25/10/2021

Forkopimda Jatim Gelar Apel Kontijensi Bencana Alam



Forkopimda Jawa Timur, gelar apel pasukan dan peralatan dalam rangka kontijensi kesiapan penanggulangan bencana alam tahun 2021 di Jawa Timur, pada Senin (25/10/2021) di lapangan Kodam V Brawijaya. 


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pimpin apel kontijensi penanggulangan bencana di Jawa Timur tahun 2021, didampingi Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Kaskoarmada II Laksma TNI Rahmad Jayadi menyiapkan pasukan dari TNI-Polri dan Stakeholder serta peralatan terkait untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa puncak hujan di Jawa Timur pada bulan November sampai dengan Februari 2022. 



Dalam kesempatan apel ini diikuti pasukan apel sebanyak 825 personel terdiri dari anggota TNI/Polri, BPBD dan Dinkes Prov Jatim serta peralatan yang digunakan untuk penanganan bencana alam antara lain kendaraan Ambulance, Truk evakuasi korban, kendaraan Covid hunter, kendaraan Videotron Bidhumas, Genset darurat, perahu karet, tenda darurat BPBD dan Dinsos Prov Jatim serta dapur umum lengkap.


Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan. Seluruh stakeholder harus sudah membangun sinergitas dalam menyiapkan segala sesuatu, yang terkait dengan kemungkinan jika ada puncak hujan di bulan November sampai dengan Januari, Februari 2022 yang seringkali dikenal dengan bencana alam hidrometeorologi. 


Menurut Khofifah, hidrometeorologi ini bisa karena cuaca ekstrem, bisa hujan dengan kapasitas air yang sangat tinggi, bisa kemudian berakibat pada longsor dan juga bisa karena perubahan iklim global. 


"Oleh karena itu semua lini, jadi Forkopimda di jajaran Pemprov, Forkopimda kabupaten /kota, seluruh relawan Basarnas, semua sudah harus bersinergi melakukan kesiapsiagaan, melakukan mitigasi, untuk bisa mengantisipasi segala sesuatu yang harus kita lakukan, antisipasi secara komperhensif," tandasnya usai melakulan pengecekan pasukan dan peralatan dalam rangka kontijensi kesiapan penanggulangan bencana alam di Jatim. 


"Jadi setiap bencana alam berpotensi terhadap bertambahnya kemiskinan, bahkan bisa sampai di atas 50%, nah 80% Jawa Timur ini berpotensi terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam, bencana alam akibat hidrometeorologi ini bisa berakibat pada rusaknya infrastruktur, kemudian rumah, karena bisa juga berseiring dengan angin puting beliung, ada hujan ada angin puting beliung, ada longsor dan seterusnya," tambah Gubernur Jatim di hadapan awak media. 


Selain itu, Khofifah juga mengingatkan kepada setiap daerah yang dulu sudah mendapatkan pelatihan siaga bencana sudah harus menyiapkan relawannya, karena secara scientific bisa di prediksi. 


"Oleh karena itu, daerah-daerah yang dulu sudah pernah mendapatkan pelatihan di kampung siaga bencana, atau Kampung tangguh, ini sama-sama harus sudah menyiapkan relawannya kita tidak berharap bahwa bencana alam itu terjadi, tapi kita harus tetap melakukan kesiapsiagaan karena memang secara scientific itu bisa diprediksi," pungkasnya Gubernur Jatim di dampingi Pangdam dan Kapolda Jatim.

Di Duga Melanggar Aturan Terkait Prokes, Acara Maulud Nabi Muhammad dan Hari Santri Desa Sumber Tanggul Mojosari


Merdeka News, Mojokerto. Doa bersama menggelar memperingati Maulud Nabi Muhammad 1433 H sekaligus memperingati Hari Santri Nasional tahun 2021.


Disamping itu turut diundang anggota DPRD kabupaten Mojokerto ,inisial E Sabtu ( 23/10/2021 ).


Kegiatan tersebut diikuti oleh Santri TPQ serta para wali murid.doa bersama kali ini diisi dengan istighosah dan siraman rohani oleh Ustadz Yasin dari Sawo Kutorejo. 


Peringatan Maulud Nabi dan hari santri ini diduga melanggar protokol kesehatan ( PROKES )karena Panitia dan Putra Putri TPQ serta undangan yang hadir tidak memakai masker.

Yunus & SulĂ­s selaku panitia seharusnya mematuhi aturan sesuai prokes apalagi diwilayah Kabupaten mojokerto masih level 3 beda dengan kota Mojokerto yang sudah level 1,apalagi Ini mengundang masa banyak.


Dari penelusuran awak media Merdeka news diduga kalau acara Ini belum ada izin dari pihak kades Sumber Tanggul dan dari pihak instansi terkait Polsek ataupun Polres Kabupaten.Tim Besambung

24/10/2021

Pimpin Apel Pasukan Sambut Wisman di Bali, Kapolri: Sebagai Gerbang Terakhir Tolong Disiplin

 


Bali - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan penerimaan Wisatawan Mancanegara (Wisman) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (23/10).


Sebelum memimpin Apel pasukan, Panglima TNI dan Kapolri mengecek langsung lokasi hotel yang akan dijadikan tempat karantina Wisman dan melihat alur atau proses penerimaan turis asing ketika hendak berlibur ke Pulau Dewata. 


"Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan pengamanan dan penegakan protokol kesehatan dalam rangka penerimaan wisatawan mancanegara di Bali, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana," kata Sigit dalam amanatnya.


Pembukaan pintu Internasional telah diatur dalam Keputusan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 15 Tahun 2021. Diantaranya proses karantina untuk Wisman dilakukan selama 5X24 jam atau 5 hari sejak kedatangan.


Terkait hal itu, Sigit menekankan, kepada seluruh personel TNI-Polri untuk memastikan seluruh persyaratan dan protokol kesehatan (prokes) terhadap kedatangan Wisman dijalankan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Menurut Sigit, dalam penerimaan turis asing, personel TNI dan Polri harus bekerjasama dan bersinergi agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 


Apabila prosedur penerimaan Wisman kecolongan atau tidak sesuai SOP, kata Sigit, hal tersebut dapat berpotensi menimbulkan lonjakan laju pertumbuhan virus corona dan adanya ancaman transmisi varian Covid-19 dari luar negeri. Sehingga, tak hanya warga Bali yang terdampak, melainkan seluruh masyarakat Indonesia akan dirugikan. 



"Integritas dan kerjasama antar Satgas yang ada di dalamnya betul-betul solid. Rekan-rekan adalah gerbang terakhir penanganan Covid-19 kalau kecolongan angka akan naik. Sebagai gerbang terakhir tolong disiplin, integritas, kerjasama baik dipertahankan agar kita bisa menjaga sesuai SOP yang ada dan benar," ujar Sigit menegaskan kepada seluruh pasukan Apel.


Mantan Kapolda Banten ini menekankan, dibukanya pintu Wisman ke Bali, merupakan wujud dari salah satu kerja keras dari Pemerintah bersama masyarakat, dalam melakukan penanganan dan pengendalian Covid-19. 


Dengan penurunan kasus harian hal itu akan dibarengi dengan diturunkannya level PPKM. Sehingga, aktivitas masyarakat secara perlahan akan dibuka atau kembali normal, dengan tetap menerapkan prokes yang kuat. 


Dibukanya penerimaan Wisman ini, menurut Sigit juga upaya dari Pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Khususnya Bali, wilayah tersebut sangat terdampak karena sektor pariwisatanya terhenti akibat Pandemi Covid-19. 


"Ini merupakan tindaklanjut dari upaya kerja keras dari seluruh tim yang tergabung dalam upaya menekan laju pertumbuhan Covid-19, sehingga saat ini laju Covid-19 di Indonesia bisa dikendalikan. Pemerintah melakukan evaluasi termasuk persiapan kita dalam memberikan kesempatan membuka lagi Bandara Internasional untuk menerima kedatangan turis," ucap eks Kabareskrim Polri ini.


Setelah mengecek alur penerimaan, Sigit mengungkapkan, TNI-Polri harus memastikan Wisman itu dilakukan pengecekan soal vaksinasi, kemudian surat test RT-PCR dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan turis itu negatif dari Covid-19, hingga menuju lokasi karantina yang disiapkan. 


"Secara umum persiapan cukup baik. Namun demikian ada perbaikan maupun koreksi serta evaluasi untuk memastikan semua yang dilaporkan dan kita kunjungi berjalan dengan baik. Khususnya beberapa tempat yang menjadi perhatian bersama di area yang digunakan untuk menunggu. Proses PCR satu jam tolong seluruh satgas yang tergabung tolong pak Gubernur di cek ulang. Kita memastikan tes PCR sesuai apa yang diharapkan," papar Sigit. 


Kemudian, Sigit juga menyatakan soal kesiapan di hotel lokasi karantina. Ia sangat menekankan agar lima hari proses karantina dilakukan sesuai aturan. Bahkan, Sigit juga memberikan solusi untuk menyiapkan kegiatan yang membuat Wisman tidak mengalami rasa bosan selama menjalani isolasi. 


"Kemudiam terkait dengan wilayah digunakan untuk karantina, pastikan bahwa masyarakat ataupun wisatawan yang berkunjung melaksanakan aturan yang ada terkait dengan ketentuan 5 hari. Dan ini menimbulkan kejenuhan dan harus dipikirkan bagaimana di area yang dipakai karantina ada beberapa kegiatan yang tentunya bisa diberikan untuk hilangkan kejenuhan," papar Sigit.


Sigit berharap, kesiapan penerimaan Wisman di Bali ini bisa berjalan dengan baik. Mengingat, Pulau Dewata juga akan menyelenggarakan beberapa event Internasional kedepannya. Sehingga, harus dibuktikan bahwa Indonesia mampu menjalankan agenda nasional atau internasional dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan. 


Menurut Sigit, Indonesia telah membuktikan ke mata dunia bahwa kedua hal itu mampu dilaksanakan. Hal tersebut tercermin dalam penyelenggaraan PON ke-XX di Papua, yang berjalan aman dan tidak adanya lonjakan kasus aktif virus corona. 


"Oleh karena itu pentingnya dievaluasi terkait perkembangan dari negara dimana turis tersebut akan datang. Sehingga kemudian kita akan menjadi lebih siap dan di dalam pengecekan akan lebih hati-hati. Ada risiko yang kita hadapi apabila kita kendor dan lalai," tutup Sigit.

Menkopolhukam Silaturahmi Dengan Budayawan dan Seniman Se-Jatim di Gedung Mahameru Polda Jatim



SURABAYA,- Menteri Koordinator Bidang Polhukam Republik Indonesia, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD. Sabtu (23/10/2021) malam, Silaturahmi bersama Seniman dan Budayawan yang ada di Jawa Timur, di Gedung Mahameru, Mapolda Jawa Timur.


Dalam silaturahmi yang dilaksanakan di mapolda jatim, antara Menkopolhukam bersama dengan para seniman dan budayawan di jatim. Juga didampingi oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, yang diwakili oleh Plt Sekretaris Daerah Heru Tjahjono, Pangdam V Brawijaya Mayor Jendral TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta.


Dalam sambutannya, Menkopolhukam Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, menyebutkan, bahwa saat ini masyarakat menjalani normal baru serta peradaban baru untuk ke depan. Seperti jika bertemu dengan orang, saat ini tidak boleh berpelukan maupun berjabat tangan.


Selain itu, masyarakat harus tetap ikuti Protokol Kesehatan (Prokes). Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan Vaksin. Karena fungsi vaksin untuk mencegah sebelum orang kena Covid-19.


Selain itu, dengan kegiatan malam ini. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Jatim, yang telah memfasilitasi untuk bertemu dan berdialog dengan para Budayawan dan Seniman se Jawa Timur.



"Silahkan untuk para budayawan dan seniman jika yang ingin ditanyakan maupun harapan untuk kedepan," ucapnya.


Menkopolhukam dalam silaturahmi yang digelar di polda jatim pada malam ini, memberikan kesempatan kepada para seniman dan budayawan untuk berdialog secara langsung. Terkait dengan keluhan serta harapan mereka selama Pandemi Covid-19.


Saat diberi kesempatan, Percil salah satu seniman muda ini mempertanyakan, kapan dirinya dan juga seniman yang lainnya bisa manggung kembali. Karena selama Pandemi Covid-19 ini, banyak seniman yang belum mempunyai aktifitas.


"Kapan pak Menko, kita para seniman boleh manggung kembali pak," tanya Percil.


Sementara itu, Menko Polhukam Prof Mahfud MD menyebutkan, bahwa Pemerintah Pusat sungguh - sungguh ingin membangun kesenian di Indonesia. 


"Semua harus tetap sabar dan tetap mentaati aturan dari Pemerintah, jangan sampai ketika dibuka maka akan ada klaster baru lagi. Semua harus tetap menahan diri dahulu," jelas Menko Polhukam.


"Adanya serangan Covid-19 ini, para seniman memang sangat terdampak," tambahnya.


Sedangkan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, menjelaskan, bahwa Asesmen Mendagri, saat ini untuk wilayah yang masih berada di Level 4 maupun 3 masih belum diberikan izin untuk menggelar kegiatan.


"Untuk kegiatan nikahan sudah diperbolehkan, untuk di level satu namun tetap taati aturan. Seperti memakai masker, jaga jarak dan juga mencuci tangan," jelas Kapolda Jatim.


Sehingga kami meminta kepada para seniman untuk membantu pemerintah mengajak masyarakat untuk melaksanakan Vaksinasi, karena di jatim sendiri targetnya 70 persen.b

Peringatan Hari Santri Nasional, Kapolres Lumajang : Santri Sebagai Tauladan di Masa Pandemi Covid-19

 


Lumajang,- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si. menghadiri perayaan Hari Santri Nasional di Pendopo Bupati Lumajang, pada Jumat, 22 Oktober 2021 malam. Peringatan Hari Santri itu, mengambil tema "Bertumbuh, Berdaya dan Berkarya.


Tak lupa, pelaksanaan HSN tahun 2021 tersebut tetap berpedoman pada penerapan disiplin protokol kesehatan sebagai upaya memutus, sekaligus mencegah timbulnya klaster baru pandemi.


Beberapa pejabat, tampak hadir di lokasi itu, diantaranya Bupati Lumajang, Komandan Kodim, tokoh agama dan masyarakat hingga stakeholder lainnya.


Istighozah dan doa bersama dalam peringatan HSN kali ini yang terpusat di Pendopo Bupati Lumajang, juga diikuti secara virtual 6 Ponpes berbeda yang berada di Lumajang diantaranya Ponpes Miftahul Midad Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono, Ponpes Syarifuddin Desa Wonorejo Kecamatan Kedungjajang, Ponpes Darun Najah Desa Petahunan Kecamatan Sumbersuko, Ponpes Yahtadi Desa Klakah Kecamatan Klakah, Ponpes Bustanul Ulum Desa Krai Kecamatan Yosowilangun, dan Ponpes Apita Nurus Salam Desa Jarit Kecamatan Candipuro.


Dalam sambutannya Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, M.ML menyampaikan rasa syukurnya bahwa peringatan HSN tahun 2021 ini dapat diselenggarakan meskipun dalam situasi pandemi Covid-19. Dalam momentum HSN ini Thoriq juga mengajak untuk berdoa bersama berharap Pandemi Covid-19 segera berakhir.


"Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita bisa bersama-sama memperingati Hari Santri Nasional, walaupun dalam situasi pandemi Covid-19, mari dalam Kegiatan Istighosah dan Doa Bersama ini sekaligus untuk meminta kepada Allah SWT agar Covid-19 dihilangkan dari bumi kita tercinta agar kehidupan kembali normal," ulas Thoriq


Thoriq menyampaikan situasi pandemi Covid-19 di Lumajang semakin terkendali, angka penderita covid-19 sudah menurun, Thoriq juga berpesan agar seluruh masyarakat di Lumajang tetap waspada dan tetap disiplin menerapkan prokes.


