29/06/2026

RDP Komisi III DPRD Kota Probolinggo Bersama PUPR Bahas Percepatan Proyek Infrastruktur 2026


Probolinggo, Merdekanews.id 
Komisi III DPRD Kota Probolinggo menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas), serta Inspektorat Kota Probolinggo guna membahas progres pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur strategis di Kota Probolinggo. Senin (29/06/2026).

Dalam penyampaiannya, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan, menjelaskan bahwa RDP tersebut bertujuan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan infrastruktur yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR sekaligus memberikan dukungan agar proses pengerjaannya dapat dipercepat.

"RDP ini artinya kita ingin menanyakan kepada dinas terkait tentang progres launching kegiatan infrastruktur yang ada di PUPR. Ada beberapa kegiatan yang sudah berkontrak dan ada pula yang masih dalam proses. Karena itu, Komisi III ingin memberikan support agar kegiatan-kegiatan tersebut bisa segera dilaksanakan dan selesai tepat waktu," ujar Muchlas.

Menurutnya, terdapat sejumlah proyek yang menjadi perhatian utama Komisi III DPRD Kota Probolinggo. Di antaranya pembangunan dan rehabilitasi Gedung DPRD Kota Probolinggo, Rumah Dinas Wakil Wali Kota, serta penataan Alun-Alun Kota Probolinggo yang merupakan proyek lanjutan dan memiliki fungsi publik yang sangat penting.

"Yang menjadi catatan dan prioritas perhatian kami adalah proyek yang ada di lingkungan DPRD, rumah dinas Wakil Wali Kota, dan Alun-Alun Kota Probolinggo. Ini merupakan fasilitas publik yang sangat urgen sehingga membutuhkan perhatian serius," tegasnya.

Selain itu, Muchlas juga menyoroti perkembangan proyek Sekolah Rakyat yang hingga saat ini masih belum dapat diluncurkan meskipun anggaran telah disiapkan. Menurutnya, terdapat sejumlah kendala administratif yang harus segera diselesaikan agar program tersebut dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.

"Kita ingin Sekolah Rakyat benar-benar menjadi perhatian bersama. Anggaran sudah disiapkan, namun sampai saat ini masih ada beberapa kendala, termasuk menunggu surat dari Kementerian ATR dan persoalan internal terkait aset maupun sewa sebelumnya. Kami menekankan agar persoalan tersebut segera diselesaikan sehingga program ini bisa segera direalisasikan," jelasnya.

Muchlas juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penyelesaian proyek-proyek strategis daerah. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja secara parsial hanya berdasarkan tugas masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), melainkan harus membangun komunikasi yang intensif antar instansi.

"Jangan sampai pemerintah hanya berpikir secara sektoral. Banyak proyek yang memiliki irisan dengan dinas lain, sehingga perlu rapat lintas sektor dan komunikasi yang intensif agar semua kendala dapat segera diselesaikan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Probolinggo, Gofur Effendy, ST., M.Si., menjelaskan salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah peningkatan kapasitas saluran drainase di kawasan Jalan Joglo. Menurutnya, saluran eksisting saat ini sudah tidak mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi sehingga dilakukan peningkatan dimensi saluran.

"Kapasitas saluran eksisting di Jalan Joglo memang sudah kurang mampu menampung debit air ketika terjadi tambahan limpasan. Karena itu dilakukan peningkatan dimensi saluran dengan konstruksi yang lebih besar agar mampu mengurangi potensi genangan maupun banjir," terang Gofur.

Ia menambahkan bahwa proyek tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp4,8 miliar dan saat ini terus dikebut penyelesaiannya. Dinas PUPR berkomitmen menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan Komisi III DPRD Kota Probolinggo dalam forum RDP tersebut.

"Masukan dan perhatian dari DPRD tentu menjadi atensi kami. Semua saran yang disampaikan akan kami tindak lanjuti, termasuk memperkuat koordinasi dengan dinas terkait agar pelaksanaan proyek-proyek strategis ini dapat berjalan lebih cepat dan sesuai target," pungkasnya.

RDP tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD dalam memastikan seluruh program pembangunan infrastruktur di Kota Probolinggo berjalan efektif, tepat waktu, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(suh)

Paripurna DPRD Kota Probolinggo Bahas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Wali Kota Siap Jawab Masukan Fraksi



Probolinggo, Merdekanews.id 
Komitmen mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel kembali menjadi sorotan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo. Pada agenda kali ini, seluruh fraksi DPRD menyampaikan pemandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2025, sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran pemerintah daerah. Senin (29/06/2026).

Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Probolinggo, Dwi Laksmi Syntha Kusumawardani, didampingi Wakil Ketua I Abdul Mujib dan Wakil Ketua II Santi Wilujeng Prastyani. Turut hadir Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Hj. Ina Dwi Lestari, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tamu undangan lainnya.

Dalam rapat tersebut, masing-masing fraksi DPRD menyampaikan pandangan umum, masukan, kritik, serta sejumlah pertanyaan terkait pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2025. Berbagai masukan tersebut nantinya akan dijawab secara resmi oleh Pemerintah Kota Probolinggo pada agenda rapat paripurna berikutnya.

Usai mengikuti rapat, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menjelaskan bahwa seluruh pandangan umum yang disampaikan fraksi merupakan bagian dari mekanisme pembahasan yang harus dijawab secara komprehensif oleh pemerintah daerah.

"Hari ini tanggapan fraksi-fraksi terhadap pandangan umum saya kemarin mengenai laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025. Berbagai pertanyaan tadi tentu akan kami jawab dan diskusikan pada tahapan berikutnya. Secara prinsip, sebagaimana rekomendasi dari BPK, tidak ada persoalan mendasar lagi. Alhamdulillah, tahun ini Pemerintah Kota Probolinggo kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," ujar dr. Aminuddin.

Ia menjelaskan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih terdapat beberapa catatan prinsip dalam pelaksanaan APBD, pada tahun anggaran 2025 pertanyaan dari fraksi lebih banyak berkaitan dengan aspek teknis pelaksanaan program dan penggunaan anggaran.

"Permasalahan yang disampaikan teman-teman fraksi merupakan hal yang wajar, karena APBD adalah tanggung jawab kita bersama. Semua pertanyaan dan masukan akan menjadi bahan evaluasi agar pengelolaan keuangan daerah ke depan semakin baik, transparan, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi Syntha Kusumawardani mengatakan rapat paripurna kali ini menjadi momentum bagi seluruh fraksi untuk menyampaikan berbagai pandangan, evaluasi, serta masukan terhadap pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

"Hari ini adalah rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi. Banyak pertanyaan yang disampaikan oleh masing-masing fraksi terkait pelaksanaan APBD Tahun 2025. Kami berharap pada rapat paripurna berikutnya seluruh pertanyaan tersebut dapat dijawab secara lengkap oleh pemerintah daerah," katanya.

Menurut Dwi, pembahasan yang dilakukan DPRD tidak hanya berorientasi pada pencapaian opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tetapi juga menitikberatkan pada sejauh mana pelaksanaan APBD mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo.

"Bukan hanya persoalan administrasi atau opini WTP saja yang menjadi perhatian. Teman-teman fraksi juga ingin mengetahui sejauh mana hasil pelaksanaan APBD benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Masih ada beberapa capaian program maupun realisasi belanja yang belum mencapai target seratus persen sehingga menjadi perhatian bersama," jelasnya.

Ia berharap seluruh program yang telah direncanakan dalam APBD dapat direalisasikan secara maksimal. Apabila terdapat kendala dalam pelaksanaannya, DPRD siap membangun komunikasi dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Probolinggo agar setiap program pembangunan dapat berjalan sesuai target.

"Harapan kami ke depan, seluruh program yang telah direncanakan benar-benar dapat diwujudkan. Jika ada kendala di lapangan, silakan dikomunikasikan dengan DPRD. Kami siap membantu mencarikan solusi demi kepentingan masyarakat Kota Probolinggo," pungkasnya.

Rapat paripurna ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2025 sebelum nantinya ditetapkan menjadi peraturan daerah. Melalui pembahasan yang konstruktif antara legislatif dan eksekutif, diharapkan tata kelola keuangan daerah semakin akuntabel, transparan, serta mampu mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo.(suh)

500 Penari Semarakkan Segoro Topeng Kaliwungu, Kapolres Lumajang Dorong Pelestarian Budaya


Lumajang, Merdekanews.id Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, S.H., M.H., S.I.K. bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri Festival Segoro Topeng Kaliwungu 2026 yang digelar di kawasan Pantai Watu Pecak, Dusun Krajan Dua, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Festival budaya yang menjadi bagian dari agenda Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia itu dipadati ribuan masyarakat dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara. 

Kehadiran para pengunjung menambah semarak salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Lumajang tersebut.

Tahun ini, Festival Segoro Topeng Kaliwungu mengusung tema "Lamadjang: The Land of Glory" dengan menampilkan tarian kolosal yang diperagakan sekitar 500 penari. 

Pertunjukan tersebut mengisahkan lahirnya Negeri Lamadjang melalui perpaduan seni tari, musik tradisional, dan kekayaan budaya lokal yang merefleksikan kejayaan Kerajaan Lamajang Tigang Njuru.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, festival ini juga menjadi sarana pelestarian Seni Topeng Kaliwungu sebagai warisan budaya daerah, memperkuat identitas budaya Lumajang, sekaligus mempromosikan potensi pariwisata kepada masyarakat luas.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan Polri memberikan dukungan penuh terhadap setiap kegiatan positif yang mampu memperkuat persatuan masyarakat, melestarikan budaya bangsa, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Menurutnya, pelaksanaan festival budaya seperti Segoro Topeng Kaliwungu memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjaga kelestarian tradisi, tetapi juga mampu membangkitkan sektor ekonomi kreatif melalui meningkatnya kunjungan wisatawan.

"Festival Segoro Topeng Kaliwungu merupakan kebanggaan masyarakat Lumajang. Polres Lumajang mendukung penuh kegiatan budaya seperti ini karena menjadi wadah mempererat persatuan, memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa, sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat," ujar AKBP Alex Sandy Siregar.

Kapolres menambahkan, Polres Lumajang berkomitmen memberikan pengamanan secara maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati pertunjukan dengan nyaman.

 "Keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung suksesnya sebuah event nasional. Kami ingin memastikan seluruh peserta, seniman, dan masyarakat dapat menikmati festival dengan aman sehingga citra Lumajang sebagai daerah tujuan wisata budaya semakin meningkat," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan Festival Segoro Topeng Kaliwungu menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lumajang di tingkat nasional melalui Karisma Event Nusantara.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada Kabupaten Lumajang merupakan amanah yang harus dijaga dengan menghadirkan pertunjukan budaya yang berkualitas sekaligus melestarikan warisan budaya tak benda.

 "Kami diberikan kesempatan oleh kementerian untuk memperkenalkan kisah-kisah Indonesia melalui budaya. Ini merupakan warisan budaya tak benda yang harus kami jaga kelestariannya dan terus kami kembangkan sebagai bentuk komitmen kami sebagai daerah penyelenggara Karisma Event Nusantara," ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah.

Festival Segoro Topeng Kaliwungu tahun ini turut dihadiri Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI Marsha Nadila, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur Endah Budi Heryani, Ketua ICCN Korda Jawa Timur Muhammad Anwar, anggota DPR RI, akademisi, tokoh budaya, Mantan Wakil Gubernur Bali Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang.

Naik Vespa Sambut HUT Bhayangkara Ke-80 Kapolres Lumajang Kunjungi Pura Mandara Giri Semeru Agung



LUMAJANG , Merdekanews.id Dalam rangka menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80 jajaran Kepolisian Resor Lumajang menggelar kegiatan patroli simpatik yang berbeda dari biasanya. 

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar memimpin langsung jajaran Pejabat Utama Polres Lumajang melaksanakan patroli kewilayahan dengan mengendarai sepeda motor Vespa.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata pendekatan humanis aparat kepolisian kepada masyarakat setempat tanpa sekat birokrasi.

Iring-iringan kendaraan roda dua klasik tersebut bergerak menyusuri jalanan Kabupaten Lumajang menuju sebuah destinasi yang sarat nilai spiritual dan toleransi beragama. 

Rombongan yang dipimpin AKBP Alex Sandy Siregar menjadikan Pura Mandara Giri Semeru Agung sebagai lokasi tujuan utama. 

Tempat ibadah megah yang terletak di Desa Senduro Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang ini merupakan salah satu pura tertua dan sangat dihormati oleh umat Hindu Nusantara.

Suasana di sekitar lokasi pura saat itu tampak sangat khidmat dan dipadati oleh umat Hindu yang datang dari berbagai penjuru daerah. 

Kedatangan rombongan aparat kepolisian ini secara kebetulan bertepatan dengan momentum pelaksanaan upacara piodalan. 


Ritual keagamaan ini merupakan tradisi suci umat Hindu Bali yang diselenggarakan secara berkala untuk memperingati hari peresmian tempat ibadah. Lantunan doa suci terdengar mengalun mengiringi setiap tahapan prosesi persembahyangan yang berlangsung damai dan tertib.

Kehadiran jajaran Polres Lumajang di tengah umat Hindu yang sedang melaksanakan ibadah mendapat sambutan hangat dari para pemangku adat setempat.

AKBP Alex Sandy Siregar tidak sekadar melakukan pemantauan keamanan namun juga menyempatkan diri untuk bersilaturahmi langsung dengan para pemuka agama di pelataran pura. 

Salah satu tokoh sentral yang berinteraksi hangat dengan Kapolres Lumajang adalah Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang juga dikenal luas sebagai Mantan Wakil Gubernur Bali.

Pertemuan perwira menengah kepolisian tersebut dengan para tokoh agama Hindu berlangsung dalam suasana yang sangat cair serta penuh rasa kekeluargaan.

Keduanya tampak saling bertegur sapa dan berbincang ringan mengenai upaya bersama menjaga kerukunan antarumat beragama di wilayah hukum Kabupaten Lumajang. 

Dialog interaktif ini mengisyaratkan pentingnya sinergi aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan serta ketertiban nasional yang kondusif.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyatakan bahwa patroli menggunakan kendaraan vespa sengaja dipilih agar polisi bisa lebih membaur tanpa jarak dengan masyarakat luas.

 "Kami ingin hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai mitra yang bisa diandalkan kapan saja. Momen perayaan Hari Bhayangkara ke-80 ini kami jadikan pijakan kuat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian serta menjaga jalinan persaudaraan antarelemen bangsa" tutur Alex.

Menurutnya, Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang siap menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman.

"Momentum Hari Bhayangkara ke-80 kami jadikan sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. Melalui patroli ini kami ingin memastikan situasi kamtibmas tetap aman sekaligus mempererat silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama," ujar AKBP Alex.

Ia menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, komunikasi yang baik antara Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa harus terus dipelihara.

"Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan rangkaian Piodalan yang berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Ini menunjukkan bahwa toleransi dan semangat kebersamaan di Lumajang berjalan sangat baik. Polres Lumajang akan terus hadir memberikan rasa aman bagi setiap masyarakat yang menjalankan aktivitas maupun ibadah sesuai keyakinannya," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Alex Sandy Siregar juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh agama yang selama ini aktif menjaga persaudaraan, memperkuat nilai-nilai toleransi, serta menjadi mitra strategis Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan damai.

Sementara itu, tokoh agama Hindu Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyambut baik kunjungan Kapolres Lumajang beserta rombongan. 

Menurutnya, kehadiran pimpinan Polres Lumajang di tengah pelaksanaan upacara keagamaan menjadi bukti nyata perhatian Polri terhadap seluruh umat beragama.

"Kami berharap sinergi yang telah terjalin selama ini dapat terus diperkuat sehingga kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghormati tetap terjaga," Pungkasnya

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Pasrujambe Pantau Sektor Pertanian di Desa Pagowan.


LUMAJANG , Merdekanews.id Kepolisian Sektor (Polsek) Pasrujambe terus berkomitmen mendukung program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah. Salah satu langkah konkret ditunjukkan melalui aksi proaktif personel Polsek Pasrujambe yang turun langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan sektor pertanian warga.

Memastikan stabilitas pangan di tingkat desa, personel kepolisian turun langsung ke lapangan untuk memonitor produktivitas sektor pertanian. Menggenakan seragam dinas lengkap, petugas memantau hamparan tanaman jagung dan komoditas padi yang tumbuh subur di Dusun Pakurejo, Desa Pagowan, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang.

