07/12/2023

Pemkot Blitar Bantu Wujudkan Sanitasi Aman Bagi Masyarakat


Kota Blitar, merdekanews.id. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar sosialisasi sanitasi aman, Senin (04/12/2023).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Kusumo Wicitro Kota Blitar tersebut, sebagai bentuk komitmen Pemkot Blitar untuk menyediakan sanitasi yang aman bagi warga masyarakat Bumi Bung Karno.

Hadir dalam acara tersebut, selain perwakilan RT dan RW di Kota Blitar, juga dihadiri beberapa pemateri secara dari perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bapeda, dan Dinas PUPR

Kepala Dinas PUPR Kota Blitar Suharyono mengatakan, acara sosialisasi sanitasi tersebut merupakan agenda yang pertama kali diadakan di Kota Blitar. Padahal sanitasi merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh masyarakat.

“Sosialisasi ini penting diadakan demi terciptanya sanitasi yang ramah lingkungan,” kata Suharyono.

Suharyono menandaskan, ramah lingkungan yang dimaksud dalam sanitasi adalah tidak memicu pencemaran air pada sumur warga.

“Sehingga nantinya air minum tidak tercemar bakteri  e-coli,” tandasnya

Sementara Kiki Ismaya dari Dinas Kesehatan Kota Blitar menyebutkan, 66 persen air sumur yang ada di Kota Blitar sudah tercemar bakteri e-coli, yang diduga karena kurangnya kebersihan sanitasi.

Sedangkan dari data penelitian WHO, 60 persen air minum yang diolah masih tidak sehat, karena wadah penyimpanannya kotor atau jari tangan kotor.

Untuk itu, gelas, teko harus rutin dibersihkan dengan sabun dan dijemur di bawah matahari sampai kering, dan jangan lupa selalu cuci tangan,” ujar Kiki Ismaya. (Dwi/Kmf)

Hadiri Pembinaan Satgas Linmas, Wawali Kota Blitar Berharap Ada Peningkatan Kualitas Anggota


Kota Blitar, merdekanews.id.Wakil Wali Kota (Wawali) Kota Blitar, Tjutjuk Sunario menghadiri pembinaan Satuan Tugas Pelindung Masyarakat (Satgas Linmas) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) se-Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Kepanjenkidul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Rabu (6/12/2023) tersebut, diikuti 350 Satgas Linmas dan Satlinmas se Kecamatan Kepanjenkidul.

Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Blitar Tjutjuk Sunario mengatakan, kegiatan pembinaan Satgas Linmas dan Satlinmas tersebut sangat penting untuk digelar.

Pelatihan ini sangat penting, karena mereka membutuhkan pembinaan agar mendapatkan bekal dalam melaksanakan tugas dan kewajiban,” kata Tjutjuk Sunario.

Tjutjuk menambahkan, bekal tersebut, nantinya bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas individu anggota linmas.

“Jika kualitas individu anggota linmas meningkat, diharapkan mereka bisa melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan sebaik mungkin,” imbuhnya.

Lebih lanjut orang nomor dua di Pemkot Blitar ini menandaskan, para Satgas Linmas dan Satlinmas tersebut, mendapatkan pembinaan dari kepolisian dan TNI.

“Disini mereka bisa mendapatkan materi dari pihak yang bersinggungan terkait keamanan secara langsung. Sehingga mereka akan lebih memahami bagaimana sebaiknya pengamanan itu,” tandasnya.

Wawali Tjutjuk menegaskan, tugas berat sudah menanti Satgas Linmas dan Satlinmas.

“Tahun depan mereka harus siap untuk mengamankan jalannya Pemilu 2024 di Kota Blitar agar berjalan dengan aman dan lancar,” tegasnya.

