08/12/2021

Antisipasi Penjarahan di Permukiman Warga Terdampak, Anggota Ditsamapta Polda Jatim Lakukan Patroli

 


LUMAJANG, Erupsi Gunung Semeru memporak porandakan bangunan rumah milik warga yang berada di Curah Koboan, Lumajang, Jawa Timur. Selain rumah, lahan pertanian dan juga hewan peliharaan warga pun banyak yang rusak dan hilang maupun mati akibat tertimbun pasir.


Ditsamapta Polda Jawa Timur, yang menerima laporan dari Kapolres Lumajang. Pada hari itu juga memberangkatkan anggota dengan kekuatan penuh dan perlengkapan untuk membantu warga terdampak.



"Langkah - langkah kami dari Tim SAR Ditsamapta Polda Jatim melakukan penyekatan di jalur evakuasi. Sedangkan warga sebagian masih berada di atas dan sudah ada pula yang turun," kata AKBP David, Kasubdit Gasum Ditsamapta polda jatim, Selasa (7/12/2021).


Kami bekerja sama dengan tokoh masyarakat maupun perangkat desa yang ada di lokasi untuk membantu melakukan identifikasi masyarakat penduduk asli maupun pendatang. 


David menambahkan, pada hari pertama pihaknya melakukan penyekatan di jalur evakuasi, hal itu dilakukan untuk fokus di jalur evakuasi. Sedangkan mulai hari pertama ada 12 Jenazah yang berhasil di evakuasi, namun masih ada beberapa warga di area terdampak yang belum ditemukan.


"Kami masih terus melakukan pencarian dan penyelamatan serta pertolongan dan bantuan kepada masyarakat. Untuk mengevakuasi barang berharga milik warga maupun hewan peliharaan," tambahnya.


Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya penjarahan saat adanya musibah, anggota terus melakukan patroli rutin di rumah - rumah warga terdampak.


"Upaya ini untuk mengantisipasi adanya orang luar untuk tidak memanfaatkan musibah yang sedang terjadi. Namun sampai saat ini tidak ada laporan adanya barang hilang maupun sebagainya," sebut dia.


Sementara untuk kondisi saat ini di hari ketiga, Selasa (7/12/2021) sebagian besar warga terdampak sudah mengevakuasi barang miliknya dan hewan ternak.


"Hambatan kami pertama yaitu medan menuju tempat pertolongan warga, karena jalan berlumpur, terlebih banyak warga yang lalu lalang," pungkasnya.


Himbauan kami untuk masyarakat, jika perlu bantuan yang tidak bisa terjangkau oleh masyarakat kami berada disini siap untuk memberi pelayanan. 


Sementara itu, Sayidi, salah satu warga terdampak Erupsi Gunung Semeru mengungkapkan, bahwa adanya peristiwa ini tidak ada barang berharga atau hewan ternak yang hilang.


"Ini karena adanya patroli rutin yang dilakukan oleh Bapak - bapak kepolisian," terang dia.


Selain melalukan patroli rutin, warga terdampak Erupsi Gunung Semeru ini juga merasa terbantu dengan pihak kepolisian yang membantu melakukan evakuasi kepada warga.


"Saya ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh pihak kepolisian yang telah membantu melakukan evakuasi terhadap barang - barang milik warga terdampak," tutup dia.

10 Korban Berhasil Teridentifikasi, 5 Korban Telah Diserahkan pada Keluarga



Kepala Bidang Dokter Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jatim, didampingi TIM Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri, Selasa (7/12/2021) di RSUD Dr. Haryoto Lumajang, merilis 10 jenazah korban erupsi gunung semeru, yang sudah teridentifikasi. 


Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Erwin Zainul Hakim, didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kabid DVI Mabes Polri Kombes Pol Dokter Fauzi, Kabag Penum Kombes Pol Ahmad Ramadhan dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Lumajang Dokter Bayu Wibowo, menyampaikan rilis per tanggal 7 Desember 2021 terkait korban atau jenazah berjumlah 30 jenazah telah diterima oleh tim DVI di RSUD dr. Haryoto, Lumajang. 


Dari penjelasan Kabag Penum, Kombes Pol Ahmad Ramadhan. 30 jenazah yang diidentifikasi oleh tim, sementara masih 10 korban yang sudah berhasil teridentifikasi melalui postmortem. 


"Dari 10 jenazah yang teridentifikasi oleh tim, dengan jenis kelamin 6 laki-laki dan 4 perempuan, dan dari 10 tersebut, 5 telah diserahkan kepada keluarga. Karena ketika diserahkan ke pihak rumah sakit segera dikenali secara visual dan ciri-ciri oleh keluarga, dan dicocokkan oleh tim, maka lima jenazah telah diserahkan dari pihak Polri dan RSUD kepada pihak keluarga," paparnya. 


Kombes Ahmad Ramadhan juga menyampaikan, dalam kesempatan ini juga menghimbau kepada pihak keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya, untuk bisa mendatangi posko DVI baik posko, posmortem maupun antemortem.


"Kemudian Kami sampaikan kepada rekan-rekan, nantinya setelah jenazah yang sudah diidentifikasi maka pihak Polri dan rumah sakit RSUD Haryoto segera menyerahkan kepada pihak keluarga, dan pihak Polri dan RSUD membantu memfasilitasi dengan mengantarkan ke pihak keluarga atau ke tempat persemayamannya," ujarnya. 


Selanjutnya Kabid Dokkes Polda Jatim mebeberkan 10 nama korban yang berhasil teridentifikasi, diantaranya. 


1. Dafa, usia 15 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Kajarkuning. 


2. Kafela Ulisa, usia 19 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Ds. Sumberwuluh. 


3. Alfan, usia 23 tahun, Jenis kelamin laki-laki, alamat Ds. Sumberwuluh. 


4. Bawon Triono, usia 33 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Curahkobokan. 


5. Luluk, usia 49 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Curahkobokan. 


6. Yatipah, usia 60 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Curahkobokan. 


7. Paidi, usia 70 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Curahkobokan. 


8. Poniyem, usia 55 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Curahkobokan. 


9. M. Roni, usia 35 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Ds. Sumberwuluh. 


10. Edi Pramono, usia 35 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Sumberurip Pronojiwo. 


"Selanjutnya kami menunggu partisipasi dari seluruh masyarakat yang merasa ada keluarganya, tertimpa musibah, untuk melaksanakan proses pengambilan data antemortem. Sehingga proses identifikasi segera bisa di tentukan dan diputuskan prosesnya," tambahnya Kabid Dokkes Polda Jatim. 


Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Lumajang, Dokter Bayu Wibowo menambahkan. Untuk percepatan pelayanan jenazah, kami mengimbau juga agar keluarga yang sudah teridentifikasi, segera memproses pengambilan jenazah, dan pemerintah daerah dalam hal ini memfasilitasi mulai perawatan di rumah sakit, sampai dengan Pemulangan di tempat tinggal, ataupun tempat penguburan jenazah.  


"Semua menjadi tanggungan pemerintah daerah dan keluarga tidak dibebani biaya untuk proses ini. Ini mohon dipahami bersama, dan bagi keluarga yang masih belum menemukan keluarganya yang hilang mohon segera menghubungi pihak rumah sakit, baik itu Rumah Sakit Umum Daerah maupun Rumah Sakit Bhayangkara, agar proses identifikasi jenazah ini segera selesai dan bisa secepatnya kembali ke keluarga masing-masing untuk di makam," jelasnya. 


"Karena maaf ada keterbatasan juga terkait dengan ruang pelayanan penyimpanan jenazah di rumah sakit. Dimohon semua pihak segenap masyarakat bisa memahami hal ini," kata Dokter Bayu Kadinkes Kabupaten Lumajang. 


Dari proses identifikasi jenazah, Kabid DVI Mabes Polri Kombes Pol Dokter Fauzi menjelaskan, untuk mengidentifikasi jenazah tidak semudah membalikkan telapak tangan, pasalnya, prinsip dari penentuan identitas itu sangat tergantung dari kualitas maupun kuantitas data yang kita dapat. Baik data antemortem maupun data postmortem. Kendala yang kita hadapi di sini adalah kita memiliki keterbatasan dari kedua data tersebut. 


"Dimana pada data postmortem kondisi jenazah yang kita terima dalam kondisi yang kurang bagus, dalam artian kita memiliki keterbatasan dari pengambilan data postmortem. Dimana keterbatasan sidik jari misalnya, banyak jenazah yang sidik jarinya sudah rusak, sehingga tidak lagi mungkin kita melakukan identifikasi cepat melalui bantuan dari Inafis, walaupun kita masih berharap mungkin ada jenazah lain yang ditemukan nanti bisa kita ambil sidik jarinya," ungkapnya. 


Selain itu, lanjut Dokter Fauzi menjelaskan, identifikasi juga bisa dilakukan dengan proses DNA, namun DNA juga kita masih butuh waktu, dan memang sedang dikerjakan, namun hasilnya tentu saja kita nunggu proses dari Jakarta. 


"Sedangkan gigi yang kita harapkan, memang kondisi gigi cukup baik pada jenazah, namun kita memiliki keterbatasan sangat sedikit atau bahkan sampai saat ini tidak ada data medis gigi yang benar-benar kita bisa percaya untuk kita bandingkan kedalam sidang rekonsiliasi. Karena data gigi yang kita dapat bukan berbentuk audiotogram atau data catatan medis yang kita dapatkan dari dokter gigi, Hanya keterangan-keterangan dari keluarga yang perlu didukung dengan adanya foto dari korban yang menampakkan gigi, itu pun dalam bentuk kualitasnya cukup baik," paparnya. 


"Jadi keterbatasan kita adalah karena masih adanya keterbatasan dari data tersebut dan kita dituntut untuk melakukan ketelitian dalam pemeriksaan, jadi kita tidak boleh terburu-buru. Jadi saya harapkan untuk keluarga bersabar dan tolong bantu kami untuk melengkapi data-data yang kita butuhkan," pungkasnya Kabid DVI Mabes Polri.

Erupsi Semeru Menerjang, 2 Anggota Polres Lumajang Ini Lakukan Aksi Heroik

 


Lumajang,- Aksi heroik dilakukan oleh 2 personel Polres Lumajang. Adalah Bripka Adri Amor dan Briptu Ismail Triono di Dusun Kamarkajang, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro sekitar pukul 14.30 WIB.


Betapa tidak, kedua anggota AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si. itu menghalau beberapa warga dan bahkan truk penambang pasir yang kedapatan menuju ke lokasi penambangan. Diketahui, lokasi penambangan itu, adalah sungai yang akhirnya diketahui diterjang lahar dingin dari erupsi Semeru pada 4 Desember 2021 petang.


“Kurang lebih ada 70 penambang dan 10 armada truk. Mereka semua langsung diminta untuk pergi meninggalkan lokasi penambangan,” ujar Kapolres AKBP Eka Yekti. Selasa, 07 Desember 2021 sore.


Sebelumnya, Kapolres mengungkapkan, kedua anak buahnya itu telah mendapat informasi jika terjadi erupsi Gunung Semeru dan terdapat kegiatan ataupun aktifitas penambangan yang masih beroperasi di bantaran sungai Laharan itu


“Nah, Bripka Adri dan Briptu Ismail langsung tancap gas menuju lokasi. Mereka meminta semua aktifitas penambangan dihentikan,” jelasnya.


Beruntung, aksi pencegahan yang dilakukan oleh kedua anggota Polri itu berhasil meminimalisir timbulnya korban akibat erupsi Gunung Semeru tersebut.


“Alhamdulillah, tidak terjadi kerugian apapun, baik berupa harta maupun nyawa. Semua warga langsung meninggalkan lokasi penambangan,” ucap Kapolres.


Perlu diketahui, sebelumnya telah beredar video singkat berdurasi 30 detik sebelum erupsi Gunung Semeru terjadi. Dalam isi video itu, 2 anggota Polres Lumajang berupaya untuk menghalau, sekaligus menghimbau para penambang untuk segera meninggalkan lokasi penambangan.


Tak hayal, video itupun menuai respon positif dari masyarakat. Pasalnya, aksi nekad yang dilakukan oleh anak buah AKBP Eka Yekti itu, telah berhasil menyelamatkan puluhan nyawa penambang.


“Sebelumnya, sudah dapat informasi kalau akan terjadi erupsi. Nah, 2 anggota kami itu berinisiatif menuju ke lokasi penambangan untuk memastikan tidak ada aktifitas apapun. Tapi, ternyata disana banyak penambang. Padahal asap tebal sudah mulai tampak dari kejauhan, Mereka langsung meminta semuanya untuk meninggalkan lokasi penambangan,” Pungkas AKBP Eka Yekti. (Oborlmj)

07/12/2021

Kabaharkam Polri Tinjau Dapur Umum dan Posko Pengungsian Milik Polres Lumajang

 


Lumajang,- Setelah sebelumnya ditinjau oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, kini, dapur umum dan posko darurat yang didirikan oleh pihak Polres Lumajang di beberapa Balai Desa, ditinjau langsung oleh Kabaharkam Polri, Komjen Pol Arief Sulistyanto. Senin, 06 Desember 2021 siang. 


Dengan didampingi Kapolres, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si. Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan Mabes Polri itu meninjau berbagai kesiapan yang sudah dilakukan oleh pihak Polres dalam upaya penanggulangan bencana yang terjadi beberapa waktu lalu. 



“Kabaharkam juga meninjau Ponpes Ulul Albad, Koperasi PGRI Candipuro dan Lapangan Sumberwuluh,” ujar Kapolres. 


Tak lupa, kondisi kesehatan para pengungsi pun jadi prioritas utama dalam peninjauan yang dilakukan Jenderal Polisi dengan bintang 3 di pundaknya itu. 


“Prioritas Kabaharkam dalqm kunjungannya adalah ketersediaan fasilitas di lokasi pengungsian, harus betul-betul tersedia. Pelayanan kesehatan harus maksimal, maka kami siap siagakan semua," imbuh Kapolres. 


Untuk diketahui, selain dapur umum dan posko darurat milik Polres, di lokasi itu juga tersedia mobil dapur umum milik Brimob Polda Jatim. Keberadaan mobil dapur itu, ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi korban erupsi Gunung Semeru. 


Kapolres pun memastikan, keberadaan berbagai fasilitas darurat yang ditujukan bagi para pengungsi itu, nantinya akan disediakan hingga penanggulangan bencana dinyatakan selesai. “Pelayanan ini kita berikan sampai kondisi lokasi pasca erupsi, benar-benar sudah pulih,” bebernya. 


Dalam kesempatan itu pula Kapolres menyampaikan perkembangan situasi terakhir hari ini. Sampai saat ini jumlah korban yang berhasil di evakuasi sebanyak 64 alami luka ringan maupun berat yang juga perlu mendapatkan perawatan secara intensif yang sudah dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. 


"Sedangkan korban yang meninggal dunia sampai saat ini, Senin (6/122/2021) siang, berjumlah 17 orang yang sudah berhasil di evakuasi," pungkasnya. 


Selain itu Bag Psikologi , Biddokkes Polda Jatim dan Ditlantas Polda Jatim, melakukan Trauma Healing kepada anak - anak korban erupsi gunung semeru. Baik yang berada di lokasi Pondok pesantren Ulul Albab Candipuro dan yang ada di Koperasi Dwija Raharja, Balai Desa Penanggal serta Kecamatan Candipuro. (Oborlmj)

Tinjau Lokasi Pengungsian di Lapangan Sumber Wuluh Lumajang, Kapolri: Kita Lihat Kesiapan Satgas dan Tim DVI

 



LUMAJANG - Kapolri Jendral Sigit Listyo Prabowo, bersama Julianti Sigit Prabowo, sekaligus Ketua Bhayangkari, didampingi Gubernur Jatim Indar Parawansa dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Ully Nico Afinta, yang sekaligus Ketua Bhayangkari daerah Jatim , Senin (6/12/2021) malam, meninjau empat lokasi pengungsian diantaranya, Posko Tanggap Darurat di Kecamatan Pasirian, RSUD Pasirian, Koperasi Dwijaraharja dan di Lapangan Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.


Tiba di lokasi, kapolri menuju ke tenda pengungsian dan berbincang dengan warga yang mengungsi akibat Erupsi Gunung Semeru. Setelah itu kapolri juga berbincang dengan Tim Basarnas untuk mengetahui kondisi terkini pasca terjadinya erupsi gunung semeru.



"Kita lihat kesiapan Satgas untuk melaksanakan bagaimana langkah - langkah merawat masyarakat yang ditemukan dalam kondisi luka, dan bagaimana juga kesiapan tim DVI untuk mendapatkan masukan dari masyarakat sekitar yang tentunya juga melakukan evakuasi dan pencarian masyarakat yang dilaporkan hilang," kata Kapolri Jendral Sigit Listyo Prabowo, Senin (6/12/2021) malam.


Lanjut Sigit, sampai saat yang sudah dilaporkan ada 22 orang yang ditemukan. Kemudian ada proses mengenali proses Antemortem dan Postmortem.


"Satgas yang mengelolah masyarakat yang mengungsi, karena rumahnya terdampak dan kemudian didalamnya ada kegiatan Trauma Healing. Sudah melaksanakan dengan baik, dari Basarnas, BNPB, TNI, Kapolda maupun Brimob, semuanya sudah bekerja dengan sangat baik," lanjutnya.


Kemudian ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam jangka pendek, bagaimana melanjutkan pencarian dan evakuasi korban yang belum ditemukan.


"Saya tadi banyak masukan dari masyarakat, harapan warga. Karena ada jembatan putus yang menghubungkan wilayah Lumajang menuju ke Malang. Tentunya harus ada langkah cepat untuk dibuatkan jalur alternatif baru," tandasnya.


"Bagi petugas yang bertugas tetap semangat dan saya harapkan pasca bencana ini bisa kembali membaik," pungkasnya.

Aris Wahyudi Personil Polda Patut Dicontoh,Terjun langsung Ke Bencana Alam Gunung Meletus Semeru.

 



Lumajang - Salah satu personil Polisi yang sehari-harinya bertugas di Polda Jatim ini perlu mendapat apresiasi yang luar biasa dan perlu dicontoh oleh semua orang yang ingin berbagi, terutama disaat ada bencana


Aris Wahjudi Santoso nama lengkap personil Polda Jatin ini. Dia tanpa banyak berpikir panjang kalau urusan bantuan dan salah satunya adalah dia turun sendiri memberikan bantuan pada bencana semburan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang Jawa Timur.



Dari rasa hatinya, terketuk melihat sendiri di lokasi melihat warga yang terkena bencana letusan Gunung Semeru di Dusun Karangbendo Desa Candi Piro Pengungsi dari Kebun Deli Desa Sumberwuluh, Sabtu, 4/12/2021


Ndan Aris panggilan akrabnya terjun langsung ke lokasi dengan membawa bantuan sembako berupa beras 70 sak, telur 6 krat dan 50 dus mie instan dengan menggunakan uang pribadi dibagikan ke beberapa posko pengungsian seperti di Dusun Wonosari Desa Penanggal pengungsi dari Kampung Renteng Desa Sumber Wulu Kecamatan Candipuro dan posko

Titik ketiga Kantor Kecamatan Candipuro Lumajang.



Seperti diketahui lahar yang dimuntahkan oleh Gunung Semeru ini telah banyak memakan korban warga sekitarnya, mulai yang terluka hingga nyawa melayang dan tidak sedikit pula rumah-rumah warga dan harta benda hingga hewan peliharaan turut menjadi korbannya.


Musibah alam dan kemanusiaan akibat muntahan lahar Gunung Semeru ini, terjyata telah menyentuh hati nurani Anggota Polda Jatim ini.


Gus Noufal sosok ulama ini, merasa sangat berterima kasih dengan kehadiran dari salah satu Anggota Kepolisian Polda Jatim yang bernama bapak Aris Wahjudi Santoso yg sudah mau susah payah turun langsung ke lokasi terdampak semburan Gunung Semeru ini dan masyarakat sangat terbantu dan berterima kasih karena baru kali ini ada seorang polisi dengan biaya dari kantong sendiri mau langsung ke warga yang terdampak, karena kalau di posko mereka tidak mendapatkan bantuan secara merata.


Saya sangat bersyukur dan merasa terpanggil dapat membantu saudara kita yang kena bencana di Lumajang ini, apalagi sekarang banyak orang susah akibat Pandemi Corona-19, saat ditanya awak media ini, tutur Ndan Aris.


Lagi, " dana untuk bantuan ini dari siapa " dijawab dengan tegas bahwa semua bantuan yang saya bawa ini dari kantong saya sendiri, pungkasnya.heni

Lsm PEMANTAU KORUPSI dan PEMERINTAHAN ( PKP ) GERUDUK BADAN PENGAWASAN KEUANGAN dan PEMBANGUNAN ( BPKP ) PROVINSI SUMATERA SELATAN.

 


MERDEKA NEWS,PALEMBANG Lsm Pematau Korupsi dan Pemerintahan ( PKP ) pada 30 November 2021 datangi dan adakan aksi damai ( Demo ) di halaman kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ( BPKP ) Provinsi Sumatera Selatan karena Mengigat Tugas, Fungsi dan Wewenang

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Kementerian sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden RI Nomor 192 Tahun 2014 tentang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. BPKP merupakan aparat pengawas intern pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Berdasarkan Perpres tersebut, BPKP mempunyai tugas utama menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional. Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi di daerah, BPKP membentuk Kantor Perwakilan disetiap Provinsi.



Sesuai dengan Peraturan Kepala BPKP Nomor 17 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Timur dan Provinsi Sulawesi Selatan,

perwakilan BPKP bertugas:

1.Melaksanakan pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan negara dan/atau daerah atas kegiatan yang bersifat lintas sektoral;

2.Melaksanakan kegiatan pengawasan kebendaharaan umum negara berdasarkan penetapan oleh menteri keuangan selaku bendahara umum negara;



3.Melaksanakan kegiatan lain berdasarkan penugasan dari Presiden dan atau atas permintaan kepala daerah;

4.Melaksanakan pembinaan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah pada wilayah kerjanya; dan

5.Melaksanakan penyelenggaraan dan pelaksanaan fungsi lain dibidang pengawasan keuangan dan pembangunan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Berdasarkan Tugas ,Fungsi dan Wewenang BPKP maka Lsm PKP dengan kordinator aksi nya M dalam orasi nya Syahabudin meminta BPKP Sum-Sel untuk : Segera melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan kegiatan penikatan jalan ruas D.K. Indralaya satker Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)Kab .Ogan Ilir TA.2020 dan untuk secepat nya menyelesaikan pemeriksaan dan menyapaikan Kejaksaan Tinggi Sum-Sel Lsm PKP wilayah Sum-Sel sebagai bentuk Sosial Control .

Dalam aksi nya Lsm PKP di sambut Ahmad Fauzi dari BPKP Sum-Sel selaku korwas dalam sambutan nya ia menjelas kan bahwa di BPKP Sum-Sel terdiri dari dua korwas ia wilayah dua (2) untuk wilayah satu (1) Agus salim dan BPKP siap menampung setiap pengaduan /laporan karena BPKP adalah lembaga pemerintah non kementerian yang melaksanakan tugas pemerintah di bidang pengawasan keuangan dan pembagunan yang berupa Audit,konsultasi,asistensi,evaluasi,pemberantasan KKN serta pendidikan dan pelatihan pengawasan sesuai dengan peraturan yang berlaku .

tetapi setiap laporan /pengaduan harus memenuhi unsur: 5W-1H (what,who,when,why,where dan how) dan paling minim memenuhi unsur 3 W,dan BPKP bergerak dengan sistem SENYAP ujar nya.(AK/JN)