14/07/2020

Sudah Layani Sembilan Jenazah Covid-19, Dua Belas Petugas PMI Jember untuk Dua Ambulans


JEMBER,kabarejember.com
  – PMI Kabupaten Jember Jawa Timur menyediakan layanan penjemputan dan mengantar jenazah, termasuk jenazah terkiat Covis-19. Antara lain jenazah yang masuk kategori Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bahkan yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19. PMI Kabupaten menyiagakan dua armada ambulans untuk melayani Jenazah Covid-19 dengan dua belas petugas siaga 24 jam.

H EA. Zaenal Marzuki Ketua PMI Kabupaten Jember mengatakan selama pandemi Covid-19, PMI membuka layanan ambulans jenazah 24 jam untuk melaksanakan penjemputan dan pengantaran jenazah dari rumah sakit menuju pemakaman umum.  "Selama pandemi Covid-19 PMI melayani ambulans jenazah 24 jam, hingga hari ini (Selasa, 14/7/2020) tercatat 9 kali melayani pengantaran jenazah," ungkap H EA. Zaenal Marzuki.

Dia menjelaskan,  ambulans jenazah PMI cukup aktif melayani masyarakat, sering kali ambulans jenazah PMI mengantarkan jenazah dari rumah sakit menuju rumah duka atau dari rumah duka ke pemakaman. Bahkan, yang terkonfirmasi Covid-19, PMI sering melayani pengantaran jenazah dari rumah sakit langsung ke pemakaman.  Sedangkan dalam proses pemakaman, jenazah dari mobil ambulans ke liang kubur ada tim sendiri yang bertugas. Yang melibatkan aparat kepolisian dan TNI serta dinas kesehatan. Petugas PMI, dalam pengentaran jenazah dari ambulans hingga ke liang lahat, sifatnya hanya memberikan bantuan.

Hanya saja, sambungnya, untuk jenazah terkait Covid-19 dilakukan sesuai protokolnya. “Tim ambulans jenazah PMI hanya menjemput dari rumah sakit sampai ke pemakaman saja dan Jenazah terkait Covid-19 harus sudah dalam peti saat penjemputan. Itu protokol penjemputan dan pengantaran jenazah terkait Covid-19,” ujarnya.

Petugas ambulans jenazah PMI hanya mengantarkan sampai pemakaman saja. Sedangkan dari ruang perawatan hingga ke kamar jenazah menjadi kewenangan pihak rumah sakit. PMI Kabupaten Jember menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan ketat. Terutama saat new normal.

Dia menambahkan, bahwa petugas ambulans jenazah PMI Kabupaten Jember dibekali alat pelindung diri (APD) lengkap saat mengantarkan jenazah terkait Covid-19. “Petugas pengantar jenazah PMI  juga pakai APD lengkap. Mereka sudah dilatih secara khusus dalam penanganan jenazah terkait Covid-19,” ujarnya. (Heri/HMS)

SMA Argopuro Panti Jember Lakukan Tes Psikologi Terhadap Peserta didik baru


Jember, Kabarejember.com Disetiap awal tahun ajaran baru, ada sebagian sekokah memberikan kebebasan kepada peserta didiknya untuk memilih program/jurusan sesuai hati nuraninya.

Namun lain halnya dengan sekolah SMA Argopuro Panti Jember, yang selalu mengadakan agenda tes paikologi kepada semua peserta didiknya disetiap awal  tahun ajaran baru.

Sejumlah 110 peserta didik baru yang sudah terdaftar di SMA Argopuro Panti  bakal dimasukkan sesuai karakteristik / minat dan bakat yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik.

Untuk mengetahui karakteristik ( minat dan bakat )peserta didik yang baru ini dalam menentukan masuk jurusan IPA atau IPS, kami melakukan tes psikologi secara tertulis.

" Untuk mengantisipasi  penyebaran wabah virus covid-19, maka dari 110 peserta didik baru itu kami lakukan tes psikologi dalam tiga tahap yang terbagi dalam dalam tiga kelas, tiap harinya satu kelas terhitung mulai hari ini, selasa 14 juli 2020" kilah Syaehul-Hamzah pada wartawan media ini.

" Memilih jurusan IPA atau IPS merupakan perkara yang gampang-gampang susah, banyak anak yang  masuk SMA yang memilih jurusan asal-asalan, sehingga mengakibatkan potensi yang dimilikinya tidak bisa maksimal.
Jadi memilih jurusan yang paling tepat adalah dengan mengadakan tes psikologi pada peserta didik" imbuhnya

Lebih jauh Kelapa sekolah SMA Argopuro Panti Jember, Syaehul Al-Hamzah,ST,MM. memaparkan beberapa acuan dalam memilih jurusan IPA atau IPS, yaitu :
1. Mengenali minat dan
    bakat dari perserta 
    didik.
Minat merupakan suatu hal yang dikerjakan akan terasa menyenangkan, begitu juga dengan bakat, bisa jadi pertimbangan dalam milih jurusan sesuai keahlian atau sesuatu yang menonjol dari peserta didik.

2. Untuk mengetahui rencana kuliah dan karir di masa depan.
Rencana kuliah akan sangat berhubungan dengan pilihan karir di masa depan, misalnya bercita-cita ingin menjadi seorang dokter. Untuk mewujudkan itu harus masuk jurusan ilmu kedokteran di perguruan tinggi, dan saat di SMA harus masuk jurusan IPA karena jurusan IPS tidak bisa masuk di kedikteran.
3. Jangan ikut-ikutan teman.
Masih banyak pelajar yang memilih jurusan tertentu hanya karena teman dekatnya.Jika minat dan bakat mereka sama tentu bukan menjadi masalah.
Ikuti kata hati, jadilah diri sendiri dan jangam terjebak dalam memilih jurusan hanya demi teman.
4. Jangan Terpengaruh Mindset Negatif tentang suatu jurusan.

Akhir-akhir ini banyak orang yang beranggapan bahwa anak IPS itu identik dengan anak nakal, sedangkan anak IPA mayoritas anak yang rajin.jangan sampai anak menanamkan mindset atau pikiran negatif dalam dirinya, sehingga mempengaruhi emosi enak dalam memilih jurusan yang pada akhirnya tidak sesuai dengan minat dan bakat anak.

Tidaklah semua anggapan seperti itu benar, karena banyak juga anak IPS yang rajin dan pintar dan justru sebaliknya, anak IPA ada juga yang malas meskipun sebagian besar anak IPA tergolong rajin dan identik dengan anak pintar.

Diakhir pertemuan dengan wartawan ini, kepala sekolah SMA Argopuro Panti Jember menjelaskan, karena tes psikologi ini adalah benar-benar menggali dari dalam sesuai minat dan bakat peserta didik dalam menentukan jurusan IPA atau IPS, dan bukan memilih jurusan hanya karena ikut-ikutan temannya. Dan kami yakin bahwa dengan diadakan tes psikologi ini nantinya  prestasi peserta didik akan jauh yang lebih optimal,"
pungkasnya.

 CERIA & PRIMA
CERIA :( Ceria,Beriman & berilmu, Akuntabel )
PRIMA ( Prestasi,Integritas dan Mandiri ) adalah Motto Layanan Pendidikan dan pembelajaran di SMA Argopuro Panti.
( A.Mulyono)

13/07/2020

Lapor Polisi Setelah Mendapat Intimidasi Saat Peliputan



Jember, kabarejember.com
 -   Seorang Jurnalis Warta TV Jember, Abu Sofyan membuat laporan ke Mapolsek Jombang, Senin siang (13/07) setelah mendapatkan intimidasi saat peliputan antrian pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU kecamatan Jombang kabupaten Jember.

Saat itu, kata Sufyan, Ia mendapati informasi dari beberapa warga, jika di SPBU tersebut hanya memprioritaskan tengkulak saat antri bensin premium, sedangkan warga sering tidak kebagian jatah. Berdasarkan informasi tersebut, kemudian Abu Sofyan melakukan peliputan.

“Kedatangan saya ke Polsek Jombang karena hari Jum’at (10/07) kemarin mendapat intimidasi saat meliput,” ujar Abu Sufyan kepada sejumlah wartawan di Mapolsek Jombang.

Sufyan menceritakan, pada hari Jumat (10/07) sekitar pukul 10.00 malam, dirinya sesudah mengambil gambar dan merekam video antrian BBM, kemudian bermaksud konfirmasi ke pihak pengelola SPBU. Tapi, belum sempat melakukan wawancara, dirinya didatangi oleh para tengkulak.

“Di sana sekitar 20 orang mengelilingi saya, mereka meminta secara paksa agar gambar dan videonya dihapus, bila tidak maka handphone saya akan diambil, mereka mengancam akan menghancurkan handphone saya,” terang Sufyan.

Sufyan mengaku tidak tahu secara pasti orang yang mengintimidasi dirinya.  Sebab jumlahnya puluhan. Ia pun menyesalkan atas kejadian tersebut, karena menurutnya insan pers dilindungi undang-undang dalam melakukan kegiatan jurnalistik.

