahaman seorang anak pada peristiwa yang dialaminya berbeda-beda.


Jika tidak segera ditangani dengan baik maka akan berdampak pada perkembangan dan tumbuh kembang anak-anak di masa depan. Untuk itu, mereka membutuhkan proses pemulihan dan pemantauan kondisi emosi serta perilaku pasca peristiwa tersebut terjadi.


Atas kasus kejadian yang menimpa Bunga (inisial*red) gadis 15 th yang menjadi korban pencabulan 2 Kakek Kakek bejat yang tak lain tetangga korban sendiri.


Awak media MerdekaNews terus berusaha mencari informasi dan keterangan ke beberapa pihak untuk membantu si korban agar menerima keadilan dan perhatian dari pihak Pemerintah ataupun pihak yang berwenang.


Camat Dlanggu melalui selulernya saat di konfirmasi mengatakan bahwa Sejak awal sudah mendengar kejadian tersebut dan melalui pendampingan Tim Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

(P2TP2A), kecamatan dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) serta Puskesmas sudah melaporkan kepada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Mojokerto (PPKBPP).


"Kami dari pihak kecamatan sudah mendengar kasus ini dan kami juga sudah melaporkan kepada dinas PPKBPP dan Hasilnya sudah ada pendampingan psikolog, dan Untuk urusan pendampingannya sebatas kejiwaan dan kesehatannya. Pihak Kami tidak ikut campur urusan hukumnya." kata Camat.


Camat Nunuk juga menambahkan, " pada hari senin kemarin, 09/08/202. Bu Camat juga Kepala desa berikut PLKB, dan juga Pihak Dinsos sudah datang memberikan bantuan berupa sembako, biskuit, pakaian & juga uang kepada yang bersangkutan,"imbuhnya. (Rabu,11/08/2021). (jekyridwan)

Forkopimda Jatim Melaksanakan Vaksinasi Tahap 2 di Islamic Center Surabaya

 


SURABAYA,- Forkopimda Jawa Timur Gubernur Jatim, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, Ketua DPRD jatim, Pangkoarmada II, Kajati Jatim, Kalanti Jatim dan Kabinda Jatim, mengecek pelaksanaan Vaksinasi Dosis ke-2 Kepada Keluarga Besar Kejaksaan dan Warga Kota Surabaya, yang dilaksanakan pada Selasa (11/8/2021) pagi, di Islamic Center, Jalan Dukuh Kupang, Surabaya.


Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Sekda Provinsi Jatim, Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya, Pejabat Utama Polda Jatim, Kepala OPD Provinsi Jatim dan Wali Kota Surabaya.


Kegiatan Vaksinasi Dosis ke-2 kepada Keluarga Besar Kejaksaan Serta Warga Kota Surabaya, bertujuan untuk mendukung program Pemerintah membentuk Herd Imunity bagi warga Surabaya dan Jawa timur umumnya.


Tahapan vaksinasi dimulai dari tahapan Skrining, Pendaftaran, penyuntikan Vaksinasi dan Observasi dengan tetap tetap menerapkan protokol kesehatan. 


Pelaksanaan vaksinasi di Islamic Centre dengan target capaian vaksinasi kepada 2.000 warga Kota Surabaya dan sekitarnya. Total Vaksinator berjumlah 200 tenaga kesehatan dari Dinkes Kota Surabaya. 


Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menyebutkan, Ini adalah formasi all in one. Semua bekerja untuk satu tujuan memberikan perlindungan keselamatan kesehatan masyarakat.

Format strong partnership menjadi bagian penting dan tentu Surabaya menjadi episentrum interaksi atau mobilitas dan pertumbuhan ekonomi jatim

Semangat melakukan vaksinasi dosis 1 dan 2.


"Memang harus terkawal dan tentu bagi masyarakat surabaya yang belum tervaksin di dosis pertama, mohon terus bisa mengikuti, dimana proses vaksinasi sangat banyak titik. Maka yg belum dapat dosis pertama, saling proaktif, jadi antara dosis pertama diselesaikan, dan dosis kedua dilakukan percepatan," kata Khofifah Indar Parawansa, usai meninjau valsinasi di islamic center surabaya, Selasa (11/8/2021) pagi.


Sementara itu, M. Dofir Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menyebutkan, Ini vaksinasi dosis kedua. Saya bersyukur masyarakat Surabaya antusias mengikuti vaksinasi pada hari ini.


"Hari ini yang mengikuti vaksinasi tahap dua ada 2000 orang. Nakes dan personil pendukung yang ada, merupakan kolaborasi Pemprov Jatim, Pemkot, Kodam V Brawijaya, Koarmada II dan Polda Jawa Timur," ucapnya.


Harapan kami, semoga herd immunity terbentuk, dan kita sehat bebas dari covid-19 dan bisa kembali bertugas.