"Situasi Pandemi Covid-19 di Lumajang sudah terkendali, angka penderita covid-19 telah menurun, namun kita tidak boleh lengah, kita masih tetap wajib menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, semakin kita disiplin maka harapannya adalah Lumajang segera terbebas dari Covid-19," harap Thoriq.


Tak Lupa Thoriq juga mengucapkan Selamat hari Santri, dengan peringatan hari santri ini Thoriq mengajak para santri agar terus tumbuh, memiliki daya saing, dan berkarya. 


"Selamat Hari Santri, kepada para santri saya mengajak agar terus tumbuh, memiliki daya saing, dan berkarya, sehingga mampu berkontribusi positif dalam pembangunan," imbuhnya.


Kapolres sesaat ditemui disela-sela acara menjelaskan, HSN digelar sebagai bentuk penghargaan sekaligus apresiasi peran Santri dalam keikutsertaannya menjaga keutuhan dan kedaulatan Indonesia, kala itu.


“Waktu itu, KH. Hasyim Asy’ari yang sebagai tokoh agama berperan dan ikut andil, ikut menjaga Persatuan dan Kesatuan Indonesia. Beliau juga menggelorakan perjuangan demi tegaknya NKRI ketika masa penjajahan,” ujar AKBP Eka Yekti.


Atas dasar itulah, kata Kapolres, Presiden RI, Joko Widodo telah mengeluarkan Kepres nomor 22 tahun 2015, terkait penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Ia berujar, waktu mempertahankan kemerdekaan, para Santri berada di garda terdepan.


“Para Santri memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Kita berharap, dengan adanya peringatan Hari Santri ini, bisa dijadikan pedoman bagi Santri millenial lainnya untuk ikut serta menjaga keutuhan dan kedaulatan negara,” ujar AKBP Eka Yekti.


Kapolres menambahkan, peringatan HSN ini bisa dijadikan momentum para santri untuk melanjutkan perjuangan para pendahulunya, terutama di masa pandemi covid-19 ini.


"Ya, saya berharap dengan peringatan HSN ini, para santri memiliki semangat seperti pendahulunya, jika dulu Kyai Hasyim Asy’ari memimpin perjuangan melawan penjajahan, tentunya kini para santri bisa menauladani beliau, dengan peran sertanya dalam menghadapi masa pandemi covid-19, tentu saja dengan mengikuti vaksin dan memberi contoh disiplin menerapkan prokes, saya berharap Santri bisa menjadi tauladan bagi masyarakat untuk mendisiplinkan diri di masa pandemi covid-19" ulas AKBP Eka Yekti.


"Selamat Hari Santri, semoga para santri bisa tumbuh dan berdaya saing serta berkarya dalam pembangunan yang berkemajuan," pungkasnya. (Humas Polres Lumajang)

23/10/2021

MULAI BESOK TES PCR SYARAT PENERBANGAN DI BANDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA

 


SIDOARJO merdekanews.id Covid-19 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 88 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19 bahwa nantinya calon penumpang wajib menggunakan hasil negatif tes RT-PCR sebagai salah satu syarat perjalanan menggunakan transportasi udara.

Sisyani Jaffar General Manager Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya mengatakan, Aturan baru tersebut disosialisasikan pada hari Kamis, 21/10, dan diterapkan mulai besok, Minggu, 24/10.

“Calon penumpang yang akan berangkat ataupun menuju Bandara Juanda wajib menyertakan hasil negatif tes RT-PCR 2×24 jam yang berlaku sejak surat hasil diterbitkan dan sertifikat vaksin minimal dosis pertama,” ucapnya, Sabtu, (23/10/2021).

Menurut Sisyani, selama periode sosialisasi kepada calon penumpang, dokumen kesehatan sebagai syarat terbang masih menggunakan aturan sebelumnya.