Kapolsek Jombang Iptu Moh. Lutfi SH, tidak berkenan ketika  diwawancara oleh media. Ia meminta pihak pelapor lebih dulu melengkapi berkas laporannya. (heri)

SMA Argopuro Panti Geser Jadwal Penyampaian Materi MPLS


Jember,Kabarejember.com
--Dengan berakhirnya Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) tahun pelajaran 2020/2021, bukan berarti sudah selesai. Namun tiap sekolah masih harus melanjutkan kegiatan berikutnya, yaitu Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ), karena seluruh
  peserta didik baru wajib mengikuti kegiatan MPLS.

Keluarga besar SMA Argopuro Panti Jember Mengucapkan selamat datang kepada seluruh  peserta didik baru.

Dengan berpedoman pada Surat Edaran (SE) Kepala Dinas Pendididkan Propensi Jawa Timur No. 420/4277/101.1/2020, tertanggal 09 Juli 2020 perihal Pelaksanaan MPLS Peserta didik baru tahun pelajaran 2020/2021, Sekolah SMA Argopuro Panti Jember yang direncanakan akan melaksanakan kegiatan MPLS dengan tatap muka pada hari Senin, 13 juli 2020, namun akhirnya acara tersebut gagal dan sekokah hanya bisa mendata semua Nomor Washapp   peserta didik baru lalu dipulangkan.

 Tema yang diusung dalam kegiatan MPLS di SMA Argopuro Panti adalah " Jadikan Pengenalan Lingkungan Sekolah Sebagai Wahana untuk memperluas Wawasan, Pengetahuan dan pembentukan sikap dalam menciptakan manusia  berkarakter yang dilandasi dengan iman dan Taqwa.

Pandemi Covid-19 saat ini masih terus menjadi perhatian kita semua sehingga untuk menghindari menularnya wabah Virus Civid-19  sebelum kegiatan  MPLS dimulai, kepala sekokah bersama team Pendidik  SMA Argopuro membagikan sebagian protokol kesehatan   pencegahan penyebaran wabah pandemi covid-19.

" Sebelum memasuki halaman sekokah, saat di pintu gerbang sekolah semua calon peserta didik baru kami berikan masker, perisai wajah  seprot hand sanitiser, bukan hanya itu tapi Cairan disinfektan, tempat cuci tangan,dan ruang UKS juga kami siapkan" papar kepala sekokah kepada wartawan media ini.

Kegiatan MPLS di SMA Argopuro Panti , berupa pengenalan profil sekolah, profil guru dan karyawan, wawasan wiyata mandala, tata tertib sekolah, 7K dan kurikulum sekolah.
" Selain itu ada sosialisasi  tentang kesadaran hukum , pengenalan ekstra kurikuler, literasi" ujarnya Syaehul Al-Hamzah.

Lebih jauh Syaehul Al-Hamzah memaparkan dengan nada kecewa  " awalnya kami akan menyelenggarakan MPLS dengan tatap muka sesuai Surat Edaran dari kepala cabang dinas Propensi Jawa Timur tanggal 9 Juli 2020, namun pagi tadi menjelang acara MPLS dimulai, tiba-tiba kami menerima informasi tertanda Kepala Cabang Dinas melaui Watshapp tentang Edaran melarang kegiatan MPLS dilaksanakan dengan model tatap muka, dan Kegiatan MPLS harus dilakukan dengan model daring, yah akhirnya kami harus merubah jadwal kegiatan dengan model daring,yang seharusnya jadwal kegiatan penyampaian materi hari senin dan seterusnya, paparnya pada wartawan media ini.

Visi, Misi dan Motto Layanan pendidikan di SMA Argopuro Panti Jember yang terletak di Jl.Lapangan No.39 Panti.

Visi :
Membentuk generasi berprestasi, beriman dan bertaqwa, berkualitas, kreatif, inovatif dan dinamis yang siap menghadapi era globalisasi.

Misi :
1. Menumbuhkan
    penghayatan terhadap
    ajaran agama yang
     dianut, dan budaya
     bangsa sehingga
     menjadi sumber
     kearifan dalam
     bertindak.
2. Melaksanakan
    pembelajaran dan
    bimbingan secara
    efektif, sehingga
    setiap peserta didik
    dapat berkembang
    secara optimal sesuai
    potensi yang dimiliki,
3. Menumbuh
    kembangkan
    persaingan dibidang
    akademik.
4. Menumbuh
    kembangkan rasa
    kedisiplinan yang
    tinggi.
5. Menumbuh
    kembangkan pribadi
    yang luhur dan
    berbudaya.
6. Mendorong dan
     membantu setiap
     peserta didik untuk
     mengenali potensi
    dirinya, sehingga dapat
    dikembangkan secara
    optimal, dan
7.  Menumbuhkan
      semangat
      keunggulan secara
      intensif, inovatif, dan
      dinamis.

Motto : CERIA & PRIMA

1. CERIA ( Cerdas- 
    Beriman dan
    Berilmu-Akuntabel )
2. PRIMA ( Prestasi-Integritas dan
   Mandiri ) ( A.Mulyono)

12/07/2020

Perahu Diterjang Ombak Besar, Nelayan Lumajang Hilang


Lumajang, Kabarelumajang.com
-- Jumingan (50). Nelayan asal
Dusun Dampar, Desa Bades, Kecamatan Pasirian ini hilang tersapu gelombang lautan ketika sedang mencari ikan bersama Sapari (30) menantunya. Perahu jukung yang dikendarainya teguling dihantam ombak besar. Jumingan hilang. Sedangkan Sapari bisa diselamatkan, Jumat (10/7).
Berdasar informasi yang dikumpulkan awak media Kabarelumajang co.id di lapangan, dini hari itu korban bersama menantunya berangkat melaut untuk mencari ikan dengan mengendarai perahu jukung miliknya. Namun beberapa saat kemudian, ombak di laut semakin membesar. Sedangkan posisi perahu korban sudah ada di tengah lautan.

Para nelayan yang mengetahui kondisi laut tidak bersahabat, memilih balik arah mengurungkan niatnya mencari ikan. Sementara itu, korban bersama menantunya terombang-ambing di atas laut sambil berusaha menepi kembali.
“Pada saat itu, perahu korban dihantam ombak besar kemudian terbalik. Tetapi keduanya berusaha menyelamatkan diri dengan terus memegangi perahu agar tidak tenggelam,” terang Bunadi (55), salah satu nelayan teman korban.
Ketika mendekati bibir pantai atau sekitar 100 meter dari pantai, kedua korban berusaha menepi sambil berenang dan melambaikan tangan minta tolong. Korban Sapari berhasil diselamatkan, sedangkan korban Jumingan hilang tergulung ombak lagi.
Mengetahui temannya hilang diterjang ombak, salah satu nelayan kemudian melaporkan kejadian itu ke kepala desa setempat yang dilanjutkan ke Mapolsek Pasirian. Mendapat laporan, petugas dari Polsek Pasirian dibantu angota Koramil dan BPBD melakukan pencarian terhadap korban.
“Untuk korban yang selamat sudah kami evakuasi ke rumahnya. Sedangkan untuk korban yang hilang, hingga siang ini masih belum diketemukan. Kami bersama tim gabungan berusaha mencari jasad korban dengan menyisir bibir pantai hingga puluhan kilometer belum kami temukan,” terang Kapolsek Pasirian, Iptu Agus Sugiarto.
Reporter : Atman

Bupati Lumajang Diperiksa Polda Jatim Terkait Tuduhan Pencemaran Nama Baik

Surabaya, Kabarelumajang.com
 – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mendatangi gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, Kamis (9/7). Thoriq datang memakai setelan kemeja putih didampingi sejumlah stafnya. Tampak pula, Tijah, istri mendiang Salim Kancil juga turut menemani.
Kedatangan mantan Ketua Komisi C DPRD Jatim dua periode era Gubernur Soekarwo itu guna diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Subdit V Siber Crime.

Pemeriksaan dilakukan terkait adanya laporan yang menyangkut dirinya, yang diduga, pelapor merasa nama baiknya tercemar lantaran statemen Thoriqul terkait penyerobotan lahan milik Alm. Salim Kancil yang berada di kawasan Desa Selok Awar-Awar, Pasirian, Lumajang.
Saya dipanggil di Ditreskrimsus Polda Jatim berkenaan dengan laporan yang nanti saya konfirmasikan, siapa yang berkeberatan,” kata Thoriq di depan Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jatim..
Thoriq menambahkan, kedatangan dirinya memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi yang akan dimintai keterangan perihal laporan itu. Namun menurutnya, pelaporan itu terkait polemik kepemilikan tanah milik Alm. Salim Kancil.
“Yang penting dari semua itu berkenaan dengan tanah atau sawah yang digarap istrinya almarhum Salim Kancil yang dulu kita ingat jadi tragedi Salim Kancil dan meninggalnya Salim Kancil. Sekarang ini hal itu jadi polemik kembali sehingga saya dipanggil berkenaan dengan kasus ini,” ujarnya.
Disinggung mengenai konten ujaran Thoriq yang akhirnya dipermasalahkan oleh pihak terlapor terkait istilah penyerobotan, Thoriq menuturkan bahwa dirinya akan mengkonfirmasi hal tersebut ke penyidik.
“Tentang istilah penyerobotan ya. Siapa pelapornya nanti saya konfirmasikan,” pungkas Thoriq.
Reporter : Atman

11/07/2020

SMA Argopuro Panti , Rubah Prosesi Wisuda Jadi Tasyakuran dan Lepas Pisah


Jember, kabarejember.com
--Pahlawan tanpa tanda jasa, Kepala sekolah SMA Argoouro Panti Jember beserta seluruh jajaran dewan guru berdedikasi tinggi dalam mencetak generasi bangsa bertabur prestasi.
Kabarejember.com.Dampak dari pandemi wabah Covid-19 semenjak presiden mengeluarkan keputusan meniadakan  UJian Nasional ( UN) sebagai salah satu syarat kelulusan ditengah pendemi Covid-19 pada selasa 24 maret 2020 , sebagai bagian sosial distancing ( pembatasan sosial) untuk merespon wabah Covid-19 di Indonesia.

Kebijakan pemerintah meniadakan UN tahun ini , demi menekan angka penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia.

Kebijakan pemerintah tersebut membuat suasana di tiap sekolah tampak sepi tanpa penghuni, sangat lama tidak terdengar langkah sepatu para dewan guru dan keramaian suara peserta didik karena mereka terpaksa harus di rumahkan.

Bagi para pelajar tentu ada yang tetap bahagia, namun tidak sedikit juga dari meraka yang harus menahan kekecewaan.

Bukan hanya rasa sedih dan kecewa yang dirasakan  para pelajar, bukan hanya tentang ada atau tidak digelarnya UN, namun banyak diantara mereka yang harus menahan kekecewaan dengan agenda prosesi wisudanya yang sudah dirindukan sebelumnya. Mereka juga rindu untuk bertemu dengan teman-temannya maupun dengan para dewan guru di akhir masa sekolahnya.

Namun lain halnya dengan Sekokah SMA Argopuro Panti Jember yang berada dibawah naungan Yayasan Ikhtiar Kejayaan Tani ( YIKT ) Lembaga Pendidikan Islam " Argopuro "
seolah - olah tidak ingin menunda mimpi-mimpi peserta didiknya. Hari Sabtu, 11 Juli 2029 Kepala Sekolah beserta jajarannya mengganti prosesi wisuda dengan agenda Tasyakuran bersama dan lepas pisah.

Agenda tasyakuran dan lepas pisah dilakukan dalam ruangan yang ditempati 15 anak dan terbagi dalam 5 kelas .
walau sangat sederhana acara itu namun sangat mengesankan dan mengharukan serta membuat peserta didik terlihat rona bahagia.

Kepala Sekolah SMA Argopuro Panti Jember, Syaehul Al-Hamzah,ST,MM dalam sambutannya " Agenda Tasyakuran bersama dan lepas pisah angkatan 2019-2020 yang diselenggarakan di SMA Argopuro Panti Jember tersebut  itu dilakukan sesuai dengan koridor protokol medis atau SOP yang berlaku, seperti menggunakan masker, dan menjaga jarak," ucap  Kasek SMA Argopuro Panti.

Masih dalam sambutan Syehul Al-Hamzah yang akrab dipanggil Pak Alam, ia mengharapkan agar semua peserta didik yang sudah dinyatakan lulus ini tidak hanya sampai dibangku SMA saja, namun bisa melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dilain sesi ketua Yayasan Ikhtiar Kejayaan Tani Lembaga Pendidikan Islam  Argopuro H. Agus Idham Khalid,SPd mengatakan,  pihaknya mengingatkan pada peserta didik lulusan tahun ajaran 2019/2020 ini agar selalu menatap masa depannya. "Ayo melangkah lebih maju lagi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi..ingat hal yang paling indah bagi semua yg sudah lulus ini agar selalu menjaga nama Almamater Lembaga Argopuro," harapannya.

Lebih jauh lagi H.Agus Idham Khalid,Spd  mengharapkan,  sampai kapanpun agar semua peserta didik yang lulus harus tetap tunduk dan patuh baik kepada orang tuanya maupun kepada semua dewan gurunya agar ilmu yang sudah didapat benar-benar bermanfaat," imbuhnya.

Diakhir acara, para peserta didik saling bersalaman dengan teman-temannya dan juga dengan bapak ibu gurunya dilanjutkan dengan foto bersama. ( A.Mulyono)