21/09/2022

Sosialisasi SATLANTAS Polres Lumajang yang bertajuk "POLISI SAHABAT ANAK DAN BONEKA SEMERU DI TK DHARMA WANITA CITRODIWANGSAN


 

Lumajang, Merdekanews.id beberapa hari yg lalu Satlantas Polres Lumajang mengadakan beberapa kegiatan yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi generasi penerus bangsa khusunya Kab Lumajang. karena kegiatan yang diusung oleh Satlantas Polres Lumajang ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tertib berlalu lintas sejak usia dini, guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas ungkap Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Radyati Putri Pradini.

Selain itu Aipda Rima Mayangga selaku penyaji materi sosialisasi bersama Bripda Bela Ika memberikan edukasi protocol kesehatan yaitu 5M, sekaligus membagikan masker untuk pencegahan penyebaran virus covid 19,  
Dalam memberikan motivasi dan semangat kepada siswa siswi TK DHARMA WANITA CITRODIWANGSAN Aipda Rima memberikan beberapa doorprize dan helm kepada murid yang aktif dalam Kegiatan tersebut.

Kegiatan ini disambut dengan baik oleh kepala sekolah TK Dharma Wanita Citrodiwangsan Diana Mariana Dewi mengungkapkan kami berharap kegiatan sosialisasi seperti ini terus dilakukan agar informasi dan arahan dari Polisi tertanam dengan baik di sanubari anak anak. 
guru maupun murid sangat antusias mengikuti dan menyelesaikan kegiatan ini, "imbuhnya"

Polres Lumajang Menggelar Safari Jum at Pada Empat Masjid Di Wilayah Lumajang


 Lumajang , Merdekanews.id Polres Lumajang  menggelar safari Jumat pada Empat masjid yang berbeda, dalam waktu yang bersamaan di Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang, Jumat (16/9/2022).

Kegiatan safari Jumat di Masjid Darul Falah Dusun Tulusrejo Desa Karang Rejo di ikuti oleh sejumlah Perwira dan Bintara yang dipimpin oleh Wakapolres Lumajang Kompol Andi Febrianto Ali, sedangkan PJU yang lain berada di Masjid Baitur Rahman Dusun Sidomulyo Desa Keraton dipimpin oleh Kabagren Kompol Nur Andi Setiyawan, sedangkan di Masjid Al ikhlas Dusun Karang Sari Desa Karanganyar dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Aryanto Agus dan Masjid Baiturrahman Dusun Sentono Desa Krai Dipimpin oleh Kompol Ahmad Sutiyo.

Seusai sholat Jumat, Wakapolres Lumajang Kompol Andi Febrianto Ali, menyampaikan informasi dan himbauan kepada seluruh masyarakat terutama yang hadir dalam Sholat Jumat berjamaah untuk memelihara keamanan dan ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas).

Dihadapan para jamaah, Wakapolres Lumajang Kompol Andi Febrianto Ali menyampaikan untuk mengaktifkan kembali kegiatan Pos Kamling dilingkungan masing-masing untuk mencegah terjadinya pencurian.

"Saya mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan menghidupkan kembali siskamling, Yang merupakan peninggalan nenek moyang kita untuk menciptakan guyup rukunnya dalam bertetangga, salah satunya dalam mengaktifkan adalah menyiapkan bunyi bunyian seperti alarm keamanan atau kentongan di masing-masing rumah, karena apabila membunyikan kentongan tersebut bisa membangunkan warga," terangnya.

Kompol Andi mengajak, untuk melaksankan ronda malam setiap 2 sampai 3 jam sekali bersama dengan Satgas Keamanan Desa (SKD) Bhabinkamtibmas, Babinnsa, dan warga masyarakat atau Relawan.

"Saya minta untuk meningkatkan kinerja SKD yang ada di setiap Desa untuk membantu keamana Desa. Jika ada tamu asing wajib lapor 1x24 jam kepada RT, RW, dan Desa," jelasnya.

wakapolres menjelaskan, safari Jumat ini merupakan program dari Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D, S.I.K M.H. yang bertujuan untuk meningkatkan situasi harkamtibmas kondusif 

"karena ini adalah bentuk kegiatan preventif dan preemtif. Untk represif ini akan dilakukan dengan membentuk Timsus," ungkapnya.


Andi berharap kepada warga masyarakat untuk mencegahnya terjadinya curanmor gunakan kunci ganda pada sepeda motor saat memakir kendaraannya sebelum ditinggal untuk beraktivitas meskipun aktivitas tersebut hanya sebentar,

"Jika terjadi tindak kriminalitas segera menghubungi Kepala Desa, Bhabinkamtibmas atau Bhabinsa bila perlu petugas kepolisian atau Polsek terdekat," pungkasnya.

20/09/2022

*SAMBUT HARI LALU LINTAS KE-67, SATLANTAS POLRES LUMAJANG GELAR BAKSOS DI TEMPAT-TEMPAT IBADAH*


Lumajang, Merdekanews.id Dalam Rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke 67 tahun 2022, Satlantas Polres Lumajang Melaksanakan Bhakti Sosial ke Tempat-Tempat Ibadah di Kabupaten Lumajang, Kamis (15/9/2022).

Satlantas Polres Lumajang menggelar Baksos Religi yang berupa Kerja Bakti di Tempat Tempat Ibadah dan Penyaluran Bantuan Sosial kepada Pengurus beberapa Tempat Ibadah di kabupaten Lumajang. Kegiatan ini merupakan bagian Dari  rangkaian kegiatan jelang Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke – 67 yang jatuh pada tanggal 22 September.

Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke – 67 kali ini mengusung tema “Polantas Yang Presisi Pulih Dan Bangkit Bersama Menuju Indonesia Maju”

Kegiatan di dilaksanakan Masjid Agung Anas Mahfud Lumajang, Gereja GPIB Jln.Panjaitan Lumajang dan Pure Mandara Giri Semeru Agung Kecamatan Senduro.

“Kegiatan di dilaksanakan Masjid Agung Anas Mahfud Lumajang, Gereja GPIB Jln.Panjaitan Lumajang dan Pure Mandara Giri Semeru Agung Kecamatan Senduro,”ucap AKP Radyati , Kamis (15/09/2022).

AKP Radyati Putri Pradini juga menyampaikan dengan kegiatan ini sebagai upaya merekatkan persatuan dan kesatuan polri dengan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap polri, sehingga terjalin sinergitas antara Polri, tokoh agama dan masyarakat.

“Kegiatan ini sebagai upaya merekatkan persatuan dan kesatuan polri dengan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap polri” imbuhnya.

Selain kegiatan Baksos Religi juga mengadakan beberapa rangkaian kegiatan  jelang hari lalu lintas bhayangkara ke 67 tahun 2022. (Humas.reslmj)

DEMO BESAR-BESARAN WARGA KEPUNG, TUNTUT KADES KEPUNG MUNDUR


Kediri, merdekanews. id
Ratusan warga Desa Kepung melalui Aliansi Peduli Desa Kepung menggeruduk kantor Desa Kepung menuntut Kepala Desa Kepung Ida Arief, SH untuk mundur dari jabatannya sebagai Kepala Desa (19/9/22). Aksi ini di koordinir oleh Singgih Sanjaya dan Suwarno selaku atas nama perwakilan warga kepung, yang juga didampingi oleh kuasa hukum Heri Sunoto dari Jayabaya Law Office. 
Kepala Desa di anggap tidak mampu bekerja untuk warganya, banyaknya penyimpangan-penyimpangan mengenai anggaran Desa yang tidak transparan, penanganan covid - 19 , pengelolaan Desa wisata, serta tentang pelayanan surat-surat di desa dan permasalahan lainnya. 
Untuk itu warga Desa Kepung melalui Aliansi Peduli Desa Kepung menyatakan sikap menolak kepemimpinan dan meminta mundur Saudari Ida Arief, SH sebagai Kepala Desa Kepung karena telah nyata-nyata banyak melakukan pelanggaran dan penyimpangan selama hampir 3 tahun menjabat, seperti menjalankan roda pemerintahan yang arogan, tidak transparan, tidak akuntabel, pelayanan masyarakat yang berbelit dan rendah, pembangunan desa yang tidak berjalan, kebijakan pecah dusun karang dinoyo dan lain sebagainya. Yang di tuangkan dalam sebuah Petisi yang diberi nama "Petisi Honggo Merto".

Ditengah aksi demo warga, Bupati Kediri Hanindito Hinawan Pramana yang akrab di panggil Mas Dito mendatangi warga yang berunjuk rasa untuk melakukan mediasi atas tuntutan warga, hanya dengan duduk lesehan Mas Dito mencoba mendengarkan aspirasi warga, dalam tuntutannya warga menginginkan Kepala Desa Kepung untuk di copot dalam jabatannya  karena di anggap tidak trasnparan dalam pengelolaan anggaran. 

Usai mendengar aspirasi itu, Mas Dito mengatakan " Bahwa sebagai pemimpin itu mulai dari Kepala Desa, Camat, Bupati, Gubernur, Presiden itu bukan untuk dilayani tapi harusnya melayani masyarakat ".

Dari unjuk rasa ini, pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti sebagaimana yang telah dikeluhkan oleh warga yang menjadi dasar inspektorat untuk memanggil pihak desa, jika terbukti ada pelanggaran Pemerintah Kabupaten Kediri akan memberikan sanksi tegas sebagaimana yang telah diatur dalam undang-undang desa", lanjutnya. 

Secara terpisah, Kepala Desa Kepung Ida Arief, SH ketika di konfirmasi mengatakan pada awak media , "bahwa ini merupakan negara demokrasi, siapapun punya hak untuk menyampaikan aspirasinya karena sudah di atur oleh undang-undang. Jadi saya tidak ada masalah kalau mereka mau demo, mau menuntut apapun itu hak meeeka. Tetapi yang perlu temen-temen tahu, saya sudah ngobrol sama Mas Dito dan sudah menyampaikan semuanya. Saya juga sudah dipanggil oleh inspektorat dan sejauh ini bagi saya tidak ada masalah", terangnya. 

Perkara tuntutan bahwa pelayanan terlalu lama, dijelaskan Kades Kepung ini  membias. Saya katakan  ini tidak ada masalah, artinya saya menghargai masyarakat memiliki keinginan dan punya kemauan, warga saya berjumlah 18 ribu lebih, jika hari ini yang demo sekitar 500an, maka yang diluar sana masih ada 17.500 masyarakat yang tidak ikut dan yang mendukung kegiatan saya. Saya tetep fokus pada pekerjaan, saya akan patuh pada Bupati, karena beliau yang mengeluarkan SK Pengangkatan dan saya hanya bisa di pecat oleh Bupati bukan oleh masyarakat ", imbuhnya.( Dwi)

19/09/2022

DIDUGA TENAGA AHLI (TA) MELAKUKAN TINDAK PIDANA KORUPSI PENGADAAN BIBIT DI DESA-DESA KAB OKU TAHUN 2019


Merdeka News, id OKU
Kegiatan pengadaan bibit buah buahan di desa-desa dalam wilayah Kabupaten ogan komering ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan. Dengan menggunakan anggaran dana desa Pada Tahun 2019 yang lalu di duga terindikasi Korupsi /Gratifikasi 

Kegiatan tersebut melibatkan CV. Mitra Selayu selaku penyedia jasa dan Heri Setiawan yang di duga Selaku Tenaga Ahli (TA) Kab OKU, Serta Puluhan/kurang- lebih enam puluh tiga (63)Desa dalam wilayah Kab OKU, Selain itu kegiatan tersebut di duga juga melibatkan oknum Pihak-pihak terkait lain nya.

Berdasarkan data serta informasi yang di Terima oleh awak media, Bahwa dalam pengadaan bibit buah buahan di desa-desa Tahun 2019 tersebut telah terjadi kesepakatan atau Dugaan korupsi/Gratifikasi antara pihak penyedia jasa dan oknum Tenaga Ahli (TA) Heri Setiawan dan Desa Desa Yang melakukan pembelian bibit buah buahan tersebut

Adapun isi dari kesepakatan tersebut diantaranya berbunyi :
1. Pihak pertama akan memberikan 10% untuk pemesan (Desa) sebagai kompensasi dari Omset penjual bibit buah buahan sesuai pesanan dari masing masing desa dan di bayarkan pada saat pemesan sudah melunasi tagihan atas bibit yang telah diantar/dipesan

2.  Pihak pertama akan memberikan 15% kepada pihak kedua (Tenaga Ahli )sebagai kompensasi penjualan dari Omset bibit buah buahan yang terjual dan di bayarkan kepada pihak kedua saat pemesan sudah melunasi tagihan atas bibit buah buahan sesuai dengan pesanan

Perjanjian tersebut di Cap dan di tanda tangani di atas materai oleh pihak penyedia jasa sebagai pihak pertama CV. Mitra Selayu dan Heri Setiawan di duga kuat selaku Tenaga Ahli sebagai pihak kedua

Berdasarkan informasi tersebut kami mencoba untuk meminta konfirmasi kepada yang bersangkutan, Karena tidak ada No kontak yang bisa kami hubungi, Maka kami meminta konfirmasi secara tertulis yang di kirimkan ke Kantor TA Kab OKU mengenai kegiatan tersebut, Tetapi sampai berita ini di terbitkan tidak ada jawaban yang kami Terima. 

Di tempat terpisah Heri Jaya Putra selaku warga masyarakat OKU memberi penjelasan kepada awak media " Terkait pengadaan bibit buah buahan untuk desa dalam wilayah kab OKU Tahun 2019 yang lalu serta adanya kesepakatan antara beberapa pihak tersebut, Diduga hal tersebut sudah termasuk Gratifikasi yang tidak di perbolehkan

Sesuai dengan Pasal 12B ayat 1, Pasal 12B ayat 2. UU No. 31/1999 jo UU No. 20/2001 Tentang Gratipikasi, 
Di mana Gratipikasi yang tidak boleh di Terima Yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajiban pegawai negeri atau penyelenggara negara. Di jelaskan bahwa  Orang yang menerima upah atau gaji dari keuangan Negara atau daerah 

Dan menurut pandangan kami Tenaga Ahli dan Kepala Desa merupakan orang yang di gaji atau di upah dgn menggunakan keuangan negara atau daerah, Kalau kita mengacu kepada hal ini,  Jelas ini termasuk gratipikasi yang di larang dan sdh termasuk kedalam ranah KKN. 

Terkait dengan hal tersebut maka kami  selaku warga masyarakat OKU dalam waktu dekat ini akan melaporkan hal tersebut ke pihak penegak hukum,kementrian desa RI dan Ombusman, Kami berharap nantinya setelah laporan kami diterima, Pihak yang berwenang dapat memanggil dan memeriksa orang orang yang terlibat dugaan Gratifikasi dalam pengadaan bibit buah-buahan Tahun 2019 tersebut" Jelas Heri ( jon/Tim )

16/09/2022

ABK kapal KM Berkah IIIahi yang terjatuh di pelabuhan Indora telah ditemukan dan pmeninggal dunia

Karimun , Merdekanews.id
Anak Buah Kapal KM Berkah Illahi 01 bernama Wahyu (21), yang dikabarkan hilang karena terjatuh di Pelabuhan Indora Tanjungbatu Kecamatan Kundur, kini sudah ditemukan tim SAR dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (14/9/2022).

Korban warga Sawang Selatan Kecamatan Kundur Barat itu, ditemukan tak jauh dari lokasi tempatnya terjatuh, atau sekitar 500 meter di Pelabuhan Indora Tanjungbatu, kira kira pukul 16.40 WIB ditemukan oleh tim SAR.

Kepala Pos Basarnas Tanjungbalai Karimun, Khairul Nazri mengatakan, setelah jenazah Wahyu ditemukan langsung dibawa ke RSUD Tanjungbatu untuk dilakukan utopsi.

Korban langsung dibawa kerumah duka untuk disemayamkan,” ujar Wahyu, yang merupakan ABK KM Berkat Ilahi 01 dikabarkan hilang, di Perairan Pelabuhan Indora Kecamatan Kundur, Selasa pagi (13/9/2022) pukul 09.00 WIB.

Sementara itu, Kasat Polairud Polres Karimun AKP Binsar Samosir mengatakan, setelah selama lebih kurang dua hari melakukan pencarian, akhirnya tim SAR berhasil menemukan korban, tak jaug dari pelabuhan tempat korban hilang.

Binsar juga menghimbau agar para pengguna sarana angkut laut baik penumpang maupun kapal lainnya, termasuk crew yang ada di atas kapal dalam beraktifitas di laut, untuk memperhatikan aspek keselamatan dengan selalu menggunakan alat keselamatan atau lift jaket.

“Perlunya waspada guna menghindari hal-hal yg tidak di inginkan. 

Karena belakangan ini cuaca di beberapa daerah khususnya Kepri selalu berganti-ganti dan tidak dapat di prediksi. 



Penulis LBS.

15/09/2022

'KOMPAK' Dukung Polres Lumajang Berantas Premanisme dan Mafia Tanah

 

Lumajang   Merdekanews.id Puluhan mahasiswa mengatasnamakan KOMPAK ( Kelompok Mahasiswa Penegak Hukum ) Kabupaten Lumajang, menggelar aksi damai di perempatan Adipura Jalan PB. Sudirman Kecamatan / Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Kamis (8/9/2022) malam.

Mereka bermaksud mendukung Polres Lumajang, mengusut tuntas para mafia tanah dan premanisme, yang dinilai berbuat jahat serta merugikan masyarakat bahkan pembodohan.

Menyalakan lilin sebagai gambaran menaruh harapan pada Polri ditengah gelap ( ketidaktahuan masyarakat ), untuk diselamatkan dari pihak - pihak yang tidak bertanggung jawab.

Naufal Koordinator Lapangan menegaskan dukungannya pada polisi. "Usut tuntas premanisme dan mafia tanah khususnya di Kabupaten Lumajang. Karena itu merupakan suatu kejahatan," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D, S.I.K M.H., merespon baik. Ia berjanji akan lebih gencar lagi diwaktu ke depan.

"Mendapatkan dukungan dari adik - adik mahasiswa tentu kami termotivasi untuk lebih gigih lagi, lebih tegas lagi dalam menindak premanisme dari mafia tanah yang mungkin akan merugikan masyarakat khususnya di Kabupaten Lumajang terutama yang di pelosok - pelosok desa," ungkap Kapolres.

Kapolres manambahkan, masyarakat di kawasan pelosok cenderung belum mengetahui bagaimana cara mengurus tanah, sehingga memperoleh hak milik.

"Dengan adanya aksi ini, kami akan lebih gencar lagi keliling pada masyarakat, agar tidak ada masyarakat yang tertipu," imbuhnya.

Disinggung berapa banyak, kasus berkaitan dengan tanah yang ditangani, AKBP Dewa Putu Eka D, S.I.K M.H., mengutarakan banyak. 

"Sebelumnya ada salah satunya ada dua belah pihak saling klaim kepemilikan,itu merupakan masalah tanah biasa. Namum kita selesaikan setiap hal yang sifatnya baik itu diadukan atau dilaporkan sampai tuntas," tukasnya.

Ia menegaskan, saat ini menyoroti kelompok - kelompok yang kerap mengaku sebagai wahad yang bisa menguruskan tanah untuk masyarakat. 

"Mungkin masyarakat diajak untuk merambah ( kawasan hutan -red ), kemudian disampaikan nanti akan diuruskan, itu yang kita kejar. Kami sudah bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional ( BPN ), Perhutani, Taman Nasional, agar masyarakat yang tertipu ke depannya," terang dia menjelaskan.

Lebih jauh diharapkan, masyarakat akan lebih mengetahui bagaimana mengurus sertipikat kepemilikan tanah. Tidak perlu melalui kelompok - kelompok yang mengaku - ngaku bisa menguruskan. 

"Apalagi meminta uang kepada masyarakat, sehingga nanti bisa diuruskan oleh kelompok - kelompok tertentu. Sekarang bisa urus sendiri, salah satunya bisa melalui online, itu saja bisa dilalui dari pada mengurus lewat kelompok - kelompok yang mengaku - ngaku bisa mengurus dengan mengutip uang. Ini yang harus kita waspadai," pungkasnya.