24/08/2021

TPPU MKP, Ini 14 Pejabat Pemkab Mojokerto yang Diperiksa KPK di Hari Pertama

 


mojokerto.merdekanews.net pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka mantan Bupati Mojokerto Mustifa Kamal Pasa (MKP) kembali bergulir. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil 14 saksi pada agenda pemeriksaan hari pertama, Selasa (24/8/2021).


Ke-14 saksi itu terdiri dari kepala organisasi perangkat daerah dan mantan pejabat teras Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Pemanggilan para saksi dibagi menjadi dua gelombang yang diperiksa bergiliran oleh 10 penyidik KPK di Aula Wira Pratama, Lantai II Mapolresta Mojokerto.


Tujuh orang yang memenuhi panggilan pada gelombang pertama yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Ardi Sepdianto yang meninggalkan ruangan pemeriksaan sekitar pukul 11.15 WIB. Kemudian, Kepala Dinas Perijinan Abdulloh Muchtar yang selesai diperiksa sekira pukul 11.30 WIB.


Pejabat sampai Penjaga Rumah MKP Diperiksa KPK Soal Pembelian Aset

KPK Periksa Saksi Jual Beli Tanah TPPU MKP

Lima lainnya ialah, mantan Kepala Inspektorat Joko W keluar ruangan pukul 11.20 WIB, disusul bekas ajudan MKP Lutfi meninggalkan ruang pemeriksaan pukul 12.00 WIB, lima menit kemudian mantan Kadinkes sekarang menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Didik Chusnul Yakin keluar dari Aula Wira Pratama pukul 12.05 WIB. Dua saksi berikutnya adalah Kepala Satpol PP Noerhono baru selesai diperiksa pukul 14.15 WIB.


Adapun tujuh saksi yang dipanggil pada gelombang kedua yakni Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Ustadzi Rois. Pejabat yang pernah terjerat skandal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu tiba di Mapolresta sekitar pukul 12.40 WIB dan keluar dari Aula Wira Pratama pukul 13.40 WIB.


Berikutnya, mantan Kepala Dinas Perhubungan (tahun 2011) yang kini menduduki Kepala Bakesbangpol Yo’i Afrida tiba pukul 12.45 WIB dan baru selesai pukul 16.00 WIB. Mantan Kepala Dinas Kperasi dan UKM Yoko Priyono datang pukul 13.10 WIB dan keluar ruangan pukul 14.20 WIB.


“Tadi ditanya terkait pekerjaan saat masih menjadi Kepala Dishub,” ujar Yo’i yang keluar ruangan pukul 16.10 WIB.


Kepala Dinas Sosial Lutfi Ariyono tiba sekitar pukul 13.00 WIB dan pulang pada pukul 15.00 WIB. Lalu mantan Kepala Dinas Kesehatan dr Endang yang diperiksa sampai pukul 13.40 WIB mengaku dicecar oleh penyidik KPK seputar Program Sambang Desa saat dirinya menjabat Kadinkes di bawah pimpinan Bupati MKP kala itu.


“Pertanyaan terkait Program Sambang Desa saat saya menjadi Kepala Dinkes tahun 2011 sampai 2014,” ungkapnya.


Lalu Kepala Bidang Mutasi Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Juliane Latuny selesai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 15.15 WIB. Saksi lainnya ialah, Rio, mantan ajudan MKP.


Mayoritas saksi mengaku dicecar pertanyaan yang berkaitan dengan dugaan kasus TPPU oleh tersangka mantan Bupati MKP.


Seperti diberitakan, MKP dijerat sebagai tersangka kasus dugaan suap dan TPPU. Mustafa diduga menerima suap terkait pengurusan izin prinsip pemanfaatan ruang (IPPR) dan izin mendirikan bangunan (IMB) atas pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015. KPK menduga Mustofa menerima Rp 2,7 miliar dari Ockyanto dan Onggo Wijaya, keduanya selaku pengusaha menara telekomunikasi. (Baca: Bupati MKP Dieksekusi ke Lapas Porong).


Dalam pengembangan penyidikan, jumlah gratifikasi yang ditemukan bertambah hingga mencapai Rp 34 miliar. Temuan ini mengarah pada dugaan TPPU yang dilakukan MKP. (Baca: MKP Dijerat Pencucian Uang, Berikut Daftar Aset Rp 34 M Diduga dari Hasil Suap).


Ia diduga telah menyimpan secara tunai atau sebagian ke rekening bank miliknya atau perusahaan milik keluarga pada Musika Group, yaitu CV Musika, PT Sirkah Purbantara, dan PT Jisoelman Putra Bangsa. Modus yang digunakan adalah utang bahan bangunan. (jekyridwan)

Lounching Pondok Sehat Terpusat Satgas Covid19 Pasien Mojokerto, Psien Diajar Berjemur

 



mojokerto.merdekanews.netlebih dimaknai sebagai pusat kesembuhan daripada sarana isolasi. Bukan tanpa sebab, pasien OTG Covid-19 yang akan dirawat di sini, bakal diberi treatment penyembuhan secara holistik. Tidak hanya dari segi medis, namun juga penyembuhan secara psikis.


Jadwal kegiatan harian pasien akan dimulai dengan aktivitas salat subuh berjamaah, cek tensi, suhu dan nadi, makan pagi beserta terapi vitamin, berjemur dan ice breaking, salat dzuhur berjamaah, makan siang, istirahat siang, salat ashar berjamaah, senam dan ice breaking, istirahat, salat maghrib dan mengaji, salat isya berjamaah, makan malam hingga istirahat kembali.


“Isoter adalah arahan Presiden RI, karena isoman sangat rawan terjadi celah penularan, tingkat keparahannya juga lebih banyak, hingga pada kasus kematiannya. Pondok Sehat Terpusat Claket ini, kita tidak sebut sebagai isolasi. Kita ingin mindset kata ‘sehat dan sembuh’. Jadi tidak ada kekhawatiran dan ketakutan. Karena nanti juga banyak kegiatan di sini, layaknya orang sedang mondok. Ada giat keagamaan, olahraga dan ice breaking pun ada. Sehingga bisa membantu kesembuhan dari dalam diri sendiri,” tutur bupati.


Saat menemui awak media, bupati juga menjelaskan detail teknis dan jadwal pergeseran pasien OTG yang akan dipindah rawatkan di tempat berkapasitas 200 pasien. Bupati menjamin pasien akan merasa nyaman dengan berbagai fasilitas memadai yang tersedia.


“Pondok ini kami jamin nyaman. Kapasitasnya bisa untuk 200 orang pasien. Kita pisahkan antara laki-laki dan perempuan. Bed yang digunakan pun desainnya homey, jadi benar-benar serasa di rumah sendiri. Jumlah nakes yang standby sini akan kita sesuaikan dengan jumlah pasien. Mengingat kasus kita juga sudah mulai turun. Pasien akan mulai digeser nanti sore selesai acara ini. Untuk sementara, kita utamakan yang dari puskesmas dengan kondisi benar-benar tanpa gejala,” tambah bupati.(jekyridwan)

Mobil Vaksinasi Bergerak Terus Kali Ini Menyasar Warga Desa Claket Kabupaten Mojokerto




Mojkokerto – Sejak peluncurannya 31 Juli 2021 yang lalu Mobil Vaksinasi hasil sinergitas atau kerja sama TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan segenap Forkopimda lengkap dengan nakesnya bergerak terus membuka gerai-gerai (tempat-tempat) vaksinasi khususnya di daerah daerah yang sulit dijangkau karena jauh atau medannya terkendala letak geografisnya yang tinggi atau terpencil.

Tentu saja ini sebagai upaya untuk percepatan pencapaian target vaksinasi 70 % herd immunity (kekebalan kelompok) dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 208.265.720 orang sampai akhir Desember 2021 khusunya di Kabupaten Mojokerto . Provinsi Jawa Timur sendiri target vaksinasinya sebanyak 31.826.206 orang. Harapannya dengan vaksinasi maka 70 % penduduk kebal terhadap penularan Covid-19 kemudian penularannya terhambat, tertekan yang pada akhirnya pandemi covid-19 segera berakhir, kehidupan masyarakat bisa kembali normal seperti sediakala.

Kemarin pada hari Sabtu tanggal 21 Agustus 2021 Mobil Vaksinasi milik kabupaten Mojokerto bergerak membuka gerai vaksinasi maupun vaksinasi door to door (dari rumah ke rumah) menyasar ke warga desa Claket Kabupaten Mojokerto yang lokasinya di lereng gunung Welirang.

Tim yang beranggotakan Urkes Polres Mojokerto dan mahasiswa sekolah tinggi ilmu kesehatan itu menggunakan 2 mobil vaksin keliling sekaligus. Mereka menyuntikkan vaksin Corona secara door to door, atau mendatangi langsung rumah warga Desa Claket yang belum divaksin.

Dipantau langsung Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, S.I.K., M.H., tim vaksin keliling menyasar warga Desa Claket, Kecamatan Pacet. Kampung ini terletak di kaki Gunung Welirang yang tentunya jauh dari pusat kota.

“Ada beberapa warga yang terkendala jarak tempuh ke Balai desa. Sehingga kami kerahkan tim mobile vaksin untuk mendatangi mereka untuk mempercepat vaksinasi,” kata Kapolres.

Ia menjelaskan, Polres Mojokerto mengalokasikan 200 dosis vaksin Covid-19 untuk warga Desa Claket. Ratusan dosis vaksin Covid-19 itu disuntikkan ke warga di gerai vaksin Presisi dan tim vaksin keliling.

“Karena Desa Claket menjadi tempat pondok isolasi terpusat (isoter) yang akan diresmikan Senin pekan depan. Kami alokasikan vaksin untuk desa ini agar terbentuk herd immunity (kekebalan kelompok),” terang Kapolres.

Selain memantau vaksinasi Covid-19, Kapolres juga menyalurkan bantuan sembako dan vitamin ke sejumlah warga Desa Claket. “Kami salurkan bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi. Kami juga sampaikan imbauan disiplin prokes agar terhindar dari Covid-19,” tegas Kapolres Dony.

Kapolres juga menambahkan, hari ini pihaknya juga membuka gerai vaksin Presisi di Mapolres Mojokerto. Berbagai upaya tersebut untuk membantu pemerintah mempercepat vaksinasi Covid-19 agar herd immunity segera tercapai.

“Hari ini dua titik, pertama di Mako Polres Mojokerto, kedua di Desa Claket. Ada 1.200 orang yang kami vaksin,” pungkas Kapolres Dony. (Anik)

Polres Lumajang Sosialisasikan Aplikasi Peduli Lindungi Kepada Masyarakat

 


LUMAJANG - Polres Lumajang melakukan sosialisasi Aplikasi Peduli Lindungi guna mencegah penyebaran Covid-19, Selasa (24/8/2201)


Kegiatan tersebut dilaksanakan di Terminal Minak Koncar, Pusat Perbelajaan GM, dan kawasan perbankan di Kabupaten Lumajang.


Dalam kegiatan itu, Anggota Polwan Satlantas memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang isi Aplikasi Peduli Lindungi.


"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk mendownload aplikasi Peduli Lindungi," ujar Paur Subbag Humas Polres Lumajang.


Ia menjelaskan, bahwa aplikasi tersebut bisa membantu setiap warga melakukan surveilans kesehatan berupa penelusuran (tracing), pelacakan (tracking) dan pengurungan (fencing) terhadap anggota masyarakat yang diduga mengidap COVID-19.


"Pengaplikasian teknologi digital dalam mendukung penerapan protokol kesehatan dan 3T (Testing, Tracing, Treatment) adalah salah satu upaya krusial dalam pengendalian pandemi. Dengan itu, masyarakat perlu mulai membiasakan diri dengan teknologi digital dalam kehidupan sehari-harinya, salah satunya adalah pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi,” jelas Shinta. (Humas Polres Lumajang)

Dirsamapta Polda Jatim Bahas Pelaporan Data Covid-19 di Polresta Sidoarjo



Koordinasi terkait sinkronisasi data dan penanganan Covid-19 di wilayah Surabaya Raya, dalam hal ini termasuk Kabupaten Sidoarjo, berlangsung Selasa (24/8/2021) di Mapolresta Sidoarjo.


Hadir dalam rapat koordinasi tersebut, Dirsamapta Polda Jawa Timur Kombes Pol. Yudi Sumartono, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol. Gatot Repli Handoko, Kasat Brimob Polda Jawa Timur Kombes Pol. Amostian, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, Waka Polresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana, dan pejabat utama Polresta Sidoarjo.


Dalam kesempatan ini, Dirsamapta Polda Jawa Timur Kombes Pol. Yudi Sumartono menyampaikan arahan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nico Afinta terkait, percepatan tracing dan vaksinasi Covid-19 di seluruh wilayah jajaran Polda Jawa Timur. Upaya tracing nantinya diharapkan bersinergi dengan TNI maupun instansi terkait, yakni pihak dinas kesehatan setempat. Sehingga dapat membentuk relawan-relawan kesehatan sebagai tracer. 


“Kemudian hasil dari tracing ini, harus sinkron data pelaporannya ke pusat. Termasuk upaya tindak lanjut dari pemindahan isoman ke tempat isoter, yang didukung data valid. Sehingga segala perkembangan Covid-19 dapat terpantau secara akurat,” jelas Dirsamapta Polda Jawa Timur Kombes Pol. Yudi Sumartono.


Sementara terkait percepatan vaksinasi Covid-19, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Gatot Repli Handoko menyampaikan bahwa Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta menginstruksikan jajarannya agar menerapkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi. Agar aplikasi ini terinstall di telepon seluler seluruh anggotanya. Sehingga dimulai dari internal anggota Polri maupun ASN dapat terlacak siapa dan yang belum disuntik vaksin Covid-19.


