SOSOK PENTING DIBALIK KESUKSESAN KHALIFAH UMAR IBN ABDUL AZIZ

Oleh : Elmira Putri

Islam adalah agama yang sempurna, di antara kesempurnaan Islam, Allah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, baik yang berhubungan dengan Allah Swt maupun hubungan dengan manusia termasuk di antaranya masalah kepemimpinan di pemerintahan. Kepemimpinan di dalam islham bukanlah kekuasaan, bukan pula jabatan dan kewenangan yang mesti dibanggakan, lebih lagi barang dagangan yang dapat diperjual-belikan. Hakekat kepemimpinan dalam pandangan Islam adalah amanah yang harus dijalankan dengan baik dan dipertanggung jawabkan bukan saja di dunia tapi juga di hadapan Allah nanti di akhirat. Dan Allah SWT mengutuk orang-orang yang tidak menjalankan kepemimpinannya secara profesional dan proporsional. Begitu pula lah yang dilakukan oleh khalifah Umar ibn Abdul Aziz, saat diberikan amanah sebagai khalifah baginya adalah suatu musibah yang terjadi di dalam hidupnya. Umar diangkat menjadi khalifah pada tanggal 10 Shafar tahun 99 H, pada hari wafatnya khalifah Sulaiman bin Abdul Malik. Khalifah Sulaiman telah mewasiatkan ke khilafahan kepada Umar ketika ia ditimpa sakit demam. Saat itu puteranya Ayub masih kanak-kanak, belum baligh. Anaknya yang lain, Daud bin Sulaiman hilang di konstantinopel. Khalifah Sulaiman tidak menemukan yang lain sebagai calon khalifah kecuali Umar bin Abdul Aziz.
Umar bin Abdul Aziz adalah sosok pemimpin negara teladan yang sangat tepat menjadi barometer kesalehan, ketakwaan, keadlian, dan kesederhanaan. Sejarahnya sangat penting bagi siapa saja yang menjadi pemimpin zaman ini. Reformasi besar-besaran dalam sistem kepemimpinan yang ia lakukan telah membawa kesejahteraan menyeluruh bagi umat. Larangan memberi hadiah kepada pejabat, perlawanan terhadap para pejabat yang zalim, penghapusan kezaliman atas kaum lemah, dan penegakan keadilan bagi penduduk Samarkand adalah beberapa contoh dari reformasi selama kepemimpinannya. Umar bin Abdul Aziz selalu adil dalam menetapkan hukum, menghidupkan prinsip amar makruf nahi mungkar, menegakkan keadilan, dan mewakilkan urusan hanya kepada orang-orang terpercaya. Tidak ada nepotisme dalam pemerintahannya. Hanya orang saleh yang dipercaya memegang amanah dalam pemerintahan. Kekhilafahan Umar bin Abdul Aziz merupakan bukti sejarah yang mematahkan pendapat siapapun yang mengatakan bahwa negara yang dibangun berdasar syariat Islam sangat rentan diguncang berbagai masalah dan krisis. Sebagai pribadi, Umar bin Abdul Aziz adalah sosok yang menakjubkan takutnya kepada Allah dan tekun beribadah kepada Allah. 
Khalifah Umar bin abdul Aziz adalah khalifah ke-8 setelah Sulaiman Bin Abdul Malik. Beliau dilahirkan di Hilwan tidak jauh dari kairo, pada tahun 63 H/683 M, ketika itu ayahnya adalah seorang gubernur di mesir. Tetapi menurut Ibnu Abdil hakam meriwayatkan bahwa Umar dilahirkan di Madinah. Umar adalah putra dari Abdul Al-Aziz bin Marwan bin Hakam dan ibunya adalah Ummu ’Ashim binti ’Ashim bin Umar Ibnul-Khatthab.  Umar hidup dalam keluarga yang terhormat dan kaya, segala fasilitas kemewahan hidup melimpah. Selain itu Umar juga sangat terdidik keagamaannya karena bapaknya adalah seorang yang berjiwa toleran dan dermawan yang sangat terkenal wara’ serta taqwanya dan senang duduk bersama para sahabat dan para perawi hadist. Ibunya pun terkenal wanita yang berakhlak mulia, wara’ dan taqwa.
Masa kecil Umar banyak belajar bersama paman-pamannya di Madinah dan Umar kecil telah hafal al-qur’an, disanalah ia banyak belajar ilmu sehingga menjadi faqih dalam agama dan menjadi perawi hadist. Selain itu beliau juga tekun belajar kesusasteraan dan syair. Pendidikan yang diperoleh dalam masa tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap sifat-sifatnya yang istimewa dan terpuji. Selain itu Khalifah Umar bin abdul Aziz juga berada dibawah pengaruh para teolog dan selama berabad-abad dikenal dengan kesalehannya dan kezuhudannya, berbeda jauh dengan corak pemerintahan umayah yang dikenal sekuler. Oleh karena itu, ia dikenal sebagai sufinya dinasti umayah. Lalu siapakah sosok penting dibalik kesuksesan yang diraihnya sebagai khalifah pada dinasti umayah. Sosok yang pertama adalah sosok yang tidak asing lagi bagi kita yakni ibundanya.  Ibunya pun terkenal wanita yang berakhlak mulia, wara’ dan taqwa.
Hal-hal yang berhubungan dengan keimanan dan ketauhidan yang selalu diajarkan ibunya sejak kecil menjadikan Umar ibn Abdul Aziz menjadi pribadi yang kuat keimanannya, baik akhlaknya dan sangat takut kepada Rabb nya. Masa kecil Umar pun banyak belajar bersama paman-pamannya di Madinah dan Umar kecil telah hafal al-qur’an, disanalah ia banyak belajar ilmu sehingga menjadi faqih dalam agama dan menjadi perawi hadist. Selain itu beliau juga tekun belajar kesusasteraan dan syair. Pendidikan yang diperoleh dalam masa tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap sifat-sifatnya yang istimewa dan terpuji. Selain itu Khalifah Umar bin abdul Aziz juga berada dibawah pengaruh para teolog dan selama berabad-abad dikenal dengan kesalehannya dan kezuhudannya, berbeda jauh dengan corak pemerintahan umayah yang dikenal sekuler. Oleh karena itu, ia dikenal sebagai sufinya dinasti umayah. Itulah sederet orang yang berpengaruh dalam kehidupan khalifah Umar ibn Abdul Aziz

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel