23/10/2026

Operasi Sikat Semeru 2026, Polres Lumajang Ungkap 8 Kasus dan Amankan 7 Tersangka



Lumajang, Merdekanews.id Polres Lumajang, Jawa Timur, berhasil mengungkap delapan kasus tindak pidana dan mengamankan tujuh tersangka dalam pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026 yang berlangsung selama 12 hari, mulai 10 hingga 21 Oktober 2026.

Pengungkapan tersebut didominasi kasus pencurian dengan pemberatan, termasuk pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian hewan (curhewan). Sejumlah barang hasil kejahatan juga berhasil diamankan polisi.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pengungkapan delapan perkara tersebut merupakan hasil kerja jajaran Satreskrim Polres Lumajang bersama polsek jajaran dalam menekan angka kriminalitas di wilayah hukumnya.

“Dalam kurun waktu 12 hari pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026, Alhamdulillah, Polres Lumajang berhasil mengungkap delapan perkara dengan tujuh tersangka di tempat kejadian perkara yang berbeda,” kata Riki saat menyampaikan hasil pengungkapan kasus.

Ia menjelaskan, tujuh tersangka yang diamankan masing-masing berinisial YS, MNY, EPR, A, AF, MA, dan DAP.

Pengungkapan kasus tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang, di antaranya Kecamatan Randuagung, Candipuro, Tempeh, Gucialit, dan Kedungjajang.

Menurut Riki, para pelaku curanmor umumnya menjalankan aksinya pada malam hari dengan memanfaatkan situasi ketika korban lengah atau sedang beristirahat.

“Para pelaku memanfaatkan situasi saat masyarakat sedang beristirahat. Karena itu, kami terus meningkatkan patroli dan melakukan penyelidikan untuk mengantisipasi serta mengungkap tindak pidana pencurian,” ujarnya.

Pelaku Curanmor Diduga Mengincar Kendaraan untuk Dijual

Kapolres mengungkapkan, dalam sejumlah kasus yang ditangani, polisi telah melakukan pemantauan terhadap aktivitas para pelaku sebelum akhirnya berhasil mengungkap tindak pidana tersebut.

Menurut dia, beberapa pelaku sebelumnya telah masuk dalam daftar target operasi (TO) kepolisian. Penyelidikan dan patroli yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian dari upaya mengungkap keberadaan mereka.

Dari hasil pemeriksaan awal, pencurian dilakukan untuk memperoleh keuntungan pribadi. Kendaraan maupun barang hasil curian diduga akan dijual kembali, termasuk ke wilayah lain di luar Kabupaten Lumajang.

“Motif para pelaku melakukan pencurian ini untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Hasil barang curian rata-rata sudah kami amankan, meskipun ada juga barang hasil kejahatan sebelumnya yang telah dijual ke daerah lain,” jelasnya.

Selain kasus curanmor, polisi juga mengungkap perkara pencurian hewan. Salah satu hewan yang berkaitan dengan perkara tersebut merupakan sapi jenis Limousin.

Tersangka Dijerat Pasal 477 KUHP

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP sebagaimana disampaikan Kapolres. Mereka juga telah menjalani proses penahanan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Riki menyebutkan, para tersangka terancam hukuman pidana penjara hingga sekitar tujuh tahun, bergantung pada penerapan ketentuan hukum terhadap perkara yang disangkakan.

Ia menegaskan, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara Polres Lumajang, polsek jajaran, serta dukungan masyarakat dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban.

Polres Lumajang, lanjutnya, akan terus meningkatkan kegiatan patroli, penyelidikan, dan penindakan terhadap pelaku kejahatan, khususnya tindak pidana yang meresahkan masyarakat.

“Kami bersama seluruh elemen masyarakat dan jajaran polsek terus berupaya menekan angka kriminalitas di Kabupaten Lumajang, sehingga masyarakat merasa aman dan tidak dihantui ketakutan menjadi korban kejahatan,” pungkasnya.

Timsus Polres Lumajang Sisir Jembatan Grobogan Antisipasi 4C



Lumajang , Merdekanews.id Anggota Tim Khusus atau Timsus Polres Lumajang kembali menggelar patroli dini hari untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Patroli berlangsung hingga menjelang matahari terbit .

Kali ini, patroli menyasar kawasan Jembatan Grobogan, Desa Grobogan, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang. Lokasi tersebut menjadi salah satu titik yang dipantau karena berada di jalur penghubung dan berpotensi dilalui masyarakat pada malam hingga dini hari.

Patroli dipimpin Danru Timsus Polres Lumajang IPDA Arief Supriantoro. 

Bersama sejumlah anggota, Arief menyusuri jalur tersebut menggunakan sepeda motor. Pola patroli bermotor dipilih agar petugas lebih leluasa menjangkau titik-titik yang dinilai rawan, termasuk akses jalan kecil dan area sekitar jembatan.

Arief mengatakan, patroli dini hari dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi tindak kriminalitas, terutama 4C, yakni curat, curas, curanmor, dan kejahatan jalanan lainnya.

"Patroli ini kami lakukan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, khususnya potensi 4C. Kami menyisir titik-titik yang dinilai rawan pada jam-jam kecil sampai menjelang pagi," kata Arief saat ditemui di lokasi patroli, Kamis.

Menurut Arief, kawasan jembatan dan jalur sepi menjadi perhatian petugas karena pada waktu tertentu aktivitas masyarakat mulai berkurang. Kondisi tersebut, kata dia, perlu diantisipasi agar tidak dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Selain menyisir jalur utama, anggota Timsus Polres Lumajang juga melakukan pemantauan di sekitar area jembatan. Petugas memastikan situasi tetap kondusif serta memeriksa kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan kerawanan.

"Prinsipnya kami hadir di lapangan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ketika ada petugas yang berpatroli, ruang gerak pelaku kejahatan bisa ditekan," ujar Arief.

Ia menambahkan, patroli dini hari tidak hanya dilakukan di satu titik. Timsus Polres Lumajang akan terus berpindah ke lokasi lain yang masuk dalam pemetaan kerawanan. Pola patroli juga menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan.

Dalam kegiatan itu, petugas juga mengimbau warga yang masih beraktivitas pada malam hingga dini hari agar tetap waspada. Warga diminta segera melapor apabila melihat orang mencurigakan atau mengetahui adanya potensi gangguan keamanan.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, patroli rutin merupakan bagian dari upaya Polres Lumajang menjaga keamanan wilayah, terutama pada jam rawan.

Riki menyebut, kehadiran polisi di lapangan harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, jajaran Polres Lumajang diminta tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif melakukan pencegahan.

"Patroli seperti ini adalah langkah preventif. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman, terutama pada jam-jam rawan terjadinya tindak kriminalitas," kata Riki.

Menurut Riki, pencegahan tindak kejahatan tidak bisa hanya dilakukan dengan penindakan setelah peristiwa terjadi. Kehadiran anggota di lokasi-lokasi rawan dinilai penting untuk mencegah niat dan kesempatan pelaku melakukan aksi kriminal.

Ia menegaskan, Polres Lumajang akan terus meningkatkan kegiatan patroli, baik oleh satuan fungsi maupun tim khusus. Sasaran patroli mencakup kawasan permukiman, jalur sepi, objek vital, hingga titik-titik yang kerap menjadi perhatian masyarakat.

"Anggota kami instruksikan untuk responsif terhadap situasi di lapangan. Bila ada potensi gangguan, segera lakukan langkah kepolisian secara terukur," ujar Riki.

Riki juga mengajak masyarakat ikut berperan menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Warga diminta tidak ragu menyampaikan informasi kepada polisi apabila menemukan aktivitas mencurigakan, terutama pada malam hari.

"Keamanan bukan hanya tugas polisi. Peran masyarakat sangat penting. Informasi sekecil apa pun akan kami tindak lanjuti untuk menjaga situasi Lumajang tetap kondusif," kata dia.

Berdasarkan pantauan di lapangan, patroli berlangsung dengan menyisir kawasan Jembatan Grobogan dan jalur sekitarnya. Sejumlah anggota tampak berhenti di beberapa titik untuk memantau situasi. Hingga patroli selesai, kondisi di lokasi terpantau aman dan tidak ditemukan kejadian menonjol.