Kapolsek Pasrujambe AKP Sujianto, S.H., menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan oleh jajaran kepolisian, termasuk melalui kehadiran langsung personel di lahan pertanian bukan sekadar tugas seremonial, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan di tingkat desa.

"Kami menginstruksikan seluruh jajaran untuk aktif menyambangi lahan pertanian warga. Polsek Pasrujambe berkomitmen penuh mengawal program ketahanan pangan nasional ini dari level paling dasar, yakni mendampingi para petani kita agar masa tanam hingga panen berjalan optimal tanpa kendala kamtibmas."ujar AKP Sujianto.

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan bahwa komoditas seperti jagung, memiliki peran strategis di wilayah Pasrujambe. Dengan memastikan produktivitas lahan tetap terjaga, diharapkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal ikut terangkat sekaligus memperkuat stok pangan daerah.

"Tanaman jagung di Dusun Pakurejo ini merupakan salah satu potensi besar wilayah kita. Melalui pengecekan rutin dan komunikasi langsung dengan petani, kita bisa mendeteksi dini jika ada keluhan petani, baik soal pengairan, pupuk, maupun serangan hama, sehingga koordinasi dengan penyuluh pertanian bisa cepat kita lakukan." Ungkapnya.

Pihak Polsek Pasrujambe juga mengimbau masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan produktif secara maksimal dan tidak ragu melaporkan segala bentuk gangguan keamanan yang dapat mengancam aktivitas pertanian mereka.

"Ketahanan pangan yang kuat adalah pondasi dari keamanan wilayah yang kondusif. Kami berharap sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan kelompok tani di Pasrujambe semakin erat, sehingga swasembada pangan yang kita cita-citakan bersama dapat terwujud." Pungkasnya.

28/06/2026

Polsek Pasirian Intensif Cegah 3C dan Perkuat Dialog dengan Masyarakat

Lumajang ,Merdekanews.id Saat sebagian besar masyarakat telah beristirahat, jajaran Polsek Pasirian, Polres Lumajang, justru meningkatkan patroli malam untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. 
Sekitar pukul 23.30 WIB, tiga personel Polsek Pasirian menggunakan kendaraan patroli roda empat menyusuri sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya tindak kriminalitas di wilayah hukum Polsek Pasirian.

Patroli malam tersebut difokuskan pada ruas jalan yang sepi, kawasan permukiman penduduk, hingga sejumlah pos kamling yang masih aktif. 

Selain melakukan mobiling, petugas juga berhenti di beberapa titik yang dianggap memiliki potensi kerawanan tindak pidana, khususnya kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor).

Tidak hanya berpatroli, personel Polsek Pasirian juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog dengan tokoh masyarakat dan warga yang masih beraktivitas. 

Melalui pendekatan humanis, polisi menyampaikan berbagai pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan.

Kapolsek Pasirian IPTU Loni Roi Madhona, S.H., mengatakan patroli malam merupakan kegiatan rutin yang terus ditingkatkan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Patroli malam kami laksanakan secara rutin dengan menyasar lokasi-lokasi yang memiliki potensi kerawanan tindak kejahatan. Kehadiran anggota Polri di lapangan diharapkan dapat mencegah niat pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang masih beraktivitas maupun yang sedang beristirahat," ujar IPTU Loni Roi Madhona.

Menurutnya, waktu malam hingga dini hari menjadi salah satu periode yang memerlukan perhatian khusus karena aktivitas masyarakat mulai berkurang sehingga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kriminal.

Karena itu, patroli dilakukan secara mobile dan disertai pemantauan di sejumlah titik strategis untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

"Kami tidak hanya melakukan patroli secara mobiling, tetapi juga berhenti di titik-titik yang dianggap rawan kriminalitas. Anggota berdialog dengan masyarakat, mendengarkan informasi yang berkembang, sekaligus memberikan imbauan agar warga tetap waspada terhadap berbagai bentuk gangguan kamtibmas," katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu mengaktifkan sistem keamanan lingkungan, memastikan kendaraan diparkir di tempat yang aman dan menggunakan kunci pengaman tambahan, serta segera melapor apabila melihat aktivitas yang mencurigakan.

"Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga lingkungan agar tetap aman. Kami berharap masyarakat tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan maupun tindak pidana," tegasnya.

Dalam patroli tersebut, personel juga menyambangi pos kamling sebagai bentuk dukungan terhadap peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. 

Petugas memberikan apresiasi kepada warga yang masih aktif melaksanakan ronda malam dan mengajak agar kegiatan siskamling terus dipertahankan sebagai salah satu benteng utama pencegahan kriminalitas.

Kegiatan patroli malam ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Pasirian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui kehadiran polisi di lapangan. 

"Dengan patroli yang dilakukan secara konsisten, diharapkan dapat menekan angka kriminalitas, khususnya kejahatan 3C, sekaligus meningkatkan rasa aman di tengah masyarakat," ungkapnya 

Selain itu, tokoh masyarakat yang ditemui selama patroli turut diajak untuk terus membangun komunikasi dengan kepolisian apabila terdapat permasalahan yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah. Sinergi antara Polri dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

TNI-Polri dan Pecalang Kawal Ibadah Hari Raya Kuningan di Pura Mandara Giri Semeru Agung


Lumajang ,Merdekanews.id Ribuan umat Hindu memadati kawasan Pura Mandara Giri Semeru Agung (MGSA), Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk melaksanakan persembahyangan Hari Raya Kuningan.

Demi memastikan rangkaian ibadah berlangsung aman dan khusyuk, aparat gabungan dari Polsek Senduro, Koramil Senduro, serta Pecalang diterjunkan untuk melakukan pengamanan di seluruh area pura.

Sejak pagi, arus kedatangan umat mulai terlihat di kompleks pura yang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan umat Hindu di Jawa Timur tersebut. 

Berdasarkan data petugas, sekitar 1.000 umat Hindu dari Kabupaten Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan mengikuti persembahyangan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB.

Personel kepolisian bersama anggota TNI bersiaga di sejumlah titik, mulai dari pintu masuk kawasan pura, jalur lalu lintas, area parkir kendaraan, hingga lokasi utama pelaksanaan persembahyangan. 

Sebanyak 15 orang Pecalang turut dilibatkan untuk membantu pengamanan dan mengatur kelancaran aktivitas umat selama prosesi berlangsung.

Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso mengatakan, pengamanan dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan ibadah keagamaan.

"Kami bersama personel TNI dan Pecalang melaksanakan pengamanan secara terpadu agar seluruh rangkaian persembahyangan Hari Raya Kuningan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran aparat di lokasi merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat agar umat dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk," kata AKP Wahono Pudji Santoso saat ditemui di sela-sela kegiatan pengamanan.

Menurutnya, sebelum pelaksanaan ibadah dimulai, petugas telah melakukan koordinasi dengan pengurus pura dan Pecalang guna menyusun pola pengamanan, termasuk pengaturan arus kendaraan dan penempatan personel di titik-titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan.

Selain menjaga keamanan, petugas juga memberikan pelayanan kepada para jemaat, termasuk membantu kelancaran arus keluar masuk kendaraan dan mengarahkan umat menuju lokasi persembahyangan.

"Kami mengedepankan pendekatan yang humanis. Anggota tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat agar seluruh rangkaian ibadah berlangsung nyaman. Sinergi antara Polri, TNI, Pecalang, pengurus pura, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya situasi yang kondusif," ujarnya.

Hari Raya Kuningan merupakan salah satu hari suci penting bagi umat Hindu yang diperingati sepuluh hari setelah Hari Raya Galungan. Momentum tersebut menjadi waktu bagi umat untuk memanjatkan doa dan ungkapan syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala berkah yang telah diberikan.

Suasana persembahyangan di Pura Mandara Giri Semeru Agung berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Ribuan umat mengikuti setiap rangkaian ritual secara tertib, sementara petugas gabungan terus melakukan pemantauan di berbagai titik guna memastikan keamanan tetap terjaga.

AKP Wahono juga mengapresiasi seluruh umat Hindu yang mengikuti ibadah dengan tertib serta mematuhi arahan petugas selama berada di kawasan pura.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat yang telah bersama-sama menjaga ketertiban. Kondisi yang aman ini merupakan hasil kerja sama semua pihak. Semoga toleransi, persaudaraan, dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lumajang terus terjaga dengan baik," pungkasnya.