Selama 3 hari terhitung tanggal 21 hingga 23 Oktober calon penumpang dapat menggunakan aturan sebelumnya seperti menuju antar kota dalam Pulau Jawa dan Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau dan Pangkal Pinang dapat menggunakan hasil negatif swab tes antigen apabila telah vaksin dosis kedua.

“Jadi hari ini, Sabtu (23/10) adalah batas akhir syarat antigen ke kota tujuan tersebut. Mulai besok atau Minggu (24/10) efektif menggunakan syarat hasil negatif RT-PCR dari dan ke Bandara Juanda,” terangnya kepada wartawan.

Masih dikatakan Sisyani, sesuai SE terbaru Kemenhub, penumpang di bawah usia 12 tahun sudah dapat melakukan perjalanan udara.

“Dengan syarat melampirkan hasil negatif tes PCR 2×24 jam dan wajib didampingi oleh orang tua ataupun keluarga yang dibuktikan dengan membawa kartu keluarga,” tambahnya.

Manajemen Bandara Juanda juga telah berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk membuka Helpdesk (Pusat Bantuan). Tujuannya, bagi calon penumpang yang ingin melakukan refund dan reschedule dapat memanfaatkan layanan helpdesk yang disediakan pada area customer service maskapai pada lobby Terminal 1 (T1).

“Ini sebagai langkah antisipasi jika ada calon penumpang yang memutuskan membatalkan atau menunda keberangkatan,” tutup Sisyani.(SRI.H)

Tak Terima Anggotanya Dianiaya, Kasatpol PP Kota Mojokerto Minta Oknum TNI Diusut Tuntas



 MOJOKERTO - merdekanews.id Tak Terima anggotanya yang tengah bertugas diduga dianiaya oleh oknum TNI AL berpangkat Letkol, Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono minta permasalahan ini diusut tuntas

Kasatpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, pihaknya mendapat laporan terkait anggotanya mengalami penganiayaan dari foto kaos berceceran darah.

"Kami langsung menghubungi dan melaporkan kejadian penganiayaan ini pada Satreskrim Polresta Mojokerto," ungkapnya, Sabtu (23/10/2021).

Laporan itu ditindaklanjuti anggota Satreskrim Polres Mojokerto Kota dengan mendatangi korban di lokasi terjadinya penganiayaan tersebut.

Berdasarkan barang bukti dan keterangan saksi bahwa pelaku penganiayaan diduga  dilakukan oleh oknum TNI.

"Setelah didatangi ke TKP melihat beberapa foto ternyata memang penganiayaan itu dilakukan oleh oknum TNI sehingga Kepolisian menyerahkan pada Garnisun," ucap Dodik.

Setelah kejadian itu, korban dan pelaku penganiayaan oknum TNI dibawa ke Garnisun. Esoknya, korban merasakan kesehatannya menurun sehingga dilarikan ke RSUD Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto.

"Ada luka yang perlu dijahit sehingga tadi dibawa ke rumah sakit," terangnya.

Korban dan pelaku sempat berdamai akan menyelesaikan dengan cara kekeluargaam dan membubuhkan tanda tangan di kertas tanpa materai di kantor Garnisun.

Meski begitu, pihaknya menegaskan penganiayaan hingga melukai anak buahnya ini agar diusut tuntas sesuai hukum. Pasalnya, kejadian penganiayaan terjadi di pos penjagaan Satpol PP yang berada di Kantor Pemkot Mojokerto.

"Kami menyampaikan via surat tertulis, kami mohon untuk tetap diproses sesuai peraturan perundangan yang berlaku baik militer maupun sipil, karena sudah terjadi penganiayaan yang itu dilakukan di pos Satpol PP di Pemkot," tegasnya.

Pihaknya mengumpulkan barang bukti lain berupa rekaman kamera CCTV yang berada di pos penjagaan Satpol PP Pemkot Mojokerto.

"Info yang kami terima dua orang yang mendatangi Angga (Korban)," ucap Dodik.

Kronologi, korban berniat membantu pengendara motor ibu dan anaknya yang terlibat kecelakaan di depan Pemkot Mojokerto.

"Justru korban dituduh penabrak padahal dia berniat menolong," tandasnya.(jekyridwan)