08/11/2021

“ EKY SOEKARNO “ penggerak ekonomi warga ternyata anggota Polres Pasuruan Berpangkat AIPDA.

 


  “saya merintis usaha ini termotivasi dan terinspirasi dari kata-kata melindungi dan mengayomi”, ujar Bripka Eky Sukarno.

“ Bripka Eki Sukarno di sela-sela kesibukannya sebagai anggota Polres Pasuruan masih punya waktu untuk ibu-ibu didesanya untuk membina membuat kerajinan keset sampai ada 60 ibu dan hasilnya juga lumayan 240 kodi setiap hati ini sangat membantu sekali bagi ekonimi ibu-ibu yang selama ini hanya menganggur”, ujar MARTUJI (Ketua Aliansi Wartawan Surabaya) 

“ saya sangat salut apa yang disampaikan mas eki, dan yang dilakukan ini adalah wujud nyata kepedualian mas eki kepada ibu-ibu khususnya didesanya dalam mengembangkan ekonomi dan pendapatan ibu-ibu “ tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh ROSANDI (Ketua Asosiasi BPD Badan Permusyawaratan Desa Kab. SIDOARJO dan Eksponen Jatim Inisiatif Forum.) “ saya berterima kasih sekali terhadap apa yang dilakukan Aipda Sukarno yang telah membantu para ibu-ibu melalui kerajinan keset, ini adalah contoh yang harus diikuti tidak hanya jajaran polri, tapi diikuti tni dan jajaran instansi pemerintah yang lain agar pemerintah ini menampakkan snegitas yang baik dan berdampak kepada masayarakat”, 

Kiprah Aipda Sukarno dalam upaya membantu meningkatkan ekonomi warga juga menjadi perhatian dari Ketua Aliansi Madura Perantauan, “ ini bentuk kerja nyata polisi yang tidak hanya melayani, mengayomi dan melindungi warganya, semoga usahanya Aipda Eki Sukarno dan Polisi semakin jaya “.

Iptu Sartono “DALANG” Wakultas ( Wayang Kulit Lalu Lintas ) cara unik dan menarik edukasi masyarakat tertib lalu lintas.



Setiap orang mendambakan berlalu lintas secara aman dan nyaman, hal tersebut dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan selalu mematuhi aturan berlalu lintas sehingga orang lain tidak terganggu oleh perbuatan oknum yang tidak betanggung jawab.

Berbagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas terus menerus dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia diseluruh nusantara.

Cara menarik dan unik mengedukasi masyarakat untuk tertib lalu lintas di wilayah Jombang dilakukan oleh Iptu Sartono Perwira Lantas Jombang yang menjabat sebagai Kaurbinops Satlantas Polres Jombang dengan menggunakan media wayang.

“ Saya melihat masyarakat Jawa Timur yang sangat familier dengan kesenian wayang, merasa kesenian ini bisa menjadi media yang lebih efektif untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan lalu lintas “, ujar Iptu Sartono 


Dengan blangkon di kepala, bersabuk putih sang KBO Lantas Aiptu Sartono nampak piawai memainkan tokoh wayang kulit Gareng di hadapan para pengguna jalan, sosok Gareng yang digambarkan tengah mengendarai sepeda motor itu mencoba menyampaikan banyak hal terkait keselamatan di jalan raya, seperti bahaya menggunakan ponsel saat berkendara, pentingnya memakai helm, pengetahuan tentang rambu lalu lintas, hingga yang terbaru larangan belok kiri di persimpangan tanpa rambu tambahan.

Wayang Kulit Lalu Lintas (Wakultas), begitulah sebutannya. "Kami harapkan bisa menyampaikan pesan-pesan lebih efektif terkait pentingnya keselamatan di jalan, pengguna jalan itu tidak boleh main-main berkendara, aturan dan etika untuk keselamatan harus dipatuhi masyarakat," terangnya.

Pantauan kontributor, Wakultas yang disuguhkan polisi ini sukses menarik perhatian para pengguna jalan di simpang 4 Kebonrojo, warga pengguna jalan nampak antusias menyimak imbauan-imbauan yang dilontarkan oleh Aiptu Sartono, Tak sedikit yang tersenyum melihat tingkah lucu tokoh Gareng.


"Ini (Wakultas, red) cara yang unik sekali, saya jadi menyimak apa yang disampaikan pak polisi tadi," ungkap Rony Suhartono, salah seorang pengguna jalan

“ Dengan uang pribadi “ Bripka Turkan Badri Renovasi rumah warga tidak layak huni.



Adalah Bhabinkamtibmas Desa Betro Kec Kemlagi Bripka Turkhan Badri yang rela merogoh koceknya yang tidak terlalu tebal dari penghasilannya sebagai anggota Polri dengan pangkat Bintara membantu sesama melakukan bedah rumah tidak layak huni milik salah satu warga binaanya di Desa Betro Kec. Kemlagi Mojokerto.

Melakukan pembinaan masyarakat, deteksi dini dan mediasi/negosiasi agar tercipta kondisi yang kondusif di desa/kelurahan dengan memberikan bimbingan dan petunjuk kepada masyarakat atau komunitas berkaitan dengan permasalahan Kamtibmas dan Pelayanan Polri, adalah salah satu tugas dari bhabinkamtibmas.

Namun hanya Bhabinkamtibmas dengan hati yang tulus dan ikhlas yang mau berkorban untuk membantu warga kurang beruntung seperti yang dilakukan oleh Bripka Turkan Badri  

Atas kepedulian Bripka Turkan Badri tidak hanya Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K, S.H, M.H, yang diwakili Wakapolresta Mojokerto Kompol Dr. Sarwo Waskito, S.Sos., S.H., M.Hum., M.M. memberikan reward kepada Brika Turkan Badri, Penghargaan dan Apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat Kemlagi bapak Sugianto yang juga anggota DPRD Mojokerto, 

“ saya salut kepada beliau ( Bripka Turkan-Red ) karena mau berkorban memberikan sebagian hartanya dan bisa mengkonsolidasi sejawatnya sehingga beliau bisa membedah rumah warga yang tidak layak huni, beliau adalah contoh anggota Polri yang benar-benar bisa dijadikan teladan bagi anggota Polri lainnya sehingga Polri dengan memiliki anggota seperti Bripka Turkan ini akan menjadikan Polri semakin yang dicintai oleh masyarakat “, ungkap pak DPRD. 

Ibu Siti Badriah, Janda 58 tahun warga Dusun Kemlagi Selatan RT 03 RW 01, Desa Kemlagi, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, kini tidak khawatir lagi rumah akan roboh diterpa angin dimusim penghujan saat ini.

07/11/2021

Kota Mojokerto Raih WTP Lima Kali Beruntun Sejak 2016



Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berikan penghargaan ke Wali Kota Mojokerto 


MOJOKERTO - Merdekanews-Kota Mojokerto menerima penghargaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) atas prestasinya menyabet Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penghargaan ini diserahkan langsung ke Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Banyuwangi, pada Jumat (29/10/2021).


Prestasi ini sekaligus menjadikan Kota Mojokerto, meraih WTP lima kali berturut-turut tanpa terputus sejak tahun 2016  hingga 2020. 


Capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan penilaian dari BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) setiap tahunnya. Dan merupakan bukti penyelengaraan pemerintahan yang akuntabel. WTP yang telah diterima Wali kota Ning Ita pada 7 Mei 2021 lalu merupakan perolehan WTP keenam kalinya secara berturut-turut oleh Pemerintah Kota Mojokerto.


Selain penyerahan sertifikat dan plakat untuk pemerintah daerah yang mencapai WTP 5 kali berturut-turut, Gubernur juga menyerahkan sertifikat dan plakat untuk pemerintah daerah yang mencapai WTP 10 kali berturut-turut.


Ning Ita yang saat menerima penghargaan didampingi oleh Sekdakot Gaguk Tri Prasetyo dan Inspektur Muh. Sugeng menyampaikan bahwa perolehan WTP merupakan suatu prestasi yang harus dipertahankan. "Karena opini WTP ini bukan hanya sekedar prestasi tapi sebenarnya adalah kewajiban bagi seluruh pemerintah daerah dalam hal pengelolaan keuangannya,"tegas Ning Ita


"Opini yang tertinggi yaitu WTP ini menunjukkan bahwa didalam penganggaran, pengelolaan, sekaligus pelaporan keuangan atau APBD setiap tahun sudah sesuai dengan kaidah kaidah yang dipersyaratkan. Dan ini kedepan tentu wajib untuk terus diupayakan agar tetap mendapatkan opini tersebut,"imbuhnya.


Lebih lanjut, Ning Ita menyampaikan bahwa untuk mempertahankan predikat WTP Pemerintah Kota Mojokerto setiap tahun ada pendampingan baik dari BPKP maupun ada pengawasan yang dilakukan secara berkala minimal setahun dua kali dari BPK. 


"Di setiap pengawasan maupun pendampingan ini kedua lembaga tersebut telah memberikan guidence apa yang harus dilakukan apakah didalam pengelolaan maupun didalam menindaklanjuti setiap temuan temuan."pungkasnya.


Adapun pemerintah daerah yang meraih penghargaan 5 kali berturut-turut antara lain Pemprov Jawa Timur,


Kabupaten Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jombang, Madiun, Malang, Mojokerto, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sidoarjo, Tuban, Kediri, Lamongan, Situbondo, Trenggalek,  Kota batu, Kediri, Mojokerto dan Surabaya. Dan yang memperoleh 10 kali berturut-turut di Jawa Timur hanya Kota Malang dan Kota Blitar. yn/adv

Walikota Mojokerto Beri Motivasi Pada Orang Tua, Saat Sosialisasi B2SA



MOJOKERTO-Merdekanews-Dalam rangka mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan sebagai dasar pemantapan ketahanan pangan, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), diperlukan cara yang sistematis dan terintegrasi berkesinambungan. Oleh karena itu, hari ini Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberikan motivasi kepada orangtua agar lebih menyeragamkan makanan bergizi


Melalui kegiatan ‘Sosialisasi Menu Beragam Bergizi Seimbangan Dan Aman (B2SA)’ di Aula Kelurahan Gunung Gedangan, Wali Kota Mojokerto Ning Ita, berharap agar para orang tua lebih menjaga asupan makanan agar memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi anak. Hal ini, untuk mencegah terjadinya stunting atau kekurangan gizi. Karena, anak adalah generasi penerus bangsa.

 

Kegiatan yang diprakasai oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto ini, memberikan paket makanan penunjang untuk orangtua. Di antaranya, nuget, telur, gula, susu, minyak dan ikan kaleng. Melalui paket makanan ini, diharapkan dapat mengoptimalkan penganekaragaman makanan dalam keluarga. Dengan mengonsumsi makanan beragam, dapat mencegah keterlambatan pertumbuhan.


Selain itu, Ning Ita juga berpesan kepada para orangtua agar terus memantau tumbuh kembang anak melalui posyandu atau kader kesehatan, di setiap kelurahan masing-masing. Sehingga, perkembangan anak dapat terpantau secara jelas dan mampu menekan stunting pada anak.


” Saya berharap para orang tua tetap rutin ikut kegiatan Posyandu supaya pertumbuhan anak bisa di pantau” ujar Walikota Mojokerto.yn

Kabar Baik! Kota Mojokerto Masuk Level 1, Kini Anak Bisa Masuk Mal dan Nonton Bioskop



KOTA MOJOKERTO -Merdekanews- Kabar baik bagi warga Mojokerto, kini anak usia dibawah 12 tahun sudah boleh masuk mal / pusapusat perbelajaan bahkan sudasudah diperbolehkan nonton bioskop asal didampingi orang tua. 


Berdasarkan Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021, Kota Mojokerto merupakn salah satu dari 5 kota/kabupaten di Jawa Timur yang masuk PPKM level 1, Selasa (18/10/2021).


Ada 5 kota / kabupaten yang masuk level 1 PPKM di Jawa Timur antara lain Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar dan terkahir adalah Kota Pasuruan.


Syarat penurunan level Kabupaten/Kota dari level 3 (tiga) menjadi level 2 (dua) adalah capaian total vaksinasi dosis 1 (satu) minimal sebesar 50% (lima puluh persen) dan capaian vaksinasi dosis 1 (satu) lanjut usia di atas 60 (enam puluh) tahun minimal sebesar 40% (empat puluh persen).


