07/01/2022

*Forkopimda Jatim interaktif virtual dalam launching Aplikasi Monitoring Karantina Presisi dari Bandara Juanda*


Forkopimda Jawa Timur mengikuti rapat sekaligus launching Aplikasi Monitoring Karantina Presisi, secara virtual, yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dihadiri Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perekonomian Airlangga Hartanto, di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pada Kamis (6/1/2022). 

Rapat ini diikuti oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Danpuspenerbal Laksanana Muda TNI Edwin,SH,M.Han, Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan, Sekda Prov Jatim Heru Tjahjono serta pejabat utama Polda jatim, pejabat utama Kodam V/Brawijaya dan seluruh stakeholder yang terkait, dalam rangka mengecek kesiapan, bagaimana Jawa Timur menerima Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Dalam kesempatan ini, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta berinteraktif dengan Menkes RI secara virtual, kapolda menjelasakan kesiapan jajaran Jawa Timur dalam mengelola kedatangan PPLN yang nantinya dibuka dari T2 bandara Juanda. 

Kapolda mengatakan, untuk menghadapi hal tersebut sudah dibentuk Satgas penanganan PPLN. Antara lain, satgas bandara, satgas transportasi, satgas akomodasi, satgas kesehatan, dan satgas administrasi. 

"Terkait dengan hal itu, maka akan dibagi mulai dari kedatangan, kemudian pengecekan paspor, kemudian pengecekan barang-barang oleh bea cukai, pengecekan kesehatan dilaksanakan di tempat langsung, lalu dilaksanakan tes PCR dan hasilnya ditunggu di sini, setelah aman baru dibawa ke tempat-tempat yang sudah disiapkan. Misalkan asrama haji dan hotel-hotel yang sudah disiapkan ada, 18 hotel. Total yang sudah disiapkan ada 3200 tempat tidur, dan satu kamar berisi dua orang, untuk mengantisipasi penyebaran virus Omicron," tutur Kapolda usai rapat. 

Kapolda juga mengatakan, tim satgas ini akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi satu sama lain. Sehingga masing-masing satgas yang ada di tempat karantina maupun yang di posko dapat berkomunikasi dengan baik. 

"Kami juga atas persetujuan dari pemerintah daerah, telah dibuatkan Wi-Fi, sehingga mereka nanti dalam melaksanakan karantina tidak bosan. Bisa mengakses informasi, bisa nonton TV," ujarnya. 

"Harapan kami, ayo pelaku-pelaku perjalanan luar negeri, maupun PMI di antaranya, patuh terhadap aturan-aturan ini, kita semua bekerja sama dengan baik. Harapannya Jawa Timur dengan adanya kerja sama yang baik, patuh terhadap aturan, bisa kita hadapi bersama mengantisipasi penyebaran virus yang baru ini," tambahnya. 

Lebih lanjut Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, saat ini masih belum ditemukan kendala, namun menurut Kapolda saat ini yang diinginkan adalah mendapatkan data, berapa orang yang akan datang masuk di Bandara Jawa Timur, itu penting. 

"Sehingga kalau data ini kami dapatkan satu hari, dua hari, tiga hari makin lama akan makin baik. Untuk data ini dibagikan ke seluruh satgas yang sudah ada. Selanjutnya mungkin kendalanya adalah, kepatuhan dari PMI untuk tinggal diam di tempat karantina selama ini 7 atau 10 hari, sesuai dengan daerah asal atau negara tempat mereka kerja. Kendala-kendala ini kami antisipasi dengan menyiapkan tempat wifi, kemudian nanti kami beri surat kabar, sehingga mereka juga tidak telat informasi," paparnya. 

Kapolda juga menyampaikan, dengan adanya aplikasi Monitoring Karantina Presisi yang dilaunching ini, nantinya akan membantu mendapatkan data PMI atau pelaku perjalanan luar negeri yang akan datang.

"Saya kira penting buat kami, untuk selalu bersinergi, berkomunikasi, untuk mengatasi di tiap-tiap titik ini. Jadi semakin sering kami mengkomunikasikan, dan sama-sama mencari jalan keluar, itu akan mempermudah di dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Satgas ini," pungkasnya Kapolda Jatim.

Tindaklanjuti Instruksi Presiden Soal Karantina PPLN, Kapolri Luncurkan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi


Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menindaklanjuti arahan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) soal melakukan pengawasan dan penegakan protokol kesehatan (prokes) ketat terhadap Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang masuk ke wilayah Indonesia. 

Komitmen tersebut diwujudkan oleh Kapolri, dengan meluncurkan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi bagi pelaku perjalanan luar negeri. Platform itu merupakan komitmen dari Korps Bhayangkara yang merupakan representasi kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari transmisi penyebaran varian Covid-19, salah satunya adalah Omicron. 

"Baru saja kami me-launching Aplikasi Monitoring Karantina Presisi. Dimana aplikasi ini merupakan bagian tindaklanjut kami melaksanakan arahan Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan pengawasan secara lebih ketat khususnya terhadap para pelaku perjalanan luar negeri yang baru kembali dan harus melakukan proses karantina sebagaimana diatur," kata Sigit di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Kamis (6/1/2022).

Dalam aturan terbaru, Pemerintah resmi mewajibkan para pelaku perjalanan luar negeri untuk melaksanakan karantina selama 7 sampai dengan 10 hari. Aplikasi Monitoring Karantina Presisi tersebut juga merupakan kerjasama dan sinergitas antara Polri dengan stakeholder terkait lainnya. 

Mantan Kapolda Banten ini menambahkan, penggunaan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi ini akan diperkuat di pintu masuk atau entry point wilayah Indonesia. Yakni, Bandara Soetta, Bandara Juanda, Bandara Sam Ratulangi, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Pinang, Pelabuhan Nunukan, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, PLBN Entikong dan PLBN Motaain.

Menurut Sigit, pintu masuk wilayah itu harus dijaga secara ketat bagi para PPLN. Mengingat saat ini, kata Sigit, penyebaran varian Covid-19 Omicron di Indonesia, sebagian besar berasal dari Imported Case. 

"Kami mencoba untuk memberikan bantuan ke anggota-anggota kita yang melaksanakan pengawasan khususnya di lokasi yang menjadi pintu masuk. Masyarakat kita yang datang dari luar negeri untuk betul-betul bisa kita awasi secara ketat dan disiplin. Sehingga kita bisa mengantisipasi agar pintu gerbang utama kita di Bandara, Pelabuhan, PLBN, bisa kita jaga. Karena ini pintu gerbang utama, kalau disini kita lemah maka risiko masuknya varian Delta dan Omicron tentunya betul-betul bisa terjadi apabila kita tidak mampu mengawasi dengan baik," ujar mantan Kabareskrim Polri tersebut. 

Dengan diluncurkannya Aplikasi Monitoring Karantina Presisi, Sigit berharap, penanganan dan pengendalian Covid-19 yang saat ini sudah baik dapat dipertahankan kedepannya. Sebab itu, Sigit meminta kepada seluruh pihak, untuk tidak lengah ataupun abai terkait dengan penegakan prokes maupun aturan wajib karantina bagi para PPLN. 

Mengingat, kata Sigit, kenaikan angka Covid-19 akibat varian baru di beberapa negara mengalami peningkatan yang besar. Tetapi di Indonesia, lanjut Sigit, saat ini laju pertumbuhan Covid-19 masih dapat terkendali dan tidak mengalami lonjakan. Tentunya, hal itu membutuhkan sinergitas dan kerjasama antar-seluruh stakeholder. 

"Alhamdulilah di wilayah kita di Indonesia sampai saat ini bisa terjaga dan ini tentunya bisa terlaksana berkat kerja keras dan kerjasama dari seluruh stakeholder yang ada untuk menjaga agar laju Covid-19 ini bisa terkendali. Mulai dari proses penegakan aturan prokes hingga akselerasi vaksinasi," ucap Sigit. 

Sigit memaparkan, dalam Aplikasi Monitoring Karantina Presisi, terdapat beberapa fitur untuk melakukan pengawasan dan memastikan para PPLN menjalani masa wajib karantina. Fungsi utama diantaranya adalah, monitoring lokasi untuk memantau lokasi pengguna secara Real Time. 

Lalu, Dashboard monitoring yang memantau keterisian lokasi karantina, statistik pelaku yang sedang melakukan karantina, dan ketika memasuki waktu berakhirnya karantina serta hasil tes RT-PCR. 

"Dashboard ini dipasang di hotel-hotel dan ditempat karantina serta Monitoring Center di Mabes Polri. Sehingga kita mengawasi selain yang karantina termasuk petugas yang melaksanakan pengawasan, bisa ikuti secara Real Time," kata Sigit. 

Adapun keunggulan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi ini, dikatakan Sigit, pengguna hanya melakukan Check In dengan QR Code yang secara otomatis akan menghitung masa berlaku karantina. Kemudian, petugas dapat memantau statistik dan radius jarak pengguna aplikasi dari lokasi karantina. 

Selain itu, Alert atau notifikasi secara otomatis akan diberikan kepada petugas maupun command center apabila pengguna keluar dari radius lokasi karantina yang telah ditentukan. Apabila masa karantina telah berakhir, sistem akan memvalidasi sesuai aturan karantina dan memberikan notifikasi kepada petugas serta command center.

"Ini penting, karena kemampuan pengendalian Covid-19 tentunya akan memberikan kontribusi aktivitas masyarakat bisa lebih longgar. Karena kita yakin masyarakat kita aman dari Covid-19 dan berdampak pertumbuhan ekonomi nasional yang mewujudkan Indonesia tangguh dan tumbuh," ungkap Sigit. 

Lebih dalam, Sigit berharap, masyarakat bisa memahami dan mengerti segala upaya dan penegakan aturan ini merupakan bagian dari Negara memberikan perlindungan kepada warga dari paparan virus corona berbagai jenis varian yang ada. 

Dengan adanya jaminan kesehatan masyarakat, Sigit menyebut, Indonesia juga akan siap menggelar event nasional maupun Internasional kedepannya. Dimana, hal itu tentunya akan membangkitkan pertumbuhan perekonomian Indonesia jauh lebih baik lagi di tengah Pandemi Covid-19. 

"Oleh karena itu, sekali lagi aturan yang ada mari kita laksanakan dengan baik. Kita jaga masyarakat kita, sehingga apabila Covid-19 betul-betul bisa kita kendalikan tahun ini kita akan hadapi event-event internasional. Dan itu semua tentunya juga diukur bagaimana kita mampu mengendalikan Covid-19 yang ada. Ini adalah kunci. Sehingga kita bisa melaksanakan event, mendorong pertumbuhan ekonomi. Sehingga Indonesia bisa melompat menjadi negara yang tidak kalah dengan negara maju yang ada," jelas Sigit. 

Dalam kesempatan peluncuran ini, Kapolri juga menyempatkan melakukan dialog virtual dengan beberapa daerah yang menjadi pintu masuk wilayah Indonesia. Ia memastikan penguatan pengawasan penegakan prokes dan masa wajib karantina PPLN. 

Launching ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, Kasum TNI Letjen Eko Margiyono, pihak BNPB, Kemehub, Bea dan Cukai, Kemenkumham.

*Antisipasi Varian Omicron, Polda Jatim Laksanakan Giat Patroli KRYD*


Mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 varian Omicron, anggota patroli dari Ditsamapta Polda Jatim melaksanakan giat Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). 

Kegiatan ini dalam rangka menindaklanjuti Inmendagri No. 01 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) dan antisipasi penyebaran Covid-19 varian baru Omicron.

“Sasaran kami dalam patroli adalah menertibkan  masyarakat agar mentaati protokol kesehatan. Selain itu dengan hadirnya polisi ditengah-tengah masyarakat, dapat membuat masyarakat merasa aman,” kata Kasubdit Gasum Ditsamapta Polda Jatim AKBP David Subagio, Kamis (6/1/2022). 

Setiap harinya kegiatan patroli dipimpin oleh satu pawas dan satu padal. Untuk giat pada Rabu malam 5 Januari 2022 hingga Kamis dini hari 6 Januari 2022 dipimpin oleh kompol Prayitno dan Ipda Afip Zamroni dengan melibatkan 21 personel gabungan.

Adapun empat lokasi yang didatangi petugas yakni Warkop Giras Tembok di Jl Rungkut Kidul, Kofibrik di Jl Medokan Ayu, Kopitiadahenti di Jl Raya Gunung Anyar Sawah, Kafe A-Ngop di Jl Medokan Sawah. 

"Selain melakukan himbauan, pada setiap kegiatan patroli, anggota selalu membawa masker untuk dibagikan kepada masyarakat. Tujuannya yakni mengantisipasi masyarakat yang tidak membawa masker saat melakukan kegiatan diluar rumah," tutur David

Setelah melaksanakan Patroli KRYD, personel patroli Ditsamapta Polda Jatim melanjutkan giat Patroli dini hari dalam rangka mengantisipasi tindak pidana  kejahatan 3C (Curas, Curat, dan Curanmor).

