29/12/2021

Inilah beberapa gebrakan DPU Pengairan Kab Banyuwangi dengan program GATAWATI dan TANDONISASI

 
Banyuwangi, merdeka.net
Innovative Government Award (IGA) merupakan penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri kepada seluruh Kabupaten dan Kota di Indonesia. Mengingat penganugerahan Innovative Government Award (IGA) 2021 merupakan ajang bergengsi serta sebagai salah satu cara untuk melaksanakan pengukuran indeks inovasi daerah.  Mengutip dari Pedoman Umum Penilaian dan Pemberian Penghargaan Innovative Government Award & Penjelasan Teknis Indikator Indeks Inovasi Daerah, Kegiatan penilaian inovasi daerah ini dimaksudkan agar dapat mendorong kompetisi positif antar pemerintah provinsi dan antar pemerintah kabupaten/kota dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, sehingga dapat diwujudkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pembangunan, guna terwujudnya kesejahteraan rakyat. 
Dalam kaitan IGA (Innovative Government Award)  tersebut,  tahun 2021 ini,  Banyuwangi kembali masuk dalam nominasi IGA Tahun 2021 dan oleh karena itu untuk menunjang keberhasilan Banyuwangi merebut predikat ke empat kali nyInilah beberapa gebrakan DPU Pengairan Kab Banyuwangi dengan program a itu,   beberapa SKPD nya melakukan Inovasi,  sebut saja DPU Pengairan Kab Banyuwangi . Kantor di Kawasan Jalan Adi Sucipto Banyuwangi itu, melakukan inovasi di bidang konservasi sumber daya air dengan menerapkan GATAWATI ber basis edu wisata. 
Gatawati singkatan dari Menjaga ketersediaan air berbasis edu-wisata konservasi ,di ambil dari bahasa sansekerta yang berarti telaga. Telaga adalah salah satu sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan air. 
Kegiatan GATAWATI ini bertujuan untuk melakukan konservasi sumber daya air dengan memanfaatkan asset sumber daya air menjadi destinasi wisata.
Menurut Kadis PU Pengairan Kab Banyuwangi, H Guntur Priambodo melalui Sekdin nya,  Riza alfahribi mengatakan  salah satu pelaksanaan Gatawati yang sudah berjalan adalah Kali LOH/Loh Kanti , Jopuro dan Sumber Blimbing.  “ sudah 2 tahun program Gatawati ini,  kami terapkan dan hasil nya memuaskan mendongkrak perekonomian setempat “ ungkap Riza Alfahribi, ST kepada Merdeka beberapa waktu lalu via whats app.
Sedangkan dampak positif dari program Gatawati selama 2 tahun mendongkrak ekonomi nya ,seperti salah satu nya Dam Bangsore yang berada di Bangorejo dan kini di jadikan pusat kegiatan masyarakat Bangorejo. 
Selain program Gatawati,  DPU Pengairan Kab Banyuwangi melakukan langkah langkah Innivasi untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam ketersediaan air.  Salah satu nya adalah Peningkatan keindahan Air bersih melalui tandonisasi, dengan membangun beberapa tandon sebagai penyimpanan air dan peningkatan keindahan pelayanan air bersih. Tandon di buat sebagai cadangan air saat aliran air bermasalah.  Dan air tandon sebagai upaya meningkatkan keandalan air bersih nya, Seperti tandon yang kini sudah di rasakan oleh masyarakat setempat yakni Tandon Tegal Sari . (Anw)

28/12/2021

Rakor Percepatan Vaksinasi Kabupaten Lumajang, Kapolres : Seluruh Masyarakat Wajib Peroleh Vaksin Covid-19


Lumajang,- Upaya vaksinasi terus digencarkan oleh Forkopimda Lumajang. Bahkan, dalam rapat kordinasi percepatan vaksinasi, Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno memastikan jika pihaknya bakal bersinergi dengan semua pihak untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di wilayah hukumnya.

“Yang perlu dipikirkan adalah, keselamatan masyarakat,” tegas Kapolres dalam rakor yang digelar di Kodim 0821 Lumajang. Selasa, 28 Desember 2021 pagi.

Kapolres menyebut, semua Stakeholder mempunyai peran yang sangat strategis dalam mendukung upaya capaian target 73 persen vaksinasi, hal itu harus segera dilakukan oleh Forkopimda Lumajang di akhir tahun 2021.

“Rakor hari ini untuk bersama-sama mencari solusi, termasuk harus diketahui by name dan by addrees sehingga data singkron dan bisa terdata dengan baik, sehingga sasaran vaksinasi dapat kita ketahui” ungkap Kapolres.

Upaya-upaya percepatan yang dilakukan selama ini, menurut AKBP Eka Yekti juga tergantung peran aktif semua pihak, bukan hanya dalam pelaksanaan vaksinasi, namun juga bagaimana perannya untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat.

“Terutama sadar, betapa pentingnya mengikuti program vaksinasi. Toh, vaksin ini untuk keselamatan diri kita sendiri, ini jika tanpa edukasi yang baik akan terkendala, ya saya pikir, tidak akan timbul kesadaran dalam diri masyarakatnya,” kata Kapolres.

Saat ini, imbuh Kapolres, Lumajang memasuki cakupan vaksinasi dengan persentase sebesar 63 persen. Namun, cakupan itu menurutnya perlu ditingkatkan lagi melalui langkah sinergitas.

“Kita libatkan juga para Kepala Desa untuk melakukan pendataan terhadap warganya. Kalau ada warga yang belum di vaksin, harus segera dilaporkan. Biar kami semua yang memberikan vaksin dengan cara datang ke rumah warga tersebut, semua wajib mendapatkan vaksin. Namun jika masih ada Kades yang tidak aktif mendukung program Pemerintah ini, itu sangat keterlaluan, dan itu menjadi catatan saya,” tegas Kapolres.

Dalam kesempatan itu Kapolres juga menyampaikan, Pihaknya melalui para Kapolsek akan proaktif melaksanakan percepatan untuk memenuhi target pemerintah.

“Saya sudah perintahkan para Kapolsek untuk membantu vaksinator mencarikan sasaran vaksinasi, bukan hanya itu, saya juga meminta para Kapolsek melaporkan semua kendala di lapangan, termasuk memberikan data dan mengawal setiap kegiatan vaksinasi,” tegasnya.

Senada dengan Kapolres, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang dr. Ig. Bayu Wibowo menyampaikan bahwa vaksinasi di Kabupaten Lumajang belum mencapai target 73 persen. Untuk mencapainya, Vaksinator harus menghabiskan 56234 dosis, lansia 13436 dosis sehingga totalnya vaksin yang harus segera diberikan adalah 69670 dosis.

“Kita punya 81 ribu dosis PFizer, sedangkan Sinovac tadi malam datang kembali sebanyak 22 ribu, saya rasa kita siap untuk itu,” ulas dr. Bayu.

Namun dr. Bayu selaku Kadinkes Lumajang, tidak menampik adanya kendala di lapangan karena adanya penurunan antusiasme vaksinasi bagi masyarakat, sehingga Nakes dan Faskes yang tersedia kesulitan mencari target.

“Benar, semua wajib memperoleh vaksin, kami akan mencari solusi dengan data yang kita miliki, jadi yang belum tervaksin di Desa maupun Kecamatan dapat terpantau, harapannya segera bisa kita datangi untuk vaksin. Semoga kolaborasi dan kerjasama kita semua dapat mencapai target nantinya,” imbuhnya.

Tercatat angka Covid-19 di wilayah Kabupaten Lumajang saat ini, terdapat 6 orang dirawat di rumah sakit, sedangkan di tempat Isolasi terpadu ada 4 orang penyintas. Pemerintah dalam hal ini Forkopimda Kabupaten Lumajang mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang belum memperoleh vaksin Covid-19, segera bisa melaksanakan vaksinasi dengan mendatangi gerai vaksin atau mendatangi Fasilitas kesehatan semacam Puskesmas atau rumah sakit di seluruh Kabupaten Lumajang.

“Semua vaksin aman dan bermanfaat sehingga penting untuk masyarakat, kita berikan gratis. Mari bersama-sama kita dukung program percepatan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Lumajang,” pungkas dr. Bayu. (Oborlmj)

*Forkopimda Jatim dampingi Menhub dan Kakorlantas Polri Lakukan Pengecekan Bandara, Tempat Karantina dan Terminal*


Forkopimdan Jatim, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta Mendampingi kunker Menteri Pehubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi melakukan pengecekan pelaksanaan protokol kesehatan di Bandara Internasional Juanda, lokasi karantina Asrama Haji Sukolilo, dan Terminal bus Bungurasih, pada Minggu (26/12/2021). 

Tempat pertama yang dilakukan pengecekan adalah Bandara Internasional Juanda. Di tempat ini menhub dan Kakorlantas melihat sarana yang disiapakan, baik dari kesiapan personil dan posko Nataru, serta pengaplikasian peduli lindungi bagi penumpang, selain itu juga meninjau gerai vaksinasi Bandara Internasional Juanda untuk memastikan pelaksanaan Protokol Kesehatan di Bandara Internasional Juanda.

Selanjutnya, rombongan melakukan pengecekan di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, untuk memastikan kesiapan fasilitas karantina. Nantinya di tempat ini akan digunakan untuk para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru tiba dari luar negeri di Jatim. 

Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan, kunjungannya antara lain adalah untuk melakukan asesmen terhadap kesiapan Surabaya dalam menerima kedatangan PMI yang dari luar negeri. 

"Kita tahu Surabaya dan sekitarnya, termasuk NTB menjadi tempat yang konfinien, karena sebagian besar atau 30% PMI Indonesia ini berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan NTB, yang mungkin lebih prefer untuk menggunakan Juanda," kata Menhub saat di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya. 

"Selain Jakarta itu sekarang setiap hari sudah menerima lebih dari 3000 penumpang setiap hari, dan PMI yang ke Jakarta itu kurang lebih 1500. Oleh karenanya Juanda menjadi pilihan dan kami sudah melakukan assessment yang di Juanda cukup baik ya. Koordinasi Pak Pangdam, Pak Kapolda, Pak Sekda itu sangat baik," tambahnya. 

Lebih lanjut, Budi juga menyampaikan untuk tempat karantina memang ada beberapa kualifikasi yang di sampaikan dari kemenkes, yang memang sudah melakukan evaluasi tentang Omicron. 

"Kita sudah sepakat akan menyediakan kamar, tadi Pak Pangdam dan Pak Kapolda bisa menyediakan kurang lebih 1500 kamar. Artinya kalau di sini akan ada isolasi selama 10 hari, maka paling tidak 100 atau kalau jumlahnya bisa ditingkat 150. Jika satu pesawat mendarat di Surabaya," paparnya. 

Menhub bersama rombongan lanjut melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan di Terminal Bus Bungurasih, dipandu oleh Kepala Terminal Bungurasih meliputi penggunaan masker bagi pengunjung, Barcode Peduli Lindungi dan penerapan jaga jarak. 

Selain itu, di Bungurasih ini juga dilaksanakan kegiatan vaksinasi bagi para penumpang, dengan sasaran target vaksin 100 orang, didukung vaksin dari dinkes Sidoarjo serta personel vaksinator dari puskesmas Medaeng sebanyak 12 personel. 

Dalam kesempatan ini, Menhub dan Korlantas, memastikan bahwa perjalanan yang akan dilakukan masyarakat baik itu perjalanan udara, laut, dan darat, bisa berjalan dengan baik. 

"Oleh karenanya kami secara resmi ini ada satu Instruksi presiden bahwa perjalanan harus baik, sopan dan lancar, tetapi prokes harus dilaksanakan," ujar Menhub saat melakukan pengecekan di Terminal Bungurasih. 

"Saya mengapresiasi Pangdam, Kapolda Jatim, dan pemkot Surabaya yang melaksanakan prokes ketat. Tadi kami melihat ada dilakukan antigen, ada yang dilakukan vaksinasi, menunjukkan bahwa mereka yang melakukan perjalanan harus melaksanakan vaksinasi dan antigen," pungkasnya. 

Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi menambahkan beberapa poin. Yang pertama, tetap terus mengingatkan sepanjang kegiatan pengamanan Nataru ini. 

"Kami berharap masyarakat untuk tetap senantiasa betul-betul merencanakan, karena di tengah-tengah perjalanan yang dilakukan oleh masyarakat ini kita masih dihadapi dengan pandemi dan sekarang juga faktor cuaca cukup harus kita perhitungkan," tambah Irjen Pol Firman. 

"Artinya kepada seluruh stakeholder, hal-hal yang nanti bisa kemungkinan menghambat perjalanan karena jembatan jalan-jalan fisik  yang akan dilalui oleh masyarakat yang akan melakukan perjalanan ini betul-betul dilaksanakan pemeriksaan - pemeriksaannya. Kita tidak berharap ada peristiwa - peristiwa yang kemudian nanti berdampak kepada terhambatnya perjalanan masyarakat selama masa Natal dan tahun baru ini," ujarnya. 

Kakorlantas juga menyampaikan ucapkan terima kasih kepada masyarakat lain, yang mungkin lebih memilih untuk merayakan Natal dan tahun barunya tidak ke mana-mana. 

"Untuk yang masih melakukan perjalanan saya sekali lagi mengingatkan tetap menjaga prokesnya jangan lengah di tempat-tempat peristirahatan, di tempat-tempat rest area, jangan sampai terlalu lengah membuka maskernya dan lain sebagainya, sehingga kita justru berhadapan dengan risiko, bertemu dengan banyak orang di tempat-tempat yang kita perkirakan akan menjadi sumber dari penyebaran virus itu sendiri," lanjutnya. 

"Saya hanya mendoakan bersama seluruh jajaran, moga-moga nanti selesai bisa semua kembali wilayah masing-masing dengan sehat, dengan selamat hingga tahun 2022 kita ganti dengan optimisme pembangunan yang lebih baik," pungkas Kakorlantas usai melakukan pengecekan di sejumlah tempat publik di Surabaya, bersama Menhub.

Kakorlantas, Asops, dan Kadiv Humas Polri Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Publik Surabaya Berjalan dengan Baik*


Kapolda Jawa Timur dampingi Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, 
Asisten Operasional (Asops) Polri, dan Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, melakukan pengecekan di sejumlah tempat publik di Jawa Timur, pada Sabtu (25/12/2021), guna memastikan sistem telah berjalan dengan baik. 

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, bersama Pejabat Utama Polda Jatim mendampingi Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi, Asops Polri Irjen Pol Imam Sugianto, dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, melakukan pengecekan di tempat publik, terkait dengan penerapan protokol kesehatan dan posko kesehatan. 

Tempat pertama yang dilakukan pengecekan adalah Tunjungan Plaza (TP) Surabaya, untuk memastikan kesiapan tempat cuci tangan, Barcode Peduli Lindungi, termogan telah terpasang, penggunaan masker bagi para pengunjung, Penerapan 50% kapasitas maksimal restoran maupun outlet perbelanjaan. Kapasitas pengunjung di Mall Tunjungan Plaza adalah 80.000 orang. 

Rombongan pejabat kepolisian ini juga memastikan perayaan Natal di Mall TP ini berlangsung dengan tertib dan menerapkan protokol kesehatan. 

Tak hanya itu, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, rombongan pejabat kepolisian ini juga menyapa warga dan anak-anak yang sedang bermain di Mall TP, sekaligus foto bersama dengan pengunjung Mall TP. 

Usai melakukan kunjungan di Mall TP, rombongan lanjut melakukan pengecekan di Pelabuhan Gapura Nusantara Tanjung Perak Surabaya, yang diawali dengan paparan otoritas pelabuhan Tanjung Perak, terkait kanaikan aktifitas pelayaran sebesar 48% dibandingkan tahun 2020, melalui pelabuhan tanjung perak. 

Selain itu, juga melakukan pengecekan gerai vaksinasi presisi yang disediakan untuk penumpang pelabuhan yang belum melaksanakan vaksinasi dosis pertama maupun dosis kedua. 

Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi menyampaikan kedatangannya ini diantaranya adalah untuk memastikan sistem berjalan dengan baik, untuk mengantisipasi penyebaran virus, baik varian lama maupun varian baru. 

"Saya dengan Pak Kapolda dengan rombongan ada Pak Asops dan Pak Kadiv Humas ingin memastikan pelayanan kesehatan berupa vaksinasi di tempat pemberangkatan dan sekaligus tempat wisata," ucapnya. 

"Tadi kebetulan kita coba kunjungi salah satu tempat favorit orang kalau ke Surabaya. Kita ingin lihat sebagaimana kesiapan mereka apakah euforia ini kendor. Karena sekali lagi harapan kita besar bahwa masyarakat ikut berpartisipasi aktif baik untuk vaksinasi maupun kelancaran arus lalu lintas itu sendiri," harapnya. 

Kakorlantas juga menyampaikan kesiapan petugas di Posko dan masyarakat, mereka kooperatif dan berharap komunikasi ini bisa terjalin sehingga Indonesia bisa mencapai tingkat pencapaian vaksinasi yang cukup untuk bisa menjaga dari kemungkinan penyebaran virus Covid-19 baik varian lama maupun baru. 

"Nah kita bisa lihat di sini kesiapan teman-teman di posko petugas-petugas dan masyarakat alhamdulillah tadi ada salah satu kita ambil juga mereka kooperatif, moga-moga komunikasi ini bisa terjalin sehingga Indonesia bisa mencapai tingkat pencapaian vaksinasi yang cukup untuk bisa kita menjaga dari kemungkinan ada tersebarnya virus-virus maupun baik varian baru maupun varian lama kira-kira seperti itu," tandasnya. 

"Pesan Pak Kapolri untuk kita semua bersama-sama menghadapi ini dengan sabar, presiden juga ingin semua berjalan dengan seimbang, antara ekonomi yang sedang kita coba terus bangun berapa tahun belakang ini kita prihatin, ada satu sisi masyarakat juga  butuhkan adanya kegiatan-kegiatan sosial, perdagangan, kita coba seimbangkan. Kelancaran kita utamakan. Tapi sekali lagi kesehatan tentunya yang utama," pungkasnya Irjen Pol Firman Santyabudi.

Operasi Lilin Semeru 2021, Polres Lumajang Sukses Amankan Perayaan Natal 2021

Lumajang,- Upaya mewujudkan Kamtibmas menjelang malam pergantian tahun di Lumajang, terus dilakukan oleh aparat Kepolisian Polres Lumajang.
Selain melibatkan personel Polri, Polres Lumajang juga melibatkan aparat TNI, Dishub, Satpol PP, Damkar hingga tenaga kesehatan Polri dan Dinkes Kabupaten Lumajang.

Kapolres, AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, dalam Gelaran Ops. Lilin semeru 2021 kali ini pihaknya memfokuskan pada kegiatan preentif dan preventif dengan mengedepankan fungsi Lalu lintas, Samapta hingga Intelejen. 

"Hingga hari ke tiga kali ini, kita sudah laksanakan beberapa kegiatan, mulai dari pendirian Pos Pengamanan hingga upaya penindakan, kami telah lakukan peningkatan itensitas patroli di pemukiman warga, terutama yang ditinggalkan pemiliknya saat perayaan Natal dan Tahun baru, " kata Kapolres. Senin, 27 Desember 2021 siang.

Kapolres juga menyampaikan, Upaya Preentif yang mengedepankan deteksi dini terhadap pelanggaran dan kejahatan adalah penting, disamping itu pencegahan terhadap laka lantas hingga pencegahan tindak pidana narkoba juga dilakukan. Kegiatan represifpun juga dilaksanakan, ini sebagai imbangan dari kegiatan Preentif dan preventif.

“Ya kami terjunkan anggota intelejen guna deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas di Lumajang, termasuk potensi terjadinya tindak pidana terorisme kami juga antisipasi, kami lakukan penebalan kekuatan di tempat-tempat ibadah terutama di gereja-gereja, kami juga terjunkan unit K-9 untuk membantu kegiatan sterilisasi disana, termasuk juga pencegahan laka lantas dengan memberi imbauan savety riding kepada pengendara, kemudian beserta Dinas Perhubungan melakukan rekayasa lalu lintas yang diperlukan, hingga menggelar tes urine bagi pengendara kendaraan bermotor dan pengendara angkutan umum, seperti Sopir Bus dan Kondektur di Terminal Minak Koncar Lumajang kami gelar sejak hari pertama Ops. Lilin,”imbuh AKBP Eka Yekti. 

Kapolres juga menyebutkan beberapa sasaran telah dimapping, dan yang menjadi prioritas utama selama operasi lilin itu berlangsung bukan hanya soal kamtibselcar lantas atau gangguan keamanan saja, namun termasuk soal mengantisipasi terjadinya kerumunan, dan pendisiplinan protokol kesehatan kepada masyarakatpun tak luput dari perhatiannya.

"Malam minggu kemarin (Sabtu, 25 Desember 2021,Red), kami laksanakan operasi gabungan yang melibatkan semua unsur dari Polri, TNI, Dishub, Satpol PP hingga tenaga kesehatan, ini kita lakukan untuk antisipasi berkembangnya angka penularan Covid-19, jangan sampai di awal tahun melonjak, puluhan pengendara yang melanggar terpaksa kami tindak dengan penilangan, ada yang kami berikan peringatan pula karena tidak disiplin prokes," tegas AKBP Eka Yekti.

Dalam kesempatan itu Kapolres berharap, agar selama perayaan malam pergantian tahun mendatang, masyarakat diminta untuk merayakan malam pergantian tahun itu di rumah saja. Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat untuk tidak menciptakan suatu kerumunan yang melibatkan banyak massa, sehingga berpotensi menciptakan klaster baru covid-19.

"Alhamdulillah, perayaan Natal di gereja-gereja telah kita lalui dengan aman, tertib dan terkendali. Kedepan saya berharap lebih bagus, dan lebih bijaksana, masyarakat dapat merayakan malam pergantian tahun di rumah saja, bersama keluarga. Ingat, kita belum terbebas dari Covid," pungkasnya. (Oborlmj)

*Kapolda Jatim Siapkan Pengamanan Jelang Tahun Baru*


Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Kapolrestabes Surabaya melakukan rapat koordinasi kesiapan pengamanan tahun baru 2022, serta melakukan pengecekan Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru, di pusat perbelanjaan Plaza Surabaya. 
Menurut Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, dalam rapat koordinasi dengan Kapolda Jatim memaparkan. Sistem pengamanan kota Surabaya berbeda dengan tahun 2020 lalu, yang dilakukan penyekatan hingga tingkat RW, mengingat penyebaran covid-19 yang tinggi. 

"Mekanisme pengamanan tahun 2022 tidak melaksanakan penyekatan, namun pembatasan mobilitas di batas kota Surabaya, untuk mengantisipasi masyarakat yang bergeser ke Surabaya dan rekayasa lalulintas di dalam pusat kota, untuk mengurangi keramaian dengan melibatkan perkuatan personil sebanyak 3064 personil," paparnya. 

"Polrestabes Surabaya telah memberikan himbauan untuk tidak mengadakan acara - acara di hotel, maupun lokasi keramaian dimalam tahun baru," tambah Kapolrestabes Surabaya. 

