31/10/2021
WABUP MOJOKERTO RESMIKAN TAMAN LUMPANG INDAH DAN PESONA
Peringatan Ulang Tahun ke 70 Humas Polri Polres Mojokerto Lakukan Kurve
KABUPATEN MOJOKERTO.merdekanews.id - Memperingati HUT Humas Polri ke-70, Polres Mojokerto gelar kegiatan kurve yang dipimpin langsung oleh AKBP Apip Ginanjar, dihadiri oleh PJU dan anggota Polres Mojokerto, di halaman depan Mapolres Mojokerto, Sabtu (30/10/2021) pagi.
Kegiatan berupa, pengecatan tepi lapangan dan membersikan area sekitar Polres Mojokerto, bertujuan agar tercipta lingkungan yang nyaman dan bersih.
Setelah kegiatan kurve, dilanjutkan dengan tasyakuran dan memberikan doa yang terbaik bagi Tim Si Humas Polres Mojokerto.
Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar pada kesempatan itu berharap agar humas lebih profesional dan juga kreatif dalam menyajikan produk-produk Polri sehingga lebih dicintai oleh masyarakat.
“Di momentum HUT Humas Polri ke - 70 ini , Humas Polres Mojokerto diharapkan agar lebih profesional dalam menjalankan tugas dan menyajikan produk-produk Polri yang humanis, agar lebih dipercaya oleh masyarakat,” pungkasnya.(ridwan)
Polres Mojokerto Sergap Balap Motor
Mojokerto,merdekanews.id Polres Mojokerto kembali menggelar razia balap liar, Minggu (31/10) dini hari. Razia ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Mojokerto bersama anggota gabungan Polres Mojokerto dan Polsek Sooko dalam rangka antisipasi gangguan kamtibmas yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Patroli dilaksanakan mulai pukul 00.30 WIB, di titik yang marak terjadi balap liar seperti di Jalan RA. Basuni Kecamatan Sooko. Dalam razia ini, Polres Mojokerto berhasil mengamankan 74 unit motor yang terlibat dalam aksi balap liar.
“Razia balap liar ini kami laksanakan sebagai bentuk respon atas keresahan masyarakat karena ulah para pembalap liar, sehingga kita langsung turun ke lapangan untuk melakukan penindakan,” ungkap Kabag Ops Polres Mojokerto, Kompol Yulie Khrisna.
Hampir seluruh kendaraan yang diamankan tidak sesuai dengan spektek motor pada umumnya, seperti tanpa plat motor, tanpa kaca spion, ban kecil, serta menggunakan knalpot brong. “Seluruh motor yang terjaring razia, kami kenakan sanksi tegas berupa surat tilang, dan kendaraan diamankan di Mapolres Mojokerto. Kami mewajibkan pemilik kendaraan mengembalikan kondisi kendaraan sesuai standar,” tegas Kabag Ops.
Razia balap liar ini merupakan bentuk upaya Polres Mojokerto dalam mengantisipasi gangguan kamtibmas dan menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Mojokerto.(ridwan)
DI TEMUKAN BAYI MENINGAL DI JURANG PACET MOJOKERTO
MOJOKERTO, merdekanews.id – Bayi dalam tas ditemukan di Jurang Gembolo, Desa Cembor, Kecamatan Pacet, Mojokerto, Minggu 31 Oktober 2021. Bayi ditemukan oleh warga saat mencari rumput.
Sosok bayi yang belum diketahui jenis kelaminnya tesebut ditemukan Julianto 43 tahun warga Desa Kemloko, Kecamatan Trawas dengan terbungkus kain warna hitam di dalam tas warna coklat.
“Bayi ditemukan warga saat mencari rumput sekitar pukul 07.30 WIB, di Jurang Gembolo,” kata koordinator relawan sese yang terlibat dalam evakuasi pohon tumbang, Sarfin Hadi Siswoyo, 40 tahun di lokasi.
Bayi yang diperkirakan berusia satu hari itu ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi membengkak dan berwarna biru.
“Ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 7 meter dari jalan raya. Saksi melihat tas warna coklat, karena penasaran dibuka dan isinya kresek warna merah. Dibuka lagi melihat bayi dibungkus kain hitam bagian bawah,” ujarnya.
Setelah melihat bayi tesebut, lanjut Hadi, saksi melaporkan ke warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian Polsek Pacet.
“Sekitar pukul 10.00 WIB, tim Inafis Polres Mojokerto melakukan olah TKP. Saat ini mayat bayi di evakuasi ke RSUD Dr Soekandar Mojosari,” ungkapnya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Thiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, jasad bayi tanpa identitas tesebut berjenis kelamin perempuan. Kondisi jenazah saat ditemukan mengalami pembusukan di kepala sebelah kiri.
“Korban dibawa ke RS Soekandar Mojosari, selanjutnya akan dilakukan otopsi dalam di RS Bhayangkara Porong, Sidoarjo,” tandasnya.(RIDWAN)
DI DUGA KASUS KORUPSI PROGRAM PEREMAJAAN SAWIT RAKYAT ( PSR ) MONDAR - MANDIR
Merdeka News,SumSel Bermula dari laporan masyarakat kepada Lembaga sosial Masyarakat Pematau Korupsi dan Pemerinta (PKP ) para petani yang merasa menyesal ikut program peremajaan sawit rakyat (psr) karena dengan di tebang nya pohon sawit nya petani tidak ada lagi penghasilan dan apa yang di sosialisasi sebelum mereka ikut program PSR ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.
Setelah mendapat penjelasan dari petani tim Lsm PKP melakukan investigasi kelapangan dan dari hasil informasi masyarakat / petani dan investigasi Lsm PKP pun melakukan klaripikasi dan kompirmasi dengan dinas yang terkait dengan kegiatan tersebut.
Tidak ada nya tanggapan/respon dari dinas maka tim Lsm PKP menindak lanjuti dengan laporan pengaduan (LAPDU) ke Kejaksaan tinggi Sum-Sel pada tgl 19-2-2021 dengan pengaduan NO:001/LP/PKPD-SUM-SEL/II/2021
Setelah kurang lebih dua ( 2 ) bulan /60 hari karena tidak ada informasi /pemberitauan dari Kejati sum-sel baik secara surat maupun tlp maka tim Lsm PKP mempertanyakan tidak lanjut laporan laporan pengaduan mereka ternyata lapdu telah di alihkan ke kejari oku pada tgl 29 - 3 - 2021 dengan No.R.77/L.6.3/DEK.1/01/2001 Dengan alasan untuk mempermuda proses pemeriksaan jelas kasub humas penkum kejati M.Fadli habibi kepada tim LsmPKP.
Setelah mendapat penjelasan bahwa laporan pengaduan di alikan ke kejari oku dan saat di kompirmasi tentang hal ini keJari oku pun membenar kan ,setelah satu bulan (3O hari ) surat laporan pengaduan yang telah di alih ke kejari oku tidak ada informasi tentang proges laporan pengaduan nya maka tim Lsm PKP pun mempertanyakan ,laporan pengaduan Lsm PKP lagi dalam proses pemeriksaan dan mohon bersabar karena staf kami terbatas jelas kasi intel kejari oku Variska andrian kordriyansah Sh.Mh.
Sudah 6 bulan ( 180 hari ) laporan pengaduan masuk kejaksaan tidak ada impormasi sama sekali tentang progres lapdu ke pelapor maka tim Lsm PKP adakan aksi damai di depan halaman KEJAKSAN TINGGI SUM - SEL pada tgl 31-8 2021 karena di anggap KEJAKSAAN oku telah berbuat ketidak percayaan masyarakat dan di anggap telah meremehkan /menyepelekan pelapor dan seperti tidak serius dalam bekerja dan menanggani LAPDU masyarakat .
setelah ada nya aksi damai di halaman kejati barulah dari kejari oku via HP meminta melengkapi berkas LAPDU dan pada tgl 20 - 9 - 2021 tim Lsm PKP menyerahkan kelengkapan berkas tambahan LAPDU nya.
