26/06/2021

Pertama di Madura, Polres Pamekasan Luncurkan Program Inovasi Drive Thru Vaksinasi Covid-19

 



Polres Pamekasan, Madura meluncurkan program inovasi 'Drive Thru Vaksinasi Covid-19', Jumat (25/6/2021).


Program Drive Thru Vaksinasi Covid-19 ini ditempatkan di Pos Penyekatan, tepatnya di Terminal Barang, Jalan Raya Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.


Pantauan di lokasi, setiap pengendara mobil yang hendak masuk ke Pamekasan, diberhentikan oleh petugas gabungan di lokasi Drive Thru Vaksinasi Covid-19.


Para pengendara terlihat mendapatkan pelayanan maksimal dari petugas medis saat melakukan vaksinasi dan swab antigen tanpa turun dari kendaraannya.


Sebelum vaksinasi dan swab antigen dilakukan, pengendara terlebih dahulu dicek suhu tubuhnya oleh petugas medis.


Setelah itu ditensi darah, lalu diminta KTP, dan didaftarkan oleh petugas medis untuk melakukan vaksinasi dan swab antigen gratis.


Sebelum divaksin, pengendara diskrenning terlebih dahulu mengenai kesehatannya.


Sedangkan bagi pengendara yang tensi darahnya di atas 180, tidak diperkenankan untuk melakukan vaksinasi.


Semantara, hasil swab antigen yang dilakukan terhadap pengendara di dalam mobil, hanya menunggu sekitar 15-20 menit.


Hasil swab itu, berlaku selama tiga hari.


Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar mengatakan, program inovasi Drive Thru Vaksinasi Covid-19 ini diluncurkan bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke-75.


Kata dia, pelaksanaan vaksinasi secara drive thru ini diharapkan bisa menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pamekasan dan segera menciptakan percepatan kekebalan massal (herd immunity).


"Program Drive Thru Vaksinasi Covid-19 ini pertama di Madura. Kami menggagas program tersebut kolaborasi dengan seluruh stakholder Pemkab Pamekasan," kata AKBP Apip Ginanjar.


Ia mengajak masyarakat dalam pencegahan Covid-19 ini bisa ikut andil dan mendukung program pemerintah.


Menurutnya, prorgam Drive Thru Vaksinasi Covid-19 ini akan dilakukan secara berkala.


Ia mengaku bersyukur sebab animo masyarakat hari ini yang melakukan vaksinasi dengan konsep Drive Thru sangat baik.


"Wujud kerjasama ini merupakan komitmen dalam membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta bersama-sama berusaha memulihkan Indonesia bebas dari pandemi Covid-19," harapnya 


Menurut AKBP Apip Ginanjar, pola layanan vaksinasi drive thru merupakan inovasi yang sangat baik.


Sebab bisa memberikan akses kemudahan layanan vaksinasi bagi masyarakat, khusunya bagi lansia.


Ia berharap dengan adanya berbagai gerakan dan inovasi pelaksanaan vaksinasi ini, target pelaksanaan vaksinasi selama satu tahun ke depan dapat tercapai.


Namun, konsistensi pemerintah dan masyarakat untuk terus menerapkan strategi 3T (Tracing, Testing, dan Treatment) tetap digencarkan.


Serta disiplin masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan 3M harus tetap dilakukan.


Melalui cara ini, maka Indonesia dapat bangkit dan terbebas dari pandemi Covid-19.


"Mari semua ikut andil mencegah terjadinya penularan Covid-19 ini dengan tetap patuh protokol kesehatan," ajaknya.

Kapolresta Malang Kota Cek Pelayanan Arema Police Sobo Kelurahan



MALANG - Menyambut HUT Bhayangkara ke-75, Polresta Malang Kota memberikan berbagai macam layanan unggulan untuk masyarakat, salah satunya melalui Bus Arema Police Sobo Kelurahan. 


Hal tersebut disampaikan oleh Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto, saat melakukan pengecekan pelayanan Arema Police sobo Kelurahan di Depan stadion Gajayana (sisi Barat) Jl. Bareng Tenes Klojen, Jumat (25/6). 


AKBP Budi Hermanto mengatakan, dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-75 pelayanan Arema police sobo Kelurahan juga dilengkapi dengan layanan Swab dan Vaksinasi Covid-19. 


"Dalam rangka HUT Bhayangkara ke-75, layanan Kepolisian Arema police Sobo kelurahan. Selain melayani perpanjangan SIM, pembayaran pajak, dan SKCK, kami juga akan akan hadirkan layanan vaksinasi covid 19 serta Swab antigen yang dilaksanakan oleh Dinkes Kota Malang." ujarnya. 


Buher menambahkan, dalam pelaksanaannya pihaknya menggandeng Dinkes Kota Malang akan memberikan vaksin covid 19 dan Swab antigen pada pemohon atau masyarakat yang menggunakan layanan Kepolisian Arema Police sobo Kelurahan. 


"Kami mengajak pihak Dinkes Kota Malang untuk pelaksanaannya. Dan masyarakat yang sudah divaksin akan dilaksanakan pendataan untuk pelaksanaan vaksin kedua. " terangnya. 


Mantan Kapolres Batu itu juga menerangkan, Polresta Malang Kota sudah melaksanakan vaksinasi di polsek jajaran Polresta malang kota dan Animo dan Antusiasme masyarakat dalam vaksinasi sangat tinggi. 


"Namun kendati demikian, kembali kami ingatkan setelah menerima vaksin bukan berarti kebal, sehingga masih mungkin tertular atau terinfeksi. Oleh karena itu, mari kita tetap mentaati protokol kesehatan dengan disiplin,” pungkasnya.

Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal Jelang HUT Bhayangkara ke-75

 



JAKARTA—- Presiden Joko Widodo meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (26/6/2021). 


Presiden didampingi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito. 


Dalam tinjauannya, Presiden melihat langsung tahapan proses 1 juta vaksinasi serentak seluruh jajaran Polri di Indonesia dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-75 sekaligus akselerasi perintah Presiden Jokowi 1 juta vaksin perhari. 


Melalui layar virtual, Presiden Jokowi mengecek pelaksanaan vaksin di Polda jajaran. Seperti Polda Jawa Tengah, yang melaporkan hari ini telah melaksanakan serentak di 35 Polres dengan total vaksin sebanyak 141.000 di 340 titik lokasi vaksinasi yang telah didistribusi habis. 


Presiden Jokowi meminta agar total vaksin di Jawa Tengah agar ditambah dua kali lipat. Presiden juga menanyakan pengananan Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah yang dilaporkan sudah menurun. 


Dari total keseluruhan serbuan vaksinasi massal ini, Polri menargetkan sebanyak 1.348.298 dosis vaksin yang akan disuntikan kepada masyarakat Indonesia dalam satu hari. 


Yang terdiri dari, Polda Aceh sebanyak 28.884 vaksin di 335 titik, Polda Sumut 65.750 vaksin di 193 titik, Polda Sumbar 25.109 vaksin di 124 titik, Polda Riau 32.600 di 86 titik, Polda Kepri 7.917 vaksin di 25 titik, Polda Jambi 14.589 vaksin di 230 titik, Polda Sumsel 241.000 vaksin di 509 titik, Polda Babel 4.375 vaksin di 46 titik. 


Lalu Polda Bengkulu 14.793 vaksin di 156 titik, Polda Lampung 33.198 vaksin di 85 titik, Polda Banten 42.662 vaksin di 25 titik, Polda Metro Jaya 10.500 vaksin di enam titik. Polda Jawa Barat 178.643 vaksin di 832 titik, Polda Jateng 141.043 vaksin di 340 titik, Polda DIY 12.996 vaksin di 30 titik, Polda Jatim 117.994 vaksin di 206 titik. 


Kemudian Polda Bali 12.500 vaksin di 10 titik, Polda Kalbar 21.000 vaksin di 30 titik, Polda Kalsel 18.936 vaksin di 183 titik, Polda Kalteng 11.117 vaksin di 17 titik, Polda Kaltara 2.025 vaksin di enam titik, Polda Sulsel 39.044 vaksin di 290 titik, Polda Sultra 13.375 vaksin di 235 titik, Polda Sulteng 13.550 di 21 titik. 


Selanjutnya di Polda Sulut 9.777 vaksin di 15 titik, Polda Sulbar 5.312 vaksin di 67 titik, Polda Gorontalo 4.298 vaksin di tujuh titik, Polda NTB 152.385 vaksin di 229 titik, Polda NTT 27.796 vaksin di 138 titik, Polda Maluku 8.622 vaksin di 22 titik, Polda Maluku Utara 5.400 vaksin di 15 titik, Polda Papua 15.759 vaksin di 85 titik dan Polda Papua Barat 4.275 vaksin di 41 titik.

Peringati Hari Bhayangkara ke 75 Polda Jatim Berikan Bantuan pada Masyarakat Bangkalan dan yang Membutuhkan



Peringati hari Bhayangkara ke 75, Polda Jawa Timur gelar bakti sosial dalam bentuk pembagian sembako, kepada Masyarakat yang membutuhkan termasuk masyarakat Bangkalan yang sedang tinggi angka aktif covidnya serta panti asuhan dan kaum duafa di wilayah jatin. Hal ini disampaikan Kapolda Jatim usai memimpin pelepasan kegiatan bakti sosial di Mapolda Jatim, pada Jum'at (25/6/2021). 


Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta menjelaskan. Bantuan dalam bentuk sembako ini sangat diperlukan masyarakat, dalam situasi covid-19 seperti sekarang ini. Banyak kegiatan yang terganggu, seperti kegiatan sosial budaya, serta kegiatan ekonomi masyarakat. 


"Untuk itu akan kami mendistribusikan kepada orang-orang yang mungkin memerlukan seperti panti asuhan, kaum duafa, dan yang paling penting sekarang ada beberapa daerah yang sedang tinggi angka covidnya yaitu Bangkalan, Ngawi, dan Ponorogo. Sekarang ini juga kami akan kirimkan ke Bangkalan," jelasnya Kapolda Jatim. 


Kapolda Jatim berharap masyarakat di daerah yang sedang tinggi angka covidnya dapat bekerja sama mematuhi dan memahami bahwa sudah banyak yang sakit bahkan meninggal akibat covid-19.


Sehingga untuk mencegah meluasnya penyakit ini dibutuhkan kerja sama, yaitu yang paling penting adalah patuh Protokol Kesehatan (Prokes), dengan menerapkan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan menghindari mobilitas) serta 3T (testing, tracing dan treatment)


"Jadi saya mohon, saya minta masyarakat di Bangkalan untuk patuh Prokes, kunci utamanya laksanakan 5M dan 3T," tegas Irjen Pol Nico Afinta. 


Lebih lanjut Irjen Nico Afinta menyampaikan. Penyekatan yang semula di pintu mengarah Jembatan Suramadu bergeser dengan penguatan PPKM Mikro ke lima kecamatan dan delapan desa. 


"Begitu juga untuk wilayah Sumenep, Pamekasan, Sampang di antara jalan raya itu dibuatkan penyekatan bahkan para bupati dan kapolres serta kami Forkopimda, Bapak Ibu Gubernur, Bapak Pangdam menyepakati masing-masing kabupaten mengeluarkan SIKM," Lanjutnya. 


Kemudian persyaratan itu akan menjadi mempermudah perlintasan seluruh masyarakat yang ingin tetap menjalankan kegiatan ekonomi.


Kegiatan ekonomi harapannya bisa berjalan, kesehatan pun juga tetap terjaga, dengan patuh prokes memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi kegiatan yang kurang penting. 


Selain kegiatan bakti sosial, kapolda juga menjelaskan terkait perayaan Idul adha yang sudah diatur oleh menteri agama. 


"Untuk nanti perayaan Idul adha, sudah ada aturan dari Menteri Agama yang mengatur bahwa ada daerah merah dan orange. Bagaimana nanti kita melaksanakan kegiatan Idul adha di tempat terbuka," paparnya. 


Untuk yang merah dan orange kegiatan di masjid ditiadakan. Sedangkan untuk tempat terbuka diatur sesuai dengan zonasinya. Kemudian pembagian kurban dilaksanakan diantar tidak datang. 


"Tolong masyarakat juga sama-sama mendukung dan mematuhi untuk kebaikan kita bersama. Sekali lagi saya yakin Arek Jawa Timur ini kabeh patuh isok dikandani isok manut lek gawe kebersamaan," pungkasnya orang nomor satu di kepolisian Jawa Timur ini yang asli kelahiran Surabaya.

Dugaan buku LKS .MASI DALAM PROSES LAPORAN POLRES MOJOKERTO



Mojokerto.merdekanews.net penerbitan dan perdagangan Buku PENJASORKES Kelas 6 SD terbitan CV Dewi Pustaka yang beredar luas di masyarakat Mojokerto semakin hari semakin memanas. Seperti diketahui bersama bahwa CV. Dewi Pustaka adalah perusahaan milik salah satu anggota DPRD Kabupaten Mojokerto berinisial AY yang duduk di Komisi IV yang salah satu tugas dan wewenangnya membawahi bidang pendidikan.


