25/05/2019

100 Hari Kerja Khofifah, PMII Jember Layangkan Tuntutan



Jember, kabarejember.com
Puluhan aktivis  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember menggelar demonstrasi serta pada Jum'at siang (24/5) di Gedung DPRD Jember.
Demonstran PMII Jember mempersoalkan tuntutan perihal sikap tegas dari Gubernur Jatim, Khofifah, terkait sejumlah proyek industri ekstraktif yang ditengarai berdampak buruk pada Ekologi dan masyarakat, hal tersebut berdasarkan visi misi Gubernur Khofifah, yakni Nawa Bhakti Setya, dimana dalam salah satu poin isinya, Gubernur berupaya melakukan integrasi dengan berbagai elemen termasuk di dalammya yakni potensi 51 titik ESDM.
"Salah satunya yakni poin Jatim Harmoni. Gubernur berupaya melakukan Integrasi berbagai elemen yang termasuk di dalamnya, potensi 51 titik ESDM." Ungkap Baijury, Korlap aksi ditengah-tengah aksi demonstrasi.
Tuntutan PMII Jember tersebut berdasarkan data dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang mencatat sekitar 608.193 Hektare lahan hutan di Jawa Timur sedang dalam kondisi krisis akibat aktifitas eksploitasi pertambangan.
Setelah itu, PMII Jember juga menuntut adanya revisi dari Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (Perda RTRW) yang telah menetapkan beberapa wilayah di Jawa Timur menjadi kawasan peruntukan pertambangan, namun kawasan tersebut mayoritas masuk dalam kawasan agroindustri dan agropolitan.
Dalam tuntutannya yang terakhir, PMII Jember menuntut agar Kepala Dinas ESDM Jawa Timur, Setiajit, guna diberhentikan dari jabatannya.
"Sejak dari pemerintahan Gubernur Soekarwo, Setiajit selalu berupaya melakukan manuver kerja yang mendukung  pertambangan. Masih saja terus melakukan upaya eksploitasi, tidak ada solusi lain," ungkap Baijury.
Pada wilayah di Kabupaten Jember sendiri terdapat beberapa titik area pertambangan, Baijury berharap titik pertambangan tersebut bisa menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan berharap tidak untuk di eksploitasi. (Ulu/mia)

24/05/2019

UPZ FEBI IAIN Jember Salurkan Zakat Fitrah




Jember, kabarejember.com
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Jember, Jumat (24/5), menyalurkan zakat kepada masyarakat sekitar kampus. Total ada 100 masyarakat yang menerima zakat dari UPZ FEBI IAIN Jember.
Menurut Dekan FEBI, Khamdan Rifa’i, total zakat yang disalurkan jumlahnya mencapai Rp 25 juta lebih. “Jadi yang kita salurkan kepada masyarakat, ada yang bentuknya berupa uang, ada juga yang bentuknya kebutuhan pokok,” terangnya.
Zakat tersebut mayoritas dihimpun dari dosen, karyawan, serta mahasiwa yang berasal dari internal FEBI. “Ini tahun kedua kami menyalurkan zakat kepada masyarakat. Jadi, kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa, dosen, dan karyawan yang ingin menyalurkan zakatnya, sekaligus memberikan gambaran kepada mahasiswa terutama Program Studi Zakat dan Wakaf,” tambah Khamdan.
Kedepan, lanjut Khamdan, tidak hanya zakat fitrah yang akan disalurkan tetapi akan diupayakan juga zakat mal. “Jadi kami mohon doanya, agar kedepan bukan hanya zakat fitrah, tetapi kami juga bisa menyalurkan zakat mal,” harapnya.
Sementara Rektor IAIN Jember, Babun Suharto, mengapresiasi kegiatan UPZ FEBI tersebut. Menurut dia, kegiatan semacam ini harus juga dilakukan oleh fakultas- fakultas lain di IAIN Jember. “Kita akan minta fakultas lain untuk melakukan hal yang sama, atau bahkan nantinya zakat seluruh mahasiswa, dosen, dan karyawan di semua fakultas bisa difasilitasi oleh UPZ Zakat ini,” katanya.
Babun  berharap, dengan kegiatan tersebut, tali silaturrahim warga dengan Kampus IAIN Jember, akan tetap terus terjaga. “Tentu kita berharap hubungan warga dengan kampus semakin baik, karena kami juga butuh dukungan dari warga sekitar,” pungkasnya. (Mia/win/hms)

Pemuda Dibawa Umur ditangkap Tim Cobra




Lumajang, kabarejember.com
Patroli yang dilakukan  Tim Cobra saat menuju ke sasaran penggeledahan kampung di Desa Sawaran Lor berhasil menangkap seorang pemuda di bawah umur. Berawal dari itu petugas melihat seorang pemuda yang mencurigakan. Pemuda itu diketahui berinisial EP, lalu didatangi Tim Patroli Cobra. Begitu regu patroli mendekat, pemuda tersebut langsung tancap gas lalu menabrak salah satu motor tim cobra hingga menyebabkan kedua motor terjatuh.

  Tak kehabisan akal, pemuda tersebut kemudian melarikan diri dengan cara berlari hingga menabrak beberapa lapak para penjual di pasar Klakah. Tim Cobra dan masyarakat sekitar mengejar pelaku hingga akhirnya berhasil ditangkap. Dari penggeledahan itu, berhasil ditemukan celurit ukuran kecil di balik jok motor pelaku. Selain itu kendaraan yang dikendarai pelaku tidak dilengkapi  surat-surat.

  Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH saat di lokasi kejadian menerangkan bahwa adanya dugaan lain atas penemuan senjata tajam tersebut. “ Melihat sepintas ada i celurit kecil seperti ada bercak darah. Akan kami lakukan pemeriksaan labfor, apakah bercak darah ini merupakan darah manusia ataukah darah binatang. Karena kalau bercak darah ini adalah darah manusia berarti pelaku sempat melukai orang lain dan kemungkinan lain juga pernah melakukan aksi begal,” tegasnya.

  Lebih lanjut, pria lulusan Akpol 1998 yang membentuk satuan Tim Cobra sangat menyayangkan anak dibawah umur membawa-bawa senjata tajam “Yang sangat kami sayangkan, beberapa pelaku yang kami amankan karena kepemilikan clurit merupakan anak dibawah umur. Kalau sampai hasil labfor membuktikan adanya bercak darah manusia di cluritnya, berarti Ada degradasi moral yang sangat luar biasa bagi generasi muda kita, karena tak memiliki sisi kemanusiaan, dengan mudah melukai orang lain tanpa memiliki rasa bersalah. Di umur yang sangat belia mereka sudah memiliki sifat yang bengis” tutupnya.

  Selain itu, Kabag Ops Polres Lumajang Kompol Eko Hari Suprapto SH yang ikut melakukan penangkapan mengatakan “saya ikut menangkap pelaku. sepertinya dia juga menggunakan narkoba. karena saat ditangkap dia seperti orang linglung, sehingga untuk sementara kami titipkan di tahanan Polsek Klakah,"  ungkap Hari.

Pelaku terancam dua pasal sekaligus, yakni kepemilikan senjata tajam yang diatur dalam Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No. 12 th. 1951 dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara serta pasal 480 tentang penadah barang curian
dengan ancaman 4 tahun penjara. (Suatman)

Antisipasi Rusuh Jakarta dan Sampang, Polres Lumajang dan KODIM 0821 Lumajang Gelar Patroli Bersama



Lumajang, kabarejember.com
(23/05/2019) --- Gerakan kedaulatan rakyat yang sebelumnya lebih dikenal sebagai aksi ‘people power’ yang berlangsung rusuh di Jakarta dalam kurun waktu dua hari terakhir serta mengakibatkan korban jiwa dan korban materiil ternyata berimbas hingga pulau Madura. Kemarin malam (22/5) terjadi pergolakan massa  yang mengakibatkan pembakaran di Polsek Tambelangan, Kabupaten Sampang hingga rata dengan tanah.

  Kejadian ini sendiri dipicu munculnya isu hoaks yang menyatakan salah satu kyai dari Kabupaten Sampang telah ditangkap oleh petugas kepolisian atas rentetan anarkisme penolakan hasil Pemilu 2019. Massa pun melampiaskan kekecewaan nya dengan mendatangi Polsek Tambelangan dan membakar polsek hingga rata dengan tanah.

  Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Polres Lumajang dan Kodim 0821 Lumajang sore tadi (Kamis, 5 Mei 2019) melakukan patroli bersama sambil menyambangi Polsek Kota Lumajang, Koramil Kota Lumajang dan juga kecamatan Kota Lumajang dengan tujuan untuk mengecek pengamanan dan antisipasi masing masing kantor milik pemerintah. Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH serta Letkol Inf. Ahmad Fauzi SE Dandim 0821 Lumajang.

  Kapolres pun mengutuk peristiwa rusuh yang terjadi di Jakarta dalam beberapa hari terakhir serta peristiwa pembakaran Polsek yang terjadi di Kabupaten Sampang, Pulau Madura. “Kami sebagai petugas tidak ingin terjadi rusuh di wilayah Lumajang. Kegiatan patroli bersama akan terus kami intensifkan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. Saya tidak ingin masyarakat Lumajang merasa khawatir akan adanya imbas kejadian di Jakarta dan di Madura. Kami jamin Lumajang akan terus aman dan kondusif,” terangnya.

  Dandim 0821 pun juga berjanji akan bersama sama dengan Kapolres Lumajang untuk menjaga stabilitas kamtibmas di Kabupaten Lumajang. “Saya dengan Kapolres akan terus bersama ditengah-tengah rakyat Lumajang. Rakyat adalah ibu kandung kami, para abdi Negara. Kami berjanji tak kan pernah berkhianat kepada bangsa ini dan akan terus menjaga kedaulatan bangsa ini hingga titik darah penghabisan,” tegasnya. (Suatman)

Komunitas Driver Gojek Jember Bagikan Takjil



Jember, kabarejember.com
Puluhan driver Gojek dari berbagai komunitas area kampus di Jember melaksanakan kegiatan membagikan takjil kepada para pengendara motor yang melintas di depan kantor Prosalina pada Kamis sore (23/5/2019).
Aksi membagikan takjil tersebut dilaksanakan sebagai ajang untuk memperkuat persatuan dan solidaritas sesama Driver Gojek, serta menyisihkan sedikit penghasilannya kepada masyarakat di Jember yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Sandy, salah satu Driver yang turut mengkoordinir acara bagi takjil tersebut berharap  acara tersebut bisa membuat Gojek semakin familiar bagi masyarakat di Kabupaten Jember. "Harapannya, agar masyarakat di Jember semakin mengenal Gojek." ujar Sandy.
Selain membagikan Takjik kepada para pengendara motor yang melintasi kawasan sekitar kantor Prosalina, Driver Gojek bersama Go-Clean juga melaksanakan agenda bersih-bersih pada salah satu masjid di sekitar jalan Karimata. (Ulu)

286 Guru Profesional Lulusan FKIP Unej Dikukuhkan



Jember, kabarejember.com
( 23 Mei 2019) ---Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember mengukuhkan dan mengambil sumpah 286 guru profesional lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) di aula gedung H kampus setempat (23/5). Para guru yang telah menjalani pendidikan selama setahun ini berasal dari Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan Bersubsidi Gelombang I sebanyak 16 orang, Pendidikan Guru Dalam Jabatan Bersubsidi gelombang I sejumlah 40 orang, Pendidikan Guru Dalam Jabatan Bersubsidi gelombang II sejumlah 194 orang, dan peserta Pendidikan Guru Dalam Jabatan Bersubsidi Ujian Ulang gelombang I sejumlah 36 orang.

Dalam sambutan pengukuhannya, Prof. Dafik, Dekan FKIP Universitas Jember meminta agar semua lulusan Program Studi Pendidikan Guru untuk terus belajar walaupun telah menyelesaikan pendidikan profesi guru. Pasalnya era yang kini dihadapi oleh para guru adalah era dimana perubahan bisa terjadi kapan saja. Kedua, derasnya informasi akibat kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuat guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi bagi anak didik, sehingga guru dituntut agar selalu kreatif. Guru saat ini menghadapi era revolusi industri 4.0. yang ditandai dengan pemanfaatan TIK secara massif. Kondisi ini membuka kesempatan bagi guru menjalankan proses belajar mengajar yang interaktif dan menarik bagi siswa, kuncinya tentu guru harus kreatif dan untuk kreatif harus terus belajar," tutur Prof. Dafik.