Ada sebanyak 1039 Satgas Linmas dan Satlinmas dari tiga kecamatan di Kota Blitar sudah siap diterjunkan untuk mengamankan jalannya Pemilu 2024 di Kota Blitar.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, dan keamanan di Kota Blitar bisa terjaga dengan baik, dan Pemilu 2024 mendatang berjalan dengan lancar dan damai,” pungkasnya. (Dwi)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, Gelar Penghijauan"Berani Menanam, Berani Merawat"


Kediri. merdekanews.id. Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional serta menyambut Hari Ibu tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar kegiatan Penghijauan dengan menanam pohon di Bantaran Sungai Dermo Desa Semanding Kecamatan Pagu pada Kamis (7/12/23 ).
Dalam acara tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito, Kepala DLH Putut Agung Subekti, Kadis Pariwisata Adi Suwignyo, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Gabungan Organisasi Wanita, Perwakilan Bayangkari, Perwakilan Persit Candrakirana, Camat Pagu beserta Forkopimcam, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Kediri, Ketua TP PKK Desa Se-Kecamatan Pagu, Kepala Desa Semanding dan para tamu undangan lainnya. 

Dalam sambutannya Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito mengucapkan terima kasih, karena berkesempatan bertemu pada kegiatan penghijauan dalam rangka peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, Bulan Menanam Nasional sekaligus menyambut peringatan Hari Ibu Kabupaten Kediri Tahun 2023 dalam keadaan sehat wal’afiat.

Seperti diketahui bersama bahwa terjadinya musim kemarau dan penghujan yang tidak dapat diprediksi, ancaman bencana hidrometreologi, rusaknya sumber daya alam dan menurunnya kualitas kesehatan masyarakat merupakan dampak dari perubahan iklim yang salah satunya disebabkan oleh pemanasan global.

"Salah satu solusi untuk menguranginya adalah melalui penghijauan lingkungan sekitar kita. Selain mengurangi polusi udara, penanaman pohon juga dapat meminimalisir erosi tanah, mengurangi tingkat kebisingan, serta memberikan tempat kehidupan baru bagi berbagai jenis fauna," Katanya. 

Lanjut Eriani, pada momentum kali ini dirinya mengajak seluruh Perempuan di Kabupaten Kediri untuk melaksanakan “gerakan cinta menanam dan memelihara pohon”. Hal ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang lebih hijau dan lestari di Kabupaten Kediri.

"Melalui kegiatan ini, saya berharap akan tercipta kesadaran kolektif dan komitmen bersama untuk merawat dan melestarikan lingkungan hidup agar tetap lestari bagi generasi mendatang. Eriani juga berharap

dengan kegiatan penghijauan ini menjadi momentum bersama-sama untuk memperbaiki dan menciptakan kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal menjadi lebih hijau, teduh dan indah," Ujarnya. 

Sementara Kepala Dinas LH Putut Agung Subekti menyampaikan laporan kegiatan penghijauan Tahun 2023, kali ini sengaja melibatkan ibu-ibu atau kaum perempuan agar cinta menanam dan memelihara pohon.

"Di adakan Secara serentak di tahun 2023 kami telah menanam hampir 27.500 bibit tersebar di berbagai titik. Kegiatan Penanaman pohon ini untuk perlindungan sumber mata air, pencegahan tanah longsor, kemudian penghijauan. Ada 500 bibit yang ditanam di desa Semanding ini." Katanya. 

Masih menurut Putut, tujuan penghijauan untuk konservasi, kebetulan di lokasi ini Sungai Dermo Semanding baru dinormalisasi. Pihak desa juga berinisiasi menghijaukan di sepanjang bantaran Sungai Dermo. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR yang membidangi sungai.

Untuk Pola tanam yang diusulkan pihak Desa menghendaki kedepan akan dijadikan tempat yang rindang sebagai tempat wisata. Tepat di penghubung jalan yang ditanam Ketua TP PKK deretan tanaman Pule, samping kiri kanannya ditanam tanaman produktif seperti mangga gadung, nangka madu, dan sirsak," tambahnya.

Harapan Putut, yang terpenting dalam kegiatan penghijauan kali ini tidak hanya ditanam dan terus selesai. Kita punya tanggungjawab untuk memelihara. "Jadi pihak desa juga harus ikut merawat ini, jangan habis ditanam terus selesai. Dan ini momennya pas karena musim penghujan," Katanya. (Dwi)

04/12/2023

Lestarikan Budaya, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Gelar Pertunjukan Kentrung Kreasi


 

Kediri Kabupaten, merdekanews.id– Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menggelar kentrung kreasi dengan tema Kala Senja di Bumi Panjalu dengan mengambil judul ” Jimat Lontar Nyi Girah”.
 
Kegiatan tersebut digelar di taman totok kerot yang berada di area arca totok kerot, desa Bulupasar Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri, pada Rabu (29/11/2023).

Adapun tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk mengangkat budaya kediri. Selain itu juga untuk menarik wisatawan sehingga meningkatakan pendapatan daerah.

Dr. Nur Miftahul Fuad, M.Pd kepala bidang GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mengatakan bahwa kegiatan ini juga dapat memunculkan icon kabupaten kediri yakni musik kentrung

“Saat ini yang kita tonjolkan yakni kentrung kreasinya, dengan adanya tampilan yang didalamnya diisi berbagai fragmen,” terang Fuad.

Lebih lanjut Fuad mengatakan bahwa dalam musik kentrung ini yang ditonjolkan adalah seni budaya. ” Untuk kentrung kreasi ini yang kita tampilan adalah hiburan, fragmen ceritanya, serta ada musiknya,” lanjutnya.

Sementara itu untuk Kala senja ini merupakan menunjuk kegiatan yang dilaksanakan pada sore hari.
Dan nantinya kegiatan ini akan digelar tidak hanya di taman totok kerot saja namun juga digelar ditempat – tempat lainnya seperti di candi surowono maupun di candi tegowangi atau ditempat wisata lainnya.

Sementara itu untuk ekstra khusus kentrung di sekolah, Fuad mengatakan bahwa nanti kedepannya disekolah sekolah akan diadakan ekstra kulikuler dan membentuk grup kentrung dimasing masing sekolah.

” Harapan kedepannya kegiatan ini dapat menginspirasi sekolah sekolah untuk membuat grup kentrung sendiri, dan mendukung juga harapan dari kabupaten Kediri berbudaya,” pungkasnya.

Perlu diketahui kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Drs. Mohammad Muhsin, Kepala sekolah se kabupaten Kediri serta ibu bapak guru di Kabupaten Kediri.(Dwi)

"WALI KOTA MOJOKERTO HADIRI PANEN KARYA HASIL BELAJAR PENDIDIKAN GURU PENGGERAK ANGKATAN 8


 

Kota Mojokerto-Merdekanews.id-Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menghadiri pameran panen hasil belajar pendidikan guru penggerak angkatan 8 Kota Mojokerto di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto pada Minggu, (3/12/2023)


Perempuan yang akrab disapa Ning Ita tersebut menuturkan bahwa para guru penggerak ini harus memiliki semangat dalam melakukan diferensiasi pembelajaran.


"Guru penggerak ini harus memiliki semangat mengajak para siswa untuk melakukan diferensiasi di dalam pembelajaran sehingga akan mampu menggali kreativitas atau bakat-bakat yang mungkin belum tergali secara baik, potensi yang dimiliki oleh setiap anak didik," kata Ning Ita.

Lebih lanjut wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini berharap melalui guru penggerak akan mampu menggali banyak sekali talenta yang variatif dari setiap anak didik calon generasi penerus bangsa.


Sebagaimana dilaporkan oleh Analis Tata Laksana Balai Besar Guru Penggerak (BBGB) Jawa Timur Fitria Firayama Ternawati bahwa sebelum lokakarya para calon guru penggerak telah mengikuti pelatihan selama 6 bulan secara daring maupun luring.


"Para calon guru juga telah menyiapkan dan menyelesaikan 3 modul pembelajaran, mengimplementasikan mulai dari pembelajaran filosofi KI Hajar Dewantara, pembelajaran yang berpusat kepada murid serta pembelajaran terdiferensiasi," jelasnya.


Fitri menambahkan bahwa calon guru penggerak merupakan guru-guru yang memiliki potensi kompetensi yang luar biasa dan telah dinyatakan lulus setelah melalui tahap seleksi yang cukup ketat. Dan nantinya kreativitas dan Inovasi di bidang pendidikan akan mendapat bantuan dan dukungan dari pemerintah daerah.


"Semoga calon guru penggerak dapat menggerakkan komunitas, guru di sekolah masing-masing serta dapat berdampak bagi pendidikan di Kota Mojokerto, siswa-siswi kita akan menjadi luar biasa karena pembelajaran dari guru-guru yang sangat luar biasa," pungkasnya. yn.

01/12/2023

DIGITALISASI KEARSIPAN, PEMKOT GELAR BIMTEK APLIKASI SRIKANDI

 

Kota Mojokerto-Merdekanews.id- Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan arsip di Lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto, Dinas Perspustakaan dan Kearsipan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Operasional terkait pemanfaatan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) dinas se Kota Mojokerto. Bimtek tersebut dibuka oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto pada Kamis, (30/11/2023).

Ning Ita sapaan akrab wali kota dalam sambutannya menyampaikan bimtek ini strategis sekali dalam rangka mendukung capaian indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dimana SPBE bagian dari dimensi smart government di dalam smart city, dan smart city dalam rangka mendukung reformasi birokrasi.



“Jadi semuanya saling berkaitan, reformasi birokrasi terintegrasi pula dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP),” terang Ning Ita.
Dengan adanya saling keterkaitan tersebut, Ning Ita meminta semua pihak untuk melaksanakan tugas masing-masing sebaik mungkin sehingga nantinya mendapat nilai yang maksimal. “Kita harus mendukung agar capaian-capaian itu maksimal, maka siapa yang diberikan tugas di masing-masing lini ini juga harus melaksanakan dengan maksimal pula,” pesannya.


Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan bahwa semangat digitalisasi dalam pelayanan publik bukanlah seberapa banyak aplikasi yang dihasilkan, tetapi lebih kepada mengintegrasikan pelayan publik yang ada.


“Semangatnya adalah mengintegrasikan agar masyarakat dengan mudah mengakses apapun yang berkaitan dengan kepemerintahan apakah itu informasi yang berhubungan dengan pemerintah atau pelayanan yang disediakan oleh pemerintah itu bisa diakses melalui satu dashboard dan ini secara bertahap akan kita lakukan,” tegasnya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menambahkan bahwa aplikasi SRIKANDI sudah mengarah kepada semangat integrasi tersebut, dan Pemkot Mojokerto juga sudah memiliki portal Satu Data Informasi Kota Mojokerto (SATIKOMO) serta Gerbang Layanan Informasi Terpadu Dan Terintegrasi (Gayatri) untuk bidang kesehatan.


Ditambahkan oleh Plt. Kepala Dispussip, Abd. Rachman Tuwo bahwa bimtek pada hari ini merupakan kelanjutan dari bimtek di tingkat OPD sampai tingkat kelurahan.


“Jika pada hari ini kita melaksanakan bimtek pada UPT maka semua institusi di lingkungan Pemkot Mojokerto sudah melaksanakan bimtek aplikasi srikandi, sehingga pelaksanaan aplikasi srikandi di Kota Mojokerto sudah berjalan 100%,” kata Tuwo.


Sebagai informasi Pelaksanaan aplikasi srikandi ini merupakan Amanah dari Perpres 95 tahun 2018 tentang SPBE. Dan Pemkot Mojokerto mulai menerapkan apliksi SRIKANDI sejak bulan Juli 2023 yang lalu. Dengan apliksi SRIKANDI surat menyurat dapat dilakukan antar kabupaten/kota, provinsi maupun pusat sehingga sangat menghemat waktu dan biaya. yn.