Sedangkan, syarat penurunan level Kabupaten/Kota dari level 2 (dua) menjadi level 1 (satu), adalah capaian total vaksinasi dosis 1 (satu)  minimal sebesar 70% (tujuh puluh persen) dan capaian vaksinasi dosis 1 (satu) lanjut usia di atas 60 (enam puluh) tahun minimal sebesar 60% (enam puluh persen).


Wali Kota Mojokerto Ika Puspita sari menyampaikan, bersarkan ketentuan yang tertuang di Inmendagri nomor 53 tahun 2021, Kota Mojokerto masuk PPKM level 1.


"Alhamdulillah, Kota Mojokerto bisa masuk PPKM level 1, karena capaian total vaksinasi dosis satu sudah 133,90 persen Sedangkan vaksinasi dosis satu lansia sudah mencapai 68,46 persen. Pencapaian dosis satu melebihi 100 persen, karena banyak warga luar kota yang tinggal disini juga kita vaksin. Meskipun mereka bukan warga kota Mojokerto namun juga berinteraksi dengan warga kami makanya kami vaksin juga," terang Ning Ita.


Lebih lanjut Ning Ita mengatakan, meski kita sangat bersyukur karena sudah berhasil mencapai level 1 namun jangan terlalu euforia berlebihan, tetaplah menjaga protokol kesehatan dengan ketat agar kita tidak turun ke level 2 atau 3.


"Karena kota Mojokerto masuk level 1, anak usia 12 tahun ke bawah sudah diijinkan masuk Mal dan nonton bioskop dengan catatan didampingi orang tuanya ya," tutupnya.yn.

Kota Mojokerto PPKM Level 1, Wali Kota Sampaikan Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal



KOTA MOJOKERTO – Warga Kota Mojokerto bakal menjalani rutinitas agak longgar, anak sekolah usia di bawah 12 tahun boleh masuk mal maupun nonton bioskop. Kabar baik ini, menyusul diumumkannya Kota Mojokerto sebagai salah satu dari 5 kota/kabupaten di Jawa Timur yang masuk PPKM level 1.


Pengumuman level 1 itu tertuang pada Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021.  Disebutkan, ada 5 kota/kabupaten di Jawa Timur yang masuk level 1 PPKM, yakni Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar dan Kota Pasuruan.


Perlu diketahui, bahwa syarat penurunan level Kabupaten/Kota dari level 3 menjadi level 2 adalah capaian total vaksinasi dosis 1 minimal 50% dan capaian vaksinasi dosis 1 lanjut usia di atas 60 tahun minimal 40%.


Sedangkan, syarat penurunan level kabupaten/kota dari level 2 menjadi level, adalah capaian total vaksinasi dosis 1 minimal 70% dan capaian vaksinasi dosis 1 lanjut usia di atas 60  tahun minimal 60%.


Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan, berdasarkan ketentuan yang tertuang di Inmendagri nomor 53 tahun 2021, Kota Mojokerto masuk PPKM level 1, Selasa (18/10/2021).


"Alhamdulillah, Kota Mojokerto bisa masuk PPKM level 1, karena capaian total vaksinasi dosis satu sudah 133,90 persen. Sedangkan vaksinasi dosis satu lansia sudah mencapai 68,46 persen. Pencapaian dosis satu melebihi 100 persen, karena banyak warga luar kota yang tinggal disini juga kita vaksin. Meskipun mereka bukan warga kota Mojokerto namun juga berinteraksi dengan warga kami makanya kami vaksin juga," terang Ning Ita.


Wali Kota perempuan pertama ini  mengatakan, meski kita sangat bersyukur karena sudah berhasil mencapai level 1 namun jangan terlalu euforia berlebihan, tetaplah menjaga protokol kesehatan dengan ketat agar kita tidak turun ke level 2 atau 3.


"Karena Kota Mojokerto masuk PPKM Level  1, rutinitas kehidupan agak longgar,  anak usia 12 tahun ke bawah sudah diijinkan masuk mal dan nonton bioskop dengan catatan didampingi orang tuanya ya," pungkasnya.yn.