“Setelah itu nantinya dapat diterapkan menjadi syarat bagi siapa pun, baik anggota maupun masyarakat umum yang masuk ke dalam mako polda sampai tingkat polsek, harus di scan barcode vaksin Covid-19 menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Jadi syarat menunjukan keterangan vaksin tidak hanya di mall saja, masuk kantor polisi juga wajib sudah di vaksin,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Gatot Repli Handoko.


Di akhir pertemuan, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro menyampaikan bahwa Polresta Sidoarjo dan jajaran bersama Pemkab Sidoarjo, TNI maupun pihak terkait dalam penanganan Covid-19, siap menjalankan atensi Kapolda Jatim terkait sinkronisasi data pelaporan, upaya 3T (Testing, Tracing, Treatment), percepatan vaksinasi Covid-19 hingga pemindahan warga isoman ke tempat isoter.

Tracing Kontak Erat Melalui Aplikasi Silacak, Upaya Tekan Penyebaran Covid 19 Di Lumajang



LUMAJANG-Guna memutus penyebaran rantai penularan Covid-19, jajaran Polsek Polres Lumajang mendampingi Tim Tracer dari Puskesmas untuk melacak kontak erat atau tracing contact dari warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.


Kegiatan tersebut juga melibatkan Koramil dan Puskesmas dalam rangka 3T yakni Testing,Tracing dan Treatment.


Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta, mengatakan, saat ini yang melakukan pelacakan terhadap masyarakat yang melakukan kontak Erat dengan Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 ada empat Polsek diantaranya Randuagung, Yosowilangun, Gucialit, Rowokangkung,


"Kegiatan ini untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta dalam rangka mencegah terjadinya cluster baru Covid-19 di Wilayah kabupaten Lumajang," ujarnya.


Shinta menjelaskan, Pelacakan kontak terhadap orang-orang yang terkoneksi langsung dengan orang terkonfirmasi covid-19 merupakan sarana utama untuk mengendalikan penyebaran penyakit menular seperti Covid-19. Ini adalah konsep yang digunakan mendeteksi jumlah orang yang terinfeksi setelah melakukan kontak dengan pasien positif Covid 19.


"Tracer Tim penanganan Covid-19 bekerja cepat dikala ada pasien suspeck atau terkonfirmasi positif Covid-19, segera ditelusuri riwayat kontak erat dengan pasien sehingga dapat mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di lingkungan masyarakat.” terangnya.


Lebih lanjut Shinta menambahkan, dalam kegiatan tersebut petugas menggunakan aplikasi silacak untuk melacak warga yang terkonfirmasi positif, dan melakukan tracing bersama-sama untuk mencari warga yang kontak erat.


"Aplikasi tersebut, diharapkan dapat mempermudah petugas untuk melakukan proses tracing. Sehingga dapat menekan angka konfirmasi positif Covid-19 di suatu wilayah," jelasnya. (Humas Polres Lumajang)

22/08/2021

Isi Materi MPLS, Satlantas Polres Lumajang Berikan Edukasi Pelajar Tertib Berlalu Lintas



Lumajang-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimanfaatkan oleh Satlantas Polres Lumajang guna memberikan sosialisasi tentang peraturan lalu lintas serta Protokol Kesehatan Covid-19.


Kali ini Satlantas Polres Lumajang melalui Unit Dikyasa melakukan sosialisasi kepada siswa-siswi di SMK Negeri 1 Lumajang, Sabtu (21/8/2021).


Kegiatan yang dilaksanakan pukul 08.00 WIB dipimpin Kanit Dikyasa Lantas Polres Lumajang Aipda Rima Mayangga R, SH . melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas dan patuhi prokes Covid-19.


Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta menjelaskan, Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya yang melibatkan kalangan remaja anak sekolah dan untuk memberikan pemahaman tentang tata tertib berlalu lintas guna terciptanya situasi Kamseltibcar lantas di wilayah kabupaten Lumajang.


"Kami mengajak kepada seluruh peserta yang hadir untuk selalu tertib berlalu lintas.," ujarnya.


Pada kegiatan sosialiasi, dikatakan Shinta, Kanit dikyasa menyampaikan betapa pentingnya Sosialisasi UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas Angkutan Jalan serta penekanan terhadap Siswa / Siswi baru, yang masih di bawah Umur tidak boleh mengendarai kendaraan agar terciptanya kamseltibcar lantas.


"Kami menghimbau kepada Siswa/ Siswi Baru yang masih di bawah umur untuk tidak bersepeda Motor disaat hendak ke sekolahnya," kata Ipda Andrias Shinta.


Mantan Kanit Dikyasa berharap dengan kegiatan semacam ini akan tumbuh bibit-bibit baru generasi yang sadar tentang pentingnya tertib berlalu lintas sekaligus mendorong munculnya agen-agen pelopor keselamatan berlalu lintas khususnya di SMKN 1 Lumajang.(Polres Lumajang)