Polres Lumajang memastikan kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala. Patroli dini hari dinilai efektif untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus menjaga rasa aman warga yang beraktivitas pada malam hingga pagi hari.

22/10/2026

Cegah Balap Liar dan Kriminalitas, Polsek Klakah Sisir Jalur Klakah-Randuagung

LUMAJANG, Merdekanews.id Polsek Klakah mengintensifkan patroli pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di jalur timur Jalan Provinsi Klakah-Randuagung, tepatnya di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Patroli tersebut dilakukan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, termasuk pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor (3C), serta mencegah aksi balap liar dan gangguan keamanan lainnya.

Kapolsek Klakah AKP Ilham Ade Putra mengatakan, patroli dilakukan sebagai upaya menjaga situasi keamanan tetap kondusif sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di sepanjang jalur tersebut.

Menurut dia, jalur yang menjadi sasaran patroli perlu mendapat perhatian untuk mencegah aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan pengguna jalan.

“Patroli ini merupakan upaya preventif untuk mengantisipasi kriminalitas dan balap liar, sekaligus memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menyisir jalur timur Klakah-Randuagung, termasuk kawasan Prayuana yang merupakan area pertanian hingga simpang empat Prayuana.

Berdasarkan hasil patroli, petugas tidak menemukan adanya aktivitas balap liar di kawasan tersebut. Situasi di sepanjang jalur yang dipantau juga menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan keamanan pengguna jalan.

AKP Ilham menegaskan, patroli akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Klakah.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan anak muda, agar tidak melakukan balap liar karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jika mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” katanya.

Melalui patroli rutin tersebut, Polsek Klakah berharap situasi keamanan di jalur Klakah-Randuagung tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menggunakan jalan dengan aman.

Timsus Polres Lumajang Sisir Jalan Sepi dan Rawan Kejahatan


LUMAJANG ,Merdekanews.id Anggota Tim Khusus (Timsus) Polres Lumajang mengintensifkan patroli dini hari hingga menjelang matahari terbit untuk mengantisipasi tindak kriminalitas di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Patroli yang dimulai sekitar pukul 02.00 WIB tersebut menyasar sejumlah ruas jalan sepi dan lokasi yang dinilai rawan tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Lumajang.

Dengan mengendarai sepeda motor, personel Timsus bergerak menyusuri jalur-jalur yang minim aktivitas masyarakat. 

Kegiatan ini difokuskan pada upaya pencegahan kejahatan jalanan serta mengantisipasi tindak pidana 4C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan pencurian hewan ternak (curhewan).

Patroli dipimpin Perwira Pengendali (Padal) Timsus Polres Lumajang, Ipda Eko Budi Laksono. Kehadiran personel kepolisian pada jam-jam rawan diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sepanjang jalur patroli. Mobilitas menggunakan sepeda motor memungkinkan petugas menjangkau ruas jalan yang sepi dan melakukan pemantauan secara langsung.

Ipda Eko Budi Laksono mengatakan, patroli dini hari merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas, terutama ketika aktivitas masyarakat mulai berkurang dan kondisi jalan relatif lengang.

“Patroli ini kami laksanakan untuk mengantisipasi tindak pidana 4C, yaitu curat, curas, curanmor, dan curhewan. Kami menyasar jalur-jalur sepi serta lokasi yang berpotensi menjadi sasaran maupun tempat terjadinya tindak kriminalitas,” ujar Eko.

Menurut dia, patroli secara rutin menjadi salah satu upaya kepolisian untuk menjaga situasi tetap kondusif. Pemantauan di lapangan juga dilakukan agar personel dapat mengetahui perkembangan situasi keamanan di wilayah yang dilalui.

Eko menambahkan, upaya menjaga keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan juga diperlukan untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan.

Masyarakat diimbau memastikan kendaraan diparkir di tempat aman, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta meningkatkan pengawasan terhadap hewan ternak dan barang berharga. 

Warga juga diminta segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Secara terpisah, Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi menegaskan bahwa upaya pemeliharaan kamtibmas perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan preventif dan kehadiran personel di tengah masyarakat.

Patroli pada waktu rawan menjadi salah satu langkah untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas sekaligus memastikan situasi keamanan di wilayah hukum Polres Lumajang tetap terpantau.

“Pencegahan merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, kehadiran anggota di lapangan perlu terus dioptimalkan, khususnya pada jam-jam rawan dan di lokasi yang berpotensi terjadi tindak kriminalitas,” ujar Riki.

Ia juga mengimbau masyarakat agar turut menjaga keamanan lingkungan dan tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Informasi dari warga dapat membantu petugas melakukan langkah antisipasi secara lebih cepat dan tepat.

Melalui patroli dini hari tersebut, Polres Lumajang berupaya meningkatkan kewaspadaan personel sekaligus memperkuat langkah pencegahan terhadap kejahatan konvensional.

Kegiatan patroli diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Lumajang.

Polsek Jatiroto Cek Tanaman Jagung Warga, Dukung Program Ketahanan Pangan di Lumajang


Lumajang ,Merdekanews.id Polsek Jatiroto, Polres Lumajang, terus mendukung program ketahanan pangan dengan melakukan pengecekan tanaman jagung milik warga di Dusun Petung, Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Polsek Jatiroto melakukan pengecekan lahan pertanian milik Fredy (47), warga setempat, untuk memantau perkembangan kegiatan penanaman jagung sekaligus memastikan ketersediaan pupuk bagi petani selama masa tanam.

Pengecekan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk mendukung keberhasilan program ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung yang menjadi salah satu hasil pertanian penting bagi masyarakat.

Selain memantau kondisi tanaman, anggota Polsek Jatiroto juga berkoordinasi dengan petani terkait ketersediaan pupuk yang dibutuhkan selama masa tanam. Berdasarkan hasil pengecekan, kebutuhan pupuk untuk tanaman jagung di lahan tersebut tersedia melalui swadaya.

Kapolsek Jatiroto, AKP Imam Soepardi, mengatakan bahwa keterlibatan kepolisian dalam mendukung sektor pertanian merupakan bentuk kepedulian terhadap upaya menjaga ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Jatiroto.

“Melalui kegiatan pengecekan langsung di lapangan, kami ingin mengetahui perkembangan penanaman jagung serta memastikan ketersediaan sarana pendukung, khususnya pupuk, agar kegiatan pertanian masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi dengan petani sangat penting untuk mengetahui kendala yang dihadapi di lapangan sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi anggota Polsek Jatiroto untuk menjalin komunikasi secara langsung dengan warga, sehingga terbangun hubungan yang baik dalam mendukung berbagai program pembangunan di sektor pertanian.

AKP Imam Soepardi menambahkan, pihaknya berharap para petani dapat terus mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian dan menjaga keberlangsungan produksi jagung. Dengan demikian, upaya mewujudkan ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Harapannya, melalui kerja sama yang baik antara petani, masyarakat, dan seluruh pihak terkait, program ketahanan pangan dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Polsek Jatiroto berkomitmen untuk terus mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan pemantauan dan komunikasi dengan masyarakat, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah hukum Polsek Jatiroto, Polres Lumajang.

Cegah Narkoba dan Jeratan Media Sosial, Kapolres Lumajang Beri Edukasi ke Pelajar SMKN 1 Lumajang.


LUMAJANG ,Merdekanews.id Kepolisian Resor (Polres) Lumajang terus berkomitmen dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika serta dampak negatif era digital. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang, AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., di hadapan ratusan siswa-siswi SMKN 1 Lumajang.
Kegiatan edukasi yang berlangsung interaktif ini mengusung tema "Cerdas Tanpa Narkoba, Bijak Bermedia Sosial dan AI". Bertempat di aula sekolah, Kapolres Lumajang memberikan arahan secara langsung guna membentengi para pelajar dari berbagai potensi ancaman tindak pidana di lingkungan sekolah maupun ruang digital. 
Kapolres lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., menekankan pentingnya kesadaran generasi muda untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Menurutnya, masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas mental dan kesehatan para generasi penerusnya.
"Generasi muda, khususnya para pelajar, adalah aset paling berharga bagi masa depan bangsa. Jangan pernah sekali-kali menyentuh atau mencoba narkoba, karena sekali terjebak, masa depan yang sudah Anda cita-citakan akan hancur seketika. Jadilah generasi yang cerdas dan berani menolak narkoba," tegas AKBP Riki Yariandi. 

Selain bahaya narkoba, materi sosialisasi juga berfokus pada pentingnya etika serta kecermatan dalam memanfaatkan media sosial dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, para siswa diimbau untuk selalu menyaring informasi sebelum membagikannya, guna menghindari bahaya hoax, cyberbullying, maupun tindak kejahatan siber. 

"Perkembangan teknologi seperti media sosial dan artificial intelligence (AI) bagaikan pisau bermata dua. Jika dimanfaatkan dengan bijak, teknologi bisa melatih kreativitas dan menambah pengetahuan. Namun, jika digunakan secara salah, bisa menjerat adik-adik ke dalam masalah hukum. Saring sebelum sharing dan jadilah pengguna media sosial yang beretika," lanjutnya. 

Di akhir sesi penyampaian materi, AKBP Riki Yariandi juga mengajak pihak sekolah dan orang tua untuk terus berkolaborasi bersama Kepolisian dalam mengawasi serta membimbing tumbuh kembang para remaja. 

"Polres Lumajang tidak bisa bekerja sendirian. Sinergi antara Kepolisian, tenaga pendidik di sekolah, dan para orang tua di rumah sangat krusial untuk membentengi anak-anak kita dari pengaruh lingkungan yang negatif. Mari kita ciptakan lingkungan sekolah dan masyarakat yang aman, kondusif, serta bebas dari narkoba," pungkas AKBP Riki Yariandi.

21/10/2026

Kawal Ketahanan Pangan Nasional, Personel Polsek Kunir Turun Langsung Cek Lahan Jagung Petani.


LUMAJANG – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kunir Polres Lumajang terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam menyukseskan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di sektor Ketahanan Pangan Nasional. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui aksi proaktif personel kepolisian yang turun langsung mengecek perkembangan lahan pertanian masyarakat di wilayah hukum Polsek Kunir.

Dalam aksi lapangan tersebut, Polmas Polsek Kunir Aiptu Setyo Handu menyambangi areal perkebunan jagung milik Pak Misnan, warga setempat. Sambil berjongkok mendampingi petani yang sedang merawat ladangnya, Aiptu Setyo mengecek secara detail kondisi fisik batang, daun, hingga kesuburan tanaman jagung.

Pemantauan berkala ini bertujuan untuk mendeteksi serta memitigasi secara dini potensi kendala pertanian pada musim tanam kali ini.

Kapolres Lumajang melalui Kapolsek Kunir, Iptu Muljoko, S.H., menegaskan bahwa pengawasan dan pendampingan langsung di lapangan merupakan bentuk pengawalan Polri terhadap program strategis pemerintah. 

"Program ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung upaya pemerintah menjaga dan memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat desa," ujar Iptu Muljoko.
Ia juga menjelaskan pentingnya peran aktif petugas Polmas dan Bhabinkamtibmas di lapangan untuk memastikan proses pertumbuhan komoditas pangan warga berjalan tanpa hambatan.

"Kehadiran anggota di areal lahan jagung ini bertujuan untuk memantau secara langsung perkembangan tanaman di lapangan. Kita ingin memastikan proses perawatan berjalan optimal sehingga produksi jagung warga dapat melimpah dan terhindar dari potensi kegagalan panen," jelas Iptu Muljoko.

Pihaknya menambahkan, pendampingan yang konsisten dari kepolisian diharapkan dapat memberikan rasa aman dan dorongan semangat bagi para petani lokal dalam mengelola lahan produktif mereka.

"Melalui pendampingan rutin di lahan pertanian seperti ini, kita berharap para petani semakin bersemangat dan merasa terayomi. Dengan sinergi yang kuat antara Polisi dan warga petani, kita optimistis kedaulatan serta ketahanan pangan nasional dapat terwujud secara berkelanjutan," pungkasnya.