“Kegiatan patrol dini hari dimulai pukul 01.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Ini merupakan keagiatan rutin yang setiap hari kita laksanakan. Selain itu, Ditsamapta juga melaksanakan Patroli siang dengan nama Patroli Presisi Harkamtibmas,” pungkasnya.

KAJARI KOTA MOJOKERTO TAHAN TIGA TERSANGKA DUGAAN KORUPSI BANK JATIM MOJOKERTO

 
MOJOKERTO-Merdekanews.net- Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto telah menetapkan 3 (tiga) orang tersangka korupsi penyaluran dan penggunaan kredit modal kerja (KMK). 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Mojokerto Dr. Agustinus Herimulyanto menyampaikan, penyaluran KMK ini kepada CV. Dwi Dharma Tahun 2013 dan PT. Mega Cipta Selaras Tahun 2014, dimana kerugian Keuangan Negara yang disalurkan Bank Jatim sebesar Rp 1,496 M.

"Jumlah ini sebagaimana Laporan Hasil Audit (LHA) BPKP kantor Perwakilan Jawa Timur tanggal 07 Desember 2021. Tiga tersangka itu, yakni RZA Penyelia PT. Bank Jatim Cabang Mojokerto Tahun 2013 dan 2014, AMD Pimpinan Cabang PT. Bank Jatim Cabang Mojokerto tahun 2013 dan 2014) dan IWS nasabah atau Komisaris PT. Mega Cipta Selaras Tahun 2014," ungkap Dr. Agustinus Herimulyanto, pada Kamis petang (6/1/2022) 

Lebih lanjut dikatakannya, tersangka disangka melakukan Tindak Pidana Korupsi yang diatur dalam Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman penjara hingga 20 tahun penjara dan denda hingga Rp 1 Miliar.

"Ketiga tersangka ini diduga menyalahi atau pengajuannya tidak sesuai prosedur sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp1,4 Miliar.

Oleh karena itu, karena dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, ataupun mengulangi tindak pidana maka dilakukan penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto selama 20 (dua puluh) hari, terhitung sejak tanggal 6 Januari hingga 25 Januari 2022," pungkasnya"yn

06/01/2022

Jenazah WNI Sri Mindari Tiba di Rumah Duka, Polda Jatim Kawal Hingga Pemakaman Usai


Lumajang,- Jenazah Sri Mindari, korban kapal tenggelam di perairan Tanjung Balau Johor Malaysia pada 15 Desember 2021, akhirnya tiba di rumah duka Desa Kaliboto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Rabu, 5 Januari 2022 siang.

Jenazah diberangkatkan dari Malaysia dengan menggunakan pesawat Lion Air JT 0972 pukul 08.35 WIB.

Kedatangan jenazah, mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian dari Polda Jatim, Polresta Sidoarjo dan Polres Lumajang. Jenazah diantar menggunakan ambulan milik Polda Jatim menuju rumah duka.

Sebelum dilakukan pemberangkatan jenazah ke rumah duka, Kapolres Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro yang hadir mewakili Kapolda Jatim, terlebih dulu melakukan pengecekan jenazah.

"Setelah kita lakukan pengecekan bersama pihak UPT BP2MI, jenazah baru kita berangkatkan ke rumah duka," jelas Kapolresta Sidoarjo.

Tak hanya itu, menurut Wahyu Bintoro, Pihak Polda Jatim akan terus mengawal hingga pemakaman usai.

“Setelah ini, kami berangkatkan jenazah, sudah kami siapkan Tim pengawalan dan pengamanan baik dari polda Jatim, Polresta Sidoarjo maupun Polres Lumajang. Tadi Bapak Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta juga berpesan, jenazah harus aman dan dikawal hingga pemakaman usai, itu bentuk pelayanan kita untuk masyarakat,” ulasnya.

Ucapan belasungkawa terhadap keluarga, tak henti-hentinya diucapkan oleh beberapa pihak, salah satunya Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno.

"Kami mewakili pimpinan tertinggi kami dan Bapak Kapolda Jatim mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya alm Sdri Sri Mindari yang diakibatkan oleh kecelakaan laut. Untuk pihak keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan," ucap AKBP Eka Yekti.