Sebagai informasi, acara pengukuhan dan pengambilan sumpah bagi lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Guru di FKIP Universitas Jember ini adalah kali pertama diadakan. Sebelum resmi dilantik menjadi guru profesional, mereka menempuh pendidikan selama dua semester, dimana separuh perkuliahan dilaksanakan dengan sistem daring sehingga mahasiswa tetap bisa kuliah dari daerah asalnya masing-masing, sementara sisanya dilakukan dengan perkuliahan secara tatap muka di Kampus Tegalboto. Materi yang diberikan meliputi bagaimana merancang modul pembelajaran, media pembelajaran, strategi pembelajaran hingga teknik evaluasi pembelajaran. Para mahasiswa PPG diwajibkan membuat video praktek mengajar di kelas dalam Program Pengalaman Lapangan. Nah, kesempatan tatap muka di kampus digunakan mahasiswa dan dosen untuk berdiskusi mengenai hasil praktek lapangan yang sudah dilakukan oleh mahasiswa PPG, imbuh Sukidin, Wakil Dekan III yang pagi itu turut menghadiri acara.

Untuk diketahui, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan Bersubsidi Gelombang I, Pendidikan Guru Dalam Jabatan Bersubsidi gelombang I dan gelombang II, serta Pendidikan Guru Dalam Jabatan Bersubsidi Ujian Ulang gelombang I berasal dari Jember dan sekitarnya, juga kota lainnya seperti dari Ponorogo, Tulungagung, Nganjuk. Para guru profesional yang dikukuhkan memiliki latar belakang pendidikan beragam, diantaranya lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Matematika, Agribisnis Produksi Tanaman, dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian dan Perikanan. (Mia/iim/hms)

LPM Gelar Sertifikasi Penguji BTQ dan Praktik Pengalaman Ibadah


Jember, kabarejember.com
Untuk meningkatkan kompetensi dan menyiapkan penguji praktik Baca Tulis Al Quran (BTQ) dan Praktik Pengalaman Ibadah (PPI), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Kamis (23/5), menggelar ujian praktik BTQ dan PPI bagi Dosen IAIN Jember.
Dalam kegiatan tersebut, LPM IAIN Jember menghadirkan dua orang penguji dari luar, yakni KH Imam Baghawi dan KH Ahmad Shodiq.
Ketua LPM IAIN Jember, Saihan, menjelaskan, sebenarnya program tersebut merupakan program lama yang baru bisa direalisasikan. “Jadi itu merupakan keputusan di akhir tahun 2018 lalu, kami sepakat dengan pimpinan untuk mengadakan program sertifikasi penguji BTQ dan PPI,” terangnya.
Kegiatan tersebut lanjut Saihan, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan terutama dalam bidang BTQ. “Selain itu, nantinya bagi yang akan menguji BTQ dan PPI mahasiswa sudah benar- benar tersertifikasi. Jadi, bukan karena ini kelompoknya siapa dan siapa,” katanya.
Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik, Miftah Arifin, menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh LPM tersebut. “Kita ingin ada standarisasi nantinya, terutama yang akan menguji BTQ dan PPI,” katanya.
Menurut Miftah, langkah LPM tersebut sudah memenuhi ketentuan yang ada, termasuk pengujinya juga didatangkan dari luar kampus. “Ini kan dari luar kampus, jadi hasilnya nanti benar- benar objektif. Termasuk hasil saya juga, karena saya juga ikut kegiatan seritifikasi ini,” terangnya.
Salah satu peserta, Mas’ud mengaku sangat mendukung program sertifikasi penguji BTQ dan PPI itu. “Saya kira ini bagus ya, apalagi pengujinya berasal dari luar, dan memang sudah pakarnya,” katanya. (Mia/iza/win/hms)