Pada tgl 19 oktober 2021 Tim LSP PKP mempertanyakan kembali tindak lanjut LAPDU nya dengan kasi intel Variska melalu HP ia mengatakan LAPDU Lsm PKP pemerisaan di kejari oku telah di hentikan / stop sudah di ambil alih POLDA SUM-SEL karena terlapor menunjukan surat dari polda ( LIDIK NO: 263 DIT REMSUS ) Tertanggal 3 Agustus 2021dengan alasan satu perkara tidak bisa jadi tumpang tindih pemeriksaan ( overlap ) dan Laporan ke POLDA SUM -SEL lebih dulu ujar nya ,untuk jelas nya silakan ke kantor menghadap staf nya karena ia lagi di luar kota
Agus staf intel kejari oku menjelaskan tentang penghentian pemeriksaan dan berkas pemerisaan perkara yg telah mereka lakukan selama ini telah di serahkan ke KEJATI Sum-Sel dgn NO.-LK-72/L.6.13/DEK.1/09/2021.
Yang sangat jangal lapdu di KEJAKSAAN Tgl 19 - 2 - 2021 telah 10 bulan belum ada sama sekali progres nya jelas ini tidak sesuai dengan MENPAN NO 15 tahun 2008 tentang pedoman umum Repormasi birokrasi dan semoga ( Program utama Quick wins ) percepatan dan optimalisasi penanganan perkara.REFORMASI BIROKRASI KEJAKSAAN RI tidak hanya sekedar Selokan saja dan hanya isapan JEPOL ( AK /JN )
Kadiv Humas: Karya Pemenang Mural akan Dilukis di Tiang Jalan Layang Bus Trasnjakarta Depan Mabes Polri
JAKARTA- Bhayakara Mural Festival 2021 resmi dibuka oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Bhayangkara di kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (30/10). Sebanyak 80 tim muralis yang telah melalui hasil kurasi atau seleksi dari tingkat Polda jajaran menuangkan karyanya untuk memperebutkan piala Kapolri.
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono yang juga ketua panitia Bhayakara Mural Festival 2021 menyampaikan, awalnya peserta lomba mural pada dua minggu pertama pembukaan hanya 18 orang. Namun setelah Kapolri menyampaikan bahwa festival mural ini diberbolehkan untuk menuangkan karya baik yang positif maupun negatif, pendaftar kemudian melonjak naik hingga mencapai 803 orang.
Dari 803 pendaftar, kemudian disaring di tingkat Polda menjadi 154 lalu kemudian disaring menjadi 80 tim mural yang akhirnya diberi kesempatan melukis di Lapangan Bhayangkara. Argo mengatakan, Bhayangkara Mural Festival ini juga dilaksanakan serentak di 34 Polda.
“Jadi pendaftar ini kemudian mengirim desainnya ke panitia, kemudian panitia dari Polda menyeleksi dan kemudian mengirim 5 pemenang ke Jakarta,” kata Argo dalam sambutannya.
Dia menyampaikan, festival mural ini dinilai oleh dewan juri yang didalamnya sama sekali tidak terdapat unsur anggota polisi. Adapun dewan juri, kata Argo merupakan orang-orang yang ahli, berpengalaman dan memang bekecimpung dalam dunia seni.
“Dari juri itu tidak ada polisinya, juri dari luar. Juri ini sudah kompeten sudah memahami mural, kita fasilitasi semunya dewan juri yang profesional yang memilihnya,” tandas mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.
Argo mengatakan, seni mural memberikan kebebasan bagi pembuatanya untuk mengekplorasi kreativitas yang dimiliki, juga untuk memenuhi hasrat dan nilai estetis lalu dicurahkan pada media yang permanen. Menurut Argo, meskipun beriringan dengan perkembangan zaman yang beralih pada media digital, memontum pergerakan yang terjadi dikomunitas mural indonesia terus memberikan peluang bagi para pengiatnya.
Oleh karena itu, Polri menilai kreatifitas muralis patut diapresiasi dan dipublikasikan untuk dapat menginspirasi semangat pergerakan dalam menyampaikan kritik dan pesan positif dalam media mural.
Bahkan nantinya karya para pemenang festival mural akan dilukis di tiang Jalan Layang Non Tol Bus Transjakarta yang ada di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Terkait untuk memajang karya pemenang mural Bhayangkara Mural Festival ini, Polri mengakui telah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta.
“10 pemenang akan menggambar mural lagi di tiang Mabes Polri, ada lima tiang kami sudah izin pemerintah DKI, tiang ini karena tinggi, akan dibuat 2 mural atas bawah, setelah kegiatan akan gambar di tiang, kita berikan ruang bagintempat mereka yang juara disini,” pungkas Argo.
Salurkan Aspirasi Pecinta Seni, Polda Jawa Timur Gelar Bhayangkara Mural Festival 2021
SURABAYA,- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Humas Polri, Polda Jawa Timur menggelar festival mural di lapangan Tenis Indoor, Mapolda Jatim, Sabtu (30/10/2021).
Kegiatan ini sendiri serentak dilakukan di 34 Polda se-Indonesia.
Waka Polda Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, menjelaskan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan di ruang tenis indoor polda jatim. Bhayangkara mural festival 2021 merebutkan piala Kapolri yang pertama kali dilaksanakan.
"Ini adalah wadah karya seni yang perlu dimanfaatkan agar rekan-rekan yang mempunyai jiwa seni untuk bisa memberikan tempat dan ruang dalam menyampaikan aspirasi," kata Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Sabtu (30/10/2021) siang.
Selain itu juga digunakan untuk memberikan wadah menyampaikan aspirasi. Seperti yang disampaikan Bapak Kapolri tadi, polri tidak risih dalam mendapatkan kritikan. Untuk itu aspirasi yang ada bisa dituangkan ke mural.
"Bicara soal mural, namun saya bisa memaknai ketika mampu membuat mata kita memaksa untuk melihat maka itulah keberhasilan dalam mural. Artinya, apa yang dibuat coret-coretan gambar harus membuat kita melihat," tambahnya.
Sehingga berilah kesan untuk membuat kita melihat, sehingga pesan yang ingin disampaikan maupun kritikan yang disampaikan betul-betul bisa tersampaikan
"Saya ucapkan terima kasih kepada Kabid Humas Polda Jatim bersama tim yang sudah bersama sama mensukseskan kegiatan mural bhayangkara festival 2021 di wilayah jawa timur," tutupnya.
Sedangkan perwakilan dari jawa timur yang terbaik sudah berangkat ke Mabes Polri.
Sementara itu jumlah peserta sendiri yang ikut dalam lomba Bhayangkara Mural Festival 2021 tahun ini. Diikuti oleh 50 peserta. Dari 50 peserta disaring sebanyak 21 peserta, dimana satu peserta sebelumnya sudah berangkat ke Mabes Polri Jakarta sebagai perwakilan dari Polda Jatim.
Sedangkan juara satu lomba mural diraih oleh Alif Edi Hermawan dan Yuda Ramadhana, keduanya warga Surabaya dan Driorejo, Kabupaten Gresik. Menurut Yuda, bahwa konsep yang ia gambarkan dalam seni mural dengan gambar Presiden Joko Widodo. Mempunyai makna bahwa Indonesia Satu.
"Artinya, bahwa Negara ini tidak bisa dipimpin hanya satu orang, melainkan harus bersama sama baik TNI, Polri dan juga masyarakat indonesia," kata Yuda, usai menerima penghargaan.
Ditambahkan Alif, kenapa kami menggambar wajah Presiden Republik Indonesia, dengan menunjuk satu jari di depan dengan diikuti oleh banyak orang. Bahwa presiden ini seorang pemimpin, namun untuk menuju indonesia satu semua harus bersatu.
"Sebenarnya ini kritik, namun kritik lebih elegan dengan mengekspresikan ke dalam sebuah gambar melalui karya seni mural," ucap Alif.
Dengan adanya lomba mural yang diselenggarakan oleh Humas Polda Jawa Timur. Para peserta berharap, ini bisa dilanjutkan kembali. Karena dengan lomba ini, anak muda yang mempunyai jiwa seni bisa menyalurkan bakat mereka.
"Saya terima kasih kepada humas polda jatim, kegiatan lomba mural ini sangat positif. Berharap kedepan bisa dilakukan kembali," pungkas dia.
Usai acara selesai, para juara mulai satu, dua dan tiga. Menerima piagam serta uang pembinaan yang diberikan secara langsung oleh Waka Polda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo dan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko.
Selain itu, bagi peserta yang lain. Juga diberikan uang pembinaan dan sertifikat serta sembako.
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...