AKBP Eka Yekti juga mengimbau kepada masyarakat yang menginginkan menjadi pekerja imigran agar benar-benar hati-hati memilih agen, diimbau olehnya agar masyarakat menggunakan agen resmi yang telah ditunjuk pemerintah sehingga tidak terjadi hal-hal semacam ini.

“Gunakan agen yang resmi, yang legal, jangan tertipu bujuk rayu para pihak yang sengaja mengambil keuntungan tanpa bertanggungjawab,” imbuh Eka Yekti.

Selain Kapolres Lumajang, ucapan duka juga turut diucapkan oleh Kapolres Sidoarjo, Kepala UPT BP2MI Jatim dan Wakil Bupati Lumajang terhadap keluarga Sri Mindari.

“Saya Kapolresta Sidoarjo, turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya, semoga Almarhumah diberikan tempat yang layak disisi Tuhan,” Kombes Wahyu Bintoro menambahkan, “Kegiatan yang kami lakukan disini adalah kegiatan kemanusiaan dimana Polri hadir ditengah masyarakat apabila ada masyarakat ada yang membutuhkan kami, kami siap melayani,”imbuhnya.

Sebelum dimakamkan, pelepasan jenazah dilakukan oleh pihak keluarga di Musholla AL-Hikmah. Isak tangis pun menyelimuti pelepasan jenazah korban kapal tenggelam tersebut.

“Terima kasih bapak-bapak Polisi dan pemerintah, kami sangat terbantu, tidak hanya tentang pemulangan jenazah adik kami yang semuanya telah ditanggung, namun keluarga kami merasa sangat diperhatikan,” urai Ani selaku Kakak korban. (Oborlmj)

*Kapolda Jatim hadiri Launching Vaksinasi Merdeka Anak oleh Kapolri; target 2,5 Juta Dosis Vaksin Disiapkan Untuk Anak-anak di Jatim*


Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Forkopimda Kota Surabaya, Rabu (5/1/2022) siang, melakukan pengecekan vaksinasi Merdeka Anak usia 6-11 tahun, di SD Katolik Santa Clara, Ngagel Madya, Surabaya. Selain itu, kegiatan serupa juga dilakukan di 115 titik gerai vaksin yang tersebar di seluruh Jawa Timur, dengan target 25.000 dosis pada hari ini dari target 2,5 juta dosis untuk anak seluruh jatim, dan dilaunching seluruh Indonesia oleh Kapolri yang dihadiri oleh Menko PMK RI dan Wamenkes RI serta dilakukan dialog interaktif secara virtual. 

Kegiatan diawali dengan pengecekan vaksinasi merdeka anak di SD Katolik Santa Clara, Ngagel Madya, Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan covid-19 untuk membentuk herd immunity. 

Sebanyak 200 dosis vaksinasi jenis Sinovac, disiapkan bagi anak-anak pelajar usia 6-11 tahun di SD Katolik Santa Clara Ngagel Surabaya, yang melaksanakan vaksinasi tahap pertama. 

Usai melakukan pengecekan vaksinasi, Kapolda lanjut mengikuti Launching Vaksinasi Merdeka Anak yang dipimpin Kapolri secara virtual. 

Dalam kesempatan ini, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memgatakan. Dalam rangka menekan penyebaran dan pengendalian virus covid-19, serta perkembangan situasi saat ini, terkait adanya Varian baru Omicron. 

"Kita harus melaksanakan langkah-langkah pencegahan dengan disiplin protokol Kesehatan 5M dan akselerasi vaksinasi guna membentuk herd Immunity. Lakukan Optimalisasi atau percepatan vaksinasi sehingga pada tahun 2021 berhasil mencapai 70%. Setelah vaksinasi lansia saat ini kita mencapai tahap Vaksinasi anak dengan Usia 6-11 tahun," tandasnya. 

Sementara, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan. Di Jawa Timur pada hari ini dilaksanakan vaksinasi merdeka secara serentak, di 115 titik, dengan sasaran 25.000 dosis untuk anak pada hari ini. 

"Vaksinasi anak usia 6-11 tahun, rencana seluruh jajaran Jawa Timur, di targetkan sebanyak 2,5 juta, kemudian pencapaian sampai dengan hari ini 32%. Sedangkan untuk di SD Santa Clara ini ada 200 anak-anak dan mudah-mudahan siang ini bisa selesai," ucap Kapolda Jatim, usai mengikuti launching vaksinasi merdeka anak. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, kemudian Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan yang selalu bersinergi dengan seluruh stakeholder, yang terlebih khusus lagi kepada guru, orang tua murid-murid yang telah mensukseskan kegiatan vaksinasi anak," tambahnya. 

Kapolda juga menyampaikan. Hal ini tidak berhenti di sini saja, tapi akan terus berlanjut, sehingga anak-anak semuanya bisa tervaksin dan bisa mengikuti kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara langsung secara aman.

"Harapan kami ke depan orang tua, guru, kemudian tenaga kesehatan TNI Polri, selalu bersinergi dan bisa dengan cepat menyelesaikan dalam waktu akhir bulan ini semuanya bisa tervaksin," pungkasnya.

*Kapolda Jatim hadiri Launching Vaksinasi Merdeka Anak oleh Kapolri; target 2,5 Juta Dosis Vaksin Disiapkan Untuk Anak-anak di Jatim*


Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Forkopimda Kota Surabaya, Rabu (5/1/2022) siang, melakukan pengecekan vaksinasi Merdeka Anak usia 6-11 tahun, di SD Katolik Santa Clara, Ngagel Madya, Surabaya. Selain itu, kegiatan serupa juga dilakukan di 115 titik gerai vaksin yang tersebar di seluruh Jawa Timur, dengan target 25.000 dosis pada hari ini dari target 2,5 juta dosis untuk anak seluruh jatim, dan dilaunching seluruh Indonesia oleh Kapolri yang dihadiri oleh Menko PMK RI dan Wamenkes RI serta dilakukan dialog interaktif secara virtual. 

Kegiatan diawali dengan pengecekan vaksinasi merdeka anak di SD Katolik Santa Clara, Ngagel Madya, Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan covid-19 untuk membentuk herd immunity. 

Sebanyak 200 dosis vaksinasi jenis Sinovac, disiapkan bagi anak-anak pelajar usia 6-11 tahun di SD Katolik Santa Clara Ngagel Surabaya, yang melaksanakan vaksinasi tahap pertama. 

Usai melakukan pengecekan vaksinasi, Kapolda lanjut mengikuti Launching Vaksinasi Merdeka Anak yang dipimpin Kapolri secara virtual. 

Dalam kesempatan ini, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memgatakan. Dalam rangka menekan penyebaran dan pengendalian virus covid-19, serta perkembangan situasi saat ini, terkait adanya Varian baru Omicron. 

"Kita harus melaksanakan langkah-langkah pencegahan dengan disiplin protokol Kesehatan 5M dan akselerasi vaksinasi guna membentuk herd Immunity. Lakukan Optimalisasi atau percepatan vaksinasi sehingga pada tahun 2021 berhasil mencapai 70%. Setelah vaksinasi lansia saat ini kita mencapai tahap Vaksinasi anak dengan Usia 6-11 tahun," tandasnya. 

Sementara, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan. Di Jawa Timur pada hari ini dilaksanakan vaksinasi merdeka secara serentak, di 115 titik, dengan sasaran 25.000 dosis untuk anak pada hari ini. 

"Vaksinasi anak usia 6-11 tahun, rencana seluruh jajaran Jawa Timur, di targetkan sebanyak 2,5 juta, kemudian pencapaian sampai dengan hari ini 32%. Sedangkan untuk di SD Santa Clara ini ada 200 anak-anak dan mudah-mudahan siang ini bisa selesai," ucap Kapolda Jatim, usai mengikuti launching vaksinasi merdeka anak. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, kemudian Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan yang selalu bersinergi dengan seluruh stakeholder, yang terlebih khusus lagi kepada guru, orang tua murid-murid yang telah mensukseskan kegiatan vaksinasi anak," tambahnya. 

Kapolda juga menyampaikan. Hal ini tidak berhenti di sini saja, tapi akan terus berlanjut, sehingga anak-anak semuanya bisa tervaksin dan bisa mengikuti kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara langsung secara aman.

"Harapan kami ke depan orang tua, guru, kemudian tenaga kesehatan TNI Polri, selalu bersinergi dan bisa dengan cepat menyelesaikan dalam waktu akhir bulan ini semuanya bisa tervaksin," pungkasnya.