Dalam kesempatan ini, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta juga menyampaiakan arahannya kepada Kapolres dan jajaran. Untuk mengambil langkah preemtif dan preventif. 

"Silahkan dilaksanakan seperti himbauan sesuai Surat Edaran (SE) Mendagri dan Menteri Agama. Guna mencegah penularan covid-19 varian omicorn. Setiap satwil dan satker silahkan bekerja sama dengan humas, untuk menghimbau masyarakat dan mengoptimalkan pelaksanaan yustisi," arahnya. 

Kapolda juga menyampaikan, agar memperkuat pembatasan mobilitas di Ring 3 (batas masuk kota surabaya), ring 2 (Jalan utama mengarah ke pusat kota) dan Ring 1 (pusat kota serta lokasi keramaian), guna mengurangi mobilitas masyarakat agar tidak terjadi penumpukan.

Usai melakukan rapat koordinasi, Kapolda Jatim bersama Kapolrestabes langsung terjun ke lapangan, untuk melakukan pengecekan Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru di pusat perbelanjaan Plaza Surabaya, guna memastikan kesiapan personil dan penerapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan dalam upaya pencegahan penularan covid 19 terutama varian omicron.

*Kakorlantas : Pengamanan Nataru Adalah Momentum Polri*


*Asops dan Kakorlantas Polri Apresiasi Inovasi Jateng Dalam Penanganan Nataru*

BREBES - Dalam rangka memastikan kelancaran arus lalu lintas dan pengamanan selama Nataru,Asisten operasi Kapolri, Irjen Pol Imam Sugianto dan Kakorlantas Polri, Irjen Pol Firman Santyabudi mengadakan asistensi di pos pelayanan gate toll Pejagan Brebes, Sabtu (25/12) pagi.

Disambut Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi dan para pejabat utama, Asops dan Kakorlantas memberikan arahan terkait pengamanan Nataru pada para Kapolres eks Wil pekalongan dan sejumlah perwira Polda Jateng.

Asops, Irjen Imam Sugianto memberikan apresiasi atas inovasi pengamanan dan pelayanan yang dilaksanakan Polda Jateng jajarannya dalam rangka operasi lilin candi 2021. Asops juga mengapresiasi capaian vaksinasi Jateng yang melampaui target nasional dengan total 76,9 persen.

Sementara Kakorlantas dalam arahannya menegaskan bahwa momen pengamanan Nataru adalah momentum bagi Polri.

"Momen pengamanan Nataru adalah momentum Polri untuk menunjukkan kinerjanya dalam melayani masyarakat. Untuk itu anggota harus siap dan jangan ada yang melanggar," ungkap Kakorlantas.

Menurutnya, penanganan mobilitas masyarakat selama Nataru memerlukan koordinasi semua pihak antara pengelola jalan tol hingga pemerintah daerah setempat.

"Daerah Jateng merupakan area tumpuan bagi masyarakat yang bergerak dari Jakarta ke Jawa Timur dan sebaliknya. Mereka berkumpul di Jateng untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan," ungkap Irjen Firman.

Lebih dari itu, Kakorlantas meminta jajaran waspada, mengingat berkumpulnya masyarakat ini mengundang potensi penyebaran covid di rest area.

"Maka itu pos pelayanan di tol tidak hanya memberikan pengamanan dan pelayanan pada masyarakat saja, termasuk penegakan prokes. Tapi juga dilengkapi dengan gerai vaksinasi," tambahnya.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan,  Polda Jateng menerapkan pengamanan secara terintegrasi di masing-masing pos pelayanan. Adapun pusat pengendalian pengamanan berada di Pos GT Pejagan Brebes dan Pos Kalikangkung, Semarang.

"Anggota juga wajib siaga terkait pengamanan Nataru, baik dalam pengamanan arus lalu lintas maupun mencegah potensi gangguan kriminalitas. Intinya Polda Jateng optimal untuk memberikan jaminan bagi masyarakat selama Nataru," tegas Kapolda.