Seperti diberitakan sebelumnya bahwa AY anggota DPRD Kabupaten Mojokerto telah dilaporkan salah satu wali murid SDN Pohkecik Dlanggu bernama Hadi Purwanto, ST. kepada Polres Kab. Mojokerto pada Senin (22/2) terkait dugaan tindak pidana penerbitan dan perdagangan Buku PENJASORKES Kelas 6 SD. Selanjutnya pada Rabu (23/6), AY anggota DPRD Kabupaten Mojokerto juga dilaporkan Hadi Purwanto, ST. kepada Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto terkait dugaan “Dugaan Pelanggaran Kode Etik” sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401 UU No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD dan Pasal 189 UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.


“Dalam perkara ini saya hanya membela diri. Saya tidak terima anak saya dijadikan objek perdagangan buku-buku pelajaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Disamping itu saya ingin memberi pelajaran kepada AY selaku wakil rakyat seharusnya tidak sewenang-wenang dengan melakukan penindasan kepada rakyat Mojokerto. Orang ini terkenal congkak dan sombong. Sudah waktunya saya harus memberi pelajaran kepada wakil rakyat yang katanya terhormat ini, “ tegas Hadi saat ditemui di kediamannya pada Sabtu (26/6).


Hadi juga menjabarkan bahwa yang memulai perkara ini adalah AY dengan melaporkan dirinya di Satreskrim Polres Mojokerto pada Desember 2020 dan Januari 2021. “AY melaporkan saya karena tidak terima saat saya mengirim surat klarifikasi yang pada intinya mempertanyakan legalitas buku-bukunya. Itu duduk persoalannya. Saya heran wakil rakyat saat dikritik kok malah melaporkan saya ke Kepolisian. Ya akhirnya saya membela diri melaporkan balik dia. Kayak dia saja yang bisa melaporkan orang. Ada 10 buku yang sudah saya laporkan di Polres Mojokerto. Masih ada 45 buku yang sampai hari ini belum saya laporkan,” papar Hadi.


Diterangkan juga bahwa laporan Buku PENJASORKES ini sudah memasuki usia 124 hari saat berita ini ditulis akan tetapi Polres Mojokerto belum juga menemukan titik terang terhadap perkara ini. “Alat bukti sebenarnya sudah cukup sebagai dasar pihak kepolisian untuk melakukan penangkapan terhadap para pelaku penerbitan dan perdagangan Buku PENJASORKES Kelas 6 SD ini. Minimal ada penyegelan kantor penerbit harusnya sudah dilakukan oleh polisi demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian, “harap Hadi.


Hadi menjabarkan, alat bukti utama antara lain adalah legalitas CV Dewi Pustaka sebagai penerbit buku sangat diragukan. Karena dalam akta pendirian CV Dewi Pustaka disebutkan maksud dan tujuan pendirian CV Dewi Pustaka tidak ada satupun kalimat yang menerangkan tentang kegiatan usaha menerbitkan buku. Disamping itu dalam SIUP CV Dewi Pustaka tidak menerangkan tentang kegiatan usaha (KBLI) untuk menerbitkan buku tetapi hanya menerangkan kegiatan usaha perdagangan eceran khusus alat tulis dan hasil percetakan dan penerbitan di toko (4761). Sementara dalam TDP CV Dewi Pustaka menerangkan bahwa kegiatan usaha pokok adalah perdagangan alat tulis kantor (ATK). Tetapi dalam faktanya, CV Dewi Pustaka dalam Buku PENJASORKES Kelas 6 SD bertindak atau mengaku sebagai penerbit buku. “CV Dewi Pustaka saat menerbitkan Buku PENJASORKES Kelas 6 SD pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2020/2021 diduga tidak memiliki izin usaha penerbitan. Tetapi berdasarkan fakta yang ada, CV Dewi Pustaka dalam menjalankan usahanya bertindak sebagai penerbit,” jelas Hadi.(jekyridwan)

25/06/2021

Tingkatkan Iman Dan Taqwa, Polres Lumajang Bekali Anggotanya Dengan Kajian Kitab Kuning

 


LUMAJANG - Dalam rangka pembinaan rohani dan mental anggota Polri dan ASN, Polres Lumajang melaksanakan kegiatan Kajian Kitab Kuning, Kamis (24/6/2021) di mushola At Taqwa Polres Lumajang.


Kajian Kitab Kuning ini diikuti oleh anggota Polri dan ASN secara rutin dilaksanakan setiap hari Kamis.


Kabagsumda PolresLumajang Kompol Khusnul Khotimah melalui Paursubbaghumas Ipda Andrias Shinta mengatakan bahwa kegiatan binrohtal kajian kitab kuning ini dilaksanakan seluruh jajaran Jawa Timur termasuk Polres Lumajang dan Polsek Jajaran


"Kajian kitab kuning ini dilaksanakan seluruh jajaran Jawa Timur termasuk Polres Lumajang dan Polsek Jajaran. Karena situasi pandemi pelaksanaan tetap mematuhi prokes Covid-19," kata Ipda Andrias Shinta, Jumat (24/6/2021).


Ia menambahkan bertindak sebagai ustad pada Kajian kali ini Ustad Irfan Baidowi yang menyampaikan terkait amalan yang akan dibawa sampai alam barzah.


"Ustad Baidowi menyampaikan pesan agar kita memperbanyak amalan-amalan sholeh seperti sedekah dan ilmu yang bermanfaat karena itu akan kita bawa hingga alam barzah nanti." imbuhnya


Lebih lanjut, Ipda Andrias Shinta menyampaikan bahwa dengan kegiatan binrohtal ini dapat meningkatkan iman dan taqwa personel Polres Lumajang sehingga akan membawa dampak lebih baik dalam pelaksanaan tugas di Polres Lumajang.


"Harapannya iman dan taqwa anggota meningkat sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas di Polres Lumajang." pungkasnya ( Humas Polres Lumajang)

Panglima TNI, Kapolri dan Menkes, Tinjau Vaksinasi Massal Jelang HUT Bhayangkara

 



JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung vaksinasi massal masyarakat dalam rangka menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara pada 1 Juli. 


Kegiatan tersebut diselenggarakan di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Kamis (24/6/2021). Mereka meninjau secara langsung proses vaksinasi masyarakat mulai dari tahap pendaftaran, penyuntikan hingga observasi pasca-vaksin. 


"Kegiatan ini kami lakukan dalam rangka menyambut momentum hari Bhayangkara," kata Sigit dalam jumpa pers di lokasi. 


Menurut Sigit, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk mengimplementasikan program vaksinasi satu juga dosis per hari sebagaimana arahan dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi). 


"Sesuai dengan arahan bapak Presiden dalam rangka melaksanakan program vaksinasi massal untuk mencapai 1 juta sehari maka kami dari jajaran Kepolisian bergabung dengan TNI dan tentunya rekan-rekan di Dinkes melaksanakan vaksinasi masal secara setentak," ujar mantan Kapolda Banten itu.


Eks Kabareskrim Polri ini mengungkapkan bahwa, pada hari ini terdapat 2.100 titik yang melakukan vaksinasi massal. Dengan begitu, Sigit berharap, pada akhir Juni 2021 nanti program sehari satu juta vaksin dapat terwujud. 


"Harapan kami sesuai dengan arahan Presiden di akhir Juni kami masuk di angka 1 juta. Tanggal 26 kami laksanakan dalam kegiatan serentak. Harapan kami di tanggal tersebut dapat tercapai oleh karena itu kami harus bisa melaksanakan program tersebut dan bisa kami pertahankan harapan kami di minggu ke depannnya lagi bisa kami tingkatkan," tutur Sigit.


Senada, Panglima TNI menyebut bahwa, untuk mewujudkan target Presiden Jokowi, TNI, Polri serta Dinas Kesehatan bakal menggelar program vaksinasi massal di titik-titik sentral masyarakat. 


"Kami laksanakan vaksinasi secara serentak yang dilaksanakan TNI-Polri, selain itu TNI sendiri di wilayah remote di wilayah terpencil seperti Kodim, Koramil, Lanud, Lanal, juga melaksanakan kegiatan secara serentak. Apabila wilayah di situ juga ada satuan TNI-Polri dan Dinkes maka dilaksanakan secara bersama-sama. Kami berharap 1 juta perhari bisa terealisasi apabila ka.i laksanakan serentak. Dan kami lihat, Insya Allah semuanya bisa terealisasi," kata Hadi di kesempatan yang sama. 


Sementara Menkes Budi menyampaikan apresiasinya kepada pihak TNI-Polri yang berusaha mewujudkan program vaksinasi untuk masyarakat dalam rangka mencegah Covid-19 atau virus corona. 


"Sekali lagi, untuk mengejar angka 1 juta suntik perhari tidak mungkin dilakukan sendiri, kami harus kompak bersama melakukan. Dan saya bangga melihat TNI-Polri mampu membantu kita bersama sama," ujar Budi.