27/11/2021

Polda Jatim Ringkus 'Mami Ambar' Pekerjakan 29 Wanita Sebagai PSK, 6 Masih Dibawah Umur

 


SURABAYA, - Unit III Renakta Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur. Meringkus satu orang tersangka tindak pidana perdagangan orang.


Satu tersangka yang berhasil diringkus yakni, NS alias mami Ambar, (41) warga Suko RT 03/ RW 02, Kelurahan Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang.


Korbannya sebanyak 29 perempuan (23 dewasa) dan (6 masih dibawah umur).

Peristiwa ini terjadi di Wisma Penantian Dusun Suko, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Pada 16 November 2021 sekira pukul 00.30 WIB. Yang sudah beroperasi sejak dua tahun lalu.


"Modusnya, tersangka menawarkan pekerjaan melalui akun media sosial (Facebook) kepada korban dijanjikan akan dijadikan LC di Pulau Bali dengan gaji yang besar 10 - 15 juta per/bulan," kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kabid Humas Polda Jatim, Kamis (25/11/2021).


Janji tersangka itu membuat korban yang datang dari berbagai daerah tertarik, korban mulai dari Bandung, Lampung maupun Jakarta. Alih alih mendapatkan pekerjaan, puluhan perempuan ini justru dijerumuskan menjadi Pekerja Seks Komersial PSK


Tiba di Lumajang, mereka dipekerjakan di rumah Mami Ambar dengan tarif Rp 200 ribu.


"Kronologisnya, pada tanggal 15 Nopember 2021 sekira pukul 09.00 WIB. Korban inisial TR kabur melompat tembok belakang rumah mami Ambar. Yang membuat sekujur tubuh mengalami luka, saat berhasil kabur korban menelfon travel," jelasnya.


Korban pun pergi ke arah Surabaya dan meminta bantuan warga, mendapat aduan dari korban. Korban lantas diantar warga melapor ke Polrestabes Surabaya. Anggota dari polrestabes koordinasi dengan Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim.


"Setelah menerima laporan, tim bergerak cepat memburu tersangka. Tim berangkat ke Lumajang untuk melakukan penangkapan kepada Mami Ambar. Pada tanggal 15 November 2021, pukul 22.00 WIB, anggota bersama korban menuju ke rumahnya dan pada tanggal 16 November 2021, pukul 00.30 WIB, mengamankan tersangka," tandasnya.


Tiba di lokasi anggota melakukan penggeledahan dan didalam rumah ditemukan 29 perempuan yang dipekerjakan sebagai PSK. 23 perempuan dewasa dan 6 masih dibawah umur.


Dari hasil pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti diantaranya. Uang tunai Rp.5.670.000, satu buah buku tamu, satu box kondom, 10 kondom bekas pakai, empat buah pelumas, enam lembar legalisir KK (terkait dengan anak dibawa umur) dan satu unit mobil Luxio Nopol B 1175 CYB.


Sementara terhadap 6 (enam) PSK dibawah umur saat ini berada di Shelter PPT Propinsi Jawa Timur yang berada di lingkut Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk menjalani perawatan dan pemulihan kesehatan.

Sedangkan 23 PSK dewasa saat ini berada

di Dinas Sosial Kabupaten Kediri untuk menjalani pembinaan.


Tersangka akan dijerat Pasal 2 Jouncto Pasal 17 dan atau Pasal 12 Undang Undang RI

Nomor 21 tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara paling singkat

3 tahun dan denda Rp 120.000.000,00 paling banyak Rp 600.000.000,00 (sebagimana dimaksud dalam

Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 4 dilakukan terhadap anak, maka ancaman pidananya ditambah 1/3 (sepertiga).

Ops Zebra Semeru di Lumajang, Diwarnai Edukasi Soal Protokol Kesehatan



Lumajang,- Pihak Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang kembali menggelar adanya Ops Zebra Semeru yang dipusatkan di SMK YP 17, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Kamis, 24 November 2021 pagi.


Ada yang menarik pada pelaksanaan kegiatan itu, pasalnya para pelajar di SMK YP 17 dibekali dengan beberapa materi dan wawasan soal tertib berlalu lintas. Bukan hanya itu saja, di lokasi itu anggota Sat Lantas juga mengedukasi pelajar akan pentingnya patuh protokol kesehatan.


Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Bayu Halim Nugroho, S.H., S.I.K. menilai jika pemahaman berlalu lintas, dinilai sangat penting untuk dilakukan ke kalangan pelajar. “Itu juga bisa mencegah, sekaligus menekan angka kecelakaan dalam berlalu lintas,” ujarnya.


Selain tertib berlalu lintas, kata dia, ditengah pandemi Covid-19 saat ini semua pihak dituntut untuk patuh terhadap protokol kesehatan. Pasalnya, hal itu diyakini bisa mencegah, sekaligus memutus rantai penyebaran Covid-19 di Lumajang. 


“Ada 2 yang kita sampaikan ke adik-adik pelajar SMK YP 17. Yang pertama, soal tertib berlalu lintas, dan yang kedua patuh protokol kesehatan dalam berlalu lintas,” bebernya.


Bayu berharap, dengan adanya beberapa materi sosialiasi dan edukasi yang telah disampaikan oleh personelnya itu, mampu meningkatkan kesadaran pelajar, terlebih ketika berkendara. 


“Tak kalah pentingnya juga, yaitu patuh protokol kesehatan. Keduanya itu harus bisa dipatuhi. Sosialiasi dan edukasi ini, ditujukan untuk meningkatkan kesadaran pelajar di Lumajang,” imbuhnya.


Dalam kegiatan itu, Satuan Lalu lintas Polres Lumajang juga melakukan penertiban dengan memeriksa kelengkapan kendaraan bermotor para pelajar.


“Kami juga merazia kelengkapan kendaraan bermotor para pelajar, terutama sepeda motor yang digunakan ke sekolah, yang tidak sesuai dengan peraturan Lalu lintas sementara kami amankan dan kami bawa ke kantor Satlantas,” ujar Kasat.


Untuk memberikan efek jera yang mendidik, Kasat lantas berencana akan mendatangkan orang tua siswa yang hari ini terjaring razia dan mewajibkan untuk memasang kelengkapan kendaraan bermotor sesuai dengan peraturan yang berlaku.


“Saya akan datangkan orang tuanya, dan pemilik kendaraan bermotor wajib melengkapi syarat-syarat kelengkapan nantinya sebelum dibawa pulang, ya biar ada efek jera,” pungkas kasat lantas.(Oborlmj)

Polda Jatim Siap Kawal Demo Buruh Tuntut Kenaikan UMP



Polda Jawa Timur siap mengawal dan mengamankan jalannya aksi demo yang dilakukan oleh para buruh, pada Kamis (25/11/2021) di Surabaya, dalam menyikapi kenaikan UMP.


Sebanyak 3200 personil gabungan dari TNI-Polri dan Satpol PP disiapkan untuk mengawal jalannya aksi demonstrasi buruh ini, yang rencananya akan di ikuti oleh ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur, diantaranya dari Sidoarjo, Gersik, Malang, Pasuruan, Jember dan Surabaya. Para buruh yang bergabung dari berbagai organisasi tersebut dijadwalkan berkumpul di frontage road Jalan Ahmad Yani.


Personil gabungan akan disiagakan di pintu masuk Surabaya, kawasan Industri, exit Tol dan titik-titik kumpul masa aksi, dalam rangka pengawalan dan pengamanan, agar aksi unjuk rasa tersebut dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar. 


Selain itu, petugas kepolisian juga akan melakukan rekayasa lalulintas agar tidak mengganggu aktivitas warga Surabaya. Namun warga Surabaya juga di imbau untuk sementara menghindari jalan Gubernur Suryo, atau Gedung negara grahadi, karena petugas akan melakukan penutupan jalan pada lokasi demo tersebut.. 


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan. Untuk mengantisipasi terjadinya hal hal yang tidak di inginkan dari elemen lain, selain buruh. Petugas juga telah membentuk tim khusus untuk memisahkan dan berkoordinasi dengan koordinator aksi serta melakukan pengamanan pada obyek vital juga melaksanakan patroli ke lokasi perusahaan.


"Kami menyiapkan tim khusus yang memantau kelompok - kelompok diluar buruh yang akan berdemo, nantinya kita akan pisahkan, dengan melakukan koordinasi dengan korlapnya dan pengamanan obyek vital serta patroli ke perusahaan," tandasnya. 


Kombes Gatot juga mengimbau kepada peserta demo untuk melaksanakan kegiatannya dengan tertib dan tidak melakukan kegiatan yang dapat merugikan masyarakat, khususnya warga Surabaya. 


"Kita berharap demo yang dilakukan oleh para buruh ini bisa berjalan dengan aman dan tertib. Selain itu diharapkan peserta demo juga tidak melakukan kegiatan yang dapat merugikan masyarakat Surabaya dalam beraktivitas," pungkasnya.

Kapolri Minta Jajaran Fokus Cegah Lonjakan Covid-19 saat Nataru dan Antisipasi Gangguan Kamtibmas

 


Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar Video Conference (Vicon) kepada seluruh jajaran mulai dari pejabat utama, Kapolda hingga Kapolres terkait dengan kesiapan pengamanan kamtibmas jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna mencegah pertumbuhan angka Covid-19.


Dalam pengarahannya, Sigit meminta kepada seluruh jajarannya untuk melakukan pemetaan potensi kerawanan dan melakukan antisipasi sejak dini terhadap potensi-potensi gangguan kamtibmas yang ada.


"Situasi kamtibmas sampai dengan saat ini masih relatif kondusif. Namun perlu diantisipasi kalender kamtibmas akhir tahun 2021 dimana terdapat banyak kegiatan yang berpotensi menjadi gangguan kamtibmas apabila tidak dikelola dengan baik. Seluruh Kasatker dan Kasatwil sudah harus mulai memetakan potensi kerawanan dan mempersiapkan rencana pengamanan serta langkah-langkah antisipasi," kata Sigit dalam arahannya.


Mantan Kapolda Banten ini menjelaskan bahwa sitkamtibmas yang harus diantisipasi sejak dini diantaranya adalah gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, unjuk rasa dan aksi terorisme.


Selain gangguan kamtibmas, Sigit juga meminta kepada seluruh jajarannya untuk bergerak cepat dalam upaya mitigasi bencana alam. Ia menegaskan, aparat kepolisian harus hadir dengan cepat untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana alam. 


"Laksanakan simulasi penanganan bencana agar pada saat terjadi bencana maka seluruh personel yang bertugas sudah siap dan tahu akan tugasnya. Dirikan posko serta siapkan sarana-prasarana evakuasi dan penanggulangan genangan air bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk mempercepat penanganan banjir, evakuasi warga, distribusi logistik, dan lainnya," ujar eks Kabareskrim Polri itu.


Selain antisipasi gangguan kamtibmas, Sigit menekankan kepada jajaran untuk fokus mempersiapkan pengamanan dan pengendalian Covid-19, menjelang libur Natal 2021 dan Tahun 2022. 


Pemerintah sendiri telah menetapkan PPKM Level 3 saat libur Nataru guna mengantisipasi adanya pertumbuhan angka virus corona. Oleh karena itu, Sigit menyebut, jajaran kepolisian untuk melakukan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada saat sebelum dan setelah operasi lilin guna mengimplementasikan kebijakan tersebut. 


Menurut Sigit, antisipasi tersebut bisa dilakukan dengan penguatan Posko PPKM Mikro. Jika memang ada masyarakat yang nekat untuk pulang kampung atau mudik, maka warga harus wajib melapor melalui Posko PPKM Mikro setempat. 


Sigit menyebut, dalam hal ini, TNI-Polri dan stakeholders terkait harus memperkuat sinergitas dalam memberikan sosialisasi, edukasi terhadap masyarakat, serta penanganan dan pengendalian Covid-19. 


"Melakukan sosialisasi pembatasan PPKM level 3 pada saat Nataru sehingga masyarakat dapat mempersiapkan diri dari jauh hari. Memasang banner, spanduk, baliho yang berisi imbauan kepada pemudik terkait prokes, kewajiban isoman dan standar isoman yang baik," ucap Sigit.


Dalam hal ini, warga yang akan mudik diberikan surat keterangan yang berisikan identitas, sertifikat vaksin dosis 2, dan hasil swab dalam rangka melakukan pengendalian Covid-19. 


Tak hanya itu, guna memastikan tidak adanya lonjakan saat Nataru, Sigit mengatakan, kepolisian harus melakukan pengendalian Covid-19 di jalur moda transportasi darat, udara dan laut. 


Sementara itu, untuk warga yang sudah sampai ke lokasi tujuan mudik, Sigit menekankan kepada jajaran terkait dengan penanganan yang tepat. Mulai dari lapor ke Posko PPKM, memberikan hasil swab antigen, menyerahkan sertifikat vaksin dosis 2, dan menyiapkan tempat Isolasi Terpusat (Isoter), jika ada warga yang dinyatakan positif Covid-19. 


Menurut Sigit, segala antisipasi dan upaya untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas dan mencegah lonjakan Covid-19 saat libur Nataru harus benar-benar terlaksana dengan baik. 


Mengingat, Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara dalam hal penanganan Covid-19 dan berdasarkan pusat pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC) Amerika Serikat, Indonesia masuk dalam kategori zona hijau Covid-19 dengan tingkat penularan kasus berada di level 1 sehingga aman untuk dikunjungi. Tren positif itu harus dipertahankan. 


Tak hanya itu, kata Sigit, Indonesia akan menjadi tuan rumah di beberapa agenda internasional. Karena itu, sebagai salah satu yang berada di garda terdepan, Polri harus memastikan untuk mencegah gangguan kamtibmas dan lonjakan Covid-19. 


"Capaian ini perlu dipertahankan, dengan penguatan prokes, 3T dan meningkatkan capaian vaksinasi. Hal ini penting sebagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya gelombang ketiga Covid-19," tutur Sigit.


Tak hanya itu, dalam vicon tersebut, Sigit juga menerima laporan dari Divisi Propam Polri soal laporan dari pelanggaran oknum anggota kepolisian. Hal itu yang memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap kepolisian saat ini. 


Menurut Sigit, dengan adanya laporan rapor merah terkait pelanggaran anggota tersebut, harus dijadikan bahan evaluasi guna kembali meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri. 


"Bahwa apa yang diperlihatkan tadi adalah rapor kita. Jadi ya kalau rapor merah jangan kita sobek raportnya tapi bagaimana kemudian kita perbaiki. Sehingga rapornya menjadi biru. Jadi sekali lagi itu adalah potrret yang muncul dari apa yang terjadi di masyarakat. Silahkan ini menjadi masukan bagi kita semua kemudian kita perbaiki. Saya kira hal-hal tersebut akan membuat masyarakat juga memahami kita, Polri berusaha terus lakukan atau laksanakan perubahan internal untuk jadi lebih baik. Terakhir, kita harus selalu optimis bahwa kepercayaan publik akan terus meningkat dengan terus melakukan perbuatan yang baik," tutup Sigit.

26/11/2021

Tingkatkan Kinerja, Bhabinkamtibmas Polres Jombang Dilatih Aplikasi BOS Versi 2

 


Jombang_Merdekanews.id

Jombang, Guna mewujudkan program prioritas Kapolri dibidang peningkatan pelayanan publik, Direktorat Binmas Polda Jatim melaksanakan kegiatan Tatap muka dalam rangka evaluasi kinerja dan peningkatan kapasitas Bhabinkamtibmas guna mengawal masyarakat Jawa Timur dari masa Pandemi menuju Endemi Covid 19 bertempat di Graha Bhakti Bhayangkara Polres Jombang, Jumat, (26/11/2021). 


Kegiatan tersebut diawali dengan apel besar Bhabinkamtibmas seluruh jajaran Polres Jombang dan dilanjutkan kegiatan pembinaan peningkatan dan kemampuan terhadap Bhabinkamtibmas dengan pelatihan aplikasi Binmas Online Sytem (BOS) versi 2.


Pelatihan itu dimaksudkan agar seluruh Bhabinkamtibmas dapat memahami dan masuk aplikasi BOS versi 2 dalam pelaporan pelaksanaan tugas. Hal tersebut sebagaimana instruksi Mabes Polri agar semua tugas atau pelaporan Bhabinkamtibmas dimasukkan dalam aplikasi itu guna mengontrol pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas seluruh Indonesia.



Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan tugas dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19 penting sekali diberikan pelatihan yang nantinya bisa membantu tenaga kesehatan dalam memberikan informasi kasus covid-19 serta dapat mencari dan melaporkan kontak erat yang terkonfirmasi Covid-19.


Sementara itu, dalam sambutannya, Kapolres Jombang AKBP Moh. Nurhidayat mengingatkan kepada para Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pelaksanaan tugas Kepolisian di lapangan agar tetap semangat melaksanakan tugas demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan tertib di wilayah hukum Polres Jombang.


“Sebagai garda terdepan dalam hal Kamtibmas harus tetap bersinergi dengan tiga pilar di Desa yaitu Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa,” pesannya.


Dalam situasi pandemi, semua Bhabinkamtibmas ketika melakukan tracking (Pelacakan) harus tetap berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan dua pilar Kamtibmas lainnya serta unsur lapisan masyarakat di wilayah binaannya dan melaporkan setiap perkembangan kepada pimpinannya.


Sementara, Kompol Supriyono selaku Ketua Tim menyampaikan pentingnya menjalin silaturahmi dengan masyarakat karena akan terbantu dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dan setiap kegiatan dikompulir kemudian laporannya dimasukkan di aplikasi BOS.


“Tetap jalin kerjasama dengan rekan-rekan intelijen untuk melakukan deteksi dini guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Semua kegiatan Bhabinkamtibmas akan dapat dimonitor dalam aplikasi BOS Versi 2,” ujarnya.

Slametan Jum'at Legi di Desa Ngudirejo Sebagai Media Komunikasi Sosial




 Jombang, 26 November 2021 Merdekanews.id

Desa Ngudirejo merupakan salah satu Desa yang berada di Wilayah Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Kegiatan rutin slametan Jum'at Legi, 26 November 2021 di Desa Ngudirejo terbilang unik, sakral dan penuh makna.


Di era Kepemimpinan Lamtarno (Kepala Desa Ngudirejo), budaya slametan Jum'at Legi ini secara rutin dilaksanakan di pendopo balai desa Ngudirejo, masifnya pemahaman makna sakral sebagai uri-uri budaya yang selama ini banyak ditinggalkan masyarakat kembali digagas para pemuka agama, sesepuh dan masyarakat desa Ngudirejo, serta peran serta pemerintah Desa Ngudirejo. Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari Visi dan Misi Kepala Desa sebagai penjabaran dari strategi, tindakan, dan tahapan dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan untuk mewujudkan Desa Ngudirejo sebagai desa maju, mandiri dan berkembang tanpa meninggalkan budaya, tradisi jawa dan agama.



Saat ditemui di kantor desa, Lamtarno (Kades Ngudirejo) mengatakan bahwa makna dibalik tradisi Slametan Jumat Legi sebagai media komunikasi sosial adalah sebagai

sosialisasi. Dimasa kini, pelaksanaan Slametan Jumat

Legi bertujuan. (1) Sebagai media komunikasi sosial,

(2) Pembacaan doa terhadap keluarga atau

leluhurnya yang telah meninggal. (3) Sarana gotong royong, tolong menolong, menaruh rasa simpati dan empati. (4) Sebagai forum silahturahmi antar warga. (5) Sebagai Media syukuran (syukur nikmah) sebuah keluarga yang telah mendapat nikmat dari Allah SWT. (6) Sebagai media sedekah (berupa hidangan

ala kadarnya). (7) sebagai cara menyampaikan

informasi pemerintahan, dan (8) sebagai forum

informasi komunitas.

"Faktor yang mempengaruhi tradisi lokal Slametan Jumat Legi masih dilakukan dan dilestarikan oleh masyarakat Desa Ngudirejo adalah warga desa memaknai keselamatan agar bisa


selamat dan memiliki hubungan seseorang dengan Tuhan, Jumat

Legi menurut perhitungan (petungan) masyarakat

Desa Ngudirejo sebagai malam keramat atau sakral, saat yang terbaik untuk kirim doa kepada arwah sanak saudara, sebagai sarana mengumpulkan

warga dan menumbuhkan keakraban, kepedulian,

dan saling berinteraksi" ujar Lamtarno.


Tradisi Slametan Jumat Legi pada masyarakat Desa Ngudirejo merupakan percampuran antara Islam dan tradisi leluhur yang menumbuhkan hubungan antar individu melalui simbol-simbol komunikasi dalam interpretasi dan

perbuatan. 


Slametan Jumat Legi sebagai media komunikasi

sosial merupakan cara interaksi antar individu atau warga, dimana interaksi yang terjadi berupa menyampaikan informasi tentang perkembangan wilayah ke RT-an, warga yang sakit, yang ditimpa musibah, sebagai media interaksi mengobrol tentang keluarga, lingkungan, masjid untuk perekat

hubungan sosial, sebagai media forum silaturahmi

meningkatkan kekeluargaan antar warga desa, sebagai media mengirimkan doa kepada arwah keluarga yang sudah meninggal dan leluhurnya, dan sebagai media memberikan sedekah makanan kepada

tetangga; dan perilaku tradisi lokal Slametan Jumat Legi dapat berfungsi untuk mempertahankan

solidaritas sosial pada masyarakat Desa Ngudirejo. Solidaritas yang terbentuk dari kegiatan Slametan Jumat legi adalah tolong menolong dan gotong royong antar warga.(Rina)

DIDUGA KEGIATAN PENIKATAN JALAN RUAS D.K INDRALAYA -OGAN ILIR -PROYEK MAKMURKAN KORUPTOR

 


MERDEKA NEWS SUM-SEL Berdasar kan infomasi masyarat ada nya dugaan penyipangan pada kegiatan penikatan ruas jalan ruas D.K Indralaya yg di kerjakan oleh PT.PERMATA MANDIRI SAKTI dengan nilai kontrak rp.6.191.312.541,38,- Tahun anggaran 2020 ,setelah tim melakukan singkronisasi antara kerangka acuan kerja kegiatan jalan ruas D.K indralaya ternyata hampir keseluruh kegiatan di kerjakan pada malam hari dan di duga beberapa item tidak di kerjakan di antara nya : 1.pembersihan badan jalan berupa pengupasan aspal lama menggunakan cold milling machine guna melakukan hamparan Angregat 



2.penghamparan material atau juga agregat setebal 10 cm tidak dilakukan secara maksimal 3.Terdapat juga pekerjaan aspal AC-BC yg seharus memiliki lebar: 4,5 meter,namun terdapat juga lebar jalan yang bervariasi mulai dari :4.3 meter dan 4.0 meter ada juga 3.5 meter maka besar dugaan pekerjaan tidak sesuai degan perencanaan (gabar) 4.Dan temuan tim Lsm investigasi PKP di lapangan bahwa tidak terdapat ketebalan Agregat 10 cm maka patut diduga kegiatan peningkatan jalan ruas tidak sesuai spesifikasi. 



terkait permasalahan di atas maka Lsm Pematau korupsi & pemerintahan pada tgl 23-November 2021 melakukan Aksi unjuk rasa di halaman KEJATI sum-sel dan juga memasukan berkas Laporan pegaduan (LAPDU), selaku kordinator aksi Syahabudin menghendaki aparat penegak hukum (APH) Kejati sum-sel menindak lajuti Laporan pegaduan Lsm PKP sesuai standar oprasional prosudur (SOP) kejaksaan dan ia juga mengatakan pada tgl :30 November 2021 bersama rekan - rekan nya akan melakukan aksi unjuk rasa lajutan di halaman BPKP SUM-SEL tujuan aksi ujuk rasa Lsm PKP akan mendesak BPKP Perwakilan SUM-SEL untuk segera melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan kegiatan penikatan jalan ruas D.K Indralaya kabupaten Ogan Ilir karena sebagai bentuk contribusi untuk mepermuda Kejaksaan Tinggi sumatra selatan dalam proses Peyelidikan dan Penyidikan ujar nya. ( AK/JN )