Ibnu Khaldun Bapak Ekonomi Dunia Sesungguhnya

Selama ini kita mengenal Adam Smith, sebagai bapak ekonomi dunia sekaligus orang pertama yang banyak membahas tentang teori-teori ekonomi. Dengan karya monumentalnya yang berjudul An Inquiry Into The Nature And Causes Of The Wealth Of Nations, yang membahas tentang sumber kekayaan suatu negara.
Padahal, jauh sebelum itu, pemikiran ekonomi sudah terlebih dahulu dikenalkan oleh ilmuan muslim asal Tunisia yang hidup pada tahun 732-808 H. Ia adalah Abdurrahman Abu Zaid Waliuddin ibn Khaldun. Ibnu Khaldun merupakan anggota dari kelompok elit teknokrasi aristokratik internasional, yang berasal dari keturunan keluarga yang berpengetahuan luas dan berpangkat serta menduduki berbagai jabatan tinggi kenegaraan.
Pada tahun 1352 M, ketika masih berusia dua puluh tahun, ia sudah menjadi master of the sale, seiring dengan  perjalanan hidupnya yang beragam, baik di dalam penjara atau istana, menjadi pelarian atau menteri ia selalu tetap berhubungan dengan para ilmuan lainnya baik dari kalangan Muslim, Kristen dan Yahudi. Ini membuktikan bahwa Ibnu Khaldun tidak pernah berhenti belajar.
Kitab Al-Ibar, merupakan karya terbesar Ibnu Khaldun yang ditulis pada tahun 1778 M. Karya ini terdiri dari tiga buah buku yang terbagi ke dalam 7 volume, yakni Muqaddimah (1 volume), Al-Ibar (4 volume) dan Al-Ta’rif bi ibn Khaldun (2 volume). Dalam kitab muqaddimah Ibnu Khaldun mengulas tentang sejarah dunia, dengan teori produksi, teori distribusi, teori nilai, dan teori siklus-siklus yang kesemuanya bergabung menjadi teori ekonomi umum yang serasi yang menjadi kerangka sejarahnya.
Salah satu teori nya yang terkenal mengenai konsep superneutrality of money, ia menyatakan bahwa kekayaan suatu negara tidak ditentukan oleh banyaknya uang yang dimilikinya. Namun ia ditentukan oleh seberapa besar kemampuan negara itu memproduksi barang dan jasa, serta efisiensi negara tersebut dalam memproduksi.
Tidak hanya itu, Ibnu Khaldun juga menyinggung tentang teori harga. Dimana harga adalah hasil dari hukum permintaan dan penawaran. Pengecualian satu-satunya dari hukum ini adalah harga emas dan perak, yang mana merupakan standar moneter. Sedangkan barang-barang lainnya terkena dampak fluktuasi harga yang tergantung pada mekanisme pasar.
Ibnu Khaldun menguraikan suatu teori nilai yang berdasarkan tenaga kerja, teori tentang uang yang kuantitatif, dan sebuah teori tentang harga yang ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Dari teori harga inilah, yang menghantarkan Ibnu Khaldun untuk menganalisis fenomena distribusi.
Dan masih banyak lagi pemikirannya dalam bidang ekonomi yang tidak bisa dipungkiri, mampu menginspirasi para ilmuan barat untuk memecahkan permasalahan ekonomi pada saat itu. Bahkan ia menemukan manfaat-manfaat dan perlunya pembagian kerja jauh sebelum Adam Smith, menjelaskan teori populasi sebelum Malthus, prinsip nilai tenaga kerja sebelum Richardo, dan menegaskan peranan negara dalam perekonomian sebelum Keynes.
Terlalu banyak yang bisa disebut, ekonom-ekonom yang menemukan kembali mekanisme yang telah ditemukannya. Ia adalah pendahulu bagi banyak ekonom, ia menguraikan berbagai konsep ekonomi yang canggih di dunia. Namun demikian, walaupun pemikirannya sudah dikenal di Eropa sejak abad ke tujuh belas dan karya-karyanya sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Nyatanya, kita masih belum akrab dengan pemikirannya dan belum mengetahui siapa sosok bapak ekonomi dunia sesunggunya.

Penulis : Siti Rohmah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel