05/12/2021

Apel Kasatwil, Kapolri Minta Capaian Positif Penanganan Covid Dipertahankan Hingga Kebiasaan Untuk Berbuat Baik




BALI - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan beberapa hal penting dalam Apel Kasatwil Polri. Dihadapan personel, Ia meminta agar capaian pengendalian pandemi Covid-19 yang sudah sangat baik terus dipertahankan. Atas hal ini, Kapolri mengapresiasi seluruh kerja keras personel Polri dalam penganganan Covid-19 selama ini. 


“Dalam kesempatan ini saya selaku Kapolri mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya pada seluruh personel Polri baik di Mabes, Polda, maupun di pulau terjauh, terpencil yang telah melaksanakan seluruh kerja kerasnya. Keberhasilan penanganan Covid-19 tidak lepas dari kerja keras rekan-rekan semua. Saya ucapkan makasih dan apresiasi setinggi tingginya,” kata Kapolri saat memberikan pengarahan Apel Kasatwil, Jumat (3/12) malam. 


Mantan Kapolda Banten ini menilai, kerja keras yang dilakukan seluruh personel Polri dalam menangani pandemi Covid-19 membuahkan optimisme bangkitnya negara untuk bisa keluar dari hantaman Pandemi. 


Disamping itu, lanjutnya, dengan laju Covid-19 yang dapat dikendalikan dengan baik maka Indonesia berhasil dan sukses menyelenggarakan sejumlah event nasional seperti PON di Papua, maupun internasional World Superbike di Mandalika, NTB serta 

Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali yang sedang berlangsung. 


Bahkan, berkat kerja keras bahu membahu tangani Covid-19, Kapolri menekankan, Indonesia dipercaya untuk menyelenggarakan Presidensi G20 dan event MotoGP di Sirkuit Mandalika. 


“Karena itu tentunya dalam kesempatan ini saya dorong rekan-rekan terus pertahankan posisi yang diraih berbagai pencapaian dan ucapan apresiasi ke seluruh rekan-rekan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus pertahankan,” ujar Kapolri. 


Masih dalam sambutannya, Kapolri menyinggung transformasi menuju Polri Presisi. Terkait hal itu mantan Kabareskrim ini menekankan bahwa hal itu bisa menjadi upaya untuk menjawab tantangan masyarakat yang mengharapkan Polri lebih baik. Disamping itu, transformasi perubahan adalah sebuah keharusan sebagai organisasi modern. 


Dari evaluasi pencapaian transisi menuju Polri Presisi, Kapolri melihat kuantitas capaian sudah cukup bagus. Dimana rata-rata di atas 95 persen. Meski secara kuantitas positif, Ia mengharapkan agar kualitas dari program-program yang dibuat serta inovasi yang dilakukan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 


“Karena jargon salam Presisi tidak hanya berhenti sampai disitu. Tapi gimana kemudian salam Presisi betul-betul dirasakan di hati masyarakat,” ucap Sigit. 


Oleh sebab itu, dalam kerangka ini Kapolri meminta agar seluruh jajarannya menghindari tindakan-tindakan kontraproduktif yang berdampak kepada organisasi. Untuk itu, lanjut Kapolri, oknum-oknum yang manfaatkan situasi sehingga mencemari dan menciderai, ia mengingatkan agar mereka menghormati komitmen personel lain yang sudah bekerja dengan baik. 


“Artinya secara kuantitas turun, namun hanya beberapa peristiwa pelanggaran yang kemudian diviralkan maka kepercayaan publik ke kita langsung turun,” kata Kapolri. 


Kapolri mengingatkan sekali lagi, bahwa transformasi perubahan mutlak harus dilakukan dan menjadi arus pikir bersama seluruh personel. Pasalnya, kata dia, Polri sebagai organisasi besar harus menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan ditengah perkembangan zaman. 


Lantas Kapolri mengurai, setiap personel Polri wajib memiliki tiga kompetensi didalamnya, yakni kompetensi teknis, hal ini terkait dengan profesionalisme. Kompetensi leadership yang mumpuni saat memimpin dari satuan terkecil hingga terbesar dan kompetensi etika. 


Kapolri tak cukup khawatir dengan dua kompetensi yang ia anggap telah dimiliki seluruh personel. Namun ia menitik beratkan kompetensi etika, yakni bagaimana mengubah kultur budaya organisasi dalam benaknya. 


“Yang paling sulit kompetensi etika inilah yang tentunya akan mereka kultur dan budaya organisasi gimana kita tanamkan nilai baik untuk dibiasakan sehingga itu menjadi perilaku keseharian itu menjadi suatu modal keutamaan tanpa kita sadar kalau ini bisa kita lakukan maka risiko untuk lakukan pelanggaran akan berkurang,” papar Kapolri.


Kapolri sangat yakin, jika dapat mengubah kultur budaya organisasi maka bisa dipastikan Polri akan sangat betul-betul dicintai dan sangat dekat dengan masyarakat. 


“Ini adalah hal yang mungkin paling sulit karena memang gimana kita harus mampu mengubah dari zona nyaman namun disisi lain ini harus kita lakukan. Apabila kita ingin organisasi kita jadi baik, apabila kita ingin anggota kita baik, tanamkan budaya untuk berbuat baik. Ini harus dilakukan berulang-ulang,” ujar Kapolri.


Selanjutnya, manajemen metode yang dimana transformasi Polri Presisi untuk mengedepankan pola Pemolisian Prediktif guna mencegah dan menyelesaikan segala permasalahan sosial dan kejahatan di masyarakat. Hal itu juga mengatur soal tugas dengan melakukan pendekatan Pre-emtif, Preventif dan Represif. 


"Kedepan tentunya kita juga menginginkan Polri dapat memanfaatkan teknologi informasi yang dapat terkoneksi dengan satu kesatuan big data, contohnya yang dimiliki Kemenkes untuk aplikasi PeduliLindungi. Ini tentunya menjadi sangat baik apabila kita dapat mengelola semua data menjadi satu antara kementerian/lembaga. Sehingga peristiwa di suatu tempat dapat kita baca dan kita lakukan upaya Pre-emtif dan Preventif sebelum kejahatan terjadi. Ini merupakan cita-cita dan harapan kedepan," kata Kapolri.


Selanjutnya soal manajemen sarana dan prasarana. Dalam hal ini, jajaran Polri diminta untuk terus menyesuaikan lingkungan strategis yang akan dihadapi kedepannya. Dalam hal ini, tentunya harus dipastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan tugas disiapkan guna menghadapi tantangan tugas kedepannya. 


Dan keempat adalah manajemen anggaran. Untuk hal ini, Kapolri meminta untuk terus mempertahankan tren positif yang ada dengan cara terus melaksanakan tugas dengan baik dan mempertanggungjawabkan kepercayaan yang telah diberikan oleh negara terhadap Polri. 


Masih dalam pengarahannya, Kapolri juga menyinggung soal jiwa kepemimpinan yang harus bisa menjadi teladan bagi seluruh anggotanya. Sehingga, transformasi pengawasan harus terus dilaksanakan kedepannya. Karena itu para Kasatwil, kata Kapolri, harus mau turun ke bawah untuk mengetahui permasalahan dan kesulitan apa yang dihadapi oleh jajarannya. 


"Sehingga pada saat kita ambil keputusan atau memberikan perintah, akhirnya perintah tersebut benar. Jadi sangat penting bagaimana saat situasi sulit kita turun ke lapangan. Kemudian kita ambil langkah untuk ambil alih terhadap permasalahan yang ada. Ini menjadi penting," ujar Kapolri. 


Tak hanya itu, menurut Kapolri, pemimpin harus mampu memberikan pemahaman terhadap anggota untuk membiasakan berbuat baik mulai dari hal terkecil. Dengan membiasakan berperilaku positif, hal tersebut akan selalu tertanam dalam mindset sehari-hari. Tentunya itu memiliki dampak untuk perseorangan maupun organisasi. 


"Kita tentunya harus kita biasakan lakukan hal-hal yang sifatnya berbuat baik. Mulai dari hal kecil saja, seperti misalnya kegiatan menyeberangkan anak-anak kecil, orng tua, dorong mobil. Hal kecil seperti itu," tutup Kapolri.

Erupsi Semeru, Sat Sabhara Polres Lumajang Evakuasi 1 Jenazah




Lumajang,- Sat Sabhara Polres Lumajang bersama Relawan dan warga berhasil menemukan satu jenazah yang diduga sebagai korban erupsi Gunung Semeru, Sabtu 4 Desember 2021 malam.


Jenazah yang diketemukan tersebut, dievakuasi oleh petugas dari sekitaran Kajar Kuning Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang, Jawa timur. 


“Ya benar, 1 Jenazah ditemukan, diduga korban erupsi Gunung Semeru, Diketahui, jenazah tersebut adalah seorang perempuan, diduga bernama Poniyem, 50 tahun, yang beralamat di Dusun Curah Kobokan RT 05 RW 07 Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang,” ulas AKBP Eka Yekti.


Jenazah tersebut setelah diketemukan langsung dibawa ke RS. Pasirian guna dilakukan pemeriksaan dan perawatan jenazah.


“Setelah dilakukan proses evakuasi, Anggota Sat Sabhara langsung membawa korban ke RS. Pasirian Lumajang, selanjutnya rencana akan dilakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap jenazah, kami berharap pihak keluarganya bisa segera memastikan keberadaannya di Rumah Sakit,”Pinta Kapolres.


Kapolres menambahkan, penemuan mayat itu diperkirakan pukul 19.30. Proses evakuasi, melibatkan beberapa pihak terkait.


"Sesuai informasi yang kami dapat, mayat ditemukan pukul 19.30 WIB," jelasnya.


Ironisnya, kondisi Semeru yang saat ini sudah dinyatakan waspada level 2, masih terdapat beberapa warga yang melakukan evakuasi mandiri.


"Ini sangat disayangkan. Rata-rata, warga yang melakukan evakuasi mandiri itu berusaha mengamankan barang-barang maupun harta benda, ini sangat berbahaya," ungkap Kapolres, AKBP Eka Yekti Hananto Seno pada Sabtu, 04 Desember 2021 malam.



Hingga saat ini, ia bersama beberapa beberapa pejabat, hingga stakeholder lainnya akan terus melakukan proses evakuasi. Bahkan, ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik.


"Kami semua bekerja ekstra. Saya imbau pada warga, jangan mudah panik, utamakan keselamatan jiwa, sampai semuanya dinyatakan aman," pintanya.(oborlmj)

Erupsi Gunung Semeru, Polres Lumajang Kerahkan Personel Dirikan Posko dan Dapur Umum Bantu pengungsian

 


Lumajang,- Gunung Semeru mengalami erupsi. Erupsi itu diawali banjir lahar atau guguran awan panas. Suasana gelap pun menyelimuti sejumlah Dusun yang berada di area kaki Gunung Semeru yang diakibatkan kabut abu vulkanik.


“Sebelumnya sudah dilakukan mapping lokasi aliran lahar erupsi Semeru, sebagai Informasi Pengalihan jalur, semua kendaran dari arah Malang dengan tujuan Lumajang maupun dari Lumajang menuju ke Malang di sarankan putar balik, semua kendaran dari arah Jember menuju Malang dan sebaliknya disarankan lewat Probolinggo. Karena info terkini Jembatan Perak Piketnol putus” kata Kapolres.


Kapolres berujar, sesuai informasi yang ia terima, gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas ke arah Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pukul 15.20 WIB. 


“Getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter-24 milimeter Seismograf,” jelas Kapolres.


Untuk saat ini, akibat adanya erupsi itu beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa Dusun mengalami pemadaman listrik. 


“Lokasi yang terdampak erupsi Semeru ini diantaranya berada di dua desa Kecamatan Pronojiwo yakni Desa Oro-Oro Ombo dan Desa Supiturang, sedangkan di Kecamatan Candipuro terdapat 3 Desa yaitu Desa Sumberwuluh, Desa Sumbermujur dan Desa Penanggal,” ungkap Kapolres.


AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si. memastikan jika keberadaan dapur umum darurat milik Polres Lumajang, bakal memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi akibat erupsi gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu, 04 Desember 2021 sore.


Kapolres menyebut, saat ini pihaknya telah mendistribusikan beberapa kebutuhan sembako yang nantinya akan diperuntukkan bagi masyarakat di lokasi pengungsian."Kita pastikan, kebutuhan makanan para pengungsi tercukupi," jelasnya.


Kapolres juga menjelaskan bahwa untuk mencapai lokasi terdampak erupsi sangat sulit dijangkau, untuk itu Kapolres melibatkan anggotanya dengan berjalan kaki menyusurinya. Meski berada di lokasi yang sulit untuk dijangkau, menurutnya, bukan menjadi persoalan bagi dirinya untuk sigap melakukan evakuasi dan penanggulangan terhadap masyarakat.


"Ini sudah tugas kami, dan ini adalah kemanusiaan. Sudah menjadi kewajiban kami," imbuhnya.


Bukan hanya itu saja, pihaknya juga telah berkoodinasi dengan Bupati Lumajang, koordinasi itu berkaitan dengan beberapa langkah yang harus dilakukan oleh Kapolres dalam upaya penanggulangan.


"Sudah kita koordinasikan secara langsung. Evakuasi dan penanggulangan ini, tentunya memerlukan peran semua pihak," pungkasnya.


Tercatat Polres Lumajang mendirikan Posko Pengungsian yang difasilitasi dengan dapur umum sebagai penunjang untuk pemenuhan bantuan makanan dan minuman bagi pengungsi, antara lain di Kantor Desa Oro-Oro Ombo, Kantor Desa Supiturang, SDN Supiturang 4, Kantor Kecamatan Candipuro, Posko Lapangan Dusun Kamar Kajang Desa Sumberwuluh, Kantor Desa Sumberwuluh, Kantor Desa Sumbermujur, Kantor Desa Penanggal, Masjid Desa Jarit Kec. Candipuro. (Oborlmj)

Erupsi Gunung Semeru, Polres Lumajang Lakukan Mapping dan kerahkan Personel Satlantas Alihkan arus Lalu Lintas

 


Lumajang,- Gunung Semeru mengalami erupsi. Erupsi itu diawali banjir lahar atau guguran awan panas. Suasana gelap pun menyelimuti sejumlah Dusun yang berada di area kaki Gunung Semeru yang diakibatkan kabut abu vulkanik.


Kapolres berujar, sesuai informasi yang ia terima, gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas ke arah Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pukul 15.20 WIB. 


“Getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter-24 milimeter Seismograf,” jelas Kapolres.


“Sudah kita kerahkan personel dari Satlantas. Mereka nanti akan melakukan pengalihan dan penutupan di beberapa jalur,” ujar Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si.. Sabtu, 04 Desember 2021 petang.


Personel Satlantas, kata Kapolres, saat ini melakukan penutupan pada jalur Lumajang menuju Malang. Penutupan itu, dilakukan guna mengantisipasi terjadinya banjir lahar di area tersebut. Karena info terkini Jembatan Perak Piket nol putus.


“Sebelumnya sudah dilakukan mapping lokasi aliran lahar erupsi Semeru, sebagai Informasi Pengalihan jalur, semua kendaran dari arah Malang dengan tujuan Lumajang maupun dari Lumajang menuju ke Malang di sarankan putar balik, semua kendaran dari arah Jember menuju Malang dan sebaliknya disarankan lewat Probolinggo.” kata Kapolres.


Pihak Polres Lumajang juga melakukan pengalihan arus Lalu lintas jauh dari area terdampak bencana.


“Kami sengaja menutup beberapa titik lalu lintas terutama di jalur Lumajang menuju Malang, kami lakukan penutupan di Simpang empat Tempeh dan Jalur Malang via Ranupane. Sejak dari jalur masuk Kota Lumajang di Wonorejo hingga titik penutupan kami sudah pasang papan-papan imbauan dan petunjuk arah,” imbuh Kapolres.


Pada kesempatan itu Kapolres menambahkan, selain memberikan imbauan dengan papan petunjuk, pihaknya juga menyiagakan petugas pada titik-titik tersebut.


“Selain memberikan imbauan dan petunjuk arah, kami juga menyiagakan personel pengamanan jalur lalu lintas, saya berharap dengan adanya petunjuk ini, masyarakat bisa mengantisipasi dan merencanakan perjalanannya dengan aman dan nyaman, tentunya jauh dari wilayah terdampak erupsi Semeru,” pungkasnya.(Oborlmj)

Polres Lumajang Bersama RS. Bhayangkara Kerahkan personel Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Bantu Korban Erupsi Semeru

 



Lumajang,- Erupsi gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu, 04 Desember 2021 sore telah mengakibatkan sejumlah warga harus dirujuk ke rumah sakit yang ada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.


Betapa tidak, erupsi itu telah mengakibatkan puluhan orang mengalami gangguan pernafasan hingga luka bakar akibat awan panas yang ditimbulkan oleh letusan Semeru.


Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si. menyebut jika pihaknya saat ini telah fokus melakukan penanggulangan bersama beberapa instansi terkait lainnya.



“Untuk sementara jumlah pasien ada 35 orang. 11 diantaranya sudah dirujuk ke beberapa rumah sakit di Lumajang, kami berupaya melakukan penanggulangan bencana ini bersama pihak terkait, baik Pemerintah Kabupaten, TNI, BPBD, dan semua Rumah Sakit di Lumajang kami libatkan, termasuk para Relawan ikut serta membantu,” kata Kapolres.


Bahkan, Kapolres menyebut jika saat ini pihaknya telah mendirikan beberapa lokasi pengungsian darurat di beberapa Balai Desa yang ada di sekitar area gunung Semeru. Erupsi gunung Semeru ini seakan membuat Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si. mengambil langkah sigap.


“Untuk Posko Bencana dan pos pengungsian terdekat, kita pusatkan di lapangan Kamar Kajang, Candipuro. Pengungsian itu melibatkan aparat TNI, Polri, BPBD dan Relawan, kami juga kerahkan petugas medis dari Sidokkes” jelasnya.


Beberapa personel Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Lumajang pun bersama RS. Bhayangkara mulai dikerahkan untuk memeriksa kondisi masyarakat yang saat ini ada di tempat pengungsian dan pos bencana yang didirikan.


"Di Pengungsian Gunung Sawur dan balai Desa Penanggal Candipuro, Tim Dokkes Polres Lumajang bersama RS. Bhayangkara mulai bekerja. Satu persatu kondisi kesehatan pengungsi mulai diperiksa, kami lakukan pertolongan pertama dengan merawat luka, memberikan obat dan vitamin," ujar AKBP Eka Yekti. Sabtu, 04 Desember 2021 malam.


Beberapa alat kesehatan pun, kata Kapolres, sudah bersiaga di lokasi pengungsian masyarakat di beberapa titik pengungsian. Sebelumnya, Kapolres mengatakan jika terdapat puluhan warga yang harus mendapatkan penanganan secara insenstif akibat erupsi gunung Semeru.


Selain mengalami gangguan pernafasan, ia mengungkapkan jika sebagian warga mengalami luka bakar akibat luapan abu awan panas erupsi tersebut.


“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Dokkes, banyak ditemukan warga yang mengalami sesak nafas akibat abu vulkanik, selain itu beberapa kami temukan mengalami luka bakar, semua kami upayakan mendapat pertolongan medis, yang dianggap memerlukan penanganan serius tadi juga sudah dievakuasi ke RS. Pasirian dan RSUD Haryoto,” ungkap Kapolres.


Tercatat beberapa Indentitas Korban Luka Bakar yang dirawat diantaranya adalah,


korban yang di rawat inap di RS. Pasirian :


1. Puryo, alamat Sumberwuluh, status Ranap

2. Yudi, 36 th, Pronojiwo, status Ranap

3. Haris, 35 th, Pronojiwo, status Ranap

4. Samsul Arifin, Pronojiwo, status Ranap

5. Sudarsono, 47 th, Purwosono, status Ranap

6. Hasanudin, 27 th. Supit Urang, status Ranap

7. Mari Abdulloh, 40 th, Alamat Tumpeng, status Ranap

8. Ngatinah, 21 th, Curah Kobokan, status Ranap

9. Sukri, 48 th, Supit Urang, status Ranap

10. Wildan, 17 th, Curah Kobokan, status Ranap

11. Marhamah, 47 th, Supit Urang, status Ranap

12. Imam Romli, 27 th, Supit Urang, status Ranap

13. Roni, 40 th, Supit Urang, status Ranap

14. Purwanto, 43 th, Curah Kobokan, status Ranap

15. Hermanto, 42 th, Supit Urang, status Ranap

16. Jumadi, 50 th, Sumberwuluh, status Ranap


Korban dirawat di RS. Bhayangkara :

1.Idris, 26 th, Supit Urang kec Pronojiwo

2.Hariyanto, 40 th, Sumber mujur Kec. Candipuro


(Oborlmj)

Gerak Cepat Polda Jatim Ungkap Kasus Kematian Mahasiswi Asal Mojokerto




MOJOKERTO KABUPATEN, Polres Mojokerto Kabupaten, pada tanggal 2 Desember 2021, mendapatkan laporan dari masyarakat jika ada seorang wanita bunuh diri di area makam di Dusun Sugian, Desa Japan, Kecamatan Suko, Kabupaten Mojokerto.


Dari laporan tersebut, polres mojokerto bergerak cepat untuk mengungkap peristiwa bunuh diri seorang wanita muda tersebut yang di Back Up juga oleh Ditreskrimum Polda Jatim.


Pada hari ini, Sabtu (4/12/2021) Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, didampingi pejabat utama (PJU) Polda Jatim. Merilis hasil pengungkapan kasus bunuh diri tersebut.


Waka Polda Jatim menjelaskan, hasil dari penemuan mayat itu ditemukan adanya bekas minuman yang bercampur potasium. Sedangkan hasil dari Visum luar yang dilakukan oleh Puskesmas Suko, pada tanggal 2 Desember 2021. Tidak ditemukan tanda - tanda penganiayaan.


"Korban atas nama Novia Widyasari Rahayu (23) warga Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto," kata Waka Polda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Sabtu (4/12/2021) malam.


Lanjut Hadi, hasil kerja keras dari Polres Mojokerto Kabupaten, akhirnya bisa mengamankan terduga tersangka yang mana bersangkutan seorang Polri yang bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten.


"Korban dan Anggota Polri ini sudah berkenalan sejak bulan Oktober 2019. Pada saat itu sedang nonton bareng distro baju yang ada di Malang. Keduanya pun akhirnya berkenalan dan bertukar nomor Hanphone hingga terjadi hubungan (berpacaran)," sebut waka polda.


Kemudian keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri yang terjadi mulai tahun 2020 hingga 2021, yang dilakukan di wilayah Malang yang dilakukan di kos maupun di hotel.


"Selain itu ditemukan juga bukti lain bahwa korban selama pacaran, yang terhitung mulai bulan Oktober 2019 sampai bulan Desember 2021 melalukan tindakan aborsi bersama yang mana dilakukan pada bulan Maret tahun 2020 dan bulan Agustus 2021," tandasnya.


"Untuk usia kandungan yang pertama masih usia mingguan, sedangkan usia kandungan yang kedua setelah usia 4 bulan," sambungnya.


Perbuatan melanggar hukum ini secara internal akan mengenakan terkait dengan ketentuan yang sudah mengatur di Kepolisian yaitu Perkap nomor 14 tahun 2011 tentang kode etik yaitu dijerat dengan Pasal 7 dan 11.


Secara pidana umum juga akan dijerat Pasal 348 Juncto 55, ini adalah langkah - langkah yang akan dilakukan oleh anggota Polri.


"Kita akan menerapkan pasal - pasal tersebut kepada anggota yang melalukan pelanggaran. Sehingga tidak pandang bulu, dan hari ini yang terduga sudah diamankan di Polres Mojokerto Kabupaten," ucapnya.


Kami akan mendalami kembali apa yang menjadi penyebab utama wanita tersebut bunuh diri. Namun sementara kita sudah mendapatkan keterangan dari hasil Interogasi. Apa yang kita dapatkan sesuai dengan pasal - pasal tersebut fan sudah terpenuhi semua.


"Hasil sementara potasium sudah dikirim ke labfor, sedangkan barang bukti yang ditemukan di TKP adalah potasium, sedangkan barang bukti yang untuk menggugurkan adalah sikotek. Sampai hari ini tidak ditemukan unsur kekerasan," pungkasnya.


Sedangkan untuk yang kode etik adalah Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan ini adalah hukuman terberat.


Sementara untuk pihak keluarga dari terduga pelaku sudah dilakukan pemeriksaan dan untuk penjual obat aborsi juga tidak menutup kemungkinan juga akan dilakukan pengejaran.

GALANG DANA BUAT LUMAJANG BERDUKA "PRAY FOR SEMERU"



 Jombang_Merdekanews.id

 Peduli bencana gunung Semeru mengalami peningkatan Vulkanik mengeluarkan lava pijar, awan panas dan abu tebal menghujani kabupaten lumajang dan sekitarnya. Aksi tanggap Cepat (ACT) kab. Jombang dan Komunitas Pemuda inspiratif ( Kompi ) turun Jalan untuk galang dana Peduli Bencana Erupsi Gunung Semeru, Minggu bisa(5/12/2021) 


Serta Salah satu Anggota DPRD kabupaten Jombang Syarif Hidayatulloh wakil Ketua Komisi D terketuk hatinya langsung ikut turun kejalan dan memfasilitasi Kendaraan yang di butuhkan untuk ngantar Donasi Ke Lumajang. 


Syarif Hidayatulloh wakil Ketua Komisi D DPRD kabupaten Jombang mengatakan siap memfasilitasi kendaraan untuk ngantar Donasi dan ini bentuk kepedulian tanggap Bencana erupsi Gunung Semeru ikut bantu turun kejalan. 



Gus Sentot panggilan akrab ketua DPC Partai Demokrat yang juga sebagai ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Jombang juga menyampaikan, Kegiatan galang dana bagi korban bencana letusan Gunung Semeru merupakan kerjasama antara perwakilan Anggota Dewan DPRD Kabupaten Jombang bersama Komunitas ACT serta Kompi


" Kegitanan Galang dana ini untuk membantu teman atau saudara kita yang tertimpa musibah erupsi lahar di sekitar Gunung Semeru," tuturnya. 


Semoga melalui kegiatan galang dana bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah


" Saya atas nama Anggota Dewan DPRD Kabupaten Jombang yang tanggap serta melakukan aksi turun ke jalan. Semoga hal ini bisa di tiru oleh teman-teman yang lain kedepannya", terangnya.(rina)