Kebijakan Tiga Pemimpin Pemimpin Besar dalam Daulah Umayyah

Dalam setiap pergerakan, pemikiran, atau apapun aktivitas lainnya pastilah ada pemimpinnya. Pemimpin tak melulu bisa kita langsung tabrakan dengan kekuasaan biarpun mereka saling beriringan. Tapi itu sebatas alat untuk kepemimpinan itu sendiri. Hal yang paling mudah untuk dianalogikan dan dekat dengan kita misalnya, tenggorokan kita terasa kering tapi percaya masih bisa bertahan barang sebentar. Karena pada waktu itu waktu masih lama untuk pagi sedangkan kita sudah terlelap. Malas bukan? Mungkin hati kita akan bilang “ambil minum tidur lagi” namun kita acap kali menghiraukan itu. Sampai akhirnya ada kekuasaan tegas yang memerintah untuk bangkit dan tunaikan hajat tersebut.
Berbicara tentang kepemimpin dalam Islam, Rasulullah saw. merupakan role mode nomer satu sepanjang sejarah. Sebelum Rasulullah saw. diperintah membangun sebuah imperium negara. Beliau saw. telah merasakan bagaimana terlebih dahulu membina penyusun aset penting bernegara. Tidak mudah jika berpuluh-puluh tahun baik psikis, fisik terluka. Belum terhitung kontibusi Bunda Khodijah yang luarbiasa menemani dari masa kenabian hingga kerasulan. Bahkan pernah diriwayatkan ketika pada waktu itu Fatima terus menangis dalam dekapan Bunda Khadijah, ditengoklah. Mengapa demikian wahai Khadijah? Ternyata asi yang keluar sudah sampai darah, sudah tidak ada lagi persediaan makanan yang bisa dimakan pada waktu.
Maka tak heran kepemimpinannya kelak yang dibangung tetap bersemayam dalam tiap binaan yang beliau pegang hingga Rasulullah wafat sekalipun. Ketika Rasulullah berhasil membangun masyarakat dan hijrah ke kota Yastrib kini berubah menjadi Madina beliau membangun kepemimpinan. Menjadi Kepala Negara, Rasul, Ayah, Suami. Kepemimpinannya adil bahkan dirasakan bagi mereka yang bukan Muslim sekalipun. Bagi agama Islam. Selagi mereka tidak menyerang mereka dan masuk dalam wilayah kekuasaan Muslim dia pantas mendapat perlindungan dan segala macam bentuk hak-haknya, termasuk beribadah menurut kepercayaan mereka. Sehingga sampai lah pada masa Rasulullah wafat. Maka diganti kan dgn Abu Bakar Ashiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Yang mana kepemimpinan selepas masa Rasulullah ini kita sering kenal Khulafaur Rasyidin.
Setelah masa ini berakhir masuk kemasa Umayyah. Nama Bani Umayyah ini diambil darisalahsatu keturunan bani Umayyah. Umayyah salasatu pemimpin suku Quraisy jahiliyah. Daulah Umayyah memerintah kurang lebih 91 th (661-750M)
Dari banyak kepemimpinan didaulah Umayyah ada 3 pemimpin yang menurut penulis perlu kita tau. Yakni :
  1. Mu’awiyah Bin Abu Sufyan (661-681M)
Kebijakannya diantara lain:
  • mencetak mata uang, mengembangkan jabatan qadi (hakim) sebagai jabatan profesional.
  • Pemberian gaji tetap kepada tentara. Pengembangan birokrasi seperti fungsi pengumpulsn pajak dan aspirasi politik
  • Pajak 2,5% dari pendapatan tahunan kaum muslimin
  1. Abdul Malik Bin Marwan (685-705M)
Kebijakannya diantara lain :
  • Mencetak mata uang Islam dengan mencantumkan kalimat “bismillahirrahmanirrohim”
  • Membebaskan beban pajak kepada Muslim
  1. Umar Bin Abdul Aziz (717-720M)
Kebijakannya diantara lain :
  • Menghapus pajak pada kaum Muslimin. Mengurangi beban pajak yang berasal dari kaum Nasrani, membuat takaran dan timbangan yang adil, membasmi cukai, pajak, dan lainlain
  • Mengeluarkan kebijakan pembukaan jalur perdagangan bebas di darat, laut, dan udara.
  • Mewajibkan pembayaran Kharaj kepada kaum Muslim dan Jizyah kepada orang non-Muslim.
Oleh : Putri M / SEBI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel