Langsung ke konten utama

WALI KOTA Tak Ingin MADIN Dipandang Sebelah Mata



Probolinggo, KaJe
Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi untuk bisa merespon harapan yang disampaikan DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) setempat, saat audiensi di Ruang Transit Kantor Wali Kota, Senin (11/2).

Harapan tersebut perlu diperhatikan, tetapi jika secara aturan tidak bisa atau bisa diberikan pasti akan disampaikan kepada yang bersangkutan. Karena bantuan dana hibah masih harus dipelajari apa boleh diterima setiap tahun berturut-turut atau tidak.

 “Akan kami sampaikan seperti apa nanti hasilnya. Ini bukan karena semata-mata saya adalah Bapak Madin (Madrasah Diniyah) atau bagian dari Madrasah Diniyah. Tapi, ini kewajiban pemerintah daerah memperhatikan pendidikan agama untuk meningkatkan mutu kualitas nilai akhlaq dan moral,” katanya.

Menurut Habib Hadi, keberadaan FKDT sangat membantu Pemerintah Kota Probolinggo karena bisa menjadi penyambung antara pemerintah dan lembaga. Ia pun ingin mengetahui secara jelas jumlah Madrasah Diniyah yang ada di Kota Probolinggo. Sebab, ia ingin Madin tidak dipandang sebelah mata dan mengikuti perkembangan zaman.

Di Kabupaten Pasuruan bisa menerapkan wajib Madin yang telah diatur dalam peraturan bupati, yaitu semua siswa Islam harus mengikuti Madrasah Diniyah. “Kenapa Kota Probolinggo tidak bisa? Saya berharap semoga rencana ini berjalan dengan baik, perda segera dibahas sehingga cepat mewujudkan pendidikan Madrasah Diniyah,” ujar Habib Hadi, di depan pengurus FKDT, siang itu

Di Pemerintah Pusat telah ada UU Pondok Pesantren yang sudah disahkan oleh pemerintah pusat. Dimana pada waktu itu (saat pembahasan RUU), cerita Habib Hadi, dimana pemerintah masih belum begitu memperhatikan urusan haji dan pendidikan agama.

“Alhamdulillah, akhirnya pemerintah pusat mengabulkan RUU itu. Jadi, pemerintah daerah tinggal meneruskan saja dengan produk hukum masing-masing,” kata mantan Anggota DPR RI ini.

Wali kota juga meminta FKDT memberikan ide untuk meningkatkan mutu kualitas. Karena edukasi Madrasah Diniyah sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. “Jika perlu, kumpulkan wali murid atau warga untuk mendapatkan pemahaman. Karena saat ini masyarakat sibuk dengan aktifitas sehari-hari,” jelasnya.

Ketua DPC FKDT Siti Saudah pun berharap, dibawah kepemimpinan Habib Hadi, Madrasah Diniyah lebih meningkat dan mendapat perhatian. “Kami mengajukan proposal dan mudah-mudahan bisa ditanggapi,” katanya.

Audiensi kala itu Habib Hadi bersama Staf Ahli Paeni dan Kabag Kesra Choirul Anam. (Suatman)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...